Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 25 November 2025, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

argumentasi & theologia

dalam

memberitakan Injil(7)

 

 

b) Ayat-ayat yang menunjukkan bahwa keselamatan itu hanya karena iman adalah:

 

1.  Ro 3:24 - “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.

 

Perhatikan kata-kata ‘dengan cuma-cuma’ di sini. Kalau perbuatan baik punya andil dalam membawa kita ke surga, tidak mungkin ada kata-kata ‘dengan cuma-cuma’ di sini.

 

Bandingkan dengan Yes 55:1-2 - “(1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! (2) Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”.

 

John Henry Jowett (tentang Yes 55:1-7): “The refreshing waters are offered to ‘everyone’ that is thirsty. ... And the waters may be ours ‘without money and without price.’ ... No, we are asked to pay nothing, and for the simple reason that we ‘have nothing wherewith to pay.’ The reviving grace is given to us ‘freely,’ and all that we have to present is our thirst. And yet we spend and spend, we labour and labour, but we buy no bread of contentment, and the waters of satisfaction are far away. The satisfying bread cannot be bought; it can only be begged.” [= Air yang menyegarkan ditawarkan kepada ‘setiap orang’ yang haus. ... Dan air itu bisa menjadi milik kita ‘tanpa uang dan tanpa harga / pembayaran’. ... Tidak, kita tidak diminta untuk membayar apa-apa, dan itu disebabkan karena alasan yang sederhana yaitu bahwa kita ‘tidak mempunyai apapun dengan mana kita bisa membayar’. Kasih karunia yang menghidupkan diberikan kepada kita ‘dengan cuma-cuma’, dan semua yang harus kita berikan adalah kehausan kita. Tetapi kita terus menghabiskan uang dan kita terus berjerih payah, tetapi kita tidak membeli roti kepuasan, dan air kepuasan berada jauh dari kita. Roti yang memuaskan tidak bisa dibeli; itu hanya bisa diminta / diterima melalui pengemisan.] - ‘Springs of Living Water’, August 6.

 

2.  Ro 3:27-28 - “(27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”.

 

3.  Gal 2:16,21 - “(16) Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat. ... (21) Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”.

 

4.  Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.

 

5.  Fil 3:8-9 - “(8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (9) dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.”.

 

6.  Ro 9:30-10:3 - “(9:30) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. (9:31) Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. (9:32) Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, (9:33) seperti ada tertulis: ‘Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.’ (10:1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (10:2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (10:3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”.

 

7.  Kis 15:1-11 - “(1) Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ‘Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.’ (2) Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. (3) Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah (non Yahudi). Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. (4) Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. (5) Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: ‘Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.’ (6) Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. (7) Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: ‘Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. (8) Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendakNya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, (9) dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. (10) Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? (11) Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.’”.

 

Bdk. ay 11b dengan Ro 11:5-6 - “(5) Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. (6) Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.”.

 

Jelas terlihat bahwa Sidang Gereja Yerusalem membenarkan Paulus dan Barnabas yang mengajarkan keselamatan hanya oleh iman saja, dan menyalahkan orang-orang kristen Yahudi, yang menekankan bahwa untuk selamat, mereka juga harus mentaati hukum Taurat (ay 1).

 

8.  Luk 23:42-43 - “(42) Lalu ia berkata: ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.’ (43) Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”.

 

Penjahat yang boleh dikatakan tidak punya perbuatan baik sama sekali ini, dan bahkan tak pernah ke gereja, belum dibaptis, dsb, ternyata dijamin keselamatannya oleh Yesus, hanya karena ia percaya kepada Yesus.

 

c)  Penjelasan tentang ayat-ayat yang seolah-olah menunjukkan bahwa kita diselamatkan oleh / karena perbuatan baik.

 

Yeh 18:24 - “Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik - apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.”.

Bdk. Yeh 3:20a  Yeh 18:26  Yeh 33:13  Yeh 33:18.

 

Mat 7:21 - “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga.”.

 

Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

 

Kelihatannya domba-domba itu masuk surga karena berbuat baik, sedangkan kambing-kambing masuk neraka karena melakukan dosa pasif.

 

Yoh 5:28-29 - “(28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”.

 

Ro 2:4-8 - “(4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya dan kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. (6) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, (7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak(bisa)binasaan, (8) tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.”.

 

Dalam menghadapi ayat-ayat seperti ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

 

1.  Kita tidak boleh menafsirkan ayat Kitab Suci sehingga bertentangan satu dengan yang lainnya.

 

Kita sudah melihat banyak ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa keselamatan itu hanya karena iman, dan sama sekali bukan karena perbuatan baik. Jadi ayat-ayat di sini tidak boleh ditafsirkan seakan-akan Kitab Suci mengajarkan doktrin sesat ‘salvation by works’ [= keselamatan karena perbuatan baik].

 

2.  Di atas kita juga sudah melihat bahwa orang di luar Kristus sama sekali tidak bisa berbuat baik.

 

Jadi, bagaimana mungkin ia bisa selamat dengan berbuat baik? Juga sudah kita lihat bahwa seandainya ia bisa berbuat baik, maka perbuatan baiknya itu tidak bisa menghapuskan dosa-dosanya, sehingga ia tetap tidak mungkin bisa diselamatkan oleh perbuatan baiknya.

 

3.  Hanya orang kristen yang sejati yang bisa berbuat baik (Itupun dengan pertolongan Roh Kudus, dan karena Allah menilai dengan murah hati).

 

Jadi, ayat-ayat di atas, yang menyatakan bahwa orang-orang yang berbuat baik masuk surga, sebetulnya menyatakan bahwa orang yang beriman saja yang masuk surga. Ayat-ayat itu tidak mungkin menggambarkan orang yang tidak beriman, karena orang yang tidak beriman, sama sekali tidak bisa berbuat baik.

 

4.  Alasan mengapa ayat-ayat Kitab Suci tertentu seolah-olah menunjukkan keselamatan karena perbuatan baik.

 

Orang yang sungguh-sungguh beriman pasti akan berbuat baik. Iman mereka tidak terlihat, tetapi perbuatan baik mereka bisa terlihat. Karena itu, dalam ayat-ayat tertentu Kitab Suci menunjukkan bahwa orang-orang yang berbuat baik akan masuk surga.

 

d) Penjelasan tentang text sukar Yak 2:14-26.

Karena panjangnya dan sukarnya pembahasan tentang text ini, maka pembahasannya saya letakkan secara terpisah dalam bagian APPENDIX di belakang.

 

Dalam memberitakan Injil, hati-hatilah untuk tidak mengganti doktrin ‘salvation by faith’ [= keselamatan oleh iman] dengan doktrin sesat ‘salvation by works’ [= keselamatan oleh perbuatan baik].

 

Ini sering terjadi kalau orang yang diinjili itu berkata: lho kok enak dosa dihapus begitu saja? Kalau berdosa lagi bagaimana?, dsb. Sang penginjil, karena takut orang itu lalu berbuat dosa seenaknya sendiri, bisa ‘terpaksa menjawab’ bahwa orang itu harus taat juga, kalau tidak, ia tidak akan masuk surga.

 

Dengan demikian sang penginjil, secara sadar atau tidak, mengajarkan doktrin sesat ‘salvation by works’ [= keselamatan oleh perbuatan baik].

 

Hal seperti ini tidak pernah boleh dilakukan! Siapapun yang melakukannya, ia menjadi nabi palsu / pengajar sesat! Keselamatan memang hanya oleh / karena iman, bukan oleh / karena iman dan perbuatan baik!

 

Kalau orang itu menanggapi ajaran Injil yang benar dengan cara berbuat dosa seenaknya sendiri, hampir bisa dipastikan ia bukan orang kristen yang sejati.

 

4) Kalau ia percaya / menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, maka boleh saja kita ajak dia berdoa untuk mengundang Tuhan Yesus / menyatakan iman kepada Yesus. Tetapi ini tidak mutlak harus dilakukan. Tuhan tahu kalau ia memang sudah sungguh-sungguh beriman.

 

Sebelum kita melanjutkan dengan langkah berikutnya, kita perlu memeriksa imannya dengan menanyakan tentang keyakinan keselamatannya.

 

Sesuatu yang sangat perlu ditekankan di sini adalah pertanyaan ini: apakah ia percaya bahwa sekitar 2000 tahun yang lalu Yesus menderita dan mati untuk memikul hukuman dari semua dosa-dosanya, hukuman yang seharusnya untuk dia?

 

Kalau ia percaya hal itu, ia harus yakin masuk surga, karena semua dosa / hutangnya sudah dibayar. Dosa mana lagi yang menyebabkan ia harus masuk neraka?

 

Kalau ia tidak / belum yakin akan keselamatannya, itu menunjukkan bahwa imannya belum beres!

 

Ayat-ayat yang bisa digunakan:

a) Ro 8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”.

b) 1Yoh 5:11-13 - “(11) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. (12) Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (13) Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”.

 

Catatan: tentang ‘keyakinan keselamatan’ akan saya jelaskan secara lebih terperinci di belakang.

 

V) Pertobatan dari dosa / menerima Yesus sebagai Tuhan.

 

Sejak pemberitaan Injil pada Natal yang pertama Yesus diberitakan sebagai Juruselamat dan sebagai Tuhan.

 

Bdk. Luk 2:11 - “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

 

Jadi jelas bahwa pemberitaan tentang Yesus sebagai Tuhan adalah sesuatu yang penting. Kalau kita menerima Yesus sebagai Tuhan, itu berarti kita menjadi hambaNya, dan karena itu kita harus mentaati segala perintahNya.

 

Bdk. Luk 6:46 - “‘Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”.

 

Ini berarti bahwa orang itu harus bertobat dari segala dosanya, baik dosa aktif (melakukan apa yang dilarang), maupun dosa pasif (tidak melakukan apa yang diperintahkan).

 

Pertobatan dari dosa merupakan bukti iman yang sejati (Yak 2:17,26). Mengapa demikian? Karena:

 

1) Orang yang percaya kepada Yesus, pasti menerima Roh Kudus.

 

Ef 1:13 - “Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu.”.

 

2) Dan Roh Kudus itu akan mengeluarkan buah Roh, yang menyebabkan hidup orang itu akan dikuduskan / disucikan (Gal 5:22-23).

 

Karena itu, kalau ada orang yang mengatakan bahwa dirinya adalah orang percaya, tetapi hidupnya tidak berubah ke arah yang positif sama sekali, maka itu menunjukkan bahwa ia tidak mempunyai Roh Kudus. Dan kalau ia tidak mem­punyai Roh Kudus, itu berarti ia belum percaya.

 

Tetapi ingat satu hal penting ini: Sekalipun iman yang sejati pasti diikuti oleh adanya ketaatan / perbuatan baik / pengudusan, tetapi yang menyebabkan kita diselamatkan adalah imannya, dan sama sekali bukan perbuatan baiknya.

 

William Hendriksen: “Good works have never saved anybody. Yet without them no one has a right to claim that he is a Christian.” [= Perbuatan baik tidak pernah menyelamatkan siapapun. Tetapi tanpa perbuatan baik tidak seorangpun mempunyai hak untuk mengclaim bahwa ia adalah orang Kristen.] - ‘Romans’, hal 114.

 

Illustrasi:

 

sakit ® obat ® sembuh ® olah raga / bekerja

 

dosa ® iman ® selamat ® taat / berbuat baik

 

Apa yang menyebabkan sembuh? Tentu saja obat, bukan olah raga / bekerja. Olah raga / bekerja hanya merupakan bukti bahwa orang itu sudah sembuh. Karena itu, kalau seseorang berkata bahwa ia sudah minum obat dan sudah sembuh, tetapi ia tetap tidak bisa berolah raga / bekerja, maka pasti ada yang salah dengan obatnya.

 

Demikian juga dengan orang berdosa. Ia selamat karena iman, bukan karena perbuatan baik. Tetapi kalau seseorang berkata bahwa ia sudah beriman dan sudah selamat, tetapi dalam hidupnya sama sekali tidak ada perbuatan baik / ketaatan, maka pasti ada yang salah dengan imannya.

 

Juga kalau kita melihat pada garis waktu, maka akan terlihat dengan jelas bahwa imanlah, dan bukannya perbuatan baik, yang menyebabkan kita diselamatkan.

 

 

                                                                            iman

  

 


 

----------------------------------------------------------------------------------

          tak ada perbuatan baik                              ada perbuatan baik

                   (Ro 6:20)

 

                                                        selamat

 

Ro 6:20 - Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran..

 

Luk 19:9 - Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”.

 

 

 

-o0o-

 

 

 


 

mengatasi PENOLAKAN TERHADAP INJIL

 

Pada waktu kita memberitakan Injil, pasti ada banyak orang yang keberatan / tidak mau menerima Injil yang kita beritakan, dan alasan-alasan yang mereka berikan pastilah bermacam-macam. Dalam bagian ini, saya memberikan alasan-alasan yang sering dikemukakan, dan juga cara menjawabnya.

 

Macam-macam keberatan dan jawabannya:

 

1) Orang yang saudara injili tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus karena ia tahu akan adanya banyak orang kristen yang hidupnya jahat, dan bahkan lebih jahat dari dia.

 

Ia mungkin bahkan memberi contoh-contoh tentang orang kristen seperti itu, misalnya tetangganya, atau salah satu anggota keluarganya atau kenalannya. Dan mungkin sekali orang yang dijadikan contoh itu adalah orang sudah lama menjadi kristen, atau yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja, seperti guru sekolah minggu, majelis atau bahkan penginjil / pendeta.

 

Dalam menjawab serangan / keberatan seperti ini ada 2 hal yang harus saudara hindari:

 

a) Membela orang kristen yang dianggap jahat itu, kecuali kalau kita betul-betul tahu bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar. Mengapa? Karena kalau saudara membela, padahal orang Kristen yang dibicarakan itu memang salah, itu akan menyebabkan saudara terlihat ‘tidak fair’ / tidak adil / tidak jujur, dan ini bahkan akan menyebabkan orang yang saudara injili itu makin tidak senang pada orang Kristen, dan makin tidak mau mendengarkan Injil dari saudara.

 

b) Ikut menjelek-jelekkan orang kristen itu.

Kalau membela orang Kristen itu merupakan extrim kiri, maka yang ini merupakan extrim kanan. Banyak orang yang menghindari extrim kiri, tetapi terjatuh ke extrim kanan.

 

Ini bisa terjadi, misalnya kalau kita berkata: ‘O ya, orang itu memang brengsek. Aku juga tahu hal itu. Bahkan apa yang kamu katakan tentang dia itu kurang lengkap. Dia itu .... dst’.

 

Ini akan menyebabkan saudara bukannya memberitakan Injil tetapi lalu menggosip orang.

 

Catatan: ingat bahwa menjelek-jelekkan / menceritakan kejelekan orang Kristen di depan orang kafir, sering menjadi alasan dari banyak orang kafir untuk tidak mau menjadi Kristen. Karena itu kalau selama ini saudara sering menjelek-jelekkan / menceritakan kejelekan orang di gereja saudara di depan keluarga / teman yang belum kristen, bertobatlah!

 

Ingat bahwa “kasih menutupi segala sesuatu” (1Kor 13:7).

 

1Pet 4:8 - Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa..

 

Bdk. Amsal 10:12b - “kasih menutupi segala pelanggaran.”.

 

Jawaban yang bisa saudara berikan:

 

1.  Ada orang kristen yang sungguh-sungguh dan ada orang kristen yang palsu.

 

Saudara bisa membacakan / menceritakan Mat 13:24-30 (perumpamaan lalang di antara gandum) sebagai dasar Kitab Suci kata-kata saudara ini.

 

Mat 13:24-30 - “(24) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kataNya: ‘Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. (25) Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. (26) Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. (27) Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? (28) Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (29) Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. (30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.’.

 

Mat 13:36-43 - “(36) Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: ‘Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.’ (37) Ia menjawab, kataNya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; (38) ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. (39) Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. (40) Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. (41) Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. (42) Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (43) Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!’.

 

Jadi, mungkin sekali orang kristen yang hidupnya jahat itu hanyalah orang kristen KTP.

 

Perlu juga saudara beritahukan kepada dia bahwa orang yang sudah lama menjadi kristen, bahkan yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja (seorang pendeta sekalipun), belum tentu merupakan orang kristen yang sejati.

 

Saudara bisa memberi contoh Yudas Iskariot, yang sekalipun mempunyai jabatan rasul, yang merupakan jabatan tertinggi dalam gereja, tetap hanyalah orang kristen KTP (Yoh 6:64).

 

Yoh 6:64 - Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.’ Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia..

 

2.  Orang kristen yang sungguh-sungguhpun tetap merupakan manusia yang berdosa, yang mudah sekali jatuh ke dalam dosa.

Dan adalah mungkin bagi orang kristen sejati untuk jatuh ke dalam dosa yang hebat sekalipun. Daud saja bisa jatuh dalam perzinahan dan pembunuhan (2Sam 11).

 

Petrus jatuh dalam tindakan penyangkalan 3 x terhadap Yesus (Mat 26:69-75), dan juga dalam tindakan munafik (Gal 2:11-14).

 

Mat 26:69-75 - “(69) Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: ‘Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.’ (70) Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: ‘Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.’ (71) Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: ‘Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.’ (72) Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: ‘Aku tidak kenal orang itu.’ (73) Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ‘Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.’ (74) Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: ‘Aku tidak kenal orang itu.’ Dan pada saat itu berkokoklah ayam. (75) Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: ‘Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya..

 

Gal 2:11-14 - “(11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. (14) Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: ‘Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?’.

 

Karena itu kalau orang kristen jatuh ke dalam dosa, itu merupakan hal yang manusiawi, yang bahkan tidak terhindarkan.

 

Bdk. 1Yoh 1:10 - “Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita.”.

 

Justru untuk dosa-dosanya itu Kristus telah mati.

 

3.  Ia (orang yang saudara injili itu) bertanggung jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

 

Ro 14:12 - “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”.

 

Kalau ada orang kristen lain (baik yang asli maupun palsu) yang berdosa / jahat, itu adalah urusan orang itu sendiri dengan Allah.

 

Tetapi dia (orang yang saudara injili itu) mempunyai tanggung jawab kepada Allah tentang kehidupannya / dosa-dosanya sendiri.

 

Dan satu-satunya cara untuk membereskan dosa-dosanya, adalah dengan percaya / menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.

 

2) Orang yang saudara injili itu menganggap hidup saudara juga buruk, bahkan lebih buruk dari dia.

 

Jawaban yang bisa saudara berikan:

 

Sama seperti tadi, jangan membela diri, kalau tuduhan orang itu memang benar.

 

Jawablah sebagai berikut: “Aku memang orang berdosa, dan sekalipun aku sudah menjadi orang Kristen, tetapi aku tetap tidak bisa hidup suci. Aku memang mempunyai kelemahan-kelemahan yang menyebabkan semua dosa-dosa itu. Tetapi aku mempunyai Yesus sebagai Juruselamatku. Ia sudah menderita dan mati untuk menebus dosa-dosaku itu. Itu menyebabkan aku tetap yakin akan masuk surga, kapanpun aku mati. Tetapi bagaimana dengan kamu? Kamu juga adalah orang berdosa. Kalau kamu tidak punya Yesus sebagai Juruselamat, kamu harus membayar sendiri hukuman untuk dosa-dosamu dengan masuk neraka selama-lamanya..

 

3) Orang yang saudara injili itu tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus karena ada banyak orang yang lebih banyak dosanya dari dia.

 

Jawaban yang bisa saudara berikan:

 

a) Tuhan akan menuntut tanggung jawabmu terhadap dosa-dosamu sendiri, bukan dosa-dosa orang lain.

 

Ro 14:12 - “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”.

 

Illustrasi: kalau saudara mencuri dan lalu diadili, saudara tidak bisa bebas dari hukuman dengan mengatakan bahwa di luar ada perampok, pemerkosa, pembunuh, yang lebih jahat dari saudara. Kejahatan mereka bukan tanggung jawab / urusan saudara. Tetapi kejahatan saudara sendiri merupakan tanggung jawab saudara.

 

b) Sekalipun / andaikatapun dosamu sedikit, hukumannya tetap adalah maut / neraka (dan sebetulnya, tidak ada orang yang dosanya sedikit; semua orang dosanya banyak - Ro 3:10-dst).

 

Ro 6:23a - “Sebab upah dosa ialah maut”.

 

Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.

 

Illustrasi: kalau kamu mendapat nilai 4 dalam ujian, kamu tetap tidak lulus sekalipun ada orang-orang lain yang mendapat nilai 3 atau 2.

 

4) Orang yang saudara injili itu tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus karena merasa dirinya cukup baik.

 

Mungkin ia tidak secara explicit mengatakan bahwa dirinya memang cukup baik, tetapi ia bisa menyatakan hal itu dengan kata-kata lain, seperti:

a)  ‘Aku tidak merasa perlu menjadi kristen / percaya Tuhan Yesus, yang penting aku tidak menjahati orang.

b) ‘Aku tidak merasa perlu menjadi kristen / percaya Tuhan Yesus, yang penting aku sudah berusaha berbuat baik.

c)  ‘Aku tidak merasa perlu menjadi kristen / percaya Tuhan Yesus, yang penting aku banyak menolong orang, dsb.

 

Jawaban yang bisa saudara berikan:

 

1.  Kebaikan manusia itu kotor dihadapan Tuhan

 

Yes 64:6 - “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.”.

 

Perhatikan bahwa Yesaya mengatakan ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’. Ia bukan mengatakan ‘segala dosa / kejahatan kami seperti kain kotor’. Ia juga bukan mengatakan sebagian kesalehan kami seperti kain kotor’. Ia mengatakan segala kesalehan kami seperti kain kotor’.

 

Catatan: kalau orang yang saudara injili itu bisa merasa dirinya cukup baik, maka dalam penginjilan saudara kepada dia, jelas saudara kurang menekankan point I, yaitu tentang dosa.

 

Saudara harus menekankan kepada dia bukan hanya bahwa ia adalah orang berdosa, tetapi bahkan bahwa ia sangat berdosa, dan sama sekali tidak bisa berbuat baik.

 

2.  Tuhan bukan menuntut supaya manusia itu baik, tetapi supaya manusia itu sempurna / suci.

 

Mat 5:48 - “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.’”.

 

Illustrasi: Berbeda dengan di sekolah, dimana kita lulus asal mendapat nilai 60, maka dengan Tuhan tidak demikian. Ia menuntut kesempurnaan. Dengan kata lain, Ia menuntut nilai 100! Andaikatapun saudara mendapat nilai 99, saudara tetap masuk neraka.

 

Mengapa demikian? Karena Allah itu begitu suci, sehingga Ia sangat membenci dosa, sesedikit apapun dan sekecil apapun. Dan karena Allah itu adil, Ia pasti akan menghukum dosa, sesedikit apapun dan sekecil apapun! Atau hukuman itu diterima oleh Yesus sebagai Penebus, atau hukuman itu diterima oleh orang itu sendiri.

 

3.  Seandainya kamu bisa berbuat baik, kebaikanmu itu tidak bisa menyelamatkan kamu.

 

Gal 2:16 - “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat.”.

 

Ketaatan pada hukum Taurat / Firman Tuhan / kebaikan kita tidak bisa menutupi dosa-dosa kita, atau menyebabkan kita dibenarkan.

 

Illustrasi: Seseorang ditangkap polisi karena melanggar peraturan lalu lintas dan 1 minggu setelahnya harus menghadap ke pengadilan. Dalam waktu satu minggu itu ia lalu banyak berbuat baik untuk menebus dosanya. Ia menolong tetangga, memberi uang kepada pengemis, dsb. Pada waktu persidangan, ia membawa semua orang kepada siapa ia sudah melakukan kebaikan itu sebagai saksi. Pada waktu hakim bertanya: ‘Benarkah saudara melanggar peraturan lalu lintas?’, ia lalu menjawab: ‘Benar pak hakim, tetapi saya sudah banyak berbuat baik untuk menebus dosa saya. Ini saksi-saksinya’. Sekarang pikirkan sendiri, kalau hakim itu waras, apakah hakim itu akan membebaskan orang itu? Jawabnya jelas adalah ‘tidak’! Jadi terlihat bahwa dalam hukum duniapun kebaikan tidak bisa menutup / menebus / menghapus dosa! Demikian juga dengan dalam hukum Tuhan / Kitab Suci!

 

Catatan: Illustrasi ini penting sekali, karena ingat bahwa sebagian besar manusia di muka bumi ini mempercayai keselamatan karena perbuatan baik, atau mempercayai bahwa perbuatan baik bisa menghapuskan dosa.

 

4.  Kitab Suci tidak pernah mengajarkan bahwa seseorang akan masuk surga kalau perbuatan baiknya lebih banyak dari dosanya.

 

Tetapi, seandainya kita mau menggunakan prinsip / ajaran seperti itu, maka tetap saja berdasarkan ajaran itu tidak akan ada satu orangpun bisa masuk surga. Semua akan masuk neraka. Mengapa? Karena semua orang bukan hanya berdosa, tetapi sangat berdosa, dan sama sekali tidak bisa berbuat baik! Karena itu, tidak mungkin perbuatan baiknya bisa lebih banyak dari dosanya! Perbuatan baiknya tidak ada sama sekali! Sebaliknya, dosanya luar biasa banyaknya!

 

5) Orang yang saudara injili itu tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus karena merasa dirinya terlalu jahat sehingga ia merasa bahwa Allah pasti tidak mau menerima dia.

 

Ini merupakan extrim yang adalah kebalikan dari extrim pada no 4 di atas. Kalau yang tadi orangnya merasa diri cukup baik, maka yang di sini merasa dirinya terlalu jahat.

 

Jawaban yang bisa saudara berikan:

 

a) Tuhan Yesus memang datang ke dunia untuk mencari orang berdosa, bukan orang baik / benar.

 

Luk 5:29-32 - “(29) Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. (30) Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: ‘Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?’ (31) Lalu jawab Yesus kepada mereka, kataNya: ‘Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; (32) Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.’”.

 

Kata-kata Yesus ini tidak berarti bahwa dalam dunia ini ada orang-orang yang benar.

 

‘Orang berdosa’ adalah ‘orang berdosa yang sadar akan dosanya’, dan ‘orang benar’ adalah ‘orang berdosa yang menganggap dirinya benar / baik’.

 

Jadi, kalau orang yang saudara injili itu merasa diri terlalu berdosa, Yesus justru datang untuk orang seperti itu.

 

Saudara bisa menambahkan Luk 18:9-14 - “(9) Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: (10) ‘Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. (11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; (12) aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. (13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (14) Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.’”.

 

Jelaskan bahwa orang Farisi, yang merasa diri benar itu, justru ditolak oleh Tuhan, sedangkan pemungut cukai yang merasa diri sangat berdosa / terlalu berdosa itu, justru diterima!

 

b) Tuhan Yesus sudah berjanji untuk tidak menolak seorangpun yang datang kepadaNya.

 

Yoh 6:37 - “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang.”.

 

Ada 3 hal yang perlu disoroti dari ayat ini:

 

1.      ‘Barangsiapa datang kepadaKu’.

Kata ‘barangsiapa’ mencakup semua orang, dan karena itu pasti juga mencakup orang yang sangat berdosa.

 

2.  tidak akan Kubuang’.

 

Dalam bahasa Yunaninya, kata ‘tidak’ di sini menggunakan double negatives (2 x kata ‘tidak’), dan dalam bahasa Yunani ini menunjukkan suatu penekanan.

 

Jadi maksudnya, Yesus sekali-kali tidak akan menolak siapapun yang datang kepadaNya.

 

Betapapun kotornya hidup saudara, asal saudara datang kepada Yesus, Yesus berjanji untuk tidak menolak saudara!

 

Ingat bahwa Ia memang datang ke dunia untuk mencari orang berdosa, bukan orang benar / orang berdosa yang merasa benar (Mat 9:12-13).

 

3.      ‘Kubuang’.

NIV: drive away [= mengusir].

NASB: cast out [= mengusir].

 

Jadi, maksud seluruh ayat ini adalah: merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin bagi Yesus untuk mengusir / menolak / tidak menerima siapapun yang yang datang kepadaNya, tak peduli betapa berdosanya hidup orang itu.

 

c)  Tuhan Yesus bisa / mau mengampuni dosa yang bagaimanapun besarnya / banyaknya, asal orang itu percaya kepadaNya.

 

Yes 1:18 - “Marilah, baiklah kita berperkara! - firman TUHAN - Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”.

 

d) Tunjukkan juga ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Yesus memang mau menerima dan mengampuni orang-orang yang sangat berdosa.

 

Misalnya:

 

1.  Penjahat di kayu salib (Luk 23:42-43).

 

Luk 23:42-43 - “(42) Lalu ia berkata: ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.’ (43) Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’.

 

2.  Perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa dalam Luk 7:36-50.

 

Luk 7:36-50 - “(36) Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. (37) Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. (39) Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: ‘Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamahNya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.’ (40) Lalu Yesus berkata kepadanya: ‘Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.’ Sahut Simon: ‘Katakanlah, Guru.’ (41) ‘Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. (42) Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?’ (43) Jawab Simon: ‘Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Betul pendapatmu itu.’ (44) Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: ‘Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasahi kakiKu dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. (45) Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. (46) Engkau tidak meminyaki kepalaKu dengan minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dengan minyak wangi. (47) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.’ (48) Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: ‘Dosamu telah diampuni.’ (49) Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: ‘Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?’ (50) Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: ‘Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!’.

 

3.  Rahab, yang tadinya adalah seorang pelacur, dibenarkan oleh Tuhan, karena imannya (Yak 2:25  Ibr 11:31).

 

Yak 2:25 - Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?.

 

Ibr 11:31 - Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik..

 

4.  Para pemungut cukai dan perempuan sundal diterima dan diampuni oleh Yesus, sehingga akan masuk surga (Mat 21:31).

 

Mat 21:31 - Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?’ Jawab mereka: ‘Yang terakhir.’ Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah..

 

5.  Daud, Paulus dsb.

 

 

 

-bersambung-


 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya  BLOK  D - 16, SURABAYA

Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin