Pemahaman Alkitab
(Jl.
Dinoyo 19b, lantai 3)
Jumat,
tanggal 14 Mei 2010, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331
/ 6050-1331)
http://www.golgothaministry.org
Markus 16:1-20(4)
Mark
16:1-20 - “(1)
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome
membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (2) Dan
pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit,
pergilah mereka ke kubur. (3) Mereka berkata seorang kepada yang lain:
‘Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?’ (4)
Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat
besar itu sudah terguling. (5) Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka
melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan.
Merekapun sangat terkejut, (6) tetapi orang muda itu berkata kepada mereka:
‘Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia
telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan
Dia. (7) Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-muridNya dan kepada
Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti
yang sudah dikatakanNya kepada kamu.’ (8a) Lalu mereka keluar dan lari
meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak
mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. (8b) Dengan singkat
mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu
Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya memberitakan dari Timur ke
Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal
itu. (9) Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia
mula-mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus
pernah mengusir tujuh setan. (10) Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya
kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang
berkabung dan menangis. (11) Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup
dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. (12) Sesudah itu Ia
menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika
keduanya dalam perjalanan ke luar kota. (13) Lalu kembalilah mereka dan
memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun
teman-teman itu tidak percaya. (14) Akhirnya Ia menampakkan diri kepada
kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela
ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya
kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya. (15) Lalu Ia
berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada
segala makhluk. (16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi
siapa yang tidak percaya akan dihukum. (17) Tanda-tanda ini akan menyertai
orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka
akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan
memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan
mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang
itu akan sembuh.’ (19) Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka,
terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (20) Merekapun
pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan
meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”.
Asli
tidaknya Mark 16:8b dan Mark 16:9-20.
Beberapa
penafsir seperti Calvin, Albert Barnes, Matthew Henry tidak berbicara apapun
tentang asli tidaknya Mark 16:8b-20.
Ada
hal-hal yang perlu diketahui sebelum kita mulai membahas asli-tidaknya Mark
16:8b-20.
1) Penggunaan istilah-istilah yang perlu
diketahui.
a) Tidak ada penafsir yang menggunakan istilah ‘ay 8a’
atau ‘Mark 16:8a’. Itu istilah saya untuk menunjuk pada kata-kata “Lalu
mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa
mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.”.
Para penafsir menyebut bagian ini hanya dengan istilah ‘ay 8’ atau
‘Mark 16:8’.
b) ‘Shorter
ending’ (= akhiran yang lebih pendek) = Mark 16:8b.
Tidak
ada penafsir yang menggunakan istilah ‘ay 8b’ atau ‘Mark 16:8b’;
itu istilah saya untuk menunjuk pada bagian
yang saya beri garis bawah tunggal, yaitu kata-kata “Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan
teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya
memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang
keselamatan yang kekal itu” dalam terjemahan dari LAI. Para penafsir menggunakan
istilah ‘shorter ending’ (=
akhiran yang lebih pendek) untuk bagian ini.
c) ‘Longer ending’
(= akhiran yang lebih panjang) = Mark 16:9-20.
Para
penafsir menyebut Mark 16:9-20 (bagian yang saya beri garis bawah ganda)
dengan istilah ‘longer ending’ (= akhiran yang lebih panjang).
2) Dalam persoalan Mark 16 ini, ada 4 golongan manuscript:
a)
Memuat Mark 16:1-8a, tetapi tidak memuat Mark 16:8b dan Mark
16:9-20.
b)
Memuat Mark 16:1-8a dan Mark 16:8b, tetapi tidak memuat Mark
16:9-20.
c)
Memuat Mark 16:1-8a dan Mark 16:9-20, tetapi tidak memuat Mark
16:8b.
d)
Memuat Mark 16:1-8a, Mark 16:8b, dan Mark 16:9-20.
Catatan:
Untuk manuscript-manuscript
yang memuat Mark 16:9-20, ada yang disertai suatu penambahan setelah Mark 16:14.
Donald
Guthrie: “One MS, Codex W, contains a third
ending which comprises verses 9-20, plus an additional interpolation after verse
14.”
(= Satu manuscript, Codex W, berisi / mengandung akhiran ketiga yang terdiri
dari ay 9-20, ditambah suatu penyisipan tambahan setelah ay 14)
- ‘New Testament Introduction’, hal 76.
Bruce
Metzger: “(4)
In the fourth century the traditional ending also circulated, according to
testimony preserved by Jerome, in an expanded form, preserved today in one Greek
manuscript. Codex Washingtonianus includes the following after ver. 14: “And
they excused themselves, saying, ‘This age of lawlessness and unbelief is
under Satan, who does not allow the truth and power of God to prevail over the
unclean things of the spirits (or, does not allow what lies under the unclean
spirits to understand the truth and power of God). Therefore reveal your
righteousness now’ - thus they spoke to Christ. And Christ replied to them,
‘The term of years of Satan’s power has been fulfilled, but other terrible
things draw near. And for those who have sinned I was handed over to death, that
they may return to the truth and sin no more, in order that they may inherit the
spiritual and incorruptible glory of righteousness that is in heaven.’” How
should the evidence of each of these endings be evaluated? It is obvious that
the expanded form of the long ending (4) has no claim to be original. Not only
is the external evidence extremely limited, but the expansion contains several
non-Markan words and expressions (including
o(
ai)w\n
ou!to$,
a(marta/nw,
a)pologe/w,
a)lhqino/$,
u(postre/fw)
as well as several that occur nowhere else in the New Testament (deino/$,
o%ro$
prosle/gw).
The whole expansion has about it an unmistakable apocryphal flavor. It probably
is the work of a second or third century scribe who wished to soften the severe
condemnation of the Eleven in 16:14”
[= (4) Pada abad keempat akhiran yang tradisional juga beredar, sesuai dengan
kesaksian yang dipelihara oleh Jerome, dalam bentuk yang diperpanjang,
dipelihara sekarang dalam satu manuscript Yunani. Codex Washingtonianus mencakup kata-kata yang berikut setelah ay
14: “Dan mereka menjelaskan untuk membela diri mereka sendiri, dengan berkata,
‘Jaman kedurhakaan / ketidak-adaan hukum dan ketidak-percayaan ini ada di
bawah Iblis, yang tidak mengijinkan kebenaran dan kuasa Allah untuk menang atas
hal-hal yang najis dari roh-roh (atau, tidak mengijinkan apa yang ada di bawah
roh-roh yang najis untuk mengerti kebenaran dan kuasa Allah). Karena itu
nyatakanlah kebenaranMu sekarang’ - demikianlah mereka berkata kepada Kristus.
Dan Kristus menjawab mereka, ‘Masa dari tahun-tahun dari kuasa Iblis telah
digenapi, tetapi hal-hal mengerikan / menakutkan yang lain mendekat. Dan untuk
mereka yang telah berdosa Aku telah diserahkan pada kematian, supaya mereka bisa
kembali pada kebenaran dan tidak berbuat dosa lagi, supaya mereka bisa mewarisi
kemuliaan rohani dan yang tidak bisa rusak dari kebenaran yang ada di
surga’.” Bagaimana bukti dari setiap akhiran ini harus dinilai? Adalah jelas
bahwa bentuk yang diperpanjang dari akhiran yang panjang (4) tidak mempunyai
claim sebagai sesuatu yang orisinil. Bukan hanya bahwa bukti luar / external
sangat terbatas, tetapi juga bahwa perpanjangan itu mencakup beberapa kata-kata
dan ungkapan-ungkapan non-Markus (termasuk o( ai)w\n ou!to$, a(marta/nw,
a)pologe/w, a)lhqino/$, u(postre/fw / HO AION HOUTOS,
HAMARTANO, APOLOGEO, ALETHINOS, HUPOSTREPHO) maupun beberapa yang
tidak muncul di tempat lain manapun dalam Perjanjian Baru (deino/$, o%ro$
prosle/gw
/ DEINOS, HOROS PROSLEGO). Seluruh
perpanjangan mempunyai di sekitarnya suatu bau / rasa yang tidak bisa salah dari
apocrypha. Itu mungkin merupakan pekerjaan dari seorang penyalin abad kedua atau
ketiga yang ingin melunakkan kecaman yang keras terhadap ke 11 rasul itu dalam
16:14] - ‘A Textual Commentary on the Greek New Testament’.
Catatan:
Mark 16:14 - “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka
sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh
karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah
kebangkitanNya.”.
Perlu
dicamkan bahwa perbedaan-perbedaan antar manuscript-manuscript inilah yang
menyebabkan timbulnya keraguan akan asli tidaknya Mark 16:8b-20 ini, dan
keraguan ini jelas merupakan sesuatu yang sah dan benar, karena yang menjadi
acuan kita adalah manuscript-manuscript, bukan terjemahan dalam versi manapun!
3) Petunjuk dalam Kitab Suci bahwa Mark 16:8b dan Mark
16:9-20 diragukan keasliannya.
Kitab
Suci Indonesia, baik Terjemahan Lama (TL) maupun
Terjemahan Baru (TB1-LAI), tidak memberi petunjuk apapun bahwa bagian ini
(Mark 16:8b dan Mark 16:9-20) diragukan keasliannya. Demikian juga Kitab Suci
bahasa Inggris yang kuno, yaitu KJV / AV tidak memberikan petunjuk apapun
tentang hal ini.
Tetapi
Kitab Suci Indonesia TB2-LAI dan juga Kitab-kitab Suci bahasa Inggris versi yang
lebih baru, semuanya memberi petunjuk bahwa Mark 16:8b dan Mark 16:9-20
diragukan keasliannya.
William
Hendriksen: “Did Mark write verses 9-20?
Though the Authorized (King James) Version of our English Bible contains them,
modern translations all indicate in one way or another that there is
considerable doubt about their authenticity”
[= Apakah Markus menulis ay 9-20? Sekalipun Authorized (King James) Version dari
Alkitab bahasa Inggris kita mempunyai ayat-ayat itu, penterjemah-penterjemah
modern semuanya memberi petunjuk dengan satu cara atau lainnya, bahwa di sana
ada keraguan yang penting / layak dipertimbangkan tentang ke-otentik-an
ayat-ayat itu]
- hal 682.
a) TB2-LAI meletakkan, baik Mark 16:8b maupun Mark 16:9-20, dalam tanda
kurung besar / tegak, dan dalam bagian Kata Pengantarnya (hal 3) dikatakan
sebagai berikut: “Dalam edisi kedua ini, teks-teks yang tidak
terdapat dalam naskah-naskah yang dinilai paling baik atau kuno dicantumkan
dalam tanda kurung tegak, misalnya dalam Matius 6:13. Nas-nas lain seperti
Markus 16:9-20 dan Yohanes 7:53-8:11 juga diberi tanda kurung tegak”.
b)
NIV memberikan headnote
sebagai berikut: “the two most reliable early
manuscripts do not have Mark 16:9-20” (=
dua manuscript yang paling kuno dan paling bisa dipercaya tidak mempunyai Mark
16:9-20).
c) NASB memberikan footnote:
“Some
of the oldest mss. do not contain vv 9-20” (= Beberapa dari manuscript yang paling
kuno tidak mempunyai ay 9-20).
d) ASV memberikan footnote / catatan kaki sebagai berikut: “The
two oldest Greek manuscripts, and some other authorities, omit from ver. 9 to
the end. Some other authorities have a different ending to the Gospel”
(= Dua manuscript Yunani yang paling tua, dan beberapa otoritas yang lain,
mengabaikan / menghapuskan dari ay 9 sampai akhir. Beberapa otoritas yang
lain mempunyai akhiran yang berbeda bagi Injil ini).
e) GNB (Good News Bible) meletakkan Mark 16:9-20 di dalam
tanda kurung tegak, dan memberikan headnote / catatan kepala di atas ay 9 yang
berbunyi: “AN
OLD ENDING TO THE Gospel” (= Suatu
akhiran yang kuno bagi Injil ini).
Juga GNB memberikan catatan kaki yang berbunyi: “Some
manuscripts and ancient translations do not have this ending to the Gospel
(verses 9-20)”
[= Beberapa manuscript-manuscript dan terjemahan-terjemahan kuno tidak mempunyai
akhiran ini bagi Injil ini (ay 9-20)].
Setelah
itu GNB memberikan ay 8b dalam tanda kurung tegak (tetapi diberi penomoran ay 9
dan ay 10), dan lalu memberikan catatan kaki tentang bagian ini dengan kata-kata
sebagai berikut: “Some
manuscripts and ancient tranlations have this shorter ending to the Gospel in
addition to the longer ending (verses 9-20)”
[= Beberapa manuscript-manuscript dan terjemahan-terjemahan kuno mempunyai
akhiran yang lebih pendek ini sebagai tambahan pada akhiran yang lebih panjang
(ay 9-20)].
f) NEB (New English Bible) memberikan Mark 16:8b
setelah Mark 16:8a, dan lalu memberikan catatan kaki sebagai berikut: “Some
manuscripts add this paragraph, which in one of them is the conclusion of the
boook” (= Beberapa manuscript-manuscript menambahkan
paragraf ini, yang dalam salah satu dari mereka adalah konklusi / penutup dari
buku ini).
Lalu
NEB menuliskan Mark 16:9-20, dan lalu memberikan catatan kaki yang berbunyi
sebagai berikut: “Some
manuscripts give verses 9-20 either instead of, or in addition to, the paragraph
‘And they delivered ... eternal salvation’ (here printed before verse 9),
and so bring the book to a close. Others insert further additional matter”
[= Beberapa manuscript-manuscript memberikan ay 9-20, atau sebagai pengganti
dari, atau sebagai tambahan pada, paragraf ‘Dan mereka menyampaikan ....
keselamatan kekal’ (di sini dicetak sebelum ay 9), dan dengan demikian
mengakhiri buku / kitab ini. Yang lain menyisipkan bahan tambahan lebih banyak
lagi].
g) LB (Living Bible) sama sekali tidak menuliskan Mark
16:8b, tetapi memberikan Mark 16:9-20, dengan catatan kaki sebagai berikut: “Verses
9 through 20 are not found in the most ancient manuscript, but may be considered
an appendix giving additional facts”
(= Ayat 9 sampai 20 tidak ditemukan dalam manuscript yang paling kuno, tetapi
bisa dianggap sebagai suatu apendix / tambahan yang memberikan fakta-fakta
tambahan).
h) RSV memberikan footnote
/ catatan kaki yang agak panjang yang berbunyi sebagai berikut:
“Some
of the most ancient authorities bring the book to a close at the end of verse 8.
One authority concludes the book by adding after verse 8 the following: But they
reported briefly to Peter and those with him all that they had been told. And
after this, Jesus himself sent out by means of them, from east to west, the
sacred and imperishable proclamation of eternal salvation. Other authorities
include the preceding passage and continue with verses 9-20. In most authorities
verses 9-20 follow immediately after verse 8; a few authorities insert
additional material after verse 14” (= Beberapa otoritas / manuscript yang
paling kuno mengakhiri kitab ini pada akhir ayat 8. Satu otoritas / manuscript
menyimpulkan kitab ini dengan menambahkan setelah ayat 8 kata-kata ini:
‘Tetapi mereka menyampaikan secara singkat kepada Petrus dan mereka yang
bersama dengan dia semua yang telah diceritakan kepada mereka. Sesudah ini,
Yesus sendiri memberitakannya dengan perantaraan mereka, dari Timur ke Barat,
proklamasi keselamatan yang kudus / sakral dan tak bisa binasa itu’.
Otoritas / manuscript yang lain memasukkan bagian sebelumnya dan melanjutkan
dengan ayat 9-20. Dalam kebanyakan otoritas / manuscript ayat 9-20
langsung menyusul ayat 8; sedikit otoritas / manuscript memasukkan tambahan
materi setelah ayat 14).
i) The New
Scoffield Study Bible memberikan keterangan sebagai berikut: “Verses 9-20
are not found in the two most ancient manuscripts, the Sinaiticus and Vaticanus;
others have them with partial omissions and variations. But the passage is
quoted by Irenaeus and Hippolytus in the second and third century” (= Ayat-ayat 9-20 tidak ditemukan
dalam dua manuscript yang paling kuno, Sinaiticus dan Vaticanus;
manuscript-manuscript yang lain mempunyai ayat-ayat ini dengan penghapusan
sebagian dan variasi-variasi / perbedaan-perbedaan. Tetapi bagian ini dikutip
oleh Irenaeus dan Hippolytus dalam abad kedua dan ketiga).
Catatan:
Tentang manuscript-manuscript kuno yang diberi nama Sinaiticus dan Vaticanus,
perhatikan komentar-komentar di bawah ini.
J.
Harold Greenlee: “Codex
Aleph (01), Codex Sinaiticus, is now on display in the British Museum. Written
about A. D. 350, it originally contained the Old Testament, the New Testament,
and some other Christian writings. This large manuscript (about 15 by 13-1/2
inches) contains four columns of writing on each page. It is one of the most
important manuscripts of the New Testament. It was taken from Mount Sinai by
Tischendorf and presented to the Czar of Russia. In 1933 the British government
purchased it for about $ 500.000 that had been raised by private donations”
[= Codex Aleph (01), Codex Sinaiticus, sekarang dipajang / dipamerkan di Musium
Inggris. Ditulis sekitar tahun 350 M., itu terutama berisikan Perjanjian Lama,
Perjanjian Baru, dan beberapa tulisan-tulisan Kristen lain. Manuscript yang
besar ini (sekitar 15 x 13 ½ inci / 38 x
34 cm) memuat 4 kolom tulisan pada setiap halaman. Itu adalah salah satu
manuscript yang terpenting dari Perjanjian Baru. Itu diambil dari Gunung Sinai
oleh Tischendorf dan dihadiahkan / diberikan kepada kaisar / raja Rusia. Pada
tahun 1933 pemerintahan Inggris membelinya seharga sekitar 500.000 dolar yang
telah didapatkan / dikumpulkan oleh sumbangan-sumbangan pribadi]
- ‘Scribes, Scrolls, & Scripture’,
hal 25.
J.
Harold Greenlee: “Codex
B (03), Codex Vaticanus, has rested in the Vatican Library for many centuries.
Written about the middle of the fourth century, it is the most important single
manuscript of the New Testament. This manuscript, too, contained both
testaments, written three columns to the page” [= Codex B (03), Codex Vaticanus, telah diletakkan di Perpustakaan Vatican
selama banyak abad. Ditulis sekitar pertengahan abad keempat, itu merupakan
manuscript tunggal yang terpenting dari Perjanjian Baru. Manuscript ini, juga,
berisikan kedua perjanjian, ditulis 3 kolom tiap halaman]
- ‘Scribes, Scrolls, & Scripture’,
hal 26.
Catatan:
‘Codex’ adalah manuscript dalam bentuk ‘buku’. Ini bentuk yang lebih
baru / modern dan lebih praktis dalam penggunaannya dibandingkan dengan bentuk
gulungan (scroll) yang merupakan bentuk manuscript yang lebih kuno. Tidak ada
peninggalan manuscript Perjanjian Baru dalam bentuk scroll (gulungan); semua
manuscript Perjanjian Baru yang ada saat ini, ada dalam bentuk codex.
j) New Geneva
Study Bible memberikan keterangan sebagai berikut: “Scholars
differ regarding whether these verses were originally part of this Gospel. Some
important early Greek manuscripts lack these verses, other manuscripts have vv
9-20 (known as the ‘longer Ending’), and still others have a ‘Shorter
Ending’ (roughly one verse long). A few manuscripts have both the ‘Shorter
Ending’ and the ‘Longer Ending’. Because of these differences, some
scholars believe that vv 9-20 were added later and not written by Mark. On the
other hand, the verses are cited by writers from the late second century and are
found in the overwhelming majority of existing Greek manuscripts of the Gospel
of Mark. For other scholars, these facts establish the authenticity of the
passage” [= Para ahli berbeda pendapat tentang
apakah ayat-ayat ini merupakan bagian orisinil dari Injil ini. Beberapa
manuscript Yunani kuno tidak mempunyai ayat-ayat ini, beberapa manuscript yang
lain mempunyai ayat-ayat 9-20 (dikenal sebagai ‘Akhiran yang panjang’), dan
ada lagi manuscript-manuscript yang lain yang mempunyai ‘Akhiran yang
pendek’ (kira-kira panjangnya satu ayat). Sedikit manuscript mempunyai baik
‘Akhiran yang pendek’ maupun ‘Akhiran yang panjang’. Karena
perbedaan-perbedaan ini, beberapa ahli percaya bahwa ayat-ayat 9-20 ditambahkan
belakangan dan tidak ditulis oleh Markus. Di lain pihak, ayat-ayat ini dikutip
oleh penulis-penulis dari akhir abad kedua dan ditemukan dalam kebanyakan
manuscript Yunani dari Injil Markus. Untuk para ahli yang lain, fakta-fakta ini
menegakkan keaslian dari bagian ini].
4) Sangat jarang ada pendeta / hamba Tuhan yang membahas
asli tidaknya Mark 16:8b-20, dan ini menyebabkan sangat jarang jemaat awam yang
mengetahui bahwa bagian ini diragukan keasliannya.
Mungkin
ada 2 alasan mengapa asli tidaknya bagian ini jarang sekali dibahas:
a) Para hamba Tuhan takut bahwa pembahasan hal ini akan
menggoyahkan iman jemaat terhadap Kitab Suci.
Saya
berpendapat bahwa ini merupakan alasan yang salah, karena Firman Tuhan merupakan
dasar dari iman (Ro 10:17). Karena itu jemaat perlu tahu bagian mana yang
betul-betul Firman Tuhan dan bagian mana yang diragukan keasliannya atau bahkan
dipastikan ketidak-asliannya.
b) Mereka takut bahwa mereka sendiri akan dianggap sebagai
Liberal / sesat kalau mengajarkan bahwa bagian ini diragukan keasliannya.
Untuk
itu perlu diketahui 2 hal:
1. Yang memperdebatkan asli tidaknya
bagian ini bukanlah kelompok Liberal, tetapi kelompok orang-orang yang sangat
Alkitabiah dan Injili.
2. Berbeda dengan kelompok Liberal yang
‘membuang’ atau ‘mengabaikan’ bagian-bagian tertentu dari Kitab Suci karena
memang tidak mempunyai rasa hormat terhadap Kitab Suci sebagai Firman Tuhan,
maka orang-orang yang Alkitabiah dan Injili memperdebatkan hal ini justru
karena rasa hormat mereka terhadap Kitab Suci. Mereka tidak mau apa yang
bukan Firman Tuhan masuk ke dalam Kitab Suci dan sebaliknya mereka juga tidak
mau membuang Firman Tuhan dari Kitab Suci. Karena itu perlu ditentukan lebih
dulu asli tidaknya bagian ini, dan karena itu muncul perdebatan yang luar biasa
hebatnya tentang bagian ini.
5) Tidak ada ‘posisi yang aman’ dalam hal ini.
Ada
banyak orang Kristen yang kurang berpikir, dan menuduh orang yang menolak Mark
16:8b-20 ini sebagai orang yang membuang sebagian dari Kitab Suci. Harus diakui
bahwa memang benar bahwa kalau bagian ini memang asli, maka siapapun yang
menolaknya berarti ia membuang sebagian dari Kitab Suci, dan itu memang
merupakan dosa. Tetapi para penuduh ini kelihatannya lupa bahwa kalau
ternyata sebetulnya bagian ini tidak asli, maka siapapun yang menerima
bagian ini sebagai Kitab Suci, itu berarti bahwa ia menambahi Kitab Suci, dan
itu sama berdosanya seperti orang yang mengurangi Kitab Suci. Jadi, tidak ada
‘posisi yang aman’ dalam persoalan ini. Menurut saya, setiap orang Kristen,
apalagi hamba Tuhan, harus menggumulkan bagian ini, dengan mempelajarinya sambil
banyak berdoa, dan lalu mengambil kesimpulan / keputusan untuk dirinya sendiri,
apakah ia mau menerima atau menolak bagian ini sebagai Kitab Suci. Kalau toh ia
salah, maka itu merupakan kesalahan yang tidak disengaja, dan saya tidak
menganggap kesalahan seperti itu sebagai kesesatan!
6) Untuk Mark 16:8b (shorter
ending / akhiran yang lebih pendek) boleh dikatakan tidak ada penafsir yang
menganggap bagian itu sebagai asli. Semua menganggap bagian itu sebagai suatu
penambahan. Dan kalau kita melihat pada terjemahan-terjemahan Kitab Suci bahasa
Inggris, maka sepanjang yang saya ketahui, tidak ada yang memasukkan ay 8b ke
dalam textnya; paling-paling ada yang memasukkan ay 8b ke catatan kaki, dan NASB
menuliskannya setelah ay 20 dengan cetakan miring dan meletakkannya dalam tanda
kurung tegak / besar, disertai catatan kaki yang mengatakan “In
a few later mss and versions contain this paragraph, usually after verse 8; a
few have it at the end of chapter”
(= Dalam sedikit manuscript-manuscript dan versi-versi belakangan berisi
paragraf ini, biasanya setelah ayat 8; sedikit manuscript mempunyainya pada
akhir dari pasal).
Catatan:
Bruce Metzger mengatakan bahwa ay 8b (shorter
ending / akhiran yang lebih pendek) ini seharusnya diakhiri dengan kata
‘Amin’.
Adam
Clarke (tentang ay 9): “‘Now
when Jesus was risen early the first day of the week, he appeared first to Mary
Magdalene, out of whom he had cast seven devils.’ ...
In the margin of the later Syriac version, there is a remarkable addition after
this verse; it is as follows: And they declared briefly all that was commanded,
to them that were with Peter. Afterward Jesus himself published by them, from
east to west, the holy and incorruptible preaching of eternal salvation. Amen” (= ‘Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama dari minggu itu, Ia
pertama-tama menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena, dari siapa Yesus telah
mengusir tujuh setan’. ... Di bagian tepi dari versi Syriac belakangan,
ada suatu tambahan yang patut diperhatikan setelah ayat ini; itu adalah sebagai
berikut: ‘Dengan singkat
mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu
Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya memberitakan dari Timur ke Barat
berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu. Amin’).
Catatan:
Jadi menurut kata-kata Clarke ini, dalam versi Syria belakangan, ay 8b ini
diletakkan setelah ay 9!
Bible
Knowledge Commentary: “Several
later manuscripts (seventh century on) and versions supply a ‘shorter
ending’ after verse 8 which is clearly not genuine but all these
manuscripts (except one) continue on with verses 9-20” [= Beberapa
manuscript-manuscript belakangan (abad ketujuh dan selanjutnya) dan versi-versi
belakangan menyuplai suatu ‘akhiran yang pendek’ setelah ayat 8 yang
jelas tidak asli tetapi semua manuscript-manuscript ini (kecuali satu)
melanjutkan dengan ay 9-20].
Donald
Guthrie: “It remains to discuss the
alternative endings. The shorter may be dismissed as obviously of late origin,
but the longer ending would appear to possess greater antiquity”
(= Sekarang tinggal mendiskusikan akhiran-akhiran yang harus dipilih. Akhiran
yang lebih pendek bisa dibuang / disingkirkan karena jelas mempunyai asal usul
belakangan, tetapi akhiran yang lebih panjang kelihatannya mempunyai
ke-kuno-an yang lebih besar)
- ‘New Testament Introduction’, hal 79.
William
Hendriksen: “Since
this ending has found even less general acceptance than the longer one, and
its spurious nature is evident even on the surface, additional remarks are
unnecessary. This holds also for other endings”
(= Karena akhiran ini telah mendapatkan lebih sedikit penerimaan umum dari
akhiran yang lebih panjang, dan sifat palsunya jelas terlihat dari luar,
maka tidak perlu ada komentar-komentar tambahan. Ini juga berlaku untuk
akhiran-akhiran yang lain)
- hal 687.
Bruce
Metzger: “The
internal evidence for the shorter ending (2) is decidedly against its being
genuine. Besides containing a high percentage of non-Markan words, its
rhetorical tone differs totally from the simple style of Mark’s Gospel”
[= Bukti internal untuk ‘akhiran yang lebih pendek’ (2) pasti menentang
keorisinilannya. Selain memuat persentase yang tinggi dari kata-kata
non-Markus, nada retoriknya berbeda secara total dari gaya yang sederhana dari
Injil Markus] - ‘A
Textual Commentary on the Greek New Testament’.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali