Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 4 November 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
argumentasi & theologia
dalam
memberitakan Injil(4)
Ia bukan hanya perlu yakin segi positifnya, yaitu bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, tetapi juga pada segi negatifnya, yaitu bahwa di luar Kristus, bagaimanapun baiknya / salehnya orang itu, dan agama apapun yang ia anut, ia tidak bisa selamat, tetapi sebaliknya akan dihukum dalam neraka.
Kalaupun orang itu lalu menunjukkan orang yang betul-betul kelihatan saleh, dan bahkan jauh lebih saleh dari pada kita, kita harus tetap berkeras menyatakan bahwa kalau orang itu terus ada di luar Kristus, ia pasti masuk neraka.
Alasannya mudah saja yaitu: bagaimanapun baiknya seseorang, di hadapan Tuhan ia adalah orang berdosa, bahkan sangat berdosa (Ro 3:10-12,23).
Ro 3:10-12,23 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. ... (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”.
Karena itu tanpa Juruselamat / Penebus dosa ia tetap harus masuk neraka untuk memikul sendiri hukuman dosa-dosanya selama-lamanya.
Kalau kita tidak mempercayai hal ini, maka kita tidak akan memberitakan Injil. Sebaliknya, kalau kita betul-betul mempercayai hal ini, kita akan aktif memberitakan Injil. Dalam Kis 4:1-13 kita bisa melihat bahwa Petrus tidak mau berhenti memberitakan Injil karena ia yakin bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan (Kis 4:12).
Kis 4:1-13 - “(1) Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. (2) Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. (3) Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. (4) Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. (5) Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem (6) dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. (7) Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: ‘Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?’ (8) Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: ‘Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, (9) jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, (10) maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati - bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. (11) Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan - yaitu kamu sendiri -, namun ia telah menjadi batu penjuru. (12) Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.’ (13) Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.”.
Yoh 14:15 - “‘Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu.”.
1Yoh 4:20 - “Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”.
Pemberitaan Injil adalah suatu bentuk pelayanan kepada Tuhan dan itu harus kita lakukan bukan dengan terpaksa, tetapi dengan dasar kasih.
Illustrasi: Ada kapal merapat ke pelabuhan, lalu memberikan sepotong papan sebagai jembatan antara kapal dengan daratan. Orang-orang lalu turun ke darat melalui papan itu, tetapi pada waktu berdesak-desakan, seorang bayi lepas dari pelukan ibunya dan jatuh ke air. Ibunya berteriak-teriak minta supaya ada yang menolong bayi itu. Orang-orang semua berkerumun melihat bayi itu masuk ke air. Lalu tiba-tiba seseorang dengan gagah berani terjun ke air dan menyelamatkan bayi itu. Setelah ia naik ke atas, ia dikerumuni orang banyak dan lalu ada seorang wartawan yang bertanya kepadanya: ‘Mengapa kamu mau menolong bayi itu?’. Menurut saudara mengapa? Orang itu memandang sekelilingnya dengan marah, dan ia membentak: ‘Siapa yang tadi mendorong saya?’. Jadi, orang ini bukan menolong bayi itu dengan kasih, tetapi dengan terpaksa!
Tanpa kasih, kita tidak akan sungguh-sungguh, baik dalam memberitakan Injil maupun dalam mendoakan orang yang kita injili itu.
Juga perlu diingat bahwa pemberitaan Injil adalah perang frontal melawan setan, sehingga orang yang memberitakan Injil pasti diserang setan.
Serangan ini bisa datang sebagai akibat langsung dari penginjilan, misalnya orang yang kita injili itu mengejek, atau bahwa membenci dan menganiaya kita.
Tetapi serangan itu bisa juga tidak merupakan akibat langsung dari penginjilan itu. Misalnya usaha kita tahu-tahu bangkrut, kita menjadi sakit, dsb.
Justru karena Pemberitaan Injil selalu menimbulkan serangan setan, maka kasih sangat dibutuhkan. Mengapa? Karena tanpa kasih, kita tidak akan mau berkorban, sehingga kita akan berhenti memberitakan Injil.
Kita juga harus menyadari bahwa wujud terutama dari kasih kita kepada sesama kita, adalah dengan memberikan keselamatan kepada mereka.
The will of Patrick Henry (surat wasiat Patrick Henry): “I have now disposed of all my property to my family; there is one thing more I wish I could give them, and that is the Christian religion. If they had this, and I had not given them one shilling, they would be rich; but if they had not that, and I have given them all the world, they would be poor.” [= Sekarang aku telah memberikan semua milikku kepada keluargaku; ada satu hal lagi yang aku berharap bisa memberikannya kepada mereka, dan itu adalah agama Kristen. Jika mereka mempunyai ini, dan aku tidak memberikan mereka satu senpun, mereka adalah orang kaya; tetapi jika mereka tidak mempunyai ini, dan aku memberikan seluruh dunia kepada mereka, mereka adalah orang miskin.] - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 497.
Mat 16:15-17 - “(15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ (16) Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’ (17) Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga.”.
Yoh 6:44,65 - “(44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. ... (65) Lalu Ia berkata: ‘Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.’”.
Kis 11:18 - “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: ‘Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.’”.
Kis 16:14 - “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.”.
1Kor 12:3b - “tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.”.
Tuhan / Roh Kudus akan bekerja kalau:
a) Kita banyak berdoa.
Tetapi kita tidak akan berdoa kalau kita merasa bahwa orang yang kita injili itu bisa bertobat karena kepandaian kita dalam memberitakan Injil.
b) Kita menggunakan Firman Tuhan pada waktu memberitakan Injil.
Ro 1:16 - “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”.
Catatan: kata-kata yang saya garis-bawahi salah terjemahan. Seharusnya adalah ‘aku tidak malu karena Injil’. Tetapi yang saya tekankan adalah bagian yang saya cetak miring yang menunjukkan bahwa Injil merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya.
Ef 6:17 - “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,”.
Firman Allah disebut sebagai ‘pedang Roh’, karena itulah senjata yang Allah berikan kepada kita dalam peperangan rohani ini.
Jadi, itulah yang harus kita gunakan dalam memberitakan Injil. Kalau kita berperang dengan cara yang Tuhan kehendaki, maka Ia pasti akan menyertai usaha kita, dan Roh Kudus akan bekerja dalam penginjilan yang kita lakukan.
Banyak orang Kristen ex Islam (murtadin), yang kalau memberitakan Injil kepada orang Islam lalu menggunakan Al Quran. Menurut saya ini salah. Pertama karena orang Islam tidak akan mau menerima berita dari Al Quran yang ditafsirkan oleh orang Kristen. Kedua, karena bagi kita pedang Roh itu adalah Alkitab, bukan Al Quran. Jadi, kepada siapapun saudara memberitakan Injil, beritakan Injil / Firman Tuhan dari Alkitab!
Yer 23:29 - “Bukankah firmanKu seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”.
Firman Tuhan digambarkan sebagai palu, yang bisa menghancurkan batu yang keras. Kalau kita memberitakan Injil / Firman Tuhan, maka Tuhan akan memakai FirmanNya untuk menghancurkan kekerasan hati dari orang yang kita injili.
Banyak orang memberitakan Injil dengan langsung menyerang agama orang itu. Ini salah, karena pada umumnya hanya mengundang kemarahan.
Jadi, orang seperti Edis TV itu sama sekali bukan teladan bagi kita dalam memberitakan Injil!
Disamping itu, Tuhan memanggil kita untuk memberitakan Injil / Firman Tuhan, bukan untuk menyerang agama lain.
Tetapi harus diakui bahwa kadang-kadang, kita masuk dalam pembicaraan tentang hal-hal penting dimana Injil / kekristenan memang bertentangan frontal dengan ajaran agama lain itu.
Misalnya tentang keilahian Kristus, atau tentang keselamatan karena iman saja, dan sebagainya.
Maka dalam keadaan seperti itu, kita memang harus menjelaskan perbedaan itu, dan bisa terpaksa ‘menyerang’ agama lain.
c) Kita taat pada Firman Tuhan.
2Tim 2:20-21 - “(20) Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. (21) Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia”.
=========================================================
Pertanyaan: apakah 2Tim 2:20-21 menunjukkan bahwa makin kita taat / menyucikan diri, makin kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan kita?
Jawaban ChatGPT:
Pertanyaan yang sangat baik - dan memang 2Tim 2:20–21 sering dijadikan dasar untuk pemikiran semacam itu. Mari kita lihat teksnya terlebih dahulu:
2Tim 2:20–21 (TB)
“Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, tetapi juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”
Paulus sedang menasihati Timotius agar menjauh dari guru-guru palsu dan ajaran yang menyesatkan (lihat ayat 14-19). “Menyucikan diri” di sini berarti memisahkan diri dari pengaruh mereka dan dari dosa yang menyertainya. Jadi, konteks utamanya adalah kemurnian doktrin dan moral dalam kehidupan pelayan Tuhan.
Rumah besar = Gereja (secara lahiriah).
Perabot = orang-orang di dalamnya.
Ada yang “emas dan perak” (murni, berharga), dan ada yang “kayu dan tanah” (tidak tahan api, rendah nilainya).
Jadi, perabot itu menggambarkan perbedaan rohani dan moral antara orang-orang percaya sejati dan mereka yang hanya nama saja, atau antara pelayan yang berguna dan yang tidak.
Frasa “jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat” (ἀπὸ τούτων, apo toutōn) menunjuk pada pemisahan diri dari hal-hal yang najis — baik ajaran maupun perbuatan. Ini bukan bicara soal keselamatan melalui perbuatan, tetapi tentang kesiapan moral dan rohani untuk dipakai oleh Allah.
Ya - makin seseorang hidup kudus dan murni dalam ajaran dan tingkah lakunya, makin ia layak dipakai Tuhan.
Namun, penting diperhatikan:
a) “Layak dipakai” (useful to the Master) bukan berarti Allah tergantung pada kesucian manusia, tetapi bahwa Allah berkenan memakai bejana yang bersih untuk pekerjaan-Nya yang suci.
b) Kesucian di sini adalah bukti ketaatan dan kasih kepada Allah, bukan alat untuk menuntut penggunaan ilahi.
John Calvin menulis dalam komentarnya:
“Paulus menunjukkan bahwa mereka yang mencemarkan diri dengan ajaran yang salah menjadi tak berguna bagi pekerjaan Tuhan; tetapi mereka yang memelihara kemurnian iman dan kehidupan, adalah bejana yang layak dipakai oleh Tuhan.” (Commentary on 2 Timothy 2:21)
Matthew Henry juga menulis:
“Semakin kita bersih dari kejahatan dan kesalahan, semakin berguna kita bagi Tuhan dan Gereja-Nya; Allah tidak akan memakai bejana yang najis untuk pekerjaan yang suci.”
Jadi, ya, ayat ini memang mengajarkan bahwa makin seseorang hidup dalam ketaatan dan kekudusan, makin ia dipakai Tuhan dalam pelayanan. Tapi ini bukan hubungan sebab-akibat mekanis, melainkan prinsip rohani:
Tuhan memakai bejana yang bersih, bukan karena Ia tidak mampu memakai yang kotor, tetapi karena Ia suci dan ingin pekerjaan-Nya dijalankan dengan kesucian.
=========================================================
Tetapi ada 3 hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan hal ini:
1. Kita tidak harus suci murni dulu baru bisa memberitakan Injil dan dipakai oleh Tuhan. Tidak ada orang yang suci murni kecuali Yesus sendiri. Kalau Tuhan hanya mau memakai orang yang suci murni, Ia tidak bisa memakai siapapun juga kecuali malaikat dan Yesus sendiri.
Jadi, kita harus melakukan dua hal ini pada saat yang sama, memberitakan Injil dan menyucikan kehidupan kita.
2. Kadang-kadang Tuhan juga memakai orang yang berdosa secara luar biasa. Misalnya Yunus, yang memberontak terhadap Tuhan, bisa dipakai untuk mempertobatkan seluruh Niniwe! Tetapi hal seperti ini hanya merupakan suatu perkecualian. Rumus umumnya adalah: makin kita menyucikan diri, makin Tuhan memakai kita.
3. Sukses dalam pandangan Tuhan seringkali berbeda dengan sukses dalam pandangan manusia.
Pelayanan Yesaya kelihatannya gagal dalam pandangan manusia, dan demikian juga dengan pelayanan Stefanus, tetapi dalam pandangan Tuhan mereka jelas adalah orang-orang yang sukses dalam pelayanan.
Karena itu, kalau dalam pelayanan pemberitaan Injil yang saudara lakukan tidak ada / tidak banyak orang yang bertobat, jangan terlalu cepat menilai bahwa Tuhan tidak bekerja / tidak memakai saudara.
Ada bermacam-macam cara untuk memberitakan Injil dan tidak setiap cara cocok untuk setiap orang. Saya berpendapat bahwa setiap orang Kristen sebaiknya mengikuti seadanya kader penginjilan yang ada, dan membaca semua buku yang mengajarkan tentang cara memberitakan Injil, lalu menggunakan yang cocok dengan kepribadian dan karunianya sendiri. Atau, ia bisa menggabungkan beberapa cara, lalu menggunakannya.
Contoh: banyak orang Kristen berhasil melakukan pemberitaan Injil dengan menggunakan metode EE (Evangelism Explosion), tetapi saya sendiri merasa cara itu tidak cocok untuk saya. Saya tidak beranggapan bahwa cara yang digunakan EE itu jelek. Saya hanya mengatakan bahwa caranya tidak cocok bagi saya. Mengapa? Salah satu alasan adalah: saya adalah orang yang senang berdebat dan mempunyai karunia berdebat, sedangkan cara yang digunakan oleh EE adalah tanpa perdebatan / menghindari perdebatan.
Juga, setelah saudara melakukan pemberitaan Injil, saudara sebaiknya merenungkannya kembali penginjilan itu, untuk memikirkan apa-apa yang bisa saudara perbaiki.
Pikirkan apa yang tadi dikatakan oleh orang yang saudara injili itu, dan apa jawaban yang saudara berikan, dan bagaimana saudara bisa memberikan jawaban yang lebih baik.
Dengan demikian saudara akan maju dalam kemampuan saudara. Sekalipun kita percaya bahwa pertobatan adalah pekerjaan Roh Kudus, itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu berusaha secara maximal.
Yoh 15:1-8 - “(1) ‘Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. (2) Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. (3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. (7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (8) Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu.’”.
Pada saat saudara memberitakan Injil, saudara pasti mendapatkan pertanyaan-pertanyaan. Bagaimana saudara bisa menjawabnya kalau saudara mempunyai pengertian yang sangat sedikit tentang Firman Tuhan?
Juga pengisian diri dengan Firman Tuhan ini menyucikan dan mendekatkan kita kepada Tuhan sehingga kita bisa lebih berhasil dalam Pemberitaan Injil.
Karena itu seorang penginjil pribadi harus aktif ikut Pemahaman Alkitab (yang baik!), bahkan kalau bisa ikut sekolah theologia untuk awam seperti STRIS, dan juga membaca buku-buku rohani yang baik!
Jangan belajar Firman Tuhan hanya terbatas dalam kalangan gereja saudara sendiri. Kalau gereja saudara bukan gereja yang terlalu baik dalam pengajaran Firman Tuhan, carilah Firman Tuhan di tempat lain.
Juga dalam belajar firman Tuhan, jangan hanya memilih-milih topik yang saudara senangi. Itu tidak akan memajukan pengertian firman saudara dengan baik.
Dalam belajar Alkitab, utamakan Exposisi Alkitab, lalu doktrin-doktrin, dan topik-topik itu adalah hal yang terakhir.
Ada 2 extrim dalam urusan belajar firman Tuhan.
a) Orang yang tidak belajar, atau malas belajar, firman Tuhan.
Mereka sering menggunakan argumentasi bahwa para rasul juga tidak pernah sekolah Theologia. Ini argumentasi konyol karena:
1. Para rasul adalah orang-orang Yahudi, yang dari kecil dididik firman Tuhan (Perjanjian Lama).
2. Para rasul bisa bahasa Yunani dan Ibrani (Aramaic).
3. Para rasul hidup pada zaman itu sehingga tahu tradisi / kebudayaan zaman itu.
4. Para rasul belajar dari Yesus sendiri, melihat kesucian hidup Yesus, melihat mujizat-mujizat yang Yesus lakukan dan sebagainya. Ini lebih hebat dari STT manapun!
Bagaimana para ‘hamba Tuhan’ zaman sekarang mau menyamakan diri dengan para rasul?? Yang tidak sekolah theologia seharusnya berhenti jadi hamba Tuhan. Mereka tidak lebih mengerti firman Tuhan dari jemaat mereka sendiri!
b) Orang yang tak henti-hentinya belajar firman Tuhan, dalam arti, sudah punya S1, berusaha dapat S2, dan setelah itu masih kepingin S3. Inipun belum memuaskannya, lalu cari gelar Doktor yang ke 2, ke 3 dan seterusnya.
Akhirnya sampai Yesus datang kedua-kalinyapun ia tidak / belum memberitakan Injil / melayani Tuhan!
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin