Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 26 September 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kharismatik 15a

 

THEOLOGIA KEMAKMURAN(1)

 

Sekarang banyak gereja / pendeta / orang kristen yang per­caya / mengajarkan Theologia Kemakmuran, dimana mereka percaya / mengajarkan bahwa orang kristen yang sungguh-sungguh beriman dan mengikut Tuhan, pasti akan kaya atau harus kaya.

 

Banyak orang kristen yang hanya bisa merasakan bahwa ajaran semacam itu adalah ajaran yang salah / sesat, tetapi pada waktu para penganut / pengajar Theologia Kemakmuran itu memberikan argumentasi-argumentasi mereka, baik berdasarkan Kitab Suci maupun berdasarkan ‘fakta’, maka banyak sekali orang kristen yang tidak bisa menjawab argumentasi-argumen­tasi itu.

 

Karena itu di sini saya ingin mengajak saudara untuk:

 

1)   Mempelajari argumentasi-argumentasi, baik berdasarkan Kitab Suci maupun berdasarkan ‘fakta’, yang digunakan oleh para penganut Theologia Kemakmuran itu.

 

2)   Mempelajari kesalahan-kesalahan dari argumentasi-argumen­tasi mereka, dan sekaligus melihat / mempelajari ayat-ayat Kitab Suci yang sengaja dihindari / diabaikan oleh para penganut Theologia Kemakmuran.

 

3)   Mempelajari ajaran Kitab Suci yang benar tentang kekayaan dan sikap yang benar terhadap kekayaan.

 

I) Argumentasi-argumentasi Theologia Kemakmuran.

 

A)  Argumentasi berdasarkan Kitab Suci.

 

1)   Ayat-ayat Kitab Suci yang  menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Allah (Yoh 1:12  Roma 8:14-17  Gal 3:26  dsb).

 

Yoh 1:12 - Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya;.

 

Roma 8:14-17 - “(14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ (16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia..

 

Gal 3:26 - Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus..

 

Mereka mengatakan bahwa karena kita adalah anak Allah, sedangkan Allah itu maha kaya, maka kita juga harus kaya. Mengaku diri sebagai anak Allah, tetapi hidup dalam kemiskinan, adalah suatu kontradiksi.

 

Mereka bahkan berani mengatakan bahwa Allah malu mempunyai anak-anak yang miskin!

 

2)   Ayat-ayat Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya. Dalam hal ini biasanya mereka mengambil cerita-cerita tentang tokoh-tokoh Perjanjian Lama yang adalah orang beriman dan sekaligus adalah orang kaya. Misalnya: Daud, Salomo, Ayub, Abraham, Ishak, Yakub dsb.

 

Mereka lalu mengatakan bahwa orang-orang itu beriman dan taat kepada Tuhan, dan karena itu mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya. Jadi, kalau kita beriman dan taat kepada Tuhan, kita pasti / harus juga menjadi kaya.

 

Mereka bahkan berani mengatakan bahwa kalau kita tidak kaya, itu berarti kita tidak / kurang beriman, dan / atau kita tidak / kurang taat kepada Tuhan.

 

3)   Ayat-ayat Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Tuhan berjanji akan memberikan berkat jasmani yang berkelimpahan kepada orang yang mentaati Dia, yang memberikan persembahan perpuluhan dsb.

 

Misalnya: Im 26:1-13  Ul 28:1-14  Amsal 3:9-10  Mal 3:10-12.

 

Im 26:1-13 - “(1) ‘Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (2) Kamu harus memelihara hari-hari SabatKu dan menghormati tempat kudusKu, Akulah TUHAN. (3) Jikalau kamu hidup menurut ketetapanKu dan tetap berpegang pada perintahKu serta melakukannya, (4) maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. (5) Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. (6) Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. (7) Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang. (8) Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang. (9) Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjianKu dengan kamu. (10) Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru. (11) Aku akan menempatkan Kemah SuciKu di tengah-tengahmu dan hatiKu tidak akan muak melihat kamu. (12) Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu. (13) Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.’.

 

Ul 28:1-14 - “(1) ‘Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. (2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (3) Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4) Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. (7) TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. (8) TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (9) TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umatNya yang kudus, seperti yang dijanjikanNya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. (10) Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. (11) Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu - di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. (12) TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaanNya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. (13) TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, (14) dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.’.

 

Amsal 3:9-10 - “(9) Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, (10) maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya..

 

Mal 3:10-12 - “(10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (11) Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (12) Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam..

 

Mereka berkata bahwa Firman Tuhan berlaku kekal dan Tuhan tidak pernah berdusta / melanggar janjiNya, sehingga pada jaman inipun janji-janji itu berlaku dan pasti akan Tuhan genapi, asal kita beriman dan taat kepadaNya!

 

4)         Ayat-ayat Perjanjian Baru seperti:

 

a)   Mat 6:33 yang menjanjikan bahwa Tuhan akan menambah­kan /  memberikan ‘semuanya’ (yang mereka artikan sebagai ‘kekayaan’)  kepada kita, asal kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.

 

Mat 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu..

 

b)   Yoh 10:10 yang mengatakan bahwa Yesus datang supaya kita mempunyai ‘hidup yang berkelimpahan’ (yang mereka artikan sebagai ‘hidup kaya’!).

 

Yoh 10:10 - Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan..

 

c)   2Kor 8:9 yang mengatakan bahwa Yesus itu rela menjadi miskin, supaya kita yang miskin menjadi kaya (ini mereka artikan ‘kaya secara jasmani’).

 

2Kor 8:9 - Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya..

 

d)   2Kor 9:6 yang mengatakan bahwa orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak. Ini dipakai untuk mendo­rong jemaat untuk memberi persembahan sebanyak mung­kin, supaya menjadi kaya!

 

2Kor 9:6 - Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga..

 

B)  Argumentasi berdasarkan ‘fakta’.

 

Kalau kita bisa menunjukkan ayat-ayat KItab Suci yang menentang ajaran Theologia Kemakmuran,  maka para penga­nut Theologia Kemakmuran ini sering menggunakan argumen­tasi yang berdasarkan ‘fakta’, dimana mereka lalu berkata bahwa ‘fakta’ menunjukkan bahwa:

 

1)   Gereja yang mengajarkan Theologia Kemakmuran ternyata berkembang pesat, yang jelas menunjukkan berkat Tuhan atas gereja itu. Kalau memang ajarannya salah / sesat, mengapa gerejanya bisa begitu diberkati oleh Tuhan?

 

2)   Jemaat dari gereja itu memang betul-betul makmur / kaya.

Bukankah ini menunjukkan bahwa dengan beriman kepada Tuhan, taat kepadaNya dan memberikan persembahan persepuluhan, mereka betul-betul dijadikan makmur / kaya oleh Tuhan?

 

Pdt. Dr. Paul Yonggi Cho bahkan pernah bersaksi bahwa dulu jemaatnya sedikit dan semuanya miskin. Lalu ia mulai mengajar mereka bagaimana menjadi kaya, dan sekarang tidak ada orang miskin di dalam gerejanya.

 

Bukankah kedua ‘fakta’ ini menunjukkan bahwa ajaran Theologia Kemakmuran memang benar?

 

II) Tanggapan / jawaban saya.

 

A)  Tentang argumentasi berdasarkan Kitab Suci.

 

1)   Kalau kita mau menafsirkan Kitab Suci dengan benar, maka kita harus menafsirkan suatu bagian Kitab Suci dengan memperhatikan kontextnya, dan juga semua ayat lain dalam Kitab Suci yang berhubungan dengan bagian yang akan kita tafsirkan itu. Dan kita harus menafsirkan bagian itu sedemikian rupa sehingga tidak keluar dari kontextnya (out of context), atau bertentangan dengan ayat-ayat lain dari Kitab Suci.

 

Mengapa harus demikian? Karena Allah itu bukan pen­dusta, dan karena itu kata-kataNya tidak mungkin bisa bertentangan satu sama lain! Kitab Suci adalah firman / kata-kata Allah, sehingga tidak mungkin bertentangan satu sama lain.

 

Tetapi, para penganut Theologia Kemakmuran ini hanya melihat / menyoroti bagian-bagian tertentu dari Kitab Suci yang mendukung pandangan mereka, dan mereka mengabaikan kontextnya maupun ayat-ayat lain dari Kitab Suci yang jelas-jelas menentang penafsiran mereka.

 

Catatan: Ingatlah bahwa cara penafsiran seperti ini adalah sumber timbulnya semua ajaran sesat, dan juga bahwa cara penafsiran seperti ini merupakan cara dari hampir semua nabi palsu dalam mempertahankan ajaran sesat mereka!

 

Contoh:

 

a)   Kitab Suci memang menggambarkan hubungan Allah dengan kita yang percaya sebagai Bapa dengan anak.

Tetapi Kitab Suci juga menggambarkan hubungan Allah dengan kita sebagai Tuan dengan hamba (Misalnya: Yoh 13:16), dan juga sebagai Komandan dan prajurit / tentara (2Tim 2:3-4).

 

Yoh 13:16 - Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya..

 

2Tim 2:3-4 - “(3) Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. (4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya..

 

Gambaran bahwa kita adalah anak memang bisa menim­bulkan pemikiran bahwa hidup kristen itu enak, kaya dsb. Tetapi gambaran bahwa kita adalah hamba / tentara jelas menimbulkan kesan yang jauh berbeda. Seharusnya, kita meninjau semua gambaran-gambaran itu dan bukan salah satu saja. Itu akan menunjukkan bahwa di dalam hidup kristen itu bukan hanya terdapat hal-hal yang enak saja, tetapi juga ada ketun­dukan mutlak, pelayanan, peperangan, penderitaan, bahkan kemiskinan!

 

Hal-hal seperti ini tidak pernah mereka perhatikan / soroti, atau mungkin sengaja mereka abaikan!

 

b)   Allah memang adalah Bapa kita, tetapi Ia adalah Bapa kita secara rohani (Yoh 1:12-13)! Dan Ia adalah Bapa yang bijaksana (Ro 11:33)!  Kitab Suci bahkan berkata bahwa Ia menghajar kita pada saat diperlukan (Ibr 12:5-11), dan ini menunjukkan bahwa Ia bukanlah seorang Bapa yang memanjakan anak-anakNya!

 

Yoh 1:12-13 - “(12) Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; (13) orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah..

 

Ro 11:33 - O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!.

 

Ibr 12:5-11 - “(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNya; (6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.’ (7) Jika kamu harus menanggung ganjaran (hajaran); Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? (8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran (hajaran), yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang (KJV: ‘bastards’). (9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran (hajaran), dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya. (11) Memang tiap-tiap ganjaran (hajaran) pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya..

 

Kalau seorang bapa duniawi / jasmani yang bijaksana saja pasti tidak akan memanjakan anaknya dengan memberikan uang seberapa dia kehendaki, maka jelas bahwa Allah, sebagai Bapa rohani kita yang bijaksa­na, juga tidak akan melakukan hal itu!

 

Lagi-lagi ini merupakan bagian yang sengaja diabai­kan oleh para penganut Theologia Kemakmuran!

 

Terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah itu malu kalau mempunyai seorang anak yang miskin, saya ingin tanyakan: di bagian mana dari Kitab Suci ada ajaran seperti itu? Dalam Kitab Suci disebutkan ada banyak orang percaya yang miskin. Tetapi tidak pernah dika­takan bahwa Allah malu karena kemiskinan mereka!

 

Orang yang mengajarkan hal seperti ini memandang Allah secara jasmani / duniawi, seakan-akan Ia adalah seorang manusia seperti kita! Manusia yang kaya memang akan malu kalau anaknya miskin! Tetapi Allah tidak demikian! Allah tidak malu mempunyai anak yang miskin, sakit dsb (bdk. 1Pet 4:16).

 

1Pet 4:16 - “Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.”.

 

Kalau Allah malu punya anak yang miskin / menderita, tentu anak Allah tersebut juga harus malu. Tetapi ayat di atas ini mengatakan ‘janganlah ia malu’, lalu dilanjutkan dengan perintah untuk memuliakan Allah. Jadi jelas bahwa adalah sesuatu yang memungkinkan untuk memuliakan Allah dalam keadaan menderita / miskin!

 

Allah akan senang kalau mempunyai anak yang dalam kemiskinan, kesakitan dan penderitaan, tetap beriman kepadaNya, mengasihiNya, dan mentaatiNya!

 

Hal yang memalukan Allah ialah kalau kita sebagai anak-anakNya hidup dalam dosa (Wah 3:18  bdk. juga Mat 5:16)!

 

Wah 3:18 - maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari padaKu emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat..

 

Mat 5:16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.’.

 

Ayat ini menunjukkan bahwa kalau kita hidup baik, kita memuliakan Tuhan. Secara implicit ini menunjukkan bahwa kalau kita hidup berdosa / hidup dalam dosa, itu memalukan Tuhan.

 

Juga kalau kita menekankan keduniawian dan kekayaan lebih dari pada kerohanian, seperti yang dilakukan oleh para penganut / pengajar Theo­logia Kemakmuran! Hal seperti ini jelas sangat memalukan Allah!

 

c)   Dalam Kitab Suci memang ada banyak orang beriman yang kaya, tetapi juga ada banyak yang tidak kaya, bahkan yang miskin.

 

Misalnya: Yesus sendiri (Luk 9:58), rasul-rasul (Kis 3:6), jemaat kristen abad pertama (Kis 2:45  Kis 4:35  Kis 6:1  Roma 15:26  2Kor 8:2  Wah 2:9).

 

Luk 9:58 - Yesus berkata kepadanya: ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.’.

 

Kis 3:6 - Tetapi Petrus berkata: ‘Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!’.

 

Kis 2:45 - dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing..

 

Kis 4:35 - dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya..

 

Kis 6:1 - Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari..

 

Ro 15:26 - Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin (Yunani: PTOKHOS) di antara orang-orang kudus di Yerusalem..

 

2Kor 8:2 - Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin (Yunani: PTOKHEIA), namun mereka kaya dalam kemurahan..

 

Wah 2:9 - Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu (Yunani: PTOKHEIAN) - namun engkau kaya - dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis..

 

Memang ada orang Kharismatik yang berkata sebaliknya:

 

1.   Frederick K. C. Price berkata bahwa Yesus itu kaya pada waktu hidup di dunia. Buktinya Ia sampai membutuhkan bendahara (Yoh 12:6) - ‘Christianity in Crisis’, hal 25, 382.

 

Yoh 12:6 - Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya..

 

Betul-betul argumentasi tolol! Bagaimana bisa kaya kalau punya bendahara maling seperti Yudas Iskariot!

 

2.   John Avanzini berkata bahwa Paulus juga kaya. Buktinya seorang pejabat pemerintah sampai menginginkan suap dari dia (Kis 24:26) - ‘Christianity in Crisis’, hal 25, 382.

 

Kis 24:26 - Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia..

 

Tetapi penafsiran-penafsiran tolol semacam ini jelas tidak perlu dipedulikan! Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Yesus, rasul-rasul, dan banyak jemaat kristen abad pertama adalah orang-orang yang miskin!

 

Lalu mengapa hanya bagian-bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang kaya saja yang diperhatikan dan disoroti? Mengapa bagian-bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang miskin diabaikan?

 

Beranikah mereka mengatakan bahwa Yesus dan rasul-rasul dan jemaat gereja abad pertama itu miskin karena mereka kurang beriman dan kurang taat? Untuk Yesusnya mungkin mereka akan berkata bahwa Yesus memang rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya (2Kor 8:9).

Tetapi bagaimana dengan rasul-rasul dan jemaat gereja abad pertama yang miskin?

 

d)   Kitab Suci sering mengajar tentang orang-orang jahat yang kaya dan orang percaya / saleh yang miskin.

 

Contoh:

 

1.   Maz 73 (bacalah seluruh Maz 73!).

 

Maz 73:1-28 - “(1) [Mazmur Asaf.] Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (2) Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. (3) Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. (4) Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; (5) mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. (6) Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. (7) Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan. (8) Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati. (9) Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi. (10) Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah. (11) Dan mereka berkata: ‘Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?’ (12) Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya! (13) Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. (14) Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. (15) Seandainya aku berkata: ‘Aku mau berkata-kata seperti itu,’ maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu. (16) Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, (17) sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. (18) Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. (19) Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! (20) Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina. (21) Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, (22) aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekatMu. (23) Tetapi aku tetap di dekatMu; Engkau memegang tangan kananku. (24) Dengan nasihatMu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. (25) Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. (26) Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. (27) Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari padaMu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau. (28) Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaanNya..

 

2.   Cerita orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31).

 

Luk 16:19-31 - (19) ‘Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. (20) Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, (21) dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. (22) Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan (dada) Abraham. (23) Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (24) Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. (25) Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. (26) Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (27) Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, (28) sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (29) Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. (30) Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (31) Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.’.

 

3.   Wah 2:9 menunjukkan bahwa jemaat Smirna yang kaya secara rohani justru miskin secara jasmani, dan sebaliknya, Wah 3:17 menunjukkan bahwa jemaat Laodikia yang miskin secara rohani justru kaya secara jasmani.

 

Wah 2:9 - Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu - namun engkau kaya - dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis..

 

Wah 3:17 - Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,.

 

4.   Pkh 8:14 - “Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar.”.

 

Ini jelas memungkinkan adanya orang saleh yang miskin dan orang jahat yang kaya!

 

Mengapa para penganut Theologia Kemakmuran menga­baikan bagian-bagian Kitab Suci seperti ini?

 

e)   Ada banyak ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan sukarnya / beratnya kehidupan orang kristen.

 

Contoh:

 

1.   Mat 7:13-14 - “(13) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; (14) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.’”.

 

2.   Luk 9:58 dimana Yesus berkata kepada seseorang yang mau mengikut Dia: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.’”.

 

3.   Yoh 15:20a dimana Yesus sendiri berkata: “Seorang hamba tidaklah lebih dari tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu;”.

 

4.   Kis 14:22b dimana Paulus dan Barnabas memperingati orang-orang kristen bahwa “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsa­ra.”.

 

5.   Fil 1:29 - “Sebab kepada kamu dikaru­niakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,”.

 

6.   2Tim 3:12 - “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah (saleh) di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,”.

 

Pernahkah para penganut Theologia Kemakmuran itu menyoroti dan merenungkan ayat-ayat ini? Atau apakah mereka sengaja mengabaikan ayat-ayat itu karena tidak sesuai dengan ajaran sesat mereka?

 

Semua ayat-ayat ini menunjukkan bahwa hidup kristen bukanlah hidup yang enak terus! Sebaliknya, hidup kristen adalah hidup yang penuh dengan penderitaan, kesukaran dan tantangan!

 

Karena itu ada satu orang yang pernah berkata:

“Allah punya satu anak yang tidak pernah berbuat dosa (yaitu Yesus), tetapi Ia tidak punya anak yang tidak pernah menderita!”

 

Kalau kita melihat hidup Yesus sendiri, maka kita melihat bahwa hidupNya ‘turun’ dahulu (menjadi manusia, menderita dan mati, dikuburkan), dan setelah itu baru ‘naik’ (bangkit dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, dan akan datang keduakalinya sebagai Hakim).

 

Karena itu, kalau kita adalah pengikut Kristus, hidup kita juga akan ‘turun’ dulu (mengalami banyak penderitaan, kesukaran dan tantangan di dunia ini), dan setelah itu baru ‘naik’ (mengalami kemuliaan di surga).

 

Bandingkan dengan:

 

Ro 8:18 - Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita..

 

2Kor 4:17 - Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami..

 

Tetapi, para penganut Theologia Kemakmuran itu mem-by-pass jalan yang menurun itu. Mereka mengajarkan bahwa hidup kristen itu enak dan kaya di dunia, dan juga mulia di surga. Hidup mereka adalah hidup tanpa salib!

 

Tetapi bahwa ini bukanlah hidup Kristen, terlihat dengan jelas dari deretan ayat-ayat di atas! Kalau memang hidup kristen itu penuh dengan penderitaan dan kesukaran, maka itu berarti bahwa orang kristen bisa saja menjadi miskin, justru karena ia menjadi kristen dan karena ia hidup sesuai dengan firman Tuhan!

 

f)    Kitab Suci mengandung banyak ayat yang memperingat­kan kita akan bahaya dari kekayaan / keinginan untuk menjadi kaya, seperti:

 

Ul 6:10-12 - “(10) Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu - kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; (11) rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami - dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, (12) maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan..

 

Ul 8:10-18 - “(10) Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikanNya kepadamu itu. (11) Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapanNya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; (12) dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, (13) dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, (14) jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, (15) dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, (16) dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkanNya hatimu dan dicobaiNya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. (17) Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. (18) Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini..

 

Amsal 23:4-5 - “(4) Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. (5) Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali..

 

Pkh 5:9-16 - “(9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. (10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? (11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur. (12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri. (13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya. (14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya. (15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? (16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan..

 

Yer 9:23-24 - “(23) Beginilah firman TUHAN: ‘Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, (24) tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.’.

 

Yeh 7:19 - Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan..

 

Mat 6:19-24 - “(19) Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (21) Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; (23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (24) Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.’.

 

Kata ‘mengabdi’ berasal dari kata Yunani DOULEUEIN - DOULEUO. Kata bendanya adalah DOULOS = budak / hamba!

 

Mat 13:22 - Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah..

 

Mat 19:21-24 - “(21) Kata Yesus kepadanya: ‘Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’ (22) Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (23) Yesus berkata kepada murid-muridNya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (24) Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.’.

 

Luk 6:24 - Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu..

 

Luk 12:16-21 - “(16) Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kataNya: ‘Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. (17) Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. (18) Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. (19) Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! (20) Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? (21) Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.’.

 

Luk 21:34-36 - “(34) ‘Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. (35) Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. (36) Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.’.

 

1Tim 6:6-10 - “(6) Memang ibadah (kesalehan) itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. (7) Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. (8) Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. (9) Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka..

 

1Tim 6:17-19 - “(17) Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. (18) Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi (19) dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”.

 

Yak 1:9-11 - “(9) Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, (10) dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. (11) Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap..

 

Yak 5:1-3 - “(1) Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! (2) Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! (3) Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir..

 

Untuk bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang kerasnya peringatan Kitab Suci terhadap kekayaan, bacalah semua ayat-ayat tersebut di atas!

 

Ayat-ayat Kitab Suci ini jelas memberikan gambaran yang sangat berbeda, bahkan bertentangan, dengan ajaran Theologia Kemakmuran!  Mengapa mereka tidak pernah menyoroti ayat-ayat ini?  Jelas bahwa mereka memang sengaja mengabaikan bagian-bagian Kitab Suci yang tidak sesuai dengan ajaran sesat mereka!

 

 

-bersambung-


 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali