Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 6 Januari 2026, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
argumentasi & theologia
dalam
memberitakan Injil(9)
11)Orang yang saudara injili itu menolak karena ia berpendapat bahwa Allah itu kejam; mungkin ia mengatakan ini karena hidupnya penuh dengan penderitaan.
a) Penderitaan masuk ke dalam dunia karena dosa manusia sendiri (bdk. Kej 3:1-19).
Allah tidak mencipta manusia dalam keadaan menderita. Mula-mula manusia bahagia, tanpa penderitaan. Tetapi karena manusia berbuat dosa, maka sebagai hukuman Allah, penderitaan masuk ke dalam dunia. Jadi, itu bukan salahnya Allah, tetapi salahnya manusia sendiri.
b) Sekalipun manusia berdosa, Allah tetap mengasihinya; ini ditunjukkan oleh Allah melalui salib.
Ro 5:6-8 - “(6) Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. (7) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar - tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati -. (8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”.
c) Sekarang kamu menderita, bahkan sangat menderita. Tetapi Allah yang maha kasih itu menyediakan suatu tempat dimana penderitaan sama sekali tidak dikenal, dan tempat itu adalah surga.
Wah 21:1-4 - “(1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. (2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (3) Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ‘Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka. (4) Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.’”.
=========================================================
Pertanyaan: apakah Wah 21:1-4 berbicara tentang surga?
Jawaban ChatGPT:
Wahyu 21:1–4 tidak berbicara tentang “surga” dalam arti tempat Allah sekarang berada, tetapi tentang keadaan akhir setelah langit dan bumi diperbarui, yaitu “langit yang baru dan bumi yang baru” (ay 1). Jadi teks ini bukan menggambarkan “masuk ke surga” sebagai tempat roh pergi setelah mati, melainkan keadaan final sesudah kebangkitan dan penghakiman terakhir (Wah 20:11–15).
Di dalam gambaran Wah 21, Allah turun tinggal bersama manusia:
“Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka” (21:3).
Sedangkan sekarang, manusia yang mati dalam Kristus pergi kepada Tuhan (Flp 1:23; 2Kor 5:8). Tetapi kelak, dalam keadaan akhir, Tuhan yang “turun” dan tinggal bersama umatNya di bumi yang diperbarui. Jadi arahnya terbalik.
Wahyu tidak berkata bahwa orang kudus akan tinggal selamanya “di surga”, tetapi:
“Aku melihat kota kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Sorga” (21:2).
Jika kota kudus turun, berarti kita tidak tinggal di sorga, tetapi surga datang kepada kita, menciptakan tatanan ciptaan baru (creation order).
Ini sejalan dengan 2 Petrus 3:13:
“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”
|
Keadaan |
Tempat umat Allah |
Siapa yang pindah |
|
Sekarang (setelah mati) |
Surga |
Manusia naik kepada Allah |
|
Akhir / setelah kebangkitan |
Langit & bumi baru |
Allah turun tinggal bersama umat |
Maka:
a) Wah 21:1–4 bukan tentang pindah ke surga, melainkan turunnya surga (pemerintahan Allah) ke bumi baru.
b) Ini adalah tujuan final penebusan: ciptaan dipulihkan (Rm 8:21), Allah tinggal bersama umat-Nya dalam realitas yang berinkarnasi dan kekal.
a) Kekekalan orang percaya bukan hidup sebagai roh di surga, melainkan hidup sebagai manusia yang dibangkitkan dalam ciptaan yang disempurnakan.
b) Keadaan roh di surga bersifat sementara, bukan tujuan final.
=========================================================
Catatan: Tetapi mengingat kita ada dalam situasi penginjilan, kalau kita menceritakan tentang langit dan bumi yang baru, itu akan membingungkan orang yang kita injili itu, yang bisa menyebabkan ia bertanya banyak hal tentang langit dan bumi yang baru itu, sehingga menghambat penginjilan yang kita lakukan. Karena itu, menurut saya, sebaiknya kita mengatakan ‘surga’ saja (dan ini bukan dusta, karena memang pada waktu orang percaya mati, rohnya akan masuk surga). Itu dimengerti oleh semua orang dan tidak menghambat penginjilan yang kita lakukan.
Penderitaanmu hanya sementara, karena kalau kamu percaya kepada Yesus, maka pada saat kamu mati, kamu akan pergi ke surga, dan bebas dari semua penderitaanmu. Tetapi sebaliknya, kalau kamu tidak percaya kepada Yesus, maka pada saat kamu mati, kamu akan pergi ke neraka, dimana kamu akan menderita, dengan penderitaan yang jauh lebih hebat dari yang sekarang kamu alami, sampai selama-lamanya.
12)Orang yang saudara injili itu percaya kepada Kristus, tetapi tidak mau pergi ke gereja, dibaptis dsb, karena ia takut diejek / dianiaya.
a) Orang yang tidak mau mengakui Kristus, juga tidak akan diakui oleh Kristus.
Mat 10:32-33 - “(32) Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. (33) Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.’”.
=========================================================
Pertanyaan: apa arti ‘menyangkal Aku’ dalam Mat 10:33? Apakah ini tindakan sesaat atau terus menerus?
Jawaban ChatGPT:
Matius 10:33: “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkal dia di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
Kata “menyangkal” berasal dari Yunani ἀρνέομαι (arneomai), yang berarti menolak, tidak mengakui, membuang kesetiaan, tidak mau berhubungan atau menjadikan diri tidak terkait dengan seseorang.
Dalam konteks Matius 10, penyangkalan ini terjadi di hadapan manusia, yaitu situasi di mana seseorang:
a) Mengingkari identitas dan hubungan dengan Kristus demi kepentingan diri
b) Menolak mengakui Yesus sebagai Tuhan karena takut, malu, atau demi keuntungan duniawi
c) Memutus persekutuan dengan Kristus secara publik dan loyalitas
Jadi, ini bukan sekadar “tidak berani bicara,” tetapi tindakan melepas keterikatan terhadap Kristus demi sesuatu yang lain.
Secara eksegesis, frasa tersebut memakai aorist subjunctive (ἀρνήσηταί). Bentuk ini fokus pada tindakan sebagai satu kesatuan, tidak ditekankan durasi, tetapi hakikat tindakan itu sendiri.
Harus ditafsirkan melalui konteks keseluruhan Alkitab:
Contoh: Petrus menyangkal Yesus tiga kali, tetapi kemudian:
1. Bertobat
2. Dipulihkan
3. Dipakai kembali
Itu bukti bahwa penyangkalan sesaat tidak otomatis berarti Yesus akan menyangkal dia selamanya.
Teks ini berbicara tentang penyangkalan final, tanpa pertobatan: penolakan Yesus sebagai gaya hidup dan posisi hati. Ini bentuk persisten, bukan terpeleset sementara.
Jadi, ini bukan soal berapa kali, melainkan sikap hati yang akhirnya ditemukan pada hari penghakiman.
|
Jenis Penyangkalan |
Karakter |
Status Akhir |
|
Sesaat (seperti Petrus) |
Karena kelemahan, ketakutan, bukan kebencian terhadap Kristus, masih memiliki iman |
Bisa dipulihkan lewat pertobatan |
|
Tetap / final (unrepentant denial) |
Bersifat menetap, sadar, terus menolak Kristus demi dunia, menyembunyikan iman, tidak mau bertobat |
Kristus akan menyangkalnya di depan Bapa |
Reformed menekankan:
a) Orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak akan berakhir menyangkal Yesus secara final.
b) Jika seseorang akhirnya hidup dalam penyangkalan terus menerus, maka itu menunjukkan ia memang tidak pernah menjadi milik Kristus (1Yoh 2:19).
“Menyangkal Aku” dalam Matius 10:33 berarti menolak, melepas, dan mengingkari kesetiaan kepada Kristus secara publik.
1. Tidak selalu berarti tindakan sesaat.
2. Maknanya adalah penyangkalan yang bersifat final dan tanpa pertobatan.
3. Penyangkalan sesaat seperti Petrus tidak termasuk dalam ancaman ini, karena ia bertobat dan dipulihkan.
Yesus bukan mengancam kelemahan orang percaya, tetapi memperingatkan tentang keputusan hati yang akhirnya menolak Dia.
=========================================================
b) Kita tidak boleh takut kepada manusia; kita harus takut kepada Allah.
Mat 10:28 - “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”.
c) Orang penakut tercatat sebagai ranking 1 dalam daftar orang-orang yang masuk neraka.
Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.
Yang dimaksud dengan ‘orang-orang penakut’ di sini adalah orang-orang yang sekalipun sebetulnya mengerti tentang Kristus dan percaya kepadaNya, tetapi tidak mengikut Dia karena takut.
d) Tuhan Yesus sudah terlebih dulu menderita dan mati bagi kita; sekarang kita juga harus mau menderita dan bahkan mati bagi Dia.
e) Tuhan Yesus sendiri akan menyertai dan menolongnya, kalau kita dimusuhi manusia.
Ibr 13:5 - “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’”.
Maz 23:1-6 - “(1) [Mazmur Daud.] TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. (4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. (5) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. (6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”.
Mat 10:17-20 - “(17) Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. (18) Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. (19) Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (20) Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”.
f) Ikut Yesus memang bisa membuat kamu menderita, tetapi penderitaan itu hanya sementara. Begitu mati, kamu bahagia dan bebas dari penderitaan, selama-lamanya. Sebaliknya, kalau kamu tidak mau ikut Yesus mungkin kamu bisa enak (secara duniawi / jasmani), tetapi itu hanya sementara dan semu. Pada saat kamu mati, kamu akan masuk neraka, dimana kamu akan menderita selama-lamanya.
13)Orang yang saudara injili itu menolak jadi kristen karena ia pernah bersumpah untuk tidak menjadi orang kristen.
a) Melanggar sumpah adalah dosa, tetapi kalau kamu percaya kepada Tuhan Yesus, dosa itu tetap akan diampuni. Sebaliknya kalau kamu memegang sumpah itu, kamu memang tidak berdosa dalam hal itu, tetapi kamu mempunyai banyak dosa-dosa lain, yang akan membawamu ke neraka selama-lamanya, karena kamu tidak mempunyai Juruselamat / Penebus dosa.
b) Dalam Luk 16:27-31, orang kaya yang sudah ada dalam neraka itu, ingin sekali keluarganya bertobat. Orang, kepada siapa kamu telah bersumpah (kalau orang itu sudah mati), pasti juga ingin kamu bertobat / membatalkan sumpahmu itu.
14)Orang yang saudara injili itu merasa tidak perlu mempersoalkan percaya atau tidak, karena Tuhan sudah menentukan orang yang akan masuk neraka / surga (predestinasi).
Predestinasi memang ada (Ef 1:4-5,11 Ro 9:10-21), tetapi kita tidak tahu siapa yang ditentukan untuk masuk surga dan siapa yang ditentukan untuk masuk neraka. Kita tidak boleh hidup berdasarkan kehendak / Rencana Allah yang tidak kita ketahui. Kita harus hidup berdasarkan kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman Tuhan / Kitab Suci.
Ul 29:29 - “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.’”.
Dan dalam FirmanNya, Allah menghendaki kita untuk percaya kepada Kristus.
Kis 16:31 - “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.
Yoh 14:1,11 - “(1) ‘Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. ... (11) Percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”.
15)Orang yang saudara injili itu menolak untuk percaya karena ia percaya adanya reinkarnasi (Buddha & Hindu).
a) Reinkarnasi bertentangan dengan Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,”.
b) Kalau reinkarnasi itu benar, mengapa manusia di dunia bisa makin lama makin banyak, padahal moral manusia semakin brengsek? Bukankah seharusnya makin lama makin sedikit karena manusia yang hidup jahat itu mati dan dilahirkan lagi sebagai binatang?
16)Orang yang saudara Injili itu menolak, karena banyak pendeta yang hanya memperkaya diri mereka sendiri (Theologia Kemakmuran).
a) Hal ini tidak boleh dibantah, karena itu adalah fakta. Membantahnya akan membuat orang yang saudara injili itu merasa saudara tidak fair, dan itu justru akan menyebabkan ia tidak mau mendengar Injil dari saudara.
b) Jangan ikut-ikutan menjelek-jelekkan pendeta-pendeta yang ia bicarakan itu. Ini akan menjadi gosip, bukan penginjilan.
c) Katakan bahwa sekalipun ada banyak pendeta seperti itu, itu jelas salah, tidak sesuai dengan ajaran Kristen, tetapi tidak semua pendeta seperti itu.
d) Pendeta sekalipun, belum tentu adalah orang kristen yang sejati. Kalau ada rasul yang bukan orang kristen yang sejati (Yudas Iskariot), apalagi pendeta.
e) Kamu bertanggung jawab kepada Tuhan tentang hidupmu sendiri, bukan hidup orang lain.
Ro 14:12 - “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”.
f) Kamu sendiri mempunyai sangat banyak dosa, dan karena itu kamu membutuhkan Yesus sebagai Penebus / Juruselamatmu.
17)Orang yang saudara injili itu menolak karena ia sudah mempunyai kepercayaan lain (yang sesat), seperti Katolik, Saksi Yehuwa, Jesus Only / Oneness dan sebagainya.
===========================================================
Pertanyaan: Kalau kita memberitakan Injil, kita harus bicara tentang dosa, hukuman dosa / neraka, Yesus sebagai Allah dan manusia, penebusan yang Yesus lakukan di salib, keselamatan karena iman saja dsb. Apakah kita harus menginjili dengan cara yang berbeda kalau kita menginjili orang Katolik, Saksi Yehuwa, Jesus Only / Oneness dsb?
Jawaban ChatGPT:
Ya dan tidak.
Isi Injil tidak pernah berubah, tetapi cara kita menyampaikan kepada orang dengan latar belakang teologi berbeda memang harus disesuaikan dengan kondisi rohani dan kesalahpahaman mereka.
Siapapun yang kita injili (ateis, Katolik, Protestan, Islam, Saksi Yehuwa, Oneness dll), inti yang harus diberitakan tetap:
a) Allah itu kudus dan manusia berdosa
b) Hukuman dosa: murka Allah dan neraka
c) Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati
d) Salib sebagai penebusan menggantikan orang berdosa
e) Kebangkitan Kristus
f) Keselamatan hanya oleh anugerah melalui iman, bukan perbuatan
Isi ini tidak boleh dikurangi. Jika kita menyesuaikan Injil sehingga tidak lagi berbicara dosa, penghakiman, atau keilahian Kristus, maka itu bukan Injil lagi (Gal 1:6–9).
Yesus dan para rasul memberi contoh bahwa metode disesuaikan dengan pendengar:
|
Pendengar |
Penginjilan |
|
Orang Yahudi |
Paulus memakai PL, nubuat, hukum (Kis 17:2; 13:16–41) |
|
Orang Yunani (pagan) |
Paulus mulai dari penciptaan dan konsep Allah (Kis 17:22–31) |
|
Nikodemus (religius) |
Yesus menekankan kelahiran baru (Yoh 3:1-10) |
|
Samaritan (sinkretis) |
Yesus menekankan penyembahan yang benar (Yoh 4:22-24) |
Jadi tidak selalu mulai dari titik yang sama, tetapi semua harus sampai kepada Kristus dan salib.
Masalah utama:
1. Mencampur iman dengan sakramen, perbuatan, dan gereja.
2. Mengaburkan kepastian keselamatan.
Titik serang utama:
a. Justification by faith alone / pembenaran oleh iman saja (Rom 3-5; Gal 2)
b. Kepastian keselamatan (1Yoh 5:13)
Fokus: tunjukkan bahwa keselamatan bukan proses sakramen, tetapi deklarasi Allah bagi orang berdosa yang percaya.
Masalah utama: Menolak keilahian Kristus, Roh Kudus, hukuman kekal.
Titik serang utama:
1. Keilahian Kristus (Yoh 1:1; Yoh 20:28; Ibr 1:8)
2. Neraka yang kekal (Mat 25:46)
Fokus: Yesus yang mereka percayai tidak sanggup menyelamatkan, karena bukan Allah sejati.
Masalah utama:
1. Menolak kepribadian Trinitas; menolak roh manusia Kristus.
2. Mengaburkan salib: siapa yang mati?
Titik serang utama:
a. Pembedaan pribadi dalam inkarnasi (Yoh 14:16; Mat 3:16–17)
b. Mediator sebagai manusia sejati (1Tim 2:5; Ibr 2:17)
Fokus: Tanpa pengantara yang sungguh-sungguh manusia, tidak ada penebusan.
Masalah utama: Merasa sudah Kristen tetapi belum bertobat.
Titik serang utama:
1. Mengenal Kristus tidak sama dengan mengikut Dia (Mat 7:21–23)
2. Pertobatan sejati (Luk 13:3; 2Kor 5:17)
Fokus: Bahaya agama tanpa kelahiran baru.
Seperti dokter: tidak memberi obat sama untuk tiap pasien meskipun sakitnya sama (dosa). Kita harus:
a) Bertanya
b) Mendengarkan
c) Menguji keyakinan mereka
d) Baru menyampaikan Injil dengan menyorot kesalahan mereka
|
Pertanyaan |
Jawaban |
|
Apakah Injil berubah? |
Tidak pernah. |
|
Apakah cara penyampaian harus disesuaikan? |
Ya. Harus kontekstual. |
|
Apa prinsipnya? |
Tekankan bagian Injil yang disalahpahami oleh pendengar. |
Injil yang sama, tekanan yang berbeda, sesuai dengan kesesatan pendengar.
===========================================================
18)Orang yang saudara injili keberatan karena ia sudah punya agama sendiri.
a) Agama tidak bisa menyelamatkan, bahkan agama Kristen juga tidak.
b) Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita karena Ia telah menderita dan mati di salib untuk memikul hukuman dosa.
19)Orang yang saudara injili itu percaya Yesus datang untuk menyelamatkan bangsa Israel / Yahudi saja.
Jawaban yang bisa saudara berikan:
Itu adalah penafsiran salah dari pihak Islam.
Mereka biasanya menggunakan ayat-ayat seperti:
Mat 10:5-6 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”.
Mat 15:24 - “Jawab Yesus: ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.’”.
===========================================================
Pertanyaan: Mengapa dalam Mat 15:24 Yesus mengatakan bahwa Ia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel?
Jawaban ChatGPT:
Pertanyaan ini sangat penting secara teologis, dan justru menyentuh inti dari sejarah penebusan - bukan soal eksklusivisme etnis, tetapi soal ordo salutis di dalam sejarah.
Matius 15:24 - “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Kalimat ini sering dipakai untuk menyerang iman Kristen, seolah Yesus rasis atau menolak bangsa lain. Tetapi jika kita baca dalam kerangka teologi perjanjian, pernyataan ini justru sangat konsisten dengan seluruh Alkitab.
Yesus bukan datang sebagai figur religius umum, tetapi sebagai:
Mesias yang dijanjikan kepada Israel
a) Matius 1:1 → “Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”
b) Roma 15:8 → “Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk membuktikan kebenaran Allah dalam menepati janji-janji-Nya kepada nenek moyang.”
Artinya:
Yesus wajib terlebih dahulu
menggenapi perjanjian Allah dengan Israel.
Jika Ia langsung melangkahi Israel dan melayani bangsa-bangsa lain secara penuh, maka Ia justru tidak setia kepada perjanjian Abraham dan Daud.
Kata μόνον (“hanya”) dalam Mat 15:24 menunjuk pada:
prioritas pelayanan dalam fase historis, bukan pembatasan permanen objek keselamatan.
Ini sama seperti perintah Yesus dalam Matius 10:5-6: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain… melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Namun setelah kebangkitan, Yesus sendiri membalik arah misi:
Matius 28:19 – “Jadikanlah semua bangsa muridKu.”
Kisah Para Rasul 1:8 – dari Yerusalem → Yudea → Samaria → sampai ke ujung bumi.
Urutannya penting: Israel dulu → bangsa-bangsa kemudian.
Konteks Mat 15:21–28 sangat menentukan.
Yesus berkata “Aku hanya diutus kepada Israel”,
namun akhirnya Ia tetap menyembuhkan anak perempuan itu.
Ini bukan kontradiksi, melainkan pola:
|
Tahap |
Makna |
|
Penolakan awal |
Menguji iman dan menghancurkan mentalitas “hak etnis” |
|
Jawaban perempuan itu |
Iman yang rendah hati, bergantung penuh pada anugerah |
|
Penyembuhan |
Bukti bahwa belas kasihan Mesias melampaui Israel |
Yesus bukan berkata: “Aku tidak boleh
menolongmu,”
tetapi: “Aku tidak diutus secara misi primer kepadamu.”
Namun iman sejati selalu mendapat anugerah, meski di luar lingkar perjanjian historis.
Dalam teologi perjanjian Reformed, Israel bukan tujuan akhir keselamatan, tetapi: alat Allah untuk menjangkau dunia
Kejadian 12:3
“Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Urutannya:
1. Allah memilih Israel
2. Dari Israel lahir Mesias
3. Melalui Mesias, bangsa-bangsa diselamatkan
Jika tahap (1) diabaikan, maka seluruh struktur perjanjian runtuh.
Yesus berkata demikian karena:
a) Ia adalah Mesias perjanjian Israel
b) Ia harus terlebih dahulu menggenapi janji kepada nenek moyang
c) Misi-Nya bersifat historis-progresif, bukan etnis-eksklusif
d) Bangsa-bangsa bukan ditolak, tetapi ditunda secara ordo sejarah
Seperti yang Paulus rangkum:
Roma 1:16 - “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”
Itulah kunci dari Mat 15:24.
===========================================================
Mat 10:5-6 jelas sudah dianulir oleh Yesus sendiri. Ini bisa kita lihat dari:
1. Luk 22:35-39 - “(35) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?’ (36) Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. (37) Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi padaKu: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.’ (38) Kata mereka: ‘Tuhan, ini dua pedang.’ JawabNya: ‘Sudah cukup.’ (39) Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-muridNya juga mengikuti Dia.”.
2. Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”.
3. Luk 24:46-48 - “(46) KataNya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (47) dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (48) Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”.
4. Kis 1:8 - “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.’”.
Kalau kita bisa menjawab keberatan orang itu dengan benar, jangan menganggap bahwa orang itu pasti akan bertobat. Pertobatan tetap merupakan pekerjaan Tuhan. Kita hanya berusaha melakukan semaximal mungkin, tetapi hasilnya tetap ada di tangan Tuhan. Karena itu, jangan ‘bersandar’ pada jawaban-jawaban terhadap keberatan-keberatan di atas; sebaliknya, tetaplah banyak berdoa dan bersandar kepada Tuhan!
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin