CONVERSION

(FAITH & REPENTANCE)

sampai sini

 

Dalam pelajaran ini, saya terpaksa harus tetap menggunakan bahasa Inggris untuk istilah ‘conversion’ dan ‘repentance’.

Persoalannya adalah: dua istilah itu kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka terjemahannya adalah sama, yaitu ‘pertobatan’, padahal sebetulnya dua istilah itu mempunyai arti yang berbeda.

 

Dr. Kelly: dulu conversion dianggap sama dengan regeneration. Tetapi pada akhir abad 16 lalu dibuat perbedaan, dimana regeneration dianggap sebagai tindakan Allah dan conversion sebagai tanggapan manusia. Lalu sejak abad 17 teologia Reformed mendefinisikan conversion sebagai ‘a conscious turning of the regenerate. It involves two elements: faith and repentance’ (= tindakan berbalik secara sadar dari orang yang sudah dilahirbarukan. Ini mencakup 2 elemen: iman dan pertobatan).

I) Kata bahasa asli yang menunjuk pada ‘conversion’:

 

A)  Bahasa Ibrani (Perjanjian Lama).

 

1)         NACHAM.

Kata ini bertujuan untuk menyatakan perasaan yang mendalam, dan sebetulnya bisa menunjuk baik pada kesedihan, maupun pada penghiburan. Tetapi kalau kata ini digunakan untuk menunjuk pada conversion, maka jelas kata ini menunjuk pada kesedihan, dan biasanya disertai dengan adanya perubahan rencana dan tindakan untuk masa yang akan datang.

Dalam Kitab Suci bahasa Inggris biasanya diterjemahkan ‘to repent’ (= bertobat), tetapi dalam Kitab Suci Indonesia biasanya diterjemahkan ‘menyesal’.

Kata ini tidak dipakai untuk manusia saja, tetapi juga untuk Allah.

Contoh: Kej 6:6-7 Kel 32:14 1Sam 15:11.

 

2)         SHUBH.

Artinya: ‘to turn, to turn about, to return’ (= berbelok, berpaling, kembali).

William G.T. Shedd mendefinisikan conversion sebagai berikut:

“It is turning towards a certain point and away from a certain point” (= Itu adalah berbelok menuju titik tertentu dan meninggalkan titik tertentu) - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol II, hal 529.

Tentu saja, tidak seadanya titik dalam kehidupan lama harus ditinggal-kan! Hanya titik-titik yang menurut Kitab Suci adalah salahlah yang harus ditinggalkan. Juga, kita tidak menuju pada seadanya titik, tetapi pada titik yang benar menurut Kitab Suci.

Penerapan:

Kalau saudara sudah mengalami conversion, maka saudara pasti mengalami 2 hal ini: saudara meninggalkan titik tertentu, dan saudara berpaling menuju titik tertentu

Misalnya:

·        Berpaling dari berhala atau agama lain kepada Yesus / kekristenan.

·        Berpaling dari diri sendiri kepada Allah & kemuliaanNya.

·        Berpaling dari dosa pada kekudusan.

·        Berpaling dari usaha diri sendiri untuk masuk surga pada pene-busan yang Kristus lakukan.

 

Ada orang yang hanya berpaling menuju titik tertentu, tetapi ia tidak mau meninggalkan titik tertentu. Misalnya:

¨      ia menjadi orang yang beragama kristen, pergi ke gereja dsb, tetapi ia tidak mau melepaskan agama yang lama / berhala.

¨      sekarang ia berusaha melakukan kebaikan tertentu, tetapi ia tidak mau membuang dosa.

Ini bukan conversion yang sejati!

 

Ada juga orang yang meninggalkan titik tertentu, tetapi ia tidak berpa-ling menuju titik tertentu. Misalnya: ia membuang dosa-dosa tertentu / berusaha menyucikan dirinya, tetapi tetap tidak mau ikut / datang kepada Yesus.

Contoh yang lebih specific:

à        pencuri yang ‘bertobat’ (dalam arti ia tidak mau mencuri lagi), tetapi ia tidak mau datang kepada Kristus!

à        meninggalkan berhala, tetapi tidak mau jadi kristen.

Ini juga bukan conversion yang sejati!

 

B)  Bahasa Yunani (Perjanjian Baru):

 

1)         METANOIA.

Kata ini sebetulnya merupakan gabungan dari dua buah kata bahasa Yunani, yaitu META dan NOUS.

META = ‘after, behind, change’ (= setelah, belakang, perubahan).

NOUS = ‘mind, reason, understanding’ (= pikiran, akal, pengertian).

Dari arti dua kata itu, maka bisa kita dapatkan bahwa METANOIA mencakup banyak hal / arti, yaitu:

 

a)   Adanya pengetahuan, yang tadinya tak ada.

Misalnya:

·        pencuri yang ‘bertobat’ hanya karena dihajar orang banyak. ‘Pertobatannya’ itu sama sekali tidak berhubungan dengan pengetahuan Firman Tuhan, dan karena itu tidak bisa dikatakan sebagai suatu conversion!

·        Orang yang ‘nggeblak’ atau mengalami Toronto Blessing, lalu bertobat. Ini juga tidak berhubungan dengan pengetahuan Firman Tuhan / Injil, sehingga tidak bisa disebut sebagai conversion.

Renungkanlah: apakah conversion saudara berhubungan dengan pengetahuan Firman Tuhan / Injil?

 

b)   Adanya perubahan pikiran / pandangan akibat adanya pengeta-huan yang baru itu

Misalnya: dulu saudara menganggap Allah itu tidak mencintai saudara. Tetapi saudara lalu mendapatkan pengertian yang baru, yang menunjukkan betapa Allah itu mencintai saudara sehingga Ia rela menjadi manusia dan mati untuk saudara. Pengetahuan yang baru ini menyebabkan saudara lalu berubah pandangan tentang diri Allah, dan saudara menganggap bahwa Allah itu mengasihi saudara

Penerapan: apakah pandangan saudara tentang Yesus, gereja, dan Kitab Suci, mengalami perubahan? Dari acuh tak acuh menjadi rindu, dari dingin menjadi cinta, dari tidak peduli menjadi peduli, dari meremehkan menjadi mementingkan dsb? Kalau saudara hanya sekedar pergi ke gereja, dibaptis, melayani Tuhan dan bahkan menjadi pendeta, tetapi pandangan saudara tentang hal-hal itu sama sekali tidak berubah, maka saudara belum mengalami conversion!

 

c)   Adanya penyesalan sebagai akibat adanya perubahan pikiran / pandangan itu

Misalnya: saudara menyesal bahwa dulu saudara begitu acuh / dingin terhadap Yesus. Saudara menyesal bahwa hidup saudara yang lalu saudara jalani dengan cara yang menyakiti hati Tuhan.

 

d)   Adanya perubahan tingkah laku yang terjadi karena semua hal di atas. Kalau saudara sama sekali tak mengalami perubahan tingkah laku ke arah yang positif, maka saudara belum pernah mengalami conversion!

 

Dari semua ini jelaslah bahwa METANOIA melibatkan:

a)   Pikiran / intellect (bdk. 2Tim 2:25).

b)   Perasaan / emotion (bdk. 2Kor 7:10).

c)   Kehendak / will (bdk. Kis 8:22).

Ini mengakibatkan perubahan hidup!

 

2)         EPISTROPHE (kata benda) / EPISTREPHO (kata kerja).

Arti: ‘to turn, to turn back, to return’ (= berbelok, berbalik / berputar, kembali).

Contoh:

·        kata bendanya muncul dalam Kis 15:3.

·        kata kerjanya muncul dalam Kis 3:19. Tetapi Kitab Suci Indonesia salah terjemahan.

NIV: ‘repent, then, and turn to God’ (= jadi bertobatlah, dan kembalilah kepada Allah).

NASB: ‘repent, therefore, and return’ (= karena itu bertobatlah, dan kembalilah).

 

3)         METAMELEIA (?) / METAMELOMAI.

Arti: ‘to regret / to be sorry, to change one’s mind’ (= menyesal, mengubah pikiran).

Kata ini menekankan pertobatan dan bersifat retrospective (= memandang ke belakang / masa lalu).

Contoh:

Mat 21:30 - ‘menyesal’ (untuk NIV/RSV/KJV: Mat 21:29).

Mat 21:32 - ‘menyesal’.

Mat 27:3 - ‘menyesallah’.

2Kor 7:10 - ‘disesalkan’.

Ibr 7:21 - ‘menyesal’.

II)      Hal-hal yang perlu diketahui tentang conversion.

 

1)   Conversion terjadi di alam sadar (conscious life), dan ini merupakan perbedaannya dengan regeneration / kelahiran baru, yang terjadi di alam bawah sadar (sub-conscious life).

 

2)   Conversion dalam arti yang sebenarnya / ketat, hanya bisa terjadi 1 x.

 

3)   Conversion mencakup 2 hal:

 

a)   Repentance (= Pertobatan): ini lebih bersifat retrospective (= melihat ke belakang / masa lalu).

 

b)   Faith (= Iman): ini lebih bersifat prospective (= melihat ke depan / masa yang akan datang).

 

Catatan: Dua hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam pelajaran-pelajaran yang akan datang.

 

4)   Conversion dilakukan oleh:

 

a)   Allah.

Dasar Kitab Suci: Maz 85:5  Yer 31:18  Rat 5:21  Kis 11:18  2Tim 2:25.

Allah memakai:

·        hukum, untuk mengerjakan repentance (bdk. Ro 3:20).

·        Injil, untuk mengerjakan iman (bdk. Ro 10:13-15,17).

 

b)   Manusia.

Manusia bekerja sama dengan Allah dalam terjadinya conversion.

Kalau dalam regeneration, manusia pasif secara mutlak, maka dalam conversion manusia boleh dikatakan aktif dan pasif! Karena apa? Karena sekalipun manusia bekerja sama dengan Allah, tetapi manusia hanya bisa bekerja sama kalau Allah lebih dulu bekerja. Dan manusia itu bisa dan mau bekerja sama itupun juga karena pekerjaan Allah

Keaktifan manusia dalam conversion bisa terlihat dari:

·        Dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani SHUBH digunakan:

*        74 x menunjuk pada tindakan manusia.

*        15 x menunjuk pada tindakan Allah.

·        Dalam Perjanjian Baru, conversion digunakan:

*        26 x menunjuk pada tindakan manusia.

*        2-3 x menunjuk pada tindakan Allah.

·        Ayat-ayat Kitab Suci seperti: Yes 55:7  Yer 18:11  Yeh 33:11   Yeh 18:23,32  Kis 2:38  Kis 17:30.

III) Macam-macam conversion.

 

1)   National conversion (= pertobatan nasional).

Misalnya: pertobatan Niniwe dalam Yunus 3:10.

Pertobatan nasional seperti ini tidak berarti bahwa semua individu betul-betul bertobat.

Pertobatan seperti ini biasanya terjadi karena adanya seorang pemimpin yang rohani. Dan biasanya, kalau pemimpin yang rohani itu mati, maka orang-orangnya kembali ke dalam dosa / meninggalkan Tuhan.

Contoh: Hizkia membawa orang-orang Yehuda kembali kepada Tuhan (2Raja-raja 18). Tetapi, setelah Hizkia mati dan digantikan oleh Manasye, maka seluruh Yehuda kembali meninggalkan Tuhan (2Raja-raja 21).

Hal yang serupa terjadi berulang-ulang dalam kitab Hakim-hakim.

 

2)   Temporary conversion (= pertobatan sementara).

Semua orang yang kelihatannya sudah mengalami conversion, tetapi yang lalu murtad, termasuk golongan ini.

Contoh: Mat 13:20-21  1Tim 1:19-20  2Tim 2:17-18  2Tim 4:10  Ibr 6:4-6  1Yoh 2:19.

Ini tidak berarti bahwa orang yang mengalami conversion jenis ini harus / pasti akan murtad! Bisa saja ia bertahan sampai mati di dalam gereja / lingkungan kekristenan, tetapi tetap tidak akan selamat, karena ini bukan conversion yang sejati!

 

3)   Repeated conversion (= pertobatan berulang-ulang).

Orang yang sudah mengalami conversion, lalu jatuh dalam dosa lagi, lalu bertobat lagi

Contoh: Luk 22:32  Wah 2:5,16,21,22  Wah 3:3,19.

Dalam arti yang sebenarnya, ini bukan conversion, karena conversion tak bisa terulang!

 

Louis Berkhof: “It should be understood, however, that conversion in the strictly soteriological sense of the word is never repeated” (= Bagaimanapun harus dimengerti bahwa pertobatan dalam arti soteriologi yang ketat, tidak pernah terulang) - ‘Systematic Theology’, hal 484.

 

Penerapan: dalam KKR, sering ada calling bagi orang yang mau percaya dan terima Yesus. Banyak orang yang setiap kali ada calling (di KKR manapun) untuk terima Yesus, lalu maju ke depan. Tindakan seperti ini justru menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai keyakinan dan belum mengalami conversion yang sejati

 

4)   True conversion (= pertobatan yang benar / sejati).

·        ini terjadi karena adanya regeneration / kelahiran baru.

Seseorang mengatakan:

“A conversion that is not rooted in regeneration is no true conversion” (= suatu pertobatan yang tidak berakar dalam kelahiran baru, bukanlah pertobatan yang sejati / benar).

·        harus ada perubahan pikiran, pandangan, keinginan dan kemauan

·        ada keyakinan bahwa hidup yang lama itu salah, dan ada perubahan dalam seluruh jalan kehidupan.

 

 

 

 

-o0o-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ