Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 27 Januari 2013, pk 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(HP: 7064-1331 / 6050-1331)

[email protected]

 

LUKAS 1:5-25

 

Luk 1:5-25 - “(5) Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (6) Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. (7) Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. (8) Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. (9) Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. (10) Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. (11) Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. (12) Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. (13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.’ (18) Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: ‘Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.’ (19) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (20) Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.’ (21) Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. (22) Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. (23) Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. (24) Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: (25) ‘Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.’”.

 

I) Zakharia dan Elisabet.

 

1)   Zakharia dan Elisabet hidup pada jaman Herodes.

Ay 5: Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.”.

Bahwa Lukas menyebut tentang Herodes (Catatan: ini adalah Herodes yang Agung), menunjukkan bahwa ia memperhatikan fakta sejarah! Jelas bahwa para penulis Kitab Suci tidak menganggap remeh fakta sejarah sehingga menuliskannya dengan sembarangan. Bandingkan dengan pandangan golongan Liberal yang mengatakan bahwa dalam hal sejarah, letak geografis dsb, Kitab Suci bisa salah. Jelas bahwa pandangan seperti ini tidak bisa dipertanggung-jawabkan.

 

2)   Zakharia dan Elisabet adalah keturunan Harun, dan Zakharia adalah seorang imam.

Ay 5: “Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.”.

 

a)   Perlu diketahui bahwa semua keturunan Harun yang laki-laki secara otomatis menjadi imam. Akibatnya, ada terlalu banyak imam, sehingga akhirnya imam-imam itu dibagi menjadi 24 rombongan (1Taw 24:1-18), dan tiap rombongan mencapai hampir 1000 imam. Pada waktu kembali dari pembuangan Babilonia, hanya 4 rombongan imam yang tersisa (Ezra 2:36-39), tetapi 4 rombongan ini lalu dibagi lagi menjadi 24 rombongan dengan nama-nama yang sama.

Zakharia termasuk rombongan yang disebut Abia (ay 5).

 

b)   Pelayanan imam.

Hanya 3 hari raya (Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun) dimana semua imam melayani. Pada hari-hari biasa, dalam satu tahun setiap rombongan imam hanya melayani sebanyak 2 periode, dan masing-masing periode lamanya 1 minggu.

Dalam ay 9 dikatakan bahwa Zakharia melakukan tugas keimaman, yaitu membakar ukupan dalam Bait Allah. Siapa yang mendapat kehormatan untuk melakukan tugas ini, ditentukan dengan undian.

Ay 9: “Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.”.

Dan ini hanya bisa dialami seorang imam sekali dalam seumur hidupnya.

 

c)   Dari sini terlihat bahwa Zakharia adalah seorang yang melayani Tuhan.

 

3)   Zakharia dan Elisabet adalah orang yang saleh / hidup benar.

Ay 6: “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.”.

 

a)   Hanya beberapa orang dalam Kitab Suci yang diberi predikat seperti ini, seperti Nuh (Kej 6:9), Ayub (Ayub 1:1,8  2:3), Simeon (Luk 2:25).

Untuk Maria, yang oleh gereja Roma Katolik dianggap suci murni, Kitab Suci tidak pernah menyebutnya sebagai ‘saleh’, ‘benar’, apalagi ‘tidak bercela’ atau ‘suci’!

 

b)   Sebutan ‘benar’ dan ‘tidak bercacat’ ini tidak boleh diartikan bahwa mereka betul-betul suci murni. Alasannya:

1.   Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, semua manusia lahir / dikandung dalam dosa / mempunyai dosa asal (Ayub 25:4  Maz 51:7).

Ayub 25:4 - “Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?”.

Maz 51:7 - “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”.

 

2.   Ro 3:10-12,23 dan banyak ayat-ayat lain mengatakan bahwa semua manusia berdosa.

Ro 3:10-12,23 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. ... (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”.

 

3.   Kitab Suci hanya mengakui adanya satu orang yang betul-betul suci yaitu Yesus Kristus sendiri (2Kor 5:21  Ibr 4:15  Ibr 7:26  1Pet 2:22  1Pet 3:18  1Yoh 3:5).

Ini dimungkinkan karena Yesus dilahirkan oleh seorang perawan yang mengandung dari Roh Kudus, sehingga Ia adalah Allah dan manusia sekaligus dalam satu pribadi.

 

Jadi, sebutan ‘benar’ dan ‘tidak bercacat’ hanya menunjukkan bahwa Zakharia dan Elisabet merupakan orang-orang yang sangat saleh.

 

II) Problem / penderitaan mereka.

 

Problem / penderitaan mereka ada dalam ay 7, yaitu mereka tidak mempunyai anak.

Ay 7: “Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.”.

Beberapa hal yang penting sehubungan dengan hal ini:

 

1)   Tidak mempunyai anak adalah sesuatu yang sangat hina pada jaman itu.

Perhatikan bahwa dalam ay 25 hal itu disebut sebagai ‘aib’.

Ay 25: “‘Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.’”.

NIV/NASB: ‘disgrace’ (= sesuatu yang memalukan, mencemarkan).

 

William Barclay: “Jewish Rabbis said that 7 people were excommunicated from God and the list began, ‘A Jew who has no wife, or a Jew who has a wife and who has no child’” (= Rabi-rabi Yahudi mengatakan bahwa ada 7 orang yang dikucilkan dari Allah dan daftar itu dimulai dengan ‘seorang Yahudi yang tidak mempunyai istri, atau seorang Yahudi yang mempunyai istri dan tidak mempunyai anak’).

 

2)   Problem mereka ini berlarut-larut sampai mereka berdua lanjut umurnya (ay 7b).

Padahal dari kata-kata ‘doamu telah dikabulkan’ dalam ay 13, jelas bahwa mereka berdoa untuk hal itu. Tetapi ada penafsir yang berpendapat bahwa mereka mungkin sudah lama berhenti berdoa untuk hal itu, karena merasa sudah tidak mungkin mendapat anak.

 

3)   Mereka hidup saleh / taat, dan Zakharia adalah seorang yang melayani Tuhan, tetapi mereka toh mempunyai problem yaitu tidak punya anak.

Kata ‘tetapi’ pada awal ay 7 menunjukkan suatu kontras antara ay 6 dan ay 7. Ay 6 menunjukkan kesalehan dan ketaatan mereka, tetapi sekalipun demikian, mereka tidak punya anak.

Ay 6-7: “(6) Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. (7) Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.”.

Ini menunjukkan bahwa orang yang beriman, saleh, dan melayani Tuhan, bisa saja mengalami problem yang berlarut-larut dan mengalami hidup yang seolah-olah tidak diberkati!

 

Penerapan:

a)   Jangan percaya pada ajaran populer jaman sekarang yang mengatakan bahwa orang yang beriman dan taat hidupnya akan enak terus, penuh mujijat, kaya, dsb.

b)   Kalau hidup saudara penuh dengan penderitaan, itu tidak selalu menunjukkan bahwa saudara tidak beriman atau bahwa ada dosa dalam hidup saudara.

 

4)   Suatu hal yang indah dan harus ditiru dari mereka adalah: sekalipun mereka punya problem / penderitaan begitu besar dan berlarut-larut, dan sekalipun hidup mereka seolah-olah tidak diberkati, tetapi mereka tetap setia kepada Tuhan dalam hidup maupun pelayanan mereka!

Penerapan: Apakah saudara hanya setia kepada Tuhan kalau ada banyak berkat Tuhan? Maukah saudara untuk tetap setia kepada Tuhan sekalipun segala sesuatu rasanya kacau / tidak beres?

 

III) Pernyataan Allah.

 

1)   Pada saat itu rombongan Abia mendapat giliran bertugas dalam Bait Suci, dan pada saat diundi, Zakharia mendapat kehormatan untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di sana.

Ay 8-9: “(8) Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. (9) Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.”.

 

a)   Untuk ‘Bait Suci’ digunakan kata bahasa Yunani NAOS yang menunjuk kepada ‘sanctuary’ (Ruang Suci dan Ruang Maha Suci). Ini berbeda dengan kata Yunani HIERON yang juga mencakup pelataran Bait Suci.

 

b)   Kata ‘ukupan’ oleh KJV/RSV/NIV/NASB diterjemahkan ‘incense’ (= kemenyan). Hal ini dilakukan di Ruang Suci 2 x / hari, yaitu pada pagi dan sore.

Kel 30:7-8: “(7) Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya. (8) Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.”.

 

2)   Pada saat itu, seorang malaikat menampakkan diri kepada Zakharia.

Ay 11-12: “(11) Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. (12) Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.”.

 

a)         Malaikat itu bernama Gabriel.

Ay 19: “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.”.

 

1.   ‘Gabriel’ berarti ‘man of God’  (= manusia Allah), dan ini adalah suatu kata bahasa Ibrani.

Terhadap hal ini ada orang yang mengkritik / mengolok-olok: apakah di surga digunakan bahasa Ibrani?

Jawabnya: pada saat Tuhan menyuruh malaikat berbicara kepada manusia, tentu ia menggunakan bahasa yang dimengerti manusia itu. Saat itu berbicara kepada Zakharia yang adalah orang Yahudi, maka tentu tidak aneh kalau ia memperkenalkan dirinya dalam bahasa Ibrani.

 

2.   Ay 15 menunjukkan bahwa Gabriel ini bukanlah Roh Kudus, karena kalau Gabriel adalah Roh Kudus, maka ia akan berkata ‘ia akan penuh denganKu, bukannya ‘ia akan penuh dengan Roh Kudus. Hal yang sama terjadi pada ay 35.

Ay 15,35: “(15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ... (35) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”.

 

b)   Zakharia menjadi takut pada waktu melihat malaikat.

Ay 12-13a: “(12) Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. (13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia,”.

Ini adalah sesuatu yang lazim, dan karena itu kalau dalam Kitab Suci ada orang yang menjadi pucat dan bahkan rebah / pingsan karena melihat malaikat / Tuhan sendiri, itu tentu berbeda dengan ‘tumbang / rebah dalam Roh’ dimana orangnya tumbang / rebah tanpa mendapat penglihatan apa-apa!

 

3)   Firman yang diberikan oleh malaikat.

Ay 13-17: “(13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.’”.

 

a)   Kelahiran Yohanes (Pembaptis) sebagai jawaban doa mereka.

Ay 13: “Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.”.

 

1.   Kata ‘doamu’ (ay 13) tidak menunjuk pada doa Zakharia pada saat itu, tetapi pada doa-doanya yang lalu pada saat ia meminta anak.

Ini menunjukkan bahwa:

a.   Doa yang belum dijawab setelah lama sekali bukannya tidak didengar atau ditolak oleh Allah. Ini mengajar kita untuk berdoa dengan tekun.

Penerapan: Adakah hal-hal yang dahulu saudara doakan tetapi sekarang tidak lagi? Baca dan renungkan Luk 18:1-8 dan bertekunlah dalam doa.

b.   Sekalipun kelahiran Yohanes sudah ditetapkan oleh Allah, tetapi doa Zakharia dan Elisabet menyebabkan terlaksananya Rencana / Ketetapan Allah itu. Karena itu, adanya Rencana / Ketetapan Allah tidak boleh membuat kita menjadi apatis / tidak berusaha, tidak berdoa, dsb.

     

2.   Nama ‘Yohanes’ (ay 13) berarti ‘the grace of the LORD’ (= kasih karunia TUHAN) atau ‘Yahweh is gracious’ (= Yahweh / TUHAN itu penuh kasih karunia).

Ia dinamakan begitu karena misinya adalah memberitakan kasih karunia Allah kepada dunia. Tetapi sekalipun misinya seperti itu, ia tetap merupakan seorang pengkhotbah yang sangat keras!

Bdk. Luk 3:7-9 - “(7) Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: ‘Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? (8) Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! (9) Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.’”.

Perhatikan bagian yang saya beri garis bawah ganda dalam terjemahan NIV.

NIV: Who warned you to flee from the coming wrath? (= Siapa yang memperingati kamu untuk lari dari murka yang mendatang / mendekat?).

 

Karena itu jangan sembarangan mencela pengkhotbah yang keras. Anti pada pengkhotbah keras sama saja dengan anti kepada Yohanes Pembaptis, rasul-rasul dan nabi-nabi, dan bahkan anti kepada Yesus sendiri, karena mereka semuanya merupakan pengkhotbah yang keras!

 

b)   Akan ada sukacita karena kelahiran Yohanes yang akan menjadi besar di hadapan Tuhan.

Ay 14-15a: “(14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;”.

Di sini Kitab Suci menunjukkan bahwa kita seharusnya bersukacita kalau anak kita menjadi besar di hadapan Tuhan.

Tetapi kenyataannya ada banyak orang (orang kristen sekalipun) yang bersukacita kalau anaknya menjadi besar di hadapan manusia / dunia, misalnya kalau anaknya menjadi orang kaya, terpandang, terkenal, berkedudukan tinggi, mempunyai gelar yang hebat dsb.

Dan sebaliknya juga ada banyak orang (orang kristen sekalipun) yang justru sedih kalau mempunyai anak yang menjadi seorang pelayan Tuhan / hamba Tuhan yang baik, tetapi tidak menjadi besar di hadapan dunia!

Renungkan: Apakah saudara berharap, berdoa dan berusaha supaya diri saudara sendiri / anak saudara menjadi besar di hadapan Tuhan atau menjadi besar di hadapan dunia?

 

c)         Penggambaran tentang Yohanes Pembaptis.

Ay 15-17: “(15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.’”.

 

1.   Ia akan besar di hadapan Tuhan (ay 15a).

 

2.   Ia tidak akan minum anggur / minuman keras (ay 15b).

Ini menunjukkan ia adalah seorang nazir Allah (Bil 6:3).

Bil 6:1-3 - “(1) TUHAN berfirman kepada Musa: (2) ‘Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, (3) maka haruslah ia menjauhkan dirinya dari anggur dan minuman yang memabukkan, jangan meminum cuka anggur atau cuka minuman yang memabukkan dan jangan meminum sesuatu minuman yang dibuat dari buah anggur, dan jangan memakan buah anggur, baik yang segar maupun yang kering.”.

 

3.   Ia akan penuh Roh Kudus sejak dari rahim ibunya (ay 15c).

a.   ‘Penuh Roh’ sering dikontraskan dengan ‘anggur / minuman keras’.

Kis 2:15-17 - “(15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, (16) tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: (17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir - demikianlah firman Allah - bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”.

Ef 5:18 - “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”.

b.   Apa artinya kalau dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya?

Adam Clarke (tentang Luk 1:15): “‘Shall be filled with the Holy Ghost.’ Shall be divinely designated to this particular office, and qualified for it, from his mother’s womb - from the instant of his birth. One manuscript, two versions, and four of the primitive fathers read ‎koilias, in the womb of his mother - intimating that even before he should be born into the world the Holy Spirit should be communicated to him. Did not this take place on the salutation of the Virgin Mary? - and is not this what is intended, Luke 1:44? To be filled with the Holy Spirit, implies having the soul influenced in all its powers, with the illuminating, strengthening, and sanctifying energy of the Spirit.” [= ‘Akan penuh / dipenuhi dengan Roh Kudus’. Akan ditunjuk secara ilahi pada tugas khusus ini, dan dijadikan memenuhi syarat untuk itu, dari rahim ibunya - dari saat kelahirannya. Satu manuscript, dua versi, dan empat bapa-bapa gereja primitif membaca KOILIAS, ‘dalam rahim ibunya’ - menunjukkan bahwa bahkan sebelum ia dilahirkan ke dalam dunia, Roh Kudus diberikan kepadanya. Tidakkah ini terjadi pada salam dari Perawan Maria? (bdk. Luk 1:39-45) - dan bukankah ini yang dimaksudkan, Luk 1:44? Dipenuhi / penuh dengan Roh Kudus, menunjukkan secara implicit bahwa ia mempunyai jiwa yang dipengaruhi dalam semua kemampuannya, dengan tenaga pencerahan, penguatan, dan pengudusan dari Roh].

Lenski (tentang Luk 1:15): “All prophets have the Holy Spirit, for there can be no divine prophecy without him. But John shall not merely have the Spirit when he begins to do his work, ‘he shall be filled with the Holy Spirit already from his mother’s womb’ ... So great will this prophet be (Matt. 11:9–11) that his whole existence shall be under the direct control of the Holy Spirit. ‘From his mother’s womb’ is a Hebraistic phrase.” [= Semua nabi-nabi mempunyai Roh Kudus, karena tidak bisa ada nubuat ilahi tanpa Dia. Tetapi Yohanes tidak semata-mata mempunyai Roh Kudus pada waktu ia mulai melakukan pekerjaannya, ‘ia akan sudah penuh / dipenuhi dengan Roh Kudus dari rahim ibunya’ ... Begitu besar nabi ini akan jadi (Mat 11:9-11) sehingga seluruh keberadaannya akan ada di bawah kontrol langsung dari Roh Kudus. ‘Sejak dari rahim ibunya’ merupakan suatu ungkapan Ibrani.].

William Hendriksen (tentang Luk 1:44): “She interprets the movement of the babe within her womb as being a sign of its joy, this very joy being the evidence to her of ‘the Lord’s’ presence in Mary’s womb. ... In our interpretation it is probably not safe to penetrate any deeper than this, or to accept the possibility of propositional religious knowledge on the part of a fetus of approximately six months. ... In view of verse 15 it should be added that in some mysterious manner, incapable of further analysis, the Holy Spirit was already actively present in the soul of Elizabeth’s child. Further than this we cannot go.” (= Ia menafsirkan pergerakan dari bayi dalam kandungannya sebagai suatu tanda dari sukacitanya, dan sukacita ini adalah bukti baginya tentang kehadiran Tuhan dalam kandungan Maria. ... Dalam penafsiran kita mungkin adalah aman untuk tidak masuk lebih dalam dari ini, atau menerima kemungkinan dari pengetahuan agamawi pada janin yang kira-kira berumur 6 bulan. ... Berkenaan dengan ay 15 harus ditambahkan bahwa dengan cara misterius tertentu, yang tidak mungkin dianalisa lebih jauh, Roh Kudus sudah bekerja secara aktif dalam jiwa dari anak Elisabet. Kita tidak bisa pergi / berjalan lebih dari ini.).

c.   Ini yang menyebabkan ia bisa jadi besar dan berguna di hadapan Tuhan.

 

4.   Ia akan berjalan mendahului Tuhan ‘dalam roh dan kuasa Elia’ (ay 17a).

Ini tak berarti bahwa ia adalah reinkarnasi Elia (bdk. Yoh 1:21), tetapi berarti bahwa ia mirip dengan Elia dalam keberanian dan semangatnya (bdk. 1Raja 18:18 dengan Mat 14:4).

Yoh 1:21 - “Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ ‘Engkaukah nabi yang akan datang?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’”.

1Raja 18:18 - “Jawab Elia kepadanya: ‘Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.”.

Mat 14:4 - “Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: ‘Tidak halal engkau mengambil Herodias!’”.

 

5.   Ia membuat banyak orang bertobat (ay 16,17b) dan dengan itu ia menjadi orang yang menyiapkan jalan bagi Tuhan Yesus (ay 17a  bdk. Luk 3:4).

Ay 16-17: “(16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.’”.

Luk 3:4 - “seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya.”.

 

Ada 2 hal yang penting tentang pertobatan orang banyak sebagai akibat pelayanan Yohanes Pembaptis:

 

a.         ‘hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya’ (ay 17).

Ini menunjukkan bahwa pertobatan harus disertai pembaharuan / perbaikan hubungan dalam rumah tangga / keluarga!

Tentu saja ini hanya bisa terjadi kalau kedua belah pihak yang geger itu sama-sama bertobat. Damainya manusia dengan manusia berhubungan erat dengan damainya manusia-manusia itu dengan Allah. Kalau yang bertobat hanya satu, maka justru bisa terjadi perpecahan.

Bdk. Mat 10:34-36 - “(34) ‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”.

 

Calvin berkata bahwa kalimat ‘hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya’ lalu diikuti dengan ‘hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang benar’ dan ‘umat yang layak bagiNya’, dan ini menunjukkan bahwa itu bukanlah damai di antara orang-orang yang diluar Tuhan.

 

Calvin lalu menambahkan: “Accursed then be the peace and unity by which men agree among themselves apart from God” (= Terkutuklah damai dan kesatuan dengan mana orang-orang menjadi akur di antara mereka sendiri terpisah dari Allah).

 

b.   ‘hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang benar’ (ay 17).

NASB: ‘attitude’ (= sikap).

NIV/RSV/KJV: ‘wisdom’ (= hikmat).

Kata Yunani yang dipakai adalah PHRONESEI.

Hendriksen menterjemahkan ‘understanding’ (= pengertian), sedangkan A. T. Robertson menterjemahkan ‘practical intelligence’ (= pengertian praktis) dan sebuah Kamus Yunani menterjemahkan ‘way of thinking’ (= cara berpikir).

Ini menunjukkan bahwa dalam pertobatan harus ada perubahan pengertian / pikiran! Karena itu belajar Firman Tuhan adalah sesuatu yang mutlak penting!

 

IV) Ketidak-percayaan dan hukuman.

 

1)   Ketidak-percayaan Zakharia.

Ay 18: “Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: ‘Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.’”.

Ay 18 menunjukkan bahwa Zakharia tidak percaya bahwa mereka yang sudah begitu tua bisa mempunyai anak, dan ia meminta tanda untuk itu.

 

2)   Hukuman Tuhan terhadap Zakharia.

Ay 19-20: “(19) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (20) Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.’”.

 

a)   Mengapa Zakharia dihukum, sedangkan orang-orang lain yang melakukan hal yang sama tidak dihukum? Contoh:

 

1.   Maria.

Luk 1:34 - “Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’”.

 

2.   Abraham.

Kej 15:8 - “Kata Abram: ‘Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?’”.

 

3.   Gideon.

Hakim 6:36-39 - “(36) Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: ‘Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu, (37) maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan.’ (38) Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air. (39) Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: ‘Janganlah kiranya murkaMu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.’”.

 

4.   Hizkia.

2Raja 20:8-11 - “(8) Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: ‘Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?’ (9) Yesaya menjawab: ‘Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikanNya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?’ (10) Hizkia berkata: ‘Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak.’ (11) Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuatNyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.”.

 

Jawabnya: Jelas bahwa Tuhan melihat adanya perbedaan sikap hati antara Zakharia dan Maria, Abraham, Gideon, dan Hizkia. Calvin berkata bahwa ini seperti tertawanya Abraham (Kej 17:17) yang berbeda dengan tertawanya Sara (Kej 18:12), dan karena itu sekalipun kedua-duanya tertawa, Sara ditegur tetapi Abraham tidak.

Kej 17:17 - “Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: ‘Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?’”.

Kej 18:12 - “Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: ‘Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?’”.

 

b)   Zakharia dihukum sehingga menjadi bisu sampai anaknya lahir (± 9 bulan).

Dipersoalkan oleh banyak orang apakah Zakharia ini hanya bisu atau bisu tuli.

Perlu diketahui bahwa kata KOPHOS yang diterjemahkan bisu di sini, dalam literatur Yunani bisa berarti bisu, tuli, atau bisu tuli (Catatan: tetapi dalam Mark 9:25 digunakan 2 kata Yunani yang berbeda untuk bisu dan tuli).

Dari ay 20,22,64 kelihatannya Zakharia hanya bisu, karena ditekankan bahwa ia tidak dapat berkata-kata. Tetapi ay 62 menunjukkan bahwa orang-orang berbicara kepadanya dengan isyarat, dan ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya bisu tetapi bisu tuli.

Ay 20,22,62,64: “(20) Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.’ ... (22) Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. ...  (62) Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. ... (64) Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.”.

Menjadi bisu tuli selama 9 bulan tentu merupakan sesuatu yang berat, dan inilah hukuman Tuhan terhadap ketidak-percayaan terhadap firmanNya! Ini menunjukkan bahwa Tuhan sama sekali tidak memandang ringan dosa ketidak-percayaan terhadap FirmanNya ini

 

Penerapan: Apakah saat ini saudara sedang tidak percaya pada bagian tertentu dari Firman Tuhan?

Mungkin yang menyatakan Yesus sebagai satu-satunya jalan ke surga? Bandingkan dengan:

Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.

Kis 4:12 - “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.’”.

Atau firman yang menyatakan bahwa Allah mengatur segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya? Bandingkan dengan Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”.

Kalau ya, bertobatlah dan percayalah pada Firman Tuhan.

 

V) Penggenapan Firman Tuhan.

 

Dalam ay 24-25 terlihat bahwa Tuhan menepati Firman / janjiNya.

Ay 24-25: “(24) Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: (25) ‘Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.’”.

 

Tuhan memang menghukum / menghajar Zakharia karena ketidak-percayaannya, tetapi Tuhan tidak membatalkan janji / Firman / RencanaNya tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Ini menyebabkan kita makin harus percaya pada Firman / janji Tuhan! Maukah saudara?

 

 

-AMIN-


 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ