(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 12 Maret 2023, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Kejatuhan dan hukuman
Iblis / setan(2)
Yudas 5-7(2)
Yudas 5-7 - “(5) Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umatNya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. (6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, (7) sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.”.
b) Dasar Kitab Suci yang benar tentang kejatuhan setan.
1. 2Pet 2:4 - “Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;”.
Tetapi ini sama sekali tidak menunjukkan dosa atau kesalahan apa yang dilakukan olehnya.
2. Yoh 8:44 - “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”.
Tetapi bagian ini hanya mengatakan bahwa ia tidak hidup dalam kebenaran / berpegang pada kebenaran.
3. 1Tim 3:6 - “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.”.
Secara implicit ini menunjukkan bahwa Iblis jatuh karena sombong. Ini sesuai dengan Yak 3:14-15 yang menunjukkan bahwa kesombongan / kemegahan merupakan hikmat dari setan.
Yak 3:14-15 - “(14) Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! (15) Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.”.
4. Yudas 6a: “Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka,”.
NASB: ‘And angels who did not keep their own domain, but abandoned their proper abode’ [= Dan malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan daerah kekuasaan mereka, tetapi meninggalkan tempat tinggal mereka yang seharusnya].
NIV: ‘And the angels who did not keep their position of authority but abandoned their own home’ [= Dan malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan posisi otoritas mereka, tetapi meninggalkan rumah mereka sendiri].
KJV: ‘And the angels which kept not their first estate but left their own habitation’ [= Dan malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan tanah milik mereka, tetapi meninggalkan tempat tinggal mereka sendiri].
RSV: ‘And the angels who did not keep their own position, but left their proper dwelling’ [= Dan malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan posisi mereka sendiri, tetapi meninggalkan tempat tinggal mereka yang seharusnya].
Mungkin ini menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi Allah, dan ini sesuai dengan godaannya kepada Hawa (Kej 3:5), dan juga keinginannya untuk disembah oleh Yesus (Mat 4:9).
Dari semua dasar Kitab Suci ini, harus diakui bahwa Kitab Suci tidak memberikan pengajaran yang jelas tentang kejatuhan setan. Tetapi kesimpulan yang mungkin diambil adalah: sekalipun sudah diciptakan sebagai makhluk mulia, tetapi kesombongannya menyebabkan ia tidak puas dan ingin menjadi Allah sendiri.
Pulpit Commentary: “It is hard to be high and not high-minded.” [= Adalah sukar untuk menjadi tinggi dan tidak menjadi sombong.] - hal 23.
Penerapan:
Kalau saudara dilahirkan dalam keadaan tinggi / mulia, misalnya kaya, pandai, ngganteng / cantik, dsb, berhati-hatilah untuk tidak jatuh dalam kesombongan!
2) Hukuman mereka.
Yudas 6 ini berkata: “Dan bahwa Ia menahan ... dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,”.
a) Saat ini setan ditahan oleh Allah dengan belenggu abadi dalam dunia kekelaman.
1. Setan yang tadinya tidak mau menahan diri sekarang justru ditahan oleh Allah.
NIV: ‘And the angels who did not keep ... these he has kept’ [= Dan malaikat-malaikat yang tidak menahan ... mereka ini telah Ia tahan].
Pulpit Commentary: “As they ‘kept not their lordship’, God has ‘kept them in everlasting bonds.’” [= Karena mereka tidak menjaga otoritas mereka, Allah telah menjaga / menahan mereka dalam belenggu abadi.] - hal 7.
Tyndale: “The evil angels had been too arrogant to keep their position - so God kept them in punishment.” [= Malaikat-malaikat yang jahat itu terlalu congkak untuk mempertahankan posisi mereka - jadi Allah mengurung / menahan mereka dalam penghukuman.] - hal 166.
Penerapan: Ini merupakan peringatan kepada kita yang tidak mau tunduk pada batasan yang Allah berikan kepada kita, seperti:
a. Tidak boleh bekerja pada hari Sabat.
b. Hanya boleh mempunyai 1 istri / suami.
c. Tidak boleh menikah dengan orang non kristen.
d. Jangan berzinah.
2. Apa artinya ‘setan ditahan dengan belenggu abadi dalam dunia kekelaman’?
a. Calvin: “We are not to imagine a certain place in which the devils are shut up, for the Apostle simply intended to teach us how miserable their condition is, since the time they apostized and lost their dignity.” [= Kita tidak boleh membayangkan suatu tempat tertentu didalam mana setan-setan itu dikurung, karena sang rasul hanya bermaksud untuk mengajar kita betapa buruknya kondisi mereka sejak saat mereka memberontak / murtad dan kehilangan martabat mereka.].
b. Anthony Hoekema menghubungkan hal ini dengan Wah 20:1-3.
Wah 20:1-3 - “(1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; (2) ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.”.
Dan ia mengatakan bahwa:
(1) Sejak kedatangan Yesus yang pertama setan dibelenggu / diikat. Dasarnya:
(a) Mat 12:29 - “Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.”.
Kata ‘diikat’ di sini dalam bahasa Yunaninya menggunakan kata yang sama seperti yang digunakan dalam Wah 20:2.
(b) Luk 10:17-18 - “(17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu.’ (18) Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.”.
(c) Yoh 12:31 - “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;”.
Kata ‘dilemparkan’ menggunakan kata dasar Yunani yang sama dengan kata ‘melemparkan’ dalam Wah 20:3.
(2) ‘Diikat / dibelenggu’ tidak berarti bahwa ia dikurung dalam suatu tempat, tetapi hanya dibatasi kekuasaan / aktivitasnya.
Karena itu, ia masih mempunyai kebebasan tertentu untuk menggoda dan menyerang manusia. Dan nanti menjelang kedatangan Yesus yang kedua kalinya ia bahkan akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya (Wah 20:3b).
b) ‘Sampai penghakiman pada hari besar’.
Ini menunjuk pada penghakiman akhir jaman, dimana setan akan dilemparkan ke neraka (Wah 20:10) sehingga tidak lagi bisa menggoda / menyerang manusia.
Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”.
Beberapa hal yang perlu dicamkan:
1. Sekalipun penghukuman setan itu sudah pasti, tetapi saat ini setan belum dihukum / belum waktunya masuk neraka (Mat 8:29).
Mat 8:29 - “Dan mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’”.
2. Kalau setan masuk neraka nanti, ia akan dihukum, bukan menghukum! Bdk. Mat 8:29 Mat 25:41 Wah 20:10.
Mat 25:41 - “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”.
Ini bertentangan dengan:
a. Orang kristen tertentu yang melakukan penengkingan terhadap setan bukan hanya untuk keluar dari diri seseorang tetapi juga untuk masuk ke neraka. Penengkingan semacam ini sia-sia, karena saat ini memang belum waktunya bagi setan untuk masuk ke neraka.
b. Ajaran yang mengatakan bahwa di neraka saat ini sudah ada setan, dan mereka menyiksa manusia yang masuk ke neraka - buku ‘Wahyu Tuhan Yesus tentang neraka’.
c. Setan menyiksa Yesus di neraka - ini ajaran dari Faith Movement.
Persoalan 2Pet 2:4:
2Pet 2:4 - “Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;”.
Ayat ini seolah-olah menunjukkan bahwa Allah sudah memasukkan setan ke dalam neraka. Untuk ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
(1) Kata ‘neraka’ di sini diterjemahkan dari kata Yunani TARTARUS yang hanya digunakan satu kali ini saja dalam Kitab Suci.
(2) Bagian ini tidak boleh ditafsirkan sekan-akan setan sudah masuk neraka, karena ini akan bertentangan dengan Mat 8:29 Mat 25:41 Wah 20:10 dan bahkan bertentangan dengan 2Pet 2:4 itu sendiri (baca bagian b dari ayat itu).
(3) Mungkin bagian ini hanya menunjukkan kepastian bahwa setan akan masuk neraka.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali