Pembahasan mengenai Gereja Orthodox Syria versi Bambang Noorsena

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.



 

GEREJA ORTHODOX SYRIA

versi BAMBANG NOORSENA

 

Kesimpulan:

1) Bambang Noorsena adalah seekor bunglon yang selalu menyesuaikan ajarannya dengan orang-orang kepada siapa ia berkhotbah. Ini menyebabkan ia kadang-kadang kelihatan lumayan baik. Ini juga yang menyebabkan ia sangat berbahaya.

2) Gereja Orthodox Syria versi Bambang Noorsena adalah gereja sesat, dan Bambang Noorsena adalah seorang nabi palsu, karena Gereja Orthodox Syria / Bambang Noorsena salah dalam banyak persoalan dasar dari kekristenan.

Dalam persoalan adanya banyak orang Kristen yang menyebut Gereja Orthodox Syria sebagai sesat, Bambang Noorsena mengatakan: ‘Nenek moyangnya sendiri dikatakan sesat?’. Jadi kelihatannya ia mempunyai motto ‘right or wrong my ancestors’ (= benar atau salah nenek moyang saya).

Terhadap kata-kata ini saya ingin menjawab dengan mengutip suatu bagian Kitab Suci, yaitu dari Ul 13:6-11 yang berbunyi: “Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi, maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya, tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu”.

Dengan mengutip text ini saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa text ini harus dilakukan secara hurufiah, yaitu dengan betul-betul menghukum mati penyesat tersebut, karena ini merupakan hukum negara pada saat itu, yang tidak harus diberlakukan di tempat lain dan pada jaman yang berbeda.

Tetapi saya mengutip text ini dengan maksud untuk menekankan bahwa dalam persoalan kesesatan, kita tidak boleh mengenal keluarga. Kita harus mengasihi Kristus lebih dari keluarga (Mat 10:37  Luk 14:26), dan karena itu jika ada keluarga dekat yang sesat, kita harus tetap mengecam dan bahkan menjauhi dia (setelah menasehatinya - Tit 3:10). Apalagi kalau yang disebut keluarga itu adalah nenek moyang yang jauh, apalagi hanya dalam arti rohani. Karena itu tidak peduli Gereja Orthodox Syria adalah nenek moyang atau bukan nenek moyang, mereka tetap harus dikecam karena kesesatannya!

Pdt. Yusuf Rony, dulunya bergabung dengan Gereja Orthodox Syria, dan memujinya secara luar biasa. Tetapi belakangan ia lalu meninggalkan Gereja Orthodox Syria. Dan majalah Narwastu bulan Juni 2000, hal 18, menuliskan tentang Pdt. Yusuf Rony sebagai berikut:

"Beberapa bulan setelah memproklamirkan diri sebagai pemeluk Orthodox, dalam wawancara khusus dengan Narwastu ia menyatakan telah keluar dari Orthodox. Bahkan dengan tegas ia mengatakan bahwa masuknya dia ke Orthodox merupakan kesalahan besar. ‘Dari pada sesat, lebih baik saya bertobat. Saya tetap Protestan, ... ".

Saudara bukan hanya wajib menjauhi Gereja Orthodox Syria dan tidak mendukungnya, tetapi juga memperingatkan / memberitahu orang-orang yang disesatkan oleh gereja ini!

Dan bagi Bambang Noorsena dan kelompoknya, saya ingin mengingatkan kata-kata Tuhan Yesus dalam Mat 18:7 - "Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya".

 

-AMIN-

 


e-mail us at [email protected]