oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.
1)
Di sini Yesus ‘menyerang’ para tokoh Yahudi:
a)
Mereka adalah orang-orang yang tak tahu terima kasih, sama seperti para
penggarap kebun anggur itu.
b)
Mereka tak mau memberikan apa yang menjadi hak dari Allah, sama seperti para
penggarap kebun anggur itu tak mau memberikan apa yang menjadi hak dari pemilik
kebun anggur.
Hak dari Allah adalah:
1. Menerima penyembahan dari manusia.
2. Menerima kepercayaan dari manusia.
3. Menerima ketaatan dari manusia.
4. Menerima pelayanan dari manusia.
5. Menerima persembahan dari manusia.
Renungkan:
apakah saudara memberikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah ini, atau
apakah saudara sama seperti para tokoh Yahudi itu?
c)
Para penggarap kebun itu menyiksa dan membunuh hamba-hamba dari pemilik kebun;
ini menggambarkan orang-orang Yahudi yang membunuh nabi-nabi / hamba-hamba Tuhan
(ay 35-36 bdk. Kis 7:51-52).
d)
Para penggarap membunuh anak pemilik kebun; ini menggambarkan orang-orang
Yahudi akan membunuh Yesus (ay 37-38). Ay 40-41 sekaligus memberikan
peringatan kepada mereka yang akan membunuh Yesus.
Catatan:
dalam ay 37-38, pemilik kebun anggur itu mengira bahwa para penggarap itu
akan menghormati anaknya, tetapi ternyata ia salah. Jangan menggunakan bagian
ini untuk mengatakan bahwa Allah ternyata bisa salah! Ini termasuk detail
yang sama sekali tak sesuai dengan tujuan / fokus dari perumpamaan, dan karena
itu bagian ini harus diabaikan!
2)
Kesabaran dari pemilik kebun anggur itu menggambarkan kesabaran Tuhan! Tetapi
bagaimanapun perlu diingat bahwa kesabaran itu ada batasnya (ay 40-41 bdk.
Ro 2:4-5).
Penerapan:
Kalau saudara berbuat dosa dan tidak mendapatkan hukuman / hajaran
Tuhan, apakah saudara lalu justru menyalah-gunakan kesabaran Allah itu dengan
terus hidup di dalam dosa?
Bagian ini
kelihatannya bertentangan dengan bagian-bagian paralelnya:
· Ay 41
menunjukkan bahwa mereka yang mengucapkan.
· Mark 12:9
menunjukkan bahwa Yesus yang mengucapkan.
· Luk 20:15b-16
menunjukkan bahwa Yesus yang mengucapkan, dan mereka berkata:
‘sekali-kali jangan’!
Penjelasan:
a)
Mungkin sebetulnya merekalah yang yang mengucapkan. Tetapi hal itu terjadi
karena Yesus memberikan cerita dan pertanyaan yang disusun sedemikian rupa
sehingga mereka terpaksa menjawab seperti itu. Jadi sebetulnya, sama saja
kalau dikatakan bahwa Yesuslah yang mengucapkan apa yang mereka ucapkan itu.
b)
Lukas memberi tambahan ‘sekali-kali jangan’. Ini terjadi setelah mereka
sadar bahwa merekalah yang dimaksudkan. Jadi, dengan kata-kata itu mereka
menolak penerapan dari perumpamaan itu terhadap diri mereka.
1)
Karena mereka menolak penerapan itu, maka Yesus lalu mengutip Maz 118:22-23
untuk membuktikan kebenaran ucapanNya.
2)
Maz 118 adalah mazmur yang sama dengan mazmur yang dikutip dalam Mat 21:9,
hanya ayatnya yang berbeda (Mat 21:9 mengutip Maz 118:25-26). Jadi,
mereka pasti tahu bahwa mazmur itu adalah mazmur tentang Mesias, dan mereka
pasti mengerti bahwa yang dimaksud dengan ‘batu penjuru’ di situ adalah
Mesias sendiri.
3)
Ay 42b: ‘hal itu terjadi dari pihak Tuhan’.
NASB: ‘this came about from the Lord’ (= ini terjadi
dari Tuhan).
NIV: ‘the Lord has done this’ (= Tuhan yang melakukan
ini).
Jadi, bagian ini menunjukkan bahwa tindakan mereka membunuh para
nabi maupun Yesus sendiri, datang dari Tuhan! (bdk. Kis 4:27-28). Jelas
bahwa ini menunjukkan bahwa dosapun ada dalam Rencana Allah, dan Allah mengatur
segala sesuatu sehingga dosa itu terjadi sesuai RencanaNya.
Apakah saudara menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tidak masuk
akal? Memang, ay 42b menyatakan bahwa itu adalah ‘perbuatan ajaib di mata
kita’!
Ini adalah
penekanan / fokus dari perumpamaan ini. Allah tak terikat pada orang-orang
Yahudi. Kalau mereka menolak Kristus, Allah akan menolak mereka dan mengganti
mereka dengan orang lain.
Penerapan:
Kalau hal ini
bisa terjadi pada orang Yahudi, ini juga bisa terjadi pada orang kristen /
gereja (bdk. Ro 11:21). Karena itu, kita tak boleh menyia-nyiakan kasih
karunia Allah!
Di sini
terjadi perbedaan antar manuscript (naskah Yunani), yaitu ada manuscript yang
mempunyai ayat ini, dan ada manuscript yang tidak mempunyai ayat ini.
Kalau dilihat
dari kontexnya, maka penempatan dari ayat ini memang aneh. Dalam ay 43,
Yesus sudah meninggalkan pembicaraan tentang Maz 118, dan Ia memberikan
penerapan dari perumpamaan. Tetapi dalam ay 44, Ia kembali lagi bicara
tentang ‘batu’ / kembali bicara tentang Maz 118!
Karena itu,
rupanya dalam manuscript asli Matius, ayat ini sebetulnya tidak ada.
Tetapi dalam Luk 20:18,
semua manuscript mempunyai ayat ini. Jadi, dalam Injil Lukas, ayat ini memang
ada.
Kesimpulan:
sekalipun dalam Matius kata-kata itu tidak ada, tetapi bagaimanapun kata-kata
itu tetap adalah Firman Tuhan! (Catatan: mungkin pengcopynya melihat
bahwa ayat itu ada dalam Lukas, tetapi tak ada dalam Matius, maka ia lalu
menambahkan ayat itu dalam Matius, untuk menyamakannya dengan Lukas).
Arti dari ayat
ini: orang yang bertentangan / menentang Yesus, pasti akan hancur!
1)
Ini menunjukkan orang yang keras kepala. Makin ditegur, mereka makin marah.
Penerapan:
Apakah saudara sering marah pada waktu mendapat teguran, baik dari
teman, keluarga, ataupun pada saat mendengar khotbah?
2)
Mereka selalu takut kepada manusia (bdk. ay 26), dan selalu berusaha
menyesuaikan tindakan mereka dengan keinginan orang banyak.
Penerapan:
Apakah saudara juga seperti mereka? Sebagai orang kristen, saudara
harus takut kepada Allah, dan bukan kepada manusia (Mat 10:28), dan karena
itu saudara harus berusaha menyesuaikan tindakan saudara dengan keinginan Allah,
bukan dengan keinginan orang banyak!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali