kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 5 Mei 2019, pk 08.00 & 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Yesaya 52:13-53:12 (9)

 

YESAYA 53:11-12

 

Yes 53:11-12 - “(11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak..

 

53:11: “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.”.

 

1)         ‘Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas;’.

KJV: ‘He shall see the travail of his soul, and shall be satisfied’ [= Ia akan melihat penderitaan jiwanya, dan akan dipuaskan].

RSV: ‘he shall see the fruit of the travail of his soul and be satisfied’ [= ia akan melihat buah dari penderitaan jiwanya dan dipuaskan].

NIV: ‘After the suffering of his soul, he will see the light of life and be satisfied’ [= Setelah penderitaan jiwanya, ia akan melihat terang kehidupan dan dipuaskan].

NASB: ‘As a result of the anguish of His soul, He will see it and be satisfied’ [= Sebagai akibat dari kesedihan / penderitaan jiwaNya, Ia akan melihatnya dan dipuaskan].

 

Calvin berkata bahwa ini tetap membicarakan hal yang sama yang dibicarakan pada akhir 53:10. Kristus melihat hasil penderitaanNya dan menjadi puas.

 

Tentang kata-kata ‘menjadi puas / dipuaskan’ ini Barnes memberi komentar sebagai berikut: “We may remark here that this implies that great and most glorious results will come out of this work. ... We may be assured that he will be ‘satisfied,’ only when multitudes are saved; and it is, therefore, morally certain that a large portion of the race, taken as a whole, will enter into heaven. Hitherto the number has been small. The great mass have rejected him, and have been lost. But there are brighter times before the church and the world. The pure gospel of the Redeemer is yet to spread around the globe, and it is yet to become, and to be for ages, the religion of the world. Age after age is to roll on when all shall know him and obey him; and in those future times, what immense multitudes shall enter into heaven! So that it may yet to be seen, that the number of those who will be lost from the whole human family, compared with those who will be saved, will be no greater in proportion than the criminals in a well-organized community who are imprisoned are, compared with the number of obedient, virtuous, and peaceful citizens.” [= Kita bisa berkata di sini bahwa ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa hasil-hasil yang besar dan paling mulia akan keluar dari pekerjaan ini. ... Kita bisa yakin bahwa Ia akan ‘puas / dipuaskan’, hanya pada waktu banyak orang diselamatkan; dan karena itu adalah pasti bahwa sebagian besar dari umat manusia secara keseluruhan akan masuk ke surga. Sampai saat ini jumlahnya hanya sedikit. Banyak orang yang menolaknya, dan telah terhilang. Tetapi ada saat-saat yang lebih cerah di hadapan gereja dan dunia. Injil yang murni dari sang Penebus akan tersebar di seluruh bumi, dan itu akan menjadi, untuk waktu yang lama, agama dari dunia. Jaman berganti jaman akan lewat pada waktu semua akan mengenalnya dan mentaatinya; dan dalam masa-masa yang akan datang itu, alangkah banyaknya orang yang akan masuk ke surga! Sehingga akan terlihat bahwa jumlah mereka yang akan terhilang dari seluruh umat manusia, dibandingkan dengan mereka yang akan diselamatkan, tidak akan lebih besar dibandingkan dengan penjahat-penjahat dalam penjara dalam suatu masyarakat yang teratur, dibandingkan dengan jumlah warganegara yang taat, baik dan damai.] - hal 281-282.

 

Komentar / tanggapan saya terhadap penafsiran Barnes di atas ini:

 

a)   Penafsiran ini jelas ngawur dan bertentangan dengan:

 

1.   Mat 7:13-14 - “(13) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; (14) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.’”.

 

Perlu diketahui bahwa baik dalam bahasa Yunani maupun Inggris, ayat ini ada dalam bentuk present tense, bukan past tense.

 

2.   Mat 22:14 - “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.’”.

 

b)   Bahwa dikatakan bahwa Yesus akan ‘puas / menjadi puas’, tidak harus berarti bahwa orang yang selamat akan lebih banyak dari pada orang yang binasa. Yesus akan menjadi puas kalau semua orang pilihan selamat (sekalipun jumlahnya lebih sedikit dari pada mereka yang binasa), karena dengan demikian rencana Allah, yang pasti merupakan rencana yang terbaik, sudah tercapai.

 

2)   ‘dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya,’.

 

a)   ‘hikmatnya’.

 

1.   Kata bahasa Ibraninya bisa berarti ‘hikmat’ ataupun ‘pengetahuan’. Tetapi semua Kitab Suci bahasa Inggris yang saya gunakan menterjemahkan ‘knowledge’ / ‘pengetahuan’.

 

2.   Ada 2 kemungkinan penterjemahan: ‘pengetahuan Kristus’ atau ‘pengetahuan tentang Kristus’.

KJV: ‘by his knowledge shall my righteous servant justify many’ [= oleh pengetahuannya hambaKu yang benar akan membenarkan banyak orang].

RSV: ‘by his knowledge shall the righteous one, my servant, make many to be accounted righteous’ [= oleh pengetahuannya orang yang benar, hambaKu, akan membuat banyak orang dianggap benar].

NIV: ‘by his knowledge my righteous servant will justify many’ [= oleh pengetahuannya hambaKu yang benar akan membenarkan banyak orang].

Nasb: ‘By His knowledge the Righteous One, My Servant, will justify the many’ [= Oleh pengetahuanNya Orang Benar, HambaKu, akan membenarkan banyak orang].

 

Tetapi Footnote NIV memberikan kemungkinan penterjemahan yang lain, yaitu: ‘by knowledge of him [= oleh pengetahuan / pengenalan tentang dia].

 

Calvin menafsirkan kata-kata ‘by his knowledge’ [= oleh pengetahuannya] sebagai ‘by the knowledge of him’ [= oleh pengetahuan tentang dia] seperti dalam footnote dari NIV. Menurutnya kata Ibraninya bisa ditafsirkan ‘his knowledge’ atau ‘the knowledge of him’. Tetapi ia lalu mengatakan bahwa bagian ini menunjukkan bahwa Kristus adalah satu-satunya guru dan pengarang (author) dari kebenaran. Ini kelihatannya bertentangan dengan ‘the knowledge of him’ [= pengetahuan tentang dia], dan lebih cocok dengan ‘his knowledge’ [= pengetahuannya].

 

E. J. Young, yang juga menerima ‘the knowledge of him’, mengatakan: “In this context the servant appears, not as a teacher, but as a savior.” [= Dalam kontex ini sang hamba kelihatan bukan sebagai seorang guru tetapi sebagai seorang juruselamat.] - ‘The Book of Isaiah’, vol 3, hal 357.

 

Barnes juga mempunyai pandangan yang sama, dan ia berkata: “By his knowledge. That is, by the knowledge of him. The idea is, by becoming fully acquainted with him and his plan of salvation. ... It is only by the knwoledge of the Messiah; by an acquaintance with his character, doctrines, sufferings, death, and resurrection, that any one can be justified. Thus the Saviour says (John 17:3), ‘And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ whom thou hast sent.’” [= Oleh pengetahuanNya. Yaitu, oleh pengetahuan tentang Dia. Gagasannya adalah, dengan menjadi kenal sepenuhnya dengan Dia dan rencana keselamatanNya. ... Hanya oleh pengenalan terhadap sang Mesias; oleh suatu pengenalan terhadap karakter, ajaran / doktrin, penderitaan, kematian dan kebangkitanNya, maka seseorang bisa dibenarkan. Demikianlah sang Juruselamat berkata (Yoh 17:3), ‘Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus’.] - hal 282.

 

Kalau bagian ini menekankan pentingnya pengetahuan tentang Kristus, maka secara tidak langsung bagian ini juga menekankan pentingnya pengajaran Firman Tuhan.

 

Pulpit Commentary: “Nothing is so effectual in turning men to righteousness as teaching them the true knowledge of God” [= Tidak ada yang begitu efektif dalam membalikkan manusia pada kebenaran seperti mengajar mereka pengetahuan yang benar tentang Allah] - hal 298.

 

Tetapi tentu saja yang dimaksud dengan ‘pengetahuan’ di sini bukanlah semata-mata ‘pengetahuan intelektual’, tetapi ‘pengetahuan yang diimani’. Ini yang menyebabkan kita dibenarkan.

 

Matthew Poole: “knowledge being here, as it is most frequently in Scripture, taken practically, for that kind of knowledge which worketh faith, and love, and obedience to him.” [= pengetahuan di sini, seperti sering terjadi dalam Kitab Suci, diartikan secara praktis, untuk jenis pengetahuan itu yang mengerjakan iman, dan kasih, dan ketaatan kepadaNya.] - hal 449.

 

b)   ‘membenarkan’.

Barnes’ Notes: “In Hiphil, the word means, to pronounce just, or righteous. In a forensic sense, and as applied to the act of justification before God, it means to declare righteous, or to admit to favour as a righteous person; and in connection with the pardon of sin, to resolve to treat as righteous, or as if the offence had not been committed. It is more than mere pardon; it involves the idea of a purpose to treat as righteous, and to acknowledge as such. It is not to declare that the person is innocent, or that he is not ill deserving, or that he had a right to do as he had done, or that he has a claim to mercy - for this is not true of any mortal; but it is to pardon, and to accept him as if the offence had not been committed - to regard him in his dealings with him, and treat him even onward as if he were holy. This sense of the word here is necessary, because the whole passage speaks of his bearing sin, and suffering for others, and thus securing their justification. ... They are justified only in connection with his bearing their iniquities; and this shows that the word is here used in the forensic sense, and denotes that they will be regarded and treated as righteous on account of what he has suffered in their behalf.” [= Dalam bentuk Hiphil, kata itu berarti, mengumumkan sebagai benar. Dalam arti hukum / pengadilan, dan seperti diterapkan pada tindakan pembenaran di hadapan Allah, itu berarti menyatakan benar, atau mengakui untuk memperlakukan sebagai seorang yang benar; dan dalam hubungan dengan pengampunan dosa, memutuskan untuk memperlakukan sebagai benar, atau seakan-akan pelanggaran tidak dilakukan. Itu lebih dari sekedar pengampunan; itu mencakup gagasan tentang suatu tujuan untuk memperlakukan sebagai benar, dan mengakuinya sebagai orang benar. Itu tidak menyatakan bahwa seseorang itu tidak berdosa, atau bahwa ia tidak layak mendapat sesuatu yang buruk, atau bahwa ia mempunyai hak untuk melakukan seperti yang telah ia lakukan, atau bahwa ia mempunyai hak atas belas kasihan - karena ini tidak benar untuk manusia yang manapun; tetapi itu berarti mengampuni, dan menerimanya seakan-akan pelanggaran tidak dilakukan - menganggapnya dalam hubungan / urusan dengannya, dan memperlakukannya mulai saat itu, seakan-akan ia suci. Arti ini dari kata ini di sini merupakan sesuatu yang penting, karena seluruh text berbicara tentang pemikulan dosa yang Ia lakukan, dan penderitaanNya untuk orang-orang lain, dan dengan demikian memastikan pembenaran mereka. ... Mereka dibenarkan hanya dalam hubungan dengan pemikulan kejahatan-kejahatan mereka olehNya; dan ini menunjukkan bahwa kata ini di sini digunakan dalam arti hukum / pengadilan, dan menunjukkan bahwa mereka akan dianggap dan diperlakukan sebagai benar karena apa yang telah Ia derita demi mereka.] - hal 282-283.

 

c)   ‘banyak orang’.

Matthew Poole: “Many; which word is seasonably added, partly by way of restriction, to show that Christ will not justify all, but only such as believe in him and obey him; and partly by way of amplification, to declare that this blessed privilege shall not now be, as hitherto it had in a manner been, confined to Judea, and the Jews, but shall be conferred upon an innumerable company of all the nations of the world.” [= ‘Banyak’; kata yang ditambahkan secara cocok, sebagian sebagai pembatasan, untuk menunjukkan bahwa Kristus tidak akan membenarkan semua orang, tetapi hanya orang yang percaya kepadaNya dan mentaatiNya; dan sebagian sebagai pengerasan / penguatan, untuk menyatakan bahwa hak ini sekarang tidak akan dibatasi pada Yudea, dan pada orang-orang Yahudi, seperti yang terjadi sampai saat ini, tetapi akan diberikan kepada kumpulan yang tak terhitung dari semua bangsa di dunia.] - hal 450.

 

3)         ‘dan kejahatan mereka dia pikul’.

Semua Kitab Suci Inggris menggunakan future tense [= bentuk akan datang], karena ini memang merupakan nubuat tentang apa yang akan terjadi.

KJV: ‘for he shall bear their iniquities’ [= karena ia akan memikul kejahatan-kejahatan mereka].

RSV: ‘and he shall bear their iniquities’ [= dan ia akan memikul kejahatan-kejahatan mereka].

NIV: ‘and he will bear their iniquities’ [= dan ia akan memikul kejahatan-kejahatan mereka].

NASB: ‘As He will bear their iniquities’ [= Karena Ia akan memikul kejahatan-kejahatan mereka].

 

Barnes’ Notes: “the consequences of guilt may pass over to another; ... And this was done by the Redeemer. He stood between the stroke of justice and the sinner, and received the blow himself. He intercepted, so to speak, the descending sword of justice that would have cut the sinner down, and thus saved him.” [= konsekwensi-konsekwensi dari kesalahan bisa diberikan kepada seorang lain; ... Dan ini dilakukan oleh sang Penebus. Ia berdiri di antara ‘pukulan keadilan’ dan ‘orang berdosa’, dan menerima pukulan itu pada diriNya sendiri. Bisa dikatakan bahwa Ia mencegat turunnya pedang keadilan yang akan memotong orang berdosa, dan dengan demikian menyelamatkannya.] - hal 283.

 

53:12: “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.

 

H. C. Leupold: “It has been rightly claimed that no passage of the Old Testament presents more problems than this.” [= Telah diclaim secara benar bahwa tidak ada text Perjanjian Lama yang memberikan lebih banyak problem dari text ini.] - hal 233.

 

1)   ‘Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan,’.

 

a)   Bagian ini menggambarkan Kristus sebagai orang yang menang perang dan mendapat jarahan.

 

b)   Bandingkan terjemahan Kitab Suci Indonesia dengan KJV dalam bagian ini.

LAI: ‘Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan’.

KJV: ‘Therefore will I divide him a portion with the great, and he shall divide the spoil with the strong’ [= Karena itu Aku akan membagikan kepadanya suatu bagian bersama orang besar / agung, dan ia akan membagi jarahan dengan orang kuat].

 

Ada beberapa penafsiran tentang bagian ini:

 

1.   Ada yang menafsirkan seperti KJV dimana Kristus membagi jarahan dengan orang besar / kuat. Kalau ini arti yang benar, maka penggenapannya adalah: orang besar / kuat yang sudah dipertobatkan, akan mendapat kemuliaan bersama dengan Kristus.

 

2.   Ada yang mengambil arti seperti dalam Kitab Suci Indonesia dimana orang besar / kuat itu diberikan kepada Kristus sebagai jarahan. Kalau ini arti yang benar, maka penggenapannya adalah adanya orang-orang besar / kuat yang bertobat.

 

Barnes’ Notes: “This verse is designed to predict the triumphs of the Messiah. It is a language appropriate to him as a prince, and designed to celebrate his glorious victories on earth. The words here used are taken from the custom of distributing the spoils of victory after a battle, and the idea is, that as a conqueror takes valuable spoils, so the Messiah would go forth to the spiritual conquest of the world, and subdue it to himself.” [= Ayat ini dimaksudkan untuk meramalkan kemenangan sang Mesias. Ini merupakan bahasa yang cocok bagiNya sebagai seorang pangeran, dan dimaksudkan untuk merayakan kemenanganNya yang mulia di bumi. Kata-kata yang digunakan di sini diambil dari kebiasaan / tradisi untuk membagikan jarahan kemenangan setelah suatu pertempuran, dan gagasannya adalah bahwa seperti seorang pemenang mengambil jarahan yang berharga, demikian pula sang Mesias akan maju ke depan untuk menaklukkan dunia ini secara rohani, dan menundukkannya kepada diriNya sendiri.] - hal 283.

 

3.   Ada pula yang menafsirkan bahwa Kristus akan mendapat jarahan sama seperti orang-orang besar dan kuat juga mendapat jarahan kalau menang perang. Ini merupakan pandangan dari Matthew Poole, yang menafsirkan sebagai berikut:

 

a.   ‘membagikan kepadanya’.

Kata ‘membagikan’ biasanya diartikan memberikan hanya sebagian. Tetapi dalam Kitab Suci kata ‘membagi’ bisa diartikan ‘memberi’.

 

Matthew Poole: “divide him; give him his share; or impart or give him; for this word is oft used without respect to any distribution or division, as Deut. 4:19; 29:26, and elsewhere.” [= membagikan kepadanya; memberinya bagiannya; atau memberinya; karena kata ini sering digunakan tanpa ada hubungannya dengan pembagian  apapun, seperti Ul 4:19; 29:26, dan di tempat-tempat lain.] - hal 450.

 

Ul 4:19 - “dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,”.

 

Ul 29:26 - “dan sebab mereka itu sudah pergi berbakti kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, yakni allah yang tidak dikenal mereka dan yang tidak diberikan TUHAN kepada mereka sebagai bagiannya.”.

 

Catatan: kata ‘diberikan’ dalam kedua ayat di atas ini memang menggunakan kata Ibrani yang sama dengan kata yang diterjemahkan ‘membagikan’ dalam Yes 53:12a ini.

 

b.   Poole mengartikan ‘with the great / strong’ [= dengan orang besar / kuat] sebagai berikut:

 

Matthew Poole: “With the great; or, among the great; such as the great and mighty potentates of the world use to have after a sharp combat and a glorious victory. Though he be a very mean and obscure person, as to his extraction and outward condition in the world, yet he shall attain to as great a pitch of glory as the greatest monarchs enjoy.” [= Dengan orang besar; atau di antara orang besar; seperti yang biasanya didapatkan oleh raja-raja yang besar dan kuat setelah suatu pertempuran yang tajam dan kemenangan yang mulia. Sekalipun Ia adalah seseorang yang sangat hina dan tidak dikenal, berkenaan dengan keturunanNya dan kondisi lahiriahNya dalam dunia, tetapi Ia akan mencapai suatu puncak kemuliaan yang sama besarnya dengan yang dinikmati oleh raja-raja yang terbesar.] - hal 450.

 

c)   Mungkin bagian ini berhubungan dengan 2 ayat di bawah ini:

 

Maz 68:19 - “Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.”.

 

Ef 4:8 - “Itulah sebabnya kata nas: ‘Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.’”.

 

Untuk kata ‘tawanan’ ini ada yang mengartikan sebagai ‘musuh Kris­tus’ dan ada pula yang mengartikan sebagai ‘anak-anak Allah’. Calvin mengambil kedua arti itu.

 

2)   ‘(yaitu sebagai ganti) karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.’.

 

a)   53:12b menunjukkan alasan mengapa Ia menang / mendapat jarahan.

Kata-kata ‘yaitu sebagai ganti karena’ pada awal ay 12b ini, seharusnya adalah ‘karena / sebab’. KJV/RSV/NIV/NASB: ‘because’ [= karena / sebab].

Jadi ay 12a disebabkan oleh ay 12b.

 

Barnes’ Notes: “His triumphs would be an appropriate reward for his sufferings, his death, and his intercession.” [= KemenanganNya akan merupakan pahala yang cocok untuk penderitaanNya, kematianNya dan pengantaraanNya.] - hal 284.

 

b)   ‘karena / sebab ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut’.

NIV: ‘he poured out his life unto death’ [= ia mencurahkan nyawanya sampai mati].

 

Barnes’ Notes: “The expression ‘he poured out his soul,’ ... is derived from the fact that the life was supposed to reside in the blood ... and that when the blood was poured out, the life was supposed to flow forth with it.” [= Ungkapan ‘ia mencurahkan jiwanya’, ... didapatkan dari fakta bahwa nyawa dianggap terletak dalam darah ... dan bahwa pada saat darah dicurahkan, nyawa dianggap mengalir bersamanya.] - hal 284.

 

Bdk. Im 17:11,14 - “(11) Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. ... (14) Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.”.

 

c)   ‘terhitung di antara pemberontak-pemberontak.

NIV: ‘was numbered with the transgressors [= dihitung bersama pelanggar-pelanggar].

 

Ini tergenapi pada saat:

 

1.   Kristus dianggap sebagai penjahat / pelanggar (Yoh 18:29-30 bdk. Luk 22:37).

 

Yoh 18:29-30 - “(29) Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: ‘Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?’ (30) Jawab mereka kepadanya: ‘Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkanNya kepadamu!’”.

 

Luk 22:37 - “Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi padaKu: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.’”.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘transgressors’ [= pelanggar-pelanggar].

 

2.   Orang lebih memilih untuk membebaskan Barabas dari pada Dia.

 

3.   Kristus mati disalib di antara 2 penjahat (bdk. Mark 15:27-28, tetapi perhatikan bahwa ay 28-nya, yang jelas mengutip Yes 53:12 ini, ada dalam tanda kurung tegak, yang menunjukkan bahwa bagian itu diperdebatkan keasliannya).

 

Mark 15:27-28 - “(27) Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kananNya dan seorang di sebelah kiriNya. (28) [Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: ‘Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.’].

KJV/NASB: ‘transgressors’ [= pelanggar-pelanggar].

Catatan: NASB meletakkan ay 28 dalam tanda kurung tegak. RSV dan NIV menghapus ay 28 dari text, tetapi menuliskannya pada footnote, dimana untuk bagian yang saya garis-bawahi itu mereka menterjemahkannya sebagai berikut:

RSV: ‘transgressors’ [= pelanggar-pelanggar].

NIV: ‘the lawless ones’ [= orang-orang tanpa hukum].

 

d)   ‘sekalipun ia menanggung dosa banyak orang.

Kata ‘banyak orang’ yang muncul 2 x dalam ay 11-12 ini merupakan salah satu dasar dari doktrin ‘Limited Atonement’ [= Penebusan terbatas].

 

e)   berdoa untuk pemberontak-pemberontak’.

KJV/RSV/NIV: made intercession for the transgressors’ [= membuat pengantaraan / syafaat untuk pelanggar-pelanggar].

NASB: ‘And interceded for the transgressors’ [= Dan melakukan pengantaraan / syafaat untuk pelanggar-pelanggar].

 

Barnes’ Notes: “It may not refer here to the mere act of making prayer or supplication, but rather perhaps to the whole work of the intercession, in which the Redeemer, as High Priest, presents the merit of his atoning blood before the throne of mercy and pleads for men / people.” [= Di sini ini mungkin tidak menunjuk pada semata-mata tindakan berdoa / memohon, tetapi mungkin pada seluruh pekerjaan pengantaraan, dalam mana sang Penebus, sebagai Imam Besar, menyampaikan jasa dari darah penebusanNya di hadapan takhta belas kasihan dan memohon / memberi pembelaan untuk orang-orang.] - hal 285.

 

Kalau bagian ini diartikan ‘berdoa untuk pemberontak-pemberontak / pelanggar-pelanggar’, maka penggenapannya adalah:

 

1.   Luk 23:34 dimana Yesus berdoa: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’.

 

2.   Yoh 17:20 dimana Ia berdoa untuk orang yang akan percaya oleh pemberitaan para murid.

Yoh 17:20 - Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka;.

 

Sekalipun orang-orang ini adalah orang pilihan yang akan percaya, tetapi karena pada saat itu mereka belum percaya, maka mereka bisa dikatakan sebagai ‘pemberontak-pemberontak / pelanggar-pelanggar’.

 

 

 

-o0o-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

[email protected]

http://golgothaministry.org

Email : [email protected]

Khotbah2 di Youtube :

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ