KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 5 Maret 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kejatuhan dan hukuman

Iblis / setan(1)

 

Yudas 5-7(1)

 

Yudas 5-7 - “(5) Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umatNya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. (6) Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, (7) sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang..

 

Dalam ay 3-4 Yudas mengatakan bahwa:

1)   Ada orang-orang kristen KTP / nabi-nabi palsu yang menyelusup ke dalam gereja.

2)   Orang kristen harus berjuang mempertahankan iman.

 

Sekarang dalam ay 5-7 Yudas memberikan contoh-contoh untuk menunjukkan bahwa:

a)   Tuhan pasti menghukum dosa.

b)   Kemurtadan / penyimpangan dari iman pasti mendapatkan hukuman.

 

Ay 5:Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umatNya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya..

 

1)   Ay 5a: ‘Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu’.

 

a)   Kata-kata ‘dan tidak meragukannya lagi’ sebetulnya tidak ada.

 

b)   Orang kristen perlu diingatkan tentang hal-hal yang sudah diketahui / dimengertinya.

 

Ay 17: Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus..

 

Calvin: “The use of God’s Word is not only to teach what we could not have otherwise known, but also to rouse us to a serious meditation of those things which we already understand, and not to suffer us to grow torpid in a cold knowledge.” [= Kegunaan Firman Allah bukan hanya untuk mengajar kita apa yang kalau tidak diajarkan tidak bisa kita ketahui, tetapi juga untuk membangkitkan kita pada meditasi yang serius tentang hal-hal yang sudah kita mengerti, dan tidak membiarkan kita untuk menjadi tumpul / lamban dalam pengetahuan yang dingin.].

 

Penerapan:

 

1.   Pengajar Firman Tuhan tidak boleh bosan memberitakan hal yang sudah diketahui jemaat (bdk. 1Tim 4:6).

 

1Tim 4:6 - Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini..

 

2.   Jemaat tidak boleh mempunyai pemikiran ‘aku sudah tahu’ pada waktu mendengar sesuatu yang sudah diketahuinya.

 

2)   Ay 5b: ‘bahwa memang Tuhan menyelamatkan umatNya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya’.

 

a)   Kata-kata ‘sekali lagi’ salah terjemahan.

NIV: ‘later’ [= belakangan].

NASB: ‘subsequently’ [= sesudah itu].

 

b)   Ini menunjuk pada Bil 13-14.

 

Ay 6:Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,.

 

Dalam ay 6 ini Yudas berbicara tentang malaikat-malaikat yang berdosa dan hukuman mereka.

 

1)   Dosa mereka.

 

a)   Dasar Kitab Suci yang salah tentang kejatuhan malaikat / setan.

 

1.         Yes 14:12-23.

 

a.   Kata ‘Lucifer’ (KJV/NKJV) adalah kata bahasa Latin yang berarti ‘light bearer’ [= pembawa terang]. Ini merupakan nama untuk planet Venus, yang merupakan benda paling terang setelah matahari dan bulan. Dalam Yes 14:12 ini merupakan terjemahan dari kata Ibrani HEY-LEL yang diterjemahkan ‘morning star’ [= bintang pagi] oleh NIV, dan ‘Bintang Timur’ oleh Kitab Suci Indonesia.

 

b.   Kata-kata dalam Yes 14:12-14 menyebabkan orang beranggapan bahwa bagian ini menceritakan kejatuhan setan, tetapi Yes 14:4,22-23 dengan jelas menunjukkan bahwa bagian ini berbicara tentang Babel / raja Babel.

 

Yes 14:12-14 - “(12) ‘Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!.

 

Yes 14:3-4,22-23 - “(3) Maka pada hari TUHAN mengakhiri kesakitan dan kegelisahanmu dan kerja paksa yang berat yang dipaksakan kepadamu, (4) maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: ‘Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim! ... (22) ‘Aku akan bangkit melawan mereka,’ demikianlah firman TUHAN semesta alam, ‘Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya,’ demikianlah firman TUHAN. (23) ‘Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan,’ demikianlah firman TUHAN semesta alam..

 

c.   Tidak ada dasar untuk mengatakan bahwa Babel / raja Babel di sini adalah lambang dari setan ataupun TYPE dari setan (Catatan: kalau Kitab Suci memaksudkan sebagai TYPE itu selalu menunjuk ke depan, bukan ke belakang).

 

d.   Tafsiran Adam Clarke dan Calvin tentang Yes 14:12.

 

Adam Clarke: “And although the context speaks explicitly concerning Nebuchadnezzar, yet this has been, I know not why, applied to the chief of the fallen angels, who is most incongruously denominated Lucifer, (the bringer of light!) an epithet as common to him as those of Satan and Devil. That the Holy Spirit by his prophets should call this arch-enemy of God and man the light-bringer, would be strange indeed. But the truth is, the text speaks nothing at all concerning Satan nor his fall, nor the occasion of that fall, which many divines have with great confidence deduced from this text. O how necessary it is to understand the literal meaning of Scripture, that preposterous comments may be prevented!” [= Dan sekalipun kontexnya berbicara secara explicit tentang Nebukadnezar, tetapi entah mengapa kontex ini telah diterapkan kepada kepala dari malaikat-malaikat yang jatuh, yang secara sangat tidak pantas disebut / dinamakan Lucifer (pembawa terang!), suatu julukan yang sama umumnya bagi dia, seperti Iblis dan Setan. Bahwa Roh Kudus oleh nabiNya menyebut musuh utama dari Allah dan manusia sebagai pembawa terang, betul-betul merupakan hal yang sangat aneh. Tetapi kebenarannya adalah, text ini tidak berbicara sama sekali tentang Iblis maupun kejatuhannya, ataupun saat / alasan kejatuhan itu, yang dengan keyakinan yang besar telah disimpulkan dari text ini oleh banyak ahli theologia. O alangkah pentingnya untuk mengerti arti hurufiah dari Kitab Suci, supaya komentar-komentar yang gila-gilaan / tidak masuk akal bisa dicegah!] - hal 82.

 

Calvin: “The exposition of this passage, which some have given, as if it referred to Satan, has arisen from ignorance; for the context plainly shows that these statements must be understood in reference to the king of the Babylonians. But when passages of Scripture are taken at random, and no attention is paid to the context, we need not wonder that mistake of this kind frequently arise. Yet it was an instance of very gross ignorance, to imagine that Lucifer was the king of devils, and that the Prophet gave him this name. But as these inventions have no probability whatever, let us pass by them as useless fables.” [= Exposisi yang diberikan oleh beberapa orang tentang text ini, seakan-akan text ini menunjuk kepada Iblis / berkenaan dengan Iblis, muncul / timbul dari ketidaktahuan; karena kontex secara jelas menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan ini harus dimengerti dalam hubungannya dengan raja Babel. Tetapi pada waktu bagian-bagian Kitab Suci diambil secara sembarangan, dan kontex tidak diperhatikan, kita tidak perlu heran bahwa kesalahan seperti ini muncul / timbul. Tetapi itu merupakan contoh dari ketidaktahuan yang sangat hebat, untuk membayangkan bahwa Lucifer adalah raja dari setan-setan, dan bahwa sang nabi memberikan dia nama ini. Tetapi karena penemuan-penemuan ini tidak mempunyai kemungkinan apapun, marilah kita mengabaikan mereka sebagai dongeng / cerita bohong yang tidak ada gunanya.] - hal 442.

 

2.         Yeh 28:1-19.

 

a.   Kalau dilihat Yeh 28:6,12,14-17 maka kelihatannya bagian ini menunjuk pada kejatuhan Iblis, tetapi Yeh 28:2 dengan jelas mengatakan bahwa ini ditujukan kepada raja Tirus, dan tentang dia dikatakan: ‘engkau adalah manusia, bukanlah Allah’ (ay 2 akhir).

 

Yeh 28:2,6,12,14-17 - “‘Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. ... (6) Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah ... (12) ‘Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. ... (16) Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. (17) Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya..

 

Yeh 28:2 - ‘Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah..

 

b.   Sama seperti dalam Yes 14 di atas, tidak ada dasar untuk mengartikan bagian ini sebagai lambang ataupun TYPE dari Iblis.

 

c.   Saya juga membaca beberapa buku tafsiran tentang Yeh 28 dan tidak ada dari para penafsir dari buku-buku itu yang menyinggung tentang setan dan kejatuhannya. Semuanya hanya membicarakan raja Tirus.

 

3.         Kej 1:1-2 - ‘Gap theory’.

Ada suatu teori / penafsiran yang salah tentang Kej 1:1-2 ini, yang disebut ‘Gap Theory’. Teori ini mengatakan bahwa di antara Kej 1:1 dan Kej 1:2 terdapat ‘gap’ [= celah / selang waktu] yang lamanya jutaan tahun atau bahkan ratusan juta tahun.

Mereka menganggap bahwa dalam Kej 1:1, langit dan bumi dan segala isinya sudah sempurna. Lalu terjadi pemberontakan Lucifer / Iblis, sehingga bumi menjadi tidak berbentuk dan kosong seperti dalam Kej 1:2. Lalu dalam Kej 1:3-dst Allah melakukan penciptaan ulang.

 

Dasar dari ‘gap theory’ ini adalah:

 

a.   Mereka berpendapat bahwa Allah tidak mungkin mencipta sesuatu yang kacau seperti yang tertulis dalam Kej 1:2 - ‘bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya’. Karena itulah mereka beranggapan bahwa penciptaan dalam Kej 1:1 sudah sempurna, tetapi lalu menjadi rusak / kacau karena pemberontakan Iblis.

 

b.   Dengan adanya ‘gap’ jutaan tahun ini maka Alkitab menjadi cocok dengan ilmu Geologia yang mengatakan bahwa umur bumi sudah jutaan / milyaran tahun.

 

c.   Kej 1:2 berbunyi: ‘Bumi belum berbentuk dan kosong’.

NIV menterjemahkan sebagai berikut: ‘Now the earth was formless and empty’ [= Bumi adalah tidak berbentuk dan kosong].

 

Ditinjau dari sudut bahasa Ibrani, kata ‘HAYETAH’ yang diterjemahkan ‘was / adalah’, juga bisa diterjemahkan ‘became / menjadi’.

Kalau dipilih terjemahan ini, maka Kej 1:2 menjadi: ‘Dan bumi menjadi tidak berbentuk dan kosong’.

Terjemahan ini cocok dengan ‘gap theory’.

 

Saya berpendapat bahwa ‘Gap theory’ ini harus ditolak dengan alasan / penjelasan sebagai berikut:

 

a.   Kej 1:1-2 tidak berarti bahwa Allah menciptakan sesuatu yang kacau, tetapi bahwa Ia menciptakan yang sempurna secara bertahap. Penganut ‘gap theory’ tidak mau mempercayai bahwa Allah melakukan penciptaan secara bertahap, tetapi dalam teori mereka sendiri mereka berpendapat bahwa pada waktu Allah melakukan ‘penciptaan kembali’ dalam Kej 1:3-dst, maka Allah melakukannya secara bertahap. Ini menunjukkan ketidak-konsekwenan teori ini.

 

b.   Ilmu Geologia sama sekali tidak mempunyai kepastian dalam menentukan umur bumi.

Perlu diketahui bahwa ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan umur bumi, dan ternyata metode-metode ini menghasilkan hasil yang sangat bervariasi. Misalnya metode pertama menghasilkan bilangan 100 juta tahun, maka metode kedua ternyata menghasilkan bilangan 20 ribu tahun, dsb.

 

Disamping itu perlu diketahui bahwa para ahli ilmu pengetahuan itu kebanyakan adalah orang yang bukan kristen, bahkan anti kristen. Karena itu, kalau dengan metode tertentu mereka menemukan bahwa umur bumi adalah jutaan tahun, maka hasil itu dipublikasikan, sedangkan kalau dengan metode yang lain menghasilkan bilangan ribuan atau puluhan ribu tahun (sehingga cocok dengan Alkitab), maka hasil itu mereka sembunyikan.

 

Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa pada waktu Allah menciptakan segala sesuatu dalam Kej 1, maka semua itu diciptakan dalam keadaan ‘sudah mempunyai umur tertentu’ (yang tidak kita ketahui). Misalnya:

 

(1) Pada waktu Adam diciptakan pada hari ke 6, ia tidak diciptakan sebagai seorang bayi yang baru lahir, tetapi sebagai manusia dewasa, yang sudah mempunyai umur tertentu. Karena itu, andaikata pada hari ke 7 seorang ilmuwan memeriksa Adam, maka mungkin sekali ia mendapatkan bahwa Adam sudah berumur 30 tahun, atau 50 tahun, padahal Adam baru berumur 1 hari!

 

(2) Pada waktu pohon-pohonan diciptakan oleh Allah pada hari ke 3, mereka tidak diciptakan sebagai tunas yang baru tumbuh, tetapi sebagai pohon yang sudah besar, yang sudah mempunyai umur tertentu. Karena itu, andaikata pada hari ke 4 seorang ilmuwan memeriksa sebuah pohon, maka mungkin sekali ia akan mendapatkan bahwa pohon itu sudah berumur 100 tahun, padahal sebetulnya baru berumur 1 hari.

 

(3) Demikian juga pada waktu Allah menciptakan bumi dengan lapisan batu-batuannya, Allah menciptakannya dalam keadaan sudah mempunyai umur tertentu. Dan kita tidak tahu berapa umur bumi pada waktu diciptakan. Bisa saja 1000 tahun, atau satu juta tahun, atau bahkan ratusan juta tahun!

 

Karena itu, kalaupun para ilmuwan jaman sekarang bisa menemukan suatu metode penentu umur bumi yang betul-betul dapat dipercaya, dan dengan metode itu didapatkan bahwa umur bumi sudah 5 juta tahun, maka itu tidak menunjukkan bahwa Kitab Sucinya salah. Siapa tahu bahwa Allah memang menciptakan bumi ini dalam keadaan sudah berumur mendekati 5 juta tahun?

 

c.   Kalau ‘gap theory’ mau mencocokkan Alkitab dengan Ilmu Geologia dalam persoalan umur bumi, lalu bagaimana dengan umur dari tulang-tulang manusia yang jutaan tahun (ini menurut ‘ilmu pengetahuan’; tetapi inipun tidak bisa dipercaya!)? Apakah mereka mau berkata bahwa dalam Kej 1:1 itu juga sudah ada manusia?

 

(1) Kalau dikatakan bahwa dalam Kej 1:1 sudah ada manusia, maka:

(a) Itu berarti bahwa Adam bukan manusia pertama, dan ini bertentangan dengan 1Kor 15:45a - “Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk hidup’,”.

(b) Perlu dipertanyakan: bagaimana manusia itu bisa mati, padahal belum ada dosa?

 

(2) Kalau mereka berkata bahwa dalam Kej 1:1 itu belum ada manusia, maka mereka tetap tidak bisa mencocokkan Alkitab dengan ‘ilmu pengetahuan’.

 

d.   Kalaupun di antara Kej 1:1 dan Kej 1:2 ada pemberontakan setan, mengapa alam semesta harus menjadi kacau / rusak? Iblis memang kuat, tetapi ia jelas sama sekali bukan tandingan Allah, sehingga ‘pertempuran’ antara Iblis dan Allah sama sekali ‘tidak seru’ dan tidak perlu sampai menghancurkan alam semesta. Pandangan yang mengatakan bahwa pertempuran Iblis melawan Allah itu sampai harus menghancurkan ciptaan Allah, adalah pandangan yang terlalu merendahkan Allah, karena secara tidak langsung mereka beranggapan bahwa kekuatan Iblis dan Allah itu tidak terlalu berbeda jauh.

 

e.   ‘Gap theory’ ini muncul bukan sebagai hasil dari Exegesis terhadap Kej 1:1-2, tetapi sebagai hasil dari Eisegesis terhadap Kej 1:1-2. Exegesis berarti kita menggali ayat sedemikian rupa sehingga dari ayat tersebut keluar suatu ajaran. Ini adalah cara yang benar dalam menangani Kitab Suci. Tetapi Eisegesis berarti kita memasukkan pandangan kita ke dalam ayat Kitab Suci, dan ini jelas merupakan cara penafsiran yang salah.

 

Dengan demikian jelas bahwa Kej 1:1-2 tidak bisa dijadikan dasar dari kejatuhan setan.

 

4.   Kej 6:2 dimana ‘anak-anak Allah’ diartikan sebagai malaikat.

Sebetulnya ini jelas tidak mungkin menunjuk pada kejatuhan setan, karena setan sudah ada dalam Kej 3. Disamping itu penafsiran ini bertentangan dengan Mat 22:30 yang menyatakan bahwa malaikat itu tidak kawin.

 

Mat 22:30 - Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga..

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali