Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 25 Juli 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kharismatik 7b

 

AKIBAT KEHARUSAN BERBAHASA ROH(2)

 

IV)Apa bahayanya bahasa roh yang palsu?

 

1)   Yang dari setan:

Sekalipun tidak bisa dipastikan apa bahayanya / apa tujuan setan memberikan bahasa roh, tetapi ini jelas berbahaya, karena kalau tidak, setan tidak akan memal­su.

 

Hal-hal yang mungkin menjadi tujuan setan adalah:

 

a)   Seseorang mengatakan bahwa bahasa roh palsu itu menjadi jalan bagi setan untuk masuk dan menguasai gereja itu! Memang kalau bahasa roh itu dari setan, jelas bahwa itu termasuk occultisme, dan itu tentu bisa menjadi jalan masuk bagi setan untuk menguasai orang-orang dalam gereja itu!

 

b)   Supaya orang kristen terus mengarahkan perhatiannya pada bahasa roh, sehingga lalu mengabaikan Firman Tuhan, Pemberitaan Injil, dsb.

Juga supaya mereka terus berdoa dengan bahasa roh, dimana pada hakekatnya mereka tidak minta apa-apa dan bisa dikatakan sebetulnya tidak berdoa.

 

c)   Membuat orang itu menjadi sombong rohani, karena merasa diri sangat rohani dan penuh dengan Roh Kudus.

Dalam kesombongannya mereka bahkan sering beranggapan bahwa gereja Protestan tidak mempunyai Roh Kudus. Perlu diingat bahwa ‘penuh dengan Roh Kudus’ dan ‘sombong’ adalah 2 hal yang sangat bertentangan!

 

d)   Hal lain yang mungkin adalah: supaya orang itu mempunyai rasa aman / keyakinan keselamatan yang palsu.

Banyak orang kristen KTP yang mempunyai iman dan pengertian yang kacau tentang Injil dan keselamatan, tetapi merasa yakin bahwa dirinya betul-betul adalah orang kristen / anak Allah yang pasti akan masuk surga, hanya karena mereka sudah berbahasa roh!

 

Pada akhir jaman orang-orang ini akan mengalami hal yang mirip dengan apa yang Yesus katakan dalam Mat 7:22-23 yang berbunyi sebagai berikut:

“(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.

 

2)   Yang dari manusia:

 

a)   Itu adalah suatu dusta sengaja, karena orang yang sebetulnya tidak punya bahasa Roh, lalu berbuat seakan-akan punya bahasa Roh. Dengan ini mereka bersikap munafik dan mendustai orang-orang di sekelilingnya!

 

b)   Itu merupakan suatu kesengajaan untuk memalsukan suatu karunia dari Allah.

Jangan lupa bahwa bahasa Roh yang benar adalah suatu karunia dari Allah. Dengan seseorang mengusahakannya sendiri, ia menja­di seorang pemalsu karunia Allah. Jangan menganggap hal ini sebagai dosa yang ringan!

 

c)         Ini bisa menjadikan seseorang jadi kecanduan.

Ini sama dengan musik / nyanyian (dan juga sama dengan morfin, ecstasy, ganja, dsb). Mula-mula mungkin hanya membutuhkan waktu 15 menit dan orang sudah merasa ‘high’ dimana mereka terbangkit semangatnya / emosinya. Tetapi makin lama membutuhkan waktu yang makin banyak dan makin lama makin sukar untuk mendapatkan rasa ‘high’ itu. Dan ini bisa menyebabkan rasa bosan, frustrasi, putus asa dsb.

 

V)      Cara mengecheck bahasa Roh asli / palsu.

 

1)   Orang yang berbahasa Roh itu Kristen sungguh-sungguh atau tidak?

 

a)   Periksalah kepercayaan / pengertian orang itu tentang hal-hal dasar dari kekristenan. Misalnya:

1.   Apakah ia mengerti dan percaya bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia?

2.   Apakah ia mengerti dan percaya bahwa keselamatan terjadi karena iman, bukan karena perbuatan baik?

3.   Apakah ia mengerti dan percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dan satu-satunya jalan ke surga?

4.   Apakah ia mempunyai keyakinan selamat / masuk surga, dan apakah keyakinan ini mempunyai dasar yang benar?

 

Kalau pengertian dan kepercayaannya tentang hal-hal dasar ini sudah salah, ia pasti bukanlah orang kristen yang sejati.

 

b)         Periksalah hidup orang itu (bdk. Mat 7:15-20).

Kalau orang itu:

 

1.   Sama sekali tidak mengalami perubahan hidup ke arah yang positif, maka ia pasti bukan kristen (Yak 2:17,26).

 

Yak 2:17,26 - “(17) Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. ... (26) Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati..

 

2.   Hidup dalam dosa / berbuat dosa dengan sengaja dan terus menerus, meremehkan dosa, bangga pada waktu berbuat dosa, atau tidak membenci dosa, maka ia juga pasti bukan kristen.

 

3.   Kalau orang itu tidak cinta Firman Tuhan / tidak senang belajar Firman Tuhan, itu lagi-lagi menandakan bahwa ia adalah orang kristen KTP!

 

Kalau ia bukan orang Kristen yang sejati, sudah pasti bahasa rohnya palsu, karena bahasa Roh, sama dengan karunia-karunia Roh yang lain, hanya diberikan kepada orang yang betul-betul percaya kepada Kristus.

 

2)   Apakah orang itu dalam berbahasa Roh menuruti peraturan Tuhan dalam 1Kor 14:26-28 tentang penggunaan bahasa Roh dalam kebak­tian?

 

1Kor 14:26-28 - “(26) Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah..

 

Jadi, ada 3 peraturan tentang penggunaan bahasa Roh dalam kebaktian / persekutuan:

a)   Maksimum 2-3 orang.

b)   Harus satu persatu / bergiliran, tidak boleh berbarengan.

c)   Harus ada penafsiran / penterjemahan.

 

Kalau peraturan ini dilanggar (dan hampir semua orang yang berbahasa roh pada jaman ini melanggar peraturan ini!), maka mungkin sekali itu adalah bahasa roh yang palsu!

 

3)   Bahasa Rohnya harus betul-betul bahasa manusia (real human language).

Orang-orang Kharismatik menganggap bahwa ada bahasa Roh yang adalah bahasa manusia dan ada bahasa Roh yang adalah bahasa malaikat.

Dasar Kitab Suci mereka:

a)   1Kor 13:1 - ‘bahasa malaikat’.

b)   1Kor 14:2 - ‘rahasia’ dan ‘tak ada orang yang mengerti bahasa­nya’.

 

Tanggapan saya:

 

a)   1Kor 13:1-3 jelas merupakan gaya bahasa Hyperbole [= gaya bahasa yang melebih-lebihkan]!

 

1Kor 13:1-3 - “(1) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. (2) Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. (3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku..

 

Perhatikan 1Kor 13:2,3 yang juga melebih-lebihkan dan bahkan tidak pernah betul-betul terjadi.

Jadi, tidak bisa diartikan bahwa memang ada bahasa Roh yang adalah bahasa malaikat.

 

b)         1Kor 14:2.

Kata ‘rahasia’ (Inggris: mystery; Yunani: MUSTERION).

Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani MUSTERION itu dipakai di:

1.   Mat 13:11 / Mar 4:11 / Luk 8:10.

2.   Ro 11:25  Ro 16:25.

3.   1Kor 2:7  4:1  13:2  14:2  15:51.

4.   Ef 1:9  3:3,4,9  5:32  6:19.

5.   Kol 1:26-27  2:2  4:3.

6.   2Tes 2:7.

7.   1Tim 3:9,16.

8.   Wah 1:20  10:7  17:5-7.

 

Bacalah semua ayat-ayat itu dan periksalah apa arti dari kata ‘rahasia’ itu. Dengan 2Tes 2:7 sebagai perkecualian, jelas semua ayat-ayat yang lain menunjukkan bahwa ‘rahasia’ itu:

a.   Bukanlah sesuatu yang tersembunyi yang tidak diketahui orang.

b.   Adalah kebenaran Allah / Injil yang dulunya tersembunyi, tetapi yang sekarang sudah dinyatakan oleh Allah.

Jadi, jelaslah bahwa kata ‘rahasia’ dalam 1Kor 14:2 tidak berarti bahwa itu adalah bahasa malaikat yang tidak dimengerti oleh seorangpun.

 

c)         1Kor 14:2 - ‘sebab tak ada seorangpun yang mengerti bahasanya.

 

1.   Kata ‘bahasanya’ ini sebetulnya tidak ada!

NASB: ‘for no one understands’ [= karena tidak seorangpun mengerti].

NIV/RSV: ‘no one understands him’ [= tidak seorangpun mengerti dia].

KJV: ‘for no man understandeth him’ [= karena tidak seorangpun mengerti dia].

 

2.   Yang dimaksud dengan ‘tidak ada seorangpun yang mengerti’ adalah ‘tidak ada seorangpun dari orang-orang yang hadir saat itu di tempat itu yang mengerti’ (bukan ‘tidak ada seorangpun di seluruh dunia yang mengerti’). Bandingkan dengan 1Kor 14:16 yang mengatakan ‘yang hadir’.

 

1Kor 14:16 - Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan ‘amin’ atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?.

 

d)   Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa bahasa roh itu haruslah bahasa manusia:

 

1.   John F. MacArthur, Jr mengatakan bahwa kata Yunani ‘GLOSSA’ dalam Kitab Suci umumnya berarti bahasa manusia (hal 159). Memang sekalipun kata ‘GLOSSA’ sering diarti­kan ‘lidah’ biasa (Mark 7:33,35  Ro 3:13  Yak 3:5  Kis 2:3) tetapi kalau kata ‘GLOSSA’ ini menunjuk pada ‘bahasa’ maka itu selalu berarti ‘bahasa manusia’ (seperti dalam Wah 5:9  7:9  10:11  13:7  14:6  17:15).

 

a.         Diartikan ‘lidah’.

 

Mark 7:33-35 - “(33) Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jariNya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. (34) Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: ‘Efata!’, artinya: Terbukalah! (35) Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik..

 

Ro 3:13 - “Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.”.

 

Yak 3:5 - “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”.

 

Kis 2:3 - “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.”.

 

b.         Diartikan ‘bahasa’.

 

Wah 5:9 - Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa..

 

Wah 7:9 - “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”.

 

Wah 10:11 - “Maka ia berkata kepadaku: ‘Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.’”.

 

Wah 13:7 - “Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.”.

 

Wah 14:6 - “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,”.

 

Wah 17:15 - “Lalu ia berkata kepadaku: ‘Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.”.

 

2.   Ada 3 kata bahasa Yunani yang bisa diartikan ‘menafsirkan’:

 

a.         ‘HERMENEUO’.

Ini dipakai dalam 1Kor 12:10  1Kor 14:26.

 

1Kor 12:10 - “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.”.

 

1Kor 14:26 - “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”.

 

Kata ini juga dipakai dalam Yoh 1:38,42  Yoh 9:7  Ibr 7:2.

 

Yoh 1:38,42 - “(38) Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: ‘Apakah yang kamu cari?’ Kata mereka kepadaNya: ‘Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?’ ... (42) Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: ‘Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).’”.

 

Yoh 9:7 - “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.’ Siloam artinya: ‘Yang diutus.’ Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”.

 

Ibr 7:2 - “Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.”.

 

Dari ayat-ayat itu, jelas bahwa kata itu harus diartikan ‘menterjemahkan’.

 

b.         ‘DIERMENEUO’.

Ini dipakai dalam 1Kor 12:30  1Kor 14:5,13,27,28.

 

1Kor 12:30 - “atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”.

 

1Kor 14:5,13,27,28 - “(5) Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. ... (13) Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. ... (27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.”.

 

Kata ini juga dipakai dalam Kis 9:36 dan Luk 24:27.

 

Kis 9:36 - “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita - dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”.

Catatan: dalam terjemahan LAI tidak kelihatan, tetapi dalam bahasa Inggris dan Yunani itu terlihat. Cek dengan Bible Works 8.

 

Luk 24:27 - “Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.”.

 

c.         ‘METHERMENUO’.

Ini dipakai dalam Mat 1:23  Mark 5:41  Mark 15:22,34  Yoh 1:41  Kis 4:36  Kis 13:8.

 

Mat 1:23 - “‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’ - yang berarti: Allah menyertai kita.”.

 

Mark 5:41 - “Lalu dipegangNya tangan anak itu, kataNya: ‘Talita kum,’ yang berarti: ‘Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!’”.

 

Mark 15:22,34 - “(22) Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. ... (34) Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eloi, Eloi, lama sabakhtani?’, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”.

 

Yoh 1:41 - “Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: ‘Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).’”.

 

Kis 4:36 - “Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.”.

 

Kis 13:8 - “Tetapi Elimas - demikianlah namanya dalam bahasa Yunani -, tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya.”.

Catatan: dalam ayat terakhir ini kata itu tidak kelihatan dalam terjemahan LAI, tetapi terlihat dalam bahasa Inggris dan Yunani. Cek dengan Bible Works 8.

 

Ketiga kata ini sebetulnya artinya sama yaitu ‘menafsirkan’, ‘menjelaskan’, ‘menterjemahkan’.

 

Tetapi dalam Perjanjian Baru selalu diam­bil arti ‘menterjemahkan’, kecuali dalam Luk 24:27 dimana harus diartikan ‘menafsirkan’ / ‘menjelaskan’.

 

Karena itu, dalam 1Kor 12:10,30 dan 1Kor 14:5,13,26,27,28 besar kemungkinannya juga harus diambil arti ‘menterjemahkan’.

 

Dan kalau ini benar, maka itu harus berarti bahwa bahasa roh itu adalah bahasa manusia (bukan sekedar bunyi yang aneh-aneh yang sama terus-menerus dan tidak mengandung arti apa-apa!) karena yang seperti itu tidak bisa diterjemahkan, karena bukan bahasa!

 

Editor dari Calvin’s Commentary (tentang 1Kor 14:10): “... every language is intelligible to some nation or other; ... The very use of the term ‘interpret’ and ‘interpretation’, as applied to this subject, also proves that he could only have intelligent language in view: it being a contradiction in terms to speak of interpreting that which has no meaning.’” [= ... setiap bahasa bisa dimengerti bagi beberapa bangsa atau lainnya; ... Penggunaan dari istilah ‘menafsirkan’ dan ‘penafsiran’, seperti yang diterapkan pada pokok ini, juga membuktikan bahwa ia hanya bisa mempunyai bahasa yang bisa dimengerti dalam pandangannya: merupakan suatu istilah yang kontradiksi untuk berbicara tentang penafsiran yang tidak mempunyai arti’.] - hal 440-441 (footnote).

 

3.   Dalam 1Kor 14:10-11 secara implicit ditunjukkan bahwa bahasa roh harus merupakan bahasa manusia / asing.

 

1Kor 14:10-11 - “(10) Ada banyak - entah berapa banyak - macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. (11) Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku..

 

Kesimpulan:

Saya mempunyai kecondongan sangat kuat bahwa bahasa roh haruslah bahasa manusia (bahasa asing). Jadi, kalau ada orang yang ‘berbahasa roh’ dengan mengeluarkan bunyi yang sama terus-menerus, yang jelas bukan bahasa manusia, maka saya pasti menganggapnya sebagai bahasa roh yang palsu.

 

 

 

-o0o-


 

Kharismatik 8

 

DOA / dialog DENGAN BAHASA ROH

 

Kebanyakan orang Kharismatik menyetujui dan bahkan menganjurkan dilakukannya doa dalam bahasa Roh. Ayat Kitab Suci yang sering dipakai sebagai dasar adalah:

 

1)         1Kor 14:2 yang berbunyi sebagai berikut:

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”.

 

Ada 2 hal mereka soroti dari ayat ini:

a)   1Kor 14:2a mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Berkata-kata kepada Allah adalah berdoa. Jadi, ini menunjukkan bahwa bahasa roh memang boleh dipakai untuk berdoa.

b)   1Kor 14:2b berbicara tentang ‘hal-hal yang rahasia’ yang diucapkan oleh orang yang berbahasa roh, sehingga tidak dimengerti oleh siapapun. Ini mereka pakai sebagai dasar untuk menggunakan bahasa roh dalam doa. Mereka beranggapan bahwa kalau kita berdoa dengan bahasa biasa, maka setan akan mengerti / mengetahui permintaan kita, dan ia bisa menyabotase jawaban Tuhan sehingga tidak kita terima. Tetapi kalau kita berdoa dengan bahasa roh, maka setanpun tidak mengerti permintaan kita, sehingga tidak bisa menyabotase jawaban Tuhan!

 

2)         1Kor 14:14-15 yang berbunyi sebagai berikut:

“(14) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. (15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”.

 

Dalam ayat ini Paulus secara explicit / jelas berbicara tentang ‘berdoa dengan bahasa roh’.

 

3)         1Kor 14:28 yang berbunyi sebagai berikut:

“Jika tidak ada seorangpun yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.”.

 

Dalam ayat ini dikatakan bahwa kalau dalam pertemuan jemaat kita ingin berbahasa roh tetapi tidak ada yang dapat menafsirkannya, maka kita harus berdiam diri, dan hanya berkata-kata kepada diri sendiri dan kepada Allah. Lagi-lagi, ‘berkata-kata kepada Allah’ adalah sama dengan berdoa. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa kalau tidak ada penterjemah / orang yang mempunyai karunia menafsirkan bahasa roh, maka bahasa roh itu boleh dipakai untuk berdoa kepada Allah.

 

Tanggapan saya:

 

1)   1Kor 14:2 tidak mendukung doa dengan bahasa Roh, karena ayat ini hanya merupakan suatu sindiran.

Jadi arti ayat ini adalah: sekalipun / andaikatapun pada waktu berbahasa Roh seseorang memberitakan kebenaran ilahi / Injil, tetapi karena tidak ada yang mengerti, maka Allah adalah satu-satunya pendengar!

Sedangkan tentang arti kata ‘rahasia’ telah dibahas dalam pelajaran Kharismatik 7. Dan kalau kita mengerti arti kata ‘rahasia’ itu maka kita juga akan mengerti bahwa kata itu tidak bisa diartikan bahwa tidak ada seorangpun, termasuk setan, yang mengerti.

Kesimpulan: ayat ini tidak mengajar doa dengan bahasa Roh.

 

2)   Tentang 1Kor 14:14-15 ada beberapa hal yang perlu diketahui / diperhatikan:

 

a)   Ay 14: ‘rohkulah yang berdoa’.

Kata ‘rohku’ di sini ditafsirkan bermacam-macam oleh para penafsir:

1.   Roh Kudus.

2.   ‘roh’ diartikan ‘nafas’. Jadi, nafas dan organ-organ kita dipakai untuk berdoa.

3.   Karunia rohani / karunia bahasa Roh.

 

b)   Ay 14: ‘akal budiku tidak turut berdoa. Ini salah terjemahan.

KJV/RSV/NIV/NASB: unfruitful [= tidak berbuah]. Cek Bible Works 8.

 

Untuk ini juga ada beberapa penafsiran:

1.   Otakku tidak mengerti apa yang aku katakan.

2.   Otakku tidak dipakai untuk menyusun / membentuk doa itu.

3.   Otakku tidak berbuah dalam diri orang yang mendengar (karena mereka tidak mengerti).

 

c)   Ay 14 ini hanyalah suatu illustrasi / contoh untuk menekankan pentingnya penggunaan akal / pikiran, dan tidak boleh diartikan bahwa hal itu (doa dengan bahasa Roh) betul-betul terjadi dalam hidup Paulus.

 

d)   Hal yang terpenting adalah: ay 14 ini terletak dalam kontex (ay 13-17) yang menekankan penggunaan akal budi / pikiran. Dan karena itu tidak mungkin ay 14 itu justru menganjurkan orang untuk berdoa dengan bahasa Roh, dimana akal / pikiran justru tidak dipakai!

 

Saya berpendapat bahwa ay 14 ini justru melarang doa dengan bahasa Roh! Bacalah ay 13-17 sekali lagi!

 

3)         1Kor 14:28.

Perhatikan bahwa kontex ayat ini (ay 26-28) tidak berbicara tentang ‘doa dengan bahasa Roh’ tetapi ‘bahasa Roh’ biasa.

 

1Kor 14:26-28 - “(26) Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah..

 

Jadi jelas bahwa 1Kor 14:28 itu bukannya menyuruh / mengijinkan orang berdoa dengan bahasa Roh.

 

Arti 1Kor 14:28 adalah: bahasa Roh (bukan doa dengan bahasa Roh!) tanpa penterjemahan, hanya boleh digunakan dalam saat teduh pribadi, dimana seseorang sedang sendirian dengan Allah.

 

4)   Bahasa Roh berisi berita dari Allah untuk manusia, dan bukannya berita dari manusia kepada Allah. Dasar Kitab Sucinya:

 

a)   Dalam Kis 2:4,11 dikatakan bahwa pada waktu rasul-rasul berbahasa Roh pada hari Pentakosta, mereka menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah. Jelas bahwa ini mencakup salib dan kebangkitan Yesus, dan semua ini jelas merupakan berita dari Allah untuk manusia.

 

Kis 2:4,11 - “(4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. ... (11) baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.’.

 

b)   Dalam 1Kor 14:2 ‘hal-hal yang rahasia’ menunjuk pada kebenaran ilahi / Injil (tentang arti kata ‘rahasia’ lihat pelajaran Kharismatik 7). Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa bahasa Roh berisikan berita dari Allah untuk manusia.

 

c)   Dalam 1Kor 14:5 dikatakan bahwa bahasa Roh yang ditafsirkan / diterjemahkan menjadi seperti nubuat (membangun jemaat). Jadi jelas bahwa isinya juga seperti nubuat, yaitu berita dari Allah untuk manusia.

 

1Kor 14:5 - Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun..

 

d)   Dalam 1Kor 14:6 dikatakan bahwa bahasa Roh seharusnya berisikan ‘penyataan Allah’ (Inggris: ‘God’s revelation’), ‘pengetahuan’, ‘nubuat’, ‘pengajaran’. Kalau tidak, itu tidak ada gunanya. Semua hal-hal itu jelas berisikan berita dari Allah untuk manusia.

 

1Kor 14:6 - Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?.

 

e)   Ay 13,27,28 menunjukkan bahwa bahasa Roh harus disertai penaf­siran / penterjemahan. Ini jelas menunjukkan bahwa bahasa Roh itu ditujukan kepada manusia, karena kalau ditujukan kepada Allah, apa gunanya penterjemahan?

 

1Kor 14:13,27-28 - “(13) Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. ... (27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. (28) Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah..

 

f)    Dalam Kis 10:46 istilah ‘memuliakan Allah’ tidak menunjukkan bahwa mereka memuji Tuhan, tetapi bisa diartikan seperti dalam Kis 2:11, dimana mereka menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Ini lagi-lagi merupakan berita dari Allah bagi manusia.

 

Kis 10:45-46a - “(45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, (46a) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah..

 

Kis 2:11 - baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.’.

 

Kesimpulan: kalau bahasa Roh harus berisi berita dari Allah untuk manusia, maka jelas bahwa berdoa dalam bahasa Roh adalah sesuatu yang mustahil, karena doa berisikan berita dari manusia kepada Allah.

 

Hal ini jelas juga bisa digunakan untuk menentang praktek ‘dialog dalam bahasa roh’ (antara manusia dengan manusia). Seorang penginjil menceritakan kepada saya bahwa Rodney Howard Browne (tokoh Toronto Blessing) berdialog dengan Kenneth Copeland (yang juga tokoh Toronto Blessing) dalam bahasa roh. Ini lagi-lagi jelas merupakan suatu kegilaan yang tidak alkitabiah, karena memang tidak ada dasarnya sedikitpun dalam Alkitab! Karena bahasa Roh menyampaikan berita dari Allah kepada manusia, maka pada waktu digunakan seseorang untuk menyampaikan berita dari Allah kepada orang lain, pembicaraannya hanya bisa terjadi dalam satu arah, seperti dalam Kis 2:1-13, bukan dalam dua arah / dialog!

Saya percaya bahwa 2 orang itu melakukannya sebagai suatu sandiwara supaya dianggap hebat / rohani!

 

 

 

-o0o-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali