(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 13 September 2022, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
TRICHOTOMY vs DICHOTOMY
I) Trichotomy.
A) Ajaran Trichotomy.
Manusia terdiri dari 3 bagian / elemen, yaitu tubuh, jiwa, dan roh.
1) Tubuh adalah bagian materi dari manusia.
2) Jiwa adalah elemen hakiki dari kehidupan binatang.
3) Roh adalah elemen yang rasionil dan tidak bisa binasa, yang menghubungkan manusia dengan Allah. Roh ini dianggap sebagai sesuatu yang membedakan manusia dengan binatang.
B) Asal usul Trichotomy.
Trichotomy berasal dari filsafat Yunani yang menganggap hubungan tubuh - roh analog dengan hubungan alam semesta / materi dengan Allah. Filsafat Yunani mengatakan bahwa Allah hanya bisa berhubungan dengan alam semesta / materi melalui zat yang ketiga / makhluk perantara. Analoginya, roh hanya dapat berhubungan dengan tubuh, juga melalui elemen ketiga / elemen pengantara, yaitu jiwa.
C) Dasar Kitab Suci dari Trichotomy.
1) Dalam Kitab Suci, kata Ibrani dan Yunani yang digunakan untuk ‘jiwa’ dan ‘roh’ berbeda.
a) ‘Jiwa’: Ibraninya adalah NEPHESH; Yunaninya adalah PSUKHE.
b) ‘Roh’: Ibraninya adalah RUAKH; Yunaninya adalah PNEUMA.
2) Allah terdiri dari 3 pribadi, yaitu Bapa, Anak, dan Roh; sedangkan manusia merupakan gambar dan rupa Allah, sehingga manusia terdiri dari 3 elemen, yaitu tubuh, jiwa, dan roh.
3) Manusia adalah Bait Allah (1Kor 3:16-17 1Kor 6:19), sedangkan Bait Allah terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a) Pelataran menggambarkan tubuh.
b) Ruang Suci menggambarkan jiwa.
c) Ruang Maha Suci menggambarkan roh.
4) 1Tes 5:23 berbunyi: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”.
Ayat ini secara jelas menyebutkan ketiga elemen dalam diri manusia, yaitu tubuh, jiwa dan roh, dan ayat ini merupakan salah satu andalan yang paling umum / paling banyak digunakan oleh penganut faham Trichotomy.
5) Ibr 4:12 - “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”.
Para penganut Trichotomy menganggap kata-kata ‘memisahkan jiwa dan roh’ sebagai dasar untuk mengatakan bahwa jiwa dan roh merupakan 2 hal yang berbeda.
Menurut saya, dari semua dasar Kitab Suci dari pandangan Trichotomy, yang ini adalah yang paling sukar untuk diruntuhkan.
6) Kitab Suci mengkontraskan jiwa dengan roh. Ini terlihat dalam:
1Kor 2:14-15 - “(14) Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. (15) Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.”.
1Kor 3:1 - “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.”.
a) 1Kor 2:14 - istilah ‘manusia duniawi’ dalam bahasa Yunaninya adalah PSUKHIKOS [perhatikan adanya kata PSUKHE {= jiwa}], dan ini menunjuk kepada orang yang belum bertobat.
b) 1Kor 2:15 dan 1Kor 3:1 - istilah ‘manusia rohani’ dalam bahasa Yunaninya adalah PNEUMATIKOS [perhatikan adanya kata PNEUMA {= roh}], dan ini menunjuk kepada orang kristen yang rohani / dewasa dalam iman.
Penganut faham Trichotomy berpendapat bahwa pengkontrasan jiwa dan roh ini menunjukkan bahwa jiwa berbeda dengan roh.
II) Dichotomy.
Penganut Dichotomy berpendapat bahwa manusia terdiri hanya dari 2 elemen, yaitu ‘tubuh’ dan ‘jiwa’ atau ‘roh’, dimana ‘jiwa’ dan ‘roh’ dianggap menunjuk pada satu elemen yang sama.
Dasar Kitab Suci dari Dichotomy.
1) Memang kata bahasa Ibrani maupun Yunani yang digunakan untuk ‘jiwa’ dan ‘roh’ berbeda, tetapi kedua kata itu digunakan secara interchange-able [= bisa dibolak-balik].
Contoh:
a) Baik ‘jiwa’ maupun ‘roh’ digunakan untuk binatang.
1. Digunakan kata ‘jiwa’ (PSUKHE), misalnya dalam Wah 16:3 yang terjemahan hurufiahnya berbunyi: ‘every soul of life’ [= setiap jiwa kehidupan].
Wah 16:3 - “Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.”.
KJV: “every living soul” [= setiap jiwa yang hidup].
2. Digunakan kata ‘roh’ (RUAKH), misalnya dalam:
a. Pkh 3:21 - “Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas binatang turun ke bawah bumi.”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘the spirit of the animal’ [= roh binatang].
Catatan: di sini Kitab Suci Indonesia secara salah menterjemahkan ‘nafas’. Sebetulnya kata yang diterjemahkan ‘nafas’ dalam Pkh 3:19 juga adalah RUAKH, tetapi di sini KJV/RSV/NIV/NASB menterjemahkan: ‘breath’ [= nafas], sekalipun footnote NIV memberikan terjemahan alternatif, yaitu ‘spirit’ [= roh].
b. Maz 104:29b-30a - “(29b) apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. (30a) Apabila Engkau mengirim rohMu mereka tercipta,”.
Kalau saudara memperhatikan kontext dari text ini, mulai dari Maz 104:20, jelas bahwa yang dimaksud dengan ‘mereka’ adalah binatang. Tetapi toh digunakan istilah ‘roh’ untuk mereka!
Penggunaan kata RUAKH [= roh] untuk binatang ini pasti memusingkan para penganut Trichotomy yang beranggapan bahwa binatang hanya mempunyai ‘jiwa’ tetapi tidak mempunyai ‘roh’!
b) Baik ‘jiwa’ maupun ‘roh’ digunakan untuk Allah.
1. Digunakan kata ‘roh’ (PNEUMA), misalnya dalam Yoh 4:24.
Yoh 4:24 - “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.’”.
2. Digunakan kata ‘jiwa’ (NEPHESH / PSUKHE), misalnya dalam:
a. Im 26:11 - “Aku akan menempatkan Kemah SuciKu di tengah-tengahmu dan hatiKu tidak akan muak melihat kamu”.
Kata ‘hati’ secara hurufiah adalah ‘soul’ [= jiwa], seperti dalam KJV/RSV/NASB, karena kata Ibrani yang digunakan adalah NEPHESH.
b. Yer 9:9 - “Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendamKu kepada bangsa yang seperti ini?”.
Dalam bahasa Ibraninya ada kata NEPHESH; bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini.
KJV: ‘Shall I not visit them for these things? saith the LORD: shall not my soul be avenged on such a nation as this?’ [= Apakah Aku tidak akan mengunjungi mereka untuk hal-hal ini? firman TUHAN: tidakkah jiwaKu dibalaskan dendamnya kepada bangsa yang seperti ini?]. ASV/YLT sama dengan KJV.
c. Yer 32:41 - “Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hatiKu dan dengan segenap jiwaKu.”.
d. Yes 42:1 - “Lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh RohKu ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.”.
Perhatikan kata-kata ‘yang kepadanya Aku berkenan’. Dalam Ibraninya ada kata NEPHESH. Karena itu Mat 12:18 mengutip Yes 42:1 ini dan menterjemahkan ‘yang kepadaNya jiwaKu berkenan’.
Mat 12:18 - “‘Lihatlah, itu HambaKu yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadaNya jiwaKu berkenan; Aku akan menaruh rohKu ke atasNya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.”.
e. Amos 6:8 - “Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diriNya, demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam: ‘Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya.’”.
Dalam Ibraninya ada kata NEPHESH.
f. Maz 11:5 - “TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.”.
NIV: “The LORD examines the righteous, but the wicked and those who love violence his soul hates.” [= TUHAN menguji orang benar, tetapi orang jahat dan mereka yang mencintai kekerasan dibenci jiwaNya.].
g. Yes 1:14 - “Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagiKu, Aku telah payah menanggungnya.”.
Kata ‘Aku’ dalam ayat ini oleh NIV diterjemahkan secara hurufiah, yaitu ‘my soul’ [= jiwaKu].
h. Ibr 10:38 - “Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.’”.
Kata ‘Aku’, terjemahan hurufiahnya adalah ‘the soul of me’ [= jiwaKu].
c) Kalau Kitab Suci menceritakan tentang orang yang mati, maka:
1. Kadang-kadang digunakan istilah ‘menyerahkan roh’ (PNEUMA / RUAKH), seperti dalam:
a. Luk 23:46 - kata ‘nyawaKu’ seharusnya adalah ‘rohKu’.
b. Kis 7:59 - Stefanus menyerahkan rohnya kepada Tuhan Yesus.
Kis 7:59 - “Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ‘Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.’”.
c. Maz 146:4 - “Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.”.
NIV: ‘When their spirit departs’ [= Ketika roh mereka meninggalkan].
2. Kadang-kadang digunakan istilah ‘menyerahkan jiwa’ (NEPHESH), seperti dalam:
a. Kej 35:18 - kata ‘nafas’ terjemahan hurufiahnya adalah ‘her soul’ [= jiwanya].
Kej 35:18 - “Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas - sebab ia mati kemudian - diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.”.
KJV: “as her soul was in departing” [= pada waktu jiwanya sedang pergi / meninggalkan].
b. 1Raja 17:17 - kata ‘nafas’ seharusnya adalah ‘jiwa’.
1Raja 17:17 - “Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.”.
Memang semua Alkitab bahasa Inggris juga menterjemahkan ‘breath’ [= nafas], tetapi kata Ibrani yang digunakan adalah NESHAMAH, yang bisa berarti ‘nafas’, juga bisa berarti ‘roh’, dan dalam LXX diterjemahkan PNEUMA, yang artinya ‘roh’.
d) Pada waktu Kitab Suci menggambarkan orang yang setelah mati lalu hidup kembali (bangkit), maka:
1. Ada ayat yang mengatakan ‘roh’nya (PNEUMA) kembali (Luk 8:55).
Luk 8:55 - “Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.”.
2. Ada ayat yang mengatakan ‘jiwa’nya (NEPHESH) kembali (1Raja 17:21-22).
1Raja 17:21-22 - “(21) Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: ‘Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.’ (22) TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.”.
KJV: “soul” [= jiwa].
e) Pada waktu Kitab Suci menunjuk kepada bagian yang bersifat non materi dari manusia yang sudah mati, maka:
1. Kadang-kadang Kitab Suci menyebutnya dengan sebutan ‘roh’ (PNEUMA), seperti dalam Ibr 12:23 1Pet 3:19.
Ibr 12:23 - “dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,”.
1Pet 3:19 - “dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,”.
2. Kadang-kadang Kitab Suci menyebutnya dengan sebutan ‘jiwa’ (PSUKHE), seperti dalam Wah 6:9 Wah 20:4.
Wah 6:9 - “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.”.
Wah 20:4 - “Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.”.
f) Kalau Kitab Suci menggambarkan perasaan seseorang (sedih, marah), maka:
1. Kadang-kadang itu ditujukan kepada ‘jiwa’ (PSUKHE), seperti dalam:
a. Yoh 12:27 - “Sekarang jiwaKu terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.”.
b. Mat 26:38 - “lalu kataNya kepada mereka: ‘HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.’”.
Kata ‘hatiKu’ seharusnya adalah ‘jiwaKu’.
c. 2Pet 2:8 - “sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa-”.
2. Kadang-kadang itu ditujukan kepada ‘roh’ (PNEUMA), seperti dalam:
a. Yoh 13:21 (NIV): ‘Jesus was troubled in His spirit’ [= Yesus terganggu dalam rohNya].
b. Mark 8:12 (NASB): ‘and sighing deeply in His spirit’ [= dan mengeluh secara dalam di dalam rohNya].
c. Kis 17:16 (NASB): ‘his spirit was being provoked within him’ [= rohnya dibuat jadi jengkel dalam dia].
Point-point a - f di atas ini menunjukkan secara jelas bahwa kata ‘jiwa’ dan ‘roh’ digunakan secara interchangeable [= bisa dibolak-balik], dan karena itu jelas kedua kata itu menunjuk pada satu hal yang sama. Ini sama seperti kalau saudara menggunakan kata ‘dinding’ dan ‘tembok’; sekalipun itu 2 kata tetapi menunjuk kepada satu hal yang sama.
2) Kitab Suci berulangkali menunjukkan bahwa manusia terdiri hanya dari 2 bagian, misalnya dalam:
a) Kej 2:7 - pada penciptaan, hanya ada 2 bagian, yaitu ‘tubuh yang dibuat dari debu tanah’, dan ‘nafas hidup’ yang Allah hembuskan.
Kej 2:7 - “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”.
b) Pkh 12:7 - ‘tubuh + roh’.
Pkh 12:7 - “dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.”.
c) Mat 6:25 yang melarang kuatir akan ‘hidupmu’ (ini seharusnya adalah ‘jiwamu’) dan ‘tubuhmu’.
Mat 6:25 - “‘Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”.
d) Mat 10:28 - ‘tubuh + jiwa’.
Mat 10:28 - “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”.
Perhatikan bahwa kalau pandangan Trichotomy yang benar, maka ayat ini akan jadi aneh sekali, karena ayat ini akan berkata: jangan takut kepada manusia yang bisa membunuh tubuh (1/3 dari kamu), takutlah akan Allah yang bisa membunuh tubuh dan jiwamu (2/3 dari kamu).
Bukankah lebih cocok kalau pandangan Dichotomy yang benar, sehingga ayat ini akan berkata: jangan takut kepada manusia yang bisa membunuh tubuh (1/2 dari kamu), takutlah kepada Allah yang bisa membunuh tubuh dan jiwamu (seluruh dirimu)?
e) Mat 26:41 - ‘tubuh / daging + roh’.
Mat 26:41 - “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.’”.
f) Ro 8:10 - ‘tubuh + roh’.
Ro 8:10 - “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”.
g) 1Kor 5:5 - ‘tubuh + roh’.
1Kor 5:5 - “orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.”.
h) 1Kor 7:34 - ‘tubuh dan jiwa’. Ini seharusnya adalah ‘tubuh dan roh’.
1Kor 7:34 - “dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.”.
KJV: “both in body and in spirit:” [= baik dalam tubuh dan dalam roh].
i) 2Kor 7:1 - ‘jasmani + rohani’.
2Kor 7:1 - “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.”.
j) Yak 2:26 - ‘tubuh + roh’.
Yak 2:26 - “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”.
Bahwa 2 elemen manusia itu kadang-kadang dinyatakan sebagai ‘tubuh dan jiwa’, dan kadang-kadang sebagai ‘tubuh dan roh’, lagi-lagi menunjukkan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah 2 kata yang bersifat interchangeable [= bisa dibolak-balik].
3) Ajaran Trichotomy mengatakan bahwa:
a) Jiwa adalah elemen hakiki dari kehidupan binatang.
b) Roh adalah elemen yang menghubungkan manusia dengan Allah.
Tetapi ini tidak cocok dengan:
1. Maz 42:2-6 dimana ‘rindu kepada Allah’ ditujukan kepada ‘jiwa’.
Maz 42:2-6 - “(2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: ‘Di mana Allahmu?’ (5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. (6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!”.
2. Maz 103:1-2 dimana ‘jiwa’ disuruh memuji Tuhan, padahal ‘memuji Tuhan’ jelas merupakan suatu aktivitas rohani!
Maz 103:1-2 - “(1) [Dari Daud.] Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! (2) Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!”.
3. Yes 26:9 dimana ‘merindukan / mencari Tuhan’ ditujukan kepada ‘jiwa’.
Yes 26:9 -
“Dengan
segenap
jiwa
aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati (roh)
aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi,
maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.”.
4. Mat 22:37 / Mark 12:30 / Luk 10:27 dimana kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan, dan segenap akal budi. Tidak ada kata-kata ‘segenap rohmu’!
Mat 22:37 - “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”.
Mark 12:30 - “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”.
Luk 10:27 - “Jawab orang itu: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’”.
4) Tidak ada dasar untuk menganalogikan 3 pribadi dalam Allah Tritunggal dengan 3 elemen dari manusia. Sekalipun manusia diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, ada hal-hal dalam diri Allah yang bersifat incommunicable [= tidak bisa diberikan kepada orang / makhluk / benda lain]. Misalnya sifat ‘tak terbatas’ dalam diri Allah; ini tidak mempunyai analogi / persamaan dalam diri manusia sekalipun manusia diciptakan menurut peta dan teladan Allah.
Demikian juga saya berpendapat bahwa adanya 3 pribadi dan 1 hakekat dalam diri Allah, juga bersifat incommunicable [= tidak bisa diberikan], dan karenanya tidak mempunyai analogi / persamaan dalam diri manusia.
5) Penjelasan tentang 1Kor 3:16-17 dan 1Kor 6:19.
1Kor 3:16-17 - “(16) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (17) Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”.
1Kor 6:19 - “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”.
a) Ini adalah suatu tindakan mengalegorikan / melambangkan yang tidak pada tempatnya.
Apa dasarnya untuk melambangkan pelataran sebagai tubuh, Ruang Suci sebagai jiwa, dan Ruang Maha Suci sebagai roh?
b) Arah dari ayat-ayat itu adalah untuk menekankan perlunya hidup kudus. Karena kita adalah Bait Allah (Allah yang maha suci tinggal dalam diri kita), maka kita harus berusaha hidup suci. Penggunaan ayat-ayat ini sebagai dasar dari Trichotomy merupakan penafsiran yang tidak mempedulikan kontexnya / arah ayat.
c) Yang disebut dengan ‘Bait Allah’ dalam ayat-ayat itu hanyalah orang kristen saja. Lalu bagaimana dengan orang yang non kristen?
d) Ada 2 kata bahasa Yunani yang bisa diterjemahkan sebagai ‘Bait Allah’, yaitu:
1. HIERON, yang menunjuk pada seluruh Bait Allah, termasuk pelatarannya. Kata ini digunakan dalam Yoh 2:14,15 Mat 21:12,14,15.
Yoh 2:14-15 - “(14) Dalam Bait Suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. (15) Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya.”.
Mat 21:12-15 - “(12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (13) dan berkata kepada mereka: ‘Ada tertulis: RumahKu akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.’ (14) Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepadaNya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkanNya. (15) Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuatNya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: ‘Hosana bagi Anak Daud!’ hati mereka sangat jengkel,”.
2. NAOS, yang menunjuk hanya pada sanctuarynya [= Ruang Suci dan Ruang Maha Suci]. Kata ini digunakan dalam Yoh 2:19,20,21 Luk 1:9,21,22 Mat 23:35.
Yoh 2:19-21 - “(19) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’ (20) Lalu kata orang Yahudi kepadaNya: ‘Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?’ (21) Tetapi yang dimaksudkanNya dengan Bait Allah ialah tubuhNya sendiri.”.
Luk 1:9,21-22 - “(9) Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. ... (21) Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. (22) Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.”.
Mat 23:35 - “supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.”.
Kata Yunani yang dipakai dalam 1Kor 3:16-17 dan 1Kor 6:19 bukanlah HIERON, tetapi NAOS. Dan NAOS tidak terdiri dari 3 bagian tetapi hanya terdiri dari 2 bagian, karena NAOS tidak mencakup pelataran. Jadi, kalau ayat-ayat ini toh mau dipaksakan sebagai dasar untuk menentukan manusia terdiri dari berapa bagian / elemen, maka ayat-ayat ini justru akan mendukung Dichotomy, bukan Trichotomy.
6) Penjelasan tentang 1Tes 5:23.
1Tes 5:23 - “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”.
Dalam ayat ini ‘jiwa’ dan ‘roh’ muncul dalam satu ayat, tetapi ini tidak berarti bahwa ‘jiwa’ berbeda dengan ‘roh’. Perlu diketahui bahwa Kitab Suci sering menumpuk beberapa istilah yang artinya sama atau ‘overlap’ [= bertumpukan], dengan tujuan untuk menekankan hal itu.
Misalnya:
a) Mat 22:37 yang berbunyi: “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu.”.
Apakah ayat ini bisa diartikan bahwa ‘hati’ berbeda dengan ‘jiwa’, berbeda dengan ‘akal budi’, karena mereka keluar bersamaan dalam satu ayat? Tidak mungkin, karena:
1. ‘Jiwa’ sudah mencakup ‘hati’ maupun ‘pikiran’.
2. Ada ayat-ayat yang mencampur-adukkan hati dan pikiran:
a. Mat 13:15 - ‘mengerti dengan hati’.
b. Mat 9:4 - ‘memikirkan ... di dalam hati’.
c. Luk 2:19 - ‘menyimpan ... di dalam hatinya dan merenungkannya’.
d. Kis 8:22 (NIV): ‘such a thought in your heart’ [= pikiran seperti itu dalam hatimu].
Jadi, maksud dari Mat 22:37 itu hanyalah untuk memberi penekanan saja. Maksudnya adalah: kasihilah Tuhan Allahmu dengan seluruh dirimu.
b) Ibr 2:4 (NASB): ‘signs and wonders and by various miracles’ [= tanda-tanda dan hal-hal yang ajaib dan oleh bermacam-macam mujijat]. bdk. 2Tes 2:9 Kis 2:22.
Calvin: “He designates miracles, for the sake of amplifying their importance, by three names.” [= Ia menunjuk mujijat dengan tiga nama / sebutan demi menguatkan kepentingan mereka.] - hal 54.
c) Ibr 4:12. Tetapi ini akan saya bahas di bawah, jadi tidak saya bahas di sini.
Demikian juga dengan 1Tes 5:23 yang berbunyi: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”.
Maksud dari kata-kata ‘roh, jiwa dan tubuhmu’ adalah menekankan ‘seluruh dirimu’ (bandingkan dengan bagian awal dari 1Tes 5:23 itu).
7) Penjelasan tentang Ibr 4:12.
Ibr 4:12 - “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”.
Para penganut Trichotomy berkata bahwa sama seperti ‘sendi’ berbeda dengan ‘sumsum’, demikian juga ‘jiwa’ berbeda dengan ‘roh’, dan pedang Firman Tuhan bisa memisahkan mereka.
Penjelasan dari pihak Dichotomy tentang Ibr 4:12 ini:
a) ‘memisahkan jiwa dan roh’.
1. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘memisahkan’ adalah MERISMOS (ini adalah kata benda).
Kata MERISMOS ini tidak pernah berarti ‘division between’ [= pemisahan di antara], tetapi berarti ‘division within’ [= pemisahan di dalam].
Seandainya kata MERISMOS itu memang berarti ‘division between’ [= pemisahan di antara], maka itu memang akan menunjukkan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah 2 hal yang berbeda.
Tetapi karena arti sebenarnya dari kata MERISMOS itu adalah ‘division within’ [= pemisahan di dalam], maka itu justru menunjukkan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah satu hal yang sama.
Kata ini hanya digunakan 2 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam Ibr 4:12 dan Ibr 2:4. Dalam Ibr 2:4 kata MERISMOS diterjemahkan ‘dibagi-bagikannya’ dan ini ditujukan kepada ‘Roh Kudus’, dan ‘Roh Kudus’ jelas hanya satu, bukan 2 atau lebih (memang Wah 5:6 berbicara tentang ‘7 Roh Allah’, tetapi di sini bilangan ‘tujuh’ hanya merupakan simbol kesempurnaan Roh Kudus! Kalau ini ditafsirkan bahwa Roh Kudus betul-betul ada 7, maka ini akan bertentangan dengan 1Kor 12:4).
Catatan: Ibr 2:4 (KJV/RSV/NIV/NASB): ‘gifts of the Holy Spirit’ [= karunia-karunia Roh Kudus]. Tetapi ini salah, karena sebetulnya kata ‘gifts of’ [= karunia-karunia dari] itu tidak ada.
2. Sedangkan kata kerjanya, yaitu MERIZO, muncul 14 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam:
a. Mat 12:25 (2x) diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
b. Mat 12:26 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
c. Mark 3:24 diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
d. Mark 3:25 diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
e. Mark 3:26 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
f. Mark 6:41 diterjemahkan ‘dibagi-bagikan’.
g. Luk 12:13 diterjemahkan ‘berbagi’.
h. Ro 12:3 diterjemahkan ‘dianugerahkan’.
i. 1Kor 1:13 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
j. 1Kor 7:17 diterjemahkan ‘ditentukan’.
k. 1Kor 7:34 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
l. 2Kor 10:13 diterjemahkan ‘dipatok’.
m. Ibr 7:2 diterjemahkan ‘memberikan’.
Kadang-kadang arti kata MERIZO ini adalah ‘to distribute’, ‘to impart’ [= membagikan, memberikan], seperti dalam Ro 12:3 1Kor 7:17 2Kor 10:13.
Dalam contoh-contoh yang lain, kata ini mengandung arti pemisahan. Tetapi tidak pernah menunjuk pada pemisahan antara satu benda / hal dengan benda / hal yang lain. Sebaliknya, kata ini selalu menunjuk pada pemisahan di dalam satu benda / hal, seperti dalam Mark 3:24,25,26).
Mark 3:24-26 - “(24) Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, (25) dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. (26) Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.”.
3. Kesimpulan: ‘memisahkan jiwa dan roh’ dalam Ibr 4:12 tidak mungkin berarti bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah 2 hal yang berbeda, tetapi sebaliknya harus diartikan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah satu hal yang sama, atau bahwa ‘jiwa’ sama dengan ‘roh’.
b) ‘sendi-sendi dan sumsum’.
Ibr 4:12: ‘memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum’.
Bukankah ‘sendi-sendi’ dan ‘sumsum’ adalah 2 hal yang berbeda?
Penjelasan:
1. Perhatikan bahwa tidak dikatakan ‘tulang dan sumsum’, tetapi ‘sendi dan sumsum’ (tulang berbatasan langsung dengan sumsum, tetapi sendi tidak).
John Murray mengambil kesimpulan sebagai berikut: “So obviously, the thought is not that of getting in between to separate, but that these are the most inaccessible parts of our physical frame and illustrate the piercing power of the Word when by a metaphor, it is said to be sharper than a two-edged sword.” [= Jadi jelaslah bahwa pemikirannya bukanlah masuk di antaranya untuk memisahkan, tetapi bahwa hal-hal ini adalah bagian-bagian yang paling tidak bisa dimasuki dari kerangka fisik kita dan mengilustrasikan kekuatan menusuk dari Firman yang dengan suatu kiasan dikatakan lebih tajam dari pedang bermata dua.] - ‘Collected Writings of John Murray’, vol II, hal 31.
2. Terjemahan hurufiah dari bagian ini adalah: ‘division of soul and spirit, of both joints and marrows’.
Pada saat berbicara tentang ‘sendi dan sumsum’, ada kata ‘both’ [= keduanya]. Lihat NASB/ASV/YLT.
Kata ‘both’ ini tidak dipakai pada waktu berbicara tentang ‘jiwa dan roh’. Mengapa? Karena kata ini bertujuan untuk mempersatukan ‘sendi’ dan ‘sumsum’ sehingga yang dimaksud dengan ‘both joints and marrows’ adalah ‘body / tubuh’ (1 benda / hal). Pada waktu berbicara tentang ‘jiwa dan roh’, kata ‘both’ ini tidak perlu (bahkan tidak boleh ada) karena ‘jiwa’ sama dengan ‘roh’.
c) Penekanan / arti Ibr 4:12: Firman Tuhan menyelidiki kita secara menyeluruh / mendetail sehingga tidak ada bagian diri kita yang tidak terkena. Ini cocok dengan kontext, karena Ibr 4:13 berbunyi: “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab.”.
Pada waktu John Murray membahas 1Tes 5:23, ia berkata: “It is in accord with the usage of Scripture to employ an accumulation of terms to express completeness (cf. Mark 12:30; Heb. 4:12).” [= Ini sesuai dengan penggunaan Kitab Suci yang memakai kumpulan istilah-istilah untuk menyatakan keseluruhan (bdk. Mark 12:30; Ibr 4:12).] - ‘Collected Writings of John Murray’, vol II, hal 31.
Jadi, Ibr 4:12 dijadikan contoh oleh John Murray. Jelas bahwa ia berpendapat bahwa dalam Ibr 4:12pun penekanannya adalah pada ‘completeness’ [= keseluruhan].
d) Calvin memberikan penjelasan yang jauh lebih sederhana.
Calvin (tentang Ibr 4:12): “The word ‘soul’ means often the same with ‘spirit;’ but when they occur together, the first includes all the affections, and the second means what they call the intellectual faculty. So Paul, writing to the Thessalonians, uses the words, when he prays God to keep their spirit, and soul, and body blameless until the coming of Christ, (1 Thessalonians 5:23,) he meant no other thing, but that they might continue pure and chaste in mind, and will, and outward actions. Also Isaiah means the same when he says, ‘My soul desired thee in the night; I sought thee with my spirit.’ (Isaiah 26:9.) What he doubtless intends to show is, that he was so intent on seeking God, that he applied his whole mind and his whole heart.” [= Kata ‘jiwa’ sering berarti sama dengan kata ‘roh’; tetapi pada saat kedua kata itu muncul bersama-sama, yang pertama mencakup semua perasaan, dan yang kedua berarti apa yang mereka sebut kemampuan intelektual / pikiran. Karena itu Paulus, pada waktu menulis kepada orang-orang Tesalonika, menggunakan kata-kata itu, pada waktu ia berdoa supaya Allah menjaga roh, dan jiwa, dan tubuh tak bercacat sampai kedatangan Kristus, (1Tes 5:23), ia tidak memaksudkan hal lain, kecuali bahwa mereka bisa terus murni dan tak tercemar dalam pikiran, dan kehendak, dan tindakan-tindakan lahiriah. Juga Yesaya memaksudkan hal yang sama pada waktu ia berkata, ‘Jiwaku menginginkan Engkau pada waktu malam; aku mencari Engkau dengan rohku’. (Yes 26:9). Tak diragukan bahwa apa yang ia maksudkan untuk tunjukkan adalah, bahwa ia begitu berkonsentrasi dalam mencari Allah, sehingga ia menerapkan seluruh pikirannya dan seluruh hatinya.].
Yes 26:9 - “Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.”.
KJV/RSV/NIV/NASB/ASV/NKJV/YLT: “my spirit” [= rohku].
8) Penjelasan tentang kontras antara PSUKHIKOS (1Kor 2:14) dan PNEUMATIKOS (1Kor 2:15 1Kor 3:1).
1Kor 2:14 - “Tetapi manusia duniawi (PSUKHIKOS) tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”.
1Kor 2:15 - “Tetapi manusia rohani (PNEUMATIKOS) menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.”.
1Kor 3:1 - “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani (PNEUMATIKOS), tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.”.
Untuk ini perlu diselidiki apa arti dari kata ‘rohani / spiritual’?
a) Ro 1:11 berbicara tentang ‘karunia rohani’ (spiritual gift).
Ro 1:11 - “Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,”.
b) 1Kor 12:1-12 juga demikian.
1. Ay 1 tentang ‘spiritual gifts’ [= karunia-karunia rohani].
2. Ay 3,4,7,8,9,11 menunjuk kepada Roh Kudus.
Jadi, karunia-karunia rohani adalah karunia-karunia yang didapatkan dari Roh Kudus.
Contoh lain: 1Kor 2:13 - “Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.”.
NIV: ‘expressing spiritual truths in spiritual words’ [= menyatakan kebenaran-kebenaran rohani dalam kata-kata rohani].
Dari ayat ini jelas bahwa ‘truths’ [= kebenaran-kebenaran] dan ‘words’ [= kata-kata] itu disebut spiritual [= rohani] karena berasal dari Roh Kudus.
Jadi, kata ‘spiritual / rohani’ tidak menunjuk kepada ‘roh manusia’ tetapi kepada ‘Roh Kudus’.
Jelas, bahwa kontras antara PSUKHIKOS dan PNEUMATIKOS tidak berasal dari kontras antara PSUKHE [= jiwa] dan PNEUMA [= roh] dalam diri manusia, tetapi berasal dari kontras antara ‘manusia itu sendiri’ dan ‘manusia yang dihuni, dikuasai oleh Roh Kudus’.
Contoh pengkontrasan yang serupa: 1Kor 15:44 - “Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.”.
a) ‘tubuh alamiah’ = SOMA PSUKHIKON.
b) ‘tubuh rohaniah’ = SOMA PNEUMATIKON.
Lagi-lagi kontras ini tidak berasal dari kontras antara PSUKHE [= jiwa] dan PNEUMA [= roh], tetapi ini adalah kontras antara ‘tubuh kita di dunia’ dan ‘tubuh kebangkitan di surga’ (baca kontexnya).
III) Kesimpulan.
Memang kalau kita membaca Kitab Suci sepintas lalu, kita akan mendapatkan ajaran Trichotomy, tetapi kalau kita menyelidikinya secara mendalam, maka terlihat dengan jelas bahwa Trichotomy tidak dapat dipertahankan.
Sekalipun ini adalah suatu pelajaran yang sangat teoritis, tetapi perlu diingat bahwa di atas Dichotomy maupun Trichotomy dibangun ajaran-ajaran / doktrin-doktrin yang lain. Dengan kita yakin akan kebenaran Dichotomy dan kesalahan Trichotomy, maka kita akan terhindar dari ajaran-ajaran salah yang didasarkan pada Trichotomy.
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali