KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 23 April 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

kehidupan nabi-nabi palsu(3)

 

Yudas 8-13(3)

 

Yudas 8-13 - “(8) Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga. (9) Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: ‘Kiranya Tuhan menghardik engkau!’ (10) Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. (11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. (12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya..

 

3)   Ay 11: Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah..

 

a)         ‘Celakalah mereka’.

 

1.   Mengecam orang salah seperti ini, yang juga dilakukan oleh semua rasul dan nabi dan bahkan Yesus sendiri, tidaklah bertentangan dengan larangan menghakimi (Mat 7:1-5)!

 

Mat 7:1-5 - (1) Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. (2) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (3) Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (4) Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. (5) Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.’’.

 

Bdk. Yoh 7:24 - Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.’.

 

2.   Tujuan Yudas di sini adalah mengingatkan mereka nasib apa yang menanti mereka, dan juga supaya orang lain tidak mengikuti kesalahan mereka.

 

b)         Yudas memberikan 3 contoh yaitu:

 

1.   Kain (ay 11a).

 

a.   Kesalahan Kain: mempersembahkan korban tanpa iman, iri hati, marah, tak peduli teguran Allah, membunuh orang benar, kejam (bdk. Ibr 11:4  1Yoh 3:12).

 

Kej 4:3-8 - (3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; (4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, (5) tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkanNya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. (6) Firman TUHAN kepada Kain: ‘Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? (7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.’ (8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: ‘Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia..

 

Ibr 11:4 - Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati..

 

1Yoh 3:12 - bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar..

 

b.   Pulpit Commentary: “He who cared not how he served God regarded not how he used his brother. Cain begins with sacrifice and ends with murder.” [= Ia yang tidak peduli bagaimana ia melayani Allah juga tidak akan peduli bagaimana ia memperlakukan saudaranya. Kain mulai dengan korban dan mengakhirinya dengan pembunuhan.] - hal 26.

 

c.   Kain dipakai sebagai contoh karena ia adalah orang pertama yang keluar dari gereja yang benar. Tertullian menganggap Kain sebagai ‘keturunan ular’ (bdk. Kej 3:15), yang memulai penganiayaan terhadap orang benar.

 

2.   Bileam (ay 11b).

Ay 11: Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah..

 

a.         Kesalahan Bileam.

Kesalahan Bileam adalah tamak, mau melakukan hal yang salah demi uang. Dalam masa resesi ekonomi seperti saat ini, hal ini harus diwaspadai. Bileam juga punya kesalahan yang lain, yaitu memberi nasehat untuk menggoda Israel menggunakan perempuan-perempuan Moab (Bil 25:1-18  bdk. Bil 31:16  Wah 2:14).

 

Bil 31:16 - “Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.”.

 

Wah 2:14 - “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.”.

 

Juga sekalipun ia disebut nabi dalam 2Pet 2:16, tetapi dalam Yos 13:22 ia disebut ‘juru tenung’.

 

2Pet 2:16 - Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu..

 

Yos 13:22 - Juga Bileam bin Beor, juru tenung itu, telah dibunuh oleh orang Israel dengan pedang, beserta orang-orang yang telah mati tertikam oleh mereka..

 

Tetapi karena dalam Yudas 11 ini ada kata-kata ‘oleh sebab upah’ maka jelas bahwa kesalahan Bileam yang dibandingkan dengan para nabi palsu dalam gereja pada jaman Yudas itu hanyalah ketamakan, dan maunya berbuat dosa demi uang.

 

Untuk saudara yang tamak / ingin kaya, renungkan  2 text Kitab Suci di bawah ini:

 

Amsal 28:20 - “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”.

 

1Tim 6:6-10 - “(6) Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. (7) Sebab kita tidak membawa sesuatu apapun ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. (8) Asal ada makanan dan pakaian cukuplah. (9) Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”.

 

b.   ‘menceburkan diri’.

NIV: ‘have rushed [= telah lari].

NASB: ‘have rushed headlong’ [= telah lari dengan kepala di depan / lari sembarangan / ngawur].

 

Pulpit Commentary: “How sad that the saints of God should not run as eagerly in the way of God as sinners in the way of wickedness and folly!” [= Betapa menyedihkan bahwa orang-orang kudus Allah tidak lari dengan keinginan yang sangat besar dalam jalan Allah seperti orang-orang berdosa dalam jalan kejahatan dan kebodohan!] - hal 27.

 

3.   Korah (ay 11c).

Ay 11: Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah..

 

a.         Kesalahan Korah.

Kitab Suci Indonesia: kedurhakaan seperti Korah’.

Kata ‘seperti’ ini seharusnya tidak ada, dan kata ‘kedurhakaan’ diterjemahkan berbeda-beda.

RSV/NIV/NASB: ‘rebellion’ [= pemberontakan].

KJV: ‘gainsaying’ [= tindakan membantah dengan kata-kata].

Yunani: ANTILOGIAI.

 

A. T. Robertson: “The word ANTILOGIA is originally answering back (Heb. 6:16), but it may be by act also (Rom. 10:21) as here.” [= Kata ANTILOGIA semula berarti membantah (Ibr 6:16), tetapi itu juga bisa dilakukan dengan tindakan (Ro 10:21) seperti di sini.].

 

Ibr 6:16 - Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan..

 

Kata ‘bantahan’ diterjemahkan dari kata Yunani ANTILOGIAS.

 

Ro 10:21 - Tetapi tentang Israel ia berkata: ‘Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tanganKu kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.’.

 

Kata ‘membantah’ diterjemahkan dari kata Yunani ANTILEGONTAS.

 

Ini menunjuk pada kesalahan Korah dalam Bil 16:1-3, dimana ia iri hati kepada Musa sebagai pemimpin dan ia menentang pemilihan dan pengangkatan Musa oleh Tuhan.

 

Bil 16:1-3 - (1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. (3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: ‘Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?’.

 

Contoh lain yang boleh dikatakan persis seperti Korah adalah Diotrefes (3Yoh 9-10).

 

3Yoh 9-10 - (9) Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami. (10) Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat..

 

Thomas Manton: “It is Korah’s sin to invade offices without a call, and to destroy that order which God hath established.” [= Dosa Korah adalah masuk / menyerbu suatu jabatan tanpa suatu panggilan, dan menghancurkan urut-urutan / pengaturan yang telah ditegakkan / ditetapkan Allah.] - hal 272.

 

Penerapan: Jangan sembarangan bertindak kurang ajar terhadap hamba Tuhan, kecuali kalau saudara melihat bahwa hamba Tuhan itu adalah seorang nabi palsu.

Kalau saudara menganggapnya sebagai hamba Tuhan yang sejati, saudara harus menghormatinya. Bahkan kalau ia berbuat kesalahan, sekalipun saudara boleh menegurnya / menasehatinya, saudara harus melakukannya dengan hormat.

 

Bdk. Maz 105:15 - ‘Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabiKu!’.

 

b.   Hukuman Korah: ia mati ditelan bumi yang terbelah (Bil 16:23-33).

 

Thomas Manton: “Those that made a cleft in the congregation, the earth cleaved to swallow them up.” [= Mereka yang membuat perpecahan dalam jemaat, bumi terpecah untuk menelan mereka.] - hal 273.

 

Karena itu hati-hati untuk tidak memecah gereja!

 

Tentang penggunaan contoh orang-orang jaman dulu (Kain, Bileam dan Korah) dengan dosa-dosa mereka, Pulpit Commentary memberikan komentar sebagai berikut:

 

“Sin only repeats itself as it perpetuates itself. Under many new forms we recognize only the old sins of envy, avarice, and pride.” [= Dosa hanya mengulang dirinya sendiri pada waktu ia melestarikan dirinya sendiri. Dalam banyak bentuk yang baru kita mengenali dosa-dosa lama belaka yaitu iri hati, ketamakan, dan kesombongan.] - hal 18.

 

Karena itu hati-hati terhadap dosa-dosa ini!

 

c)         Penggunaan 3 kata kerja yang berbeda dalam 3 contoh ini:

 

1.   ‘Mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain’.

 

2.   Menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam’.

NIV: ‘they have rushed [= mereka cepat-cepat / mereka lari].

 

3.   ‘Mereka binasa karena kedurhakaan (seperti) Korah’.

 

Ini menunjukkan suatu perkembangan yang progresif. Mula-mula mereka masuk / mengikuti jalan yang sesat, lalu mereka lari di jalan itu, dan akhirnya mereka binasa di jalan itu!

 

Ada 2 hal lain yang harus diperhatikan tentang kebinasaan mereka ini:

 

a.   Kata-kata ‘Mereka binasa’.

NIV: ‘they have been destroyed’ [= mereka telah dibinasakan / dihancurkan].

NASB: ‘perished’ [= telah binasa].

 

Digunakan bentuk lampau (aorist tense) sekalipun belum terjadi, untuk menunjukkan kepastian.

 

b.   Semua orang jahat yang dipakai sebagai contoh oleh Yudas mempunyai akhir yang mengerikan, yaitu orang Israel yang tidak percaya (ay 5), malaikat yang jatuh (ay 6), orang Sodom dan Gomora (ay 8), Kain, Bileam dan Korah (ay 11).

 

Bandingkan ini dengan Maz 73, yang mula-mula menceritakan enaknya orang jahat (Maz 73:3-14) tetapi lalu menunjukkan akhir dari orang jahat (Maz 73:17-20). Ini menyebabkan pemazmur tidak mau mengikuti orang jahat itu tetapi sebaliknya ingin tetap dekat dengan Tuhan (ay 28).

 

Karena itu setiap kali saudara iri hati kepada orang jahat dan mau mengikuti mereka, renungkan akhir hidup mereka!

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali