(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 9 Desember 2007, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(8:
7064-1331 / 6050-1331)
Yos 1:1-9 - “(1) Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati,
berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: (2)
‘HambaKu Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai
Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan
kepada mereka, kepada orang Israel itu. (3) Setiap tempat yang akan diinjak
oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan
kepada Musa. (4) Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu
sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke
Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
(5) Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu;
seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak
akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (6) Kuatkan dan
teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki
negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk
diberikan kepada mereka. (7) Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan
sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah
diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau
ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. (8) Janganlah
engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan
malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di
dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung. (9) Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah
hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai
engkau, ke manapun engkau pergi.’”.
1)
Musa mati.
Kitab Suci jelas mengatakan bahwa Musa
mengalami kematian, bukan diangkat ke surga seperti Elia.
Ay 1-2: “(1) Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati,
berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: (2) ‘HambaKu
Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini,
engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka,
kepada orang Israel itu”.
Bdk. Ul 34:5-6 - “(5) Lalu matilah Musa, hamba TUHAN
itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. (6) Dan dikuburkanNyalah
dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang
yang tahu kuburnya sampai hari ini”.
Tetapi bandingkan dengan Yudas 9 - “Tetapi penghulu malaikat, Mikhael,
ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa,
tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata:
‘Kiranya Tuhan menghardik engkau!’”.
Mengapa
ada pertengkaran antara Mikhael dengan Iblis karena mayat Musa? Sedikitnya ada 2
pandangan tentang hal ini:
a) Karena Musa muncul
pada waktu Yesus dimuliakan di atas gunung (Mat 17:3), maka ada orang yang
berpendapat bahwa Musa mengalami kebangkitan. Mikhael menjaga mayat Musa supaya
tidak busuk, sehingga bisa dibangkitkan, sedangkan Iblis ingin membusukkan mayat
Musa itu.
Saya
tidak menerima pandangan / tafsiran ini karena:
1. Kalau Musa
dibangkitkan, ia dibangkitkan dengan tubuh apa? Tidak mungkin ia dibangkitkan
dengan tubuh kebangkitan / tubuh kemuliaan, karena kalau demikian Kristus tidak
bisa dikatakan sebagai yang pertama / yang sulung yang bangkit dari antara orang
mati (1Kor 15:20,23 Kol 1:18
Wah 1:5).
2. Kalau mayat itu
busukpun Tuhan tetap bisa membangkitkan.
b) Kebanyakan orang
berpendapat bahwa Tuhan menguburkan mayat Musa sehingga tidak ada orang yang
tahu kuburannya, karena Tuhan tidak mau orang Israel menyembah Musa / menjadikan
mayat Musa sebagai relics. Dan mungkin
sekali karena itu Tuhan lalu menugaskan Mikhael untuk menguburkan dan menjaga
mayat Musa itu. Sebaliknya, setan menghendaki mayat Musa itu, supaya bisa ia
gunakan untuk menjatuhkan bangsa Israel dalam penyembahan terhadap mayat Musa
tersebut.
Kalau
ini benar, maka ini menunjukkan bahwa setan sangat ingin menjatuhkan anak-anak
Tuhan ke dalam penyembahan berhala! Ingat bahwa penyembahan berhala merupakan
dosa yang paling dikutuk / dibenci Tuhan dalam Perjanjian Lama, sehingga tidak
aneh kalau setan justru ingin kita jatuh ke dalam dosa itu.
2)
Pada waktu Musa mati, bangsa Israel berkabung dan menangisinya selama 30
hari (Ul 34:8). Sekalipun ini merupakan tradisi yang tidak dapat
disalahkan, tetapi sekarang, dengan adanya perintah Tuhan kepada Yosua dalam ay 2-9
ini, maka masa berkabung itu harus diakhiri dan tugas baru menanti mereka.
Penerapan: dalam hidup kita, kita sering mengalami
hal-hal yang menyedihkan seperti ditinggal mati / berpisah dari orang yang kita
cintai, putus dalam pacaran / patah hati, gagal dalam study, gagal dalam
pelayanan, gagal dalam kehidupan rumah tangga, jatuh ke dalam dosa, kehancuran
bisnis, dsb. Pada saat seperti itu, harus kita ingat untuk tidak membiarkan
kesedihan itu berlarut-larut, sehingga kita tidak bisa melakukan kewajiban kita
yang ada di depan kita. Ada saat kita harus meninggalkan kesedihan itu, dan
menujukan pandangan ke depan dan melaksanakan apa yang menjadi tugas kita.
3)
Yosua dipakai oleh Tuhan untuk menggantikan Musa.
Bahwa ada satu alat Tuhan yang mati, tidak
berarti bahwa pekerjaan / rencana / janji Tuhan lalu dibatalkan / dihentikan.
Tuhan bisa mencari gantinya. Tetapi bahwa Tuhan bisa mencari gantinya, tidak
berarti bahwa kita tidak perlu mempersiapkan pengganti!
Penerapan:
·
Pernahkah saudara
memikirkan kemungkinan bahwa Tuhan memanggil diri saudara sendiri untuk menjadi
hamba Tuhan sehingga bisa menjadi pengganti hamba Tuhan di gereja saudara? Kalau
dalam mencari sekolah / pekerjaan, saudara menggumulkan untuk bisa mengetahui
kehendak Tuhan, mengapa saudara tidak pernah menggumulkan kehendak Tuhan dalam
hal menjadi hamba Tuhan?
·
Kalau memang
saudara tidak dipanggil menjadi hamba Tuhan, pernahkah dan maukah saudara
mendoakan supaya dalam gereja ada orang-orang yang bisa dipersiapkan untuk
menjadi hamba Tuhan untuk menggantikan hamba Tuhan di gereja saudara?
4)
Dari Bil 27:12-23 dan Ul 31:1-8,23 bisa kita ketahui bahwa
Tuhan sudah menunjuk Yosua untuk menggantikan Musa, sebelum Musa mati. Tetapi
saat ini, pada saat Musa telah mati dan Yosua betul-betul harus menjadi pemimpin
Israel, Tuhan memberikan Firman Tuhan lagi kepada Yosua untuk menguatkan Yosua.
Kalau Yosua, yang imannya hebat itu (bdk.
Bil 14:5-9), membutuhkan Firman Tuhan untuk menguatkan imannya, maka
bagaimana mungkin saudara tidak
membutuhkan Firman Tuhan untuk menguatkan iman saudara? Karena itu, rajinlah
dalam mencari Firman Tuhan, baik dalam Kebaktian, Pemahaman Alkitab, maupun Saat
Teduh! Prioritaskan Firman Tuhan dalam hidup saudara, karena kalau tidak,
saudara tidak mungkin bisa mempunyai iman yang kuat!
5) Nama
Yosua.
Sebetulnya dalam bahasa Ibrani namanya adalah Hosea /
Yehosua.
Bil 13:8,16 - “(8) dari suku Efraim: Hosea bin Nun; ... (16)
Itulah nama orang-orang yang disuruh Musa untuk mengintai negeri itu; dan Musa
menamai Hosea bin Nun itu Yosua (Ibrani: YEHOSUA)”.
Dalam LXX / Septuaginta, nama ini menjadi IESOUS (=
Yesus).
Bandingkan dengan:
Kis 7:45 - “Kemah itu yang diterima nenek moyang kita dan yang
dengan pimpinan Yosua (Yunani:
IESOU) dibawa masuk ke tanah ini, yaitu waktu tanah ini direbut dari
bangsa-bangsa lain yang dihalau Allah dari depan nenek moyang kita; demikianlah
sampai kepada zaman Daud”.
Ibr 4:8 - “Sebab, andaikata Yosua (Yunani: IESOUS) telah membawa mereka masuk ke
tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu
hari lain”.
Ini merupakan salah satu alasan yang menyebabkan
beberapa penafsir menganggap bahwa Yosua merupakan type dari Yesus.
Matthew Henry dan Albert Barnes misalnya, mengatakan
bahwa bukan Musa, tetapi Yosualah yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah
Kanaan, demikian juga bukan hukum Taurat, tetapi Yesuslah yang membawa kita ke
surga.
Saya tidak tahu apakah penafsiran ini bisa diterima.
Tetapi jelas bahwa ajarannya memang benar: hukum Taurat memang tidak mungkin
membawa kita ke surga; hanya Yesus yang bisa! Karena itu jangan berusaha masuk
surga dengan mengandalkan ketaatan pada hukum Taurat / Firman Tuhan, tetapi
dengan iman kepada Yesus.
Bdk. Gal 2:16,21 - “(16) Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang
dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman
dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya
kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan
hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh
karena melakukan hukum Taurat. ... (21) Aku tidak menolak kasih karunia
Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah
kematian Kristus”.
1) Perintah
untuk Yosua.
Ay 1-2: “(1) Sesudah Musa hamba
TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu,
demikian: (2) ‘HambaKu Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang,
seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri
yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”.
Yosua disuruh untuk memimpin Israel menyeberangi sungai
Yordan, mengalahkan bangsa-bangsa Kanaan, dan memiliki tanah Kanaan. Perintah
ini bukan perintah yang gampang untuk dilaksanakan. Ada banyak problem bagi
Yosua untuk bisa melaksanakan perintah ini:
a)
Usianya sudah tua.
Kita tidak tahu persis usia Yosua, tetapi ada hal yang
bisa dijadikan petunjuk untuk memperkirakan usia Yosua pada saat itu, yaitu Yos 14:10b
yang mengatakan bahwa saat itu Kaleb berusia 85 tahun.
Yos 14:10 - “Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara
hidupku, seperti yang dijanjikanNya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya,
sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel
mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima
tahun aku hari ini”.
Sedangkan Kaleb dan Yosua sama-sama menjadi pengintai
dalam Bil 13, sehingga mungkin sekali usia mereka kira-kira sama.
Dari semua ini diperkirakan bahwa usia Yosua saat ini
adalah antara 80-85 tahun.
b)
Israel adalah bangsa yang sangat tegar tengkuk (bdk. Ul 9:6b). Yosua
sendiri tentu sudah sangat mengenal sikap tegar tengkuk bangsanya itu (bdk. Bil
14:1-10).
Pasti merupakan sesuatu yang sangat berat untuk
memimpin sekitar 2-3 juta orang yang tegar tengkuk!
c)
Sungai Yordan adalah sungai yang sangat deras alirannya.
Nama ‘Yordan’ berasal dari akar kata YARAD yang
berarti ‘to descend’ (= turun). Ini menunjukkan bahwa sungai Yordan
adalah sungai yang turunnya relatif sangat curam. Sebagai perbandingan, sungai
Yordan turun 15 kaki (= 4,5 m) setiap mil (= 1,6 km), sedangkan sungai Thames
hanya turun 9 inci (= 22,5 cm) setiap mil. Ini menyebabkan arus sungai Yordan
sangat deras dan pasti mempersulit penyeberangan dari orang yang begitu banyak
itu.
Di samping itu, kelihatannya saat itu merupakan saat
dimana sungai Yordan itu paling deras airnya.
Yos 3:15 - “Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke
sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam
air di tepi sungai itu - sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang
tepinya selama musim menuai”.
Jadi, ini merupakan ujian iman bagi Yosua.
d)
Bangsa-bangsa di Kanaan lebih besar dan lebih kuat dari bangsa Israel,
dan mereka mempunyai kota-kota yang dikelilingi benteng / kubu (bdk. Bil 13:28-33
Ul 7:1b Ul 9:1-2).
Bil 13:28-33 - “(28) Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat
dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat
di sana. (29) Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang
Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi
sungai Yordan.’ (30) Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di
hadapan Musa, katanya: ‘Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab
kita pasti akan mengalahkannya!’ (31) Tetapi orang-orang yang pergi ke sana
bersama-sama dengan dia berkata: ‘Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu,
karena mereka lebih kuat dari pada kita.’ (32) Juga mereka menyampaikan kepada
orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata:
‘Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan
penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang
tinggi-tinggi perawakannya. (33) Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa,
orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami
seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.’”.
Jelas bahwa Kaleb benar kalau ditinjau dengan mata
iman. Tetapi dari sudut mata jasmani, para pengintai lain itulah yang benar
(mungkin kecuali kata-kata terakhir dalam ay 32-33). Ini terbukti dari
ayat-ayat di bawah ini.
Ul 7:1 - “‘Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke
dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau
banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang
Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih
banyak dan lebih kuat dari padamu”.
Ul 9:1-2 - “(1) ‘Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan
menyeberangi sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa
yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, yakni kota-kota besar yang
kubu-kubunya sampai ke langit - (2) suatu bangsa yang besar dan tinggi,
orang Enak, yang kaukenal dan yang tentangnya kaudengar orang berkata: Siapakah
yang dapat bertahan menghadapi orang Enak?”.
e)
Yosua menggantikan Musa yang adalah orang yang hebat (bdk. Kel 33:9-11
Bil 12:6-8 Ul 34:10). Ini bisa menyebabkan Yosua selalu ada di
bawah bayang-bayang kehebatan Musa. Bangsa Israel, dan bahkan Yosua sendiri,
akan selalu menganggap Yosua inferior dibandingkan Musa / tidak sebaik Musa.
Bagi Yosua hal ini merupakan faktor psikologis yang sukar dikalahkan.
Dari semua ini jelaslah bahwa pada waktu Tuhan memberi
perintah kepada Yosua, maka perintahNya itu kelihatannya sukar / tidak mungkin
dilaksanakan.
Penerapan:
Tuhan memang sering memberi kita perintah yang rasanya tidak mungkin untuk kita
laksanakan, karena Ia ingin kita mentaatiNya dengan bersandar kepada Dia!
Karena itu, kalau saudara mendapat suatu perintah yang
rasanya sukar / tidak mungkin dilakukan, jangan cepat-cepat mengatakan ‘tidak
bisa’! Taatilah dengan bersandar kepada Tuhan!
2) Janji
Tuhan bagi Yosua.
Ay 3-6: “(3) Setiap tempat yang
akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah
Kujanjikan kepada Musa. (4) Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah
sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het,
sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi
daerahmu. (5) Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur
hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku
tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (6) Kuatkan dan
teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki
negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk
diberikan kepada mereka”.
a)
Ay 3 menjanjikan bahwa setiap tempat yang diinjak Yosua akan menjadi
milik Israel. Harus diingat bahwa:
1. Janji
ini tidak berlaku tanpa batas.
Yang dimaksud dengan ‘setiap
tempat’ itu haruslah ada dalam
batas-batas yang ada dalam ay 4. Bandingkan dengan Ul 2:2-6,8b-9,19
yang jelas menunjukkan adanya daerah-daerah yang Tuhan tidak berikan kepada
Israel.
Ul 2:2-6,8-9,19 - “(2) Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku, demikian: (3)
Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke
utara. (4) Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan
berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir;
mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali; (5) janganlah
menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari
negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi
miliknya. (6) Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu
dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu
dapat minum. ... (8) Kemudian kita berjalan terus, meninggalkan daerah
saudara-saudara kita, bani Esau yang diam di Seir, meninggalkan jalan dari
Araba-Yordan, yakni dari Elat dan Ezion-Geber. Sesudah itu kita belok dan
berjalan terus ke arah padang gurun Moab. (9) Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Janganlah
melawan Moab dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan
kepadamu apapun dari negerinya menjadi milikmu, karena Ar telah Kuberikan
kepada bani Lot menjadi miliknya. ... (19) maka engkau sampai ke dekat bani
Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak
akan memberikan kepadamu apapun dari negeri bani Amon itu menjadi milikmu,
karena Aku telah memberikannya kepada bani Lot menjadi miliknya”.
2.
Mengapa disebutkan ‘orang Het’ secara khusus (ay 4)?
Jelas bahwa tanah Kanaan dihuni oleh banyak bangsa,
tetapi ay 4 ini hanya menyebutkan ‘orang
Het’ saja. Mengapa?
Adam Clarke mengatakan bahwa alasannya adalah: orang
Het itu adalah yang paling kuat dan suka berperang di antara bangsa-bangsa
Kanaan, dan mereka menempati daerah selatan Kanaan, yang merupakan daerah yang
bergunung-gunung, sehingga jelas bahwa merekalah yang paling sukar untuk
dikalahkan. Juga ia menambahkan bahwa kata-kata ‘orang Het’ boleh dikatakan
merupakan suatu wakil dari semua bangsa-bangsa Kanaan (gaya bahasa synecdoche).
3.
Janji itu hanya berlaku untuk Yosua dan bangsa Israel pada saat itu, dan
tidak berlaku bagi kita saat ini.
Banyak orang mengajar menggunakan 2Kor 1:20 bahwa
semua janji dalam Kitab Suci berlaku untuk kita.
2Kor 1:20 - “Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji
Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ‘Amin’ untuk memuliakan
Allah”.
Memang Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah, kalau
janji itu memang dijanjikan untuk kita! Tetapi bagaimana dengan janji-janji
seperti di bawah ini?
Luk 1:31 - “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”.
Mat 14:29 - “Kata Yesus: ‘Datanglah!’ Maka Petrus turun dari
perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus”.
Apakah janji / perintah ini berlaku untuk kita? Tentu
tidak! Demikian juga janji Tuhan kepada Yosua di sini tidak berlaku untuk kita
pada saat ini! Karena itu, janganlah mencoba untuk menginjak-injak tanah orang
dengan pemikiran bahwa Tuhan akan memberikan tanah itu kepada saudara untuk
menjadi gereja!
Catatan: tetapi kalau dalam Kitab Suci Tuhan mengatakan suatu
janji kepada seseorang / sekelompok orang, memang bisa saja itu berlaku untuk
semua kita. Misalnya Ro 8:28 diucapkan oleh Tuhan / Paulus kepada orang Kristen
di Roma, tetapi jelas bahwa janji itu berlaku bagi kita. Lalu bagaimana
membedakannya? Dengan melihat kontext dan seluruh Kitab Suci, kita harus
menafsirkan apakah janji itu berlaku hanya untuk orang itu pada saat itu, atau
untuk semua orang atau untuk semua orang Kristen.
b)
Ay 5a menjanjikan bahwa tidak ada yang bisa bertahan menghadapi
Yosua. Mengapa? Karena Tuhan menyertai Yosua (ay 5b).
Ay 5: “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi
engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan
menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan
engkau”.
Ro 8:31b - “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan
kita?”.
1.
Musa sudah mati dan meninggalkan mereka, tetapi Tuhan tetap menyertai
mereka!
Seseorang mengatakan:
“Heroes leave us, but God remains”
(= Pahlawan-pahlawan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal).
“Whoever, whatever has gone, God remains” (= Siapapun, apapun telah pergi, Allah tetap tinggal).
Ini mengajar kita untuk bukan bersandar kepada manusia
(betapapun hebatnya dia), tetapi kepada Tuhan.
2.
Berbeda dengan janji dalam ay 3 tadi yang tidak berlaku untuk kita,
maka janji dalam ay 5b ini berlaku untuk semua orang kristen. Alasannya: ay 5b
ini dikutip oleh penulis surat Ibrani dalam Ibr 13:5, yang jelas ditujukan
kepada semua orang kristen.
Ibr 13:5 - “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah
dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku
sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan
meninggalkan engkau.’”.
Karena itu, asal saudara adalah orang kristen sejati,
jangan pernah menganggap bahwa Tuhan meninggalkan saudara! Problem yang hebat
dan berlarut-larut, kegagalan, doa yang tidak dijawab, bisa menyebabkan kita
merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita. Tetapi ingat bahwa di atas kayu salib,
Yesus sudah memikul keterpisahan dengan Allah yang merupakan hukuman dosa
manusia (bdk. Mat 27:46). Karena itu, kalau kita percaya kepada Yesus, kita
tidak mungkin lagi bisa terpisah dari Allah / ditinggal oleh Allah!
c)
Ay 6 menjanjikan bahwa Yosualah yang akan memimpin Israel untuk
memasuki, menduduki dan memiliki tanah Kanaan. Jadi, semua itu akan terjadi pada
masa hidup Yosua.
3) Syarat.
Ay 7-8: “(7) Hanya, kuatkan dan
teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan
seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah
menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau
pergi. (8) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi
renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai
dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan
berhasil dan engkau akan beruntung”.
Janji yang Tuhan berikan di atas, bukanlah janji tanpa
syarat. Adanya syarat itu ditunjukkan oleh:
·
Kata ‘hanya’ dalam awal ay 7
(Catatan: NIV menghapuskan kata ini, tetapi seharusnya kata ini memang ada).
·
Kata-kata ‘supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi’ pada akhir ay 7.
·
Kata-kata ‘sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung’ (ay 8b).
Syaratnya adalah:
a)
‘Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu’ (ay 7a).
NIV: Be strong and courageous (= kuatlah dan
beranilah).
Jadi mereka tak boleh takut-takut, tetapi sebaliknya
harus berani dan harus beriman kepada Tuhan.
Penerapan:
seringkah saudara taat kepada Tuhan dengan takut-takut?
b)
Mereka harus mempunyai sikap yang benar terhadap Firman Tuhan.
Ay 7-8: “(7) Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan
sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang
telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan
atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. (8) Janganlah
engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang
dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang
tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan
engkau akan beruntung”.
1. Merenungkan
Firman Tuhan (ay 8b).
Calvin: “Assiduous
meditation on the Law is also commanded; because, whenever it is intermitted,
even for a short time, many errors readily creep in, and the memory becomes
rusted, so that many, after ceasing from the continuous study of it, engage in
practical business, as if they were mere ignorant tyros. God therefore enjoins
his servant to make daily progress, and never cease, during the whole course of
his life, to profit in the Law. Hence it follows that those who hold this study
in disdain, are blinded by intolerable arrogance” (= Meditasi / perenungan yang tekun terhadap hukum
Taurat juga diperintahkan; karena, kapanpun itu tidak dilanjutkan, bahkan untuk
waktu yang singkat, banyak kesalahan siap untuk merangkak masuk, dan ingatan
akan berkarat, sehingga banyak orang, setelah berhenti dari tindakan mempelajari
secara terus menerus, terlibat dalam kesibukan praktis, seakan-akan mereka
adalah semata-mata orang baru yang tidak mengerti apa-apa. Karena itu, Allah
memerintahkan pelayannya untuk membuat kemajuan tiap hari, dan tidak pernah
berhenti, selama seluruh jalan hidupnya, untuk mendapat keuntungan / mengambil
pelajaran dari hukum Taurat. Karena itu, maka mereka yang menganggap remeh
tindakan mempelajari ini, dibutakan oleh kesombongan yang sangat besar).
Bandingkan dengan Amsal 19:27 - “Hai anakku, jangan lagi
mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang
memberi pengetahuan”.
NIV:
‘Stop listening to instruction, my son,
and you will stray from the words of knowledge’ (= Berhentilah mendengar
instruksi, anakku, dan engkau akan tersesat dari kata-kata pengetahuan).
NASB:
‘Cease listening, my son, to discipline,
and you will stray from the words of knowledge’ (= Berhentilah mendengar,
anakku, pada disiplin, dan engkau akan tersesat dari kata-kata pengetahuan).
Penerapan:
jangan pernah berhenti belajar dan merenungkan Firman Tuhan! Prioritaskan itu
dalam hidup saudara!
2. Memperkatakan
Firman Tuhan (ay 8a).
Artinya: harus sering membicarakan dan menyampaikan
Firman Tuhan.
Penerapan:
mungkin sekali tidak sukar bagi saudara untuk membicarakan film yang baru
saudara tonton, atau pengalaman yang baru saudara alami pada waktu bepergian ke
luar kota dsb. Tetapi bagaimana kalau membicarakan Firman Tuhan?
3. Mentaati
seluruh Firman Tuhan (ay 7,8).
Firman Tuhan tak cukup hanya dibaca, dipelajari, dan
direnungkan. Tetapi kita harus melakukan semua itu dengan tujuan untuk
mentaatinya (ay 8c).
Penerapan:
apakah saudara ‘menyensor’ Firman Tuhan, dalam arti ada yang saudara taati
dan ada yang saudara anggap tidak perlu ditaati? Ingat bahwa mengabaikan
bagian yang terkecil dari Firman Tuhanpun berarti mengabaikan Tuhan sendiri!
Maukah saudara hidup dengan beriman kepada Tuhan dan janjiNya, dan dengan
taat pada seluruh firmanNya?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali