(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Minggu, tgl 12 Juni 2011, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M.
Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
Yoh 16:1-11 - “(1)
‘Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
(2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang
membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (3) Mereka
akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (4a)
Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu
ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.’ (4b) ‘Hal ini tidak
Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama
dengan kamu, (5) tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku,
dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepadaKu: Ke mana Engkau
pergi? (6) Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu
berdukacita. (7) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna
bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak
akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia
kepadamu. (8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman; (9) akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya
kepadaKu; (10) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak
melihat Aku lagi; (11) akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah
dihukum”.
I) Perbedaan sikon sebelum dan sesudah
kepergian Yesus.
Ay 1-5:
“(1) ‘Semuanya ini Kukatakan
kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. (2) Kamu akan dikucilkan,
bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka
bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (3) Mereka akan berbuat demikian, karena
mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (4) Tetapi semuanya ini Kukatakan
kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah
mengatakannya kepadamu.’ ‘Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula,
karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu, (5) tetapi sekarang Aku
pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu
yang bertanya kepadaKu: Ke mana Engkau pergi?”.
Ada
beberapa hal yang perlu dibahas:
1)
Tadinya Kristus tidak mengatakan hal ini karena Ia masih bersama-sama
mereka (ay 4).
Pada
waktu Ia bersama-sama dengan mereka maka kemarahan dan serangan orang-orang
Yahudi ditujukan kepadaNya. Sekarang pada saat Ia mau meninggalkan mereka
barulah Ia mengatakannya kepada mereka, karena mulai sekarang kemarahan /
serangan dari orang-orang Yahudi akan ditujukan kepada mereka.
Serangan
itu bisa berupa macam-macam hal seperti pengucilan / dikeluarkan dari
‘Gereja’, sampai pembunuhan.
Ay 2:
“Kamu akan dikucilkan, bahkan akan
datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia
berbuat bakti bagi Allah”.
a)
Musuh-musuh injil / orang Kristen bukan hanya dari luar gereja, tetapi
bahkan dari dalam gereja.
Calvin:
“Hence too we infer, that the ministers of the Gospel not only are ill
treated by the avowed enemies of the faith, but sometimes also endure the
greatest reproaches from those who appear to belong to the Church, and who are
even regarded as its pillars” (= Karena itu, kami menyimpulkan juga, bahwa
pelayan-pelayan dari Injil bukan hanya diperlakukan buruk oleh musuh-musuh yang
dinyatakan / diakui dari iman, tetapi kadang-kadang juga memikul celaan-celaan
terbesar dari mereka yang kelihatannya termasuk pada Gereja, dan yang bahkan
dianggap sebagai pilar-pilarnya).
Calvin:
“Therefore,
according to God’s secret predestination (as Augustine says), ‘many sheep
are without, and many wolves are within.’” [= Karena itu, menurut
predestinasi rahasia dari Allah (seperti dikatakan Agustinus), ‘banyak domba
ada di luar, dan banyak serigala ada di dalam’] - ‘Institutes
of the Christian Religion’, Book IV, Ch. 1, no 8.
b)
Orang-orang itu begitu buta sehingga pada waktu mereka melakukan
kejahatan seperti itu mereka mengira bahwa mereka sedang berbuat baik / melayani
Tuhan (ay 2).
Calvin:
“the enemies of the Gospel lay claim to so much authority, that they
think they are offering sacrifices to God where they slay believers” (=
musuh-musuh dari Injil mengclaim begitu banyak otoritas sehingga mereka berpikir / menganggap
bahwa mereka sedang mempersembahkan korban kepada Allah pada waktu mereka
membunuh orang-orang percaya).
Ini
juga terjadi dalam diri Paulus sebelum ia bertobat.
Kis 9:1-2
- “(1) Sementara itu berkobar-kobar
hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap
Imam Besar, (2) dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada
majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau
perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke
Yerusalem”.
Kis 22:3-4
- “(3) ‘Aku adalah orang Yahudi,
lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan
teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku
menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada
waktu ini. (4) Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai
mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam
penjara”.
Kis 26:9-11
- “(9) Bagaimanapun juga, aku
sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus
dari Nazaret. (10) Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah
memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa
dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. (11)
Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk
menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan
sampai ke kota-kota asing.’”.
Fil
3:4-7 - “(4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah, aku lebih lagi: (5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel,
dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat
aku orang Farisi, (6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang
kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (7) Tetapi apa yang
dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus”.
c)
Alasan yang menyebabkan ‘umat Tuhan’ melakukan hal itu adalah bahwa
mereka sebetulnya tidak mengenal Tuhan.
Ay 3:
“Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa
maupun Aku”.
d)
Orang Kristen tidak boleh goyang, karena sekalipun dikeluarkan dari
gereja, mereka tetap ada dalam Kerajaan Allah. Yang penting adalah penilaian /
pandangan Allah, bukan penilaian / pandangan manusia.
Calvin: “This was no light offense to disturb their minds,
that they were to be banished like wicked men from the assembly of the godly,
or, at least, of those who boasted that they were the people of God, and gloried
in the title of The Church;
for believers are subject not only to persecutions, but to ignominy and
reproaches, ... But Christ bids them stand firm against this attack; because,
though they be banished from the synagogues,
still they remain within the kingdom of God. His statement amounts to this, that
we ought not to be dismayed by the perverse judgments of men, but ought to
endure boldly the reproach of the cross of Christ, satisfied with this single
consideration, that our cause which men unjustly and wickedly condemn, is
approved by God” (= Ini bukan serangan ringan untuk mengganggu
pikiran mereka, bahwa mereka harus dibuang seperti orang-orang jahat dari
perkumpulan orang-orang saleh, atau setidaknya, dari mereka yang membanggakan
bahwa mereka adalah umat Allah, dan bermegah dalam sebutan ‘Gereja’; karena
orang-orang percaya ditundukkan bukan hanya kepada penganiayaan, tetapi kepada
perendahan dan celaan, ... Tetapi Kristus meminta mereka untuk berdiri teguh
terhadap serangan ini; karena, sekalipun mereka dibuang dari sinagog-sinagog,
mereka tetap tinggal dalam Kerajaan Allah. PernyataanNya maksudnya ini, bahwa kita
tidak seharusnya berkecil hati oleh penghakiman yang menyimpang dari manusia,
tetapi harus menahan secara berani celaan salib Kristus, puas dengan satu
pertimbangan ini, bahwa perkara kita, yang dikecam secara tak benar / tak adil
dan jahat oleh manusia, direstui oleh Allah).
Bdk.
1Kor 4:3-4 - “(3) Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi
oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak
kuhakimi. (4) Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan
karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan”.
Catatan:
bagian yang saya garis-bawahi itu salah terjemahan.
NASB:
‘But to me it is a very small thing that I
should be examined by you, or by any human court; in fact, I do not even examine
myself. For I am conscious of nothing against myself, yet I am not by
this acquitted; but the one who examines me is the Lord’
(= Tetapi bagiku merupakan sesuatu yang sangat kecil / remeh bahwa aku diperiksa
/ diuji olehmu, atau oleh pengadilan manusia manapun; bahkan aku tidak memeriksa
/ menguji diriku sendiri. Karena aku tidak menyadari tentang apapun yang
menentang aku, tetapi bukan karena hal ini aku dibebaskan; tetapi yang
memeriksa / menguji aku adalah Tuhan).
NIV:
‘I care very little if I am judged by you or by
any human court; indeed, I do not even judge myself. My conscience is clear,
but that does not make me innocent. It is the Lord who judges me’
(= Aku tidak peduli jika aku dihakimi oleh kamu atau oleh pengadilan manusia
manapun; bahkan aku tidak menghakimi diriku sendiri. Hati nuraniku murni,
tetapi itu tidak membuatku tidak bersalah. Adalah Tuhan yang menghakimi aku).
e)
Bukan saja mereka tidak boleh goyang karena pengucilan dan penganiayaan
dari umat Tuhan, tetapi mereka bahkan harus meremehkannya.
Calvin:
“there is only one reason why unbelievers are so greatly enraged against
them. It is, because they do not know God. And yet this is not said for the
purpose of extenuating their guilt, but that the apostles may boldly despise
their blind fury; for it often happens that the authority which wicked men
possess, and the luster which shines in them, shake modest and pious minds”
(= hanya ada satu alasan mengapa orang-orang yang tidak percaya begitu marah
terhadap mereka. Itu adalah karena mereka tidak mengenal Allah. Tetapi ini
dikatakan bukan untuk tujuan meringankan kesalahan mereka, tetapi supaya
rasul-rasul bisa dengan berani meremehkan kemarahan buta mereka; karena
sering terjadi bahwa otoritas yang dimiliki oleh orang-orang jahat, dan kilauan
yang bersinar dalam mereka, menggoncangkan pikiran-pikiran yang rendah hati dan
saleh).
Calvin:
“this
is not said for the purpose of extenuating their guilt, but that the apostles
may boldly despise their blind fury; ... Christ, on the other hand, enjoins his
followers to rise with holy magnanimity, to despise their adversaries,
who are impelled by nothing else than error and blindness; for this is our wall
of brass, when we are fully persuaded that God is on our side, and that they who
oppose us are destitute of reason” (= ini tidak dikatakan dengan maksud
meringankan kesalahan mereka, tetapi supaya rasul-rasul bisa dengan berani
meremehkan kemarahan mereka yang buta; ... pada sisi yang lain, Kristus
memerintahkan pengikut-pengikutNya untuk bangkit dengan sikap kudus yang
mengabaikan hinaan, untuk meremehkan musuh-musuh mereka, yang didorong oleh
kesalahan dan kebutaan; karena ini merupakan tembok kita yang keras, pada waktu
kita yakin bahwa Allah ada di pihak kita, dan bahwa mereka yang menentang kita
tidak mempunyai akal).
2)
Yesus sudah memberi peringatan ini kepada para murid, sehingga tidak
seorangpun yang dilepaskan tanpa senjata yang cukup. Hanya orang yang tidak
memperhatikan kata-kata / peringatan Tuhan melalui firmanNya yang akan jatuh
dalam perang, dan itu berarti mereka jatuh karena kelalaian mereka sendiri.
Calvin:
“since
wars and contest await them, it is necessary that they should be provided
beforehand with the necessary arms. ... if they meditate deeply on this
doctrine, they will be fully prepared for resistance. ... Christ does not send
his followers into the field unarmed, and, therefore, that, if any man fail in
this warfare, his own indolence alone is to blame” (= karena perang dan
pertandingan menunggu mereka, maka mereka harus diperlengkapi sebelumnya dengan
senjata yang diperlukan. ... jika mereka merenungkan doktrin ini secara
mendalam, mereka akan disiapkan sepenuhnya untuk bertahan. ... Kristus tidak
mengirimkan pengikut-pengikutNya ke lapangan tanpa senjata, dan karena itu jika
seseorang jatuh dalam peperangan ini, yang harus disalahkan hanyalah
kelambanannya) - hal 132.
3)
Kata-kata Kristus yang menunjukkan bahwa Ia pergi kepada Bapa / ke surga
(ay 5), ditujukan sebagai suatu penghiburan bagi mereka, karena ini menunjukkan
bahwa sekalipun secara jasmani Ia tidak ada lagi dalam dunia ini, tetapi Ia
tetap memegang otoritas tertinggi, dan bisa melindungi mereka dengan kuasaNya.
Calvin:
“‘to go to the Father’ is
nothing else than to be received into the heavenly glory, in order to possess
the highest authority. This is held out to them, therefore, as a solace and
remedy of grief, that, though Christ be absent from them in body, yet he will
sit at the right hand of the Father, to protect believers by his power”
(= ‘pergi kepada Bapa’ bukan lain dari pada diterima ke dalam kemuliaan
surgawi, untuk mempunyai otoritas tertinggi. Karena itu, ini diberitakan kepada
mereka, sebagai suatu penghiburan dan obat dari kesedihan, bahwa sekalipun
Kristus absen dari mereka dalam tubuh, tetapi Ia akan duduk di sebelah kanan
Bapa, untuk melindungi orang-orang percaya oleh kuasaNya).
II)
Yesus tetap pergi karena itu lebih berguna.
1)
Kasih memberikan / melakukan sesuatu yang berguna, bukan sesuatu yang
menyenangkan.
a) Pemberitaan
tentang kepergianNya itu menyedihkan hati para murid.
Ay
6:
“Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu
berdukacita.”.
Mereka
sedih karena mereka beranggapan bahwa kepergian Yesus itu merugikan mereka.
b)
Tetapi Yesus tetap pergi karena Ia tahu itu lebih berguna bagi mereka.
Ay
7a:
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika
Aku pergi”.
Kata
‘namun’ di awal ay 7 ini mengkontraskan ay 6 dengan ay 7. Dalam
pandangan para murid merupakan hal yang merugikan kalau Yesus pergi, namun
Yesus mempunyai pandangan yang bertentangan. Menurut Yesus adalah lebih berguna
bagi mereka kalau Ia pergi.
2)
Mengapa lebih baik kalau Kristus pergi?
a)
Kalau Yesus tidak pergi, maka Roh Kudus tidak bisa datang.
Ay 7: “Namun
benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku
pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu,
tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.
Roh
Kudus datang dengan tujuan menerapkan penebusan Kristus dalam hati manusia.
Tetapi kalau Kristus belum pergi, berarti Kristus belum mati untuk menebus dosa
manusia, maka tentu saja Roh Kudus tidak mungkin menerapkan penebusan yang belum
ada itu. Karena itu Ia tidak mungkin datang sebelum Kristus pergi (melalui
salib).
William
Hendriksen: “Jesus does not explain why the Spirit cannot come unless the Son
departs from the earth and returns to his home above. Suggestions which probably
point in the right direction are these: the Son’s going away is a departure
via the cross. By his going away he merits redemption for his people. Now the
Holy Spirit is the one whose special task it is to apply the saving merits of
Christ to the hearts and lives of believers (Rom. 8; Gal. 4:4-6). But the Spirit
cannot apply these merits when there are no merits to apply. Hence, unless Jesus
goes away, the Spirit cannot come” [= Yesus tidak menjelaskan mengapa Roh
Kudus tidak bisa datang kecuali Anak meninggalkan dunia ini dan kembali ke
rumahNya di atas. Saran-saran yang mungkin menunjuk ke arah yang benar adalah
ini: kepergian Anak adalah kepergian melalui salib. Oleh kepergianNya Ia berhak
mendapatkan penebusan untuk umatNya. Roh Kudus mempunyai tugas khusus untuk
menerapkan jasa / manfaat penyelamatan Kristus pada hati dan kehidupan
orang-orang percaya (Ro 8; Gal 4:4-6). Tetapi Roh Kudus tidak bisa
menerapkan jasa / manfaat ini pada waktu di sana tidak ada jasa / manfaat untuk
diterapkan. Jadi, kecuali Yesus pergi, Roh Kudus tidak bisa datang] - hal
323.
b)
Pada saat hidup di dunia, Yesus (sebagai manusia) hanya bisa berada di
satu tempat pada satu saat, tetapi pada waktu Roh Kudus datang, Ia maha ada dan
bisa menerapkan pekerjaan penebusan Kristus di seluruh dunia.
Barnes’
Notes: “The
departure of the Lord Jesus was to the apostles a source of deep affliction. But
had they seen the whole case, they would not have been thus afflicted. So God
often takes away from us one blessing that he may bestow a greater. All
affliction, if received in a proper manner, is of this description” (=
Kepergian Tuhan Yesus merupakan sumber kesedihan yang dalam bagi rasul-rasul.
Tetapi andaikata mereka melihat seluruh kasus, mereka tidak akan sesedih itu.
Demikianlah Allah mengambil dari kita satu berkat supaya Ia bisa memberikan
berkat yang lebih besar. Semua
penderitaan / kesedihan, jika diterima dengan cara yang benar, adalah seperti
penggambaran ini)
- hal 342.
Dengan
adanya janji Tuhan dalam Ro 8:28, jelas bahwa hal ini juga berlaku untuk
setiap orang kristen yang sejati. Kalau kita mengalami hal-hal yang kelihatan
sebagai bencana, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan membiarkan semua itu
terjadi untuk kebaikan kita.
III)
Beberapa fungsi Roh Kudus.
Ay 8-11:
“(8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman; (9) akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya
kepadaKu; (10) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak
melihat Aku lagi; (11) akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah
dihukum.”.
1)
Ini tidak berarti bahwa seluruh dunia akan bertobat dan percaya kepada
Kristus.
Perlu
diketahui bahwa kalau dikatakan bahwa Roh Kudus akan menginsyafkan dunia
akan dosa, kebenaran dan penghakiman, itu tidak berarti bahwa seluruh dunia akan
bertobat.
Calvin:
“Under the term ‘world’ are, I think, included not only those who would be truly converted to
Christ, but hypocrites and reprobates. For there are two ways in which the
Spirit convinces men by the preaching
of the Gospel. Some are moved in good earnest, so as to bow down willingly, and
to assent willingly to the ‘judgment’ by which they are condemned. Others, though they are convinced of guilt
and cannot escape, yet do not sincerely yield, or submit themselves to the
authority and jurisdiction of the Holy Spirit, but, on the contrary, being
subdued they groan inwardly, and, being overwhelmed with confusion, still do not
cease to cherish obstinacy within their hearts” (= Di bawah istilah
‘dunia’, saya pikir, tercakup bukan hanya mereka yang akan dengan
sungguh-sungguh dipertobatkan kepada Kristus, tetapi juga orang-orang munafik
dan orang-orang yang ditentukan untuk binasa. Karena ada dua jalan dengan mana
Roh meyakinkan manusia oleh pemberitaan Injil. Sebagian digerakkan dalam
kesungguhan yang baik, sehingga membungkuk / menghormati dengan sukarela, dan
menyetujui dengan sukarela ‘penghakiman’ dengan mana mereka dikecam.
Orang-orang lain, sekalipun mereka diyakinkan tentang kesalahan dan tidak bisa
lolos, tetapi tidak menyerah dengan sungguh-sungguh / tulus, atau menundukkan
diri mereka sendiri pada otoritas dan yurisdiksi / hak hukum dari Roh Kudus,
tetapi sebaliknya, setelah ditundukkan mereka mengeluh dalam hati, dan setelah
diliputi / dibanjiri dengan kebingungan, tetap tidak berhenti untuk memelihara
sikap keras kepala dalam hati mereka).
William
Hendriksen: “He will publicly expose its guilt and call it to repentance. He will
convict it with respect to three particulars: sin and righteousness and
judgment. The result of this operation of the Spirit is not indicated here. From
Acts 2:22-41; 7:51-57; 9:1-6; 1Cor. 14:24; 2Cor. 2:15,16; Tit. 1:13, we learn
that in some cases the result will be conversion; in others, hardening and
everlasting punishment” (= Ia akan menyingkapkan kesalahannya secara umum
/ di depan umum dan memanggilnya untuk bertobat. Ia akan menyadarkannya
berkenaan dengan tiga fakta: dosa dan kebenaran dan penghakiman. Hasil dari
pekerjaan Roh Kudus ini tidak ditunjukkan / dinyatakan di sini. Dari Kis 2:22-41;
7:51-57; 9:1-6; 1Kor 14:24; 2Kor 2:15,16; Tit 1:13, kita
mempelajari bahwa dalam beberapa kasus hasilnya adalah pertobatan; dalam
kasus-kasus yang lain, pengerasan hati dan hukuman kekal) - hal 325.
2) Roh Kudus menginsyafkan akan dosa.
Ay 8a,9: “(8a) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia
akan dosa, ... (9) akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu”.
Calvin:
“Christ appears to make unbelief the only
cause ‘of
sin,’ ... First, it ought to be
observed, that the ‘judgment of the Spirit’ commences
with the demonstration of ‘sin;’
for the commencement of spiritual instruction is, that men born in sin have nothing in them but what leads to sin.
Again, Christ mentioned ‘unbelief,’
in order to show what is the nature of men in itself; for, since faith is the
bond by which he is united to us, until we believe in him, we are out of him and
separated from him. The import of these words is as if he had said, ‘When
the Spirit is come, he will produce
full conviction that, apart from me, sin reigns
in the world;’ and, therefore,
unbelief is here mentioned, because it separates us from Christ, in consequence
of which nothing is left to us but sin.
In short, by these words he condemns the corruption and depravity of human
nature, that we may not suppose that a single drop of integrity is in us without
Christ” (=
Kristus kelihatannya membuat ketidak-percayaan sebagai satu-satunya penyebab
dari dosa, ... Pertama, harus diperhatikan, bahkan ‘penghakiman dari Roh’
mulai dengan menunjukkan dosa; karena permulaan dari ajaran rohani adalah bahwa
manusia yang lahir dalam dosa tidak mempunyai apapun dalam diri mereka kecuali
apa yang membimbing kepada dosa. Selanjutnya, Kristus menyebutkan
‘ketidak-percayaan’, untuk menunjukkan bahwa apa hakekat / sifat dasar dari
manusia dalam dirinya sendiri; karena, karena iman merupakan ikatan dengan mana
Ia dipersatukan dengan kita, sampai kita percaya kepadaNya, kita ada di luar Dia
dan terpisah dari Dia. Maksud dari kata-kata ini adalah seakan-akan Ia berkata,
‘Pada waktu Roh itu datang, Ia akan menghasilkan keyakinan penuh bahwa
terpisah dari Aku, dosa bertakhta dalam dunia’; dan karena itu,
ketidak-percayaan disebutkan di sini, karena itu memisahkan kita dari Kristus,
dan konsekwensinya adalah bahwa tidak ada yang tersisa kecuali dosa. Singkatnya,
oleh kata-kata ini Ia mengecam kerusakan / kejahatan dan kebejatan dari manusia,
supaya kita tidak menganggap bahwa ada satu tetes ketulusan / kejujuran dalam
diri kita di luar / tanpa Kristus).
3) Roh Kudus menginsyafkan
akan kebenaran.
Ay 8a,10: “(8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia
akan dosa, kebenaran ... (10) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan
kamu tidak melihat Aku lagi”.
Calvin:
“Now
the Spirit declares, by the Gospel, that this is the only way in which we are
accounted righteous. Next
to the conviction of sin, this is the second step, that the Spirit should
convince the world what true righteousness is; namely, that Christ, by his
ascension to heaven, has established the kingdom of life, and now sits at the
right hand of the Father, to confirm true righteousness” (= Sekarang Roh
menyatakan, oleh Injil, bahwa ini adalah satu-satunya jalan dalam mana mereka
dianggap / diperhitungkan sebagai benar. Setelah penginsyafan / penyadaran dosa,
ini adalah langkah kedua, bahwa Roh Kudus harus meyakinkan dunia apa kebenaran
sejati itu; yaitu, bahwa Kristus, oleh kenaikanNya ke surga, telah menegakkan
kerajaan kehidupan, dan sekarang duduk di sebelah kanan Bapa, untuk meneguhkan
kebenaran yang sejati) - hal 141.
4) Roh Kudus menginsyafkan akan penghakiman.
Ay 8,11: “(8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia
akan dosa, kebenaran dan penghakiman; ... (11) akan penghakiman, karena penguasa
dunia ini telah dihukum.”.
Kata-kata
‘telah dihukum’ dalam bahasa
Yunaninya menggunakan ‘perfect tense’.
Thomas
Whitelaw: “The
perfect tense shows that for Satan judgment is already an accomplished fact.
From this flows the inference that all who adhere to him will eventually share
in his doom, as all who by faith are united to Christ will be made partakers of
His righteousness” (= Perfect tense
yang digunakan menunjukkan bahwa untuk Setan / Iblis penghakiman itu merupakan
fakta yang sudah selesai (bdk. Yoh 12:31). Dari sini muncul kesimpulan bahwa semua yang setia / taat kepadanya
pada akhirnya akan mengambil bagian dalam hukumannya, seperti semua yang oleh
iman dipersatukan dengan Kristus akan mengambil bagian dalam kebenaranNya) -
hal 339.
Bdk.
Yoh 12:31 - “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini; sekarang juga
penguasa dunia ini akan dilemparkan keluar”.
Catatan:
1.
Saya tidak terlalu mengerti dengan kata-katanya yang menunjukkan bahwa
penghakiman untuk setan merupakan fakta yang sudah selesai.
Yoh 12:31 - “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga
penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar”.
Istilah
‘penguasa dunia’ jelas menunjuk
kepada setan (bdk. Yoh 14:30 Yoh 16:11 Ef 6:12), dan kalimat ini menunjukkan bahwa melalui
salib / kematian Kristus, setan dikalahkan.
Leon
Morris (NICNT): “Just as the cross represents the judgment of this world so it
represents the defeat of Satan. To men it appeared his victory. It seemed to be
the triumph of evil. But in fact it was the source of the world’s greatest
good. Satan was defeated in what appeared outwardly to be the very moment of his
triumph.” (= Sama seperti salib menunjukkan penghakiman dunia ini, begitu
juga salib itu menunjukkan kekalahan setan. Bagi manusia salib itu kelihatannya
merupakan kemenangan setan. Itu kelihatannya merupakan kemenangan dari
kejahatan. Tetapi sebetulnya itu merupakan sumber dari kebaikan terbesar dunia
ini. Setan
dikalahkan dalam apa yang terlihat dari luar sebagai saat kemenangannya).
Jadi,
kalau ditinjau dari sudut Yoh 12:31 itu sendiri, maka itu sama sekali tidak
menunjukkan bahwa penghakiman terhadap setan merupakan fakta yang sudah selesai.
Mungkin dalam Yoh 16:11 ini digunakan perfect
tense, hanya untuk menunjukkan bahwa itu merupakan hal yang pasti
akan terjadi.
2. Bagian akhir dari
kutipan di atas cukup jelas. Karena setan pasti akan dihukum, maka semua yang
setia dan taat kepadanya juga akan dihukum. Jangan beranggapan bahwa orang yang
setia dan taat kepada setan haruslah merupakan orang yang sangat jahat, seperti
pelacur, pembunuh, pemerkosa, pembakar gereja, dan sebagainya. Asal saudara
tidak percaya kepada Kristus dengan sungguh-sungguh maka saudara adalah orang
yang setia dan taat kepada setan, dan karenanya akan dihukum bersama-sama dengan
setan. Sebaliknya kalau saudara percaya kepada Yesus, saudara akan diampuni,
dibenarkan, dijadikan anak Allah, dan pasti masuk surga.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali