Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 21 Februari 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

PELAJARAN IVa

 

DOKTRIN

TENTANG

ALLAH TRITUNGGAL (1)

 

 

A) Ajaran Saksi Yehovah tentang Allah Tritunggal:

 

Para Saksi Yehovah tidak menerima ajaran tentang Allah Tritunggal yang mengatakan bahwa Allah itu hanya satu (dalam hakekatNya), tetapi mempunyai 3 pribadi yang setingkat. Mereka beranggapan bahwa Allah betul-betul hanya satu secara mutlak, dan bahwa Yesus dan Roh Kudus bukanlah Allah.

 

Bagaimana pandangan para Saksi Yehovah tentang doktrin Allah Tritunggal itu?

 

1)   Para Saksi Yehovah beranggapan bahwa ajaran tersebut tidak dapat dimengerti dan membingungkan.

Dan mereka lalu mengutip 1Kor 14:33 untuk membuktikan bahwa ajaran Tritunggal ini tidak datang dari Allah.

 

Kutipan dari buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’:

“Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: ‘Allah ... bukan Allah yang suka pada kekacauan’ - 1Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). 

Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menje­laskannya?” (hal 4-5).

 

Dalam buku yang sama juga ditambahkan bahwa orang-orang sederhana / tidak terpelajarpun bisa mengenal Allah, dan ini tidak memungkinkan adanya doktrin yang begitu sukar / membingungkan tentang Allah.

 

“Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus? (Yohanes 17:3). Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias? Sebaliknya, murid-muridNya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka - Matius 15:1-9  21:23-32,43  23:13-36  Yohanes 7:45-49  Kisah 4:13.” (hal 5).

 

2)   Para Saksi Yehovah beranggapan bahwa ajaran tentang Allah Tritunggal itu berasal dari agama-agama kafir.

Kutipan dari buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’:

 

a)   “Diseluruh dunia zaman purba, di Babel dulu, ibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangat umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam kekristenan.” (hal 9,11).

 

b)   “Berabad-abad sebelum zaman Kristus, ada tiga serangkai, atau tritunggal, dari allah-allah di Babel dan Asyur purba. ‘Larousse Encyclopedia of Mythology’ bahasa Perancis menyatakan tentang salah satu dari rangkaian tiga allah tersebut di daerah Mesopotamia: ‘Alam semesta dibagi dalam tiga bagian yang masing-masingnya menjadi daerah kekuasaan dari satu allah. Bagian milik Anu adalah langit. Bumi diberikan kepada Enlil. Ea menjadi penguasa lautan. Bersama mereka membentuk tiga serangkai dari Allah-Allah yang Agung.’” (hal 9).

 

c)   “A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritung­gal ‘adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen’. Dan The Paganism in Our Christianity berkata: ‘Asal usul (Tritunggal) seluruhnya kafir.’

Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: ‘Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Orisis, Isis, dan Horus ...’” (hal 11).

 

3)   Tentang istilah dan ajaran Tritunggal, para Saksi Yehovah berpendapat bahwa:

 

a)   Istilah ‘Tritunggal’ tidak ada dalam Kitab Suci.

 

b)   Ajaran tentang Allah Tritunggal juga tidak ada, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Sebaliknya Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah itu satu / esa (Ul 6:4).

 

Untuk itu perhatikan kutipan-kutipan dari buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ di bawah ini:

 

1.   “The Encyclopedia of Religion mengakui: ‘Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritung­gal.’ Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan: ‘Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P(erjanjian) L(ama).’” (hal 6).

 

2.   “Demikian pula dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui: Perjanjian Lama ... tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah tiga serang­kai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus ... Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu (Tritunggal) di dalam Keilahian. ... Bahkan mencari di dalam (Perjanjian Lama) kesan-kesan atau gambaran di muka atau ‘tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, be­rarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.” (hal 6).

 

3.   “The Encyclopedia of Religion mengatakan: ‘Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas menge­nai Tritunggal.’” (hal 6).

 

4.   “The New Encyclopedia Britannica menyatakan: ‘Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.’” (hal 6).

 

B) Bantahan dari pihak kristen:

 

1)   Tentang ajaran Tritunggal yang merupakan kekacauan, sehingga bertentangan dengan 1Kor 14:33.

 

Untuk itu kita bisa menjawab bahwa:

 

a)   Memang harus diakui bahwa doktrin tentang Allah Tritunggal itu sangat sukar dan bahkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya (bdk. Ayub 11:7-9).

 

Ayub 11:7-9 - “(7) Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? (8) Tingginya seperti langit - apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati - apa yang dapat kauketahui? (9) Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera..

 

Tetapi perlu diingat bahwa adalah lebih logis kalau ajaran ten­tang Allah Tritunggal itu tidak bisa dimengerti sepenuhnya. Menga­pa? Karena Allah itu memang mahabesar / tidak terbatas, sedangkan otak / pikiran kita terbatas. Kalau otak / pikiran kita yang terbatas ini bisa mengerti sepenuhnya tentang Allah yang tidak terbatas, maka itu justru tidak masuk akal!

 

Ada seorang yang bahkan berani mengatakan: kalau ada orang yang bisa mengajarkan doktrin Allah Tritunggal sehingga bisa dimengerti sepenuhnya, maka orang itu pasti pengajar sesat!

 

Ini bisa diterapkan dalam doktrin Allah dari para Saksi Yehovah. Doktrin mereka tentang Allah, begitu sederhana dan bisa dimenger­ti sepenuhnya, dan karenanya justru merupakan ajaran sesat!

 

b)   Dalam 2Pet 3:16 Petrus mengatakan bahwa dalam tulisan Paulus ada hal-hal yang sukar dimengerti.

 

2Pet 3:15-16 - “(15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (16) Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain..

 

Dalam 1Kor 3:2 Paulus berbica­ra tentang ‘makanan keras’ yang jelas menunjuk pada ajaran yang sukar.

 

1Kor 3:2 - Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya..

 

Ini membuktikan bahwa Kitab Suci sendiri mengakui bahwa dalam Kitab Suci ada bagian-bagian yang sukar. Karena itu kalau melalui penggalian Kitab Suci akhirnya dihasilkan doktrin Allah Tritung­gal yang begitu sukar, ini tidak mengherankan!

 

c)   1Kor 14:33 ada dalam kontex yang membicarakan penggunaan bahasa roh / nubuat dalam ibadah / kebaktian.

Ada peraturan penggunaan bahasa roh dan nubuat dalam kebaktian (1Kor 14:26-32), supaya tidak terjadi kekacauan, karena Allah tidak senang kekacauan seperti itu.

 

1Kor 14:26-32 - “(26) Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. (29) Tentang nabi-nabi - baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. (30) Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri. (31) Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. (32) Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi..

 

Karena itu, kalau ayat ini dipakai oleh para Saksi Yehovah untuk menentang doktrin Allah Tritunggal, maka jelas bahwa mereka sudah melepas ayat itu dari kontexnya (mengutip ayat itu ‘out of context’!).

 

Dan memang salah satu hal yang paling banyak digunakan oleh orang-orang sesat (termasuk para Saksi Yehovah) adalah menggu­nakan ayat-ayat Kitab Suci terlepas dari kontexnya. Karena itu setiap membaca suatu ayat yang dijadikan dasar suatu ajaran, kita harus membaca juga seluruh kontexnya, untuk melihat apakah ayat itu dikutip secara ‘out of context’ atau tidak.

 

d)   Ajaran tentang Allah Tritunggal bukanlah suatu kekacauan yang membingungkan. Ajaran ini tidak bertentangan dengan akal / logi­ka, tetapi melampaui akal / logika.

 

Sedikit penjelasan untuk hal itu: kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 hakekat dan 3 hakekat pada saat yang sama, maka itu berten­tangan dengan akal / logika dan itu betul-betul merupakan suatu kekacauan. Demikian juga kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 pribadi dan 3 pribadi pada saat yang sama. Tetapi kalau kita berkata bahwa Allah itu 1 hakekat tetapi 3 pribadi, itu tidak bertentangan dengan akal / logika, tetapi melampaui akal / logi­ka.

 

e)   Sedangkan tentang serangan mereka bahwa dengan adanya doktrin Allah Tritunggal itu berarti bahwa orang harus menjadi teolog untuk bisa mengenal Allah, maka jawaban yang bisa kita berikan adalah:

 

1.   Sedikit banyak setiap orang kristen memang harus menjadi teolog! Pada waktu seseorang mendengar dan mengerti Injil, yang intinya adalah bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosa-dosa manusia, bukankah sebetulnya ia sudah berteologia?

 

2.   Yesus berkata bahwa barangsiapa yang melihat Dia sudah melihat Allah, dan barangsiapa mengenal Dia sudah mengenal Allah (Yoh 14:7,9). Karena itu, maka orang yang mengenal Yesus / percaya kepada Yesus, sekalipun tidak menjadi ahli teologia, sudah mengenal Allah / diselamatkan.

Karena itulah orang yang sederhana sekalipun bisa saja mengenal Allah dan diselamatkan!

 

3.   Orang bisa mengenal Allah / Yesus bukan karena kemampuan dirinya sendiri dalam berpikir dan mencari kebenaran. Seseorang bisa mengenal Allah / Yesus, karena pekerjaan Tuhan sendiri di dalam diri orang itu (Mat 11:25-27  Ef 1:18-20).

 

Mat 11:25-27 - “(25) Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (26) Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. (27) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. (28) Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu..

 

Ef 1:18-20 - “(18) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus, (19) dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasaNya, (20) yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kananNya di sorga,.

 

Bdk. 1Kor 1:25-29 - “(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah..

 

Karena itu orang sederhanapun bisa mengenal Allah / Yesus kalau Allah mau menyata­kan diriNya kepada orang itu, dan sebaliknya, orang pandaipun tidak akan bisa mengenal Allah / Yesus kalau Allah tidak berkenan menyatakan diriNya kepadanya.

 

2)   Tentang ajaran Tritunggal yang dikatakan berasal dari agama kafir.

Untuk itu kita bisa menjawab bahwa:

 

a)   Tidak ada agama lain yang mempunyai konsep Tritunggal (1 hake­kat, 3 pribadi yang setingkat). Yang ada pada mereka adalah kepercayaan terhadap 3 allah / dewa (Polytheisme / Tritheisme), dan ini sangat berbeda dengan konsep kristen tentang Allah Tri­tunggal.

Sebagai contoh, dalam agama Hindu, Syiwa dipercaya sebagai dewa perusak, Brahma sebagai dewa pencipta, dan Wisnu sebagai dewa pemelihara. Jelas bahwa mereka dipercaya sebagai tiga dewa, yang bahkan berbeda sifat-sifatnya satu dengan yang lain, dan tidak setara.

Para Saksi Yehovah itu hanya memfitnah kalau mereka menyamakan ajaran ini dengan doktrin Allah Tritunggal, ataupun kalau mereka mengatakan bahwa ajaran ini merupakan asal usul dari doktrin Allah Tritunggal!

 

b)   Doktrin Allah Tritunggal jelas berasal dari Kitab Suci, karena dalam Kitab Suci / Firman Allah inilah Allah mewahyukan / menya­takan diriNya kepada kita supaya kita bisa mengenal Allah yang benar.

Manusia tidak bisa mengerti doktrin Allah Tritunggal itu secara keseluruhan; lalu bagaimana mungkin manusia bisa menciptakannya?

 

c)   Bahwa para Saksi Yehovah menunjukkan gambar-gambar dari dewa-dewa dalam agama kafir yang mereka katakan sebagai sumber dari doktrin Allah Tritunggal (gambar-gambar ini ada dalam buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’, hal 10), adalah sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal. Mengapa? Karena dalam kekristenan Allah Tritunggal tidak pernah dan bahkan tidak boleh digambarkan! Kalau Allah Tritunggal digambarkan atau bahkan dipatungkan, maka itu jelas melanggar hukum ke 2 dari sepuluh hukum Tuhan!

Bahwa dalam agama-agama kafir dewa-dewa mereka digambarkan atau dipatungkan, tetapi dalam kekristenan Allah Tritunggal justru dilarang untuk digambarkan atau dipatungkan, menunjukkan secara jelas bahwa dewa-dewa kafir itu bukan merupakan asal usul dari Allah Tritunggal!

 

3)   Tentang istilah maupun ajaran Tritunggal yang tidak ada dalam Kitab Suci.

Untuk ini kita bisa menjawab bahwa istilah ‘Tritunggal’ memang tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi ajarannya jelas ada. Dalam Perjanjian Lama hanya ada secara samar-samar, tetapi dalam Per­janjian Baru menjadi lebih jelas.

Untuk jelasnya mari kita melihat dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal di bawah ini.

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali