Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 7 Oktober 2025, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

argumentasi & theologia

dalam

memberitakan Injil(1)

 

Kata pengantar

 

Ini adalah sebuah buku tentang Penginjilan Pribadi, tetapi bahan-bahan dalam buku ini juga bisa digunakan dalam penginjilan massal (melalui khotbah).

 

Ada banyak cara / metode dalam penginjilan pribadi, dan saya berpendapat bahwa setiap orang harus mempelajari sebanyak mungkin cara / metode, dan lalu memilih yang paling cocok baginya, atau menggabung-gabungkan beberapa cara / metode yang cocok bagi dirinya sendiri.

 

Ada banyak orang yang beranggapan bahwa penginjilan pribadi tidak boleh dilakukan dengan argumentasi, sehingga mereka lalu menciptakan cara penginjilan pribadi seperti itu (tanpa argumentasi).

 

Tetapi saya beranggapan bahwa tidak salah untuk berargumentasi pada waktu melakukan penginjilan pribadi, selama kita bisa melakukannya dengan baik. Kita melihat bahwa dalam Kitab Suci, rasul-rasul dan orang-orang kristen melakukan penginjilan dengan menggunakan argumentasi.

 

Misalnya: Paulus dalam Kis 9:22,29 Kis 15:2 Kis 17:17-18 Kis 18:4 Kis 19:8-9 Kis 28:23b, Stefanus dalam Kis 6:9-10, Apolos dalam Kis 18:28.

 

Kis 9:22,29 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. ... (29) Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia..

 

Kis 15:1-2 - (1) Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ‘Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.’ (2) Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu..

 

Kis 17:17-18 - (17) Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. (18) Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: ‘Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?’ Tetapi yang lain berkata: ‘Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing.’ Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitanNya..

 

Kis 18:4 - Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani..

 

Kis 19:8-9 - (8) Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. (9) Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus..

 

Kis 28:23 - Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore..

 

Kis 6:9-10 - (9) Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini - anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria - bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, (10) tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara..

 

Kis 18:28 - Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias..

 

Jadi jelas bahwa berargumentasi dalam pemberitaan Injil tidak harus salah.

 

Saya sendiri termasuk orang yang senang berargumentasi, dan sering memberitakan Injil, baik secara pribadi maupun secara massal, dengan menggunakan argumentasi. Karena itu, saya menulis buku ini, yang mengajarkan bagaimana memberitakan Injil dengan menggunakan argumentasi. Buku ini juga mencakup pelajaran yang mengajarkan bagaimana menjawab keberatan-keberatan dari orang-orang yang kita injili.

 

Untuk bisa memberitakan Injil dengan menggunakan argumentasi, jelas bahwa si pemberita Injil membutuhkan pengertian Kitab Suci lebih banyak, karena ia harus bisa menjawab keberatan / serangan dari orang yang ia injili. Karena itu, dalam buku ini saya juga menambahkan theologia / doktrin-doktrin yang berkenaan dengan penginjilan, untuk menyuplai kebutuhan pengertian Kitab Suci tersebut.

 

Dan karena itu, maka sesuai dengan isinya, buku ini saya beri judul argumentasi dan theologia dalam memberitakan Injil”.

 

Kalau saudara adalah orang seperti saya, dalam arti bahwa saudara senang berargumentasi, maka mungkin buku ini cocok bagi saudara. Dan kalaupun saudara bukan orang yang senang berargumentasi, theologia / doktrin-doktrin berkenaan dengan penginjilan dalam buku ini tetap bisa sangat berguna bagi saudara.

 

Saya berdoa dan berharap agar buku ini bisa betul-betul berguna bagi saudara dalam memberitakan Injil, dengan atau tanpa argumentasi, secara pribadi ataupun secara massal, supaya banyak orang bisa dibawa kepada Kristus, dan pada akhirnya Tuhan dipermuliakan melalui semua ini.

 

 

Budi Asali

 

 


 

 

MENGAPA KITA HARUS memberitakan Injil?

 

I) Karena Tuhan memerintahkannya.

 

Tuhan menghendaki setiap orang kristen untuk melayani Dia sesuai dengan karunia yang telah diberikan kepadanya oleh Tuhan.

 

Bahwa Tuhan memberikan kepada setiap orang Kristen karunia-karunia yang berbeda-beda terlihat dari 1Kor 12:7-11 - “(7) Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. (8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. (10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. (11) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya.”.

 

Dan bahwa Tuhan menghendaki setiap orang Kristen melayani sesuai karunia-karunia yang ada padanya terlihat dari:

 

1) Ro 12:6-8 - “(6) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (7) Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (8) jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”.

 

2) 1Pet 4:10 - “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”.

 

Jadi tidak setiap orang kristen harus berkhotbah, menjadi guru sekolah minggu, dsb. Tetapi Pemberitaan Injil merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh setiap / semua orang kristen. Caranya boleh berbeda-beda sesuai karunia masing-masing, misalnya ada yang memberitakan Injil melalui khotbah, ada yang secara pribadi, ada yang melalui pemberian traktat, ada yang melalui tulisan, dan sebagainya. Tetapi setiap orang Kristen harus memberitakan Injil! Ini terlihat dari perintah Tuhan Yesus sendiri, seperti dalam:

 

a) Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”.

 

b) Luk 24:46-48 - “(46) KataNya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (47) dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (48) Kamu adalah saksi dari semuanya ini..

 

c)  Kis 1:8 - “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.’”.

 

Ini juga terlihat dari teladan jemaat abad pertama, seperti yang digambarkan dalam text di bawah ini.

 

Kis 8:1,4 - “(1) Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. ... (4) Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.”.

 

Perhatikan bahwa mereka yang tersebar itu bukan rasul-rasul, tetapi jemaat biasa. Tetapi mereka memberitakan Injil!

 

Karena Pemberitaan Injil merupakan perintah Tuhan bagi kita, maka kalau kita tidak memberitakan Injil, kita berdosa (dosa pasif).

 

Perhatikan juga ayat-ayat di bawah ini:

 

1) Hak 5:23 - “‘Kutukilah kota Meros!’ firman Malaikat TUHAN, ‘kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan.’”.

 

Perhatikan bahwa kota Meros dikutuk oleh Tuhan bukan karena mereka menyembah berhala, atau berzinah, dsb, tetapi karena pada waktu perang, mereka hanya berdiam diri, padahal seharusnya mereka ikut berperang. Demikian juga kalau dalam perang rohani melawan setan, saudara tidak mau ikut berjuang melalui Pemberitaan Injil, maka saudara menghadapi resiko yang sama dengan penduduk kota Meros.

 

2) Yer 48:10 - “Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedangNya dari penumpahan darah!”.

 

Saya tidak mengerti mengapa Kitab Suci Indonesia menterjemahkan bagian yang saya garis-bawahi itu dengan menggunakan ‘Nya’ (dimulai dengan huruf besar), dan bukannya ‘nya’. Kata ‘nya’ itu jelas bukan menunjuk kepada Tuhan tetapi kepada orang yang dikutuk itu.

 

Jadi, ayat ini mirip dengan ayat di atas tentang penduduk kota Meros itu. Pada saat mereka seharusnya berperang menggunakan pedang mereka, mereka tidak mau melakukannya, dan karena itulah maka mereka dikutuk!

 

3) Yeh 3:18 - “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! - dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”.

 

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak kita injili itu akan binasa, tetapi Tuhan akan menuntut darah orang itu dari diri kita.

 

4) Mat 12:30 - “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”.

 

Dalam kekristenan tidak ada sikap netral. Atau saudara adalah ‘sahabat Tuhan’, atau saudara adalah ‘lawan Tuhan’; atau saudara ‘mengumpulkan bersama Tuhan’ (melalui pemberitaan Injil), atau saudara dianggap sebagai ‘pencerai-berai / pengacau gereja’! Jadi, siapapun orang Kristen yang tidak memberitakan Injil, ia adalah ‘pencerai-berai / pengacau gereja’!

 

II) Karena Tuhan mau memakai kita sebagai alatNya, dan itu merupakan kehormatan bagi kita.

 

Tuhan bisa memberitakan Injil sendiri; ini terlihat dalam kasus pertobatan Saulus / Paulus.

 

Kis 9:3-6 - “(3) Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. (4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?’ (5) Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ KataNya: ‘Akulah Yesus yang kauaniaya itu. (6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.’”.

 

Dia juga bisa memberitakan Injil melalui malaikat; ini terjadi pada Natal yang pertama.

 

Luk 2:8-14 - “(8) Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (9) Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. (10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (12) Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’ (13) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14) ‘Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.’”.

 

Tetapi Ia tetap mau memakai kita yang berdosa sebagai alatNya untuk memberitakan Injil. Ini tidak boleh kita anggap sebagai suatu beban yang memberatkan, tetapi sebagai suatu kehormatan. Dalam hal ini rasul Paulus berulangkali memberikan kepada kita teladan yang baik seperti itu. Perhatikan beberapa ayat di bawah ini:

 

1) 1Tim 1:12-13 - “(12) Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku - (13) aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.”.

 

Perhatikan komentar-komentar dari penafsir-penafsir ini tentang text ini:

 

Matthew Henry: “A call to the ministry is a great favour, for which those who are so called ought to give thanks to Jesus Christ:” [= Panggilan ke dalam pelayanan merupakan suatu kemurahan yang besar, untuk mana mereka yang dipanggil seperti itu seharusnya bersyukur kepada Yesus Kristus:].

 

Barnes’ Notes: “If there is anything for which a good man will be thankful, and should be thankful, it is that he has been so directed by the Spirit and providence of God as to be put into the ministry. It is indeed a work of toil, and of self-denial, and demanding many sacrifices of personal ease and comfort. It requires a man to give up his splendid prospects of worldly distinction, and of wealth and ease. It is often identified with want, and poverty, and neglect, and persecution. But it is an office so honorable, so excellent, so noble, and ennobling; it is attended with so many precious comforts here, and is so useful to the world, and it has such promises of blessedness and happiness in the world to come, that no matter what a man is required to give up in order to become a minister of the gospel, he should be thankful to Christ for putting him into the office.” [= Jika ada sesuatu apapun untuk mana seseorang yang baik / saleh akan bersyukur, dan seharusnya bersyukur, itu adalah bahwa ia telah diarahkan sedemikian rupa oleh Roh dan providensia Allah sehingga diletakkan ke dalam pelayanan. Itu memang merupakan suatu pekerjaan yang berat, dan penyangkalan diri, dan menuntut banyak pengorbanan ketenteraman dan kesenangan pribadi. Itu menuntut seseorang untuk menyerahkan prospeknya yang bagus tentang kehormatan duniawi, dan tentang kekayaan dan kesenangan. Itu sering disamakan / digabungkan dengan kekurangan, dan kemiskinan, dan pengabaian, dan penganiayaan. Tetapi itu adalah suatu jabatan / tugas yang begitu terhormat, begitu bagus, begitu mulia, dan memuliakan; itu disertai dengan begitu banyak penghiburan yang berharga di sini, dan begitu bermanfaat bagi dunia, dan itu mempunyai janji-janji berkat dan kebahagiaan dalam dunia yang akan datang, sehingga tak peduli apa yang dituntut untuk diserahkan dari seseorang untuk menjadi seorang pelayan injil, ia harus bersyukur kepada Kristus untuk meletakkannya dalam jabatan / tugas itu.].

 

2) Ro 1:5 - “Dengan perantaraanNya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada namaNya.”.

 

Ada penafsir-penafsir yang menterjemahkan ‘grace and apostleship’ (= kasih karunia dan kerasulan), dan semua terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang saya pakai juga demikian. Tetapi William Hendriksen lebih setuju dengan terjemahan ‘grace of apostleship’ (= kasih karunia dari / tentang kerasulan).

Jadi, jabatan / pelayanan sebagai rasul itu oleh Paulus dianggap sebagai kasih karunia!

 

3) Ro 15:15-17 - “(15) Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, (16) yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus. (17) Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah..

 

Jadi, bagi Paulus, panggilan pelayanannya / panggilan pelayanan pemberitaan Injil yang diberikan kepadanya, merupakan suatu kasih karunia. Bandingkan dengan kebanyakan orang Kristen yang pelayanannya dianggap sebagai beban yang memberatkan, sehingga semakin cepat ‘pensiun’ semakin baik.

 

Kalau dalam suatu rapat pengurus / majelis gereja ada suatu pelayanan yang membutuhkan seseorang untuk melakukannya, dan lalu diusulkan supaya si A yang melakukannya, semua dengan cepat mengatakan ‘Setuju!’, bukan karena mereka menganggap si A betul-betul cocok untuk pelayanan itu, tetapi karena mereka berpikir ‘Pokoknya bukan aku!’. Apakah saudara pernah / sering bersikap seperti itu?

 

4) Gal 1:15-16 - “(15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya, (16) berkenan menyatakan AnakNya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”.

 

Lagi-lagi panggilan Tuhan untuk memberitakan Injil di kalangan orang-orang non Yahudi oleh Paulus dianggap sebagai kasih karunia Allah!

 

Illustrasi: ada seorang penyanyi New Zealand yang diminta menyanyi dalam pesta pernikahan Pangeran Charles - Lady Di (Diana). Pada waktu diminta, ia tidak mempersoalkan besarnya honor yang harus ia terima, atau betapa repotnya melakukan hal itu. Ia merasakan hal itu bukan sebagai suatu beban, tetapi sebagai suatu kehormatan.

 

===========================================================

 

Pertanyaan: siapa penyanyi New Zealand yang diminta menyanyi dalam pernikahan Pangeran Charles dan Lady Diana?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Penyanyi asal Selandia Baru yang diminta untuk tampil menyanyi dalam pernikahan Pangeran Charles dan Lady Diana Spencer adalah Dame Kiri Te Kanawa.

Ia tampil menyanyikan arias ‘Let the Bright Seraphim’ dari karya Samson karya George Frideric Handel, selama prosesi penandatanganan buku nikah di Katedral St. Paul’s pada tanggal 29 Juli 1981.

Sebelum panggilan tersebut, Te Kanawa bahkan sempat berpikir panggilan itu adalah sebuah lelucon - namun ternyata benar adanya. Ia kemudian ditugaskan untuk menyembunyikan peran istimewanya tersebut selama beberapa bulan hingga hari pernikahan tiba.

Momen itu menjadi sangat spesial tidak hanya secara pribadi baginya, tetapi juga secara nasional - ia merasa begitu bangga mewakili Selandia Baru di salah satu peristiwa paling disiarkan di dunia.

Jadi, sang soprano istimewa itu adalah Dame Kiri Te Kanawa, yang menyanyi di saat sangat bersejarah tersebut.

 

===========================================================

 

Penerapan: kalau saudara adalah orang kristen yang sejati, maka saudara juga dipanggil oleh Tuhan untuk memberitakan Injil. Apakah saudara menganggapnya sebagai suatu beban, atau sebagai sesuatu yang menakutkan, atau sebagai kasih karunia?

 

III) Yesus dan rasul-rasul juga memberitakan Injil.

 

Tuhan Yesus sendiri juga memberitakan Injil, dan bahkan Ia mengatakan bahwa Ia datang untuk memberitakan Injil.

 

Mark 1:38 - “JawabNya: ‘Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.’”.

 

Kristus adalah teladan kita. Ini terlihat dari:

 

Yoh 13:15 - “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”.

 

Fil 2:5-8 - “(5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”.

 

Dalam persoalan menjadikan Yesus sebagai teladan, ada 2 hal penting yang harus diperhatikan:

 

1) Saudara harus menerima Dia sebagai Juruselamat lebih dahulu, dan barulah saudara boleh / bisa menjadikan Dia sebagai teladan dalam kehidupan saudara. Jangan menjadikan Yesus sebagai teladan kalau saudara belum menerima Dia sebagai Juruselamat saudara. Mengapa? Karena:

 

a) Saudara tidak mungkin bisa melakukan hal itu.

Untuk bisa meneladani tindakan Yesus, kita membutuhkan pertolongan dari Roh Kudus. Sedangkan kalau saudara belum percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat saudara, saudara belum mempunyai Roh Kudus.

 

b) Andaikatapun saudara bisa meneladani Dia, itu tidak ada gunanya. Dosa-dosa saudara tidak ditebus, dan karena itu dosa-dosa itu tetap akan membawa saudara ke neraka untuk selama-lamanya!

 

2) Tidak semua yang Yesus lakukan harus kita teladani.

Misalnya: Ia tidak menikah, Ia berpuasa 40 hari, Ia mati untuk dosa-dosa kita, dan sebagainya. Hal-hal ini tidak perlu / tidak bisa kita teladani. Jadi, kita harus melihat pada seluruh Kitab Suci untuk melihat apakah sesuatu yang Yesus lakukan atau tidak lakukan itu harus kita teladani atau tidak.

 

Dalam persoalan memberitakan Injil, karena adanya perintahNya untuk memberitakan Injil, maka jelas harus disimpulkan bahwa itu merupakan tindakan Yesus yang harus kita teladani.

 

Karena itu, rasul-rasul, yang adalah pengikutNya, meniru teladanNya, dengan juga memberitakan Injil, sekalipun dimusuhi / dianiaya. Ini terlihat dalam seluruh Kitab Kisah Para Rasul. Kalau kita adalah pengikut Kristus, maka kitapun harus meniru teladanNya dalam memberitakan Injil.

 

IV) Karena hidup ini adalah perang (Ef 6:12  2Tim 2:3-4).

 

Ef 6:12 - “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”.

 

2Tim 2:3-4 - “(3) Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. (4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”.

 

Konsep saudara tentang hidup ini merupakan sesuatu yang penting. Kalau konsep saudara tentang hidup adalah: ‘karena hidup hanya satu kali, maka saya harus menikmatinya’, maka mungkin saudara tidak akan pernah memberitakan Injil. Tetapi ingat bahwa konsep hidup dalam Kitab Suci adalah: hidup merupakan peperangan rohani. Karena hidup ini adalah peperangan rohani melawan setan, maka kita tidak boleh hidup santai!

 

Dalam peperangan, pertahanan adalah sesuatu yang sangat penting. Menyerang tanpa mempedulikan pertahanan, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dalam peperangan. Tetapi sebaliknya, kita tidak mungkin bisa menang kalau kita hanya bertahan. Jadi, kedua-duanya harus kita lakukan.

 

Kita harus memperhatikan pertahanan kita, misalnya dengan banyak belajar Firman Tuhan, dengan banyak berdoa, dengan menjauhi pencobaan, dan sebagainya.

 

Tetapi kita juga harus menyerang, dan Pemberitaan Injil adalah penyerangan dalam perang melawan setan ini, karena melalui Pemberitaan Injil kita mengusahakan supaya anak-anak setan / musuh-musuh Tuhan bisa menjadi anak-anak Tuhan.

 

Karena itu, jangan heran kalau setan paling tidak senang dengan orang Kristen yang memberitakan Injil, dan paling banyak menyerang orang-orang seperti itu!

 

Apakah ini harus membuat kita takut? Tidak, karena:

 

1) Dalam Ro 8:31 Paulus berkata: “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.

 

2) Dalam Amanat AgungNya, Yesus bukan hanya memberikan perintah untuk memberitakan Injil, tetapi juga janji penyertaanNya kepada orang-orang kristen yang memberitakan Injil.

 

Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

 

V) Supaya Injil bisa tersebar dengan cepat.

 

Dalam Kitab Kisah Para Rasul, jumlah jemaat bertumbuh dengan pesat (Kis 2:41,47  4:4  5:14  6:7).

 

Kis 2:41,47 - “(41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. ... (47b) Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan..

 

Kis 4:4 - Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki..

 

Kis 5:14 - Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,.

 

Kis 6:7 - Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya..

 

Tetapi kelihatannya pada zaman sekarang tidak. Mengapa? Karena pada abad pertama, semua jemaat ikut memberitakan Injil. Tetapi keadaan berubah! Pada sekitar tahun 1970-an seorang misionaris mengatakan bahwa statistik menunjukkan bahwa hanya 0,5 % (setengah persen) orang kristen yang memberitakan Injil!

 

Ilustrasi: suatu video tiktok menunjukkan seorang perempuan yang ditanya oleh seorang laki-laki. Mana yang kamu pilih: diberi 1 juta USD atau diberi 1 sen USD pada hari 1, digandakan setiap hari sampai 30 hari? Perempuan itu dengan cepat memilih 1 juta USD. Tapi laki-laki itu lalu menunjukkan bahwa kalau ia memilih pilihan ke 2, maka ini yang akan ia dapatkan:

 

Hari 1: 0,01 USD

Hari 2: 0,02 USD

Hari 3: 0,04 USD

Hari 4: 0,08 USD

Hari 5: 0,16 USD

Hari 6: 0,32 USD

Hari 7: 0,64 USD

Hari 8: 1,28 USD

Hari 9: 2,56 USD

Hari 10: 5,12 USD

Hari 11: 10,24 USD

Hari 12: 20,48 USD

Hari 13: 40,96 USD

Hari 14: 81,92 USD

Hari 15: 163,84 USD

Hari 16: 327,68 USD

Hari 17: 655,36 USD

Hari 18: 1310,72 USD

Hari 19: 2621,44 USD

Hari 20: 5.242,88 USD

Hari 21: 10.485,76 USD

Hari 22: 20.971,52 USD

Hari 23: 41.943,04 USD

Hari 24: 83.886,08 USD

Hari 25: 167.772,16 USD

Hari 26: 335.544,32 USD

Hari 27: 671.088,64 USD

Hari 28: 1.342.177,28 USD

Hari 29: 2.684.354,56 USD

Hari 30: 5.368.709,12 USD

 

Mirip dengan ilustrasi di atas, ada seorang pendeta yang memberikan ilustrasi sebagai berikut untuk menekankan pentingnya setiap orang kristen untuk memberitakan Injil. Ia membandingkan dua keadaan:

 

1) Keadaan I adalah dimana di dunia ini hanya ada 1 orang kristen, yang adalah seorang penginjil yang hebat, yang setiap hari bisa membawa 1000 jiwa datang kepada Tuhan. Tetapi orang-orang yang sudah bertobat itu tidak ada yang memberitakan Injil.

 

2) Keadaan II adalah dimana di dunia ini hanya ada 1 orang kristen, yang setiap tahun hanya bisa membawa 1 jiwa datang kepada Tuhan. Tetapi setiap jiwa yang bertobat juga memberitakan Injil dan setiap tahun masing-masing orang mendapat 1 jiwa.

 

Maka kita akan mendapatkan tabel sebagai berikut:

 

Tahun             1000 / hari           1 / tahun

---------------------------------------------------------

1                               365.000                        2 = 21

2                               730.000                        4 = 22

3                               1.095.000           8 = 23

4                               2.190.000      16 = 24

.

.

.

32                             11.680.000                   232 = 4,3 milyar.

33                             12.045.000                   233 = 8,6 milyar.

 

Saudara bisa melihat bahwa dalam keadaan I, dalam 33 tahun, baru sekitar 12 juta orang yang menjadi kristen. Ini belum mencakup seluruh penduduk Jawa Timur. Tetapi dalam keadaan II, dalam 33 tahun, ada 8,6 milyar orang kristen. Ini sudah lebih dari penduduk dunia saat ini!

 

Jadi, kalau saudara selalu membiarkan Pendeta / Penginjil saja yang memberitakan Injil, paling-paling pertumbuhan gereja / kekristenan akan menyerupai keadaan I, bahkan lebih buruk dari keadaan I. Mengapa? Karena perlu diingat, bahwa tidak ada pendeta / penginjil yang bisa mempertobatkan 1000 orang setiap hari! Bahkan Petrus, yang berhasil mempertobatkan 3.000 orang dalam satu hari (Kis 2:41), tidak setiap hari berhasil mempertobatkan 1.000 orang. Semua ini menyebabkan pertumbuhan gereja / kekristenan akan sangat lambat, atau, lebih buruk lagi, bisa menyebabkan kemunduran! Tetapi kalau setiap orang kristen mau memberitakan Injil, kita akan seperti keadaan II. Pertumbuhan gereja / kekristenan akan cepat sekali!

 

Perlu juga diketahui bahwa kalau Injil tidak tersebar dengan cepat, maka ada alternatifnya, yaitu: ajaran sesatlah yang akan tersebar!

 

Seorang yang bernama Daniel Webster berkata sebagai berikut:

“If religious books are not widely circulated among the masses in this country, I do not know what is going to become of us as a nation. If truth be not diffused, error will be; if God and His Word are not known and received, the devil and his works will gain the ascendancy; if the evangelical volume does not reach every hamlet, the pages of a corrupt and licentious literature will; if the power of the Gospel is not felt throughout the length and breadth of the land, anarchy and misrule, degradation and misery, corruption and darkness, will reign without mitiga­tion or end.” [= Jika buku-buku agama / rohani tidak beredar secara luas di antara rakyat dalam negara ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita sebagai bangsa. Kalau kebenaran tidak disebarkan, maka kesalahanlah yang akan tersebar; kalau Allah dan FirmanNya tidak diketahui / dikenal dan diterima, setan dan pekerjaannya akan mendapatkan kekuasaan / pengaruh; kalau buku-buku injili tidak mencapai setiap desa, halaman-halaman yang jahat dan literatur yang tidak bermoral akan mencapainya; kalau kuasa Injil tidak dirasakan diseluruh lebar dan panjang negara ini, maka anarkhi dan pemerintahan yang salah, keburukan dan kesengsaraan, korupsi / kejahatan / kecurangan dan kegelapan, akan memerintah tanpa pengurangan atau akhir.].

 

Seorang yang bernama Edmund Burke berkata: “All that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing.” [= Semua yang dibutuhkan supaya kejahatan menang adalah bahwa orang-orang yang baik tidak melakukan apa-apa.] - ‘Streams in the Desert’, vol 2, June 13.

 

Sekarang mari kita membandingkan kesuaman penginjilan dalam kalangan Kristen dengan keaktifan penginjilan yang luar biasa dalam kalangan sekte Saksi Yehuwa! Seorang penatua Saksi Yehuwa yang berdiskusi dengan saya mengatakan bahwa pada saat ini dalam dunia ada sekitar 6 juta Saksi (ini tidak termasuk pengunjung biasa dalam kebaktian; yang disebut ‘Saksi’ adalah orang-orang yang sudah aktif memberitakan Injil dari rumah ke rumah). Dan pertambahan setiap tahun adalah sebanyak kira-kira 360.000 orang. Pertambahan 6 % setahun ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Seorang penulis internet mengatakan bahwa puncak tertinggi dari pertumbuhan Saksi Yehuwa terjadi pada tahun 1974, yaitu mencapai 13,5 %!

 

Kalau saudara bertanya: ‘Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?’, maka salah satu jawabnya adalah, karena Saksi Yehuwa tidak membedakan antara Pendeta / pengkhotbah / penatua dengan orang awam. Semua Saksi-Saksi Yehuwa didorong dan dilatih untuk memberitakan ‘Injil’.

 

Dan dalam buku ‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 23, dikatakan bahwa 65 % anggota-anggota Saksi Yehuwa aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan ini dengan orang kristen di Indonesia yang, menurut statistik di atas, hanya 0,5 % saja yang memberitakan Injil). Pemberitaan ‘Injil’ memang merupakan pelayanan yang paling ditekankan, atau ditekankan secara luar biasa, dalam Saksi Yehuwa. Dahulu pada saat mereka dilarang di Indonesia, mereka tetap memberitakan ‘Injil’ dengan rajin dan berani, apalagi sekarang, setelah mereka disahkan / diizinkan.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “During the year, nearly five million Witnesses spent over one billion hours spreading Bible knowledge to their neighbours. This educational work was at the heart of the 80% growth in the number of the Witnesses during the past decade.” [= Dalam sepanjang tahun (maksudnya tahun 1994), hampir 5 juta Saksi-Saksi menghabiskan lebih dari satu milyar jam untuk menyebarkan pengetahuan Alkitab kepada tetangga-tetangga mereka (ini berarti setiap orang menghabiskan lebih dari 200 jam / tahun). Pekerjaan pendidikan ini merupakan inti / pokok dari 80 % pertumbuhan dalam jumlah dari Saksi-Saksi sepanjang 10 tahun yang lalu.].

 

Seorang penatua Saksi Yehuwa mengatakan bahwa:

 

a) Pada saat ini (tahun 2002) ada 6 juta Saksi Yehuwa di seluruh dunia, sedangkan jemaat dalam kebaktian / pertemuan mereka ada 26 atau 36 juta (ia tidak tahu persis), tetapi saya kira ia salah, karena menurut internet hanya sekitar 16 juta.

Yang disebut ‘Saksi’ adalah orang-orang yang sudah aktif memberitakan Injil. Jadi yang memberitakan Injil ‘hanya’ 37,5 %. Ini memang jauh lebih rendah dari bilangan 65 % di atas, tetapi ini sudah sangat tinggi dibandingkan dengan persentase yang memberitakan Injil dalam kalangan orang kristen.

Saya mendengar bahwa 15 % dari jemaat Gereja dari D. James Kennedy di Florida (yang memulai program penginjilan Evangelism Explosion), aktif memberitakan Injil.

Ini mungkin yang tertinggi di dunia dalam kalangan gereja-gereja Kristen, tetapi ini masih kalah jauh dibandingkan dengan Saksi Yehuwa.

 

b) Ia sendiri menghabiskan 24 jam / bulan untuk memberitakan Injil dari rumah ke rumah.

 

Dari internet saya mendapatkan statistik Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia untuk tahun 2001 sebagai berikut:

 

1.  Jumlah pengunjung biasa dalam kebaktian 36.158 orang, sedangkan jumlah Saksi-Saksi Yehuwa 16.136 orang; itu berarti presentase yang memberitakan Injil adalah 44,6 %.

 

2.  Jumlah penginjilan yang mereka lakukan dalam tahun 2001 itu adalah 2.895.595 jam, yang berarti mendekati 180 jam per orang per tahun.

 

Tentang banyaknya jam penginjilan Saksi-Saksi Yehuwa di dunia, statistik tahun 2001 mengatakan bahwa 6.117.666 Saksi-Saksi Yehuwa memberitakan Injil sebanyak 1.169.082.225 jam, dan itu berarti rata-rata setiap Saksi Yehuwa memberitakan Injil lebih dari 190 jam per tahun.

 

Sebetulnya kalau kita mengingat bahwa Saksi-Saksi Yehuwa itu sesat dan tidak mempunyai keyakinan keselamatan, sedangkan orang kristen mempunyai keyakinan keselamatan, tetapi Saksi-Saksi Yehuwa jauh lebih rajin dan berani dalam ‘memberitakan Injil’, maka kita seharusnya merasa malu!

 

Saya berharap bahwa kata-kata ini bisa mendorong setiap orang kristen, terle­bih lagi setiap hamba Tuhan, untuk lebih giat dalam memberitakan Injil / Firman Tuhan.

 

Sekarang mari kita cari data terbaru tentang Saksi-Saksi Yehuwa dan pemberitaan Injil.

 

===========================================================

 

Pertanyaan: Berapa jumlah SSY (yang sudah betul-betul menjadi saksi dengan menginjil dari rumah ke rumah) di seluruh dunia?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Itu tergantung definisi “saksi yang sudah betul-betul menginjil dari rumah ke rumah” (apakah itu yang dalam bahasa Inggris “publishers / active ministers / full-time servants / special pioneers” dll).

 

Menurut data resmi JW.org:

1)  Untuk Amerika Serikat: ada 1.259.538 “Ministers who teach the Bible” (yakni mereka yang aktif melakukan pekerjaan injil).

2)  Secara global, dalam laporan tahunan “2023 Report”, jumlah Saksi Yehova (yang termasuk mereka yang aktif melakukan pelayanan) adalah 8.816.562 orang di seluruh dunia.

3)  Tetapi angka ini mencakup semua yang secara resmi terdaftar sebagai Saksi Yehova yang aktif dalam pelayanan, tidak spesifik hanya yang “menginjil dari rumah ke rumah” semata.

Jadi, jika “SSY” yang Anda maksud adalah mereka yang aktif sebagai publisher / minister yang melakukan injil rumah ke rumah, maka angkanya kemungkinan mendekati sekitar 8,8 juta orang di seluruh dunia (berdasarkan data 2023).

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Berapa jumlah jemaat SSY di seluruh dunia?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Menurut data resmi dari JW.org, jumlah Saksi Yehova (Jehovah’s Witnesses) aktif di seluruh dunia pada laporan tahun 2024 adalah 9.043.460 orang.

Jika yang Anda maksud “jemaat” bukan hanya yang aktif menginjil, melainkan semua yang menyebut diri sebagai SSY (baik aktif atau tidak), maka angka pastinya sulit diverifikasi secara independen di luar statistik internal organisasi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Jadi sekitar 90 % dari jemaat mereka aktif memberitakan Injil?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Ya - benar sekali, dan itu salah satu hal yang cukup unik dari organisasi Saksi-Saksi Yehuwa dibanding denominasi lain. Mari saya jelaskan dengan rinci:

 

1)  Data resmi JW.org

Menurut Yearbook of Jehovah’s Witnesses 2024 (data 2023):

a)  Jumlah Saksi aktif (publisher): 8.816.562

b) Jumlah hadirin pada Peringatan Kematian Kristus (Memorial attendance): 20.461.767.

 

2)  Perbandingan “jemaat” dan “pelayan aktif”

Dari data di atas:

8,8 / 20,46 = 43%

 

Jadi sekitar 43% dari total orang yang terhitung sebagai jemaat luas (hadir di peringatan tahunan) benar-benar aktif menginjil dari rumah ke rumah.

 

Namun jika yang Anda maksud “jemaat” hanyalah mereka yang dibaptis atau anggota resmi (bukan sekadar simpatisan yang hadir di peringatan), maka:

a)       Jumlah anggota resmi ± 9 juta

b)      Jumlah yang aktif menginjil ± 8,8 juta

 

Maka:

8,8 / 9 = 98 % lebih.

 

Artinya, sekitar 98–99% dari anggota resmi Saksi-Saksi Yehuwa memang aktif menginjil.

 

3)  Kesimpulan

Kategori

Jumlah (perkiraan)

Persentase aktif menginjil

Semua yang hadir di acara tahunan

± 20 juta

± 43%

Anggota resmi (dibaptis & tercatat)

± 9 juta

± 98–99%

 

Jadi, kalau yang dimaksud “jemaat” adalah anggota resmi, maka benar:
Sekitar 90–99% dari jemaat mereka aktif memberitakan Injil dari rumah ke rumah.

 

===========================================================


 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya  BLOK  D - 16, SURABAYA

Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin