kebaktian natal

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 15 Desember 2024, pk 09.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Injil yang menggelikan

 

LUKAS 2:1-20

 

Lukas 2:1-20 - “(1) Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. (2) Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. (3) Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. (4) Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - (5) supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. (6) Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, (7) dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (8) Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (9) Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. (10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (12) Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’ (13) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14) ‘Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.’ (15) Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: ‘Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.’ (16) Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (17) Dan ketika mereka melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. (18) Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. (19) Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (20) Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”.

 

I) Kedatangan Yesus.

 

1) Kedatangan / kelahiran Yesus.

 

a) Terjadi di kota sesuai dengan yang telah dinubuatkan oleh nabi Mikha.

 

Luk 2:1-7: “(1) Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. (2) Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. (3) Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. (4) Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - (5) supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. (6) Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, (7) dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”.

 

Bdk. Mikha 5:1 - Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala..

 

Bdk. Mat 2:1-6 - “(1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2) dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’ (3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. (5) Mereka berkata kepadanya: ‘Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: (6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.’.

 

Catatan: ‘yang terkecil’ (Mikha 5:1) menjadi ‘sekali-sekali bukanlah yang terkecil’ (Mat 2:6) karena Yesus lahir di kota itu!!!

 

Padahal Yusuf dan Maria bukan tinggal di Betlehem tetapi di Nazaret (ay 4), dan jelas bahwa Maria sudah hamil cukup besar. Kalau Yesus lahir di Nazaret, nubuat Mikha itu menjadi salah / tidak tergenapi.

 

Tetapi Tuhan mengatur sehingga kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah untuk mengadakan sensus (ay 1), dan setiap orang harus mendaftarkan diri di kotanya sendiri (ay 3). Ini memaksa Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem untuk mendaftarkan diri.

 

Pertanyaan: berapa jarak dari Nazaret ke Betlehem? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjalan kaki dari Nazaret ke Betlehem?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Jarak antara Nazaret dan Betlehem, jika diukur dengan rute darat langsung pada zaman modern, adalah sekitar 110 km (68 mil). Namun, pada zaman Yesus, jalur perjalanan akan berbeda karena rute mengikuti medan, jalur kuno, dan menghindari wilayah berbahaya.

 

Berapa Lama untuk Berjalan Kaki?

1.  Kecepatan rata-rata berjalan kaki: Sekitar 4-5 km/jam.

2.  Jika seseorang berjalan sekitar 8-10 jam sehari, mereka dapat menempuh 30-40 km per hari.

 

Berdasarkan perhitungan ini:

a.  Waktu tempuh: 3 hingga 4 hari perjalanan, tergantung pada kecepatan berjalan dan kondisi jalan.

b.  Faktor lain seperti medan berbukit, cuaca, kebutuhan istirahat, dan perbekalan dapat memperpanjang waktu perjalanan.

 

Jalur yang Mungkin Ditempuh

Rute pada zaman itu kemungkinan besar melewati jalan yang dikenal sebagai Jalur Perbukitan Yudea atau Via Maris, meskipun mungkin dihindari karena harus melewati Samaria (ada ketegangan budaya dan agama antara orang Yahudi dan Samaria). Alternatifnya, mereka bisa memilih rute di sisi timur Sungai Yordan untuk menghindari wilayah Samaria.

Jadi, perjalanan ini adalah perjalanan berat yang memerlukan persiapan fisik dan logistik yang matang.

 

Pertanyaan: Luk 2:3 mengatakan masing-masing orang harus mendaftarkan diri ‘di kotanya sendiri’. Apakah itu berarti ‘kota kelahiran orang itu’?

 

Jawaban ChatGPT:

Lukas 2:3 mencatat, ‘Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.’ Dalam konteks ini, ‘kotanya sendiri’ tidak merujuk pada kota kelahiran, tetapi pada kota asal leluhur atau kota keluarga nenek moyang. Hal ini didasarkan pada sistem genealogis Yahudi yang sangat memperhatikan garis keturunan.

 

Penjelasan Konteks

 

1.  Garis Keturunan Daud: Dalam Lukas 2:4, disebutkan bahwa Yusuf pergi ke Betlehem, karena dia berasal dari garis keturunan Raja Daud. Betlehem dikenal sebagai ‘Kota Daud’ (1Samuel 16:1).

 

1Sam 16:1 - Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: ‘Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagiKu.’.

Catatan: ‘Isai’ adalah ayah dari Daud.

 

Jadi, meskipun Yusuf dan Maria tinggal di Nazaret, mereka harus pergi ke Betlehem untuk memenuhi kewajiban sensus Romawi, karena itulah kota asal leluhur mereka.

 

2.  Sensus dalam Kekaisaran Romawi: Pada masa itu, sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus kemungkinan besar mengharuskan orang untuk kembali ke tempat asal leluhur mereka guna mencatat tanah, properti, atau keluarga mereka. Sistem ini berbeda dari sensus modern yang biasanya mencatat tempat tinggal saat ini.

 

Apakah Kota Kelahiran?

Tidak selalu. Kota kelahiran seseorang bisa berbeda dari kota asal leluhurnya. Sebagai contoh, Yusuf mungkin lahir di Nazaret, tetapi silsilah keluarganya terkait dengan Betlehem. Maka, ‘kotanya sendiri’ dalam ayat ini lebih berkaitan dengan hubungan genealogis dan hukum Yahudi daripada lokasi kelahiran pribadi.

Dengan demikian, perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem adalah untuk memenuhi tuntutan hukum sensus berdasarkan hubungan mereka dengan garis keturunan Daud.

 

Jadi jelas bahwa perjalanan ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi mereka, apalagi karena Maria sedang hamil besar. Tetapi, mau tidak mau, Yusuf dan Maria harus pergi ke Betlehem. Dan pada saat mereka sampai di Betlehem, Maria melahirkan (ay 6-7). Jadi Yesus dilahirkan di Betlehem, sesuai dengan nubuat nabi Mikha (700 S. M.)

 

J. C. Ryle: Let us notice, secondly, the place where Christ was born. It was not at Nazareth of Galilee, where His mother, the Virgin Mary, lived. The prophet Micah had foretold that the event was to take place at Bethlehem. (Micah 5:2.) And so it came to pass. At Bethlehem Christ was born. [= Kedua, Mari kita perhatikan, tempat di mana Kristus dilahirkan. Bukan di Nazaret, Galilea, di mana ibuNya, Perawan Maria tinggal. Nabi Mikha telah menubuatkan bahwa peristiwa itu akan terjadi di Betlehem (Mikha 5:1). Dan demikianlah yang terjadi. Di Betlehem, Kristus dilahirkan.] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

J. C. Ryle: The overruling providence of God appears in this simple fact. He orders all things in heaven and earth. He turns the hearts of kings whithersoever He will. He overruled the time when Augustus decreed the taxing. He directed the enforcement of the decree in such a way, that Mary must needs be at Bethlehem when ‘the days were accomplished that she should be delivered.’ Little did the haughty Roman emperor, and his officer Cyrenius, think that they were only instruments in the hand of the God of Israel, and were only carrying out the eternal purposes of the King of kings. Little did they think that they were helping to lay the foundation of a kingdom, before which the empires of this world would all go down one day, and Roman idolatry pass away. [= Providensia Allah yang mengendalikan terlihat dalam fakta sederhana ini. Dia mengatur / memerintah segala sesuatu di surga dan di bumi. Dia membelokkan hati raja-raja ke mana pun Dia kehendaki. Dia mengatur / mengendalikan waktu ketika Kaisar Augustus mengeluarkan dekrit sensus. Dia mengarahkan pelaksanaan dekrit itu sedemikian rupa sehingga Maria harus berada di Betlehem saat ‘genap waktunya bagi dia untuk bersalin.’ Tanpa disadari oleh kaisar Romawi yang sombong itu, dan pejabatnya Kirenius, bahwa mereka hanyalah alat di tangan Allah Israel dan hanya menjalankan tujuan kekal Sang Raja segala raja. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang membantu meletakkan dasar bagi sebuah kerajaan yang suatu hari nanti akan menjatuhkan semua kekaisaran dunia ini, dan membuat penyembahan berhala Romawi lenyap.] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

b) Adalah sesuatu yang menggelikan!

 

Apanya yang menggelikan? Ay 7 mengatakan ‘palungan’. Ini menunjukkan bahwa Yesus dilahirkan di suatu tempat untuk hewan (tidak mesti kandang, tetapi bisa juga sebuah gua).

 

J. C. Ryle: He was not born under the roof of His mother’s house, but in a strange place, and at an ‘inn.’ When born, He was not laid in a carefully prepared cradle. He was ‘laid in a manger, because there was no room in the inn.’ [= Dia tidak dilahirkan di bawah atap rumah ibuNya, tetapi di tempat asing, di sebuah ‘penginapan.’ Ketika lahir, Dia tidak dibaringkan di dalam buaian / ranjang bayi yang dipersiapkan dengan hati-hati. Dia dibaringkan di sebuah palungan, karena ‘tidak ada kamar / tempat bagi mereka di penginapan.’] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

Bayangkan! Yesus dikatakan sebagai Allah, Mesias, Juruselamat, Raja dsb. Tetapi ketika Ia dilahirkan, ternyata Ia dilahirkan di tempat hewan! Adakah sesuatu yang lebih menggelikan dan lebih tidak masuk akal dari hal ini?

 

Tetapi perlu saudara ketahui bahwa Allah memang sering menolong / menyelamatkan orang dengan menggunakan jalan / hal-hal yang menggelikan dan tidak masuk akal.

 

Contoh:

 

1.  Peristiwa ular tembaga (Bil 21:4-9).

Bil 21:4-9 - “(4) Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. (5) Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: ‘Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.’ (6) Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. (7) Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: ‘Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkanNya ular-ular ini dari pada kami.’ Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. (8) Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.’ (9) Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup..

 

Cara supaya sembuh dari gigitan ular berbisa adalah memandang pada patung ular tembaga! Apakah itu bukan sesuatu yang menggelikan? Kalau saudara jadi orang yang digigit ular, maukah saudara memandang pada patung ular tembaga itu?

 

2.  Peristiwa Naaman (2Raja 5).

2Raja 5:9-14 - “(9) Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. (10) Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: ‘Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.’ (11) Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: ‘Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! (12) Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?’ Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. (13) Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: ‘Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.’ (14) Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir..

 

Cara supaya sembuh dari penyakit kusta adalah mandi 7 x di Sungai Yordan! Kalau saudara terkena penyakit kusta, maukah saudara disuruh mandi 7 x di sungai?

 

3.  Garam untuk menyehatkan air.

2Raja 2:19-22 - “(19) Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: ‘Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.’ (20) Jawabnya: ‘Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya.’ Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. (21) Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: ‘Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.’ (22) Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa..

 

4.  Tepung untuk menetralkan makanan beracun.

2Raja 4:38-41 - “(38) Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: ‘Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu.’ (39) Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya. (40) Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: ‘Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!’ Dan tidak tahan mereka memakannya. (41) Tetapi berkatalah Elisa: ‘Ambillah tepung!’ Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: ‘Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!’ Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu..

 

5.  Menggunakan ludahNya dan tanah untuk mencelikkan mata orang buta.

Yoh 9:6-7 - “(6) Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi (7) dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.’ Siloam artinya: ‘Yang diutus.’ Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek..

 

Tetapi, karena jalan yang tidak masuk akal dan menggelikan ini diberikan oleh Allah, maka itu adalah jalan / cara yang benar dan mujarab! Dari semua contoh-contoh di atas, dimana Allah memberikan cara / jalan yang menggelikan, tidak ada satupun yang gagal!!

 

Karena itu, janganlah saudara tidak mau percaya kepada Yesus hanya karena saudara melihat bahwa kelahiranNya di tempat hewan adalah sesuatu yang menggelikan dan tidak masuk akal!

 

Tetapi, hal yang menggelikan ini terjadi bukan tanpa alasan. Perhatikan kata-kata di bawah ini.

 

Calvin (tentang ay 7): When he was thrown into a stable, and placed in a manger, and a lodging refused him among men, it was that heaven might be opened to us, not as a temporary lodging, but as our eternal country and inheritance, and that angels might receive us into their abode. [= Pada saat Ia dilemparkan ke dalam sebuah kandang, dan diletakkan dalam sebuah palungan, dan penginapan menolak menerimaNya di antara manusia, tujuannya adalah supaya surga terbuka bagi kita, bukan sebagai penginapan sementara, tetapi sebagai negeri dan warisan yang kekal, dan supaya malaikat-malaikat menerima kita dalam tempat tinggal mereka.].

 

c)      Banyak saksi tentang kelahiran Yesus.

J. C. Ryle: ‘No room in the Inn.’ One fact should be carefully noted here, which is often entirely overlooked. In the providence of God the birth of Christ was attended with as much publicity as a birth could possibly be attended with. It took place at an inn, and an inn crowded with strangers from all parts. Imposture was thus rendered impossible. The event was patent to many witnesses, and could never be denied. The Son of God was really incarnate, and literally and really born of a woman, like any of ourselves. Had the birth taken place quietly at Nazareth, or in some private house at Bethlehem, in thirty years’ time the whole event would probably have been denied. [= ‘Tidak ada tempat di penginapan.’ Satu fakta penting yang harus diperhatikan di sini, yang sering kali sepenuhnya diabaikan, adalah bahwa dalam Providensia Allah, kelahiran Kristus disertai dengan publikasi sebesar mungkin bagi sebuah kelahiran. Itu terjadi di sebuah penginapan, dan penginapan itu dipenuhi oleh orang asing dari berbagai tempat. Dengan demikian, penipuan menjadi mustahil. Peristiwa itu terbuka bagi banyak saksi dan tidak pernah bisa disangkal. Anak Allah benar-benar menjadi manusia, dan secara harfiah serta nyata dilahirkan dari seorang wanita, seperti kita semua. Jika kelahiran itu terjadi secara diam-diam di Nazaret, atau di sebuah rumah pribadi di Betlehem, dalam waktu tiga puluh tahun, kemungkinan besar seluruh peristiwa itu akan disangkal.] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

d)      Yesus dilahirkan tanpa rasa sakit pada diri Maria?

 

J. C. Ryle: On this expression, the Fathers, and most Romish writers, have built the idea that our Lord’s birth was a childbirth without labor or pain. Such an idea is, to say the least, an unprofitable conjecture. There is nothing mentioned here which a mother, in Mary’s position, in an Eastern climate, might not have done for herself without aid. There is no need of imagining and inventing miraculous circumstances in our Lord’s incarnation, beside those which are fully revealed. [= Tentang pernyataan ini, para Bapa Gereja dan kebanyakan penulis Katolik Roma telah membangun gagasan bahwa kelahiran Tuhan kita adalah persalinan tanpa rasa sakit atau kesulitan. Gagasan semacam itu, paling tidak, adalah dugaan yang tidak bermanfaat. Tidak ada yang disebutkan di sini yang tidak mungkin dilakukan seorang ibu, dalam posisi Maria, di iklim Timur, secara mandiri tanpa bantuan. Tidak perlu membayangkan atau menciptakan keadaan-keadaan mujizat dalam inkarnasi Tuhan kita, selain yang telah diungkapkan sepenuhnya.] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

2) Kedatangan Yesus adalah untuk saudara!

Ay 11: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

 

Ini adalah sesuatu yang harus ditekankan / diperhatikan secara khusus! Kecuali saudara sadar dan percaya bahwa Yesus datang di dunia bagi saudara, maka Natal sama sekali tidak berguna untuk saudara! Banyak orang menyadari dan mempercayai bahwa Yesus datang ke dunia untuk semua orang berdosa, tetapi mereka lupa bahwa diri mereka sendiri termasuk di dalam grup orang berdosa itu!

 

Karena itu, renungkanlah:

a) Sadarkah saudara bahwa saudara adalah orang berdosa yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka?

b) Sadarkah / percayakah saudara bahwa Yesus datang ke dunia untuk mati bagi dosa saudara, baik dosa yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang?

 

II) Sikap / tanggapan terhadap Kristus.

 

1) Bagi orang yang belum percaya.

 

a)      Terimalah Yesus sebagai Juruselamat saudara (ay 11).

Ay 11: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

 

Dalam ay 10-14, para gembala mendengar Injil dari malaikat. Setelah malaikat itu pergi, mereka cepat-cepat datang kepada Yesus (ay 15-16)!

Mereka tetap datang dan percaya kepada Yesus sekalipun kelahiran Yesus adalah sesuatu yang menggelikan, karena malaikat itu sudah memberitahu mereka tentang keadaan Yesus (ay 12).

 

Ay 12: “Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’”.

 

J. C. Ryle: Let us mark, ere we leave the passage, the prompt obedience to the heavenly vision displayed by the shepherds. We see in them no doubts, or questionings, or hesitation. Strange and improbable as the tidings might seem, they at once act upon them. They went to Bethlehem in haste. They found everything exactly as it had been told them. Their simple faith received a rich reward. They had the mighty privilege of being the first of all mankind, after Mary and Joseph, who saw with believing eyes the new-born Messiah. They soon returned, ‘glorifying and praising God’ for what they had seen. May our spirit be like theirs! May we ever believe implicitly, act promptly, and wait for nothing, when the path of duty is clear! So doing, we shall have a reward like that of the shepherds. The journey that is began in faith, will generally end in praise. [= Mari kita perhatikan, sebelum kita meninggalkan bagian ini, ketaatan yang cepat / segera terhadap penglihatan surgawi yang ditunjukkan oleh para gembala. Kita tidak melihat di dalam diri mereka keraguan, pertanyaan, atau kebimbangan. Betapa aneh dan tidak masuk akalnya kabar itu, mereka langsung bertindak berdasarkan kabar tersebut. Mereka pergi ke Betlehem dengan terburu-buru / cepat. Mereka menemukan segala sesuatu persis seperti yang telah diberitahukan kepada mereka. Iman sederhana mereka menerima pahala yang besar. Mereka memiliki hak istimewa yang luar biasa menjadi yang pertama di antara seluruh umat manusia, setelah Maria dan Yusuf, yang melihat dengan mata yang percaya Mesias yang baru lahir. Mereka segera kembali, ‘memuliakan dan memuji Allah’ untuk apa yang telah mereka lihat. Semoga roh kita seperti roh mereka! Semoga kita selalu percaya tanpa keraguan, bertindak dengan cepat, dan tidak menunggu apa-apa, ketika jalan kewajiban sudah jelas! Dengan melakukan demikian, kita akan mendapatkan ganjaran seperti yang diterima oleh para gembala. Perjalanan yang dimulai dengan iman, biasanya akan berakhir dengan pujian.] - ‘Expository Thoughts on the Gospels: Luke Vol I’ (Libronix).

 

Calvin (tentang ay 12): “The angel meets the prejudice which might naturally hinder the faith of the shepherds; for what a mockery is it, that he, whom God has sent to be the King, and the only Savior, is seen lying in a manger! That the mean and despicable condition in which Christ was might not deter the shepherds from believing in Christ, the angel tells them beforehand what they would see.” [= Sang malaikat menangani prasangka yang secara alamiah bisa menghalangi iman dari gembala-gembala; karena olok-olok apa itu, bahwa Ia yang telah Allah utus sebagai Raja, dan satu-satunya Juruselamat, terlihat berbaring dalam sebuah palungan! Supaya keadaan yang hina / rendah dan menjijikkan dalam mana Kristus ada tidak menghalangi gembala-gembala dari percaya kepada Kristus, sang malaikat memberitahu mereka sebelumnya apa yang akan mereka lihat (Luk 2:12).].

 

Ay 15-16: “(15) Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: ‘Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.’ (16) Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.”.

 

Ay 12: “Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’”.

 

Calvin (tentang ay 16): This was a revolting sight, and was sufficient of itself to produce an aversion to Christ. For what could be more improbable than to believe that he was the King of the whole people, who was deemed unworthy to be ranked with the lowest of the multitude? or to expect the restoration of the kingdom and salvation from him, whose poverty and want were such, that he was thrown into a stable? [= Ini merupakan suatu pemandangan yang menjijikkan, dan cukup dalam dirinya sendiri untuk menghasilkan suatu ketidak-senangan terhadap Kristus. Sebab, apa yang bisa lebih tidak masuk akal daripada percaya bahwa Dia adalah Raja seluruh umat / bangsa, namun dianggap tidak layak untuk dihitung di antara yang paling rendah dari orang banyak? atau untuk mengharapkan pemulihan dari kerajaan dan keselamatan dari Dia, yang kemiskinan dan kekuranganNya adalah sedemikian rupa, sehingga Ia dilemparkan ke dalam sebuah kandang?].

 

Calvin (tentang ay 16): Yet Luke writes, that none of these things prevented the shepherds from admiring and praising God. The glory of God was so fully before their eyes, and reverence for his Word was so deeply impressed upon their minds, that the elevation of their faith easily rose above all that appeared mean or despicable in Christ. And the only reason why our faith is either retarded or driven from the proper course, by some very trifling obstacles, is, that we do not look steadfastly enough on God, and are easily ‘tossed to and fro,’ (Ephesians 4:14.) If this one thought were entirely to occupy our minds, that we have a certain and faithful testimony from heaven, it would be a sufficiently strong and firm support against every kind of temptations, and will sufficiently protect us against every little offense that might have been taken. [= Tetapi Lukas menulis, bahwa tak ada dari hal-hal ini yang menghalangi gembala-gembala dari mengagumi / menghormati dan memuji Allah. Kemuliaan Allah begitu penuh di depan mata mereka, dan rasa hormat / takut untuk FirmanNya berkesan dengan begitu dalam pada pikiran mereka, sehingga peningkatan dari iman mereka naik dengan mudah di atas semua yang kelihatannya rendah atau menjijikkan dalam Kristus. Dan satu-satunya alasan mengapa iman kita, atau lambat berkembang atau diarahkan / didorong dari jalan yang benar, oleh halangan-halangan yang remeh, adalah bahwa kita tidak cukup memandang dengan tetap / setia kepada Allah, dan dengan mudah ‘diombang-ambingkan’, (Ef 4:14). Jika satu pemikiran ini memenuhi pikiran kita dengan sepenuhnya, bahwa kita mempunyai suatu kesaksian yang pasti dan setia dari surga, itu akan menjadi suatu topangan yang cukup kuat dan teguh terhadap segala jenis pencobaan, dan akan secara cukup melindungi kita terhadap setiap serangan kecil yang bisa diterima.].

 

Ef 4:11-14 - “(11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,”.

 

Bandingkan ini dengan 1Kor 1:21 yang berbunyi: “Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.”.

 

Sikap para gembala ini berbeda sekali dengan sikap Herodes dalam Mat 2. Ia mendengar tentang Yesus, dan ia menyelidiki lebih banyak tentang Yesus, tetapi semua itu tidak mengubah dia. Ia tidak mau datang kepada Yesus, dan ia bahkan ingin membunuh Yesus.

 

Sikap para gembala itu juga berbeda dengan sikap para imam dan ahli Taurat dalam Mat 2. Mereka mengerti banyak tentang Yesus / Mesias, dan mereka bahkan bisa memberitahukan nubuat tentang kota kelahiran Yesus kepada orang lain, tetapi mereka sendiri bersikap acuh tak acuh terhadap Yesus dan mereka tidak mau pergi untuk mendapatkan Yesus.

 

Tirulah sikap dari para gembala itu, dan terimalah Yesus sebagai Juruselamat saudara! Sekarang ada banyak orang yang menekankan Yesus sebagai dokter, penyembuh penyakit, pembuat mujijat, penolong, pemberi berkat, pemberi kekayaan, teladan dsb. Tetapi ingat, bahwa yang terpenting adalah menerima Dia sebagai Juruselamat! Ingat bahwa malaikat menyuruh Yusuf memberi nama Anak itu ‘Yesus’ “karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’” (Mat 1:21b).

 

Ada seorang yang memberikan syair ini:

 

“Be my Example and my Guide

My Friend, yea everything beside

But first, last, best, whate’er betide

Be thou to me my Savior”

[= Jadilah Teladanku dan Pembimbingku

Temanku, ya segala sesuatu yang lain

Tapi, pertama, terakhir, terbaik, apapun yang terjadi

Jadilah Engkau bagiku Juruselamatku].

 

b) Terimalah Yesus sebagai Tuhan (ay 11).

Ay 11: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

Banyak orang yang menganggap bahwa mereka bisa menerima Yesus hanya sebagai Juruselamat, dan tidak sebagai Tuhan. Orang-orang seperti ini biasanya bisa bersukacita dan memuji Tuhan karena mereka menganggap bahwa dosa mereka telah diampuni, tetapi hidup mereka sama sekali tidak mengalami perubahan! Orang-orang seperti ini, pada hakekatnya, belum sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Juruselamat! (bdk. Yak 2:17,26).

 

Yak 2:17,26 - “(17) Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. ... (26) Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”.

 

Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, perhatikanlah ay 11 yang berbunyi: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

Dari ay 11 ini terlihat bahwa dalam pemberitaan Injil yang pertama yang dilakukan oleh para malaikat, Kristus diberitakan sebagai Juruselamat dan sebagai Tuhan! Dua hal itu sudah dipersatukan oleh Tuhan, dan karena itu, jangan saudara berani memisahkan! Orang yang betul-betul menerima Yesus sebagai Juruselamat, harus juga menerima Dia sebagai Tuhan!

 

Menerima Yesus sebagai Tuhan berarti menjadikan Yesus pemimpin, penguasa, dan pemilik hidup kita! Dengan kata lain, kita harus hidup mentaati Dia. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

1.  Mat 7:21 - “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga.”.

2.  Luk 6:46 - “Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”.

3.  2Tim 2:19b - “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.’”.

 

2) Bagi orang yang sudah percaya.

 

a) Bersukacitalah (ay 10-11).

Ay 10-11: “(10) Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”.

 

Ay 10 mengatakan bahwa kelahiran Yesus itu adalah suatu ‘kesukaan besar’ / ‘great joy!

 

1.  Banyak orang kristen terlalu menyoroti lagu Natal, kartu Natal, pohon Natal, hadiah Natal, dsb.

 

Earl Riney: “The Christmas tree has taken the place of the altar in too much of our modern Christmas observance.” [= Pohon Natal telah mengambil tempat di altar dalam terlalu banyak dari perayaan Natal modern kita.] - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 113-114.

 

Contoh: berita tentang pohon Natal untuk pertama kalinya masuk istana!

 

Karena itu, sukacita mereka tergantung pada hal-hal tersebut. Ini salah! Seharusnya kita bukan menyoroti pohon, kartu, lagu dsb, tetapi menyoroti Yesusnya! Sekalipun tidak ada pohon Natal, kartu Natal, lagu Natal, dan hadiah Natal, tetapi kalau saudara merenungkan / percaya bahwa Natal menunjukkan bahwa Yesus sudah datang, maka saudara bisa bersukacita! Sebaliknya, biarpun ada 1000 pohon Natal, kartu Natal dsb, kalau tak ada Yesusnya, itu sama sekali tidak berguna!

 

2.  Kalau saudara tidak bisa bersukacita pada Natal ini, cobalah bayangkan, apa yang terjadi andaikata Kristus tidak datang? Pernahkah saudara bayangkan hal itu?

 

Dalam suatu buku saat teduh ada suatu cerita sebagai berikut:

 

Seorang pendeta tertidur di ruang kerjanya, pada pagi hari, di suatu hari Natal, dan ia bermimpi tentang dunia dimana Yesus tidak pernah datang. Dalam mimpinya, ia melihat-lihat dalam rumahnya, dan ia tidak menjumpai hiasan-hiasan Natal. Ia lalu berjalan-jalan di jalan raya, tetapi tidak ada gereja-gereja. Ia kembali ke ruang belajarnya dan ia menjumpai bahwa semua buku-buku tentang Juruselamat sudah hilang. Tiba-tiba ada bel, dan seorang utusan memintanya untuk mengunjungi seorang ibu yang sedang sekarat. Ia cepat-cepat pergi ke rumah itu, dan ia berkata kepada anak dari ibu yang sedang sekarat itu: “Aku mempunyai sesuatu di sini yang akan menghibur kamu.”. Ia membuka Alkitabnya untuk mencari ayat-ayat hiburan yang sudah biasa ia gunakan, tetapi Alkitabnya berhenti pada Maleakhi, dan di sana tidak ada Injil maupun janji tentang pengharapan dan keselamatan dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan menangis bersama anak itu di dalam keputusasaan yang pahit. Dua hari setelah itu, ia berdiri di sebelah peti mati ibu itu dan memimpin kebaktian penguburan, tetapi disana tidak ada berita penghiburan, tidak ada firman tentang kebangkitan yang mulia, tidak ada surga yang terbuka, tetapi hanya ada “engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” dan suatu perpisahan yang panjang dan kekal. Akhirnya ia menyadari bahwa Kristus tidak datang, dan ia menangis dengan pahit dalam mimpinya yang menyedihkan itu. Tiba-tiba ia terbangun, dan ia mendengar nyanyian Natal dari paduan suara gereja yang membuatnya sadar bahwa sebetulnya Kristus sudah datang! - ‘Streams in the Desert’, vol I, tgl 25 Desember.

 

Bukankah kita semua harus bersukacita, karena kenyataannya Kristus sudah datang dalam dunia ini?

 

3.  Calvin berkata (tentang ay 10):

 

The angel opens his discourse by saying, that he announces great joy; and next assigns the ground or matter of joy, that a Savior is born. These words show us, first, that, until men have peace with God, and are reconciled to him through the grace of Christ, all the joy that they experience is deceitful, and of short duration.” [= Sang malaikat memulai pembicaraannya dengan mengatakan, bahwa ia mengumumkan sukacita yang besar; dan selanjutnya menyebutkan dasar / alasan atau pokok dari sukacita itu, bahwa seorang Juruselamat dilahirkan. Kata-kata ini menunjukkan kepada kita bahwa, sampai manusia mempunyai damai dengan Allah, dan diperdamaikan denganNya melalui kasih karunia Kristus, semua sukacita yang mereka alami adalah bersifat menipu, dan hanya untuk jangka waktu yang pendek.].

 

“if there be none to make peace between them and God, the hidden stings of conscience must produce fearful torment.” [= jika tidak yang ada memperdamaikan mereka dengan Allah, sengat yang tersembunyi dari hati nurani pasti menghasilkan siksaan yang menakutkan.].

 

Dari kedua kutipan ini terlihat bahwa Calvin beranggapan bahwa tanpa iman kepada Kristus, seseorang tidak mungkin mengalami sukacita yang sejati.

 

Penerapan: Apakah selama ini saudara mempunyai hati yang selalu sumpek, gelisah, kuatir, kosong, dan tidak damai / sukacita? Apakah selama ini saudara hanya bisa mengalami kesenangan / kebahagiaan yang bersifat lahiriah, semu dan sementara? Kalau ya, datanglah dan percayalah kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara, maka saudara akan mengalami sukacita yang sejati.

 

b) Ucapkanlah syukur, pujilah dan muliakanlah Tuhan!

1.  Ay 13-14: “(13) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14) ‘Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.’”.

2.  Ay 20: “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”.

Sebetulnya, kalau saudara betul-betul bisa bersukacita pada Natal ini, saudara pasti akan secara otomatis bersyukur, memuji, dan memuliakan Tuhan!

 

c)  Beritakanlah Injil.

Natal tidak akan ada gunanya kalau tidak diberitakan. Karena itulah maka para malaikat memberitakannya kepada para gembala (ay 8-11), dan para gembala itu lalu memberitakan Injil (ay 16-17).

 

Ay 16-17: “(16) Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (17) Dan ketika mereka melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.”.

 

Jadi, pemberitaan Injil yang terjadi begitu Yesus dilahirkan ini, juga menggunakan cara yang menggelikan. Tuhan bisa, kalau Ia mau, menggunakan raja / kaisar / orang-orang pandai / kaya, untuk memberitakan Injil! Tetapi Ia menggunakan gembala-gembala yang miskin, hina, dan tidak berpendidikan untuk memberitakan Injil.

 

1Kor 1:25-29 - “(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”.

 

Calvin (tentang ay 8): If then we desire to come to Christ, let us not be ashamed to follow those whom the Lord, in order to cast down the pride of the world, has taken, from among the dung of cattle, to be our instructors. [= Maka jika kita ingin untuk datang kepada Kristus, hendaklah kita tidak malu untuk mengikuti mereka, yang, untuk menekan kesombongan dunia, telah Tuhan ambil dari antara kotoran ternak, untuk menjadi pengajar-pengajar kita.].

 

Dalam ay 10 dikatakan bahwa itu adalah untuk ‘seluruh bangsa’.

Ay 10: “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:”.

 

Kata-kata ‘seluruh bangsa’ ini jelas menunjuk kepada bangsa Yahudi.

 

Ingat bahwa ini masih termasuk dalam jaman Perjanjian Lama! Secara theologis, jaman Perjanjian Baru baru mulai pada saat Yesus mati di salib!

 

Pada jaman Perjanjian Baru / setelah kematian Kristus, maka tembok pemisah antara Yahudi dan non Yahudi telah dihancurkan (Ef 2:14), sehingga sekarang, Injil harus diberitakan kepada semua orang (Ef 2:12,17).

 

Ef 2:12,14,17 - “(12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. ... (14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, ... (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’,”.

 

Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

 

Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

 

Luk 24:46-48 - “(46) KataNya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (47) dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (48) Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”.

 

Kis 1:8 - “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.’”.

 

Maukah saudara meniru para gembala itu? Saat ini saudara sudah mendengar berita Natal / Injil. Tetapi berita itu sebetulnya ditujukan untuk semua umat manusia. Maukah saudara memberitakan berita Natal / Injil itu kepada orang-orang di sekitar saudara?

 

Kesimpulan:

 

Jangan menanggapi / merayakan Natal hanya dengan sekedar berpesta dan berhura-hura! Rayakanlah Natal dengan:

1.  Percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara.

2.  Bersukacitalah.

3.  Bersyukurlah dan pujilah Tuhan.

4.  Beritakanlah Injil!

 

Kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian!

 

-AMIN-

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali