Ada macam-macam Calling / panggilan yang kita kenal:
· Panggilan untuk percaya / selamat.
· Panggilan untuk taat.
· Panggilan untuk melayani.
· Panggilan untuk memberitakan Injil.
· Panggilan untuk menderita.
· Panggilan untuk mati.
Yang dibicarakan disini adalah panggilan yang berhubungan dengan keselamatan, yaitu panggilan untuk percaya / selamat.
Calling / Panggilan ini bisa dibedakan menjadi dua:
¨ External Call (= Panggilan Luar).
¨ Internal / Effectual Call (= Panggilan Dalam / Efektif).
1) Kitab Suci tidak pernah memakai istilah ‘External Call’, tetapi dalam Kitab Suci jelas ada panggilan yang tidak berbuah / tidak menghasilkan apa-apa karena tidak ditanggapi oleh yang dipanggil.
· Mat 28:19 Kis 1:8 Kis 17:18 menunjukkan bahwa Injil itu harus diberitakan kepada semua orang. Ini jelas merupakan panggilan Allah bagi semua orang. Tetapi fakta baik dari Kitab Suci maupun dari kejadian sehari-hari jelas menunjukkan bahwa ada banyak orang yang menolak panggilan itu.
· Mat 22:2-14 (khususnya perhatikan ayat 14!), dan bagian pararelnya yaitu Luk 14:16-24, jelas menunjukkan adanya orang-orang yang dipanggil, tetapi menolak.
Inilah External Call (= penggilan luar)!
2) Dalam banyak orang dewasa, External Call ini mendahului Regeneration.
Dalam pengalaman sehari-hari kita melihat banyak orang sudah lama pernah mendengar Injil, tanpa menanggapi Injil itu. Tetapi suatu hari Tuhan melahirbarukan orang itu sehingga orang itu lalu menanggapi Injil itu dan percaya kepada Kristus.
3) Seharusnya, External Call ini tidak termasuk dalam Ordo Salutis, karena Ordo Salutis ini membahas penerapan yang efektif dari keselamatan / penebusan yang dikerjakan oleh Kristus bagi orang-orang pilihan.
4) Ada yang menganggap bahwa External Call bagi orang-orang yang tidak dipilih (non elect) cuma pura-pura saja, bahkan merupakan suatu ejekan atau gurauan dari Allah.
Alasan mereka adalah: Allah memanggil, tetapi Ia sendiri menentukan orang itu binasa; jadi Ia tidak sungguh-sungguh menginginkan orang-orang itu datang / menerima panggilanNya.
Jawab:
a) Ini jelas salah. Allah tidak mungkin pura-pura / munafik.
Allah juga memberikan perintah-perintahNya / hukum-hukumNya, padahal orang dunia tidak mungkin taat karena mereka ada dalam keadaan Total Depravity / kebejatan total (Kej 6:5 Kej 8:21 Maz 58:4 Yes 64:6 Yer 4:22 Yer 13:23 Mat 7:16-18 Yoh 8:34 Yoh 15:4-5 Ro 6:16-17,20-21 Ro 7:18-19 Ro 8:7-8 Tit 1:15). Tetapi, toh hukum-hukum Tuhan itu bukan sesuatu yang diberikan secara pura-pura, karena pada waktu manusia tidak mentaatinya, Tuhan menghukum mereka.
b) Manusia tidak bisa mentaati Firman Tuhan / menanggapi panggilan Allah, karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga lalu condong kepada dosa. Jadi ini adalah kesalahan manusia sendiri, bukan kesalahan Allah.
c) Kita memang akan selalu kesulitan kalau kita ingin mengharmoniskan Decretive Will of God (= Kehendak Allah yang menunjuk pada Rencana Allah yang kekal), dengan Preceptive Will of God (= Kehendak Allah yang dinyatakan lewat hukum-hukum / perintah-perintahNya).
Contoh yang menunjukkan bahwa dua hal ini memang bisa bertentangan:
· Dalam Kel 3:18 Tuhan memerintahkan Firaun untuk melepaskan Israel. Tetapi, Kel 3:19 dan Kel 4:21b menunjukkan bahwa Tuhan merencanakan / menentukan bahwa Firaun tidak akan mentaati perintah itu.
· Yes 6:9-10 menunjukkan bahwa sekalipun Tuhan, melalui nabi Yesaya, menyerukan kepada Israel untuk bertobat, tetapi Ia sendiri telah menentukan bahwa Israel tidak akan menanggapi seruan itu.
5. Pentingnya / arti dari External Call.
a) Menunjukkan Allah sebagai pemerintah / penguasa yang berdaulat.
Ia mempunyai hak untuk memerintah manusia supaya bertobat / beriman. Sekalipun gara-gara dosa manusia tidak dapat bertobat / beriman dengan kekuatannya sendiri, tetapi Allah tetap mempunyai hak untuk menyuruh manusia bertobat / beriman. Jadi manusia, tetap ada di bawah Allah! Kalau manusia itu menolak, ia memperbesar dosanya!.
b) Untuk menjaga kebenaran Allah.
Pada waktu Allah nanti menghukum orang itu, orang itu tidak akan mempunyai alasan untuk menyalahkan Allah ataupun membenarkan dirinya sendiri.
Kalau dalam Ro 1:19-20 dikatakan bahwa orang yang menolak wahyu umum dari Allah sudah tidak punya dalih (excuse), apalagi orang yang menolak wahyu khusus (Injil).
c) Menunjukkan kesucian, kebaikan, dan belas kasihan Allah.
Ingat bahwa External Call tetap menawarkan berkat, bukan kutuk. Penolakan manusialah yang menyebabkan dirinya menerima kutuk!
d) Ini adalah cara Allah untuk mengumpulkan orang-orang pilihanNya.
Karena kita tidak tahu mana yang orang pilihan (elect) dan mana yang bukan, maka kita harus memberitakan Injil kepada semua orang. Ini External Call! Yang termasuk orang pilihan, akan bertobat karena panggilan itu! Jadi untuk orang pilihan, Allah mengubah external call itu menjadi internal call.
1) Dalam Perjanjian Baru, kata ‘Calling’ (yang berhubungan dengan keselamatan), biasanya menunjuk pada Internal Call.
Misalnya: Ro 1:6-7 Ro 8:30 1Kor 1:9,26 2Pet 1:10.
2) Berbeda dengan External Call yang bisa ditolak, maka Internal Call pasti mempertobatkan orang yang dipanggil. Karena itu Internal Call ini juga disebut Effectual Call (= panggilan yang efektif / pasti berhasil).
3) Hanya Allah yang bisa melakukan Internal Call ini.
Seorang mengatakan: “Calling is an act of God and of God alone” (= panggilan merupakan tindakan Allah, dan hanya tindakan Allah saja).
Hal ini perlu disadari / diingat baik-baik, khususnya pada waktu memberitakan Injil!
Dalam memberitakan Injil:
· argumentasi yang meyakinkan
· kata-kata yang indah
· khotbah yang menggerakkan hati / emosi
· suara yang keras
· suara yang lembut
Tidak akan ada gunanya kalau Allah tidak memakainya dan menjadikannya Internal Call. Ini memang tidak berarti bahwa dalam Pemberitaan Injil kita tidak perlu melakukan yang terbaik, tetapi ini berarti bahwa dalam Pemberitaan Injil, sekalipun kita melakukan yang terbaik, kita tetap harus bersandar pada kuasa dan pekerjaan Tuhan. Karena itu dalam memberitakan Injil kita harus banyak berdoa!
1) Dua-dua merupakan panggilan dari Allah!
Bukan hanya Internal Call yang datang dari Allah, tetapi juga External Call. Jadi , jangan menganggap remeh dosa dari orang yang menolak External Call, seakan-akan mereka hanya menolak panggilan si pemberita Injil! Itu tetap merupakan penolakan terhadap Allah! (bdk. Luk 10:16).
2) Dua-dua menggunakan Firman Tuhan.
Firman Tuhan / Injil yang diberitakan adalah External Call. Tetapi suatu saat Allah bisa membuat apa yang sudah pernah didengar seseorang pada masa lalu, menjadi Internal Call. Karena itu, External Call tetap perlu, juga bagi orang yang belum pernah mengalami Regeneration sekalipun. Siapa tahu suatu saat Allah lalu melahirbarukan orang itu, dan lalu memakai External Call itu dan mengubahnya menjadi Internal Call.
Penerapan: karena itu jangan menjadi kecewa dan putus asa pada waktu saudara memberitakan Injil dan tidak berhasil mempertobatkan seorangpun. Bisa saja suatu waktu kelak penginjilan saudara akan berbuah.
Bisa juga Internal Call itu merupakan Firman Tuhan yang ‘baru’ bagi orang itu. Jadi bukan External Call yang dijadikan Internal Call, tetapi suatu panggilan yang baru, dimana orang itu mendengar Firman Tuhan / Injil lagi, yang langsung dipakai oleh Allah menjadi Internal Call.
3) Dua-duanya masuk ke dalam alam sadar manusia.
Berbeda dengan Regeneration yang terjadi dalam Sub-concious life (= alam bawah sadar) dari manusia, maka Calling terjadi dalam alam sadar manusia.
Jadi, kalau ada orang yang bertobat dan datang kepada Tuhan setelah ia mengalami ‘nggeblak’ / ‘tumbang dalam Roh’ (‘slain by / in the Spirit’), itu jelas adalah sesuatu yang omong kosong! Panggilan Allah tidak pernah diberikan pada saat orangnya pingsan / otaknya tidak sadar! Kalau panggilan Allah terjadi dalam suatu mimpi, maka setelah bangun (orangnya sadar) ia mengingat mimpi itu. Dengan demikian panggilan itu masuk ke alam sadar orang itu.
Dalam kasus orang koma, ada kemungkinan otak orangnya masih bekerja dan bahkan orangnya masih bisa mendengar pembicaraan yang terjadi di sekelilingnya. Ini disaksikan oleh orang yang pernah mengalami koma tetapi lalu sembuh. Karena itu menginjili orang yang ada dalam keadaan koma bukanlah sesuatu yang mustahil, gila, ataupun extrim.
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ