KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 26 Maret 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

kehidupan nabi-nabi palsu(1)

 

Yudas 8-13(1)

 

Yudas 8-13 - “(8) Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga. (9) Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: ‘Kiranya Tuhan menghardik engkau!’ (10) Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. (11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. (12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya..

 

Kehidupan nabi-nabi palsu itu:

 

A)        Dalam menghina / menghujat (ay 8,10).

 

1)   Ay 8: Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga..

 

Setelah membahas 3 contoh orang berdosa / murtad dan hukumannya (ay 5-7), sekarang dalam ay 8 Yudas kembali kepada orang-orang kristen KTP / guru-guru palsu yang tadi sudah ia bicarakan dalam ay 4.

 

a)         ‘Namun demikian’.

NASB: ‘Yet in the same manner’ [= Tetapi dengan cara yang sama].

NIV: ‘In the very same way’ [= Dengan cara yang persis sama].

 

Ini menghubungkan ay 8 ini dengan ay 7. Jadi artinya adalah: orang-orang ini berbuat dosa dengan cara yang sama dengan orang-orang Sodom dan Gomora. Mereka tidak mau belajar dari sejarah!

 

b)         ‘Orang yang bermimpi-mimpian ini’.

Beberapa kemungkinan arti:

 

1.   Mungkin orang-orang ini menganggap diri / mengaku mendapat wahyu / pesan dari Tuhan melalui mimpi yang menyokong ajaran sesat mereka.

 

Bdk. Yer 23:25-27 - (25) Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi namaKu dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi! (26) Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri, (27) yang merancang membuat umatKu melupakan namaKu dengan mimpi-mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan namaKu oleh karena Baal?.

 

2.   Hubungan antara ajaran mereka dan kebenaran sama seperti hubungan antara mimpi dan kenyataan.

 

3.   Ajaran mereka adalah hasil imaginasi mereka.

 

4.   Mereka berkhayal yang tidak-tidak (bdk. 2Pet 2:14 - ‘mata mereka penuh nafsu zinah’).

 

5.   Mimpi, sekalipun enak, tidaklah nyata, dan bersifat sementara (bdk. Yes 29:8).

 

Yes 29:8 - seumpama seorang yang lapar bermimpi ia sedang makan, pada waktu terjaga, perutnya masih kosong, atau seumpama seorang yang haus bermimpi ia sedang minum, pada waktu terjaga, sesungguhnya ia masih lelah, kerongkongannya masih dahaga, demikianlah halnya dengan segala pasukan bangsa-bangsa yang berperang melawan gunung Sion..

 

6.   Mimpi menunjukkan tidur.

Orang berdosa memang sering digambarkan sebagai tidur (bdk. 1Tes 5:6).

 

1Tes 5:6 - Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar..

 

Tetapi perlu diingat bahwa bagi mereka ‘kebinasaan tidak akan tertunda’ (2Pet 2:3).

 

2Pet 2:3 - Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda..

 

NIV / Lit: ‘their destruction has not been sleeping’ [= kehancuran mereka tidaklah tidur].

 

7.   Thomas Manton: “Others dream of attaining the end without using the means; they live in sin, and yet hope to die comfortably, and go to heaven at length for all that, as if it were but an easy and sudden leap from Delilah’s lap to Abraham’s bosom;” [= Orang-orang lain bermimpi untuk mencapai tujuan tanpa menggunakan sarana / cara; mereka hidup dalam dosa, tetapi berharap untuk mati dengan senang, dan akhirnya pergi ke surga untuk semua itu, seakan-akan merupakan suatu loncatan yang mudah dan tiba-tiba dari pangkuan Delila ke dada Abraham;] - hal 232.

 

Catatan: ‘pangkuan Delila’ diambil dari Hakim 16:19, sedangkan ‘dada Abraham’ diambil dari Luk 16:22-23 (kata ‘pangkuan Abraham’ seharusnya adalah ‘dada Abraham’).

 

Hakim 16:19 - Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya..

 

c)         ‘Mencemarkan tubuh mereka’.

 

Thomas Manton: “Impurity of religion is usually joined with uncleanness of body,” [= Ketidak-murnian agama / kepercayaan biasanya berhubungan dengan kenajisan tubuh,] - hal 233.

 

Hal seperti ini bisa terjadi:

 

1.   Sebagai hukuman Allah (bdk. Hos 4:12-13  Ro 1:24-dst).

 

Hos 4:12-13 - “(12) UmatKu bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka. (13) Mereka mempersembahkan korban di puncak gunung-gunung dan membakar korban di atas bukit-bukit, di bawah pohon besar dan pohon hawar dan pohon rimbun, sebab naungannya baik. Itulah sebabnya anak-anakmu perempuan berzinah dan menantu-menantumu perempuan bersundal..

 

Ro 1:24-28 - “(23) Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. (24) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. (25) Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (26) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. (27) Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. (28) Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:.

 

2.   Karena kepercayaan yang salah / sesat itu membengkokkan hati dan hidup mereka kepada dosa. Sebaliknya, kebenaran menguduskan hidup kita (Yoh 17:17).

 

Yoh 17:17 - Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran..

 

Calvin (tentang Yoh 17:17): “he points out the means of sanctification, and not without reason; for there are fanatics who indulge in much useless prattle about sanctification, but who neglect the truth of God, ... Again, as there are others who chatter quite as foolishly about the truth, and yet disregard the word, Christ expressly says that the truth, by which God sanctifies his sons, is not to be found any where else than in the word.” [= Ia menunjukkan cara / jalan dari pengudusan, dan bukannya tanpa alasan; karena ada orang-orang fanatik yang menuruti hatinya dengan banyak ocehan yang tak berguna tentang pengudusan, tetapi yang mengabaikan kebenaran Allah, ... Juga karena ada orang-orang lain yang mengoceh secara sama bodohnya tentang kebenaran, tetapi yang mengabaikan firman, maka Kristus secara explicit menyatakan bahwa kebenaran, dengan mana Allah menguduskan / menyucikan anak-anakNya, tidak akan ditemukan di tempat lain selain dalam firman.] - hal 179-180.

 

3.   Karena perzinahan rohani itu sering melibatkan perzinahan jasmani dalam upacara-upacara mereka.

 

Hos 4:12-14 - (12) UmatKu bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka. (13) Mereka mempersembahkan korban di puncak gunung-gunung dan membakar korban di atas bukit-bukit, di bawah pohon besar dan pohon hawar dan pohon rimbun, sebab naungannya baik. Itulah sebabnya anak-anakmu perempuan berzinah dan menantu-menantumu perempuan bersundal. (14) Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh..

KJV: “harlots” [= pelacur-pelacur].

RSV: “cult prostitutes” [= pelacur-pelacur yang berhubungan dengan sekte sesat].

NIV: “shrine prostitutes” [= pelacur-pelacur kuil].

NASB: “temple prostitutes” [= pelacur-pelacur kuil].

 

Bdk. Bil 25:1-2 - (1) Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. (2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu..

 

Penafsir-penafsir modern membantah hal-hal itu.

https://en.wikipedia.org/wiki/Sacred_prostitution

 

4.         ‘Menghina kekuasaan Allah.

KJV: ‘despise dominion’ [= memandang rendah kedaulatan].

NIV/NASB/RSV: ‘reject authority’ [= menolak otoritas].

 

Macam-macam arti:

 

a.   Mereka menolak semua otoritas, baik dalam gereja, keluarga, negara, pekerjaan dsb.

 

b.   Mereka menyangkal ke-Tuhan-an Yesus.

 

c.   Thomas Manton: mereka menolak semua pemerintahan dunia.

Bandingkan dengan Ro 13:1-dst Tit 3:1 1Pet 2:13-14,17 yang menunjukkan bahwa orang kristen harus tunduk kepada pemerintah. Hanya kalau pemerintah bertentangan dengan Firman Tuhan, barulah orang kristen boleh menentangnya (bdk. Kis 5:29).

 

Ro 13:1-2 - “(1) Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (2) Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.”.

 

Tit 3:1 - “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.”.

 

1Pet 2:13-14,17 - “(13) Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, (14) maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. ... (17) Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”.

 

Kis 5:27-29 - “(27) Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, (28) katanya: ‘Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.’ (29) Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”.

 

5.         ‘Menghujat semua yang mulia di surga’.

KJV: ‘speak evil of dignities’ [= berbicara jelek / jahat tentang orang-orang berposisi tinggi / agung].

RSV: ‘revile the glorious ones’ [= mencerca / mencaci maki makhluk-makhluk yang mulia].

NIV: ‘slander celestial beings’ [= memfitnah makhluk-makhluk surgawi].

NASB: ‘revile angelic majesties’ [= mencerca / mencaci maki keagungan malaikat].

 

Macam-macam arti:

 

a.   Mereka menghujat malaikat yang baik.

 

b.   Thomas Manton: mereka menolak semua pemerintahan gereja.

Alasannya: kata DOXA [= glory / kemuliaan] yang digunakan di sini dalam 2Kor 8:23 menunjuk pada pejabat gereja.

 

2Kor 8:23 - Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus..

 

Orang Kristen harus tunduk kepada pemimpin gereja (1Tes 5:12-13  1Tim 5:17,19  Ibr 13:17), tentu saja sepanjang para pemimpin gereja itu tidak menentang Firman Tuhan (bdk. Kis 5:29).

 

1Tes 5:12-13a - (12) Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; (13a) dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka..

 

1Tim 5:17,19 - “(17) Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. ... (19) Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi..

 

Ibr 13:17 - Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu..

 

2)   Ay 10: Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka..

 

Dalam ay 10 ini dikontraskan 2 hal:

 

a)   Segala sesuatu yang tidak mereka ketahui (ay 10a). Ini mereka hujat (ay 10a).

Tentang ‘segala sesuatu yang tidak mereka ketahui’ (ay 10a) ada yang menafsirkan bahwa ini bukan menunjuk pada kebenaran tetapi kepada malaikat-malaikat, dan dengan demikian ay 10a ini mengulangi ay 8.

 

Orang yang tidak mengerti seharusnya berdiam diri (bdk. Amsal 17:28) dan mencari pengetahuan (Amsal 1:22-23  8:5-10). Tetapi orang bodoh biasanya justru berani bicara (Amsal 18:2,13).

 

Amsal 17:28 - “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.”.

 

Amsal 1:22-23 - (22) ‘Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? (23) Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.”.

 

Amsal 18:2,13 - “(2) Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. ... (13) Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.”.

 

Pulpit Commentary: “None are so ready to speak as the ignorant.” [= Tidak ada yang lebih siap untuk berbicara dari pada orang yang bodoh / tidak mempunyai pengertian.] - hal 26.

 

Mungkin ini menjelaskan mengapa dalam persekutuan / kebaktian Kharismatik lebih banyak orang yang berani sharing, padahal sharingnya ngawur!

 

Yang dibicarakan oleh Yudas 10 ini lebih extrim lagi. Orang bodoh itu bukan hanya berbicara, tetapi bahkan menghujat apa yang tidak mereka mengerti.

 

Thomas Manton mengatakan bahwa memang biasanya orang mengecam / menghujat kebenaran karena mereka tidak mengerti hal itu. Ia juga menambahkan bahwa setan selalu berusaha supaya kita jauh dari kebenaran. Ini akan menyebabkan kita mempunyai prasangka buruk terhadap kebenaran itu, sehingga kita bukannya menyelidikinya tetapi mencurigainya dan mengecamnya / menghujatnya.

 

Contoh penghujat kebenaran seperti ini:

 

1.   Paulus sebelum bertobat (1Tim 1:13).

 

1Tim 1:13 - aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman..

 

2.   Para perusak gereja yang menulisi tembok dengan makian / kata-kata kotor yang ditujukan kepada Yesus.

 

Tetapi surat Yudas ini bukannya membicarakan orang atheis yang anti kristen, tetapi membicarakan nabi palsu dalam gereja (bdk. ay 4,12). Bukan sesuatu yang aneh kalau seorang atheis / anti kristen menghujat kekristenan / orang kristen, tetapi adalah sesuatu yang mengejutkan bahwa seorang ‘hamba Tuhan’ melakukan hal semacam itu.

 

Contoh penghujat kebenaran di dalam ‘gereja’:

 

a.   Gereja Roma Katolik yang mengecam pemberlakuan kebenaran Kristus terhadap diri kita yang percaya (imputed righteousness) dan keyakinan keselamatan.

 

b.   Orang-orang Liberal yang mengecam ‘inerrancy of the Bible’ [= ketidak-bersalahan Alkitab], kepercayaan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, dsb.

 

c.   Orang Kharismatik tertentu mengecam pengetahuan dan bahkan mengatakan bahwa orang yang menekankan pengetahuan Kitab Suci itu seperti orang Farisi dan ahli Taurat.

 

Thomas Manton: “Nazianzen speaks of some ignorant people that condemn learning ... that their own deficiency being the more common, might be less odious;” [= Nazianzen berbicara tentang beberapa orang yang bodoh / tidak mempunyai pengertian yang mengecam pengetahuan ... supaya kekurangan mereka itu menjadi lebih umum sehingga tidak terlalu menjijikkan;] - hal 206.

 

Sikap berani bicara sekalipun tidak mengerti, dan sikap menghujat apa yang tidak dimengerti ini, kontras sekali dengan sikap Kristus yang berkata dalam Yoh 3:11 - “... kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat”.

 

Bandingkan juga dengan 1Yoh 1:1-3.

 

1Yoh 1:1-3 - “(1) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup - itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (2) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. (3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya, Yesus Kristus..

 

Sikap Kristus / Yohanes ini yang seharusnya kita tiru.

 

Penerapan:

 

(1) Semua pemberita Firman (guru sekolah minggu, penginjil pribadi, pengkhotbah awam, guru agama), lebih-lebih hamba Tuhan (pendeta, penginjil, dosen sekolah theologia), harus banyak belajar Firman Tuhan (untuk hamba Tuhan harus sekolah theologia), untuk bisa mengajarkan Firman Tuhan dengan baik! Kalau tidak, bisa-bisa mereka menjadi orang bodoh yang banyak bicara sekalipun tidak mengerti! Dan memang yang seperti ini banyak sekali.

 

(2) Kalau kita sudah banyak belajar dan mengerti Firman Tuhan, kita harus berani berbicara. Dunia, bahkan gereja, penuh dengan orang bodoh yang berani berbicara. Kalau orang yang pandai / berpengetahuan tidak berani berbicara, bisakah saudara bayangkan akibatnya?

 

b)   ‘Apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka’ (ay 10b).

 

1.   Ada 2 pandangan tentang pengetahuan mereka ini:

 

a.   Ada yang menganggap bahwa pengetahuan ini adalah betul-betul pengetahuan yang benar, misalnya pengetahuan tentang adanya Allah, yang jelas ditanamkan oleh Allah dalam diri setiap orang sejak kecil (Ro 1:19-20).

 

Thomas Manton kelihatannya setuju dengan pandangan ini dan ia berkata: “wicked men, left to themselves, do but abuse and corrupt that natural goodness and knowledge which they have in them. ... We are so far from improving ourselves, that we ‘corrupt ourselves in what we know naturally,’” [= orang jahat kalau dibiarkan akan menyalahgunakan dan merusak kebaikan dan pengetahuan alamiah yang mereka miliki dalam diri mereka. ... Kita begitu jauh dari memperbaiki diri sendiri, sehingga kita ‘merusak diri kita sendiri dalam apa yang kita ketahui secara alamiah’,]. - hal 267.

 

Ini penting diperhatikan dalam pendidikan anak! Tidak ada anak yang bisa beres dengan sendirinya, kalau tidak dididik. Orang tua tidak boleh membiarkan anak terus menuruti kemauannya sendiri.

 

b.   Ada yang menafsirkan bahwa ini menunjuk pada ‘superficial knowledge’ [= pengetahuan semu / tidak sungguh-sungguh], atau menunjuk pada pengertian menurut perkiraan mereka. Jadi mereka mengira mereka mengerti padahal mereka salah. Bahkan ada yang secara specific menganggap bahwa orang-orang sesat ini menganut Gnosticism, yang beranggapan bahwa manusia diselamatkan karena pengetahuannya.

 

Alasan mengapa pengetahuan mereka ini dianggap sebagai pengetahuan yang salah:

 

(1) Pembedaan kata ‘tahu’ dan ‘mengerti’.

KJV: ‘But these speak evil of those things which they know not: but what they know naturally, as brute beasts, in those things they corrupt themselves’ [= Tetapi mereka berbicara jahat tentang hal-hal yang mereka tidak tahu: tetapi apa yang mereka ketahui secara alamiah, seperti binatang yang kasar, dalam hal-hal itu mereka merusak diri mereka sendiri].

NIV: ‘Yet these men speak abusively against whatever they do not understand; and what things they do understand by instinct, like unreasoning animals - these are the very things that destroy them’ [= Tetapi orang-orang ini berbicara secara menghina menentang apapun yang mereka tidak mengerti; dan hal-hal yang mereka mengerti secara naluri, seperti binatang yang tak berakal - ini adalah hal-hal yang menghancurkan mereka].

RSV: ‘But these men revile whatever they do not understand, and by those things that they know by instinct as irrational animals do, they are destroyed’ [= Tetapi orang-orang ini mencerca apapun yang tidak mereka mengerti, dan oleh hal-hal yang mereka ketahui secara naluri seperti binatang yang tak berakal, mereka dihancurkan]. Ini mirip dengan NASB.

 

Berbeda dengan Kitab Suci Indonesia yang menggunakan 2 x kata ‘ketahui’, dan KJV yang menggunakan 2 x kata ‘know’ [= tahu], dan NIV yang menggunakan 2 x kata ‘understand’ [= mengerti], maka RSV dan NASB menggunakan ‘know’ [= tahu] dan ‘understand’ [= mengerti].

Mungkin pembedaan ini memang harus ditekankan karena bahasa Yunaninya juga menggunakan 2 kata yang berbeda (OIDASIN dan EPISTANTAI).

 

(2) Adanya kata-kata ‘mereka ketahui dengan nalurinya.

RSV/NIV/NASB: ‘by instinct’ [= dengan / oleh naluri].

KJV: ‘naturally’ [= secara alamiah].

Pengetahuan yang benar tentang keselamatan pasti tidak akan ada pada diri kita secara alamiah (bdk. 1Kor 2:14), tetapi bagaimanapun ada pengetahuan tentang kebenaran yang bisa ada dalam diri kita secara alamiah, misalnya pengetahuan akan adanya Allah (Ro 1:19-20). Jadi dasar ini saja masih kurang kuat. Karena itu perhatikan dasar yang lain di bawah ini.

 

(3) Adanya tambahan kata-kata ‘seperti binatang yang tidak berakal’.

Ini rasa-rasanya tidak memungkinkan bahwa pengetahuan itu adalah pengetahuan yang benar.

 

2.   Pengetahuan yang salah ini membinasakan / merusak mereka.

Kitab Suci Indonesia: ‘kebinasaan’.

RSV/NIV/NASB: ‘destroy / destroyed’ [= menghancurkan].

KJV: ‘corrupt’ [= merusak / membuat jadi jahat].

Saya lebih setuju dengan KJV.

 

Pengetahuan yang salah selalu membawa akibat buruk. Karena itu jangan tiru nabi-nabi palsu yang mempunyai pengetahuan yang sesat. Rajinlah dalam belajar Kitab Suci, dan dengan hati yang tulus dan rendah hati, selalulah berdoa meminta pengertian yang benar dari Tuhan.

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali