Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 21 Maret 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

PELAJARAN V

 

TENTANG SURGA & NERAKA

 

A) Ajaran Saksi Yehovah tentang tempat sesudah kematian:

 

1)   Hanya 144.000 (hurufiah) orang yang akan masuk surga. Ini mereka sebut sebagai ‘orang-orang pilihan’, tentu saja dari kalangan mereka. Ini mereka dasarkan atas Wah 7:4-8.

 

Wah 7:4-8 - “(4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. (5) Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, (6) dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, (7) dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, (8) dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu..

Catatan: suku Dan tidak ada, saya tak tahu mengapa.

 

Lebih dari itu, mereka juga berpendapat bahwa:

 

a)   Tidak ada orang jaman Perjanjian Lama (termasuk Abraham, Ishak, Yakub) yang masuk ke surga!

 

b)   Para Saksi Yehovah sendiri, pada umumnya / hampir semuanya, tidak termasuk dalam bilangan 144.000 ini. Jadi mereka yakin bahwa mereka tidak akan masuk surga. Mereka hanya berharap untuk bisa tetap tinggal di bumi yang telah disempurnakan (termasuk golongan 2 di bawah ini).

 

2)   Orang-orang yang tidak masuk ke surga dari kalangan mereka akan tetap tinggal di bumi yang telah disempurnakan, yang mereka sebut dengan istilah Firdaus (Maz 37:9-11  Maz 104:5  Amsal 2:21-22  Yes 35:1  Yes 65:1-dst  Mat 5:5).

 

Maz 37:9-11 - “(9) Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. (10) Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. (11) Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.”.

 

Maz 104:5 - “yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.”.

 

Amsal 2:21-22 - “(21) Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, (22) tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.”.

 

Yes 35:1 - “Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;”.

Catatan: saya kira ayat ini harus dibaca sampai seluruh pasal selesai.

 

Yes 65:9-25 - “(9) Aku akan membangkitkan keturunan dari Yakub, dan orang yang mewarisi gunung-gunungKu dari Yehuda; orang-orang pilihanKu akan mewarisinya, dan hamba-hambaKu akan tinggal di situ. (10) Saron akan menjadi padang rumput bagi kambing domba, dan lembah Akhor menjadi tempat pembaringan bagi lembu sapi, untuk umatKu yang mencari Aku. (11) Tetapi kamu yang telah meninggalkan TUHAN, yang telah melupakan gunungKu yang kudus, yang menyajikan hidangan bagi dewa Gad, dan yang menyuguhkan anggur bercampur rempah bagi dewa Meni: (12) Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mataKu dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepadaKu.’ (13) Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Sesungguhnya, hamba-hambaKu akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hambaKu akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hambaKu akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu; (14) sesungguhnya, hamba-hambaKu akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat. (15) Kamu harus meninggalkan namamu kepada orang-orang pilihanKu untuk dipakai sebagai sumpah kutuk ini: Tuhan ALLAH kiranya membuat engkau seperti mereka! Tetapi hamba-hambaKu akan disebut dengan nama lain, (16) sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia, sebab kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa, dan sudah tersembunyi dari mataKu.’ (17) ‘Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. (18) Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. (19) Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umatKu; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. (20) Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. (21) Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. (22) Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umatKu akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihanKu akan menikmati pekerjaan tangan mereka. (23) Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. (24) Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. (25) Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunungKu yang kudus,’ firman TUHAN.”.

 

Mat 5:5 - “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”.

 

Perlu diketahui bahwa ajaran ini baru muncul pada tahun 1931. Sebelum ini Saksi-Saksi Yehuwa percaya dan mengajarkan bahwa semua Saksi Yehuwa akan masuk ke surga. Tetapi pada tahun 1931, jumlah mereka sudah melampaui 144.000, dan itu menyebabkan mereka terpaksa menciptakan ajaran ini.

 

3)   Orang-orang yang sangat jahat, termasuk kristen dan kafir, akan dilenyapkan / dimusnahkan. Inilah yang dimaksudkan dengan ‘nera­ka’ atau ‘hukuman’ oleh para Saksi Yehovah!

Jadi, dalam arti yang sesungguhnya, mereka tidak percaya akan adanya neraka / hukuman kekal.

 

Mereka bahkan menyebut doktrin tentang neraka sebagai God-dishonoring doctrine / God-defaming doctrine [= doktrin yang tidak memuliakan Allah / doktrin yang mencemarkan Allah / doktrin yang memalukan Allah] dan mereka mengatakan bahwa doktrin itu disebarkan oleh setan untuk menakut-nakuti manusia sehingga mereka tidak belajar Kitab Suci dan menjadi benci kepada Allah (Walter Martin, ‘The Kingdom of the Cults’, hal 55).

 

Bahwa ini memang merupakan ajaran mereka, terbukti dari beberapa kutipan di bawah ini, dari buku Saksi Yehovah yang berjudul ‘Let God Be True’:

 

a)   “Imperfect man does not even torture a mad dog, but kills it. And yet the clergymen attribute to God, who is love, the wicked crime of torturing human creatures merely because they had the misfortune to be born sinners ...” [= Manusia yang tidak sempurna tidak akan menyiksa anjing yang gila sekalipun, tetapi membunuh­nya. Sekalipun demikian, para pendeta / pastor menghubungkan dengan Allah, yang adalah kasih, perbuatan jahat menyiksa manu­sia, semata-mata karena mereka mengalami kesialan dilahirkan sebagai orang berdosa ...] - p 99.

 

b)   “The doctrine of a burning hell where the wicked are tortured eternally after death cannot be true, mainly for four reasons, (1) because it is wholly unscriptural, (2) it is unreasonable, (3) it is contrary to God’s love, and (4) it is repugnant to justice” [= Doktrin tentang neraka yang menyala-nyala dimana orang jahat disiksa secara kekal setelah kematian tidak bisa benar, karena empat alasan, (1) karena itu sama sekali tidak alkitabiah, (2) itu tidak masuk akal, (3) itu bertentangan dengan kasih Allah, dan (4) itu menjijikkan / bertentangan dengan keadi­lan] - p 99.

 

B)     Bantahan Kristen:

 

1)   Bilangan 144.000 dalam Wah 7:4-8 jelas tidak bisa ditafsirkan secara hurufiah, tetapi harus ditafsirkan sebagai lambang.

 

Alasannya:

 

a)   Kitab Wahyu memang merupakan kitab yang penuh dengan lambang.

 

b)   Kontex dimana Wah 7:4-8 itu terletak (yaitu Wah 7:1-8), memang merupakan bagian yang penuh dengan lambang.

 

Wah 7:1-8 - “(1) Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. (2) Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, (3) katanya: ‘Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!’ (4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. (5) Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, (6) dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, (7) dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, (8) dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu..

 

1.   ‘meterai pada dahi dari hamba-hamba Allah’ (Wah 7:2-3) jelas merupakan lambang. Kita tidak mungkin menafsirkan bahwa Allah betul-betul akan mencap dahi hamba-hambaNya dengan meterai!

 

2.   144.000 orang itu dikatakan berasal dari ‘semua suku keturunan Israel’, yaitu Yehuda, Ruben, Gad, dan seterusnya (Wah 7:5-8). Bagian ini jelas tidak bisa diartikan secara hurufiah, dan oleh para Saksi Yehovah sendiri ditafsirkan secara rohani, yaitu menunjuk pada ‘Israel rohani’.

 

Catatan: saya tidak mengerti mengapa suku Dan tidak ada, dan suku Yusuf dan Manasye disebutkan keduanya sekalipun suku Yusuf seharusnya sudah mencakup suku Manasye.

 

c)   Kalau bilangan 144.000 itu diartikan secara hurufiah, maka bagian ini akan bertentangan dengan:

 

1.   Wah 7:9 yang mengatakan bahwa jumlah orang yang masuk surga itu ‘tidak dapat terhitung banyaknya’.

 

Wah 7:9 - Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka..

 

Bahwa ini menunjuk pada orang yang masuk surga, terlihat dari kalimat ‘berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba’ dalam Wah 7:9 itu.

 

Para Saksi Yehovah mengatakan bahwa kata Yunani ENOPION TOU THRONOU yang diterjemahkan ‘di hadapan tahta’ itu, seharusnya artinya adalah ‘kelihatan dari tahta’, sehingga mereka mengatakan bahwa orang yang tidak terhitung banyaknya itu bukanlah orang yang masuk surga, tetapi orang yang tinggal di bumi yang telah disem­purnakan.

 

Tetapi ini adalah suatu omong kosong belaka karena dalam kamus bahasa Yunani dikatakan bahwa ENOPION berarti: before [= di hadapan]; in the presence of [= di hadapan]; in front of [= di depan]. Jadi kata ENOPION itu memang berarti ‘di hadapan’, bukannya ‘kelihatan dari’.

 

Perhatikan juga terjemahan Kitab Suci bahasa Inggris di bawah ini tentang Wah 7:9 ini:

KJV/RSV/NASB: before the throne and before the Lamb’ [= di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba].

NIV: before the throne and in front of the Lamb’ [= di hadapan tahta dan di depan Anak Domba].

 

2.   Banyak bagian Kitab Suci yang mengatakan bahwa seadanya orang yang percaya kepada Yesus Kristus pasti akan masuk surga (seperti Yoh 3:16 dsb). Tidak masuk akal bahwa dalam sepanjang jaman, orang yang percaya kepada Yesus Kristus hanya berjumlah 144.000 orang! Bahkan jumlah para Saksi Yehuwa pada tahun 1931, yang jelas jauh lebih sedikit dari orang-orang Kristen sungguh-sungguh, sudah melebihi 144.000 orang!

 

Selanjutnya, kalau mereka mengatakan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub tidak termasuk dalam bilangan 144.000 orang yang akan masuk surga, mereka jelas bertentangan dengan Mat 8:11, yang jelas menunjukkan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub ada di surga, dan juga dengan Luk 16:22-23, yang jelas menunjukkan bahwa Abraham itu ada di surga.

 

Mat 8:11 - Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,.

 

Luk 16:22-23 - “(22) Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. (23) Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya..

 

Dan kalau orang-orang suci jaman Perjanjian Lama semuanya tidak masuk surga, lalu bagaimana dengan Elia dan Henokh, yang tidak mengalami kematian tetapi diangkat ke surga (Kej 5:24  2Raja-raja 2:1,3,5,11)?

 

Kej 5:24 - Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah..

 

2Raja 2:1,3,5,11 - “(1) Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. ... (3) Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: ‘Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?’ Jawabnya: ‘Aku juga tahu, diamlah!’ ... (5) Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: ‘Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?’ Jawabnya: ‘Aku juga tahu, diamlah!’ ... (11) Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai..

 

2)   2Pet 3:10-13 dan Wah 21:1 mengatakan bahwa bumi akan dihancur­kan sehingga tidak ada lagi. Jadi, tidak mungkin orang akan tinggal di bumi ini setelah kematian.

 

2Pet 3:10-13 - “(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. (11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (12) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (13) Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”.

 

Wah 21:1 - “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.”.

 

Lalu, bagaimana kita menafsirkan Mat 5:5 yang dijadikan dasar oleh para Saksi Yehovah? Mari kita melihat pembahasan ayat ini di bawah ini.

Catatan: Hanya ini ayat dasar mereka yang saya bahas, karena ayat dasar yang lain sama sekali tidak kuat.

 

Mat 5:5 - “Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki (Kitab Suci Inggris: mewarisi) bumi.”.

 

Ada beberapa kemungkinan untuk menafsirkan ayat ini:

 

a)         Orang Kristen memang memiliki bumi dalam arti tertentu.

 

1.   Di dalam Kristus, kita memiliki segala sesuatu (1Kor 3:21,22  2Kor 6:10).

 

1Kor 3:21-22 - “(21) Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: (22) baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya..

 

2Kor 6:10 - sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu..

 

2.   Sekalipun ditinjau secara materi / duniawi orang dunia mempun­yai banyak dan orang Kristen mempunyai sedikit, tetapi ada hal-hal yang perlu kita ingat:

 

a.   Untuk orang dunia, bukan ia yang memiliki harta, tetapi hartanya yang memiliki / menguasai dia (ia menjadi budak uang). Disamping itu, orang dunia tidak mempunyai damai; semua miliknya sia-sia.

 

b.   Untuk orang Kristen, William Hendriksen mengucapkan kata-kata ini (tentang Mat 5:5): “They may posses only a small portion of this earth or of earthly goods, but a small portion with God’s blessing resting upon it is more than the greatest riches without God’s blessing.” [= Mereka mungkin hanya memiliki sebagian kecil dari bumi / hal-hal duniawi, tetapi sebagian kecil dengan berkat Allah di atasnya adalah lebih banyak dari kekayaan terbesar tanpa berkat Allah.] - hal 272.

 

b)   Yang dimaksud dengan ‘bumi’ dalam Mat 5:5 adalah ‘langit dan bumi yang baru’, yaitu surga (Wahyu 21:1).

 

Wah 21:1 - “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.”.

 

c)   ‘Memiliki bumi’ berarti ‘diberkati oleh Tuhan’.

Dari mana bisa ditafsirkan seperti ini? Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan ‘bumi’ itu adalah GE.

Kata ini mempunyai bermacam-macam arti yaitu: earth [= bumi], land [= tanah], country [= negara / negeri], region [= daerah], soil [= tanah], ground [= tanah].

Jadi, sekalipun bisa diterjemahkan ‘bumi’, tetapi bisa juga diterjemahkan ‘tanah / negeri’.

 

Tuhan berjanji untuk memberikan tanah Kanaan kepada Abraham (Kej 12:1-3,7). Selama ratusan tahun janji itu diulang-ulang kepada bangsa Israel. Akhirnya kata-kata ‘memiliki tanah (Kanaan)’ menjadi suatu ungkapan yang artinya ‘menerima berkat Tuhan’ atau ‘diberkati oleh Tuhan’.

 

Kalau kita membandingkan dengan Maz 37:11,22,29,34 maka jelas terlihat bahwa ‘memiliki bumi’ memang bisa diartikan ‘diberkati oleh Tuhan’.

 

Maz 37:11,22,29,34 - “(11) Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. ... (22) Sesungguhnya, orang-orang yang diberkatiNya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutukiNya akan dilenyapkan. ... (29) Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa. ... (34) Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalanNya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan..

 

3)   Terhadap ajaran Saksi Yehovah yang mengatakan bahwa orang berdosa (termasuk orang kristen) akan dimusnahkan, maka kita bisa menjawab / menyerang dengan kata-kata sebagai berikut:

 

a)   Manusia diciptakan oleh Allah sebagai gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27). Karena itu manusia mewarisi sifat kekal dari Allah, sekalipun tidak secara sempurna. Manusia memang tidak kekal dalam arti manusia ada awalnya. Jadi ada saat dimana manu­sia tidak ada. Tetapi sekali manusia itu ada, ia akan ada terus (tidak bisa musnah). Kalau manusia itu mati, ia hanya pindah tempat, atau ke surga, atau ke neraka. Tetapi ia akan tetap ada! Ini jelas merupakan ajaran dari seluruh Kitab Suci (Luk 16:19-31  Yoh 5:28-29 dsb).

 

Yoh 5:28-29 berbunyi: “(28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”.

 

Ayat ini jelas bertentangan dengan ajaran Saksi Yehovah tentang pemusnahan orang jahat, karena ayat ini berkata bahwa orang jahat yang sudah dalam kuburan itu akan bangkit untuk dihukum!

 

Karena itu, dalam Kitab Suci, kata ‘mati’ atau ‘binasa’, kalau ditujukan kepada manusia, tidak pernah berarti ‘musnah’!

 

b)   Allah memang kasih, tetapi Ia tetap menghukum manusia yang berdosa karena:

 

1.   Ia juga adalah Allah yang adil, sehingga tidak mungkin Ia membiarkan begitu saja manusia berbuat dosa tanpa dihukum.

 

Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.”.

 

Adalah sesuatu yang lucu kalau para Saksi Yehovah justru menganggap doktrin tentang neraka justru menunjukkan bahwa Allah itu tidak adil (lihat kutipan dari buku ‘Let God Be True’ di atas), karena adanya neraka sebetulnya justru menunjukkan keadilan Allah (Ro 2:5  2Tes 1:6-9).

 

Ro 2:5 - Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan..

 

2Tes 1:6-9 - “(6) Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu (7) dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, di dalam api yang bernyala-nyala, (8) dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. (9) Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya,.

 

Di dalam dunia ini jelas ada banyak dosa yang tidak dihukum, juga ada orang benar yang ditindas dan orang jahat yang justru hidup enak. Kalau nanti ternyata neraka itu tidak ada, maka Allah benar-benar tidak adil, atau bahkan tidak ada!

 

Ada juga di antara para Saksi Yehovah yang berpendapat bahwa penghukuman kekal di neraka ini tidak adil, karena manusia berbuat dosa hanya ‘sebentar’, tetapi Allah meng­hukum manusia berdosa itu selama-lamanya.

 

Terhadap serangan ini perlu kita ketahui bahwa adil atau tidaknya seorang hakim dalam menjatuhkan hukuman:

 

a.   Tidak tergantung dari sama atau tidaknya waktu untuk berbuat kesalahan dengan waktu hukuman.

Coba bayangkan, kalau saya membunuh orang yang saudara cintai, maka saya melakukan hal itu mungkin dalam waktu kurang dari 1 menit. Apakah saudara lalu merasa adil kalau hakim ternyata menghukum saya untuk masuk penjara selama 1 menit? Secara sama tindakan mencuri, merampok, memperkosa dsb, tidak ada yang hukumannya sama dengan lamanya melakukan tindakan-tindakan itu.

 

b.   Tergantung apakah ia menjatuhkan hukuman sesuai dengan hukum / undang-undang yang berlaku atau tidak. Kalau hukum / undang-undang sudah mengatakan bahwa orang yang mencuri harus dihukum 5 tahun penjara, dan lalu hakim menjatuhkan hukuman itu, maka itu adil!

 

Allah juga mempunyai Undang-undang, yaitu Firman Tuhan / Kitab Suci. Dan dalam Undang-undangNya itu, Allah sudah mengatakan bahwa kalau orang berbuat dosa dan tidak mau bertobat, maka hukumannya adalah masuk neraka selama-lamanya. Karena itu kalau Allah akhirnya melaksanakan Undang-undang itu dan menjatuhkan hukuman kekal di neraka, Ia justru bertindak adil!

 

Jadi, adanya neraka bukannya menunjukkan Allah tidak adil, tetapi sebaliknya justru menunjukkan keadilan Allah!

 

2.   Ia sudah berulangkali berfirman dalam Kitab Suci bahwa Ia akan menghukum orang berdosa yang tidak mau bertobat. Kalau ternyata pada akhirnya Allah tidak menghukum mereka yang tidak bertobat dari dosanya, maka jelas bahwa Allah adalah seorang pendusta!

 

Bandingkan dengan Ibr 6:18 yang menunjukkan bahwa Allah tidak mungkin berdusta.

 

Ibr 6:18 - supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita..

 

c)   Bahwa Kitab Suci secara jelas mengajarkan adanya neraka / hukuman kekal. Ini terlihat dari:

 

1.   Dalam Kitab Suci sering digunakan kata SHEOL (bahasa Ibrani) dan HADES (bahasa Yunani).

Dalam Kitab Suci Indonesia biasanya kedua kata ini diterjemahkan dengan istilah ‘alam maut’ atau ‘dunia orang mati’.

 

Kata SHEOL / HADES memang tidak selalu mempunyai arti yang sama.

 

a.   Kadang-kadang SHEOL / HADES tidak menunjuk pada suatu tempat tertentu, tetapi dipakai dalam arti yang abstrak untuk menunjuk pada ‘keadaan kematian / the state of death’ atau ‘keadaan terpi­sahnya tubuh dengan jiwa / roh’.

Misalnya: Maz 89:49  Hos 13:14  Kis 2:27.

 

b.   Kadang-kadang SHEOL / HADES menunjuk pada suatu tempat, dan dalam hal ini maka SHEOL / HADES berarti:

 

(1) Kuburan (Kej 37:35  Yunus 2:2).

 

Kej 37:35 - “Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: ‘Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!’ Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.”.

 

Yunus 2:2 - katanya: ‘Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku..

 

(2) Neraka (Maz 9:18  Maz 49:15  Amsal 15:24  Luk 16:23).

 

Maz 9:18 - “Orang-orang fasik akan kembali (berbelok) ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.”.

 

Amsal 15:24 - “Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.”.

 

Amsal 23:14 - “Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.”.

 

Mat 11:23 - “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.”.

 

Luk 16:23 - “Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.”.

 

Perhatikan bahwa semua ayat-ayat ini merupakan ayat-ayat yang memberikan ancaman kepada orang berdosa. Kalau dalam ayat-ayat ini SHEOL / HADES diartikan sebagai ‘tempat netral’ kemana setiap orang akan pergi setelah mati, maka ayat-ayat itu kehilangan ancamannya! Jadi, dalam ayat-ayat ini SHEOL / HADES harus diarti­kan sebagai ‘neraka’!

 

Bahwa SHEOL / HADES sering harus diartikan sebagai ‘neraka’ juga terlihat dari fakta bahwa Kitab Suci sering mengkontraskan SHEOL / HADES itu dengan surga (Ayub 11:8  Maz 139:8  Amos 9:2  Mat 11:23).

 

Ayub 11:8 - “Tingginya seperti langit - apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati - apa yang dapat kauketahui?”.

 

Maz 139:8 - “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.”.

 

Amos 9:2 - “Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tanganKu akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana.”.

 

Mat 11:23 - “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.”.

 

Ini penting kita ketahui karena para Saksi Yehovah, yang karena ketidak-percayaan mereka akan adanya neraka, lalu mengatakan bahwa SHEOL / HADES selalu berarti ‘kuburan’.

 

2.   Dalam Mat 26:24 Yesus berkata tentang Yudas Iskariot sebagai berikut: “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’”.

 

Bagian yang saya garisbawahi itu hanya ada artinya kalau ada hukuman kekal / siksaan kekal yang luar biasa hebatnya di neraka yang menantikan Yudas Iskariot! Kalau ternyata Yudas Iskariot itu hanya dimusnahkan begitu saja, maka kata-kata Yesus ini merupakan omong kosong belaka!

 

3.   Mat 11:20-24  Mark 12:40b  Luk 12:47-48 jelas menunjukkan adanya tingkat-tingkat hukuman di neraka. Ini menunjukkan keadilan Allah yang menghukum semua orang berdosa secara berbeda-beda sesuai dengan banyaknya dan besarnya dosa masing-masing.

 

Mat 11:20-24 - “(20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.

 

Mark 12:40 - “yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.’”.

 

Luk 12:47-48 - “(47) Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. (48) Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.’”.

 

Tetapi semua ayat ini tidak akan ada artinya kalau ternyata nanti orang berdosa hanya dimusnahkan, karena pemusnahan bukan hanya tidak menunjukkan perbedaan tingkat hukuman, tetapi bahkan tidak menunjukkan hukuman apa-apa!

 

4.   Adanya ayat-ayat yang secara explicit berbicara tentang neraka.

Contoh:

 

Mat 3:12b - “... debu jerami itu akan dibakarnya dengan api yang tidak terpadamkan.’”.

 

Mat 8:12 - “... akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.’”.

 

Mat 13:42 - “Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; disa­nalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”.

 

Mat 13:50 - “lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”.

 

Mat 22:13b - “... dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”.

 

Mat 25:41 - “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terku­tuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”.

 

Mat 25:46a - “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, ...”.

 

Mark 9:43-48 - “(43) Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, peng-gallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (44) [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] (45) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (46) [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] (47) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, (48) dimana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.”.

 

Catatan: Perhatikan bahwa sekalipun Mark 9:44,46 ada dalam tanda kurung, yang menunjukkan bahwa ayat-ayat itu diperdebatkan keas­liannya, tetapi Mark 9:48 tidak ada dalam tanda kurung. Banding­kan juga dengan Yes 66:24.

 

Yes 66:24 - Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup..

 

Luk 16:23-25 - “(23) Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (24) Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. (25) Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita..

 

Yudas 7 - sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.”.

 

Wah 14:11 - “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.’”.

 

Wah 19:20 - “Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patung­nya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.”.

 

Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”.

 

Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.

 

Dari ayat-ayat di atas ini bisalah disimpulkan bahwa Kitab Suci menggambarkan bahwa:

 

a.   Neraka adalah tempat penderitaan yang luar biasa hebatnya.

Ini ditunjukkan oleh macam-macam hal:

 

(1) Lambang-lambang seperti asap api / nyala api / dapur api / api / lautan api / lautan api dan belerang (yang jelas menyakitkan), kegelapan yang paling pekat (yang jelas mengerikan), ulat-ulat / ulat-ulat bangkai (yang jelas juga mengerikan).

Sekalipun semua ini hanya lambang, tetapi kalau lambangnya menya­kitkan dan mengerikan, sudah barang tentu aslinya lebih menyakit­kan dan lebih mengerikan lagi.

Catatan: Analoginya, pada waktu Kitab Suci menggambarkan surga, digunakan lambang-lambang yang indah (Wah 21:11-21). Ini pasti menunjukkan bahwa aslinya pasti lebih indah lagi.

 

(2) Kata ‘siksa’ yang sangat sering digunakan oleh Kitab Suci pada waktu membicarakan neraka.

 

(3) Kata-kata ‘ratap dan kertak gigi’ yang jelas menunjukkan kesaki­tan yang luar biasa.

 

(4) Kata-kata ‘menderita sengsara’, ‘sangat kesakitan’, ‘sangat menderita’ dalam Luk 16:23-25.

 

Ini jelas bertentangan dengan ajaran Saksi Yehovah yang mengata­kan orang jahat akan dimusnahkan, berarti tidak akan mengalami hukuman / penderitaan / siksaan.

 

b.   Neraka adalah tempat dimana orang menerima hukuman yang bersifat kekal / selama-lamanya.

Ini ditunjukkan oleh kata-kata:

 

(1) ‘api yang tidak terpadamkan’.

 

(2) ‘api yang kekal’.

 

(3) ‘siksaan yang kekal’.

 

(4) ‘siang malam tidak henti-hentinya’.

 

(5) ‘siang malam sampai selama-lamanya’.

 

(6) ‘ulat-ulatnya tidak akan mati’.

 

Ini tentu lagi-lagi bertentangan dengan ajaran Saksi Yehovah, karena kalau memang orang jahat dimusnahkan, untuk apa Kitab Suci menggambarkan bahwa hukuman itu berlangsung selama-lamanya? Apa gunanya api yang tidak akan padam, ulat yang tidak bisa mati, siksaan kekal, siksaan siang malam tidak henti-hentinya, dsb, kalau toh orang jahat itu dimusnahkan?

 

Seorang ahli theologia Reformed yang bernama William G.T. Shedd berkata: “Had Christ intended to teach that future punishment is remedial and temporary, he would have compared it to a dying worm, and not to an undying worm; to a fire that is quenched, and not to an unquenchable fire.” [= Andaikata Kristus bermaksud untuk mengajar bahwa hukuman yang akan datang itu bersifat memperbaiki dan sementara, Ia akan membandingkannya dengan ulat yang bisa mati, dan bukannya dengan ulat yang tidak bisa mati; dengan api yang bisa padam, dan bukannya dengan api yang tidak dapat dipadamkan.] - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol II, hal 681.

 

d)   Wah 19:20 secara jelas mengatakan bahwa orang-orang jahat itu ‘dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api itu!

 

Wah 19:20 - Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang..

 

Kalau memang dimusnahkan, bagaimana bisa dilemparkan hidup-hidup?

 

e)   Agama / kepercayaan yang tidak mempercayai hukuman kekal / neraka, tidak mungkin bisa memotivasi orang untuk bertobat dari dosa. Kalau memang tidak ada hukuman kekal setelah kematian maka lebih baik sekarang kita bersenang-senang dalam dosa. Toh paling-paling nanti kita dimusnahkan. Ini bukan hanya pikiran saya, tetapi juga kata-kata Paulus.

 

1Kor 15:32b - “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita akan mati’.”.

 

Jelas dari ayat ini bahwa Paulus sendiripun setuju bahwa seandai­nya tidak ada kebangkitan orang mati, dan dengan demikian juga tidak ada hukuman, maka sebaiknya kita bersenang-senang dalam dosa, mumpung kita masih hidup!

 

f)    Kita juga bisa menyerang mereka dalam hal ini dengan berkata sebagai berikut:

“Ajaran Saksi Yehovah tidak sama, dan bahkan bertentangan, dengan ajaran Kristen. Sekarang ada 2 kemungkinan: Saksi Yehovah yang benar, atau Kristen yang benar. Kalau Saksi Yehovah yang benar, maka para Saksi Yehovah hanya tinggal di bumi yang sudah disem­purnakan, sedangkan orang kristen hanya dimusnahkan. Tetapi sebaliknya, kalau Kristen yang benar, maka orang kristen akan masuk surga, sedangkan para Saksi Yehovah akan masuk neraka untuk disiksa selama-lamanya. Dengan melihat pada 2 kemungkinan ini, orang yang punya akal sehat pasti akan memilih Kristen dari pada Saksi Yehovah!”

 

Catatan:

 

Dari semua doktrin Saksi Yehovah, saya berpendapat bahwa ketidak-percayaan mereka tentang neraka merupakan bagian yang paling lemah (paling lemah dasar Kitab Sucinya / argumentasinya). Dan karena ini merupakan titik lemah mereka, maka pada waktu saudara berdebat / berdiskusi dengan para Saksi Yehovah, sebaiknya saudara mulai menyerangnya pada titik lemah ini, dan sesudah itu baru menyerangnya pada doktrin-doktrin yang lain.

 

 

 

-o0o-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali