Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 11 Juni 2024, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Roma Katolik

 

vs

 

Kristen Protestan (10a)

 

SAKRAMEN(1)

 

Kristen hanya mempunyai 2 sakramen yaitu:

1)         Baptisan.

2)         Perjamuan Kudus.

 

Tetapi Roma Katolik mempunyai 7 sakramen yaitu:

1)         Baptisan / permandian.

2)         Confirmation / penguatan.

3)         Eucharist / Komuni / Perjamuan.

4)         Penance / Pengakuan Dosa.

5)         Extreme Unction / Perminyakan (untuk orang yang mau mati).

6)         Orders / Imamat (untuk orang yang mau menjadi hamba Tuhan).

7)         Marriage / pernikahan.

 

Catatan: No 1-5 diharuskan, tetapi no 6 & 7 pilihan, artinya  hanya bisa diterima salah satu. Yang menjadi hamba Tuhan tidak boleh menikah, dan yang menikah tidak boleh menjadi hamba Tuhan.

 

KGK no 1113,1117,1210.

 

 

1113-1130, 1131-1134.

 

(https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf)

 

 

I) Istilah ‘Sakramen’:

 

1)   Istilah ini tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi ajarannya ada. Band­ingkan dengan istilah ‘Tritunggal’ yang juga tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi ajarannya jelas sekali ada.

 

2)   Dahulu istilah ini berarti: Uang yang didepositkan oleh satu pihak dalam perkara hukum.

 

3)   Istilah ‘sacramentum’ (bahasa Latin) menunjukkan suatu sumpah setia yang dilakukan oleh  seorang tentara.

 

4)   Istilah ini lalu digunakan oleh gereja untuk upacara-upacara keaga­maan.

 

https://www.etymonline.com/word/sacrament

 

https://en.wikipedia.org/wiki/Sacrament

 

II) Syarat-syarat Sakramen:

 

Supaya tidak segala sesuatu dianggap sebagai sakramen, maka perlu batasan-batasan / syarat-syarat sehinggga suatu hal itu bisa disebut sebagai sakramen. Syaratnya:

 

1)   Diperintahkan oleh Kristus / Allah sendiri.

 

KGK no 1114.

 

2)   Ada visible sign (= tanda yang bisa dilihat).

 

3)   Ada invisible grace (= kasih karunia yang tidak kelihatan) yang dilambangkan oleh visible sign tersebut.

 

Berdasarkan syarat-syarat ini, maka dalam Perjanjian Lama hanya Sunat dan Perjamuan Paskah yang dianggap sebagai sakramen, dan dalam Perjanjian Baru hanya Baptisan dan Perjamuan Kudus yang dianggap sebagai sakramen.

 

Albert H. Freundt Jr.: “These sacraments are the effects of the work of Christ, continuing in history his atoning suffering and death and applying their benefits to the individual. They were considered objective acts of divine grace - that is, they conferred in and of themselves God’s benefits upon those who received them, regardless of the character of the priest who administered them or the person who received them.” [= Sakramen-sakramen ini adalah hasil dari pekerjaan Kristus, yang terus berlanjut dalam sejarah dengan penderitaan dan kematianNya yang menebus dosa, serta menerapkan manfaatnya kepada individu. Mereka dianggap sebagai tindakan obyektif dari kasih karunia ilahi - yaitu, sakramen-sakramen ini sendiri memberikan manfaat dari Tuhan kepada mereka yang menerimanya, terlepas dari karakter imam / pastor yang melaksanakannya atau orang yang menerimanya.] - ‘History of Modern Christianity’, hal 4.

 

Catatan: tidak adanya ayat-ayat Kitab Suci yang mengajarkan syarat-syarat sakramen seperti di atas, menyebabkan hal ini memang tidak bisa diterima secara mutlak. Karena itu, dalam pembahasan 7 sakramen Roma Katolik, saya tidak terlalu menekankan apakah itu sakramen atau bukan, tetapi saya lebih menekankan arti dari hal yang dianggap sebagai sakramen itu.

 

III) Sejarah singkat 7 Sakramen:

 

1)   Sampai lebih dari 1000 tahun sesudah Kristus tidak pernah ada orang yang mengajar bahwa ada 7 sakramen.

 

2)   Orang yang pertama yang mengajarkan adanya 7 sakramen adalah Peter Lombard (1100-1164).

 

3)   Pada tahun 1439 Council of Florence menetapkan 7 sakramen itu.

 

4)   Akhirnya Council of Trent mengutuk orang yang menambahi atau mengurangi 7 sakramen itu dengan kata-kata sebagai berikut:

“If any one saith that the sacraments of the New Law were not instituted by Jesus Christ, our Lord; or that they are more, or less, than seven, to wit, baptism, confirmation, the eucharist, penance, extreme unction, orders, and matrimony; or even that any one of these seven is not truly and properly a sacrament, let him be anathema.” [= Jika seorang berkata bahwa sakramen-sakramen dari Hukum Baru tidak diadakan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita; atau bahwa sakramen-sakramen itu ada lebih, atau kurang, dari tujuh, yaitu, baptisan, penguatan, komuni, pengakuan dosa, perminyakan, imamat, dan pernikahan, atau bahkan bahwa salah satu dari tujuh sakramen ini tidak sungguh-sungguh dan benar-benar sakramen, biarlah ia terkutuk.].

 

Semua ini saya ambil dari buku Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 189.

 

IV) Pembahasan 7 Sakramen Roma Katolik:

 

1) Baptisan:

 

Roma Katolik mempercayai dan mengajarkan bahwa:

 

a)   Baptisan bukan sekedar merupakan simbol / tanda lahiriah tetapi merupakan cara untuk melahirbarukan seseorang.

 

KGK no 1212,1213,1215,1250,1262,1270.

 

Ini menyebabkan orang itu lalu bisa taat kepada Allah.

 

b)   Baptisan itu memberikan pengampunan atas dosa-dosa yang lalu, baik dosa asal maupun dosa perbuatan, dan membuat orang yang dibaptis dibenarkan.

 

KGK no 1263,1264,1265,1266.

 

c)   Baptisan menjadikan orang yang dibaptis itu anggota tubuh Kristus.

 

KGK no 1267.

 

d)   Baptisan ini mutlak perlu untuk keselamatan:

 

1.   Orang yang tidak dibaptis (bayi sekalipun) tidak mungkin masuk surga. Ajaran bahwa bayi yang tidak dibaptis tidak bisa masuk surga, banyak ditentang sehingga Roma Katolik lalu menciptakan dok­trin tentang Limbus Infantum (tempat netral antara surga dan neraka untuk bayi-bayi yang mati sebelum dibaptis).

 

Catatan: doktrin ini bukan doktrin resmi.

https://www.britannica.com/topic/limbo-Roman-Catholic-theology

 

Bdk. KGK no 1283.

 

2.   Kemutlakan baptisan ini menyebabkan:

 

a.   Adanya baptisan sebelum lahir (prenatal baptism).

 

b.   Adanya baptisan untuk orang yang sudah koma (Saya bahkan pernah mendengar tentang adanya baptisan terhadap orang yang sudah mati).

Kalau mereka membaptis orang yang koma, maka ada wakil yang memberikan jawaban terhadap pertanyaan dari pastor / si pembaptis, dan berdasarkan jawaban si wakil itu, orang koma itu lalu dibaptis.

 

c.   Ini dijadikan satu-satunya sakramen yang boleh dilakukan oleh sembarang orang, bahkan yang non Katolik (perempuan sekalipun).

 

Albert H. Freundt Jr.: “Since baptism was essential for salvation, this is the one sacrament which could be performed by a layman in an emergency, even by a woman.” [= Karena baptisan dianggap mutlak perlu untuk keselamatan, ini adalah satu-satunya sakramen yang dapat dilakukan oleh orang awam dalam keadaan darurat, bahkan oleh seorang perempuan.] - ‘History of Modern Christianity’, hal 4.

 

KGK no 1256,1284.

 

3.   Ada perkecualian dalam kemutlakan baptisan untuk keselamatan ini, yaitu:

a.         Orang yang ingin dibaptis, tetapi tidak sempat dibaptis.

b.         Orang yang mati demi iman (mati syahid?).

c.   Orang-orang yang berusaha mentaati Allah sekalipun tidak mengenalNya.

d.         Anak-anak yang tidak dibaptis.

e.         Orang-orang Muslim.

f.          Orang-orang Yahudi.

 

KGK no 1259,1260,1261,1281,839,841,843,846-847.

 

LG no 16.

(https://www.dokpenkwi.org/wp-content/uploads/2020/11/Seri-Dokumen-Gerejawi-No-7-LUMEN-GENTIUM.pdf)

 

Ini saya ambil dari buku Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 190, dan juga dari KGK dan LG.

 

Pandangan Kristen:

 

a)   Baptisan tidak melahirbarukan.

Baptisan memang adalah sakramen yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri (Mat 28:19), tetapi baptisan tidak melahirbarukan.

Kelahiran baru adalah sepenuhnya pekerjaan Roh Kudus di alam bawah sadar dan manusia pasif total. Ini sama seperti dalam kelahiran jasmani, dimana seorang bayi juga pasif total dan sedikitpun tidak membantu kelahiran dirinya sendiri! Karena itu kelahiran baru tidak mungkin terjadi oleh baptisan. Kalau baptisan bisa mela­hirbarukan, itu berarti bahwa kelahiran baru adalah pekerjaan manusia yang terjadi di alam sadar, dan ini jelas salah.

 

Bacalah Yoh 3:1-8 yang berbicara tentang kelahiran baru dan saudara akan melihat bahwa dalam bagian itu terus menerus digunakan kata bentuk pasif ‘dilahirkan’ (ay 3,4,5,6,7,8).

 

Yoh 3:1-8 - (1) Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. (2) Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: ‘Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.’ (3) Yesus menjawab, kataNya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.’ (4) Kata Nikodemus kepadaNya: ‘Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?’ (5) Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.’.

 

Dalam Kis 16:14-15 Lidia mengalami kelahiran baru (‘Tuhan membuka hatinya’ - ay 14b), lalu ia mendengar Injil / Firman Tuhan, lalu percaya, lalu dibaptis.

 

Kis 16:13-15 - (13) Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. (14) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. (15) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: ‘Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.’ Ia mendesak sampai kami menerimanya..

 

Kelahiran baru memang harus terjadi lebih dulu, baru orangnya bisa mendengar dan mengerti Injil (bdk. 1Kor 2:14), dan percaya kepada Yesus.

 

1Kor 2:14 - Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani..

 

Ini menunjukkan bahwa bukan baptisan yang menyebabkan kelahiran baru.

 

b)   Baptisan tidak menyebabkan dosa diampuni.

Kita diampuni dosanya bukan karena baptisan tetapi karena kita beriman / percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

 

Kalau kita mendapat pengampunan dosa karena baptisan, itu berarti kita selamat karena perbuatan baik, dan itu bertentangan dengan ayat-ayat seperti:

 

1.   Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.

 

2.   Gal 2:16a - “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.”.

 

3.   Gal 2:21b - “... sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”.

 

4.   Ro 3:27-28 - “(27) Jika demikian, apa dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

a.   Ayat-ayat seperti Mark 1:4 Mark 16:16 Kis 2:38 tidak boleh diartikan berlawanan dengan Ef 2:8-9  Gal 2:16,21  Ro 4:27-28 di atas.

 

Mark 1:4 - demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.’.

 

Mark 16:16 - Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum..

 

Kis 2:38 - Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus..

 

Karena itu Mark 1:4  Mark 16:16  Kis 2:38 harus diartikan bahwa iman / pertobatan, dan bukan baptisan, yang menyebabkan kita diampuni (Bdk. Yoh 3:15-16  Kis 16:31 yang juga menekankan iman / percaya sebagai syarat selamat).

 

Yoh 3:14-16 - (14) Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, (15) supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. (16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal..

 

Kis 16:31 - Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’.

 

Baptisan hanya membuktikan iman orang itu, artinya kalau ia memang betul-betul percaya kepada Yesus, ia tentu mau dibaptis.

 

b.   Dalam Kis 8:13 Simon sudah dibaptis, tetapi penggambaran tentang Simon dalam Kis 8:20-23 jelas menunjukkan bahwa dia belum diampuni atau dilahirbarukan.

 

Kis 8:12-13,20-24 - (12) Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. (13) Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. ... (20) Tetapi Petrus berkata kepadanya: ‘Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. (21) Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. (22) Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; (23) sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.’ (24) Jawab Simon: ‘Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.’.

 

Percayanya jelas adalah kepercayaan yang palsu. Jadi jelas bahwa baptisannya tidak melahirbarukan / menyelamatkan / mengampuni dosa Simon.

 

c.   Sebaliknya, dalam Luk 19:9 Yesus berkata bahwa Zakheus sudah selamat (karena ia percaya), padahal ia belum dibaptis.

 

Luk 19:9 - Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham..

 

d.   Kis 10:43-48 menunjukkan bahwa urut-urutannya adalah:

Mendengar Injil ® percaya ® selamat / terima Roh Kudus ® dibaptis.

 

Kis 10:43-48 - (43) Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya. (44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, (46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: (47) ‘Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?’ (48) Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka..

 

Jadi lagi-lagi terlihat bahwa keselamatan sudah terjadi padahal orangnya belum dibaptis.

 

e.   Kalau memang baptisan menyelamatkan dan mengampuni dosa, lalu apa gunanya Pemberitaan Injil? Tetapi dalam Kitab Suci Pemberitaan Injil sangat ditekankan, dan baptisan tidak pernah dipisahkan dari Pemberitaan Injil (Mat 28:19  Kis 2:41  Kis 8:4-12  Kis 8:34-38  Kis 9:4-6,17-19  Kis 10:34-38  Kis 16:14-15,31-33  Kis 18:5,8  Kis 19:5).

 

Mat 28:19 - Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,.

 

Kis 2:41 - Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa..

 

Kis 8:4-12 - (4) Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. (5) Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. (6) Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. (7) Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. (8) Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. (9) Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. (10) Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: ‘Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.’ (11) Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. (12) Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan..

 

Kis 8:34-38 - (34) Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain? (35) Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. (36) Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: ‘Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?’ (37) [Sahut Filipus: ‘Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.’ Jawabnya: ‘Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.’] (38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia..

 

Kis 9:4-6,17-19 - (4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? (5) Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ KataNya: ‘Akulah Yesus yang kauaniaya itu. (6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.’ ... (17) Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus. (18) Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. (19) Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik..

 

Kis 10:34-38 - (34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya. (36) Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. (37) Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, (38) yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia..

 

Kis 16:14-15,31-33 - (14) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. (15) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku. Ia mendesak sampai kami menerimanya. ... (31) Jawab mereka: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu. (32) Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. (33) Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis..

 

Kis 18:5,8 - (5) Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. (6) Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: ‘Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.’ (7) Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. (8) Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis..

 

Kis 19:5 - Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus..

 

Mengapa demikian? Jelas karena imanlah, bukan baptisan, yang menyebabkan kita diselamatkan.

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali