kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)  

Minggu, tgl 10 Maret 2019, pk 08.00 & 17.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Yesaya 52:13-53:12 (2)

 

Yes 52:13-15 - “(13) Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. (14) Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi - (15) demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami..

 

Yes 53:1-12 - “(1) Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? (2) Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak..

 

Yesaya 52:13-15

 

52:15: “demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”.

 

1)         ‘ia akan membuat tercengang banyak bangsa’.

RSV: ‘so shall he startle many nations’ [= demikianlah ia akan mengejutkan banyak bangsa].

KJV: ‘so shall he sprinkle many nations’ [= demikianlah ia akan memerciki banyak bangsa].

NIV: ‘so will he sprinkle many nations’ [= demikianlah ia akan memerciki banyak bangsa].

NASB: ‘Thus He will sprinkle many nations’ [= Demikianlah ia akan memerciki banyak bangsa].

 

a)   Jadi terlihat bahwa ada 2 macam penterjemahan:

 

1.            ‘tercengang’ / ‘startle’.

 

a.   Terjemahan Kitab Suci Indonesia (juga RSV) diambil dari LXX / Septuaginta (Perjanjian Lama berbahasa Yunani). Adam Clarke (hal 202) mengatakan bahwa ada seorang penafsir yang mengatakan bahwa Septuaginta bisa menterjemahkan ‘astonish’ / ‘tercengang’, karena orang yang diperciki air (secara tiba-tiba, dan pada mukanya) akan kaget / tercengang. Tetapi Clarke sendiri tidak setuju dengan teori ini, dan memang teori ini rasanya terlalu dibuat-buat. Jadi tidak jelas bagaimana LXX / Septuaginta bisa menterjemahkan seperti itu.

 

b.   Ada juga yang mengatakan bahwa kata Ibrani yang diterjemahkan ‘sprinkle’ itu telah mengalami kesalahan penyalinan.

 

Pulpit Commentary: “Mr. Cheyne thinks that the present Hebrew text is corrupt, ... It is certainly hard to see how the idea of ‘sprinkling,’ even if it can mean ‘purifying,’ comes in here.” [= Tuan Cheyne beranggapan bahwa text Ibrani saat ini rusak / berubah, ... Memang sukar untuk melihat bagaimana gagasan ‘pemercikan’, bahkan jika itu bisa berarti ‘penyucian / pemurnian’, masuk ke sini.] - hal  281.

 

c.   Kalau kita memilih terjemahan ‘tercengang’ ini, maka ‘tercengang’ di sini bukan dalam arti negatif seperti dalam ay 14, tetapi dalam arti positif. Jadi artinya adalah: orang yang mendengar, menghayati dan percaya pada berita Injil pasti akan kagum / tercengang karena Allah mau menjadi manusia, direndahkan, menderita dan mati untuk memikul hukuman dosa kita, dsb.

 

2.            ‘memerciki’ / ‘sprinkle’.

 

a.   Barnes’ Notes (hal 257) mengatakan terjemahan ‘sprinkle’ [= memerciki] memang sesuai dengan arti kata Ibraninya, dan menambahkan bahwa dimanapun kata ini muncul dalam Kitab Suci (Kel 29:21  Im 5:9  Im 6:6-17,27  Im 8:11,30  Im 14:7,16,27,51  Im 16:14,15,19  Bil 8:7  Bil 19:4,18,19,21  2Raja 9:33  Yes 63:3) selalu diterjemahkan ‘sprinkle’ [= memerciki].

 

b.   Adam Clarke menafsirkan bahwa kata ‘sprinkle’ [= memerciki] terhadap banyak bangsa ini menunjuk pada pertobatan dari bangsa-bangsa non Yahudi dan pembaptisan terhadap mereka.

 

c.   Calvin juga menterjemahkan ‘sprinkle’ [= memerciki], tetapi ia menghubungkannya dengan firman Tuhan.

 

Calvin: “the Lord will pour out his Word over ‘many nations.’” [= Tuhan akan mencurahkan FirmanNya ke atas ‘banyak bangsa’.] - hal 108.

 

Calvin juga mengatakan bahwa kata-kata selanjutnya, yaitu raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia menunjukkan akibat / hasil dari pengajaran Firman ini.

 

d.   E. J. Young menerima terjemahan ‘sprinkle’ [= memerciki], dan menafsirkan bahwa Mesias akan menyucikan banyak bangsa. Ia menjadi buruk (52:14) karena Ia mau menyucikan banyak bangsa. Barnes (hal 257) mengatakan bahwa terjemahan bahasa Syria menterjemahkan ‘purify’ [= menyucikan], dan maksudnya jelas adalah ‘menyucikan melalui penebusan’.

Saya paling condong dengan penafsiran E. J. Young, karena adanya kata ‘so’ [= demikianlah] pada awal ay 15 ini, kelihatannya menghubungkan ayat ini dengan ayat sebelumnya.

 

b)            Apakah kata ‘sprinkle’ [= memerciki] ini berhubungan dengan cara baptisan (baptisan percik)?

 

Barnes’ Notes: “It may be remarked that whichever of the above senses is assigned, it furnishes no argument for the practice of sprinkling in baptism. It refers to the fact of his purifying or cleansing the nations, and not to the ordinance of Christian baptism; nor should it be used as an argument in reference to the mode in which that should be administered.” [= Bisa diperhatikan bahwa yang manapun dari arti-arti di atas yang dipilih, itu tidak memberikan argumentasi untuk praktek baptisan percik. Ini menunjuk pada fakta pemurnian atau penyucian bangsa-bangsa, dan tidak pada peraturan baptisan Kristen; dan tidak boleh dipakai sebagai suatu argumentasi berkenaan dengan cara pelaksanaan baptisan.] - hal 258.

 

Catatan: Barnes mengatakan ini bukan karena ia mendukung baptisan selam, karena ia sendiri kelihatannya bukanlah penganut baptisan selam. Ia hanya mau bersikap jujur / fair, dan tidak mau menggunakan ayat yang ia anggap tidak cocok, untuk mendukung pandangannya. Sikapnya ini patut diteladani.

 

Tetapi saya meragukan pandangannya bahwa bagian ini tak boleh dijadikan dasar bagi baptisan percik. Memang kata ‘sprinkle’ [= memerciki] dalam Yes 52:15 ini, berhubungan dengan penyucian yang dilakukan oleh Kristus dan bukan dengan baptisan. Tetapi perlu diingat bahwa baptisan merupakan simbol penyucian / purification. Dan dalam Kitab Suci purification / penyucian selalu disimbolkan dengan percikan.

 

Contoh:

 

1.      Kel 24:8 - Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: ‘Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.’.

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata  ‘menyiramkannya’ seharusnya adalah ‘memercikkannya’. NIV: ‘sprinkled’ [= memercikkan].

2.      Kel 29:16,21 - “(16) Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya. ... (21) Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya..

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata  ‘kausiramkan’ seharusnya adalah ‘percikkanlah’. NIV: ‘sprinkle’ [= percikkanlah].

3.      Im 7:14 - Dan dari padanya, yakni dari setiap bagian persembahan itu haruslah dipersembahkannya satu roti sebagai persembahan khusus bagi TUHAN. Persembahan itu adalah bagian imam yang menyiramkan darah korban keselamatan..

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata ‘menyiramkan’ seharusnya adalah ‘memercikkan’. NIV: ‘sprinkles’ [= memercikkan].

4.   Im 14:7,51 - “(7) Kemudian ia harus memercik tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang. ... (51) Lalu ia harus mengambil kayu aras dan hisop, kain kirmizi dan burung yang masih hidup itu, dan mencelupkan semuanya ke dalam darah burung yang sudah disembelih dan ke dalam air mengalir itu, kemudian ia harus memercik kepada rumah itu tujuh kali..

5.      Im 16:14 - Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali..

6.   Bil 8:7 - Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya..

7.   Bil 19:18 - Kemudian seorang yang tahir haruslah mengambil hisop, mencelupkannya ke dalam air itu dan memercikkannya ke atas kemah dan ke atas segala bejana dan ke atas orang-orang yang ada di sana, dan ke atas orang yang telah kena kepada tulang-tulang, atau kepada orang yang mati terbunuh, atau kepada mayat, atau kepada kubur itu;.

8.      Yes 52:15 - demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami..

NIV: ‘He will sprinkle many nations’ [= Ia akan memerciki banyak bangsa].

9.      Ibr 9:13 - Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,.

10. Ibr 9:19,21 - “(19) Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, ... (21) Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah..

11.      Ibr 10:22 - Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni..

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata ‘telah dibersihkan’ seharusnya adalah ‘telah diperciki’. NIV: ‘sprinkled to cleanse’ [= diperciki untuk membersihkan].

12.      Ibr 12:24 - dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel..

 

Bukankah aneh kalau penyucian selalu disimbolkan dengan pemercikan, tetapi baptisan yang juga merupakan simbol penyucian harus dilakukan dengan cara baptisan selam? Karena itu saya berpendapat bahwa kata ‘sprinkle’ [= memerciki] ini bisa menjadi dasar secara implicit bagi baptisan percik. Kalaupun tidak mengharuskan baptisan percik, setidaknya mengijinkan baptisan percik!

 

2)         ‘raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia’.

 

a)   ‘Raja-raja’.

Ini tentu hanya menunjuk kepada raja-raja yang percaya. Dan mungkin juga bahwa kata ‘raja’ tidak harus menunjuk kepada ‘raja’ tetapi menunjuk kepada ‘orang gede / berkedudukan tinggi’.

 

b)      ‘Melihat dia’.

KJV: ‘at him’ [= terhadap dia].

RSV/NIV: ‘because of him’ [= karena dia].

NASB: ‘on account of him’ [= karena dia].

 

c)      ‘Mengatupkan mulutnya’.

Calvin: ini artinya juga heran, tetapi dalam arti positif, atau dengan kata lain, kagum.

 

Calvin: He next mentions the effect of doctrine, that ‘kings shall shut their mouth,’ that is, in token of astonishment, but a different kind of astonishment from that which he formerly described. [= Selanjutnya ia menyebutkan hasil / akibat dari ajaran, bahwa ‘raja-raja akan mengatupkan mulut mereka’, artinya, sebagai tanda dari keheranan, tetapi suatu jenis keheranan yang berbeda dari keheranan yang tadi ia gambarkan.].

 

Bdk. Ayub 29:9-10 - “(9) para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan; (10) suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;”.

Jelas bahwa kontext bagian ini menunjukkan bahwa ‘menutup / mengatupkan mulut’ juga diartikan sebagai ‘kagum’ (mereka kagum terhadap Ayub).

 

3)         ‘apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat’.

Ini berhubungan dengan berita Injil, dan kata ‘mereka’ di sini menunjuk kepada orang-orang non Yahudi. Tadinya mereka tidak tahu apa-apa, tetapi lalu Injil diberitakan kepada mereka, sehingga mereka menjadi tahu. Bandingkan dengan Ro 15:21 dimana Paulus mengutip Yes 52:15b ini. Bandingkan juga dengan Ro 16:25-26.

 

Yes 52:15b - sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami..

 

Ro 15:21 - tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: ‘Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya.’.

 

Ro 16:25-26 - “(25) Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, - menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, (26) tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman -.

 

Charles Haddon Spurgeon:

“Now will I tell to sinners round

What a dear Saviour I have found,

Point them to his redeeming blood

And say, Behold the way to God.”

[= Sekarang aku akan memberitahu kepada orang-orang berdosa di sekitar

Seorang Juruselamat terkasih yang bagaimana yang telah aku temukan,

Arahkan mereka kepada darahNya yang menebus

Dan katakan, Lihatlah jalan kepada Allah.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 585.

 

Charles Haddon Spurgeon: “Dear brethren, when our Lord ascended on high He gave us this commission ‘Go ye into all the world and preach the gospel to every creature.’ Our duty is to obey that command, whether men will hear or whether they will forbear; the commission is unconditional, and is not dependent upon our success. If up to this date, 1875, there had never been a solitary convert through Christian ministry, if the whole of the church of God had hitherto laboured in vain, and the succession of saints had only been kept up by miracle, it would not affect our duty one iota. Our business is to preach the gospel, even to those who are aroused to persecution thereby. We are to sow, whether a harvest follow or not. Success is with God; service belongs to us. I believe therefore, that true faith, when it is in a healthy condition, will enable us to go plodding on, carefully scattering the seed, even by the wayside and on stony places; yet there is flesh about us all, and faith is not always unalloyed with sight, and consequently we occasionally flag and almost faint if we do not see some present usefulness. This passage may cheer us if we fear that we have spent our strength for naught, for such certainly was the condition of the church of God at the time when this passage was addressed to it. [= Saudara-saudara yang kekasih, pada waktu Tuhan kita naik ke surga, Ia memberi kita perintah ini, ‘Pergilah kamu ke seluruh dunia dan beritakanlah injil kepada setiap makhluk’. Kewajiban kita adalah mentaati perintah itu, apakah orang-orang mau mendengar atau apakah mereka akan menolaknya; perintah ini tidak bersyarat, dan tidak tergantung pada kesuksesan kita. Seandainya sampai sekarang, tahun 1875, di sana tidak pernah ada seorangpun yang bertobat melalui pelayanan Kristen, seandainya seluruh gereja Allah sampai sekarang telah berjerih payah dengan sia-sia, dan rangkaian / penggantian orang-orang kudus dijaga hanya oleh mujijat, itu tidak akan mempengaruhi kewajiban kita sedikitpun. Urusan kita adalah memberitakan Injil, bahkan kepada mereka yang dibangkitkan pada penganiayaan olehnya. Kita harus menabur, apakah suatu tuaian mengikuti atau tidak. Kesuksesan ada dengan / bersama Allah; pelayanan adalah milik kita. Karena itu, saya percaya bahwa iman yang benar, pada waktu itu ada dalam kondisi yang sehat, akan memampukan kita untuk pergi bergerak / bekerja dengan tekun, dengan hati-hati / teliti menyebarkan benih, bahkan di tepi jalan dan di tempat yang berbatu-batu; tetapi di sana ada daging di setiap sisi dari kita semua, dan iman tak selalu tidak bercampur dengan penglihatan, dan karena itu kadang-kadang kita melemah dan hampir pingsan, jika kita tidak melihat beberapa kebergunaan / keberhasilan pada saat ini. Text ini bisa membuat kita bersemangat jika kita takut bahwa kita telah menghabiskan kekuatan kita secara sia-sia, karena pasti seperti itulah kondisi dari gereja Allah pada waktu text ini ditujukan kepadanya (bdk. Yes 6:9-10).] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 575-576.

 

Bdk. Yes 6:9-10 - “(9) Kemudian firmanNya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.’.

 

Bdk. 1Kor 15:58 - Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam (persekutuan dengan) Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia..

Catatan: bagian yang saya kurung dan saya coret itu seharusnya tidak ada.

 

4)         ‘apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

 

a)   Ini mengulang kata-kata dalam point ke 3 di atas, dengan kata-kata yang berbeda.

 

b)   Calvin menyoroti kata-kata ‘akan mereka pahami’ dan berkata: “By this word he shews that faith consists in certainty and clear understanding. Wherever, therefore, knowledge of this kind is wanting, faith is unquestionably wanting.” [= Dengan kata ini ia menunjukkan bahwa iman terdiri dari kepastian / keyakinan dan pengertian yang jelas. Karena itu, dimanapun pengetahuan seperti ini tidak ada, tak diragukan bahwa iman juga tidak ada.] - hal 109.

 

Penerapan:

1.      Gereja yang ajarannya sesat tidak bisa diharapkan bisa menghasilkan jemaat yang imannya benar. Karena itu carilah gereja yang ajarannya benar.

2.      Orang kristen yang tidak mau belajar Firman Tuhan, juga tidak bisa diharapkan mempunyai iman yang benar. Karena itu rajin dan tekunlah dalam belajar Firman Tuhan.

3.      Dalam memberitakan Injil, berusahalah memberitakan Injil yang selengkap mungkin, supaya orang yang saudara injili itu betul-betul mengerti injil itu secara keseluruhan. Kalau pengertiannya tentang injil itu hanya setengah-setengah, apalagi salah, maka tak bisa diharapkan bahwa ia akan menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh.

   

-bersambung-

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

[email protected]

http://golgothaministry.org

Email : [email protected]