Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 15 September 2013, pk 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[HP: (031) 7064-1331 / (031) 6050-1331 / 0819-455-888-55]

Email: [email protected]

 

LUKAS 6:12-16

 

Luk 6:12-16 - “(12) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. (13) Ketika hari siang, Ia memanggil murid-muridNya kepadaNya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebutNya rasul: (14) Simon yang juga diberiNya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, (15) Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, (16) Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.”.

 

I) Pemilihan rasul-rasul.

 

1)   Yesus berdoa (ay 12).

Ay 12: “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.”.

 

a)         Yesus berdoa sebelum memilih rasul.

Gereja juga harus berdoa sebelum memilih pendeta, majelis, guru sekolah minggu, dsb.

 

b)         Yesus pergi ke bukit untuk berdoa.

Yesus berdoa di bukit bukan karena bukit merupakan tempat yang tinggi sehingga lebih dekat dengan Allah! Ingat bahwa Allah itu maha ada, sehingga saudara tidak bisa dikatakan lebih dekat kepadaNya pada waktu saudara berada di atas bukit dibandingkan dengan waktu saudara berada di dasar jurang / laut!

Juga bahwa Yesus berdoa di atas bukit, tidak berarti bahwa sekarang kita juga harus berdoa di atas bukit. Memang tidak dilarang untuk berdoa di bukit-bukit doa yang banyak terdapat pada jaman sekarang, tetapi sebetulnya ini tidak diperlukan, keculai saudara tidak bisa mendapatkan tempat yang sunyi dan tenang selain di sana.

Bahwa Yesus berdoa di bukit menunjukkan bahwa sedapat mungkin pada waktu berdoa kita harus mencari tempat yang sepi / tenang. Berdoa di tempat sepi ini bertentangan dengan:

1.   Kebiasaan melakukan ‘doa bersuara’ dalam persekutuan doa.

2.   Orang (biasanya dalam kalangan Pentakosta / Kharismatik) yang pada waktu berdoa mengatakan ‘Amin’, ‘Haleluya’, ‘Glory’, dsb dengan suara keras.

Bdk. 1Kor 14:16 - “Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan ‘amin’ atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?”.

‘Mengatakan amin’ dalam 1Kor 14:16 tidak berarti bahwa kita boleh mengatakannya dengan suara keras. Kita bisa / boleh mengatakannya hanya dalam hati. Bukankah yang penting Tuhan tahu bahwa kita mengaminkan doa itu? Seruan keras dalam persekutuan doa mengganggu konsentrasi orang lain yang juga sedang berdoa, bahkan mengganggu konsentrasi orang yang memimpin doa. Karena itu, kalau saudara bukan orang kristen yang egois, hentikanlah kebiasaan seperti itu.

3.   Kebiasaan berdoa diiringi musik / band.

Praktek bodoh dan salah ini dilakukan di hampir semua gereja, yang tanpa memikirkan lebih dulu apakah praktek ini sesuai Alkitab atau tidak, langsung menirunya! Ada beberapa hal yang menyebabkan saya menganggap praktek ini tidak Alkitabiah:

a.   Membuat orang terganggu konsentrasinya dalam doa. Dalam keadaan tenangpun orang bisa terganggu konsentrasinya, apalagi dengan diberi musik. Perhatikan Yesus yang pada saat mau berdoa pergi ke tempat yang sunyi.

Mark 1:35 - “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”.

Pikirkan ini: pada saat doa diiringi musik, saudara mendengarkan musiknya atau tidak? Kalau tidak, lalu untuk apa musik itu dimainkan? Kalau ya, berarti konsentrasi doa saudara terpecah!

b.   Pemain musik itu sendiri seharusnya ikut berdoa dalam acara doa itu, tetapi dengan ditugaskan untuk main musik ia tidak bisa berdoa!

4.   Membiarkan anak ribut dalam persekutuan doa di dalam kebaktian.

Setiap orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak mereka untuk tenang dalam kebaktian / Pemahaman Alkitab dan sebagainya.

 

c)         Mengapa Yesus berdoa kalau Ia memang adalah Allah?

Jawabannya jelas adalah: karena Ia juga adalah manusia.

 

Barnes’ Notes: “If it be asked why Jesus should pray at all if he was Divine, we answer, that he was also a man - a man subject to the same sufferings as others, and as a man needing the Divine blessing. There is no more inconsistency in his praying, than there was in his eating” (= Kalau ditanyakan mengapa Yesus harus berdoa jika Ia adalah Allah, kami menjawab, bahwa Ia juga adalah seorang manusia - seorang manusia yang mengalami penderitaan yang sama seperti orang lain, dan sebagai seorang manusia yang membutuhkan berkat ilahi. Tidak ada lebih banyak ketidakkonsekwenan dalam tindakanNya pada waktu berdoa, dibandingkan dengan tindakanNya pada waktu makan).

 

2)   Rasul dipilih dari antara murid.

Ay 13: “Ketika hari siang, Ia memanggil murid-muridNya kepadaNya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebutNya rasul:”.

 

a)         Murid.

 

1.   ‘murid-murid’ / disciples (ay 13), dalam bahasa Yunaninya bentuk plural / jamaknya adalah MATHETAI, dan bentuk singular / tunggalnya adalah MATHETES (= a learner). Kata kerjanya adalah MANTHANO (= I learn / saya belajar). Bandingkan juga dengan AMATHES = ‘ignorant’ (= tidak mempunyai pengertian, bodoh, dungu).

Orang kristen disebut murid; jadi orang kristen harus belajar Firman Tuhan. Hati-hati dengan pandangan yang mengatakan bahwa kalau seseorang terlalu banyak belajar Firman Tuhan, ia akan menjadi seperti ahli Taurat / orang Farisi. Ini omong kosong yang bodoh dari orang yang tidak mengerti Firman Tuhan (AMATHES)! Memang bisa saja orang belajar banyak dan tidak mentaati Firman Tuhan, sehingga menjadi seperti orang Farisi dan ahli Taurat, tetapi ini tidak berarti bahwa semua orang yang banyak belajar Firman lalu menjadi seperti itu! Apakah Yesus, Paulus, rasul-rasul, tidak banyak belajar Firman? Apakah mereka lalu menjadi seperti ahli Taurat dan orang Farisi?

 

2.   Murid tidak hanya harus belajar dan mengerti, tetapi juga percaya dan taat.

Bdk. Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

Perhatikan bahwa Yesus tidak hanya berkata ‘ajarlah mereka’, tetapi ‘ajarlah mereka melakukan. Jelas bahwa seorang murid harus belajar dengan tujuan mentaati Firman Tuhan.

 

3.   Syarat murid bukan hanya belajar dan taat, tetapi juga setia kepada Yesus dan Firman Tuhan.

Bdk. Yoh 8:31 - “Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: ‘Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu.

Hanya kalau seseorang setia sampai mati kepada Tuhan dan FirmanNya, barulah ia benar-benar adalah seorang murid. Ini perlu diperhatikan oleh saudara yang ‘murtad’ dari Pemahaman Alkitab!

 

b)         Pemilihan murid menjadi rasul dilakukan sesuai kehendak Tuhan.

Ayat paralelnya, yaitu Mark 3:13 berbunyi: “Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya.

Bdk. Yoh 15:16a - “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”.

Penerapan: kalau kita mau melayani, apalagi kalau mau menjadi hamba Tuhan, kita harus mencari / menanyakan kehendak Tuhan! Jangan terjun dalam pelayanan, apalagi menjadi hamba Tuhan, atas kehendak sendiri, apalagi sekedar demi profesi!

 

c)         Dari kalangan murid dipilih orang-orang tertentu untuk menjadi rasul.

Ini perlu diperhatikan dalam pemilihan majelis, guru sekolah minggu, komisi Pemuda Remaja, dsb. Yang tidak mau ikut Pemahaman Alkitab, tidak pantas dapat jabatan. Memang ini tidak berarti bahwa semua yang ikut Pemahaman Alkitab harus mendapat jabatan. Ingat bahwa jabatannya terbatas. Jadi kalau saudara tidak dapat jabatan, jangan mengira bahwa saudara dianggap tidak baik!

 

d)         Tujuan menjadi rasul.

1.   Ay 13: ‘rasul’ (bahasa Yunani: APOSTOLOI) berasal dari kata APOSTELLO (= I send forth / Aku mengutus).

2.   Bandingkan ay 13 dengan bagian paralelnya dalam Mark 3:14-15 yang berbunyi: “Ia menetapkan 12 orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan”.

Mark 3:15 (KJV): And to have power to heal sickness, and to cast out devils” (= Dan mempunyai kuasa untuk menyembuhkan penyakit, dan mengusir setan-setan). Ini dari manuscript yang berbeda.

 

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan di sini:

 

a.   Mereka dipilih menjadi rasul untuk memberitakan Injil, mengusir setan. Dengan kata lain dipanggil untuk melayani. Jadi, kalau saudara diberi jabatan, tujuannya bukan untuk menaikkan gengsi saudara supaya lebih dihormati orang, tetapi supaya saudara melayani.

Perhatikan urut-urutan ini: Murid ® rasul ® melayani.

Sia-sia seseorang belajar Firman, kalau ia tidak melayani! Bdk. Mat 4:19 - ikut Yesus untuk dijadikan penjala manusia.

 

b.   Dalam Mark 3:14 ini, no 1 adalah ‘menyertai Yesus’ [NIV/NASB: that they might be with him (= supaya mereka bisa bersama Dia), no 2 adalah ‘memberitakan Injil’, dan no 3 adalah ‘mengusir setan’.

Pulpit Commentary (Luke): “The first requirement is always life with Christ, communion with the personal Saviour: there is no real preaching, no real power, without that” (= Syarat pertama selalu adalah hidup dengan Kristus, persekutuan dengan Juruselamat pribadi: tidak ada khotbah yang sungguh-sungguh, kuasa yang sungguh-sungguh, tanpa hal itu).

Sebagai tambahan di sini saya berikan komentar ‘nyentrik’ William Barclay: “He chose them to be his friends. It is amazing that Jesus needed human friendship. God cannot be happy without men. Just because God is Father there is a blank in his heart until the last man comes home” (= Ia memilih mereka untuk menjadi teman-temanNya. Adalah sesuatu yang mengherankan bahwa Yesus membutuhkan persahabatan manusia. Allah tidak bisa bahagia tanpa manusia. Justru karena Allah adalah Bapa, maka ada kekosongan dalam hatiNya sampai manusia terakhir pulang).

Mengatakan bahwa Yesus / Allah membutuhkan manusia, dan tidak bisa bahagia tanpa manusia, adalah sesuatu yang merendahkan Allah! Manusialah yang membutuhkan Allah dan tidak bisa bahagia dan terus merasakan kekosongan dalam hatinya, sebelum ia menemukan, atau lebih tepat, ditemukan oleh Allah.

 

II) Dua belas rasul.

 

1)   Mengapa Yesus memilih 12 rasul? Mengapa tidak 3,7,10, atau 40?

Pulpit Commentary (Mark): “Three multiplied by four gives twelve, the number of those who were to go forth as apostles into the four quarters of the world - called to the faith of the holy Trinity” (= Tiga dikalikan dengan empat adalah duabelas, jumlah / bilangan mereka yang harus pergi sebagai rasul-rasul ke empat penjuru dunia - dipanggil kepada iman dari Tritunggal yang kudus).

Komentar ini menarik, tetapi saya tidak yakin bahwa ini adalah maksud dari bilangan 12 ini. Saya lebih setuju dengan arti yang diberikan oleh William Hendriksen di bawah ini.

William Hendriksen: “The fact that Jesus appointed exactly 12 men, no more and no less, indicates that he had in mind the new Israel, for ancient Israel had 12 tribes and 12 patriarchs. The new Israel was going to be gathered from among all the nations, Jews and Gentiles alike” (= Fakta bahwa Yesus menetapkan persis 12 orang, tidak lebih dan tidak kurang, menunjukkan bahwa Ia memikirkan Israel yang baru, karena Israel yang kuno mempunyai 12 suku dan 12 kepala suku. Israel yang baru akan dikumpulkan dari antara semua bangsa, Yahudi maupun non Yahudi).

Penafsiran Hendriksen ini didukung oleh:

a)         Wah 7:4 - 144.000 orang = 12 x 12 x 1000.

b)         Wah 4:1-11 - 24 tahta dan 24 tua-tua. 24 = 12 + 12.

 

2)   Sekarang mari kita menyoroti 12 rasul ini.

 

a)         Simon / Petrus.

1.   Nama ‘Simon’ diubah menjadi ‘Petrus’.

William Hendriksen: “This new name, meaning rock, was a description not of what Simon was when called, but of what by grace he was to become” (= Nama baru ini, artinya batu karang, bukan menggambarkan apa adanya Simon pada waktu dipanggil, tetapi menggambarkan Simon akan menjadi apa oleh kasih karunia).

2.   Simon Petrus mempunyai banyak kelemahan / kekurangan, seperti:

a.   Tidak terpelajar. Ini terlihat dari fakta bahwa ia adalah nelayan (Mat 4:18), dan juga dinyatakan secara explicit dalam Kis 4:13.

Kis 4:13 - “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.”.

b.   Mudah berubah-ubah (Mat 14:28,30  16:16,22  26:33-35,69-75  Yoh 13:8-9  Gal 2:11-12).

c.   Bicara sembarangan tanpa dipikir (Mark 9:5-6).

Mark 9:5-6 - “(5) Kata Petrus kepada Yesus: ‘Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.’ (6) Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.”.

 

b)         Andreas.

Kelemahan / kekurangannya:

1.   Tak terpelajar. Ini terlihat dari fakta bahwa ia adalah nelayan (Mat 4:18).

2.   Yoh 6:8-9 - bersandar pada logika / matematika.

Yoh 6:8-9 - “(8) Seorang dari murid-muridNya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepadaNya: (9) ‘Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?’”.

 

c)         Yakobus.

 

d)         Yohanes.

Dalam Mark 3:17, Yakobus dan Yohanes ini disebut ‘anak-anak guruh’.

Ada yang menganggap bahwa sebutan ini diberikan karena kepribadian mereka yang pemarah (bdk. Luk 9:54-56  Mark 9:38), tetapi ada yang menganggap bahwa sebutan itu diberikan karena mereka adalah pengkhotbah yang mempunyai suara keras.

Kelemahan / kekurangan mereka:

1.   Tak terpelajar. Ini terlihat dari fakta bahwa mereka adalah nelayan (Mat 4:21), dan untuk Yohanes dinyatakan secara explicit dalam Kis 4:13.

2.   Pemarah (Luk 9:51-56).

Luk 9:51-56 - “(51) Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandanganNya untuk pergi ke Yerusalem, (52) dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagiNya. (53) Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalananNya menuju Yerusalem. (54) Ketika dua muridNya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: ‘Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?’ (55) Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. (56) Lalu mereka pergi ke desa yang lain.”.

3.   Mark 9:38-40 - mereka mencegah orang yang bukan kelompok mereka mengusir setan dalam nama Yesus.

Mark 9:38-40 - “(38) Kata Yohanes kepada Yesus: ‘Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi namaMu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.’ (39) Tetapi kata Yesus: ‘Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi namaKu, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. (40) Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.”.

Mungkin sekali ini menunjukkan bahwa mereka mau memonopoli Yesus, atau memonopoli pengusiran setan untuk golongannya sendiri. Mungkin juga semangat bagi Yesus ia wujudkan dalam bentuk fanatisme golongan.

 

William Hendriksen: “James was the first of The Twelve to wear the martyr’s crown (Acts 12:2). While he was the first to arrive in heaven, his brother John was in all probability the last to remain on earth” [= Yakobus adalah yang pertama dari 12 orang itu yang memakai mahkota martir (Kis 12:2). Sementara ia adalah yang pertama sampai di surga, saudaranya, Yohanes, kemungkinan besar merupakan yang terakhir berada / tinggal di bumi].

Kis 12:2 - “Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.”.

 

e)         Filipus.

Kelemahan / kekurangannya:

1.   Bersandar pada logika / matematika (Yoh 6:5,7).

Yoh 6:5,7 - “(5) Ketika Yesus memandang sekelilingNya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya, berkatalah Ia kepada Filipus: ‘Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?’ ... (7) Jawab Filipus kepadaNya: ‘Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.’”.

2.   Yoh 14:8-9 - lamban mengerti.

Yoh 14:8-9 - “(8) Kata Filipus kepadaNya: ‘Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.’ (9) Kata Yesus kepadanya: ‘Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”.

 

f)          Bartolomeus / Natanael.

‘Bartolomeus’ artinya ‘anak dari Tholomai’, dan ini bukan nama yang sesungguhnya. Nama yang sesungguhnya adalah Natanael (Yoh 1:45-51).

Kata-katanya dalam Yoh 1:46 menunjukkan bahwa ia sentimen terhadap Nazaret, tetapi akhirnya ia toh menjadi pengikut Yesus, orang Nazaret.

Yoh 1:46 - “Kata Natanael kepadanya: ‘Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?’”.

Penerapan: Karena itu jangan takut memberitakan Injil / Firman Tuhan kepada orang yang sentimen terhadap kekristenan / Reformed.

 

g)         Matius.

Sebagai seorang pemungut cukai, ia bekerja pada perintah Romawi; ia pasti adalah orang yang mata duitan dan kejam, karena ia rela memeras rakyat dengan menaikkan pajak.

 

h)         Tomas.

Kekurangan / kelemahannya:

1.   Yoh 11:16 - ia adalah seorang pesimist, yang selalu mengharapkan yang terjelek.

Yoh 11:16 - “Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: ‘Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.’”.

2.   Yoh 20:24-28 - ia tidak mau percaya kalau tidak ada bukti.

 

i)          Yakobus anak Alfeus / James the Less.

Tak ada informasi lain tentang murid yang satu ini. Jelas ia sangat tidak menonjol.

 

j)          Simon orang Zelot.

Orang Zelot adalah golongan orang yang anti penjajahan / orang asing / Romawi.

Bdk. Mark 3:18 (lit): ‘Simon the Canaanite’. Istilah ‘the Canaanite’ tidak berarti ‘orang Kanaan’ atau ‘orang Kana’. Kata ini berasal dari kata Ibrani QANA, yang berarti ‘zeal’ (= semangat).

Nama / istilah ‘Zelot’ berasal dari 1Makabe 2:50 - “Sekarang anak-anakku, hendaklah giat untuk hukum Taurat dan mempertaruhkan hidupmu demi perjanjian nenek moyang kita”.

Inggris: “Be ye zealous for the Law, and give your lives for the covenant of your fathers” [Pulpit Commentary (Luke)].

Catatan: penggunaan kitab Makabe yang termasuk dengan Deuterokanonika tak berarti saya mempercayai kitab itu sebagai Alkitab / Firman Tuhan. Saya menggunakannya hanya sebagai kitab kuno, yang penulisnya rasanya juga tidak menulis secara sembarangan, tetapi bagaimanapun kebenarannya tidak mutlak!

 

k)         Yudas anak Yakobus.

‘Yudas anak Yakobus’ (ay 16) sama dengan ‘Tadeus’ (Mat 10:3  Mark 3:18), dan juga sama dengan ‘Yudas yang bukan Iskariot’ (Yoh 14:22). Tentang orang ini juga tidak banyak yang bisa diketahui, jelas bahwa ia adalah orang yang sangat tidak menonjol.

Mat 10:3 - “Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,”.

Yoh 14:22 - Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepadaNya: ‘Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diriMu kepada kami, dan bukan kepada dunia?’”.

 

l)          Yudas Iskariot.

Mengapa Yudas Iskariot yang dipilih?

1.   Karena pengkhianatan oleh Yudas terhadap Yesus adalah Rencana Allah (Luk 22:22).

Luk 22:22 - “Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!’”.

William Hendriksen: “The group included even the man who was going to become a traitor, in order that, without in any way canceling human responsibility, God’s counsel regarding the salvation of his people might be carried out. See Luke 22:22; Acts 2:23” (= Kelompok ini bahkan mencakup orang yang akan menjadi pengkhianat, supaya, tanpa membuang tanggung jawab manusia, rencana Allah mengenai keselamatan umatNya bisa dilaksanakan).

Pulpit Commentary (Mark): “If it is asked why our Lord should have chosen Judas Iscariot, the answer is that he chose him, although he knew that he would betray him, because it was his will that he should be betrayed by one that had been ‘his own familiar friend,’ and that had ‘eaten bread with him’” (= Kalau ditanyakan mengapa Tuhan kita memilih Yudas Iskariot, jawabannya adalah bahwa Ia memilih Yudas, sekalipun Ia tahu bahwa Yudas akan mengkhianatiNya, karena adalah kehendakNya bahwa Ia harus dikhianati oleh seseorang yang adalah ‘teman dekatnya sendiri’, dan yang ‘makan roti bersama Dia’).

2.   Sebagai peringatan bagi gereja, supaya waspada terhadap adanya ‘Yudas’ dalam gereja, bahkan dalam kalangan majelis / pendeta.

3.   Supaya orang yang mempunyai jabatan tinggi hati-hati supaya tidak berakhir seperti Yudas.

Pulpit Commentary (Mark): “To fill a spiritual office, and yet to be careless of our own spiritual life, is fatal. ‘Wherefore let him that thinketh he standeth take heed lest he fall’” (= Mengisi suatu jabatan rohani, tetapi sembrono tentang kehidupan rohani diri sendiri, adalah fatal. ‘Sebab itu siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh’).

 

Dengan orang-orang seperti ini (kecuali Yudas Iskariot), yang boleh dikatakan semuanya mempunyai banyak kelemahan / kekurangan, Yesus ‘menggoncangkan dunia’!

Bdk. 1Kor 1:25-29 - “(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, (28) dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”.

Penerapan: Kalau saudara mempunyai kekurangan / kelemahan, dan kalau saudara bukanlah orang yang mempunyai karunia-karunia yang hebat, janganlah beranggapan bahwa Tuhan tidak bisa / mau memakai saudara. Asal saudara mau menyerahkan diri untuk dipakai oleh Tuhan, Tuhan mau / bisa memakai saudara sebagai alatNya yang berguna untuk kemuliaanNya!

 

3)   Sifat-sifat / keadaan / orang yang bertentangan dalam kalangan murid-murid Yesus:

a)   Petrus (optimis) >< Tomas (pesimis).

b)   Orang yang menonjol seperti Petrus >< orang yang sangat tidak menonjol seperti Yudas anak Yakobus dan Yakobus anak Alfeus.

c)   Matius (bekerja kepada Roma) >< Simon orang Zelot (anti bangsa asing / penjajah / Roma).

Tetapi toh mereka bisa bersatu dan bersama-sama berjuang untuk kemuliaan Tuhan.

Penerapan: dalam gereja selalu ada orang-orang yang bertentangan, seperti: yang satu keras / kasar, yang lain lembut, yang satu menonjol, yang lain tidak, yang satu berapi-api, yang lain melempem, yang satu selalu menggunakan taktik / politik, yang lain selalu menghadapi secara frontal, yang satu nekad, yang lain selalu cenderung untuk takut, dsb. Tetapi semua orang-orang ini harus bisa bersatu dan bekerja sama demi kemuliaan Tuhan!

 

 

 

 

-AMIN-


 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ