Bagaimana menaklukkan Saksi Yehovah ?

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


SAKSI YEHOVAH IV

DOKTRIN TENTANG ALLAH TRITUNGGAL

A) Ajaran Saksi Yehovah tentang Allah Tritunggal:

Orang-orang Saksi Yehovah tidak menerima ajaran tentang Allah Tritunggal yang mengatakan bahwa Allah itu hanya satu (dalam hakekatNya), tetapi mempunyai 3 pribadi yang setingkat. Mereka beranggapan bahwa Allah betul-betul hanya satu secara mutlak, dan bahwa Yesus dan Roh Kudus bukanlah Allah.

Bagaimana anggapan orang Saksi Yehovah tentang doktrin Allah Tritunggal itu?

1) Orang Saksi Yehovah beranggapan bahwa ajaran tersebut tidak dapat dimengerti dan membingungkan.

Dan mereka lalu mengutip 1Kor 14:33 untuk membuktikan bahwa ajaran Tritunggal ini tidak datang dari Allah.

Kutipan dari buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?':

"Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wakyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: 'Allah ... bukan Allah yang suka pada kekacauan' - 1Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?" (hal 4-5).

Dalam buku yang sama juga ditambahkan bahwa orang-orang sederhana / tidak terpelajarpun bisa mengenal Allah, dan ini tidak memungkinkan adanya doktrin yang begitu sukar / membingungkan tentang Allah.

"Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus? (Yohanes 17:3). Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias? Sebaliknya, murid-muridNya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka - Matius 15:1-9 21:23-32,43 23:13- 36 Yohanes 7:45-49 Kisah 4:13" (hal 5).

2) Orang Saksi Yehovah beranggapan bahwa ajaran tentang Allah Tri-tunggal itu berasal dari agama-agama kafir.

Kutipan dari buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?':

Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: 'Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Orisis, Isis, dan Horus ...'" (hal 11).

3) Tentang istilah dan ajaran Tritunggal, orang Saksi Yehovah berpendapat bahwa:

a) Istilah 'Tritunggal' tidak ada dalam Kitab Suci.

b) Ajaran tentang Allah Tritunggal juga tidak ada, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Sebaliknya Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah itu satu / esa (Ul 6:4).

Untuk itu perhatikan kutipan-kutipan dari buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?' di bawah ini:

B) Bantahan dari pihak kristen:

1) Tentang ajaran Tritunggal yang merupakan kekacauan, sehingga ber-tentangan dengan 1Kor 14:33.

Untuk itu kita bisa menjawab bahwa:

a) Memang harus diakui bahwa doktrin tentang Allah Tritunggal itu sangat sukar dan bahkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya (bdk. Ayub 11:7-9).

Tetapi perlu diingat bahwa adalah lebih logis kalau ajaran tentang Allah Tritunggal itu tidak bisa dimengerti sepenuhnya. Mengapa? Karena Allah itu memang mahabesar / tidak terbatas, sedangkan otak / pikiran kita terbatas. Kalau otak / pikiran kita yang terbatas ini bisa mengerti sepenuhnya tentang Allah yang tidak terbatas, maka itu justru tidak masuk akal!

Ada seorang yang bahkan berani mengatakan: kalau ada orang yang bisa mengajarkan doktrin Allah Tritunggal sehingga bisa dimengerti sepenuhnya, maka orang itu pasti pengajar sesat!

Ini bisa diterapkan dalam doktrin Allah dari orang Saksi Yehovah. Doktrin mereka tentang Allah, begitu sederhana dan bisa dimengerti sepenuhnya, dan karenanya justru merupakan ajaran sesat!

b) Dalam 2Pet 3:16 Petrus mengatakan bahwa dalam tulisan Paulus ada hal-hal yang sukar dimengerti. Dalam 1Kor 3:2 Paulus berbicara tentang 'makanan keras' yang jelas menunjuk pada ajaran yang sukar.

Ini membuktikan bahwa Kitab Suci sendiri mengakui bahwa dalam Kitab Suci ada bagian-bagian yang sukar. Karena itu kalau melalui penggalian Kitab Suci akhirnya dihasilkan doktrin Allah Tritunggal yang begitu sukar, ini tidak mengherankan!

c) 1Kor 14:33 ada dalam kontex yang membicarakan penggunaan bahasa roh / nubuat dalam ibadah / kebaktian. Ada peraturan penggunaan bahasa roh dan nubuat dalam kebaktian (1Kor 14:26-32), supaya tidak terjadi kekacauan, karena Allah tidak senang kekacauan seperti itu.

Karena itu, kalau ayat ini dipakai oleh orang Saksi Yehovah untuk menentang doktrin Allah Tritunggal, maka jelas bahwa mereka sudah melepas ayat itu dari kontexnya (kutipan itu 'out of context'!).

Dan memang salah satu hal yang paling banyak digunakan oleh orang-orang sesat (termasuk orang Saksi Yehovah) adalah menggunakan ayat-ayat Kitab Suci terlepas dari kontexnya. Karena itu setiap membaca suatu ayat yang dijadikan dasar suatu ajaran, kita harus membaca juga seluruh kontexnya, untuk melihat apakah ayat itu dikutip secara 'out of context' atau tidak.

d) Ajaran tentang Allah Tritunggal bukanlah suatu kekacauan yang membingungkan. Ajaran ini tidak bertentangan dengan akal / logika, tetapi melampaui akal / logika.

Sedikit penjelasan untuk hal itu: kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 hakekat dan 3 hakekat pada saat yang sama, maka itu bertentangan dengan akal / logika dan itu betul-betul merupakan suatu kekacauan. Demikian juga kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 pribadi dan 3 pribadi pada saat yang sama. Tetapi kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 hakekat tetapi 3 pribadi, itu tidak bertentangan dengan akal / logika, tetapi melampaui akal / logika.

e) Sedangkan tentang serangan mereka bahwa dengan adanya doktrin Allah Tritunggal itu berarti bahwa orang harus menjadi teolog untuk bisa mengenal Allah, maka jawaban yang bisa kita berikan adalah:

Karena itulah orang yang sederhana sekalipun bisa saja mengenal Allah dan diselamatkan!

2) Tentang ajaran Tritunggal yang dikatakan berasal dari agama kafir.

Untuk itu kita bisa menjawab bahwa:

a) Tidak ada agama lain yang mempunyai konsep Tritunggal (1 hakekat, 3 pribadi yang setingkat). Yang ada pada mereka adalah kepercayaan terhadap 3 allah / dewa (Polytheisme / Tritheisme), dan ini sangat berbeda dengan konsep kristen tentang Allah Tritunggal.

Sebagai contoh, dalam agama Hindu, Syiwa dipercaya sebagai dewa perusak, Brahma sebagai dewa pencipta, dan Wisnu sebagai dewa pemelihara. Jelas bahwa mereka dipercaya sebagai tiga dewa, yang bahkan berbeda sifat-sifatnya satu dengan yang lain. Orang-orang Saksi Yehovah itu betul-betul bukan main tololnya kalau mereka menyamakan ajaran ini dengan doktrin Allah Tritunggal, ataupun kalau mereka menganggap bahwa ajaran ini merupakan asal usul dari doktrin Allah Tritunggal!

b) Doktrin Allah Tritunggal jelas berasal dari Kitab Suci, karena dalam Kitab Suci / Firman Allah inilah Allah mewahyukan / menyatakan diriNya kepada kita supaya kita bisa mengenal Allah yang benar.

Manusia tidak bisa mengerti doktrin Allah Tritunggal itu secara keseluruhan; lalu bagaimana mungkin manusia bisa menciptakannya?

c) Bahwa orang-orang Saksi Yehovah menunjukkan gambar-gambar dari dewa-dewa dalam agama kafir yang mereka katakan sebagai sumber dari doktrin Allah Tritunggal (gambar-gambar ini ada dalam buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?'), adalah sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal. Mengapa? Karena dalam kekristenan Allah Tritunggal tidak pernah dan bahkan tidak boleh digambarkan! Kalau Allah Tritunggal digambarkan atau bahkan dipatungkan, maka itu jelas melanggar hukum ke 2 dari sepuluh hukum Tuhan!

Bahwa dalam agama-agama kafir dewa-dewa mereka digambarkan atau dipatungkan, tetapi dalam kekristenan Allah Tritunggal justru dilarang untuk digambarkan atau dipatungkan, menunjukkan secara jelas bahwa dewa-dewa kafir itu bukan merupakan asal usul dari Allah Tritunggal!

3) Tentang istilah maupun ajaran Tritunggal yang tidak ada dalam Kitab Suci.

Untuk ini kita bisa menjawab bahwa istilah 'Tritunggal' memang tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi ajarannya jelas ada. Dalam Perjanjian Lama hanya ada secara samar-samar, tetapi dalam Perjanjian Baru menjadi lebih jelas.

Untuk jelasnya mari kita melihat dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal di bawah ini.

C) Dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal:

I) Kitab Suci menunjukkan ketunggalan Allah.

1) Ayat-ayat Kitab Suci yang secara explicit menyatakan bahwa Allah itu satu (Ul 6:4 1Kor 8:4 1Tim 2:5 Yak 2:19).

2) Penggunaan kata-kata bentuk tunggal untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah:

a) Penggunaan kata ganti orang bentuk tunggal.

Contoh:

b) Penggunaan kata kerja bentuk tunggal.

Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata 'menciptakan' dalam Kej 1:1 adalah kata kerja bentuk tunggal.

c) Penggunaan kata sifat bentuk tunggal.

Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata-kata 'baik' dan 'benar' dalam Maz 25:8 adalah kata sifat bentuk tunggal.

3) Allah mempunyai sifat self-existent, dan sifat ini tidak memungkinkan adanya lebih dari satu makhluk seperti Dia.

a) Sifat self-existent (= ada dengan sendirinya / ada dari dirinya sendiri) dari Allah, jelas merupakan ajaran dalam Kitab Suci, karena Kitab Suci menunjukkan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah (Kej 1:1-31 Yoh 1:3,10), tetapi Kitab Suci tidak pernah menceritakan tentang terjadinya Allah, dan ini menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak pernah diciptakan / dijadikan oleh siapapun / apapun juga.

b) Sifat self-existent ini mempunyai 2 perwujudan:

c) Dari semua ini bisa disimpulkan bahwa tidak mungkin ada lebih dari satu makhluk yang seperti itu! Karena tidak mungkin bisa ada 2 makhluk yang sama-sama tidak tergantung apapun / siapapun, dan yang membuat segala sesuatu tergantung dirinya.

II) Kitab Suci menunjukkan adanya 'kejamakan dalam diri Allah'.

Catatan:

Perhatikan bahwa saya tidak menyebut adanya 'banyak Allah', tetapi adanya 'kejamakan dalam diri Allah'. Jadi, saya tetap percaya pada ketunggalan / keesaan Allah, tetapi dalam keesaanNya itu terdapat suatu kejamakan tertentu.

1) Dalam Perjanjian Lama.

a) Penggunaan kata 'ELOHIM' untuk Allah (Kej 1:1 dll) yang merupakan kata bentuk jamak / plural.

Kata 'ELOHIM' mempunyai bentuk tunggal / singular yaitu 'ELOAH' yang digunakan antara lain dalam Ul 32:15-17 dan Hab 3:3.

Tetapi dalam Perjanjian Lama kata 'ELOAH' hanya digunakan sebanyak 250 x, sedangkan kata 'ELOHIM' sekitar 2500 x. Peng-gunaan kata bentuk jamak / plural yang jauh lebih banyak ini menunjukkan adanya 'kejamakan dalam diri Allah'.

Memang harus diakui bahwa ELOHIM sering dianggap sebagai bentuk tunggal, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah: kalau memang Allah itu tunggal secara mutlak, mengapa tidak digunakan ELOAH saja terus menerus? Mengapa digunakan ELOHIM, dan lebih lagi, mengapa digunakan ELOHIM jauh lebih banyak dari ELOAH?

Dalam persoalan ini, buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?' memberikan suatu serangan yang bagus, yang saya kutip di bawah ini:

"'ELOHIM' bukan berarti 'pribadi-pribadi', melainkan 'allah-allah'. Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal" (hal 13).

Untuk menjawab serangan ini kita bisa menjelaskan sebagai berikut:

b) Penggunaan kata bentuk jamak untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah:

Contoh: Kej 1:26 3:22 11:7.

Ada yang mengatakan bahwa pada waktu Allah menggunakan 'Kita' dalam Kej 1:26, maka saat itu Ia berbicara kepada para malaikat. Jadi itu tidak menunjukkan 'kejamakan dalam diri Allah'. Tetapi ini tidak mungkin, sebab kalau dalam Kej 1:26 diartikan bahwa 'Kita' itu menunjuk kepada Allah dan para malaikat, maka haruslah disimpulkan bahwa:

Disamping itu, kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus dalam satu ayat, yaitu dalam Yes 6:8 yang dalam versi NASB menterjemahkan: "Whom shall I send and who will go for Us?" (= Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?).

Catatan:

Dalam Yes 6:8 ini, Kitab Suci bahasa Indonesia (baik terje-mahan lama maupun baru) salah terjemahan!

Contoh:

Padahal dalam ayat-ayat di atas ini, subyeknya adalah kata 'ELOHIM' yang digunakan untuk menyatakan Allah yang esa.

Jadi, kalau dalam Yes 6:8 digunakan kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menunjuk kepada Allah, maka di sini digunakan kata sifat bentuk tunggal dan jamak terhadap diri Allah.

c) Beberapa ayat dalam Kitab Suci membedakan Allah yang satu dengan Allah yang lain (seakan-akan ada lebih dari satu Allah).

Karena dalam ayat ini Kitab Suci Indonesia kurang tepat terjemahannya, mari kita lihat terjemahan NASB di bawah ini.

Psalm 45:6-7 (NASB): "Thy throne, O God, is forever and ever ... Therefore God, Thy God has anointed Thee" (= TahtaMu, Ya Allah, kekal selama-lamanya. Karena itu, Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau).

Bandingkan dengan Ibr 1:8-9.

Juga untuk ayat ini perhatikan terjemahan NASB di bawah ini.

Psalm 110:1 (NASB): "The LORD says to my Lord ..." (= TUHAN berkata kepada Tuhanku).

Bandingkan dengan Mat 22:44-45.

Tetapi Amsal 8 ini lalu mempersonifikasikan 'hikmat Allah' itu dan menunjukkannya sebagai seorang pribadi yang bersifat kekal (Yesus). Dengan kata lain, hikmat Allah itu juga adalah Allah (bdk. 1Kor 1:24 - "Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah").

Sama seperti istilah 'hikmat Allah' di atas, maka istilah 'Malaikat TUHAN' ini juga menunjukkan bahwa 'Malaikat TUHAN' (the Angel of the LORD) ini tidak sama dengan Allah.

Tetapi, sekalipun dalam bagian-bagian tertentu Malaikat TU-HAN itu disebut sebagai Malaikat TUHAN, dalam bagian-bagian lain Ia juga disebut sebagai Allah / TUHAN sendiri.

Contoh:

Juga, dalam Kel 23:20-23, malaikat TUHAN ini mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.

Semua ini menunjukkan bahwa Malaikat TUHAN itu adalah Allah / TUHAN sendiri.

d) Penggunaan nama 'TUHAN' (YAHWEH / YEHOVAH) 3 x berturut-turut dalam Bil 6:24-26 dan sebutan 'kudus' bagi Allah 3 x berturut-turut dalam Yes 6:3.

Tidak anehkah bahwa ayat-ayat itu menyebutkan 'TUHAN' dan 'kudus' sebanyak 3 kali? Mengapa tidak 2 kali, atau 5 kali, atau 7 kali? Jelas karena ada hubungannya dengan Allah Tritunggal!

e) Kata 'esa / satu' yang digunakan dalam Ul 6:4, dalam bahasa Ibraninya adalah ECHAD.

Orang Saksi Yehovah mengatakan bahwa kata ECHAD ini berarti 'satu yang mutlak' dan tidak mengandung kejamakan.

Untuk itu perhatikan kutipan dari buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?' di bawah ini:

"Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: 'Dengarlah Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh'. Dalam tatabahasa dari ayat itu kata 'esa' tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi".

Tetapi pandangan Saksi Yehovah ini justru salah, dan mereka mendukung kesalahannya itu dengan mengutip suatu versi Alkitab yang justru salah terjemahan, yaitu New Jerusalem Bible Katolik!

Bahwa kata ECHAD ini sering berarti 'satu gabungan / a compound one', bukan 'satu yang mutlak / an absolute one', bisa terlihat dari contoh-contoh di bawah ini:

Sebetulnya ada sebuah kata lain dalam bahasa Ibrani yang berarti 'satu yang mutlak' atau 'satu-satunya'. Kata itu adalah YACHID. Contoh: Kej 22:2,16.

Kalau Musa memang mau menekankan tentang 'kesatuan yang mutlak' dari Allah dan bukannya 'kesatuan gabungan' (a compound unity), maka dalam Ul 6:4 itu ia pasti menggunakan kata YACHID dan bukannya ECHAD. Tetapi ternyata Musa menggunakan kata ECHAD, dan ini menunjukkan bahwa Allah itu tidak satu secara mutlak, tetapi ada kejamakan dalam diri Allah.

2) Dalam Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru memberikan pernyataan yang lebih jelas tentang pribadi-pribadi yang berbeda dalam diri Allah.

a) Kalau dalam Perjanjian Lama YAHWEH / YEHOVAH disebut sebagai Penebus dan Juruselamat (Maz 19:15 78:35 Yes 43:3,11,14 47:4 49:7,26 60:16), maka dalam Perjanjian Baru, Anak Allah / Yesuslah yang disebut demikian (Mat 1:21 Luk 1:76-79 Luk 2:11 Yoh 4:42 Gal 3:13 4:5 Tit 2:13).

b) Kalau dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa YAHWEH / YEHOVAH tinggal di antara bangsa Israel dan di dalam hati orang-orang yang takut akan Dia (Maz 74:2 Maz 135:21 Yes 8:18 Yes 57:15 Yeh 43:7,9 Yoel 3:17,21 Zakh 2:10-11), maka dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa Roh Kuduslah yang mendiami Gereja / orang percaya (Kis 2:4 Ro 8:9,11 1Kor 3:16 Gal 4:6 Ef 2:22 Yak 4:5).

c) Perjanjian Baru memberikan pernyataan yang jelas tentang Allah yang mengutus AnakNya ke dalam dunia (Yoh 3:16 Gal 4:4 Ibr 1:6 1Yoh 4:9), dan tentang Bapa dan Anak yang mengutus Roh Kudus (Yoh 14:26 15:26 16:7 Gal 4:6).

d) Dalam Perjanjian Baru kita melihat Bapa berbicara kepada Anak (Mark 1:11) dan Anak berbicara kepada Bapa (Mat 11:25-26 26:39 Yoh 11:41 12:27) dan Roh Kudus berdoa kepada Allah dalam hati orang percaya (Ro 8:26).

e) Dalam Perjanjian Baru kita melihat ketiga pribadi dalam diri Allah disebut dalam satu bagian Kitab Suci (Mat 3:16-17 Mat 28:19 1Kor 12:4-6 2Kor 13:13 1Pet 1:2 Wah 1:4-5).

Untuk ini ada komentar / serangan dari orang Saksi Yehovah dalam buku 'Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?':

Kita bisa menjawab serangan ini dengan berkata:

Dalam ayat-ayat di atas, Bapa, Anak, dan Roh Kudus dise-butkan dalam kontex yang sakral, seperti formula baptisan (Mat 28:19), berkat kepada gereja Korintus (2Kor 13:13), baptisan Yesus (Mat 3:16-17), dsb. Karena itu ayat-ayat itu bisa dipakai sebagai dasar untuk menunjukkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu setingkat.

Sesuatu yang menarik adalah: sekalipun disini disebutkan 3 buah nama, tetapi kata 'nama' itu ada dalam bentuk tunggal, bukan bentuk jamak! Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name, bukan names. Karena itu ayat ini bukan hanya me-nunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setingkat, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu!

Catatan:

Ada satu ayat Kitab Suci / Perjanjian Baru yang berbicara tentang kesatuan dari tiga pribadi Allah itu, yaitu 1Yoh 5:7-8 yang berbunyi:

"Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu".

Tetapi perlu diketahui bahwa ayat ini, pada bagian yang ada dalam tanda kurung, sangat diragukan keasliannya dan dianggap sebagai suatu penambahan pada text asli Kitab Suci. Persoalannya, ada banyak manuscript yang tidak mempunyai bagian ini. Dan manuscript-manuscript yang mempunyai bagian ini hanyalah manuscript-manuscript yang kurang bisa dipercaya. Karena itu, dalam beberapa Kitab Suci Bahasa Inggris, seperti NIV dan NASB, bagian ini bahkan dihapuskan dari text Kitab Suci dan hanya diletakkan pada footnote (= catatan kaki).

Dalam berdebat / berdiskusi dengan orang-orang Saksi Yehovah tentang Allah Tritunggal, jangan menggunakan bagian ini sebagai dasar dari Allah Tritunggal, karena:

3) Keilahian Yesus dan Roh Kudus.

Bahwa Yesus dan Roh Kudus juga adalah Allah (ini sudah dibuktikan dalam 2 pelajaran yang lalu), sebagaimana Bapa adalah Allah, jelas menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah.

Kesimpulan:

Dalam Kitab Suci ada ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah dan juga ada ayat-ayat yang menunjukkan 'kejamakan Allah'. Inilah yang menye-babkan munculnya doktrin Allah Tritunggal, yang merupakan satu-satunya jalan untuk mengharmoniskan kedua grup ayat tersebut.

Sekarang, bagi kita hanya ada 2 pilihan:

a) Menerima doktrin Allah Tritunggal yang mengharmoniskan kedua golongan ayat tersebut.

b) Menolak doktrin Allah Tritunggal, dan ini berarti kita harus menghadapi kontradiksi yang tidak mungkin bisa diharmoniskan dalam Kitab Suci!

Yang mana yang menjadi pilihan saudara?

-AMIN-


e-mail us at [email protected]