Kebaktian online

 

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 27 Agustus 2023, pk 9.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

mempersiapkan diri

untuk menghadapi

‘hari itu’

 

MALEAKHI 4:1-6

 

Mal 4:1-6 - “(1) Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. (2) Tetapi kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. (3) Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam. (4) Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hambaKu, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. (5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. (6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”.

 

Dalam bagian ini Maleakhi membahas tentang hari / saat yang telah ia singgung dalam Mal 3:17 - “Mereka akan menjadi milik kesayanganKu sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.”.

 

I) Apa yang akan terjadi pada hari itu?

 

1)   Untuk orang yang tidak beriman (ay 1).

Ay 1: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.”.

 

a)   Ay 1 membicarakan ‘orang yang tidak beriman’, yang disebut sebagai ‘gegabah’ dan ‘fasik’.

 

1.   Kata ‘gegabah’ ini salah terjemahan.

KJV: ‘proud’ [= sombong].

NIV/NASB/RSV: ‘arrogant’ [= sombong].

Orang yang tidak beriman disebut ‘sombong’ karena:

a.   Ia merasa bisa hidup tanpa Tuhan.

b.   Ia merasa dirinya cukup baik dan bisa masuk surga dengan kekuatannya sendiri. Misalnya dengan berkata: ‘Saya tidak perlu percaya Yesus ataupun ke gereja; yang penting saya tidak menjahati orang’ atau ‘yang penting saya berbuat baik’, dsb.

c.   Ia merasa dirinya lebih baik dari orang kristen.

Semua ini jelas adalah kesombongan!

 

2.   Kata ‘fasik’.

KJV: ‘do wickedly’ [= berbuat dengan jahat].

NIV/NASB/RSV: ‘evildoers’ [= pembuat-pembuat kejahatan].

Orang tidak beriman disebut sebagai ‘pembuat-pembuat kejahatan’, karena mereka memang tidak bisa berbuat baik, dan semua yang mereka lakukan dianggap jahat oleh Tuhan!

 

Ro 3:10-12 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak..

 

Tetapi hebatnya, mereka ini bisa sombong dan merasa diri baik!

 

b)         Hari itu digambarkan seperti ‘api’ (ay 1).

Ay 1: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.”.

 

Dalam Kitab Suci, api sering menjadi simbol dari hukuman Allah (Mat 3:10,12  Mat 13:30  Mat 25:41  Yoh 15:6  Wah 21:8).

 

Mat 3:10,12 - “(10) Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. ... (12) Alat penampi sudah ditanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan.’.

 

Mat 13:30 - Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.’.

 

Mat 25:41 - Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya..

 

Yoh 15:6 - Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar..

 

Wah 21:8 - Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’.

 

c)         Orang-orang yang tak beriman itu digambarkan seperti ‘jerami’ (ay 1).

 

Ay 1: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.”.

 

1.   Mereka sombong, dan merasa dirinya baik, tetapi bagi Tuhan mereka seperti jerami!

 

2.   Mereka seperti jerami, padahal ‘hari itu’ digambarkan seperti api. Tidak heran kalau mereka dihabiskan sampai tidak ditinggalkan akar dan cabang (ay 1b).

 

2)   Untuk orang yang beriman (ay 2-3).

Ay 2-3: “(2) Tetapi kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. (3) Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.”.

 

a)   Dalam ay 2 disebutkan tentang ‘orang yang beriman’ yang disebut sebagai ‘kamu yang takut akan namaKu’.

Artinya: mereka takut kepada Tuhan, mereka hormat kepada Tuhan, mereka takut berbuat dosa, mereka hormat, cinta dan tunduk pada Firman Tuhan, dsb.

 

b)   Selanjutnya ay 2 mengatakan bahwa bagi orang yang beriman itu ‘akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya’.

 

1.   Istilah ‘surya kebenaran’ ini jelas menunjuk kepada Kristus sendiri (bdk. Yoh 8:12).

 

Yoh 8:12 - “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya: ‘Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.’”.

 

2.   Istilah ‘sayap’ mungkin menunjuk kepada sinar dari surya / matahari itu. Ini memberi ‘kesembuhan’. Ada yang mengartikan ini sebagai kesembuhan dari penyakit, tetapi saya lebih setuju pada pandangan yang mengatakan bahwa ini menunjuk pada ‘damai’ (bebas dari kesukaran / malapetaka).

 

c)   Lalu ay 2 melanjutkan dengan mengatakan ‘kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang’.

Ini tentu tidak boleh ditafsirkan secara hurufiah (karena kalimat sebelum dan sesudahnya juga tidak hurufiah!), dan lalu dianggap menunjuk pada orang yang berjingkrak-jingkrak dalam gereja-gereja yang mengadakan Toronto Blessing. Ini adalah suatu penggambaran dari sukacita (anak lembu yang dilepaskan dari kandang memang berjingkrak-jingkrak saking senangnya).

Jadi, orang yang beriman sekarang memang menderita, tetapi pada ‘hari itu’ mereka akan bersukacita.

 

d)   Akhirnya ay 3 mengatakan bahwa orang yang beriman ini ‘akan menginjak-injak orang-orang fasik’.

Orang fasik / tak beriman, yang tadi digambarkan seperti jerami yang dibakar oleh api, sekarang digambarkan diinjak-injak oleh orang benar, sehingga menjadi ‘abu di bawah telapak kaki orang yang beriman’.

 

Semua ini menunjukkan bahwa pada ‘hari itu’ orang benar akan menang atas orang fasik (ay 3). Sekarang, orang beriman bisa kelihatan kalah, tetapi pada ‘hari itu’ orang benar akan menang.

 

II) Apa yang akan terjadi menjelang hari itu (ay 5-6)?

 

Ay 5-6: “(5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. (6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”.

 

1)   Ini menunjuk pada kedatangan Yohanes Pembaptis (bdk. Luk 1:13-17).

Luk 1:13-17 - “(13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.’”.

 

2)   Ini tidak berarti bahwa Kitab Suci percaya pada reinkarnasi!

 

Memang Mat 11:14 dan Mat 17:10-13 seakan-akan menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis betul-betul adalah Elia.

 

Mat 11:13-14 - “(11) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (14) dan - jika kamu mau menerimanya - ialah Elia yang akan datang itu.”.

 

Mat 17:10-13 - “(10) Lalu murid-muridNya bertanya kepadaNya: ‘Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?’ (11) Jawab Yesus: ‘Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu (12) dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.’ (13) Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.”.

 

Tetapi Yoh 1:21 jelas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah Elia.

 

Yoh 1:19-21a - “(19) Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ‘Siapakah engkau?’ (20) Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ‘Aku bukan Mesias.’ (21a) Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’.

 

Disamping itu Ibr 9:27, yang mengatakan bahwa semua manusia ditetapkan untuk mati satu kali saja dan setelah itu dihakimi, jelas menentang reinkarnasi!

 

Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,”.

 

3)   Yohanes Pembaptis disebut Elia sebab:

 

a)         Mirip dalam hal pakaian (bdk. 2Raja 1:8  dengan  Mat 3:4).

 

2Raja 1:8 - “Jawab mereka kepadanya: ‘Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya.’ Maka berkatalah ia: ‘Itu Elia, orang Tisbe!’”.

 

Mat 3:4 - “Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.”.

 

b)   Mirip dalam hal semangat dan keberanian (1Raja 18:16-19  Mat 3:7-dst  Mat 14:3-4).

 

1Raja 18:16-19 - “(16) Lalu pergilah Obaja menemui Ahab dan memberitahukan hal itu kepadanya. Kemudian Ahab pergi menemui Elia. (17) Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: ‘Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?’ (18) Jawab Elia kepadanya: ‘Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. (19) Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel.’”.

 

Mat 3:7-12 - “(7) Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: ‘Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? (8) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. (9) Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! (10) Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (11) Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (12) Alat penampi sudah ditanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan.’”.

 

Mat 14:3-4 - “(3) Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. (4) Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: ‘Tidak halal engkau mengambil Herodias!’”.

 

Keberanian kedua orang ini dalam menegur seorang raja, betul-betul adalah sesuatu yang luar biasa. Kita sendiri, jangankan menegur Presiden, menegur RT atau RW yang bersa­lah saja belum tentu kita berani melakukannya!

 

c)   Baik Elia maupun Yohanes Pembaptis sama-sama berusaha untuk memulihkan agama / ibadah yang rusak.

Pada jaman Elia, agama / bangsa Israel saat itu dirusakkan oleh penyembahan kepada berhala / dewa Baal, sedangkan pada jaman Yohanes Pembaptis, sekalipun tidak ada penyem­bahan berhala, tetapi ibadah saat itu hanyalah ibadah yang bersifat lahiriah saja.

 

III) Kapan hari itu tiba?

 

Ada banyak pandangan:

 

1)   Kedatangan Kristus yang pertama.

 

Alasan: karena didahului oleh Yohanes Pembaptis (ay 5,6).

 

Ay 5-6: “(5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. (6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”.

 

Tetapi ini tidak cocok dengan ay 1-3.

 

Ay 1-3: “(1) Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. (2) Tetapi kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. (3) Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.”.

 

2)   Kedatangan Kristus yang kedua.

Alasan: karena ay 1-3 rasa-rasanya tidak terjadi pada kedatangan Kristus yang pertama, tetapi terjadi pada keda­tangan Kristus yang kedua.

Tetapi ini tidak cocok dengan ay 5-6.

 

3)   Ini menunjuk pada semua penghakiman yang Allah lakukan sampai hari terakhir.

Pandangan ini rasanya tidak mungkin, karena semua ini menunjuk pada hari tertentu (the day).

 

4)   Hari itu terjadi pada saat yang dekat, sehingga dialami oleh orang-orang pada saat itu.

Ini rasanya juga tidak mungkin, karena tidak cocok dengan ay 1-3 maupun ay 5.

 

5)   Pada kedatangan Kristus yang pertama nubuat ini sudah digenapi, tetapi pada kedatangan Kristus yang kedua barulah terjadi penggenapan yang sempurna / sepenuhnya.

 

6)   Kita hidup pada jaman di antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua, sehinga kita dengan mudah dapat membeda­kan kedua kedatangan tersebut. Tetapi bagi Maleakhi, baik kedatangan yang pertama maupun yang kedua belum terjadi. Pada waktu ia memandang ke depan, ia melihat kedatangan pertama (ay 5-6) dan kedatangan kedua (ay 1-3) itu berim­pit. Karena itu ia mencampuradukkan kedatangan pertama dan kedua.

 

Saya condong pada no 6 atau no 5.

 

IV) Persiapan untuk menghadapi hari itu.

 

1)   Belajar Firman Tuhan (ay 4).

Ay 4: “Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hambaKu, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.”.

 

Kata ‘Taurat’, kadang-kadang berarti seluruh Perjanjian Lama, kadang-kadang hanya 5 Kitab Musa. Di sini, karena karena adanya kata-kata ‘yang telah kuperintahkan kepada Musa’, maka ‘Taurat’ ini menunjuk pada 5 Kitab Musa.

Tetapi harus diingat bahwa semua kitab-kitab yang lain dalam Perjanjian Lama merupakan penaf­siran dari Taurat atau merupakan perintah-perintah Tuhan untuk kembali pada Taurat. Jadi, sebetulnya semua sudah termasuk.

Jadi, mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi hari itu dengan mempelajari seluruh Firman Tuhan!

 

2)   Bertobat dari dosa (ay 5-6).

Ay 5-6: “(5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. (6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”.

 

Arti ay 6: kalau bapa maupun anak, yang tadinya bermusuhan, sama-sama kembali pada iman yang benar (bertobat), maka mereka pasti akan bersatu / rukun kembali.

 

Sejak dosa masuk ke dalam dunia maka terjadi gap bukan hanya antara Allah dan manusia, tetapi juga antara manusia dengan manusia. Ini terlihat dari peristiwa dimana Adam melemparkan kesalahan kepada Hawa (Kej 3:12), lalu pada peristiwa pembunuhan oleh Kain terhadap Habel.

Hanya kalau manusia kembali kepada Allah melalui Yesus Kristus, dan sama-sama mempunyai hati pikiran yang dipenuhi dan dikuasai oleh kebenaran / Firman Tuhan, barulah manusia bisa bersatu / rukun kembali!

Jadi, mereka harus bertobat, dan kembali pada jalan yang benar.

 

Bagaimana dengan kita? Kita memang tidak menantikan kedatangan Kristus yang pertama, tetapi kita menantikan kedatangan Kris­tus yang kedua. Tetapi cara kita menanti adalah sama:

 

1)   Belajar Firman Tuhan (dalam Kebaktian, Pemahaman Alkitab, Saat Teduh, dsb).

 

2)   Bertobat dari segala dosa.

a)   Datanglah kepada Yesus.

b)   Jangan hanya menjadi pendengar Firman, tetapi jadilah pelaku Firman!

Kalau tidak, pada hari Tuhan, saudara akan menjadi seperti ‘jerami’ yang menghadapi ‘api’.

 

 

-AMIN-

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali