kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Minggu, tgl 3 Maret 2019, pk 08.00 & 17.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Yesaya 52:13-53:12 (1)

 

Yes 52:13-15 - “(13) Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. (14) Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi - (15) demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami..

 

Yes 53:1-12 - “(1) Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? (2) Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak..

 

Yesaya 52:13-15

 

Yes 52:13-15: (13) Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. (14) Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi - (15) demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami..

 

Apa yang diuraikan dalam 3 ayat ini merupakan inti dari apa yang akan diuraikan secara lebih panjang lebar dalam Yes 53:1-12, tetapi urut-urutannya terbalik. Dalam 52:13-15 yang diceritakan lebih dulu adalah sukses / peninggiannya (52:13), dan setelah itu baru diceritakan tentang penderitaan / perendahannya (52:14-15); sedangkan dalam 53:1-12, yang diceritakan lebih dulu adalah penderitaan / perendahannya (53:1-10), dan setelah itu baru diceritakan tentang sukses / peninggiannya (53:11-12).

 

52:13: “Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.”.

 

1)            ‘Sesungguhnya’. Ini terjemahannya kurang tepat.

NIV: ‘See’ [= lihatlah].

KJV/RSV/NASB: ‘Behold’ [= lihatlah / perhatikanlah].

Kata ini digunakan supaya kita memperhatikan dengan lebih sungguh-sungguh, karena text ini akan berbicara tentang Mesias / Yesus. Memang Yesus adalah pusat dari kekristenan, dan karena itu gereja / Pendeta / orang kristen yang tidak menekankan Yesus, adalah gereja / Pendeta / orang kristen yang menyimpang.

 

2)            ‘hambaKu akan berhasil’.

 

a)      ‘hambaKu’.

Kalau kita membaca seluruh kontex sampai dengan Yes 53:12, maka terlihat dengan jelas bahwa yang dimaksud dengan ‘hambaKu’ [‘suffering servant’ {= hamba / pelayan yang menderita}] adalah Kristus sendiri.

 

b)   ‘akan berhasil’.

KJV: ‘shall deal prudently’ [= akan berlaku dengan bijaksana].

NIV: ‘will act wisely’ [= akan bertindak dengan bijaksana].

NASB/Footnote NIV: ‘will prosper’ [= akan berhasil].

RSV: ‘shall prosper’ [= akan berhasil].

 

Ada bermacam-macam penafsiran tentang bagian ini:

 

1.   E. J. Young dan J. A. Alexander mengambil arti seperti yang diberikan oleh NIV.

 

2.      Calvin, Barnes, dan Leupold mengambil arti seperti yang diberikan oleh LAI/RSV/NASB.

Calvin berkata bahwa kedua arti memang memungkinkan, tetapi ia lebih memilih ‘akan berhasil’ karena ini lebih sesuai dengan kalimat selanjutnya yang berbunyi: ‘ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan’ (ay 13b).

Barnes memilih terjemahan seperti dalam LAI/RSV/NASB, karena ia berkata bahwa dalam ayat ini ada 2 kalimat yang paralel dan sama artinya (kalimat pertama adalah ‘hambaKu akan berhasil’, dan kalimat kedua adalah ‘ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan’), dan karena itu arti kedua lebih cocok dibandingkan dengan arti pertama.

 

3.      Hengstenberg (Barnes’ Notes, hal 255) menggabungkan kedua arti tersebut di atas dan menafsirkan ‘shall reign well’ [= akan memerintah dengan baik].

 

Spurgeon mempunyai pandangan yang mirip dengan ini, dan ia berkata: “Another translation of the passage is ‘my servant shall have prosperous success.’ Let us append that meaning to the other. Prosperity will grow out of our Lord’s prudent dealings.” [= Terjemahan yang lain dari text ini adalah ‘hambaKu akan mendapatkan kesuksesan yang makmur / menyenangkan’. Marilah kita menambahkan arti itu kepada yang lain. Kemakmuran / kesuksesan akan tumbuh dari penanganan yang bijaksana dari Tuhan kita.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 579.

 

Saya condong pada penafsiran kedua, yang menunjukkan bahwa Kristus akan berhasil. Jadi Yes 52:13 ini menunjukkan kesuksesan / pemuliaan Mesias. Ini merupakan suatu hiburan atau sesuatu yang menguatkan kita sebagai pengikut / pelayan Kristus. Sekalipun dalam mengikuti / melayani Kristus pada saat ini kelihatannya ada banyak tantangan, penderitaan, kegagalan, dan bahkan kekalahan, tetapi pada akhirnya Kristus akan sukses / berhasil, dan demikian juga dengan kita, karena kita satu dengan Dia. Kata-kata ‘pada akhirnya’ sengaja saya garis-bawahi, karena saya menentang theologia sukses / kemakmuran, yang menekankan sukses pada saat ini.

 

52:14: “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi -”.

 

1)   52:14 ini menunjukkan perendahan / penderitaan Kristus, dan dengan demikian sangat kontras dengan 52:13 yang menunjukkan kesuksesan / pemuliaan Kristus.

 

2)            ‘banyak orang akan tertegun melihat dia’.

 

a)      ‘melihat dia.

KJV: As many were astonied at thee [= Karena / seperti banyak orang heran terhadapmu].

NASB: ‘Just as many were astonished at you [= Seperti banyak orang heran terhadapmu].

Jadi, ada 2 kesalahan dalam terjemahan LAI:

1.      Kata ‘melihat’ sebetulnya tidak ada.

2.      Dalam bahasa Ibraninya sebetulnya bukan ‘dia’, tetapi ‘kamu’.

Berbeda dengan KJV dan NASB di atas yang menterjemahkan ‘thee / you’ [= kamu], RSV dan NIV menterjemahkan ‘him’ / ‘dia’, tetapi pada catatan kakinya mereka mengatakan bahwa bahasa Ibraninya sebetulnya adalah ‘you’ / ‘kamu’.

Ada 2 kemungkinan penafsiran:

a.   Ini adalah kesalahan pengcopyan.

b.   Kalau ini bukan kesalahan, maka bagian awal dari Yes 52:14 ini ditujukan kepada hamba yang menderita tersebut (Yesus).

 

b)      ‘tertegun’.

NIV: ‘appalled’ [= terkejut, jijik, ngeri].

KJV: ‘astonied’ [= heran].

RSV/NASB: ‘astonished’ [= heran].

 

Ini tidak boleh diartikan dalam arti positif (misalnya heran melihat mujijat yang dilakukan Kristus). Kontextnya jelas menunjukkan arti negatif, yaitu heran melihat jeleknya atau rendahnya Kristus.

 

Calvin: “The cause of their astonishment was this, that he dwelt among men without any outward shew; and the Jews did not think that the Redeemer would come in that condition or attire. When he came to be crucified, their horror was greatly increased.” [= Penyebab dari keheranan mereka adalah ini: bahwa Ia tinggal di antara manusia tanpa penampilan / pertunjukan lahiriah; dan orang-orang Yahudi tidak mengira bahwa sang Penebus akan datang dalam kondisi atau pakaian seperti itu. Pada waktu Ia datang untuk disalibkan, kejijikan mereka makin bertambah.] - hal 108.

 

Catatan: ingat bahwa dari dulu orang Yahudi mempunyai pemikiran bahwa Mesias akan datang dengan kemegahan dan akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Akibatnya waktu Yesus datang dalam kehinaan, apalagi lalu disalibkan, mereka heran (secara negatif), atau jijik, terhadap Kristus. Karena itulah Paulus mengatakan bahwa bagi orang Yahudi yang menghendaki tanda, maka salib adalah batu sandungan (1Kor 1:22-23).

 

Charles Haddon Spurgeon: “It is his cross, which to Jew and Greek is ever a hindrance. ... To-day he has risen from the grave and gone into his glory, but the offence of the cross has not ceased, for upon his gospel there remains the image of his marred visage, and therefore men despise it.” [= Adalah salibNya, yang bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani selalu merupakan suatu halangan. ... Sekarang Ia sudah bangkit dari kubur dan naik ke dalam kemuliaanNya, tetapi batu sandungan dari salib tidak berhenti, karena pada injilNya di sana tersisa / tertinggal gambaran dari wajah / penampilanNya yang rusak, dan karena itu orang-orang menghina / merendahkannya.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 580.

 

Karena itu, jangan heran kalau saudara memberitakan Injil, dan tahu-tahu ada banyak orang yang membenci / mengejek saudara, dan sebagainya.

 

Tetapi janganlah hal ini menyebabkan saudara membuang salib Kristus pada saat saudara memberitakan Injil!

 

Charles Haddon Spurgeon: “if you leave out the substitutionary work of Christ from it, there is no gospel left. It is a body without a soul.” [= jika kamu membuang pekerjaan penggantian Kristus darinya, di sana tidak ada injil yang tersisa. Itu adalah suatu tubuh tanpa suatu jiwa.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 580.

 

Baik ‘social gospel’ [= injil sosial] maupun ‘prosperity gospel’ [= injil kemakmuran], sama-sama membuang salib Kristus!

 

Spurgeon menambahkan lagi: “Jesus, thou marred One, thy cross, instead of being a stumbling-block to us is the glory of our faith.” [= Yesus, Engkau ‘Orang’ yang dirusak, salibMu, alih-alih menjadi suatu batu sandungan bagi kami, merupakan kemuliaan dari iman kami.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 582.

 

Bdk. 1Kor 1:18-24 - “(18) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Karena ada tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah..

 

Spurgeon juga mengatakan bahwa selain salib Kristus itu sendiri, ada hal lain yang juga sering menjadi batu sandungan, yaitu keadaan rendah, hina, dan bahkan bodoh / tak berpendidikan dari orang-orang yang dipakai oleh Kristus untuk memberitakan Injil.

 

Charles Haddon Spurgeon: “Then, what seems even more humbling, ... he sends this gospel among us by men who are neither great nor noble, nor even among the wise of this world. The proud say, ‘We would submit ourselves to men of master-minds, but we cannot endure these foolish ones. Send us philosophers and orators combined, let men overcome us by cogent arguments, let them master us by words whose splendour shall dazzle our intellects.’ Instead of which the Lord sends a man who talks humbly, plainly, and perhaps even coarsely. Very simple is what he says: ‘Believe and live; Christ in your stead suffered for you, trust him:’ he says this and little more. Is not this the fool’s gospel? Is it not worthy to be called the foolishness of preaching? Men do not like this, it is an offence to their dignity. They would hear Cæsar if he would officiate in his purple, but they cannot endure Peter preaching in his fisherman’s coat. They will hear a pope in his sumptuous array, or a cardinal in his red hat, and they would not object to listen to a well-trained dialectician of the schools, or an orator from the forum; but they are indignant at the man who disdains the excellency of speech, and styles the wisdom of this world folly.” [= Lalu, apa yang kelihatannya lebih hina / merendahkan lagi, ... Ia mengirimkan injil ini di antara kita oleh orang-orang yang bukan orang besar / agung ataupun mulia, bahkan juga tidak di antara orang-orang bijak dari dunia ini. Orang-orang yang sombong berkata, Kami akan menundukkan diri kami sendiri kepada orang-orang yang sangat pandai, tetapi kami tidak bisa tahan dengan orang-orang bodoh ini. Utuslah kepada kami ahli-ahli filsafat dan para orator / ahli pidato yang digabungkan, hendaklah orang-orang mengalahkan kami dengan argumentasi-argumentasi yang sangat meyakinkan, hendaklah mereka mengalahkan kami dengan kata-kata yang kemegahannya mengherankan / mengagumkan intelek kami’. Alih-alih Tuhan mengutus seseorang yang berbicara dengan rendah hati, sederhana, dan mungkin kasar. Sangat sederhana apa yang ia katakan: ‘Percayalah dan hiduplah; Kristus menderita di tempatmu bagimu, percayalah kepadaNya’: ia mengatakan ini ditambah sedikit lagi. Bukanlah ini adalah injil orang-orang tolol? Tidakkah ini layak disebut kebodohan dari pemberitaan? Orang-orang tidak menyukai ini, ini adalah suatu batu sandungan bagi kewibawaan mereka. Mereka akan mendengarkan Kaisar seandainya ia mau melayani dalam kain ungunya, tetapi mereka tidak bisa mentoleransi Petrus berkotbah dengan jubah nelayannya. Mereka mau mendengar seorang Paus dalam pakaian indahnya yang megah dan mahal, atau seorang Kardinal dengan topi merahnya, dan mereka tidak akan keberatan untuk mendengar pada ahli debat filsafat yang terlatih dengan baik dari sekolah-sekolah, atau seorang ahli pidato dari tempat pertemuan umum; tetapi mereka marah pada orang yang meremehkan kwalitas yang sangat bagus dari pidato / cara berbicara, dan menyebut hikmat dari dunia ini sebagai kebodohan.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ in the Old Testament’, hal 581.

 

Bdk. Kis 4:13 - Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus..

 

Bdk. 1Kor 1:26-29 - “(26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah..

 

Kalau saudara adalah orang yang mau mendengar seorang pengkhotbah karena kepandaiannya, kefasihannya, pendidikannya yang tinggi dsb, maka renungkan kata-kata di atas ini!

 

Mau tidaknya kita mendengar seorang pengkhotbah, harus didasarkan pada benar tidaknya apa yang ia sampaikan! Atau dengan kata lain, sesuai tidaknya apa yang ia sampaikan dengan Alkitab!

 

Kis 17:11 - Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian..

 

c)      ‘banyak orang’.

Alexander menyoroti kata banyak. Tidak dikatakan ‘semua orang’, tetapi banyak orang’. Jadi, tidak semua orang tertegun dalam arti negatif pada waktu melihat Kristus. Ada orang-orang yang percaya! Ini yang perlu ditiru! Jangan ikut-ikutan pada orang banyak, karena yang banyak belum tentu yang benar. Sekalipun seluruh bangsa / suku / keluarga saudara tidak percaya kepada Yesus, dan bahkan menghina / merendahkan Kristus, janganlah mengikuti mereka. Percayalah kepada Kristus dan saudara akan selamat!

 

3)   begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi’.

 

Pulpit Commentary mengatakan bahwa hal ini terjadi karena penyiksaan / penderitaan yang dialami oleh Kristus, seperti pencambukan, pemberian mahkota berduri, pemukulan, peludahan, pemikulan salib, dan penyaliban itu sendiri.

 

Pada waktu menceritakan tentang penyaliban, yang dilakukan setelah pencambukan, William Barclay mengutip seorang bernama Klausner yang berkata sebagai berikut:

“The criminal was fastened to his cross, already a bleeding mass from the scourging. There he hung to die of hunger and thirst and exposure, unable even to defend himself from the torture of the gnats and flies which settled on his naked body and on his bleeding wounds.” [= Kriminil itu dilekatkan / dipakukan pada salib; pada saat itu ia sudah penuh dengan darah karena pencambukan. Di sana ia tergantung untuk mati karena lapar, haus dan kepanasan, bahkan tidak bisa membela dirinya sendiri dari siksaan dari nyamuk dan lalat yang hinggap pada tubuhnya yang telanjang dan pada luka-lukanya yang berdarah.] - ‘The Gospel of Matthew’, Vol 2, hal 364.

 

Dan Barclay lalu menambahkan kata-kata Klausner yang mengatakan: “It is not a pretty picture but that is what Jesus Christ suffered - willingly - for us.” [= Itu bukanlah suatu gambaran yang bagus, tetapi itu adalah apa yang diderita oleh Yesus Kristus - dengan sukarela - bagi kita.].

 

Pulpit Commentary: “The prophet, as Delitzsch says, sits at the foot of the cross on Calvary, and sees the Redeemer as he hung upon the accursed tree, after he had been buffeted, and crowned with thorns, and smitten, and scourged, and crucified, when his face was covered with bruises and with gore, and his frame and features distorted with agony.” [= Sang nabi (Yesaya), seperti dikatakan oleh Delitzsch, duduk di kaki dari salib di Kalvari, dan melihat sang Penebus pada waktu Ia tergantung pada salib yang terkutuk, setelah Ia dipukuli, dan dimahkotai dengan duri, dan dicambuki, dan disalibkan, pada waktu wajahNya dipenuhi dengan luka-luka / memar dan dengan darah yang mengental / membeku, dan badan dan mukanya berubah bentuk dengan kesakitan / penderitaan yang hebat.] - hal 280.

 

H. C. Leupold: “the striking correspondence between the thing prophesied and the fulfillment again and again fills us with wonder. Little wonder that many of the fathers of the church of days of old claim that the account reads as though Isaiah had sat at the foot of the cross.” [= kesesuaian / kecocokan yang menyolok antara ‘hal-hal yang dinubuatkan’ dan ‘penggenapannya’ berulang-ulang membuat kita heran. Tidak heran bahwa banyak bapa gereja kuno mengclaim bahwa cerita ini berbunyi seakan-akan Yesaya duduk di kaki dari salib.] - hal 224.

 

Ada 2 hal yang perlu direnungkan dari bagian ini:

a)            Penderitaan Kristus betul-betul luar biasa hebatnya, dan itu semua rela Ia alami untuk menebus dosa saudara dan saya!

b)   Nabi Yesaya hidup pada sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Kristus, tetapi ia bisa menggambarkan secara begitu tepat penderitaan Kristus (juga hal-hal lain yang akan kita pelajari dalam Yes 52:13-53:12 ini). Dari mana ia bisa mengetahui dan menubuatkan semua ini? Tidak bisa tidak, ia pasti mendapatkan wahyu dari Allah, sehingga bisa menubuatkan / meramalkan semua ini dengan begitu tepat. Ini membuktikan bahwa Kitab Suci memang adalah Firman Allah! Karena itu rajin dan tekunlah dalam belajar Kitab Suci, dan tunduklah pada otoritasnya!

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

[email protected]

http://golgothaministry.org

Email : [email protected]