Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 3 Maret 2013, pk 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[HP: (031) 7064-1331 / (031) 6050-1331 / 0819-455-888-55]

Email: [email protected]

 

Lukas 1:67-80

 

Luk 1:67-80 - “(67) Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: (68) ‘Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya, (69) Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu, (70) - seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus - (71) untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, (72) untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, (73) yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, (74) supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, (75) dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita. (76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, (77) untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, (78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, (79) untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’ (80) Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”.

 

I) Zakharia bernubuat.

 

1)   Zakharia penuh dengan Roh Kudus, dan ia lalu bernubuat (ay 67).

Ay 67: “Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:”.

Kalau peristiwa dalam Kis 2, dimana rasul-rasul penuh dengan Roh Kudus dan lalu berbahasa Roh, dianggap oleh golongan Pentakosta dan Kharismatik sebagai dasar untuk mengajar bahwa orang yang penuh Roh Kudus harus berbahasa Roh, maka adalah sesuatu yang aneh kalau ay 67 ini tidak mereka jadikan dasar untuk mengajar bahwa orang yang penuh Roh Kudus harus bernubuat!

Tetapi kita tahu bahwa orang yang penuh dengan Roh Kudus memang tidak harus berbicara dalam bahasa Roh, ataupun bernubuat. Hal-hal itu bisa terjadi, tetapi tidak harus terjadi!

 

2)   Mulut / lidah Zakharia yang tadinya dibuat bisu oleh Tuhan sehingga tidak berguna, sekarang dipakai untuk bernubuat.

Ini menunjukkan bahwa apakah kita bisa berguna untuk Tuhan atau tidak, itu tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita cuma harus mau menyediakan diri kita untuk dipakai oleh Tuhan.

 

3)   Bernubuat tidak identik dengan meramal masa depan.

Bernubuat berarti berbicara sebagai mulut Allah, dimana ramalan masa depan bisa ada, tetapi bisa juga tidak.

 

4)   Orang bernubuat tidak berbicara seakan-akan Ia adalah Allah / Yesus sendiri. Perhatikan bahwa dalam nubuat ini Zakharia menggunakan kata ganti orang ketiga (He / Ia) untuk Allah.

Ay 68-69: (68) ‘Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya, (69) Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu,.

 

Yer 31:1-3 - “(1) ‘Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umatKu. (2) Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! (3) Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu.”.

 

II) Nubuat Zakharia.

 

1)   Zakharia memulai nubuatnya dengan memuji Tuhan (ay 68a).

Ay 68: “‘Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya,”.

Dan pujian itu didasarkan atas lawatan Allah. Dalam ay 68b dikatakan bahwa lawatan Allah itu membawa kelepasan kepada umatNya, dan dalam ay 78b-79 menerangi / mengarahkan orang yang dalam gelap / bayang-bayang maut.

Ay 78-79: “(78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, (79) untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’”.

 

Penerapan: Kalau Tuhan melawat umatNya pasti ada gunanya, misalnya menyelamatkan, memberi janji, menegur dosa, menghibur dsb. Tidak mungkin seperti dalam Toronto Blessing (atau lebih tepat Toronto Curse!) dimana ‘Tuhan melawat’ hanya untuk membuat orang tertawa terbahak-bahak, nggeblak, jerking, dsb, tanpa ada gunanya, bahkan membuat orang kristen kelihatan seperti orang gila.

Bdk. 1Kor 14:23 - “Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?.

 

2)   Dari ay 71 kelihatannya kelepasan dalam ay 68 ini merupakan keselamatan secara jasmani / politis, yaitu dari penjajahan Roma, tetapi sebetulnya tidak demikian.

Ay 71: “untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,”.

 

Alasannya:

 

a)   Bagian pertama dari nubuat ini (ay 68-75) harus dihubungkan dengan bagian kedua (ay 76-79) yang jelas menunjukkan keselamatan secara rohani.

 

Ay 68-75: “(68) ‘Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya, (69) Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu, (70) - seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus - (71) untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, (72) untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, (73) yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, (74) supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, (75) dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita.”.

 

Ay 76-79: “(76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, (77) untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, (78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, (79) untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’”.

 

b)   Disamping itu, bagian pertama nubuat ini menghubungkan keselamatan dengan tanduk keselamatan dari keturunan Daud (yaitu Yesus), sehingga jelas ini tidak berbicara tentang keselamatan politis / jasmani, tetapi rohani.

 

3)   Tujuan Tuhan melepaskan umatNya:

a)   Untuk menunjukkan rahmat / belas kasihanNya (ay 72a bdk. ay 78).

Ay 72,78: “(72) untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, ... (78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,”.

b)   Untuk menggenapi janjiNya kepada Abraham (ay 72b-73).

Ay 72-73: “(72) untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, (73) yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,”.

c)   Supaya umatNya bisa beribadah kepada Allah tanpa takut, dalam kebenaran dan kekudusan seumur hidup kita (ay 74-75).

Ay 74-75: “(74) supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, (75) dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita.”.

1.   Beribadah kepada Allah.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘serve’ (= melayani).

Kita memang diselamatkan untuk melayani (Ef 2:10  2Kor 5:15).

Ef 2:10 - “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”.

2Kor 5:15 - “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”.

2.   Tanpa takut.

Karena sudah bebas dari musuh / sudah selamat, maka kita tidak boleh takut.

bdk. Maz 27:1 - [Dari Daud.] TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”.

Maz 56:12 - “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”.

Ro 8:31 - “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.

2Tim 1:7 - “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”.

1Yoh 4:17-18 - “(17) Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. (18) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”.

3.   Dalam kebenaran dan kekudusan.

Ini perlu kita tekankan dalam hidup, study, pekerjaan, maupun pelayanan kita!

4.   Seumur hidup kita.

Ini menunjukkan bahwa pelayanan dan pengudusan harus kita lakukan seumur hidup kita, dan tidak boleh ada saat dimana kita berhenti melayani / menguduskan diri! Apakah saudara adalah orang yang sudah pensiun dari pelayanan? Atau sudah bosan dengan usaha untuk membuang dosa tertentu sehingga saudara menyerah terus pada dosa tersebut? Kalau ya, bertobatlah!

 

4)   Cara Tuhan memberi keselamatan / kelepasan adalah dengan:

 

a)   Menumbuhkan tanduk keselamatan (ay 69-70).

Ay 69-70: “(69) Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu, (70) - seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus -”.

 

1.   ‘Tanduk keselamatan dalam keturunan Daud’.

Ini jelas menunjuk kepada Yesus, bukan Yohanes Pembaptis, karena Yohanes Pembaptis bukan dari keturunan Daud / Yehuda, tetapi Lewi (Ingat Zakharia adalah seorang imam).

 

2.   Sejak jaman Perjanjian Lama, Tuhan sudah menjanjikan akan munculnya Mesias dari keturunan Daud (ay 70  bdk. Yer 23:5).

Yer 23:5 - “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”.

Tetapi, sejak pembuangan ke Babilonia, keturunan Daud praktis hancur. Tetapi janji Allah ini tetap berlaku dan akhirnya tergenapi!

Penerapan: pada saat semua harapan rasanya musnah, tetaplah percaya pada janji Tuhan. Tetapi awas, jangan beriman seperti orang-orang Faith Movement, yang tetap ‘beriman’ sekalipun tidak punya dasar Firman Tuhan apapun.

 

b)   Memberikan Surya pagi (ay 78b).

Ay 78: “oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,”.

 

1.   ‘Surya pagi’ ini jelas menunjuk kepada Yesus (ay 78b  bdk. Yes 9:1-2  Yes 40:1-2  dan khususnya Mal 4:2).

Yes 9:1-2 - “(1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapanMu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.”.

Yes 40:1-2 - “(1) Hiburkanlah, hiburkanlah umatKu, demikian firman Allahmu, (2) tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.”.

Mal 4:2 - “Tetapi kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.”.

 

2.   Yesus menyinari mereka yang ada dalam gelap dan dalam naungan / bayang-bayang maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera (ay 79).

Ay 79: “untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’”.

 

a.   Tanpa Kristus, semua orang ada dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut!

 

b.   Dengan Kristus atau ikut Kristus, maka kita ada di jalan damai sejahtera.

 

Kelepasan dalam ay 68 berhubungan dengan tindakan Tuhan menumbuhkan tanduk keselamatan dalam keturunan Daud, yang menunjuk kepada Yesus (ay 69).

Demikian juga orang bisa lepas dari kegelapan dan bayang-bayang maut dan pindah ke jalan damai sejahtera hanyalah karena Surya pagi, yang menunjuk kepada Yesus (ay 78b-79).

Semua ini menunjukkan bahwa keselamatan yang sejati tidak bisa terlepas dari Yesus! Karena itu renungkan: sudahkah saudara ada di dalam Yesus?

 

5)   Fungsi Yohanes Pembaptis:

 

a)   Baru mulai ay 76 Zakharia berbicara tentang anaknya (Yohanes Pembaptis).

Ay 76: “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya,”.

Dari tadi ia berbicara meninggikan Tuhan, Yesus, dan Kerajaan Allah. Sekarang ia berbicara tentang anaknya, itupun untuk menunjukkan pelayanan Yohanes Pembaptis sebagai orang yang mendahului Yesus untuk menyiapkan jalan bagi Yesus (ay 76b).

Sesuatu yang menarik adalah bahwa pada waktu menyebut anaknya, ia tidak berkata ‘anakku’ tetapi ‘anak’.

KS Indonesia: ‘hai anakku’. Ini salah terjemahan.

NIV: ‘my child’ (= anakku). Ini juga salah.

NASB: ‘child’ (= anak).

Ini menunjukkan ia tidak mempersoalkan anak itu sebagai anaknya, tetapi ia mempersoalkan bagaimana anak itu bisa berguna untuk Tuhan.

Orang yang penuh Roh Kudus tidak mempersoalkan diriku, anakku, uangku, rumahku, mobilku dsb, tetapi akan mempersoalkan Tuhan, Kerajaan Allah, Yesus, dsb, dan mempersoalkan bagaimana segala sesuatu bisa berguna untuk Tuhan.

 

b)   Ay 77-78a: “(77) untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, (78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,”.

 

1.   Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Yesus (ay 76b) dengan cara memberi pengertian tentang keselamatan (ay 77a).

Ay 76-77: “(76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, (77) untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,”.

 

Saat itu orang Yahudi mempunyai konsep yang salah tentang:

 

a.         Mesias.

Mereka percaya Mesias adalah raja duniawi yang akan melepaskan mereka dari penjajahan Romawi.

Sesuatu yang aneh dan perlu direnungkan adalah: sudah tahu orang Yahudinya mempunyai pemikiran begitu, mengapa Tuhan memberikan nubuat yang seolah-olah mendukung pandangan ini (ay 71,74)?

Ay 71,74: “(71) untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, ... (74) supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut,”.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan memang sering sengaja memberikan hal-hal yang sukar dalam Kitab Suci, sehingga orang yang tidak mau belajar dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan arti yang salah sehingga tersesat dan binasa. Bacalah Mat 13:10-17  dan 2Pet 3:16 yang jelas mengajarkan hal ini.

Mat 13:10-17 - “(10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus: ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. (16) Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (17) Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”.

2Pet 3:16 - “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar-balikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain”.

 

b.         Keselamatan.

Mereka percaya keselamatan karena perbuatan baik, dan keselamatan karena mereka bangsa pilihan.

Tugas Yohanes Pembaptis adalah meluruskan pengertian mereka dalam hal-hal yang salah ini. Ini menunjukkan pentingnya pengertian. Tanpa pengertian yang benar tentang keselamatan, kita tidak mungkin bisa selamat.

 

Penerapan:

Orang Kharismatik sering menganggap bahwa orang Protestan, khususnya yang menekankan belajar Firman Tuhan, sebagai ahli-ahli Taurat. Memang bisa saja ada orang Protestan yang seperti ahli Taurat, yaitu kalau mereka cuma belajar tapi tidak melakukan. Tetapi penekanan pengetahuan / belajar Firman Tuhan itu sendiri adalah sesuatu yang benar!

 

2.   Keselamatan itu didapatkan melalui pengampunan dosa (ay 77b).

Ay 77: “untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,”.

Jadi, keselamatan bukan didapatkan melalui perbuatan baik, tetapi melalui pengampunan dosa.

Bdk. Maz 32:1-2 - “(1) [Dari Daud. Nyanyian pengajaran.] Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (2) Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!”.

Maz 130:3-4 - “(3) Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (4) Tetapi padaMu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”.

Daniel 9:9 - “Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,”.

Dan tentu saja pengampunan dosa itu hanya kita dapatkan kalau kita percaya kepada Yesus.

Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.

Ef 4:32 - “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”.

Kis 10:43 - “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya.’”.

Kalau saudara salah pengertian tentang keselamatan dalam hal ini, jangan harap saudara bisa selamat!

 

3.   Ay 78a adalah sambungan ay 77.

Ay 78: oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,”.

Jadi, bisa adanya pengampunan dosa disebabkan karena adanya belas kasihan Allah.

 

Penutup.

 

Maukah saudara menjadi alat Tuhan seperti Yohanes Pembaptis, yaitu dengan memberikan pengertian yang benar tentang keselamatan kepada orang-orang di sekitar saudara?

Percuma saudara percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat / jalan ke surga kalau kepercayaan itu tidak saudara wujudkan dengan memberitakan Yesus kepada orang lain!

 

 

 

 

-AMIN-


 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ