hari pentakosta
(Rungkut
Megah Raya, blok D no 16)
Minggu,
tgl 31 Mei 2020, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Parakletos
YOHANES 14:16-18
Yoh 14:16-18
- “(16)
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong
yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17) yaitu Roh Kebenaran.
Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak
mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam
di dalam kamu. (18) Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku
datang kembali kepadamu.”.
Ini
jelas merupakan suatu nubuat tentang Roh Kudus. Dalam ay 16 Roh Kudus
disebut dengan istilah ‘Penolong’, dalam bahasa Yunaninya adalah PARAKLETOS.
I) Sebutan PARAKLETOS.
1)
Sebutan PARAKLETOS ini juga digunakan untuk Yesus dalam 1Yoh 2:1.
1Yoh
2:1 - “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan
berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara
pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”.
Di
sini Kitab Suci Indonesia menterjemahkan dengan istilah ‘Pengantara’,
tetapi NASB/KJV/RSV/NKJV menterjemahkan ‘advocate’ [= Pengacara /
Pembela].
2)
Roh Kudus disebut ‘seorang Penolong (PARAKLETOS) yang lain’
(ay 16).
a) Mokoginta menyoroti
kata ‘seorang’ ini dan mengatakan bahwa ini adalah orang, dan
karena itu cocok untuk menunjuk kepada Muhammad. Tetapi ini merupakan penafsiran
tolol yang dipaksakan, karena kata ‘seorang’ itu sebetulnya tidak ada. Bandingkan dengan
terjemahan-terjemahan dari Alkitab bahasa Inggris di bawah ini.
KJV/ASV:
“another Comforter” [= seorang
Penghibur yang lain].
RSV/NIV:
“another Counselor” [= seorang
Penasehat yang lain].
NASB/NKJV:
“another Helper” [= seorang
Penolong yang lain].
b) ‘yang lain’.
Ada
2 kata bahasa Yunani yang berarti ‘yang lain’
[= another], yaitu ALLOS dan HETEROS. Tetapi kedua kata ini ada bedanya.
W.
E. Vine:
“ALLOS ... denotes another of the same sort; HETEROS
... denotes another of a different sort.” [= ALLOS ... menunjuk pada yang lain dari jenis yang sama; HETEROS ...
menunjuk pada yang lain dari jenis yang berbeda.] - ‘An
Expository Dictionary of New Testament Words’, hal 52.
Illustrasi:
Di sini ada 1 gelas Aqua. Kalau saya menginginkan 1 gelas Aqua ‘yang
lain’,
yang sama dengan yang ada di sini, maka saya akan menggunakan kata ALLOS. Tetapi
kalau saya menghendaki 1 gelas ‘yang lain’,
yang berbeda dengan yang ada di sini, misalnya Coca Cola, maka saya harus
menggunakan kata HETEROS, bukan ALLOS.
Kata
Yunani yang diterjemahkan ‘yang lain’
dalam Yoh 14:16 bukanlah HETEROS, tetapi ALLOS. Andaikata yang digunakan
adalah HETEROS, maka itu akan menunjukkan adanya perbedaan sifat antara Yesus
dan Roh Kudus, sehingga bisa saja Yesusnya sabar sedangkan Roh Kudusnya tidak,
atau Yesus adalah Allah dan seorang yang berpribadi, sedangkan Roh Kudus
bukan. Tetapi karena kata Yunani yang digunakan adalah ALLOS, ini menunjukkan
bahwa Roh Kudus, sekalipun adalah PARAKLETOS yang
lain dari pada Yesus, tetapi mempunyai sifat-sifat yang sama dengan
Yesus.
Karena
itu dalam komentarnya tentang ayat ini William Hendriksen mengatakan tentang Roh
Kudus sebagai berikut: “He is
another Helper, not a different Helper. The word another
indicates one like myself, who will take my place, do my work. Hence, if Jesus
is a person, the Holy Spirit must also be a person.” [= Ia adalah Penolong yang lain, bukan Penolong yang berbeda.
Kata yang lain menunjukkan seseorang seperti Aku sendiri, yang akan
mengambil tempatKu, melakukan pekerjaanKu. Jadi, jika Yesus adalah seorang
pribadi, Roh Kudus harus juga adalah seorang pribadi.] - hal 275.
William
Hendriksen melanjutkan dengan berkata: “For the same reason, if Jesus is divine, the Spirit, too, must be
divine.” [= Dengan
alasan yang sama, jika Yesus bersifat ilahi / adalah Allah, Roh (Kudus) juga harus bersifat ilahi / adalah Allah.] - hal 275.
Kesimpulan:
sama seperti Yesus, Roh Kudus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah seorang
pribadi. Ini penting untuk saudara camkan khususnya pada waktu menghadapi
Saksi-Saksi Yehuwa, yang menganggap Roh Kudus hanya sebagai ‘kuasa Allah’,
dan dengan demikian tidak mempercayai keilahian maupun kepribadian Roh Kudus.
Ini
juga bisa diterapkan melawan ajaran Islam yang menganggap bahwa ini merupakan
nubuat yang menunjuk kepada Muhammad. Muhammad bukan Allah, dan karena itu
nubuat ini tidak cocok untuk dia. Akan lebih tidak cocok lagi dengan Muhammad,
kalau kita melihat hal-hal lain dalam nubuat ini. Untuk itu mari kita melihat
text kita sekali lagi.
Yoh 14:16-18
- “(16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17)
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak
melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia
menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (18) Aku tidak akan
meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”.
1.
Ia dikatakan adalah ‘Roh Kebenaran’
(ay 17).
Kata-kata
Masyhud bahwa Muhammad mempunyai roh, sama sekali berbeda dengan kata-kata dari
ayat ini yang menyatakan bahwa Ia adalah ‘Roh’.
2.
‘Ia
menyertai kamu (orang-orang kristen) selama-lamanya’
(ay 16b).
Kontext
jelas menunjukkan bahwa kata ‘kamu’
menunjuk kepada murid-murid Yesus / orang-orang kristen. Muhammad tidak mungkin
menyertai orang-orang kristen, lebih-lebih untuk selama-lamanya!
Penafsiran
Masyhud yang mengatakan bahwa ‘ajaran Muhammad’ menyertai kamu
selama-lamanya, lagi-lagi merupakan suatu penafiran yang menggelikan!
3.
Ia ‘akan diam di dalam kamu’ (ay 17b).
Ini
tidak mungkin dilakukan oleh Muhammad, dan hanya bisa dilakukan oleh Roh Kudus.
c)
‘Penolong’.
Ini
diterjemahkan dari kata Yunani PARAKLETOS.
Kata
PARAKLETOS muncul 5 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam Yoh 14:16
Yoh 14:26 Yoh 15:26
Yoh 16:7 1Yoh 2:1,
dan diterjemahkan secara berbeda-beda oleh versi Kitab Suci yang berbeda.
Yoh 14:16
Yoh 14:26
Yoh 15:26
Yoh 16:7
1Yoh 2:1
KS
Ind Penolong
Penghibur Penghibur
Penghibur Pengantara
NASB
Helper
Helper
Helper
Helper
Advocate
NKJV
Helper
Helper
Helper
Helper
Advocate
KJV
Comforter
Comforter
Comforter
Comforter
Advocate
RSV
Counselor Counselor
Counselor Counselor
Advocate
NIV
Counselor Counselor
Counselor Counselor
One who speaks in
our defense
Keterangan
/ terjemahan:
Helper
= Penolong.
Comforter
= Penghibur.
Counselor
= Penasehat.
Advocate
= Pengacara / Penasehat hukum.
One
who speaks in our defense = Seseorang yang berbicara untuk membela kita.
Arti
kata PARAKLETOS sebenarnya adalah ‘orang yang dipanggil untuk membantu kita’.
Dalam hal hukum, ini menunjuk pada ‘pengacara / penasehat hukum / pembela’,
dan dalam hal sehari-hari ini menunjuk pada ‘penasehat / penghibur / penolong’.
II) Roh Kudus sebagai Pengacara dan Penghibur.
A) Ada yang beranggapan bahwa
arti terkuat dari kata PARAKLETOS adalah ‘pengacara / pembela’.
1) Perlu diketahui bahwa
sekalipun Roh Kudus disebut sebagai Pengacara / Pembela kita, tetapi Roh Kudus
tidak menjadi Pengacara / Pembela bagi kita terhadap tuduhan dari Allah /
hukum Tuhan. Untuk tuduhan ini, Yesuslah Pengacara / Pembelanya.
1Yoh 2:1
- “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,
supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai
seorang pengantara (PARAKLETOS) pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”.
Jadi,
setiap kali Allah melihat kita berdosa, dan menuduh / menganggap kita melanggar
hukum, maka Yesus akan berkata: ‘Bapa, Aku telah mati disalib untuk menebus dosa
itu’.
Ini menyebabkan Bapa tidak bisa lagi menuduh kita / orang percaya!
Catatan:
awas, jangan menjadikan ini sebagai alasan untuk sembarangan berbuat dosa
(mentang-mentang mempunyai Yesus sebagai Pengacara). Baca 1Yoh 2:1 itu
sekali lagi, maka saudara akan melihat bahwa pada bagian awalnya rasul Yohanes
melarang kita berbuat dosa, dan baru setelah itu ia mengatakan bahwa kalau kita
(toh) berbuat dosa / jatuh ke dalam dosa, kita mempunyai Yesus sebagai Pengacara
/ Pembela.
1Yoh
2:1 - “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada
kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai
seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”.
2) Roh Kudus menjadi
Pengacara / Pembela bagi kita
terhadap dunia, yaitu pada saat kita diejek, diserang, dianiaya dsb. Sebetulnya
Ia bukan menjadi Pengacara bagi kita tetapi Ia menjadi Pengacara di
dalam diri kita dengan memberikan kata-kata kepada kita untuk melakukan
pembelaan terhadap serangan dari dunia. Bdk.
Mat 10:18-20 / Luk 21:14-15
Kis 2:13-40 Kis 4:8-13
Kis 6:9-10.
Mat 10:18-20
- “(18) Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan
raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak
mengenal Allah. (19) Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan
bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan
dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (20) Karena bukan kamu yang
berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”.
Kis
6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut
jemaat orang Libertini - anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari
Kirene dan dari Aleksandria - bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia
dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, (10) tetapi mereka
tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.”.
3) Roh Kudus menjadi
Pengacara di dalam diri kita menghadapi tuduhan setan.
Salah
satu nama dari Setan dalam Kitab Suci adalah DIABOLOS. Dari kata DIABOLOS itulah
diturunkan kata bahasa Inggris ‘devil’, yang berarti ‘an
accuser’ [= penuduh, pendakwa] atau ‘a slanderer’ [=
pemfitnah].
Setan
memberikan bermacam-macam dakwaan:
a) Setan mendakwa
manusia di hadapan Allah (Ayub 1:6-11
2:1-5 Wah 12:9-10
Zakh 3:1-dst).
b) Setan mendakwa Allah
di depan manusia (Kej 3:1-5).
Karena
itu kalau dalam hati / pikiran saudara muncul suatu pemikiran yang jelek tentang
Allah (misalnya bahwa Allah tidak peduli kepada saudara, Allah tidak kasih,
Allah benci kepada saudara, dsb), sadarilah bahwa setan sedang mendakwa Allah
dalam pikiran saudara. Maukah saudara percaya kepada setan, yang adalah bapa
segala dusta?
c) Setan mendakwa
manusia di dalam hatinya sendiri.
Memang
‘tuduhan berdosa’ dalam hati kita bisa datang dari Allah / Roh Kudus. Tetapi
bisa juga datang dari setan. Bagaimana membedakannya? Kalau datang dari Allah,
pasti akan hilang begitu kita bertobat dan mengakui dosa dengan sungguh-sungguh,
karena tujuan Tuhan menuduh kita adalah untuk mempertobatkan kita. Tetapi kalau
datang dari setan, maka hal ini tidak akan hilang sekalipun kita sudah menyesali
dosa / bertobat, karena tujuan setan adalah untuk menghancurkan kita.
Tuduhan
setan ini menyebabkan orang yang sudah betul-betul menyesali / bertobat dari
dosanya, tetap merasa sedih, dan bahkan bisa ‘binasa dalam kesedihan’
(bdk. 2Kor 2:5-11 2Kor 7:10
Mat 27:3-5).
Warren
W. Wiersbe: “See how
subtle and merciless Satan really is. Before we sin - while he is tempting us -
he whispers, ‘You can get away with this!’
Then after we sin, he shouts at us, ‘You will never get away with
this!’” [= Lihatlah
betapa licik dan tak-berbelas-kasihannya setan itu. Sebelum kita berbuat dosa -
pada saat ia masih mencobai kita - ia berbisik, ‘Kamu bisa meloloskan diri
dengan ini!’. Lalu setelah kita berbuat dosa, ia berteriak pada kita, ‘Kamu
tidak akan pernah lolos dengan ini!’].
Tuduhan
/ dakwaan setan terhadap orang yang sudah mengakui dan menyesali dosanya ini
menyebabkan orang itu merasakan ‘guilty feeling’ [= perasaan
bersalah] yang tidak semestinya. Ini khususnya sering muncul pada saat:
1. Berdoa / bersaat
teduh.
2. Mau mengikuti
Perjamuan Kudus!
3. Melayani Tuhan.
Setan
akan mendakwa kita sedemikian rupa sehingga sekalipun kita sudah mengakui dosa
dan menyesalinya dengan sungguh-sungguh, kita lalu merasa tidak layak untuk
berdoa / bersekutu dengan Tuhan, ikut Perjamuan Kudus, maupun melayani Tuhan.
Dakwaan seperti ini bisa membuat kita sangat menderita / putus asa, dsb.
Terhadap
dakwaan semacam inilah Roh Kudus berperan sebagai Pembela / Pengacara. Ia
mengingatkan kita akan kasih Allah yang menyebabkanNya selalu mau mengampuni
kita dan akan penebusan yang sempurna yang dilakukan oleh Kristus bagi kita.
Pembelaan dari Pengacara kita ini membuat kita bisa mengatasi tuduhan setan.
B) Ada beberapa penafsir yang
menganggap bahwa arti yang paling kuat dari kata PARAKLETOS adalah ‘Penghibur’.
Ini
terlihat dari kontex Yoh 14:16-18 Yoh 15:18-27
Yoh 16:6-7 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus diberikan kepada mereka
dalam penderitaan dan kesedihan mereka.
Roh
Kudus menghibur kita dari apa?
1)
Dari kesukaran / penderitaan.
a) Bahwa Roh Kudus
diutus untuk menjadi Penghibur bagi kita, secara implicit menunjukkan
bahwa hidup orang kristen pasti banyak problem, penderitaan, dan kesedihan.
Karena
itu jelaslah bahwa ajaran populer jaman sekarang yang mengatakan bahwa kalau
kita ikut Tuhan segala sesuatu akan beres, segala penyakit akan sembuh, kita
akan kaya dan sukses, dsb, adalah omong kosong! Kalau ajaran ini benar, maka
kita tidak membutuhkan Roh Kudus sebagai Penghibur!
b) Penghiburan dari Roh
Kudus ini tidak tergantung pada sikon.
Ini
bisa kita alami dalam keadaan sakit, susah, miskin, menderita, mengalami
problem, kegagalan, kesepian, patah hati, dsb. Ini memungkinkan orang kristen
tetap bersukacita dan mempunyai damai di tengah-tengah penderitaan / kesukaran.
c) Tujuan Roh Kudus
dalam menghibur kita.
Kalau
kita mengalami penderitaan / problem, lalu Roh Kudus menghibur kita, tujuannya
bukan sekedar untuk kita.
Seperti
dikatakan seseorang: “God
does not comfort us to make us comfortable, but to make us comforters.” [= Allah tidak menghibur kita untuk membuat kita
merasa nyaman, tetapi supaya kita menjadi penghibur.].
Bdk.
2Kor 1:3-6 - “(3) Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,
Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, (4) yang
menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur
mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan
yang kami terima sendiri dari Allah. (5) Sebab sama seperti kami mendapat
bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus
kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. (6) Jika kami menderita, hal itu
menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami
dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu
beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti
yang kami derita juga.”.
Karena
itu kalau kita menerima penghiburan, kita harus membagikan / men-sharing-kan
penghiburan itu.
2)
Dari dosa yang sudah kita akui / sesali.
Ini
berhubungan dengan tuduhan setan yang sudah di bahas di atas. Roh Kudus bukan
hanya membela secara hukum tetapi juga menghibur kita untuk mengatasi semua itu
dan kembali pada sukacita dan damai yang semula.
3) Tetapi bagaimana
dengan dosa yang masih kita pegangi dengan sadar dan dengan sikap tegar tengkuk?
Dalam
hal ini, Roh Kudus tidak menghibur kita dengan:
a) Menutup-nutupi dosa,
atau dengan memberikan alasan untuk membenarkan dosa itu.
Karena
itu, kalau saudara berbuat dosa, dan lalu dalam pikiran saudara muncul berbagai
macam alasan untuk membenarkan dosa itu, sehingga saudara lalu merasa
‘terhibur’, sadarilah bahwa ini bukan hiburan dari Roh Kudus! Ini pasti
datang dari setan!
b)
Memberikan kambing hitam, seperti roh marah, roh dusta, dsb.
Jaman
ini banyak orang yang berkata bahwa kalau kita marah itu karena adanya roh
kemarahan, kalau kita berzinah itu karena adanya roh perzinahan, dsb. Sekalipun
saya percaya bahwa setan memang selalu menggoda kita untuk berbuat dosa, tetapi
saya juga percaya bahwa kalau kita jatuh ke dalam dosa, kita tetap bertanggung
jawab! Kita tidak boleh melemparkan tanggung jawab itu kepada setan seakan-akan
hanya dia yang salah sedangkan kita tidak.
Memang
kalau kita bisa mendapatkan kambing hitam, kita akan merasa ‘terhibur’.
Tetapi lagi-lagi kita perlu tahu bahwa hiburan seperti itu pasti bukan dari Roh
Kudus tetapi dari setan!
c)
Meremehkan dosa.
‘Hiburan’
yang lain adalah dengan meremehkan dosa yang baru kita lakukan. Hiburan seperti
ini juga bukan datang dari Roh Kudus, tetapi dari setan! Memang dosa itu ada
tingkat-tingkatnya, ada yang berat (seperti berzinah, membunuh, menyembah
berhala, dsb) dan ada yang ringan (seperti berdusta, iri hati, dsb), tetapi
ingat bahwa dosa yang ringanpun upahnya adalah maut (Ro 6:23), sehingga
tidak pernah boleh diremehkan.
Juga
ingat bahwa kesengajaan memperberat dosa (Luk 12:47-48). Karena itu dosa
ringan, yang dilakukan dengan sengaja, akan diperhitungkan lebih berat.
d)
Menyembunyikan kebenaran yang ‘mengganggu’ kita.
Saudara
mungkin pernah mendengar kata-kata ‘truth hurts’ [= kebenaran
menyakitkan]. Kalau ada dosa dalam hidup saudara dan lalu saudara mendengar
Firman Tuhan yang membahas dosa itu, maka saudara bisa merasa ‘sakit’.
Saudara akan lebih ‘terhibur’ kalau saudara melupakan Firman Tuhan yang
‘mengganggu’ itu.
Inipun
bukan penghiburan dari Roh Kudus!
Apa
alasannya untuk beranggapan bahwa hal-hal di atas tidak mungkin datang dari Roh
Kudus? Karena Roh Kudus juga mempunyai tugas-tugas lain, yaitu:
1.
Mengajar kebenaran (Yoh 14:26).
Yoh 14:26
- “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam
namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan
mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”.
2.
Menginsafkan dosa (Yoh 16:8).
Yoh 16:8
- “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman;”.
3.
Memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
Yoh 16:13
- “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin
kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari
diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan
dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”.
Pikirkan
apakah hal-hal ini bisa sesuai dengan point a-d di atas?
Charles
Haddon Spurgeon:
a. “The Spirit of God never comforted a man in his sin.
Disobedient Christians must not expect consolation; the Holy Spirit
sanctifies, and then consoles.” [= Roh Allah tidak pernah menghibur seseorang di dalam dosanya. Orang
Kristen yang tidak taat tidak boleh mengharapkan penghiburan; Roh Kudus
menguduskan, dan baru setelah itu menghibur.]
- ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ , vol IX, hal 29-30.
Jadi
selama dosa dipertahankan dengan sikap tegar tengkuk, tidak bisa diharapkan
adanya penghiburan yang sejati. Kalau ada penghiburan, itu pasti palsu, dan
bukan dari Roh Kudus.
b. “He does not comfort us as a fond mother may please
her wayward child by yielding to its foolish wishes.” [= Ia tidak menghibur kita seperti seorang ibu yang
terlalu mengasihi, yang ingin menyenangkan anaknya yang tidak patuh / suka
melawan, dengan menyerah / menuruti keinginan-keinginannya yang bodoh.]
- ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ , vol IX, hal 30.
Jadi
jangan saudara berharap bahwa Roh Kudus ‘mengubah’ Firman Tuhan dan
menyesuaikannya dengan keinginan saudara yang bodoh, sehingga Ia lalu membiarkan
saudara untuk terus hidup di dalam dosa.
c. “Do not expect to get comfort by merely running to
sweet texts, or listening to pleasing preachers who give you nothing but cups
of sugared doctrine, but expect to find comfort through the holy, reproving,
humbling, strengthening, sanctifying processes which are the operation of the
Divine Paraclete.” [= Jangan
mengharapkan untuk mendapatkan penghiburan semata-mata dengan berlari kepada
text-text yang manis, atau dengan mendengarkan pengkhotbah-pengkhotbah yang
tidak memberimu apa-apa selain doktrin yang dimaniskan, tetapi berharaplah
untuk menemukan penghiburan melalui proses-proses yang kudus, yang menegur /
memarahi, yang merendahkan, yang menguatkan, yang menguduskan, yang merupakan
pekerjaan dari Parakletos ilahi.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ ,
vol IX, hal 30.
Perhatikan
kata-kata ini! Ayat-ayat Kitab Sucipun bisa saudara salah-gunakan untuk
menghibur diri saudara di dalam dosa. Misalnya: saudara berbuat suatu dosa, lalu
dalam Saat Teduh / Kebaktian saudara mendapatkan Firman Tuhan yang menunjukkan
penyertaan Tuhan seperti Maz 23 atau Ibr 13:5 dsb, dan saudara lalu
merasa bahwa dosa saudara tidak apa-apa di hadapan Tuhan.
Kesimpulan / Penutup.
Roh
Kudus begitu penting bagi kita, dan karena itu, mari kita bersyukur dan memuji
Tuhan atas karuniaNya yang begitu hebat bagi kita, yaitu Roh Kudus.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali