(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 3 Januari 2008, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(8:
7064-1331 / 6050-1331)
Zakh 3:1-10 - “(1) Kemudian ia
memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN
sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. (2) Lalu
berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: ‘TUHAN kiranya menghardik
engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!
Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?’ (3) Adapun Yosua
mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu, (4)
yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: ‘Tanggalkanlah
pakaian yang kotor itu dari padanya.’ Dan kepada Yosua ia berkata: ‘Lihat,
dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan
kepadamu pakaian pesta.’ (5) Kemudian ia berkata: ‘Taruhlah serban tahir
pada kepalanya!’ Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan
mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ. (6) Lalu
Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya: (7) ‘Beginilah
firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan
dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah
rumahKu dan mengurus pelataranKu, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke
antara mereka yang berdiri melayani di sini. (8) Dengarkanlah, hai imam besar
Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu - sungguh kamu
merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hambaKu,
yakni Sang Tunas. (9) Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada
Yosua - satu permata yang bermata tujuh - sesungguhnya Aku akan mengukirkan
ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan
menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja. (10) Pada hari itu,
demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan
mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.’”.
Ay 1: “Kemudian
ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN
sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia”.
Ada
berapa ‘orang’ yang hadir dalam persidangan ini.
1) Yosua, imam besar, sebagai terdakwa yang bersalah.
Jamieson, Fausset & Brown: “Joshua
as high priest (Hag. 1:1) represents ‘Jerusalem’ (Zech. 3:2), or the
elect people, put on its trial” [= Yosua imam besar (Hag 1:1) mewakili
‘Yerusalem’ (Zakh 3:2), atau orang-orang pilihan, yang disidang].
2) Iblis, sebagai pendakwa.
Ay
1 mengatakan bahwa Iblis berdiri di sebalah kanan terdakwa / Yosua. Pendakwa
memang biasanya berdiri di sebelah kanan terdakwa (bdk. Maz 109:6).
‘Mendakwa’
memang merupakan aktivitas Iblis.
Wah 12:10
- “Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: ‘Sekarang telah
tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang
diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita,
yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita”.
3) Malaikat Tuhan / Allah sendiri, yang membela /
membenarkan terdakwa.
Ay 2: “Lalu
berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu:
‘TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem,
kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari
api?’”.
a)
Kata-kata ‘Malaikat TUHAN’ di awal ay 2 ini salah;
seharusnya tak ada kata ‘Malaikat’, jadi yang ada hanya ‘TUHAN’.
Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan Kitab Suci bahasa Inggris di bawah ini.
KJV: ‘And the LORD said unto Satan’ (= Dan TUHAN
berkata kepada Iblis).
RSV/NASB: ‘And the LORD said to Satan’ (= Dan TUHAN
berkata kepada Iblis).
NIV: ‘The LORD said to Satan’ (= TUHAN
berkata kepada Iblis).
1.
Jadi, dalam ay 1 Ia disebut sebagai ‘Malaikat TUHAN’, tetapi
dalam ay 2 ini Ia disebut sebagai ‘TUHAN’. Ini menunjukkan bahwa
kata-kata ‘Malaikat TUHAN’ dan ‘TUHAN’ digunakan secara interchangeable
(= bisa dibolak-balik), dan ini menunjukkan bahwa ‘Malaikat TUHAN’
itu adalah ‘TUHAN’ sendiri.
2. Juga ay 2 ini kelihatannya menunjukkan bahwa ada lebih
dari 1 TUHAN.
Ay 2: “Lalu
berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: ‘TUHAN kiranya menghardik
engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!
Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?’”.
b) Pembelaan TUHAN
terhadap Yosua.
1. Ay 2a:
“Lalu
berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: ‘TUHAN kiranya menghardik
engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik
engkau!”.
Wycliffe
Bible Commentary: “‘The Lord that hath chosen Jerusalem.’ Messiah
called down the rebuke of the Father on Satan, not because Israel was righteous,
not because Satan had exaggerated his claims, not because the nation had already
suffered in the fire of exile, but because God had made an eternal and immutable
choice of Israel out of love for her (cf. Rom 9:16; 11:5). A brand plucked out
of the fire. The figure is used of Israel, because, although she had been under
God’s hand of chastening, he still had future purposes of blessing for the
world through her” [= ‘TUHAN, yang memilih Yerusalem’. Mesias
memanggil turun hardikan dari Bapa kepada Iblis, bukan karena Israel benar,
bukan karena Iblis melebih-lebihkan tuntutan / tuduhannya, bukan karena bangsa
itu telah menderita dalam api pembuangan, tetapi karena Allah telah membuat
pemilihan yang kekal dan tak berubah terhadap Israel karena kasihNya kepadanya
(bdk. Ro 9:16; 11:5)].
Ro 9:16
- “Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang,
tetapi kepada kemurahan hati Allah”.
Ro 11:5
- “Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan
kasih karunia”.
2. Ay 2b:
“Bukankah
dia ini puntung yang telah ditarik dari api?’”.
Wycliffe
Bible Commentary: “‘A brand plucked out of the fire.’ The figure is
used of Israel, because, although she had been under God’s hand of chastening,
he still had future purposes of blessing for the world through her” (=
‘Puntung yang telah ditarik dari api’. Gambaran ini digunakan tentang
Israel, karena sekalipun ia telah mengalami tangan Allah yang menghajar, ia
tetap mempunyai tujuan-tujuan berkat yang akan datang bagi dunia melaluinya).
Matthew
Henry: “Note,
those that belong to Christ have him ready to appear vigorously for them when
Satan appears most vehement against them” (= Perhatikan, mereka yang
adalah milik Kristus mempunyai Dia sebagai seseorang yang siap untuk muncul
dengan penuh semangat untuk mereka pada waktu Iblis tampil secara paling
berapi-api menentang mereka).
Bdk.
1Yoh 2:1-2 - “(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,
supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita
mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2)
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja,
tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”.
Barnes’
Notes: “Joshua
then is acquitted, not because the accusation of Satan was false, but out of the
free love of God for His people and for Joshua in it and as its representative.
‘Who shall lay anything to the charge of God’s elect? It is God that
justifieth. Who is he that condemneth?’ (Rom. 8:33-34)” [= Jadi, Yosua
dibebaskan, bukan karena tuduhan Iblis itu salah, tetapi dari kasih yang
cuma-cuma dari Allah bagi umatNya dan bagi Yosua di dalamnya dan sebagai
wakilnya. ‘Siapa yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allahlah yang
membenarkan. Siapa dia yang mengecam / menghukum?’ (Ro 8:33-34)].
Ro 8:33-34
- “(33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah,
yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (34) Kristus
Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga
duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?”.
Catatan: bagian yang saya garis bawahi seharusnya tidak
berbentuk suatu pertanyaan, tetapi suatu pernyataan. Bandingkan dengan
terjemahan KJV di bawah ini.
KJV: ‘(33) Who shall lay any thing to the charge of God's elect? It
is God that justifieth. (34) Who is he that condemneth? It is Christ that
died, yea rather, that is risen again, who is even at the right hand of God,
who also maketh intercession for us’ (= Siapa yang menggugat orang-orang
pilihan Allah? Allahlah yang membenarkan. Siapakah yang akan menghukum
mereka? Kristuslah yang telah mati, bahkan, yang telah bangkit kembali,
yang bahkan ada di sebelah kanan Allah, yang juga melakukan syafaat bagi kita).
Ay 3-5: “(3)
Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan
Malaikat itu, (4) yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya:
‘Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.’ Dan kepada Yosua ia
berkata: ‘Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku
akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.’ (5) Kemudian ia berkata: ‘Taruhlah
serban tahir pada kepalanya!’ Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya
dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ”.
1) Pakaian yang kotor merupakan simbol dari dosa.
Barnes’
Notes: “The
‘filthy garment,’ as defilement generally, is, in Scripture, the symbol of
sin” (= Pakaian kotor, seperti kotoran / kecemaran pada umumnya, dalam
Kitab Suci merupakan simbol dari dosa).
Bdk.
Yes 64:6 - “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan
segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti
daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”.
Jamieson, Fausset & Brown: “‘Now
Joshua was clothed with filthy garments.’ - symbol of sin (Prov. 30:12; Isa.
4:4; 64:6); proving that it is not on the ground of His people’s righteousness
that He accepts them” [= Yosua berpakaian pakaian kotor, yang merupakan
simbol dari dosa (Amsal 30:12; Yes 4:4; 64:6); membuktikan bahwa
bukanlah berdasarkan kebenaran umatNya Ia menerima mereka].
Bandingkan
dengan:
·
Ro 9:30-10:3
- “(9:30) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa
bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu
kebenaran karena iman. (9:31) Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum
yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. (9:32)
Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena
perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, (9:33) seperti ada tertulis:
‘Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu
sandungan, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.’ (10:1)
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka
diselamatkan. (10:2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa
mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
(10:3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena
mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak
takluk kepada kebenaran Allah”.
·
Gal 2:16
- “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena
melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.
Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan
oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat.
Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum
Taurat”.
·
Fil 3:8-9
- “(8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus
Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah
melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
(9) dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati
hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada
Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan”.
Bandingkan
dengan kata-kata Yesaya Pariadji di bawah ini:
¨
Pdt.
Drs. Yesaya Pariadji: “tangan
Tuhan Yesus menunjuk suatu buku yang sangat besar, ... saya mendengar kalimat,
suaraNya: Pariadji, lihat ... namamu tercacat di Sorga sebagai warga Kerajaan
Sorga ... Satu halaman dengan istrimu, Etty Darniaty ... Mengapa nama saya
dan nama istri saya tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga? Kalimat yang
kedua, Tuhan Yesus berkata kepada saya: Karena kamu bisa menjadi seorang imam
yang kudus di dalam rumah tanggamu” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I,
hal 8.
¨
Pdt.
Drs. Yesaya Pariadji: “Saya
dan istri memang tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga. Kami memperoleh janji
yang sangat indah, kami dijanjikan akan diundang ke Sorga, karena kami
berjanji hidup yang suci di dalam rumah tangga kami” - ‘Majalah Tiberias’,
Edisi IV / Tahun II, hal 6.
2) Yosua tak bisa berbuat apa-apa untuk membereskan keadaan
tersebut.
Wycliffe
Bible Commentary: “‘Take away the filthy garments.’ Joshua was
powerless to remedy the condition; he could do nothing to cleanse himself”
(= ‘Tanggalkanlah
pakaian yang kotor itu dari padanya’. Yosua tak berdaya untuk memperbaiki
keadaan itu; ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membersihkan dirinya sendiri).
Ini
merupakan sesuatu yang harus dicamkan. Seandainya Allah tidak melakukan apa-apa
berkenaan dengan dosa kita, kita tidak berdaya melakukan apapun untuk
memperbaiki keadaan kita yang berdosa!
3) Allah yang bertindak untuk membela / membenarkan Yosua.
Ay 4:
“yang
memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: ‘Tanggalkanlah
pakaian yang kotor itu dari padanya.’ Dan kepada Yosua ia berkata: ‘Lihat,
dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan
kepadamu pakaian pesta.’”.
Adam
Clarke: “they
were sinful, and the priesthood defiled by idolatry; and nothing but the
mercy of God could save them” (= mereka berdosa, dan keimaman dikotori
oleh penyembahan berhala; dan tidak ada apapun kecuali belas kasihan Allah
yang bisa menyelamatkan mereka).
Matthew
Henry: “Joshua
presented himself before the Lord in his filthy garments, ... Christ loathed the
filthiness of Joshua’s garments, yet did not put him away, but put them
away” (= Yosua menampilkan dirinya sendiri di hadapan TUHAN dengan pakaian
kotor, ... Kristus jijik / benci terhadap kekotoran pakaian Yosua, tetapi ia
tidak membuang Yosua melainkan pakaiannya).
Ada
2 hal yang dilakukan Kristus terhadap imam besar Yosua:
a) Pakaian kotor itu
dibuang. Ini menunjuk pada dosa yang diampuni.
b)
Ia diberi pakaian baru / pesta yang bersih. Ini kebenaran Kristus yang
diberlakukan kepadanya.
Bandingkan
dengan ayat-ayat ini:
·
Yes 61:10
- “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku,
sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah
kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan
kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya”.
·
Wah 3:17-18
- “(17) Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku
dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau
melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (18) maka Aku menasihatkan
engkau, supaya engkau membeli dari padaKu emas yang telah dimurnikan dalam api,
agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian
putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu
yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat
melihat”.
Jadi,
ada dua hal yang terjadi pada orang yang percaya kepada Kristus:
1. Dosa-dosanya
disucikan / diampuni semuanya oleh darah Kristus.
2.
Kebenaran hidup Kristus diberlakukan kepadanya, sehingga di hadapan Allah
ia dianggap sebagai orang benar.
4) Yosua dikembalikan pada jabatan imam besar.
Adam
Clarke mengatakan bahwa pemberian serban menunjukkan bahwa Allah telah
memperbaharui Yosua untuk jabatan imam, karena serban ini merupakan salah satu
dari pakaian imam besar pada waktu ia masuk ke Ruang Suci / Maha Suci.
Kel 28:4
- “Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis,
kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka
harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya
ia memegang jabatan imam bagiKu”.
Bdk. ay 6-7: “(6)
Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya: (7) ‘Beginilah
firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan
dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah
rumahKu dan mengurus pelataranKu, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke
antara mereka yang berdiri melayani di sini”.
Ay 8-10: “(8)
Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di
hadapanmu - sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan
mendatangkan hambaKu, yakni Sang Tunas. (9) Sebab sesungguhnya permata yang
telah Kuserahkan kepada Yosua - satu permata yang bermata tujuh - sesungguhnya
Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja. (10) Pada
hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan
mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.’”.
1) Mesias / Kristus.
a) Ia disebut
‘hamba’, dan ‘tunas / cabang’.
Wycliffe
Bible Commentary: “Both Servant and Branch are designations in the OT for
the Messiah. See Isa 42:1; 52:13; Ezek 34:23-24; Isa 4:2; Jer 23:5. The humanity
and humility of the Messiah are emphasized” (= Baik ‘Hamba’ maupun
‘cabang’ merupakan penandaan PL bagi Mesias. Lihat Yes 42:1; 52:13; Yeh
34:23-24; Yes 4:2; Yer 23:5. Kemanusiaan dan kerendahan hati dari Mesias
ditekankan).
Yes 42:1
- “Lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu, yang kepadanya
Aku berkenan. Aku telah menaruh RohKu ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum
kepada bangsa-bangsa”.
Yes 52:13
- “Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan,
disanjung dan dimuliakan”.
Yes 4:2
- “Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi
kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi
orang-orang Israel yang terluput”.
Yes 11:1
- “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh
dari pangkalnya akan berbuah”.
Yer 23:5-6
- “(5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa
Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai
raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6)
Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram;
dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN - keadilan kita”.
Matthew
Henry: “He
is God’s servant, employed in his work, obedient to his will, and entirely
devoted to his honour and glory. ... He is the branch from which all our fruit
must be gathered” (= Ia adalah pelayan / hamba Allah, mengerjakan
pekerjaanNya, taat pada kehendakNya, dan sepenuhnya dibaktikan bagi kehormatan
dan kemuliaanNya. ... Ia adalah cabang dari mana semua buah kita harus
dikumpulkan).
b)
Ia juga disebut ‘batu’.
Kata
‘permata’ dalam Kitab Suci Indonesia (ay 9), seharusnya adalah ‘batu’.
Wycliffe
Bible Commentary: “‘The stone.’ This is a third name of Messiah (cf. Ps
118:22; Mt 21:42; 1 Pet 2:6)” [= ‘Batu’. Ini merupakan nama ketiga
dari Mesias (bdk. Maz 118:22; Mat 21:42; 1Pet 2:6)].
Maz 118:22
- “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu
penjuru”.
Mat 21:42
- “Kata Yesus kepada mereka: ‘Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal
itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita”.
1Pet 2:6
- “Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan di
Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang
percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.’”.
Adam
Clarke: “This
means Christ, and none other; on him his whole church rests, as a building does
on its foundation” (= Ini berarti Kristus, dan tidak ada yang lain; pada
Dia seluruh Gereja bersandar / terletak, seperti sebuah bangunan bersandar /
terletak pada fondasinya).
2) Allah menghapuskan dosa melalui Mesias / Kristus.
Ay 9: “Sebab
sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua - satu permata yang
bermata tujuh - sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah
firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam
satu hari saja”.
Adam
Clarke: “what
was this engraving? Was it not the following words? ‘I will remove the
iniquity of that land in one day;’ and was not this when Jesus Christ expired
upon the cross?” (= apakah pengukiran ini? Bukankah itu adalah kata-kata
selanjutnya? ‘Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari
saja’; dan bukankah ini terjadi pada waktu Yesus Kristus mati di kayu salib?).
Barnes’
Notes: “‘And
I will remove the iniquity of the land in one day.’ On ‘one day’ in the
year was the typical atonement; in one day absolutely, God Himself would make
the iniquity of that land to depart. ... Year by year came the day of atonement:
its yearly repetition showed that nothing lasting was effected. On ‘one day’
that removal should be, which needed no renewal ... A Jewish writer confessed
the mystery, while he said, (Rashi), ‘One day; I know not what that day is.’
Ask any Christian child, ‘On what day was iniquity removed, not from the land
only, but from all lands?’ he would say, ‘On the day when Jesus died.’”
[= ‘Dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja’.
Pada ‘satu hari’ dalam 1 tahun merupakan TYPE dari penebusan; dalam satu
hari secara mutlak, Allah sendiri akan membuat kesalahan dari negeri itu hilang.
... Tahun demi tahun tibalah hari raya penebusan: pengulangan tahunan itu
menunjukkan bahwa tak ada hasil yang menetap. Pada ‘satu hari’ penyingkiran
itu harus terjadi, yang tidak membutuhkan pengulangan ... Seorang penulis Yahudi
mengakui hal itu sebagai suatu misteri pada waktu ia (Rashi) berkata: ‘Satu
hari; aku tidak tahu hari apa itu’. Tanyakan kepada anak Kristen yang manapun,
‘Pada hari mana kesalahan disingkirkan, bukan hanya dari negeri itu, tetapi
dari semua negeri?’ maka ia akan mengatakan: ‘Pada hari pada waktu Yesus
mati’.].
Bandingkan
dengan:
·
Ibr 9:24-26
- “(24) Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan
manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam
sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. (25) Dan Ia
bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diriNya sendiri, sebagaimana
Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan
darahnya sendiri. (26) Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita
sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja
menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya”.
·
Ibr 10:1-4,10-14
- “(1) Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan
yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu
dengan korban yang sama, yang setiap
tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin
menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. (2) Sebab jika
hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka
yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali
untuk selama-lamanya. (3) Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap
tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. (4) Sebab tidak mungkin darah
lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. ... (10) Dan karena
kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu
kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (11)
Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama
sekali tidak dapat menghapuskan dosa. (12) Tetapi Ia, setelah
mempersembahkan hanya satu korban saja
karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, (13) dan
sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuhNya akan dijadikan
tumpuan kakiNya. (14) Sebab oleh satu
korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia
kuduskan”.
3) Umat Tuhan.
Ay 10: “Pada
hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan
mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.’”.
a) Ini menunjukkan
damai, keamanan dan kemakmuran.
Jamieson, Fausset & Brown: “Undisturbed
peace, security, and prosperity, are the final fruits of Messiah’s work of
redemption (Zech. 3:10). Already the believer has inward peace, even in the
midst of outward troubles. At last the universal Church in the new heavens and
the new earth shall enjoy outward as well as inward peace and blessedness”
[= Damai yang tak terganggu, keamanan, dan kemakmuran, merupakan buah-buah akhir
dari pekerjaan penebusan Mesias (Zakh 3:10). Orang percaya sudah mempunyai damai
dalam hati bahkan di tengah-tengah kesukaran-kesukaran luar. Pada akhirnya
Gereja universal di langit dan bumi yang baru akan menikmati damai dan berkat di
dalam dan di luar].
Renungkan:
apakah saudara sudah mempunyai damai karena percaya kepada Yesus?
b) Kata ‘mengundang’
menunjuk pada penginjilan.
Adam
Clarke: “‘Shall
ye call every man his neighbour.’ ... Everyone shall be inviting and
encouraging another to believe on the Lord Jesus Christ; and thus taste and see
that God is good” (= ‘setiap orang dari padamu akan emngundang
temannya’. ... Setiap orang akan mengundang dan mendorong yang lain untuk
percaya kepada Tuhan Yesus Kristus; dan dengan demikian merasakan dan melihat
bahwa Allah itu baik).
Penerapan: apakah saudara memberitakan Injil? Maukah
melakukannya?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali