Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 8 Agustus 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kharismatik 10a

 

HARUSKAH kita SEMBUH DARI SAKIT?(1)

 

Banyak orang Kharismatik yang beranggapan bahwa orang Kristen tidak boleh sakit atau bahwa orang Kristen harus sembuh dari semua penyakit!

 

Alasan-alasan dan Sanggahannya:

 

1)   Dalam Kitab Suci, baik Yesus maupun rasul-rasul selalu menyembuhkan semua orang sakit (Mat 4:23,24  Kis 5:15-16, dsb).

 

Mat 4:23-24 - “(23) Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (24) Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.”.

 

Kis 5:15-16 - “(15) bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. (16) Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.”.

 

Sanggahan:

 

Dalam Kitab Suci, baik Yesus maupun rasul-rasul tidak selalu menyembuhkan semua orang sakit. Ada banyak orang yang tidak disembuhkan.

 

a)   Dalam Yoh 5:1-18 ada banyak orang sakit, tetapi hanya satu yang disembuh­kan oleh Yesus, yaitu orang yang lumpuh selama 38 tahun.

 

Yoh 5:1-9 - “(1) Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. (2) Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya (3) dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, [yang menantikan goncangan air kolam itu. (4) Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.] (5) Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. (6) Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: ‘Maukah engkau sembuh?’ (7) Jawab orang sakit itu kepadaNya: ‘Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.’ (8) Kata Yesus kepadanya: ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.’ (9) Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat..

 

b)   Dalam 1Tim 5:23  dan 2Tim 4:20, Timotius dan Trofimus sakit, tetapi Paulus tidak menyembuhkan mereka.

 

1Tim 5:23 - Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah..

 

2Tim 4:20 - Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus..

 

c)   Dalam 2Kor 12:7-10, Paulus sendiri mengalami ‘duri dalam daging’. Sekalipun tidak jelas dengan apa yang dimaksud dengan ‘duri dalam daging’ itu, tetapi rasa-rasanya tidak bisa tidak istilah ini menunjuk pada suatu penyakit jasmani yang menyakitkan. Untuk ini Paulus berdoa sebanyak tiga kali, tetapi Tuhan tidak menyembuhkan dia!

 

2Kor 12:7-10 - “(7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”.

 

e)   Dalam Luk 5:15-16 banyak orang datang kepada Yesus untuk disembuhkan, tetapi Yesus tidak menyembuhkan mereka, sebaliknya Yesus meninggalkan mereka.

 

Luk 5:15-16 - “(15) Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepadaNya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. (16) Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa..

 

f)    Dalam Luk 4:27 Yesus berkata bahwa pada jaman nabi Elisa ada banyak orang sakit kusta di Israel, tetapi mereka tidak ditahirkan seperti Naaman.

 

Luk 4:27 - Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.’.

 

2)         Penyakit itu dari setan, dan orang Kristen harus menang atas setan.

 

Sanggahan:

 

a)   Penyakit pertama kali masuk ke dalam dunia sebagai hukuman dari Tuhan (bukan dari setan!) atas dosa manusia.

 

b)   Setan memang bisa memberi penyakit, tetapi hanya kalau Tuhan mengijinkan (Ayub 1-2  2Kor 12:7-10).

 

2Kor 12:7-10 - “(7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”.

 

c)   Tidak semua penyakit datang dari setan. Misalnya: Kej 48:1. Juga kalau dalam Mat 4:24 terlihat bahwa ‘orang yang menderita pelbagai penyakit’ dibedakan dari ‘orang yang kerasukan’. Demikian juga dalam Mat 10:1,8.

 

Kej 48:1 - Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: ‘Ayahmu sakit!’ Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim..

 

Mat 4:24 - Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka..

 

Mat 10:1,8 - “(1) Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. ... (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma..

 

d)   Menang atas setan tidak harus diwujudkan melalui kesembuhan. Kalau seseorang tetap sakit, tetapi dalam sakitnya ia tetap setia kepada Tuhan dan hidup bagi Tuhan, apakah ia tidak menang atas setan?

 

3)   Penyakit itu disebabkan oleh dosa. Karena itu kalau seseorang bertobat ia pasti sembuh dari penyakit!

 

Sanggahan:

 

a)   Penyakit pertama masuk ke dalam dunia memang karena dosa Adam dan Hawa.

 

Kej 3:16-19 - “(16) FirmanNya kepada perempuan itu: ‘Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.’ (17) Lalu firmanNya kepada manusia itu: ‘Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: (18) semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; (19) dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.’”.

 

b)   Memang ada orang-orang yang sakit sebagai akibat langsung dari dosa mereka (bdk. Maz 107:17-18  2Raja 5:27).

 

Maz 107:17-18 - “(17) Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; (18) mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut..

 

2Raja 5:26-27 - “(26) Tetapi kata Elisa kepadanya: ‘Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, (27) tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.’ Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.”.

 

c)   Tetapi tidak semua orang sakit sebagai akibat langsung dari dosanya (Kej 48:1  Ayub 1-2  2Kor 12:7-10  Fil 2:25-27  1Raja 14;1,12,13  Yoh 9:1-3).

 

Kej 48:1 - Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: ‘Ayahmu sakit!’ Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim..

 

Fil 2:25-27 - “(25) Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. (26) Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. (26) Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.”.

 

1Raja 14;1,12,13 - “(1) Pada waktu itu Abia, anak Yerobeam, jatuh sakit. ... (12) Tetapi bangunlah dan pulang ke rumahmu. Pada saat kakimu melangkah masuk kota, anak itu akan mati. (13) Seluruh Israel akan meratapi dia dan menguburkan dia, sebab hanya dialah dari pada keluarga Yerobeam yang akan mendapat kubur, sebab di antara keluarga Yerobeam hanya padanyalah terdapat sesuatu yang baik di mata TUHAN, Allah Israel..

 

Yoh 9:1-3 - “(1) Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. (2) Murid-muridNya bertanya kepadaNya: ‘Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?’ (3) Jawab Yesus: ‘Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia..

 

d)   Orang percaya baru bisa bebas dari penyakit sebagai akibat dosa, pada saat ia masuk ke surga.

 

4)   Yesus sudah mati menebus tubuh dan jiwa / roh kita. Karena itu kalau seseorang percaya Yesus / menjadi orang kristen, maka bukan saja dosanya diampuni, tetapi ia juga harus sembuh dari semua penyakit jasmani.

 

Sanggahan:

 

a)   Memang Yesus mati untuk menebus kita secara keseluruhan (tubuh + jiwa / roh).

 

b)   Memang orang yang percaya kepada Yesus langsung diampuni dosa-dosanya pada saat ia percaya, tetapi:

 

1.   Ia baru mengalami penyempurnaan jiwa / roh pada saat ia mati (Ibr 12:23). Pada saat sudah mengalami penyempurnaan jiwa / roh, maka ia tidak lagi bisa berbuat dosa. Tetapi sebelum saat itu, ia belum disempurnakan, sehingga masih bisa berbuat dosa (penyakit rohani).

 

2.   Ia baru mengalami penyempurnaan tubuh pada akhir jaman / hari kebangkitan. Pada saat sudah mengalami penyempurnaan tubuh, maka ia tidak lagi bisa mengalami penyakit, penderitaan, kematian, dsb (Wah 7:16  21:4).

 

Wah 7:16 - Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi..

 

Wah 21:4 - Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.’.

 

Tetapi sebelum saat itu, ia belum disempurnakan, sehingga masih bisa sakit (penyakit jasmani).

 

Perhatikan bahwa dalam 2Kor 4:16 Paulus berkata bahwa “manusia lahiriah kami semakin merosot” (maksudnya tentu dalam kesehatan / kekuatan).

 

2Kor 4:16 - Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari..

 

Dan dalam 1Kor 15:43, ia mengkontraskan tubuh jasmani kita yang sekarang ini dengan tubuh kebangkitan nanti dengan berkata: “Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.”.

 

5)   Allah itu Mahakuasa dan karena itu Ia pasti bisa menyembuhkan anakNya yang sakit!

 

Sanggahan:

 

Allah memang mahakuasa sehingga pasti bisa menyembuhkan, tetapi Ia belum tentu mau menyembuh­kan.

 

Banyak orang beranggapan bahwa Allah pasti mau menyembuhkan kita karena adalah sesuatu yang baik kalau kita itu sehat. Orang-orang ini perlu mengingat bahwa pikiran Allah dan pikiran kita berbeda seperti langit dengan bumi (Yes 55:8-9)!

 

Yes 55:8-9 - “(8) Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu..

 

Dalam 2Kor 12:7-10, Paulus sendiri berdoa supaya duri dalam dagingnya diangkat, tetapi ia tidak disembuhkan! Allah tidak mau menyembuhkan Paulus, karena penyakit Paulus justru akan menyebabkan Paulus bersandar kepada Tuhan sehingga kuasa Allah bisa mengalir melalui Paulus. Dengan kata lain, dari sudut Allah, penyakit Paulus ini membawa kebaikan baginya dan bagi pelayanannya. Bagi kitapun hal seperti ini bisa terjadi. Kadang-kadang Allah tidak mau menyembuhkan kita karena Ia mempunyai maksud tertentu, yang tentunya berguna untuk kemuliaanNya dan juga untuk kebaikan kita sendiri (bdk. Ro 8:28).

 

6)         Allah tidak menghendaki orang sakit.

Dalam bukunya yang berjudul ‘Jangan Batasi Allah Bila Ingin Bahagia-Sejahtera’, hal 33-34, Morris Cerullo berkata sebagai berikut:

“Baiklah saya nyatakan kepada anda sekarang juga, bahwa bukanlah kehendak Allah agar anda menderita sakit. Allah tidak menghendaki manusia itu menderita. Bukanlah kehendak Allah anda harus menderita lapar atau dilanda kemiskinan. Kehendak Tuhan ialah mencurahkan berkatNya atas diri anda dan memenuhi segala kebutuhan anda. Tuhan menghendaki agar anda dapat hidup sehat, berbahagia dan serba berkecukupan.”.

 

Ia lalu mengutip 3Yoh 2 dan Mat 8:7 untuk mendukung pandangannya ini.

 

3Yoh 2 - Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja..

 

Mat 8:7 - Yesus berkata kepadanya: ‘Aku akan datang menyembuhkannya.’.

 

Sanggahan:

 

a)   Kata-kata Yesus dalam ayat-ayat seperti Mat 8:3,7 dsb tidak berlaku umum, sama seperti kata-kataNya dalam Mat 14:29 (waktu Ia menyuruh Petrus berjalan di atas air) dan dalam Yoh 11:23,40,43 (kata-kataNya berhubungan dengan kebangkitan Lazarus) juga tidak berlaku umum!

 

Jadi, untuk orang-orang tertentu Ia memang bersedia menyembuhkan, tetapi untuk orang-orang lain bisa saja Ia tidak bersedia menyembuhkan, karena Ia mempunyai tujuanNya sendiri!

 

b)   3Yoh 2 adalah suatu salam yang jelas tidak bisa diartikan bahwa Allah tidak menghendaki seorangpun sakit!

 

c)   Orang-orang Kharismatik sering menyalah-artikan kata ‘baik’, ‘berkat’, dsb, karena mereka menafsirkan ‘baik’ dan ‘berkat’ itu sebagai ‘baik’ dan ‘berkat’ menurut pandangan manusia.

Tuhan memang pasti memberi berkat / hal-hal yang baik kepada anak-anakNya (Mat 7:11  Yak 1:17).

 

Mat 7:11 - “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.’.

 

Yak 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran..

 

Tetapi yang dimaksud dengan ‘baik’ dan ‘berkat’ adalah ‘baik’ dan ‘berkat’ dalam pandangan Allah!

 

Lagi-lagi perlu diingat bahwa pikiran / rencana Allah berbeda seperti langit dengan bumi dibanding piki­ran / rencana kita (Yes 55:8-9).

 

Yes 55:8-9 - “(8) Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu..

 

Allah bisa memberi berkat / hal yang baik melalui hal-hal yang bagi kita kelihatannya tidak baik, seperti penyakit dan penderitaan (2Kor 12:7-10  2Kor 1:8-9  Fil 1:12  bdk. Ro 8:28).

 

2Kor 1:8-9 - “(8) Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. (9) Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati..

 

Fil 1:12-14 - “(12) Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, (13) sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. (14) Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut..

 

Illustrasi: Kalau saudara membawa anak saudara ke dokter, dan anak itu harus disuntik, maka saudara merelakan anak itu menderita sakit, karena semua itu adalah untuk kebaikannya sendiri. Lalu mengapa Tuhan tidak boleh membiarkan kita sakit / menderita, kalau semua itu adalah untuk kebaikan kita?

 

7)         Allah menjanjikan kesehatan (Kel 15:26).

 

Kel 15:26 - firmanNya: ‘Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mataNya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.’.

 

Sanggahan:

 

a)   Janji itu hanya berlaku untuk bangsa Israel pada saat itu. Itupun dengan syarat, mereka taat total (Kel 15:26).

 

b)   Ada perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Dalam Perjanjian Lama, ada banyak janji berkat jasmani yang berkelimpahan (Ul 28:1-14  Mal 3:10-12), tetapi dalam Perjanjian Baru tidak! (bdk. Mat 6:11,25-34).

 

Mal 3:10-12 - “(10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (11) Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (12) Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.”.

 

Mat 6:11,25-34 - “(11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ... (25) ‘Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (26) Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (27) Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (28) Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, (29) namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. (30) Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (31) Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? (32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (33) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (34) Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.’.

 

Karena apa? Karena dalam Perjanjian Lama belum ada salib! Jadi mereka sukar melihat kasih Allah, kecuali ada berkat jasmani yang berkelimpahan. Tetapi bagi orang-orang Perjanjian Baru, karena salib yang merupakan puncak pernyataan kasih Allah sudah terjadi, maka sekalipun tidak ada berkat jasmani yang berkelimpahan, tetap bisa melihat kasih Allah melalui salib itu!

 

Jadi, sekalipun kita sakit, kita tetap bisa yakin bahwa Allah mengasihi kita. Buktinya Ia mau menjadi manusia dan mati bagi kita dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus (Ro 5:8).

 

Ro 5:8 - Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa..

 

8)         Orang Kristen yang sakit memalukan Tuhan.

 

Sanggahan:

 

a)   Ini lagi-lagi salah pengertian tentang istilah ‘memalukan / memuliakan Tuhan’. Kalau orang Kristen sakit dikatakan memalukan Tuhan; itu karena mereka menilai Tuhan seakan-akan Tuhan itu adalah manusia.

 

b)   Orang kristen yang sakit tidak memalukan Tuhan. Ini terlihat dari Paulus yang pada waktu mengalami duri dalam daging bukan saja tidak memalukan Tuhan, tetapi akhirnya justru membawa kemu­liaan bagi Tuhan (2Kor 12:7-10).

 

Memang kalau ada orang yang sehat dan kaya bisa percaya kepada Tuhan, hidup sesuai kehendak Tuhan, setia kepada Tuhan dsb, maka ini tentu memuliakan Tuhan. Tetapi kalau ada orang yang sakit, miskin, dan menderita terus menerus, dan dalam kondisi seperti itu ia bisa tetap percaya kepada Tuhan, hidup sesuai kehendak Tuhan, dan setia kepada Tuhan, maka tentu peristiwa ini akan lebih memuliakan Tuhan!

 

c)   Yang memalukan Tuhan ialah kalau kita sebagai anak-anakNya berbuat dosa. Ini terlihat dari:

 

1.   Mat 5:16 mengatakan bahwa perbuatan baik kita memuliakan Bapa di sorga. Secara implicit ini menunjukkan bahwa dosa kita memalukan Allah.

 

Mat 5:16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.’.

 

2.   Dalam Wah 3:18, kata-kata ‘ketelanjanganmu yang memalukan’ jelas menunjuk pada dosa-dosa mereka yang memalukan Allah.

 

Wah 3:18 - maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari padaKu emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat..

 

Karena itu Paulus / Kitab Suci memberi peraturan bahwa orang Kristen yang berdosa (dosa sengaja terhadap mana ia tidak mau bertobat) harus dikucilkan (1Kor 5:1-13).

 

d)   Baca juga 1Kor 1:25-29 - “(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”.

 

Text Kitab Suci ini tidak mengatakan bahwa Allah malu karena orang-orang yang lemah, bodoh, tidak terpandang, dsb! Ia bahkan memilih mereka untuk mempermalukan orang berhikmat, kuat, dsb. Kalau Allah tidak malu karena orang kristen yang bodoh, lemah, tak terpandang, dsb, mungkinkah Ia malu karena orang kristen yang sakit?

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali