Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 2 Desember 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
argumentasi & theologia
dalam
memberitakan Injil(8)
6) Orang yang saudara injili itu tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus karena ia merasa hatinya terlalu keras, tidak bisa diubah sehingga nanti pasti tidak bisa menjadi orang kristen yang baik.
a) Mengganti hati yang keras dengan hati yang taat adalah pekerjaan Tuhan.
Yeh 36:26-27 - “(26) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (27) RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.”.
=========================================================
Pertanyaan: apakah Yeh 36:26-27 merupakan suatu nubuat yang menunjuk pada kelahiran baru?
Jawaban ChatGPT:
Ya - Yehezkiel 36:26–27 adalah salah satu nubuat PL yang paling jelas menunjuk kepada kelahiran baru (regeneration).
Hampir semua teolog dan penafsir Reformed menghubungkan teks ini dengan karya Roh Kudus yang mengubah hati, sebagaimana digenapi dalam Perjanjian Baru.
Perhatikan elemen-elemennya:
→ Ini menunjuk perubahan batin yang radikal. Dalam teologi Reformed, hati baru = regenerasi.
→ Bukan hanya emosi baru, tetapi disposisi rohani baru.
→ Hati keras = keadaan manusia dalam dosa.
→ Hati taat = kemampuan rohani baru untuk percaya dan taat.
Ini identik dengan “dilahirkan dari Roh” (Yoh 3:5–8).
→ Pemberian Roh Kudus yang tinggal = inti kelahiran baru dalam PB.
→ Regenerasi menghasilkan ketaatan nyata (bdk. Ef 2:10; Rom 8:4).
Ketika Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa ia “harus dilahirkan dari air dan Roh”, Yesus mengharapkan Nikodemus sebagai guru Israel untuk langsung mengingat nubuat PL paling terkenal tentang pencucian dan pembaruan Roh - yaitu Yehezkiel 36:25–27.
Banyak teolog Reformed melihat hubungan eksplisit ini:
a) Calvin: Dalam komentarnya atas Yoh 3 menghubungkan “air dan Roh” dengan Yehezkiel 36:25–27 sebagai simbol pembersihan dan pembaruan Roh Kudus.
b) Bavinck: Menganggap Yehezkiel 36 sebagai nubuat paling utama tentang pembaruan batiniah yang digenapi dalam kelahiran baru PB.
c) Owen / John Murray / Berkhof: Semua mengutip Yehezkiel 36 sebagai dasar PL doktrin regenerasi.
Dengan kata lain: Yesus menggunakan bahasa Yehezkiel 36 ketika mengajarkan doktrin kelahiran baru.
Pasal ini berbicara tentang:
a) Pencurahan Roh (36:27)
b) Hukum Allah ditulis dalam hati (paralel dengan Yeremia 31:33)
c) Pembaruan batin agar Israel sungguh-sungguh taat
Setiap elemen ini bukan sekadar restorasi nasional, tetapi transformasi rohani yang kemudian digenapi dalam Gereja.
Pandangan Reformed sangat konsisten:
a) Yehezkiel 36:26–27 = nubuat tentang regenerasi
b) Yeremia 31 = nubuat tentang pendamaian dan pembaruan hati
c) Yohanes 3 = penggenapannya
Ini adalah dasar dari doktrin bahwa:
Regenerasi adalah karya unilateral Roh Kudus yang mengganti hati batu dengan hati daging, sehingga manusia dapat percaya dan taat.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan: Kalau Yeh 36:26-27 itu suatu nubuat, apakah dalam PL tak ada regenerasi?
Jawaban ChatGPT:
Pendeknya: Dalam PL regenerasi ada, tetapi belum digenapi dalam skala dan kedalaman seperti yang dinubuatkan dalam Yehezkiel 36.
Dengan kata lain: regenerasi bukan sesuatu yang baru dalam hakikatnya, tetapi baru dalam kelimpahan dan universalitasnya.
Di bawah ini penjelasan sistematisnya.
Walaupun istilah “regenerasi” tidak muncul, konsepnya muncul sangat kuat.
Beberapa bukti:
“TUHAN Allahmu akan menyunat hatimu
… supaya engkau mengasihi TUHAN.”
Ini identik dengan perubahan batin oleh Roh.
“Ciptakanlah dalam aku hati yang bersih,
dan perbaharuilah batin yang teguh…”
Ini adalah permohonan regeneratif (karya penciptaan: bara’).
Semua ini menunjukkan bahwa secara individual kelahiran baru sudah terjadi dalam PL.
Regenerasi pada zaman PL:
a) Terjadi pada sebagian kecil umat (the remnant)
b) Tidak dialami secara massal oleh seluruh Israel
c) Tidak disertai penuangan Roh secara eskatologis
d) Tidak menghasilkan ketaatan luas dalam bangsa
e) Tidak terkait dengan penghapusan dosa final seperti dalam PB
Yehezkiel 36 justru bernubuat bahwa zaman baru akan datang ketika:
1. Roh dicurahkan kepada seluruh umat (bukan segelintir)
2. Hati batu dihilangkan dari keseluruhan komunitas perjanjian
3. Bangsa itu secara kolektif akan kembali taat
Ini belum pernah terjadi dalam PL.
Pandangan Reformed klasik (Calvin, Turretin, Bavinck, Berkhof, John Murray) mengatakan:
Orang PL dan PB sama-sama diselamatkan
melalui regenerasi oleh Roh Kudus.
Tidak ada seorangpun - sejak Adam sampai sekarang - yang dapat percaya tanpa
pekerjaan Roh yang mengubah hati.
Calvin menegaskan ini berulang kali.
Perjanjian Baru memiliki:
1. Pencurahan Roh secara eskatologis (Yl 2 → Kis 2)
2. Kelimpahan pengetahuan (Yes 11:9, Yer 31:34)
3. Ketaatan komunitas (Yeh 36:27)
4. Kemampuan taat yang lebih stabil
5. Akses langsung kepada Allah tanpa sistem korban
Ini sebabnya Paulus berkata bahwa kita sekarang hidup dalam “pelayanan Roh” yang lebih mulia (2 Kor 3).
Tidak. PL punya regenerasi - tetapi:
a) Sifatnya individual
b) Sporadis
c) Tidak dialami seluruh Israel
d) belum dalam kelimpahan eskatologis yang dinubuatkan
Yehezkiel 36 adalah eskalasi, bukan inovasi.
Roh yang memampukan Abraham, Musa, Daud, dan para nabi untuk percaya - Itulah Roh yang sama yang menjanjikan kelimpahan-Nya pada zaman Mesias.
1) PL ada regenerasi: orang-orang pilihan lahir baru oleh Roh.
2) Yeh 36 bernubuat: kelahiran baru akan dicurahkan secara luas pada umat Allah dalam era Mesias.
3) PB adalah penggenapan: Roh diberikan secara permanen dan universal dalam Gereja.
=========================================================
Bdk. Yoh 3:3-8 - “(3) Yesus menjawab, kataNya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.’ (4) Kata Nikodemus kepadaNya: ‘Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?’ (5) Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.’”.
b) Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus pasti menerima Roh Kudus (Yoh 14:16 Ef 1:13 Gal 3:2,5 3:26 4:6).
Yoh 14:16 - “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”.
Ef 1:13 - “Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu.”.
Gal 3:2,5 - “(2) Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? ... (5) Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?”.
Gal 4:6 - “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’”.
Dan Roh Kudus ini akan membantunya mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik (Gal 5:22-23).
Gal 5:22-23 - “(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”.
Kristen adalah satu-satunya agama yang mengajarkan bahwa Allahnya membantunya untuk mentaati tuntutan-tuntutan Allah sendiri!
7) Orang yang saudara injili itu tidak merasa perlu untuk percaya / ikut Tuhan Yesus; yang penting ia tidak memusuhi Tuhan Yesus. Dengan kata lain, ia menganggap dirinya ‘netral’.
a) Kitab Suci hanya menggolongkan manusia menjadi dua golongan:
1. Kawan atau lawan Tuhan Yesus.
Mat 12:30 - “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”.
Kalau kamu adalah lawan dari Yesus maka ingatlah bahwa lawanmu itu nanti akan menjadi Hakim yang mengadilimu pada akhir zaman (Mat 25:31-46 Yoh 5:22,27).
Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.
Yoh 5:22,27 - “(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, ... (27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepadaNya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”.
2. Anak Allah atau anak setan.
1Yoh 3:10 - “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”.
3. Domba atau kambing.
Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.
4. ‘dalam hidup’ atau ‘dalam maut’.
Yoh 5:24 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”.
5. ‘dalam Adam’ atau ‘dalam Kristus’.
1Kor 15:22 -
“Karena sama
seperti semua orang mati dalam persekutuan
dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali
dalam persekutuan dengan Kristus”.
Catatan: kata-kata yang saya coret itu seharusnya tidak ada.
Jadi kesimpulan dari text-text di atas ini adalah bahwa daerah / golongan ‘netral’ itu tidak ada!
b) Yesus adalah Allah sendiri. Tidak percaya / ikut Yesus sama dengan tidak percaya / ikut Allah (Yoh 1:1 14:1).
Yoh 1:1 - “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”.
Yoh 14:1 - “‘Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu.”.
Dan Allah tidak menghendaki sikap ‘netral’ terhadap diriNya. Ia menghendaki kamu mempercayai Dia (Ibr 11:6), mengasihi Dia (Mat 22:37), menghormati Dia / takut kepadaNya (Mal 1:6), menyembah Dia (Mat 4:10), mentaati Dia (Kis 5:29), melayani Dia (Ro 12:11), dan sebagainya.
Ibr 11:6 - “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”.
Mat 22:37 - “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”.
Mal 1:6 - “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepadaKu itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepadaKu itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina namaKu. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menghina namaMu?’”.
Mat 4:10 - “Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’”.
Kis 5:29 - “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”.
Ro 12:11 - “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”.
Disamping, kalau tidak percaya Allah, bagaimana bisa masuk surga, yang adalah milik Allah?
c) Kalau kamu tidak percaya Yesus itu berarti kamu tidak mempunyai Juruselamat / Penebus dosa. Lalu, siapa yang menebus dosamu?
8) Orang yang saudara injili itu tidak mau percaya Tuhan Yesus karena jalan keselamatan seperti itu dianggapnya terlalu mudah.
a) Mendapat keselamatan / masuk surga sebetulnya sama sekali bukanlah sesuatu yang mudah, karena manusia tidak mungkin menyelamatkan dirinya sendiri (Ro 3:20 Gal 2:16).
Ro 3:20 - “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”.
Gal 2:16 - “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat.”.
Illustrasi: monyet yang masuk ke dalam rawa tidak mungkin menyelamatkan dirinya sendiri.
b) Manusia lain tidak mungkin menyelamatkan kita (Maz 49:8-9).
Maz 49:8-9 - “(8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, (9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya -”.
Ini salah terjemahan; RSV sama persis salahnya. Bandingkan dengan terjemahan NIV di bawah ini.
Psalm 49:7-8 (NIV): “No man can redeem the life of another, or give to God a ransom for him; the ransom for a life is costly, no payment is ever enough” [= Tidak seorang manusiapun bisa menebus nyawa orang lain, atau memberikan kepada Allah tebusan untuk dia; tebusan untuk suatu nyawa sangat mahal, tidak ada pembayaran yang bisa mencukupi].
c) Tuhan Yesus sudah menyelesaikan apa yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia.
Yoh 19:30 - “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya.”.
d) Karena sudah adanya karya Kristus itulah maka sekarang untuk mendapatkan keselamatan menjadi mudah bagi kita. Bahkan keselamatan itu sepenuhnya merupakan suatu anugerah / pemberian.
Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.
Ro 3:24 - “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.
Ro 6:23 - “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”.
Yes 55:1-2 - “(1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! (2) Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”.
Illustrasi: Seorang penginjil memberitakan Injil kepada seorang pekerja tambang. Pada waktu pekerja tambang itu mendengar bahwa untuk bisa diselamatkan ia hanya perlu percaya kepada Yesus, ia berkata ‘Hanya percaya dan saya selamat? Kok gampang sekali?’. Penginjil itu lalu bertanya: ‘Dimana kamu bekerja?’. Pekerja tambang itu menjawab: ‘Puluhan atau bahkan ratusan meter di bawah permukaan tanah’. Penginjil itu bertanya lagi: ‘Wah, tentu sukar sekali bagi kamu untuk turun ke sana lalu naik lagi ke atas’. Pekerja itu menjawab: ‘Tidak sukar sama sekali. Karena perusahaan saya telah memasang sebuah lift, dan saya hanya tinggal masuk ke dalam lift itu dan lift itu akan membawa saya naik atau turun’. Lalu penginjil itu berkata: ‘Sama seperti perusahaanmu sudah bersusah payah memasang lift, sehingga sekarang bagi kamu tinggal gampangnya, demikian juga Kristus sudah bersusah payah, menderita dan mati di kayu salib untuk menyediakan keselamatan bagi manusia, sehingga sekarang bagi manusia tinggal gampangnya. Manusia hanya perlu masuk ke dalam Yesus / percaya kepada Yesus, dan Yesus akan mengangkatnya ke surga!’.
Anonymous: “Salvation is free for you because someone else paid.” [= Keselamatan itu gratis bagimu karena seorang lain telah membayarnya.] - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 587.
9) Orang yang saudara injili itu menolak menjadi kristen karena ia berpendapat bahwa Allah itu kasih, sehingga orang yang tidak percayapun akan ke surga / tidak dihukum.
a) Allah memang adalah kasih, tetapi Ia juga suci, sehingga Ia tidak bisa bersatu dengan dosa.
Yes 59:1-2 - “(1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”.
b) Allah memang adalah kasih, tetapi Ia juga adil, sehingga pasti akan menghukum manusia yang berdosa.
Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.”.
c) Allah berulang-ulang berkata bahwa Ia akan menghukum manusia yang berdosa. Kalau akhirnya, Ia tidak melakukan hal itu, maka Ia berdusta. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak mungkin berdusta.
Ibr 6:18 - “supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.”.
d) Kitab Suci berulang-ulang berbicara tentang orang-orang yang masuk neraka.
1. Luk 16:19-31 - cerita tentang Lazarus dan orang kaya.
2. Mat 25:41,46 - “(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. ... (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.
3. Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.
10)Orang yang saudara injili itu sebetulnya mau percaya kepada Yesus, tetapi tidak sekarang. Ia mau menunda untuk percaya / ikut Tuhan Yesus.
a) Saudara tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Yak 4:14 - “sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”.
Amsal 27:1 - “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.”.
Kalau saudara mati mendadak, dan itu jelas merupakan sesuatu yang bisa terjadi, saudara tidak akan sempat bertobat. Tidak ada ‘second chance’ [= kesempatan kedua] untuk bertobat. Begitu saudara mati kesempatan untuk bertobat itu tertutup untuk selamanya.
Kesempatan bertobat itu tertutup bukan hanya pada saat seseorang mati, tetapi juga kalau ia menjadi gila, pikun, idiot (karena cedera otak).
Juga ia perlu memperhatikan Yes 55:6 - “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!”.
Ini menunjukkan bahwa tidak selamanya Tuhan berkenan untuk ditemui!
Bandingkan juga dengan Yoh 7:33-34: “(33) Maka kata Yesus: ‘Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. (34) Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat dimana Aku berada.’”.
Kata-kata Yesus ini menunjukkan bahwa setiap orang harus menggunakan kesempatan untuk datang kepada Yesus dengan sebaik-baiknya, karena kalau tidak, akan datang suatu waktu dimana mereka tidak lagi bisa menemukan Yesus.
Bandingkan ini dengan Amsal 1:24-28 - “(24) Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. (28) Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.”.
Ajaran ini tidak bertentangan dengan Yoh 6:37 yang menunjukkan bahwa Yesus tidak akan menolak orang yang datang kepadaNya. Mengapa? Karena kalau seseorang masih bisa datang kepada Kristus, itu berarti Allah memang masih berkenan untuk ditemui. Kalau Allah sudah tidak berkenan ditemui, Ia akan mengeraskan hati orang itu, sehingga orang itu tidak mungkin bertobat / percaya kepada Yesus.
Kalau orang yang saudara injili itu menggunakan 1Pet 3:18-20 1Pet 4:6 yang seakan-akan menunjukkan adanya ‘second chance’ [= kesempatan kedua / kesempatan bertobat sesudah kematian], maka:
1. Tunjukkan Maz 88:12, yang jelas menunjukkan tidak adanya pemberitaan Injil di alam baka, dan katakan bahwa ayat-ayat dalam 1Petrus itu tidak boleh ditafsirkan bertentangan dengan ayat ini.
Maz 88:11-13 - “(11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepadaMu? Sela (12) Dapatkah kasihMu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaanMu di tempat kebinasaan? (13) Diketahui orangkah keajaiban-keajaibanMu dalam kegelapan, dan keadilanMu di negeri segala lupa?”.
Jelas bahwa sederetan pertanyaan dalam text ini semuanya harus dijawab ‘Tidak’!
2. Beri penjelasan tentang 1Pet 3:18-20 dan 1Pet 4:6, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. 1Pet 3:18-20 - “(18) Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (19) dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, (20) yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.”.
Arti dari ayat ini adalah: Roh Ilahi Yesus (Logos) memberitakan Injil melalui Nuh, pada zaman sebelum air bah, kepada orang-orang yang masih hidup pada saat itu. Jadi, orang-orang itu masih hidup pada saat diinjili, tetapi pada waktu Petrus menuliskan suratnya ini, mereka sudah mati dan karena itu disebutkan sebagai ‘roh-roh yang di dalam penjara’. Jadi, ayat ini tidak mengajarkan adanya penginjilan terhadap orang mati!
b. 1Pet 4:6 - “Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.”.
Ada 3 penafsiran tentang arti kata-kata ‘orang-orang mati’ dalam 1Pet 4:6 ini:
(1) Itu diartikan sebagai orang yang mati secara rohani / mati dalam dosa.
(2) Itu diartikan betul-betul sebagai orang yang sudah mati. Penafsiran ini sesat, tetapi inilah yang diambil oleh orang-orang seperti Andereas Samudera sehingga ia lalu mengadakan penginjilan terhadap orang mati.
(3) Sama seperti penafsiran yang saya ambil tentang 1Pet 3:18-20, orang-orang itu masih hidup pada saat diinjili, tetapi sudah mati pada waktu Petrus menulis surat ini, sehingga disebutkan sebagai ‘orang-orang mati’.
Saya berpendapat bahwa pandangan inilah yang benar.
Catatan: kalau mau mempelajari kedua text ini secara lebih mendetail / terperinci, baca tulisan saya yang berjudul ‘Penginjilan Terhadap Orang Mati’, jilid 2, dimana kedua text ini saya jelaskan secara sangat terperinci / panjang lebar.
Jadi, ayat-ayat di atas tidak bisa digunakan untuk mengatakan bahwa ada kesempatan bertobat setelah kematian. Kesempatan bertobat hanya ada selagi kita masih hidup. Kalau kita mati, kesempatan itu tertutup untuk selama-lamanya! Karena itu, tindakan menunda pertobatan merupakan suatu tindakan yang sangat beresiko, karena kalau kita mati dengan mendadak, tidak ada kesempatan untuk bertobat!
Illustrasi: Suatu hari ada seseorang yang bermimpi tentang adanya suatu konperensi setan. Konperensi itu dipimpin oleh Iblis sendiri dan bertujuan untuk mencari siasat yang jitu supaya manusia tidak percaya kepada Yesus dan binasa / masuk neraka. Lalu ada seorang setan yang mengusulkan: ‘Baiklah kita membujuk manusia supaya tidak percaya akan adanya Tuhan’. Iblis berkata: ‘Tidak. Manusia merasa dalam hatinya bahwa Tuhan itu ada. Siasat itu tidak akan berhasil’. Setan lain mengusulkan: ‘Baiklah kita mengatakan kepada manusia bahwa mereka itu terlalu jahat untuk bisa diampuni’. Iblis menolak usul itu dengan berkata: ‘Justru kalau manusia sadar bahwa dirinya jahat, itu akan membawa mereka kepada Tuhan. Usul itu masih kurang baik’. Akhirnya seorang setan berkata: ‘Baiklah kita mengatakan kepada manusia bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan itu mencintai mereka yang berdosa, dan bahwa Injil itu benar adanya’. Iblis menjawab: ‘Tetapi bagaimana hal itu bisa membinasakan mereka?’. Setan itu melanjutkan siasatnya: ‘Kita akan mengatakan kepada manusia bahwa sekalipun semua itu benar, dan mereka harus percaya, tetapi masih ada cukup waktu. Mereka tidak perlu percaya sekarang’. Iblis senang sekali dengan usul itu, dan memerintahkan supaya usul itu dilaksanakan.
Ini menyebabkan banyak orang yang pada waktu mendengar Injil, lalu menunda untuk datang kepada Yesus. Tetapi tiba-tiba mereka mendapat kecelakaan atau serangan jantung, yang membuat mereka mati secara mendadak, sehingga tidak ada kesempatan untuk bertobat. Akhirnya mereka terhilang selama-lamanya di dalam neraka, hanya karena mereka menunda untuk percaya kepada Yesus!
b) Orang yang belum percaya kepada Kristus tidak berada di daerah netral, tetapi di bawah murka Allah.
Yoh 3:36 - “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”.
Kata ‘tetap’ di sini menunjukkan bahwa dari semula (sejak orang itu lahir, bahkan sejak orang itu ada dalam kandungan), murka Allah itu sudah ada di atasnya. Kalau ia percaya kepada Yesus, maka murka itu dicabut, tetapi kalau ia tidak percaya / tidak taat, maka murka Allah itu tetap ada di atasnya.
Ef 2:1-3 - “(1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. (2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.”.
Bagian yang saya garisbawahi itu, terjemahan hurufiahnya adalah seperti yang diberikan oleh NASB: “and were by nature children of wrath, even as the rest” [= dan secara alamiah adalah anak-anak kemurkaan, sama seperti yang lain].
Jadi, ini menunjukkan bahwa manusia itu secara alamiah, maksudnya sejak lahir, adalah orang yang dimurkai oleh Allah.
Banyak orang mengira bahwa mereka ada di daerah netral. Kalau mereka bertobat maka mereka mendapat perkenan Allah, sedangkan kalau mereka berbuat dosa yang hebat, maka barulah mereka mendapat murka Allah. Seandainya keadaannya memang seperti ini, maka mungkin seseorang boleh berlambat-lambat dalam bertobat / percaya kepada Yesus. Mereka tidak berada dalam bahaya, dan karena itu berlambat-lambat tidak jadi soal. Tetapi Kitab Suci mengatakan bahwa keadaan manusia bukan seperti itu! Manusia ada di bawah murka Allah sejak dalam kandungan, dan karena itu setiap saat manusia itu ada dalam bahaya. Mengapa? Karena setiap saat ia bisa saja mati, dan kalau itu terjadi, maka murka Allah itu akan ditimpakan kepadanya dengan sepenuhnya, dan ia akan masuk ke neraka selama-lamanya. Karena itu, maka kita harus berusaha secepatnya, tanpa menunda atau berlambat-lambat, untuk menyingkirkan murka Allah itu dari diri kita. Dan satu-satunya cara adalah dengan secepatnya percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
c) Firman Tuhan berkata bahwa hari ini adalah hari penyelamatan.
2Kor 6:1-2 - “(1) Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. (2) Sebab Allah berfirman: ‘Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.’ Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”.
Barnes’ Notes (tentang 2Kor 6:1-2): “God here speaks of there being an accepted time, a limited period, in which petitions in favor of the world would be acceptable to him. That time Paul says had come; and the idea which he urges is, that people should avail themselves of that, and embrace now the offers of mercy. ... The time will come when it will not be an acceptable time with God. The day of mercy will be closed; the period of trial will be ended; and people will be removed to a world where no mercy is shown, and where compassion is unknown. ... The time of mercy will pass by, and God will not be willing to pardon the sinner who goes unprepared to eternity. ... we cannot calculate on the future. We have no assurance, no evidence that we shall live another day, or hour. ... the time will come when it will not be an accepted time. Now is the accepted time; at some future period it will NOT be. If people grieve away the Holy Spirit; if they continue to reject the gospel; if they go unprepared to eternity, no mercy can be found. God does not design to pardon beyond the grave. He has made no provision for forgiveness there; and they who are not pardoned in this life, must be unpardoned forever.” [= Di sini Allah berbicara bahwa ada ‘waktu perkenan / waktu dimana Ia berkenan’, suatu periode yang terbatas, dalam mana permohonan-permohonan untuk kebaikan dunia berkenan kepadaNya. Paulus berkata waktu itu telah datang; dan gagasan yang ia desakkan adalah bahwa orang harus memanfaatkan kesempatan itu, dan menerima sekarang juga tawaran belas kasihan. ... Saatnya akan tiba dimana itu bukan lagi waktu yang berkenan pada Allah. Zaman belas kasihan akan ditutup; periode pencobaan / ujian akan diakhiri; dan orang-orang akan dipindahkan ke suatu dunia dimana tidak ada belas kasihan yang ditunjukkan, dan dimana perasaan kasihan tidak dikenal. ... Zaman belas kasihan akan berlalu, dan Allah tidak akan mau mengampuni orang berdosa yang pergi menuju kekekalan dengan tidak siap. ... kita tidak bisa memperhitungkan masa yang akan datang. Kita tidak mempunyai jaminan, tidak ada bukti bahwa kita akan hidup satu hari lagi atau satu jam lagi. ... waktunya akan datang dimana itu bukanlah waktu yang diperkenan. Sekaranglah waktu perkenanan itu; pada masa yang akan datang, akan tidak demikian. Jika orang-orang mendukakan Roh Kudus; jika mereka terus menolak Injil; jika mereka pergi dengan tidak siap menuju kekekalan, tidak ada belas kasihan yang bisa ditemukan. Allah tidak merencanakan untuk mengampuni di balik kubur. Ia tidak membuat persediaan untuk pengampunan di sana; dan mereka yang tidak diampuni dalam dunia ini, pasti tidak diampuni selama-lamanya.].
d) Allah tidak mau / tidak bisa dipermainkan.
Gal 6:7-8 - “(7) Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (8) Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”.
Orang menunda pertobatan biasanya karena ia mau menikmati dosa dulu. Nanti kalau mau mati / hampir mati baru bertobat. Tetapi ini berarti mempermainkan Tuhan. Dan ayat Kitab Suci di atas ini mengatakan bahwa Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan!
e) Tuhan tidak ingin kamu mengeraskan hatimu, pada saat kamu mendengar suaraNya.
Ibr 3:7-8 - “(7) Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, (8) janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,”.
Matthew Henry (tentang Ibr 3:7): “I. What he counsels them to do - to give a speedy and present attention to the call of Christ. ‘Hear his voice, assent to, approve of, and consider, what God in Christ speaks unto you; apply it to yourselves with suitable affections and endeavours, and set about it this very day, for to-morrow it may be too late.’ II. What he cautions them against - hardening their hearts, turning the deaf ear to the calls and counsels of Christ: ‘When he tells you of the evil of sin, the excellency of holiness, the necessity of receiving him by faith as your Saviour, do not shut your ear and heart against such a voice as this.’” [= I. Apa yang ia nasehatkan untuk mereka lakukan - untuk memberikan perhatian yang cepat dan sekarang juga terhadap panggilan Kristus. ‘Dengarkan suaraNya, setujuilah, akuilah, dan pertimbangkan, apa yang Allah dalam Kristus katakan kepadamu; terapkan itu kepada dirimu sendiri dengan kasih dan usaha yang sesuai, dan mulailah melakukannya, karena besok mungkin sudah terlambat’. II. Terhadap apa ia memperingatkan mereka - mengeraskan hati mereka, menulikan telinga mereka terhadap panggilan dan nasehat Kristus: ‘Pada waktu Ia memberitahu kamu jahatnya dosa, keunggulan dari kekudusan, perlunya menerima Dia dengan iman sebagai Juruselamatmu, jangan menutup telinga dan hatimu terhadap suara seperti ini’.].
Barnes’ Notes (tentang Ibr 3:7): “‘Today.’ Now; at present. At the very time when the command is addressed to you. It is not to be put off until tomorrow. All God’s commands relate to ‘the present’ - to this day - to the passing moment. He gives us no commands ‘about the future.’ He does not require us to repent and to turn to him ‘tomorrow,’ or 10 years hence. The reasons are obvious: (1) Duty pertains to the present. It is our duty to turn from sin, and to love him now. (2) we know not that we shall live to another day.” [= ‘Hari ini’. Sekarang; pada saat ini. Pada saat dimana perintah itu diberikan kepadamu. Itu tidak boleh ditunda sampai besok. Semua perintah Allah berhubungan dengan ‘masa sekarang’ - pada hari ini, pada waktu yang sedang berlalu. Ia tidak memberikan kita perintah ‘tentang masa yang akan datang’. Ia tidak menghendaki kita untuk bertobat dan berbalik kepadaNya ‘besok’, atau 10 tahun lagi. Alasannya jelas: (1) Kewajiban berkenaan dengan masa sekarang. Merupakan kewajiban kita untuk berbalik dari dosa, dan untuk mengasihi Dia sekarang. (2) kita tidak tahu apakah kita akan hidup satu hari lagi.].
Bdk. Amsal 1:24-33 - “(24) Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. (28) Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. (29) Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, (30) tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, (31) maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. (32) Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. (33) Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.’”.
f) Tuhan tidak terus menunggu pertobatan seseorang, seakan-akan manusia bisa bertobat kapanpun ia mau.
Yes 55:6 - “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!”.
Perhatikan kata ‘selama’ yang muncul 2 x dalam ayat ini. Itu menunjukkan bahwa ada saat dimana Tuhan tidak berkenan untuk ditemui.
g) Jangan menyalah-gunakan cerita tentang penjahat yang bertobat di kayu salib (Luk 23:39-43).
Cerita ini merupakan cerita yang sangat indah dan penting, karena menunjukkan bahwa pada detik terakhirpun dari kehidupan seseorang, kalau ia betul-betul datang / percaya kepada Kristus, ia akan diampuni dan dijamin masuk ke surga.
Tetapi rupanya setan mengilhami banyak orang-orang bodoh dengan menyalah-gunakan cerita ini. Penyalah-gunaan cerita ini menyebabkan mereka merasa lebih baik hidup dalam dosa dulu, dan menunda pertobatan mereka, sampai sesaat sebelum kematian. Kalau saudara berpikir seperti itu, perhatikan kata-kata di bawah ini.
J. C. Ryle: “I know that people are fond of talking about deathbed evidences. They will rest on words spoken in the hour of fear and pain and weakness, as if they might take comfort in them about the friends they lose. But I am afraid in ninety-nine cases out of a hundred such evidences are not to be depended on. I suspect that, with rare exceptions, men die just as they have lived.” [= Saya tahu bahwa banyak orang senang membicarakan bukti-bukti ranjang kematian. Mereka bersandar pada kata-kata yang diucapkan pada saat ketakutan dan sakit dan kelemahan, seakan-akan mereka bisa mendapatkan hiburan dalam kata-kata itu tentang sahabat mereka yang hilang / mati. Tetapi saya takut / kuatir bahwa 99 kasus dari 100 bukti-bukti seperti itu tidak bisa diandalkan. Saya menduga bahwa dengan perkecualian yang sangat jarang, orang mati sama seperti mereka telah hidup.] - ‘Holiness’, hal 40.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin