Eksposisi Kitab Rut

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


RUT 3:1-18

Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu, kita sudah melihat bahwa Naomi dan Rut mengalami saat-saat yang sangat gelap dalam kehidupan mereka. Tetapi, lalu muncul titik terang dalam kehidupan mereka, yaitu dengan munculnya dan tertariknya Boas kepada Rut. Naomi melihat titik terang itu, dan ia yakin itulah kehendak / rencana Allah. Karena itu dalam Rut 2:20, ia memuji Tuhan. Tetapi, tak berarti bahwa ia tak perlu berusaha. Ia berusaha!
 

I. Usaha Naomi:

1. Naomi menyelidiki tentang Boas

Dari mana kita tahu bahwa Naomi menyelidiki tentang Boas? Lihat ay 2! Boas jelas sekali tak pergi ke tempat pengirikan setiap malam. Tetapi Naomi bisa tahu bahwa Boas akan pergi ke sana malam itu! Juga perhatikan ay 18! Naomi bisa tahu sifat Boas sebagai orang yang tak akan berhenti sebelum menyelesaikan suatu perkara!

Dari penyelidikan ini, rupa-rupanya Naomi mendapat kesimpulan bahwa sekalipun Boas tertarik kepada Rut, tetapi Ia ‘sungkan’ kepada Rut. Karena itulah maka Naomi melakukan usaha yang ke 2

2. Naomi menasehati Rut (ay 1-4)

Dalam ay 3, Naomi menyuruh Rut berurap (yaitu memakai minyak wangi) dan juga untuk mengenakan pakaian yang bagus.

Dalam ay 4, Naomi menyuruh Rut untuk:
 

 

II. Apa yang dilakukan oleh Rut:

Dalam ay 5-7 terlihat bahwa Rut mentaati nasehat Naomi dan berbuat persis seperti yang dikatakan oleh Naomi.

Setelah Boas terbangun dan bertanya: "Siapakah engkau?", maka Rut menjawab dalam ay 9:

a. sayap burung. Arti: minta perlindungan

b. kain penutup tempat tidur yang menyelimuti suami istri

Tidak jadi soal yang mana arti yang benar, tetapi kata-kata Rut itu jelas artinya. Ia memohon supaya Boas mengawini dia

Sekarang mungkin perlu kita teliti, apakah usaha yang dilakukan oleh Naomi dan Rut ini termasuk dosa atau tidak

Sebetulnya tidak ada salahnya bahwa seorang perempuan bertindak agresif (kecuali kebudayaan / kebiasaan setempat menganggap hal itu sebagai sesuatu yang negatif). Tetapi, bagaimana dengan mendatangi seorang laki-laki yang sedang tidur, menyingkapkan selimutnya dan tidur di sana? Dosakah hal ini?

Ada orang-orang yang menganggap tidak dosa, karena hal itu adalah tradisi!

Kalau memang hal itu adalah tradisi, maka mungkin sekali hal itu memang tak bisa disalahkan. Tetapi, betulkah bahwa hal itu adalah tradisi? Dalam bagian lain dari Kitab Suci, tidak pernah ada peristiwa seperti itu. Juga dalam buku-buku tentang tradisi Israel, hal seperti itu tak pernah ada!

Jadi, haruslah disimpulkan bahwa hal itu adalah sesuatu yang kelewat batas. Dan hal itu pasti punya resiko yang besar (ay 14)

Apa yang mereka lakukan disini adalah ‘membantu Tuhan dengan caranya sendiri yang adalah cara duniawi’. Ini sama dengan yang dilakukan oleh Abram dan Sarai dalam Kej 16, dimana mereka ‘membantu Tuhan’ supaya bisa memberikan anak dengan cara menjadikan Hagar sebagai istri Abram. Ini juga sama dengan yang dilakukan oleh Yakub dan Ribka, pada waktu mereka menipu Ishak untuk mendapatkan berkat (Kej 27)
 

III. Reaksi Boas:

1. Dalam ay 8 dikatakan bahwa Boas terkejut, lalu bangun. Lalu dikatakan bahwa Boas ‘meraba-raba sekelilingnya’. Ini salah terjemahan. Seharusnya terjemahannya adalah ‘he turned’ (= ia berbalik). Lalu ia bertanya: "Siapakah engkau?"

2. Setelah ia tahu bahwa itu adalah Rut, dan setelah ia mendengar bahwa Rut memohon supaya ia mengawini Rut, maka Boas lalu mengucapkan ay 10-11:
 

 

Dari kata-kata Boas yang memuji-muji Rut ini terlihat dengan jelas bahwa Boas senang kepada Rut. Kalau ia tak senang kepada Rut, maka melihat tindakan Rut yang kelewat batas itu, pasti ia akan marah dan mengusir Rut

Bagi Boas, apa yang dilakukan oleh Rut adalah ‘titik terang’!

3. Melihat titik terang ini, Boas tidak pasif saja, tetapi ia berusaha. Ia berusaha untuk mengawini Rut, tetapi Boas melakukan usahanya dengan memperhatikan ‘aturan mainnya’ (ay 13)

4. Selanjutnya, Boas lalu menasehati Rut (ay 14)

Ayat itu menunjukkan bahwa Boas tak hanya memperhatikan kesucian di hadapan Allah saja, tetapi juga di hadapan manusia. Bagaimana dengan sdr?

Juga Boas menasehatkan seperti itu, karena ia tak mau nama baik Rut menjadi tercemar, karena ia melihat adanya kemungkinan Rut diambil menjadi istri oleh penebus yang lain (yang lebih berhak dari Boas). Sebetulnya, kalau nama baik Rut tercemar, maka lebih kecil kemungkinannya bahwa penebus yang lebih dekat itu mau menebus, sehingga lebih besar kemungkinannya bagi Boas untuk bisa mengawini Rut. Tetapi Boas tak mau menggunakan cara-cara duniawi yang kotor!
 

Kesimpulan:

Baik Naomi / Rut, maupun Boas sama-sama melihat titik terang. Mereka sama-sama berusaha. Mereka sama-sama berserah (Naomi dalam ay 18, Boas dalam ay 13).

Tetapi tetap ada perbedaan di antara mereka! Naomi dan Rut melakukan usaha yang kelewat batas, tetapi Boas tidak!

Bagaimana dengan sdr? Kalau sdr berusaha untuk melakukan sesuatu, apakah sdr melakukannya dengan mempedulikan batasan-batasan FT seperti Boas, atau sdr melakukannya tanpa mempedulikan batasan-batasan FT seperti Naomi / Rut?
 

-AMIN-


Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali