(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 31 Januari 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
PELAJARAN IIIa
DOKTRIN TENTANG ROH KUDUS(1)
Ada 3 hal yang salah yang dipercayai oleh para Saksi Yehovah tentang Roh Kudus, yaitu:
A) Roh Kudus adalah kuasa / tenaga aktif Allah.
B) Roh Kudus bukanlah seorang pribadi.
C) Roh Kudus bukan Allah.
A) Roh Kudus adalah kuasa / tenaga aktif Allah:
Kutipan dari buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ hal 20:
“‘Roh Kudus’ yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh Allah Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud-tujuanNya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsi.”.
Ayat-ayat Kitab Suci yang mereka pakai sebagai dasar:
1) Kej 1:2 - “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”.
Para Saksi Yehovah mengatakan bahwa “Di sini, Roh Allah adalah tenaga aktifNya yang bekerja untuk membentuk bumi.” - ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’, hal 20.
Bantahan:
Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah. Mengapa tidak ditafsirkan bahwa Roh Kudus juga menciptakan alam semesta bersama-sama dengan Allah?
2) Bil 11:17 - “Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.”.
Bantahan:
Bil 11:17 versi Kitab Suci Indonesia ini salah terjemahan! Kata ‘sebagian’ itu seharusnya tidak ada.
NIV menterjemahkan: “......I will take of the Spirit that is on you and put the Spirit on them” [= Aku akan mengambil Roh yang ada padamu dan menaruh Roh itu pada mereka].
3) Hak 14:6 - “Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing - tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.”.
Para Saksi Yehovah menggunakan terjemahan dari Today’s English Version (TEV) yang mengatakan: “Suddenly the power of the LORD made Samson strong” [= Tiba-tiba kuasa TUHAN membuat Simson kuat].
Dan mereka lalu berkata: “Apakah suatu pribadi ilahi benar-benar memasuki atau berkuasa atas Simson, menggunakan tubuhnya untuk melakukan apa yang ia lakukan? Tidak, ini benar-benar ‘kuasa TUHAN (yang) membuat Simson kuat.’” - ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’, hal 21.
Bantahan:
Terjemahan TEV / Good News Bible ini justru salah, tapi yang salah ini yang justru dipilih oleh para Saksi Yehovah.
Dalam ayat ini terjemahan Kitab Suci Indonesia benar. Bandingkan juga terjemahan NIV: “The Spirit of the LORD came upon him in power” [= Roh TUHAN datang pada dia dalam kuasa].
Jadi ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa yang memasuki dan menguasai Simson adalah ‘Roh TUHAN’, bukan sekedar ‘kuasa TUHAN’! Dan Roh TUHAN itu maha kuasa sehingga dengan mudah Ia bisa menjadikan Simson sangat kuat.
4) Luk 5:17 - “Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkanNya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.”.
Para Saksi Yehovah memakai ayat ini sebagai dasar untuk mengatakan: “Tenaga aktif dari Allah ini memungkinkan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati.” - ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’, hal 21.
Bantahan:
Perhatikan terjemahan NIV dan NASB di bawah ini:
NIV: “And the power of the Lord was present for him to heal the sick” [= Dan kekuatan / kuasa Tuhan hadir / ada bagi Dia untuk menyembuhkan orang sakit].
NASB: “And the power of the Lord was present for Him to perform healing” [= Dan kekuatan / kuasa Tuhan hadir / ada bagi Dia untuk melakukan penyembuhan].
Jadi, ayat ini memang menunjukkan adanya ‘kuasa Tuhan’ tetapi ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah kuasa Tuhan! Roh Kudus ada dalam diri Yesus dan karena itu dengan sendirinya kuasa Allah juga ada di dalam Yesus.
Serangan terhadap doktrin Saksi Yehovah ini:
1) Kitab Suci membedakan antara ‘Roh Kudus / Roh Allah’ dengan ‘kuasa Allah’.
a) Luk 1:35 - “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”.
b) Kis 10:38 - “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”.
Bahwa kedua istilah itu dibedakan seperti itu, menunjukkan bahwa kedua istilah itu tidak identik!
2) Dalam Alkitab ada istilah ‘kuasa Roh’ atau ‘kekuatan Roh’.
Misalnya:
a) Luk 4:14 - “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.”.
b) Ro 15:13 - “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”.
c) 1Kor 2:4 - “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,”.
Sebetulnya istilah-istilah ini sudah jelas membuktikan bahwa ‘Roh Kudus’ bukanlah ‘kuasa Tuhan / Allah’. Kalau ‘Roh Kudus’ adalah ‘kuasa Allah’, maka ‘kuasa Roh Kudus’ adalah ‘kuasa dari kuasa Allah’. Ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal! Bagaimana suatu kuasa bisa mempunyai kuasa?
Anehnya, para Saksi Yehovah percaya bahwa Roh Kudus, yang adalah kuasa Allah itu, ternyata bisa memberi kuasa. Ini terlihat dalam buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ hal 21, karena di sana dikatakan:
1. “Roh Allah dapat juga memberikan ‘kekuatan yang melimpah-limpah (‘melebihi yang normal’, NW)’ kepada mereka yang melayani Dia. (2Korintus 4:7)”.
2. “Roh Allah juga memberi kuasa kepada murid-murid Yesus untuk melakukan hal-hal yang bersifat mujizat. Kisah 2:1-4 menceritakan bahwa murid-murid itu sedang berkumpul bersama pada hari Pentakosta ketika ‘Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.’”.
3. “Jadi roh kudus memberi Yesus dan hamba-hamba Allah yang lain kuasa untuk melakukan apa yang biasanya tidak dapat dilakukan oleh manusia.”.
Pertanyaannya adalah: kalau memang para Saksi Yehovah percaya bahwa Roh Allah / Roh Kudus itu adalah ‘kuasa Allah’, bagaimana mereka bisa percaya bahwa ‘Roh Kudus / kuasa Allah’ itu bisa memberi kuasa? Kalau Roh Kudus itu adalah seorang Pribadi / Allah sendiri (seperti yang dipercaya oleh orang kristen), maka jelas bahwa Ia bisa memberi kuasa. Tetapi kalau Roh Kudus itu adalah kuasa Allah, seperti yang dipercaya oleh para Saksi Yehovah, maka Ia tidak mungkin bisa memberi kuasa / kekuatan!
B) Roh Kudus bukan pribadi:
Dasar Kitab Suci para Saksi Yehovah:
1) Penggambaran Roh Kudus sebagai person / pribadi dalam Kitab Suci hanyalah suatu personifikasi, dan itu tidak menunjukkan Roh Kudus sebagai seorang person / pribadi.
Mereka juga mengutip kata-kata dari seorang yang mereka sebut seorang teolog yang bernama Edmund Fortman dalam bukunya yang berjudul ‘The Triune God’ sebagai berikut: “Walaupun roh ini sering dipersonifikasikan, tampak jelas sekali bahwa para penulis kitab-kitab suci (dari Kitab-Kitab Ibrani) tidak pernah menganggap atau menyatakan bahwa roh ini adalah suatu pribadi tersendiri.” - ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’, hal 21.
Catatan: Edmund Fortman adalah orang Katolik, dan jelas percaya Allah Tritunggal, tetapi pengutipan sebagian dari bukunya membuat seolah-olah dia tidak percaya Allah Tritunggal (https://www.bible.ca/trinity/trinity-Fortman.htm).
Mereka menambahkan lagi bahwa dalam Kitab Suci ada banyak hal-hal lain yang dipersonifikasikan / dipribadikan, seperti:
a) Hikmat, yang dalam Luk 7:35 dikatakan mempunyai anak.
Luk 7:35 - “Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.’”.
Bandingkan dengan Luk 7:35 versi NIV: “But wisdom is proved right by all her children” [= Tetapi hikmat dibuktikan benar oleh semua anak-anaknya].
b) Dosa / kematian dikatakan berkuasa.
Misalnya:
Kej 4:7 - “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.’”.
Ro 5:14,21 - “(14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. ... (21) supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”.
Ini tidak menunjukkan bahwa hikmat, dosa dan kematian adalah pribadi-pribadi. Jadi, bahwa Kitab Suci mempersonifikasikan Roh Kudus, itu tidak berarti bahwa Roh Kudus adalah seorang pribadi.
Bantahan:
Dalam Kitab Suci memang ada personifikasi, dimana sesuatu yang sebetulnya bukan person / pribadi digambarkan sebagai person / pribadi. Kalau Kitab Suci di tempat tertentu mempersonifikasikan sesuatu, maka dalam bagian-bagian lain dalam Kitab Suci tidak selalu hal itu dipersonifikasikan.
Tetapi Roh Kudus selalu digambarkan sebagai seorang person / pribadi. Ini menunjukkan bahwa hal itu bukanlah personifikasi, tetapi merupakan penggambaran yang sebenarnya. Dan ini menunjukkan bahwa Roh Kudus betul-betul adalah person / pribadi.
2) Dalam Mat 3:11, Roh Kudus disejajarkan dengan air dan api, sedangkan air dan api bukanlah seseorang yang berpribadi.
Bantahan:
Mat 3:11 - “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”.
Perlu diingat bahwa Mat 3:11 bukanlah suatu penyejajaran! Sebaliknya, Mat 3:11 justru mengkontraskan ‘baptisan Roh Kudus’ (yang dilakukan oleh Yesus) dengan ‘baptisan air’ (yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis)!
Sedangkan ‘baptisan api’ mempunyai 2 kemungkinan arti / penafsiran:
a) Ada yang mengartikan baptisan api sebagai pemurnian / penyucian.
Kalau dipilih arti ini, maka Mat 3:11 berarti: Yohanes hanya bisa membaptis dengan air, tetapi Yesus bisa memberi Roh Kudus dan menyucikan.
b) Ada yang mengartikan baptisan api sebagai hukuman.
Kalau dipilih arti ini, maka Mat 3:11 berarti: Yohanes hanya membaptis dengan air, dan ia tidak bisa membedakan orang-orang yang ia baptis. Tetapi Yesus bisa membedakan. Orang yang percaya / yang bertobat sungguh-sungguh Ia baptis dengan Roh Kudus (artinya: diberi Roh Kudus), sedangkan orang yang tidak percaya / tidak bertobat dengan sungguh-sungguh Ia baptis dengan api (artinya: Ia hukum).
Saya berpendapat bahwa arti ini lebih cocok dengan kontexnya (baca Mat 3:10 dan Mat 3:12, dimana api jelas menunjuk pada hukuman).
Mat 3:10-12 - “(10) Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (11) Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (12) Alat penampi sudah ditanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan.’”.
Yang manapun arti yang saudara ambil, ayat ini tetap tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus bukan pribadi!
3) Roh Kudus dimasukkan dalam daftar sifat-sifat (2Kor 6:6).
Bantahan:
a) 2Kor 6:6 tidak meletakkan Roh Kudus dalam daftar sifat-sifat.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan 2Kor 6:6 di sini:
“dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;”.
Perhatikan bahwa disitu ada kata ‘pengetahuan’ yang jelas juga bukan merupakan sifat. Karena itu jelas bahwa ayat ini bukan daftar sifat!
Catatan: Kalau saudara mau lebih jelas lagi, bacalah dalam Kitab Suci mulai 2Kor 6:4 sampai 2Kor 6:7, maka saudara akan menjumpai lebih banyak lagi hal-hal yang bukan merupakan sifat!
2Kor 6:4-7 - “(4) Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, (5) dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; (6) dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; (7) dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela”.
b) Kalau para Saksi Yehovah menafsirkan 2Kor 6:6 itu sebagai daftar sifat, itu akan bertentangan dengan ajaran mereka sendiri, karena mereka mempercayai Roh Kudus sebagai ‘kuasa Allah’, dan itu bukan sifat!
4) Roh Kudus dibandingkan dengan anggur (Ef 5:18).
Ef 5:18 - “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”.
Bantahan:
Ef 5:18 tidak membandingkan Roh Kudus dengan anggur. Sebaliknya, Ef 5:18 justru mengkontraskan orang yang mabuk (dikuasai oleh pengaruh anggur) dengan orang yang penuh Roh Kudus (dikuasai oleh Roh Kudus).
Perhatikan kata ‘tetapi’ yang saya beri warna merah itu. Kata itu selalu mengkontraskan.
Kita dilarang untuk mabuk / dikuasai anggur, tetapi sebaliknya diharuskan untuk dipenuhi / dikuasai oleh Roh Kudus.
Jadi jelaslah bahwa ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus bukan seorang pribadi!
5) Kitab Suci menggambarkan Roh Kudus sebagai air, api, angin, dsb, dan semua itu merupakan hal-hal yang tidak berpribadi. Jadi, Roh Kudus juga bukan pribadi.
Bantahan:
Sekalipun Kitab Suci menggunakan air, api, dan angin untuk menggambarkan Roh Kudus, tetapi air, api, dan angin itu bukanlah Roh Kudus / tidak sama dengan Roh Kudus! Hal-hal itu hanya simbol / lambang dari Roh Kudus!
Yesus juga berkata: ‘Akulah pintu’ (Yoh 10:9), ‘Akulah jalan’ (Yoh 14:6), sedangkan ‘pintu’ maupun ‘jalan’ bukanlah seorang pribadi. Tetapi itu tidak menunjukkan bahwa Yesus bukan pribadi!
Yoh 10:9 - “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”.
Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.
Juga dalam Perjanjian Lama, Allah / Yahweh sering digambarkan dengan hal-hal yang tidak berpribadi, seperti ‘perisai’ (Maz 28:7), ‘gunung batu’ (Maz 62:3a), ‘kota benteng’ (Maz 62:3b), dsb.
Maz 28:7 - “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepadaNya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepadaNya.”.
Maz 62:3 - “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.”.
Tetapi semua itu tidak menunjukkan bahwa Allah / Yahweh itu tidak berpribadi.
6) Dalam Mat 10:19-20 dan Kis 4:24-25, sekalipun memang dikatakan bahwa Roh Kudus itu berbicara, tetapi Roh Kudus berbicara melalui manusia / malaikat.
Bantahan:
Dalam Mat 10:19-20 Roh Kudus memang dikatakan bisa berbicara melalui manusia. Demikian juga dalam Kis 4:24-25 dikatakan bahwa Roh Kudus berbicara dengan perantaraan Daud.
Mat 10:19-20 - “(19) Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (20) Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”.
Kis 4:24-25 - “(24) Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (25) Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?”.
Kalau ini dijadikan dasar untuk berkata bahwa Roh Kudus itu bukan pribadi, ini betul-betul suatu ketololan yang menggelikan, karena:
a) Allah / Yahweh juga berbicara kepada Firaun melalui Musa (Kel 6:27,28), tetapi itu tidak membuktikan bahwa Allah / Yahweh itu tidak berpribadi.
Kel 6:27-28 - “(27) Pada waktu TUHAN berfirman kepada Musa di tanah Mesir, (28) TUHAN berfirman kepadanya: ‘Akulah TUHAN; katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, segala yang Kufirmankan kepadamu.’”.
b) Setan juga bisa berbicara melalui manusia (Mark 5:7,9,10), tetapi itu tidak membuktikan setan bukanlah seorang pribadi!
Mark 5:7,9,10 - “(7) dan dengan keras ia berteriak: ‘Apa urusanMu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!’ ... (9) Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: ‘Siapa namamu?’ Jawabnya: ‘Namaku Legion, karena kami banyak.’ (10) Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.”.
Disamping itu perlu diperhatikan bahwa:
1. Roh Kudus bisa dan pernah berbicara langsung (Kis 8:29 Kis 13:2).
Kis 8:29 - “Lalu kata Roh kepada Filipus: ‘Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!’”.
Kis 13:2 - “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’”.
2. Kalau Roh Kudus adalah ‘kuasa / tenaga Allah’, Ia justru tidak bisa berbicara melalui manusia / melalui apapun juga. Dimana dan kapan saudara pernah mendengar ada suatu kuasa / tenaga bisa berbicara melalui manusia?
7) Dalam Yoh 14:17 kata ganti orang yang ditujukan kepada Roh Kudus seharusnya bukan ‘him’, tetapi ‘it’ (ini bisa terlihat dari bahasa Yunaninya). Ini jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus bukan pribadi.
Untuk jelasnya, saya akan mengutip buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ yang berbunyi sebagai berikut:
“Yesus menyebut roh kudus sebagai ‘seorang Penolong’, dan ia berkata bahwa roh ini akan mengajar, membimbing dan berbicara (Yohanes 14:16,26; 16:13). Kata Yunani yang ia gunakan untuk penolong (parakletos) adalah kata yang berjenis laki-laki atau maskulin. Jadi ketika Yesus menyatakan apa yang akan dilakukan penolong itu, ia menggunakan kata ganti nama pribadi laki-laki (Yohanes 16:7,8). Sebaliknya, bila kata Yunani yang berjenis netral untuk roh (pneuma) digunakan, kata ganti yang netral ‘it’ dalam bahasa Inggris itulah yang digunakan.
Kebanyakan penerjemah yang menganut Tritunggal menyembunyikan fakta ini, seperti diakui oleh New American Bible Katolik berkenaan Yohanes 14:17: “Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral, dan walaupun kita menggunakan kata ganti nama pribadi dalam bahasa Inggris (‘he’, ‘his’, ‘him’), kebanyakan MSS (manuskrip) Yunani menggunakan kata (bahasa Inggris) ‘it’”.
Jadi bila Alkitab menggunakan kata ganti nama pribadi berjenis laki-laki sehubungan dengan parakletos dalam Yoh 16:7,8, hal ini sesuai dengan peraturan tatabahasa, bukan menyatakan suatu doktrin.” (hal 22).
Bantahan:
Yoh 14:17 memang kalau dilihat dari bahasa Yunaninya menggunakan kata yang kalau diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi ‘it’. Mengapa memakai ‘it’? Karena itu memang sesuai dengan grammar / tatabahasa bahasa Yunani! Kata ‘it’ itu menunjuk kepada kata ‘Roh / Spirit / PNEUMA’ yang dalam bahasa Yunaninya mempunyai jenis kelamin neuter. (Catatan: dalam bahasa Yunani setiap benda mempunyai jenis kelamin. Bisa masculine / laki-laki, feminine / perempuan, atau neuter / netral).
Catatan: Dalam Yoh 14:17 kata Yunani yang digunakan adalah AUTON, yang bisa diterjemahkan ‘him’, ‘her’, atau ‘it’. Semua terjemahan Alkitab bahasa Inggris menterjemahkan ‘him’. Tetapi kalau mau menterjemahkan secara strict / ketat, seharusnya digunakan kata ‘it’, karena ini menunjuk kepada ‘Roh’ yang berjenis kelamin neuter / netral.
Kalau dipersoalkan bahwa untuk ‘Roh’ digunakan kata benda berjenis kelamin netral, maka perlu diingat bahwa:
a) Dalam Yoh 4:24 dikatakan bahwa ‘Allah adalah Roh’, dan di sinipun kata ‘Roh’ itu berjenis kelamin netral! Apakah ini menunjukkan bahwa Allah itu adalah ‘sesuatu’, bukan ‘seseorang’?
Yoh 4:24 - “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.’”.
b) Juga dalam Luk 23:46 Yesus berkata: ‘Ya Bapa ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu’. Ini adalah terjemahan yang salah!
NIV: ‘Father, into your hands I commit my spirit’ [= Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan rohKu].
Di sini kembali digunakan kata ‘roh’ (PNEUMA) yang berjenis kelamin netral. Apakah ini menunjukkan bahwa Yesus itu bukan seorang pribadi, atau bahwa Yesus itu bukan laki-laki tetapi wadam / banci?
Dalam Yoh 16:7 Roh Kudus disebut PARAKLETOS [= Penghibur]. Kata ini mempunyai jenis kelamin masculine / laki-laki, sehingga lalu dalam ayat itu digunakan kata ganti orang ‘him’.
Catatan: sebetulnya kata Yunani yang digunakan di sini sama dengan yang digunakan dalam Yoh 14:17 yaitu kata Yunani AUTON.
Jelaslah bahwa kata ‘it’ dalam Yoh 14:17 itu tidak bisa digunakan untuk mengatakan bahwa Roh Kudus adalah ‘sesuatu’ bukan ‘seseorang’.
Dalam hal ini saya setuju dengan bagian terakhir dari kutipan di atas (dari buku Saksi Yehuwa itu) yang berbunyi: “hal ini sesuai dengan peraturan tatabahasa, bukan menyatakan suatu doktrin.”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali