KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 23 Oktober 2022, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Titik terang

dalam kehidupan rut

 

RUT 2:1-23(3)

 

Rut 2:1-23 - “(1) Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. (2) Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: ‘Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.’ Dan sahut Naomi kepadanya: ‘Pergilah, anakku.’ (3) Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. (4) Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: ‘TUHAN kiranya menyertai kamu.’ Jawab mereka kepadanya: ‘TUHAN kiranya memberkati tuan!’ (5) Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: ‘Dari manakah perempuan ini?’ (6) Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: ‘Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. (7) Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.’ (8) Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: ‘Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan. (9) Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.’ (10) Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: ‘Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?’ (11) Boas menjawab: ‘Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. (12) TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayapNya engkau datang berlindung.’ (13) Kemudian berkatalah Rut: ‘Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.’ (14) Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: ‘Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini.’ Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya. (15) Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: ‘Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; (16) bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.’ (17) Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya. (18) Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, (19) maka berkatalah mertuanya kepadanya: ‘Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!’ Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: ‘Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.’ (20) Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: ‘Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setiaNya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.’ Lagi kata Naomi kepadanya: ‘Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.’ (21) Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: ‘Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.’ (22) Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: ‘Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.’ (23) Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.”.

 

III) Titik terang dalam kehidupan Rut.

 

1) Rut membawa pulang hasil yang cukup banyak.

Ay 17: “Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.”.

 

Adam Clarke: “Not less than seven gallons and a half;” [= Tidak kurang dari 7,5 galon;].

 

Bible Knowledge Commentary: “It weighed about 30 pounds and was enough food for many days.” [= Itu beratnya sekitar 30 pound {= 13,5 kg} dan cukup untuk banyak hari.].

 

Matthew Henry: “Ruth had gathered it ear by ear, but, when she had put it all together, it was an ephah of barley, about four pecks. Many a little makes a great deal. It is an encouragement to industry that in all labour, even that of gleaning, there is profit, but the ‘talk of the lips tendeth only to penury.’” [= Rut telah mengumpulkannya bulir demi bulir, tetapi pada waktu ia mengumpulkannya semua, itu adalah satu efa barley (semacam gandum), sekitar empat takaran. Banyak yang sedikit-sedikit membuat suatu jumlah yang besar. Merupakan suatu dorongan kepada kerajinan bahwa dalam semua pekerjaan, bahkan memungut (jelai), di sana ada keuntungan, tetapi ‘hanya bicara hanya menuju pada kemiskinan’.].

Catatan: 1 takaran = 7,5 liter.

 

2) Pembicaraan Rut dengan Naomi.

Ay 18-23: “(18) Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, (19) maka berkatalah mertuanya kepadanya: ‘Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!’ Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: ‘Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.’ (20) Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: ‘Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setiaNya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.’ Lagi kata Naomi kepadanya: ‘Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.’ (21) Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: ‘Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.’ (22) Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: ‘Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.’ (23) Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.”.

 

a)  Naomi bertanya kepada Rut, yang menunjukkan bahwa ia mengawasi Rut.

Ay 19a: “maka berkatalah mertuanya kepadanya: ‘Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini?”.

 

Matthew Henry: “Naomi asked her where she had been: ‘Where hast thou gleaned to-day?’ Note, Parents should take care to enquire into the ways of their children, how, and where, and in what company they spend their time. This may prevent many extravagancies which children, left to themselves, run into, by which they bring both themselves and their parents to shame.” [= Naomi bertanya kepadanya dimana ia telah berada: ‘Di mana engkau memungut hari ini?’. Perhatikan, orang tua harus memperhatikan untuk menanyakan / menyelidiki jalan dari anak-anak mereka, bagaimana, dan dimana, dan dalam kumpulan apa mereka menghabiskan waktu mereka. Ini bisa menghalangi banyak penyimpangan, yang akan ditempuh oleh anak-anak yang dibiarkan pada diri mereka sendiri, dengan mana mereka mempermalukan baik diri mereka sendiri maupun orang tua mereka.].

 

Bdk. ay 22: “Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: ‘Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.’”.

RSV: ‘lest in another field you be molested’ [= supaya jangan engkau diganggu (secara sexual) di ladang lain].

 

Bible Knowledge Commentary: “Perhaps to emphasize her need to stay there, Naomi reminded Ruth of the danger that might lurk in another field. This was a reminder of the especially low morals in the days of the Judges and Ruth.” [= Mungkin untuk menekankan keharusan baginya untuk tetap tinggal di sana, Naomi mengingatkan Rut tentang bahaya yang bisa mengintai di ladang lain. Ini merupakan suatu peringatan tentang moral yang sangat rendah pada jaman Hakim-hakim dan Rut.].

 

b) Naomi berdoa untuk Boas sebelum mengetahui tentang dia dari Rut (ay 19b).

Ay 19b: “Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!’”.

 

Bible Knowledge Commentary: “Naomi requested the name of Ruth’s benefactor and prayed a blessing on him before Ruth answered her question.” [= Naomi menanyakan nama dari orang yang murah hati kepada Rut dan mendoakan suatu berkat atasnya sebelum Rut menjawab pertanyaannya.].

 

Penerapan: kalau ada orang yang menolong saudara atau bermurah hati kepada saudara, apakah saudara mendoakan orang itu?

 

c)      Jawaban Rut kepada Naomi.

Ay 19c,21: “(19c) Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: ‘Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.’ … (21) Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: ‘Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.’”.

 

Matthew Henry: “Ruth gave her a particular account of the kindness she had received from Boaz (v. 19) and the hopes she had of further kindness from him, ... Note, Children should look upon themselves as accountable to their parents and to those that are over them, and not think it a disparagement to them to be examined;” [= Rut memberinya suatu cerita / laporan yang teliti tentang kebaikan yang telah ia terima dari Boas (ay 19) dan pengharapan yang ada padanya tentang kebaikan yang lebih jauh / banyak lagi dari dia, ... Perhatikan, Anak-anak harus memandang diri mereka sendiri sebagai bertanggung jawab kepada orang tua mereka dan kepada mereka yang ada di atas mereka, dan tidak menganggapnya sebagai suatu penghinaan / perendahan terhadap mereka untuk diperiksa / diselidiki;].

Catatan: sebetulnya ini berlaku untuk ‘anak’, bukan untuk orang yang sudah dewasa.

 

Matthew Henry: “Ruth told her mother what kindness Boaz had shown her, ... but she did not tell her how Boaz had commended her, v. 11. Humility teaches us, not only not to praise ourselves, but not to be forward to publish others’ praises of us.” [= Rut memberitahu ibunya kebaikan apa yang telah Boas tunjukkan kepadanya, ... tetapi ia tidak memberitahunya bagaimana Boas telah memujinya, ay 11. Kerendahan hati mengajar kita, bukan hanya tidak memuji diri kita sendiri, tetapi juga tidak berani untuk mempublikasikan pujian-pujian orang-orang lain tentang diri kita.].

 

Menceritakan kebaikan kita, selama motivasinya bukan untuk memegahkan / menyombongkan diri, tetapi supaya diteladani orang, tidaklah salah. Tetapi kebanyakan orang, pada waktu menceritakan kebaikan / kehebatan diri sendiri / keluarganya, atau menceritakan pujian orang lain kepadanya / keluarganya, memang mempunyai motivasi untuk menyombongkan diri, dan ini jelas merupakan dosa!

 

d)      Penjelasan Naomi tentang Boas.

Ay 20: “Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: ‘Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setiaNya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.’ Lagi kata Naomi kepadanya: ‘Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.’”.

 

1.  Naomi berdoa lagi untuk Boas.

Matthew Henry: “The poor must pray for those that are kind and liberal to them, and thus requite them, when they are not capable of making them any other requital. Let the loins of the poor bless those that refresh them, Job 29:13; 31:20. And he that hears the cries of the poor against their oppressors (Ex 22:27), it may be hoped, will hear the prayers of the poor for their benefactors.” [= Orang miskin harus berdoa untuk mereka yang baik dan murah hati kepada mereka, dan dengan demikian membalas mereka, pada waktu mereka tidak mampu untuk membalas mereka dalam hal lain. Hendaklah pinggang dari orang miskin memberkati mereka yang menyegarkan mereka, Ayub 29:13; 31:20. Dan Ia yang mendengar jeritan dari orang miskin terhadap para penindas mereka (Kel 22:27), bisa diharapkan, akan mendengar doa-doa dari orang miskin untuk orang-orang yang bermurah hati kepada mereka.].

 

Ayub 29:13 - aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;”.

 

Ayub 31:20 - “dan pinggangnya tidak meminta berkat bagiku, dan tidak dipanaskannya tubuhnya dengan kulit bulu dombaku;”.

 

Kel 22:26-27 - “(26) Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, (27) sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya - pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepadaKu, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih.’”.

 

2.  Kata-kata Naomi menunjukkan ia melihat titik terang dalam kehidupan mereka.

Apakah munculnya titik terang itu merupakan suatu kebetulan?

 

Bdk. ay 3-4: “(3) Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. (4) Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: ‘TUHAN kiranya menyertai kamu.’ Jawab mereka kepadanya: ‘TUHAN kiranya memberkati tuan!’”.

 

Ay 3 (KJV): ‘and her hap was to light on a part of the field belonging unto Boaz’ [= dan nasib baiknya / kemujurannya adalah hinggap pada suatu bagian dari ladang milik Boas].

Catatan: kata bahasa Inggris ‘hap’ bisa berarti ‘chance’ [= kebetulan], ‘fortune’ [= nasib baik], ‘luck’ [= nasib / kemujuran].

 

Kalau ditinjau dari sudut manusia, maka munculnya titik terang dalam kehidupan Rut itu, terjadi secara ‘kebetulan’! Boas bisa bertemu Rut, karena kebetulan ia berada di tanah milik Boas (ay 3), dan pada hari Rut mulai memungut jelai itu kebetulan Boas juga datang ke sana (ay 4). Lalu Boas senang / tertarik kepada Rut, karena kebetulan Rut cantik / sexy, dan kebetulan Rut mempunyai sifat-sifat yang baik, dan kebetulan Rut cocok dengan selera Boas. Tetapi kalau ditinjau dari sudut Allah, maka tidak ada kebetulan!

 

Semua ayat Alkitab yang menggunakan kata ‘kebetulan’ adalah ayat-ayat yang menyoroti dari sudut pandang manusia. Dalam arti sebenarnya, tidak ada kebetulan! Dari sejak semula, Allah sudah menentukan / merencanakan semuanya dan Allah lalu mengatur segala sesuatu sehingga semua terjadi sesuai dengan Rencana Allah yang kekal!

Boas pasti mempunyai wanita idaman, tetapi hati Boas ada di tangan Tuhan, dan Tuhan bisa mengalirkan kemana saja Tuhan kehendaki, sehingga keputusan Tuhanlah yang terjadi.

Rut mungkin memikir-mikir ke ladang mana ia akan pergi, sehingga kelihatannya ia sampai ke ladang Boas hanya secara kebetulan (ay 3), tetapi sebetulnya Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

 

Maz 37:23 - TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya;”.

 

Amsal 16:9 - “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.”.

 

Amsal 19:21 - “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”.

 

Amsal 21:1- “Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya ke mana Ia ingini.”.

 

Yer 10:23 - “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.”.

Catatan: lalu bagaimana kita bisa percaya pada free will / kehendak bebas?

 

Matthew Henry: “‎She knew not whose field it was, nor had she any reason for going to that more than any other, and therefore it is said to be ‘her hap;’ but Providence directed her steps to this field. Note, God wisely orders small events; and those that seem altogether contingent serve his own glory and the good of his people. Many a great affair is brought about by a little turn, which seemed fortuitous to us, but was directed by Providence with design.” [= Ia tidak tahu itu ladang siapa, juga ia tidak mempunyai alasan apapun untuk pergi ke ladang itu dari pada ke ladang yang lain, dan karena itu dikatakan bahwa itu adalah ‘nasib baiknya / kemujurannya’; tetapi Providensia mengarahkan langkah-langkahnya ke ladang ini. Perhatikan, Allah dengan bijaksana mengatur / menentukan peristiwa-peristiwa yang kecil; dan hal-hal yang kelihatannya sepenuhnya kebetulan melayani kemuliaanNya sendiri dan kebaikan dari umatNya. Banyak peristiwa-peristiwa yang besar dihasilkan / ditimbulkan oleh suatu perubahan yang kecil, yang kelihatannya kebetulan bagi kita, tetapi diarahkan oleh Providensia dengan rancangan.].

 

The Bible Exposition Commentary: By the providence of God, Ruth gleaned in the portion of the field that belonged to Boaz. The record says Ruth ‘happened’ to come to this portion of the field, but it was no accident. Her steps were guided by the Lord. [= Oleh providensia Allah, Rut memungut di bagian dari ladang milik Boas. Catatannya mengatakan Rut ‘kebetulan’ datang ke bagian ladang ini, tetapi itu bukan suatu kebetulan. Langkah-langkahnya dipimpin oleh Tuhan.].

 

Pulpit Commentary: “Though it seemed of little consequence in which field Ruth gleaned, ‘her hap was to light on a part of the field belonging to Boaz,’ and from this fact sprang results of the greatest importance. ‘Her hap’ determined her marriage, her wealth, her happiness and that of her mother-in-law, her union with Israel, her motherhood, her position as an ancestress of David and of Christ. In such seemingly insignificant causes originate the most momentous issues. Thus oftentimes it comes to pass that family relationships are formed, a professional career is determined; nay, religious decision may be brought about, life-work for Christ may be appointed, eternal destiny is affected.” [= Sekalipun kelihatannya tidak terlalu berpengaruh di ladang mana Rut memungut jelai, ‘kebetulan ia berada di tanah milik Boas’, dan dari fakta ini muncul akibat-akibat yang terpenting. ‘Nasib baiknya / kemujurannya’ menentukan pernikahannya, kekayaannya, kebahagiaannya dan kebahagiaan mertua perempuannya, persatuannya dengan Israel, ke-ibu-annya, posisinya sebagai seorang nenek moyang dari Daud dan dari Kristus. Dalam penyebab-penyebab yang kelihatannya begitu tidak penting berasal persoalan-persoalan / hasil-hasil yang paling penting. Demikianlah seringkali terjadi bahwa hubungan keluarga dibentuk, karir profesional ditentukan; tidak, keputusan agamawi bisa dihasilkan / ditimbulkan, pekerjaan seumur hidup untuk Kristus bisa ditetapkan, tujuan kekal dipengaruhi.] - hal 34.

 

Charles Haddon Spurgeon memberikan renungan tentang Rut 2:3, dimana ia berkata sebagai berikut:

“Her hap was. Yes, it seemed nothing but an accidental happenstance, but how divinely was it planned! Ruth had gone forth with her mother’s blessing under the care of her mother’s God to humble but honorable toil, and the providence of God was guiding her every step. Little did she know that amid the sheaves she would find a husband, that he would make her the joint owner of all those broad acres, and that she, a poor foreigner, would become one of the progenitors of the great Messiah. ... Chance is banished from the faith of Christians, for they see the hand of God in everything. The trivial events of today or tomorrow may involve consequences of the highest importance.” [= ‘Kebetulan ia berada’. Ya, itu kelihatannya bukan lain dari pada suatu kejadian yang bersifat kebetulan, tetapi hal itu direncanakan secara ilahi! Rut telah pergi dengan berkat dari ibunya di bawah pemeliharaan / perhatian dari Allah ibunya kepada pekerjaan yang rendah tetapi terhormat, dan Providensia Allah membimbing setiap langkahnya. Sedikitpun ia tidak menyangka bahwa di antara berkas-berkas jelai itu ia akan menemukan seorang suami, bahwa ia akan membuatnya menjadi pemilik dari seluruh tanah yang luas itu, dan bahwa ia, seorang asing yang miskin, akan menjadi salah seorang nenek moyang dari Mesias yang agung. ... ‘Kebetulan’ dibuang dari iman orang-orang Kristen, karena mereka melihat bahwa tangan Allah ada dalam segala sesuatu. Peristiwa-peristiwa remeh dari hari ini atau besok bisa melibatkan konsekwensi-konsekwensi yang paling penting.] - ‘Morning and Evening’, October 25, evening.

 

Karena itu, jangan menyepelekan hal-hal kecil, karena itu bisa mempengaruhi / menghasilkan hal-hal yang sangat besar!

 

3.  Tuhan tidak berhenti menunjukkan kebaikanNya kepada anak-anakNya.

 

Ay 20: “Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: ‘Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setiaNya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.’ Lagi kata Naomi kepadanya: ‘Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.’”.

Catatan: kata-kata yang saya garis-bawahi dan beri warna hijau itu salah terjemahan, dan akan saya jelaskan di bawah.

 

a.  Boas adalah salah seorang yang wajib menebus mereka (ay 20b).

Ay 20b: “Lagi kata Naomi kepadanya: ‘Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.’”.

KJV: one of our next kinsmen [= salah satu dari sanak terdekat kita].

 

Bdk. Im 25:23-28 - “(23) Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagiKu. (24) Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah. (25) Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. (26) Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu, (27) maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya. (28) Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya.’.

 

Jamieson, Fausset & Brown: “‘The man is ... one of our next kinsmen’ - Hebrew, ‘one of our redeemers,’ on whom it devolves to protect us, to purchase our lands, and marry you, the relict of his next kinsman. [= ‘Orang itu adalah … salah satu dari sanak terdekat kita’ - Ibrani, ‘salah satu dari penebus-penebus kita’, pada siapa disampaikan tanggung jawab untuk melindungi kita, untuk membeli tanah kita, dan menikahimu, janda dari sanaknya yang terdekat.].

 

b.      Bagian yang saya garis bawahi itu salah terjemahan.

LAI: “TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setiaNya”.

NIV: ‘The LORD has not stopped showing kindness’ [= TUHAN belum berhenti menunjukkan kebaikanNya].

NASB: the LORD who has not withdrawn his kindness [= TUHAN yang belum menarik kebaikanNya].

 

Jadi, Naomi sadar bahwa semua itu adalah peker­jaan Tuhan. Tadinya Naomi mengira bahwa Tuhan sudah berhenti menunjukkan kebaikanNya (1:13,20,21). Tetapi sekarang, ia tahu bahwa Tuhan masih tetap memberikan kebaikan kepadanya. Kebaikan yang ia maksudkan, bukan­lah sekedar karena ia mendapat makanan dari Rut! Ada sesuatu yang jauh lebih penting! Itu ada dalam ay 20b dimana Naomi mengatakan bahwa Boas adalah salah seo­rang yang wajib menebus mereka.

 

Tadinya semua gelap bagi dia maupun bagi Rut! Elime­lekh mati, dan demikian juga Mahlon dan Kilyon. Lalu mereka menjadi miskin. Sekarang ada titik terang! Rut bertemu dengan Boas dan Boas tertarik kepada Rut!

 

Sekarang Naomi tahu bahwa di dalam kegelapanpun Tuhan tetap menyertai / memimpin mereka.

 

Illustrasi: kalau kita masuk suatu terowongan, maka semua menjadi gelap. Tetapi itu tidak berarti bahwa mataharinya hilang. Ada saatnya kita akan melihat titik terang!

 

Penerapan: apakah saudara sedang menderita? Apakah jalan semua kelihatan gelap? Apakah saudara sudah banyak berdoa dan ternyata Tuhan kelihatannya tidak mempedulikan saudara? Kalau demikian, renungkanlah bagian ini! Baik saudara sadari atau tidak, Tuhan tetap menyertai dan memimpin saudara! Ada saatnya Tuhan akan memberi titik terang kepada saudara! Tetapi, sementara titik terang itu belum saudara lihat, tetaplah percaya kepada Tuhan dalam kegelapan yang bagaimanapun gelapnya. Berjalanlah dengan iman, bukan dengan penglihatan.

 

2Kor 5:7 - “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat -”.

NIV: ‘We live by faith, not by sight’ [= Kita hidup oleh / dengan iman, bukan oleh / dengan penglihatan].

 

Maz 23:1-4 - “(1) TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. (4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.”.

 

 

 

-AMIN-

 


 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali