(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 15 Agustus 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
9) Yesus sering berkata ‘imanmu telah menyembuhkan engkau’ (Mat 8:13 Mat 9:22,29). Jadi, ‘tidak sembuh’ menunjukkan ‘tidak beriman’.
Mat 8:13 - “Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: ‘Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.’ Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.”.
Mat 9:22,29 -
“(22)
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: ‘Teguhkanlah hatimu, hai
anakKu, imanmu telah menyelamatkan
engkau.’ Maka sejak saat itu sembuhlah
perempuan itu. ... (29) Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: ‘Jadilah
kepadamu menurut imanmu.’”.
Sanggahan:
a) Kadang-kadang iman memang dijadikan syarat terjadinya mujizat / kesembuhan (Mat 13:58).
Mat 13:58 - “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakanNya di situ.”.
b) Tetapi Yesus maupun rasul-rasul tidak selalu menuntut iman sebagai syarat kesembuhan!
1. Bacalah Yoh 5:1-18, khususnya ay 13! Orang lumpuh itu sudah sembuh, tetapi tidak / belum mengenal Yesus. Jelas bahwa di sini tidak dituntut iman sebagai syarat kesembuhan.
2. Kis 3:1-10 Petrus juga tidak bertanya kepada pengemis yang lumpuh itu apakah ia beriman atau tidak!
3. Dalam 2Raja 5, Naaman jelas tidak beriman, dan boleh dikatakan bahwa tindakannya untuk menuruti Elisa adalah tindakan coba-coba! Tetapi ia toh disembuhkan!
4. Dalam Yoh 11, pada saat Lazarus dibangkitkan, baik ia maupun Maria dan Marta jelas tidak beriman bahwa Yesus akan membangkitkannya.
Jadi, orang tidak berimanpun bisa sembuh kalau Tuhan mau! Yang menentukan bukan iman kita, tetapi kehendak Tuhan!
c) Orang berimanpun tidak selalu sembuh (2Kor 12:7-10 1Tim 5:23 2Tim 4:20). Jadi, jelas bahwa ayat-ayat seperti Mat 8:13 Mat 9:22,29 tidak berlaku umum!
2Kor 12:7-10 - “(7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”.
1Tim 5:23 - “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.”.
2Tim 4:20 - “Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.”.
d) Banyak orang beranggapan bahwa kalau ada orang sakit, lalu orang itu berdoa dalam nama Yesus dengan iman, maka ia pasti disembuhkan. Ini didasarkan pada ayat-ayat seperti Mark 11:22-24 Mat 7:7-10 Yoh 14:13-14 Yoh 15:7b dsb.
Mark 11:22-24 - “(22) Yesus menjawab mereka: ‘Percayalah kepada Allah! (23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. (24) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”.
Mat 7:7-10 - “(7) ‘Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (9) Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, (10) atau memberi ular, jika ia meminta ikan?”.
Yoh 14:13-14 - “(13) dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (14) Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.’”.
Yoh 15:7 - “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”.
Tetapi perlu diingat bahwa pada waktu menafsirkan ayat-ayat seperti Mark 11:22-24 Mat 7:7-10 Yoh 14:13-14 Yoh 15:7b dsb, kita juga harus memperhatikan ayat-ayat seperti 1Yoh 5:14 Mat 7:11 Yoh 15:7a, yang menjadi syarat pengabulan doa, yaitu:
1. Permintaan kita sesuai dengan kehendak / rencana Tuhan (1Yoh 5:14).
1Yoh 5:14 - “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.”.
Bandingkan dengan:
Mat 6:11 - “datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.”.
Mat 26:39 - “(39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: ‘Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’ ... (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kataNya: ‘Ya BapaKu jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu!’ ... (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.”.
Ingat juga bahwa beriman pada sesuatu yang bukan kehendak Tuhan, tidak bisa dikatakan beriman!
2. Yang kita minta itu merupakan sesuatu yang baik dalam pandangan Tuhan (Mat 7:11).
Mat 7:11 - “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.’”.
3. Kita tinggal dalam Yesus, dan firman Tuhan tinggal dalam kita (Yoh 15:7a).
Yoh 15:7 - “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”.
Dengan kata lain, kita dekat dengan Tuhan dan tunduk pada firman Tuhan.
e) Kalau seseorang berdoa untuk kesembuhan orang sakit, dan orang sakit itu tidak sembuh, bisa saja yang tidak / kurang beriman bukanlah si sakit tetapi si penyembuh.
Ini terjadi dalam Mat 17:14-20. Pada waktu itu ada seseorang yang anaknya sakit ayan (ini terjadi karena kerasukan setan - bdk. Mark 9:17-18). Ia membawa anak itu kepada murid-murid Yesus, tetapi ternyata murid-murid itu tidak bisa menyembuhkan anak itu / mengusir setannya. Setelah anak itu dibawa kepada Yesus, maka barulah setannya bisa diusir dan anak itu disembuhkan. Waktu murid-murid bertanya mengapa mereka tidak bisa mengusir setan itu, Yesus berkata: ‘Karena kamu kurang percaya’ (Mat 17:20).
Mat 17:14-20 - “(14) Ketika Yesus dan murid-muridNya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, (15) katanya: ‘Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. (16) Aku sudah membawanya kepada murid-muridMu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.’ (17) Maka kata Yesus: ‘Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!’ (18) Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. (19) Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: ‘Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?’ (20) Ia berkata kepada mereka: ‘Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”.
Tetapi ingat bahwa cerita ini tidak boleh diartikan seakan-akan setiap kali seseorang gagal menyembuhkan orang sakit, itu menunjukkan bahwa ia tidak / kurang beriman. Bisa saja orang sakit itu tidak sembuh, bukan karena orang yang mendoakannya kurang beriman, tetapi karena Tuhan memang tidak menghendaki kesembuhan itu.
10) Yesus menyuruh kita menyembuhkan orang sakit (Mat 10:5-8).
Mat 10:5-8 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”.
Sanggahan:
Perintah ini hanya diberikan untuk rasul-rasul pada saat itu! Ini terlihat dari:
a) Mereka disuruh memberitakan Injil hanya kepada orang Yahudi. Bandingkan dengan Mat 28:19 yang menyuruh kita menjadikan semua bangsa murid Kristus.
Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”.
b) Mereka disuruh ‘membangkitkan orang mati’ (Mat 10:8). Ini jelas bukan perintah untuk kita!
c) Pada saat itu mereka tidak boleh membawa bekal (Mat 10:9-10). Bandingkan ini dengan Luk 22:35-36 dimana mereka boleh membawa bekal.
Mat 10:9-10 - “(9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. (10) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.”.
Luk 22:35-36 - “(35) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?’ (36) Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.”.
11) Mark 16:17-18 mengatakan bahwa menyembuhkan orang sakit adalah tanda orang beriman.
Mark 16:17-18 - “(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.’”.
Sanggahan:
a) Mark 16:17-18 terletak dalam kontext Mark 16:9-20 yang diperdebatkan keasliannya. Untuk jelasnya lihat pelajaran Kharismatik 6 (‘Haruskah kita berbahasa Roh?’) - pada no 12.
b) Mark 16:17-18 menyebutkan bahwa tanda orang beriman bukan hanya menyembuhkan orang sakit, tetapi juga minum racun / memegang ular tanpa celaka dsb. Kalau orang Kharismatik mau menggunakan ayat ini secara konsekwen, maka mereka juga harus berani melakukan hal ini / bisa mengalami hal ini!
12) Mat 8:16-17 bdk. Yes 53:4-5.
Mat 8:16-17 - “(16) Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. (17) Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ‘Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.’”.
Kesembuhan jasmani yang Yesus lakukan, oleh Matius dihubungkan dengan nubuat nabi Yesaya yang berbunyi: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”.
Yes 53:4-5 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”.
Sanggahan:
a) ‘Penyakit’ / ‘kesembuhan’ dalam Yes 53:4-5 itu bersifat jasmani atau rohani? Ada 2 pandangan:
1. Jasmani dan rohani.
Tetapi bagaimanapun, penyempurnaan jasmani terjadi pada akhir jaman (2Kor 4:16 1Kor 15:43-44).
2Kor 4:16 - “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”.
1Kor 15:43-44 - “(43) Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. (44) Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.”.
2. Hanya rohani. Jadi, ‘penyakit’ menunjuk pada dosa.
a. Baca kontex Yes 53!
Yes 53:4-12 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.
(1) Ay 5: ‘pemberontakan’, ‘kejahatan’.
(2) Ay 6: ‘sesat seperti domba’, ‘mengambil jalannya sendiri’, ‘kejahatan’.
(3) Ay 8: ‘pemberontakan’.
(4) Ay 10: ‘korban penebus salah’.
(5) Ay 11: ‘kejahatan’.
(6) Ay 12: ‘dosa’.
Jadi jelas bahwa kontex Yes 53 adalah rohani!
b. Untuk lebih jelas tentang kontex, baca juga Yes 1:4-6!
Yes 1:4-6 - “(4) Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia. (5) Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. (6) Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.”.
Dosa-dosa dalam ay 4 digambarkan sebagai penyakit jasmani dalam ay 6.
c. Bandingkan juga dengan 1Pet 2:22-25, dimana Petrus mengutip Yes 53 ini! Ia jelas menerapkan pada dosa / penyakit rohani!
1Pet 2:22-25 - “(22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya. (23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh. (25) Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.”.
b) Kalau Yes 53 itu memang tentang penyakit rohani (dosa), lalu mengapa Matius mengutip Yes 53:4 dan menerapkannya pada kesembuhan jasmani dalam Mat 8:17?
Jawabnya: karena Yesus sering melakukan sesuatu yang bersifat jasmani untuk mengajar suatu kebenaran rohani. Ini bukan suatu pengallegorian!
F. F. Bruce: “The visible operation of His healing power was the evident token of His forgiving power (Mk. 2:10 f.). So, then, all the miracles of healing are in a sense parables of the soul’s deliverance from sin, and therefore the prominent place they occupy in the Gospel story is amply justified.” [= Pekerjaan yang bisa dilihat dari kuasaNya yang menyembuhkan merupakan tanda yang jelas dari kuasa mengampuniNya (Mark 2:10-dst). Maka, semua mujijat-mujijat kesembuhannya dalam arti tertentu adalah perumpamaan-perumpamaan tentang pembebasan jiwa dari dosa, dan karena itu tempat yang menonjol yang mereka tempati dalam cerita Injil dibenarkan secara cukup.] - ‘The New Testament Documents: Are They Reliable?’, hal 70.
Calvin (tentang Yes 53:4): “Matthew quotes this prediction, after having related that Christ cured various diseases; though it is certain that he was appointed not to cure bodies, but rather to cure souls; for it is of spiritual disease that the Prophet intends to speak. But in the miracles which Christ performed in curing bodies, he gave a proof of the salvation which he brings to our souls. That healing had therefore a more extensive reference than to bodies, because he was appointed to be the physician of souls; and accordingly Matthew applies to the outward sign what belonged to the truth and reality.” [= Matius mengutip ramalan ini, setelah menceritakan bahwa Kristus menyembuhkan bermacam-macam penyakit; sekalipun sudah tentu bahwa Ia ditetapkan bukan untuk menyembuhkan tubuh, tetapi untuk menyembuhkan jiwa; karena adalah penyakit rohanilah yang dibicarakan oleh sang nabi. Tetapi dalam mujijat-mujijat yang dilakukan Kristus dalam menyembuhkan tubuh, Ia memberi suatu bukti tentang keselamatan yang Ia bawa kepada jiwa kita. Karena itu kesembuhan itu mempunyai hubungan yang lebih luas dengan jiwa dari pada tubuh, karena Ia ditetapkan sebagai dokter untuk jiwa; dan sesuai dengan itu Matius menerapkan pada tanda lahiriah apa yang termasuk pada kebenaran dan kenyataan.] - hal 115.
Calvin (tentang Mat 8:17): “This prediction has the appearance of being inappropriate, and even of being tortured into a meaning which it does not bear: for Isaiah does not there speak of miracles, but of the death of Christ, - and not of temporal benefits, but of spiritual and eternal grace. Now, what is undoubtedly spoken about the impurities of the soul, Matthew applies to bodily diseases. The solution is not difficult, if the reader will only observe, that the Evangelist states not merely the benefit conferred by Christ on those sick persons, but the purpose for which he healed their diseases. They experienced in their bodies the grace of Christ, but we must look at the design: for it would be idle to confine our view to a transitory advantage, as if the Son of God were a physician of bodies. What then? He gave sight to the blind, in order to show that he is ‘the light of the world,’ (John 8:12.) He restored life to the dead, to prove that he is ‘the resurrection and the life,’ (John 11:25.) Similar observations might be made as to those who were lame, or had palsy. Following out this analogy, let us connect those benefits, which Christ bestowed on men in the flesh, with the design which is stated to us by Matthew, that he was sent by the Father, to relieve us from all evils and miseries.” [= Ramalan ini kelihatannya tidak pantas, bahkan terlihat dipaksa untuk memiliki arti yang tidak sesuai: karena Yesaya tidak berbicara tentang mujizat, melainkan tentang kematian Kristus - dan bukan tentang manfaat duniawi / sementara, melainkan tentang kasih karunia rohani dan kekal. Sekarang, apa yang tanpa keraguan diucapkan tentang kekotoran jiwa, Matius menerapkannya pada penyakit fisik. Solusinya tidak sulit, jika pembaca mengamati bahwa sang Penginjil tidak hanya menyatakan manfaat yang diberikan oleh Kristus kepada orang-orang sakit itu, tetapi juga tujuan untuk apa Dia menyembuhkan penyakit mereka. Mereka mengalami kasih karunia Kristus dalam tubuh mereka, tetapi kita harus melihat tujuannya: karena akan sia-sia membatasi pandangan kita pada keuntungan yang bersifat sementara, seolah-olah Anak Allah adalah seorang tabib dari tubuh. Lalu, apa? Dia memberi penglihatan kepada orang buta, untuk menunjukkan bahwa Dia adalah ‘terang dunia’ (Yoh 8:12). Dia menghidupkan orang mati, untuk membuktikan bahwa Dia adalah ‘kebangkitan dan hidup’ (Yoh 11:25). Pengamatan serupa bisa dibuat tentang orang yang lumpuh atau lumpuh sebagian / tremor. Mengikuti analogi ini, mari kita hubungkan manfaat-manfaat itu, yang diberikan Kristus kepada manusia dalam daging, dengan tujuan yang dinyatakan kepada kita oleh Matius, bahwa Dia diutus oleh Bapa, untuk melegakan kita dari semua kejahatan dan penderitaan.] - hal 251.
Contoh:
1. Ia mencelikkan mata orang buta dalam Yoh 9. Ini mengilustrasikan diriNya sebagai Terang dunia (Yoh 9:5).
Yoh 9:5 - “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.’”.
2. Ia membangkitkan orang mati / Lazarus (Yoh 11). Lalu Ia mengajar bahwa Ia adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25-26).
Yoh 11:25-26 - “(25) Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’”.
3. Ia melipat gandakan roti (Yoh 6), lalu Ia mengajar bahwa Ia adalah Roti Hidup (Yoh 6:35).
Yoh 6:35 - “Kata Yesus kepada mereka: ‘Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.”.
Dalam Mat 8 juga demikian. Ia menyembuhkan secara jasmani (Mat 8:15-16) untuk menunjukkan diriNya sebagai penyembuh rohani / dosa (Mat 8:17 bdk. Yes 53:4-5).
Jadi, sebetulnya sekalipun Mat 8:15-16 berbicara tentang kesembuhan / penyakit jasmani, tetapi Mat 8:17 berbicara tentang kesembuhan / penyakit secara rohani, yaitu dosa. Karena itu Matius lalu menganggap ini sebagai penggenapan dari Yes 53:4-5!
1) Kesembuhan illahi itu ada!
2) Tetapi ajaran yang mengatakan bahwa orang Kristen harus sembuh:
a) Bertentangan dengan Alkitab.
Saya ingin menambahkan satu text Kitab Suci di sini.
Yes 56:4-5 - “(4) Sebab beginilah firman TUHAN: ‘Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari SabatKu dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjianKu, (5) kepada mereka akan Kuberikan dalam rumahKu dan di lingkungan tembok-tembok kediamanKu suatu tanda peringatan dan nama - itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan - , suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.”.
Orang-orang kebiri ini tentu tidak bisa mempunyai anak. Pada saat mereka bertobat, dan taat kepada Tuhan, mereka diberi janji berkat, tetapi bukan dalam arti akan mempunyai anak! Jadi, mereka tidak disembuhkan dari keadaan tidak bisa mempunyai anak itu!
b) Bertentangan dengan fakta / realita.
1. Jelas sekali bahwa banyak orang Kristen yang sakit!
Bahkan para penyembuhnya sering memakai kaca mata. Apakah itu bukan penyakit? Apa bedanya penyakit yang disebabkan oleh bakteri / kuman / virus dan penyakit yang disebabkan oleh usia tua? Bukankah semua itu sama-sama masuk ke dalam dunia karena dosa Adam?
2. Para penyembuh itu sendiri juga pergi ke dokter / dokter gigi, sekalipun banyak yang pergi secara diam-diam! Bukankah ini adalah kepalsuan dan kemunafikan yang terkutuk?
3. Covid 19 sudah membuktikan bahwa penyembuh-penyembuh ini adalah pembual semuanya!
Tetapi perlu saya tekankan di sini, supaya orang-orang kristen tidak jatuh pada extrim sebaliknya, yang juga salah dan merugikan, yaitu ‘terlalu cepat menyerah dalam mengharapkan kesembuhan / berdoa untuk suatu kesembuhan’.
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali