KEBAKTIAN ONLINE

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 22 Nopember 2020, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

LUKAS 10:1-24 (6)

 

Luk 10:1-24 - (1) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. (2) KataNya kepada mereka: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. (3) Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (4) Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. (5) Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. (6) Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (7) Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. (8) Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, (9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. (10) Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: (11) Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. (12) Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’ (13) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (14) Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (15) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! (16) Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.’ (17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu.’ (18) Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. (19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.’ (21) Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. (22) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.’ (23) Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-muridNya tersendiri dan berkata: ‘Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. (24) Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.’.

 

7)   Ay 8: Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,.

 

Lenski: “When Jesus now speaks of whatever city they may come to and tells his disciples to eat whatever is set before them (the present participle to indicate repetition), we see at once that he is not repeating the injunction given in v. 7 in regard to food. In v. 7 he refers to whatever the people can afford even when they are poor; here to whatever is placed before them in such a city. Most of the cities on their itinerary had a heavily mixed population, Jews and Gentiles lived together. In these places there might often enough be doubt as to the Levitical cleanness of the food even in Jewish houses. The messengers are not to hesitate in regard to eating the food that is served them, much less to refuse it. Any rabbinical scruples on that score are to be completely set aside. Their work is not to be hindered by anything that is so worthless.” [= Pada waktu Yesus sekarang berbicara tentang kota apapun yang bisa mereka datangi dan memberitahu murid-muridNya untuk makan apapun yang dihidangkan kepada mereka (participle bentuk present untuk menunjukkan pengulangan), kita segera melihat bahwa Ia tidak sedang mengulang perintah dalam ay 7 berkenaan dengan makanan. Dalam ay 7 Ia menunjuk pada apapun yang orang-orang mampu berikan bahkan kalau mereka adalah orang-orang miskin; di sini Ia menunjuk pada apapun yang dihidangkan bagi mereka di kota seperti itu. Kebanyakan kota-kota di jalur mereka mempunyai penduduk yang sangat campuran, orang-orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi yang hidup bersama-sama. Di tempat-tempat ini bisa sering ada cukup keraguan berkenaan dengan ketahiran dari makanan bahkan di rumah-rumah Yahudi. Para utusan tidak boleh ragu-ragu untuk memakan makanan yang dihidangkan kepada mereka, apalagi menolaknya. Perasaan hati nurani yang tidak enak apapun yang berhubungan dengan rabi-rabi berdasarkan hal itu harus disingkirkan sepenuhnya. Pekerjaan mereka tidak boleh dihalangi oleh apapun yang adalah begitu tidak berharga.].

 

Leon Morris (Tyndale): When the preachers are welcomed they are to accept hospitality, eating what is put in front of them. In the area beyond Jordan to which they were apparently going there were many Gentiles and the food offered might not always satisfy the rigorist for ceremonial purity. They were not to be sidetracked into fussiness about food and food laws. [= Pada waktu pengkhotbah-pengkhotbah itu diterima, mereka harus menerima keramahan penerimaan tamu itu, dengan makan apa yang dihidangkan kepada mereka. Di daerah di seberang Yordan kemana mereka kelihatannya sedang pergi di sana ada banyak orang-orang non Yahudi dan makanan yang ditawarkan tidak selalu memuaskan orang-orang yang ketat dalam kemurnian upacara. Mereka tidak boleh dibelokkan dari jalur ke dalam kecerewetan tentang makanan dan hukum-hukum tentang makanan.].

 

William Hendriksen: “It must be borne in mind that the men who were being sent out on this mission - at least most of them, we may well assume - were Jews. But, as has been stated previously, as heralds of Jesus they were entering Trans-Jordan, a region where many Gentiles lived. That might create a problem with respect to food. So the Master tells these seventy-two men to go right ahead and eat whatever is placed before them, without asking any questions. Cf. I Cor. 10:25, 27. This directive was entirely in line with the rest of Christ’s teaching about matters clean and unclean. See Mark 7:14, 15, 19, and N. T. C. on these passages.” [= Harus diingat bahwa orang-orang yang sedang diutus pada missi ini - sedikitnya kebanyakan dari mereka, kita boleh menganggap - adalah orang-orang Yahudi. Tetapi, seperti telah dinyatakan sebelumnya, sebagai utusan-utusan Yesus mereka sedang memasuki Yordan, suatu daerah dimana banyak orang-orang non Yahudi tinggal. Itu bisa menciptakan suatu problem berkenaan dengan makanan. Jadi sang Tuan / Guru memberitahu ke 72 orang itu untuk pergi dan makan apapun yang dihidangkan kepada mereka, tanpa menanyakan pertanyaan-pertanyaan apapun. Bdk. 1Kor 10:25,27. Pengarahan ini sepenuhnya sejalan dengan sisa dari ajaran Kristus tentang persoalan-persoalan tahir dan najis / tidak tahir. Lihat Mark 7:14,15,19, dan N. T. C. tentang text-text ini.].

 

1Kor 10:25,27 - “(25) Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. ... (27) Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.”.

 

Mark 7:14-15,18b-19 - “(14) Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: ‘Kamu semua, dengarlah kepadaKu dan camkanlah. (15) Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.’ ... (18b) Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, (19) karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?’ Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.”.

 

Penerapan: Bagaimana orang Advent bisa jadi misionaris dan mentaati kata-kata Yesus ini? Mereka masih memegang teguh larangan makan dalam Im 11!

 

Mengapa dalam Im 11 ada larangan makan begitu banyak binatang? Ada banyak alasan yang diberikan oleh para penafsir, tetapi saya hanya mengambil 2 yang agak masuk akal, dan satu pandangan lagi, yang memang merupakan pandangan yang benar.

 

a)   Ada binatang-binatang dilarang dimakan karena binatang-binatang itu tidak sehat untuk dimakan. Mungkin yang paling ditekankan adalah babi.

Sekalipun alasan ini diberikan oleh sangat banyak penafsir, saya berpendapat bahwa alasan ini sama sekali tidak mungkin benar, karena kalau memang binatang-binatang ini dilarang dimakan karena bukan merupakan makanan sehat, mengapa dalam jaman Perjanjian Baru lalu diizinkan?

Juga ada banyak binatang yang dilarang makan dalam Im 11, yang jelas-jelas bukan makanan yang tidak sehat, bahkan makanan yang sehat. Misalnya kelinci (Im 11:6), dan semua yang tidak bersisik / bersirip (Im 11:10-12), semua binatang yang merayap dan bersayap dan berkaki empat, kecuali beberapa jenis belalang (Im 11:20-23).

Bahkan babi pada zaman sekarang dianggap sebagai makanan yang sehat (cacing pita dsb akan mati asal dimasak secara matang!).

 

b)   Supaya mereka belajar bahwa Allah berhak melarang atau memerintah apapun, dan supaya mereka belajar taat, tidak peduli apapun alasan Allah untuk melarang atau memerintah sesuatu.

Matthew Henry mengatakan bahwa binatang-binatang yang pada jaman Nuh diizinkan untuk dimakan, sekarang dilarang pada jaman Musa. Mengapa? Alasannya adalah karena Tuhan menghendaki demikian. Ia melihatnya sebagai sesuatu yang baik untuk menguji ketaatan bangsa Israel dalam hal ini, supaya mereka sadar bahwa mereka ada di bawah otoritas Allah.

Dan kalau ditanya: lalu mengapa pada jaman Perjanjian Baru diizinkan untuk memakan binatang-binatang itu? Maka jawabnya adalah: Allah punya hak untuk melarang pada saat itu dan mengizinkan pada saat ini.

Tetapi bagaimanapun, ini bukan alasan utama mengapa bangsa Israel dilarang memakan binatang-binatang itu.

 

c)         Untuk membedakan dan memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain.

Ini merupakan alasan utama mengapa bangsa Israel dilarang untuk memakan binatang-binatang tersebut.

 

Sebetulnya alasan ini ada dalam Im 11 ini, yaitu dalam ay 44-45: “(44) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. (45) Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.”.

 

Catatan: Ingat bahwa kata ‘kudus’ arti sebenarnya dan yang terutama bukanlah ‘suci’ tetapi ‘berbeda dengan’ atau ‘terpisah dari’. Misalnya: hari sabat, bangsa Israel, orang Kristen, disebut kudus!

 

Dengan adanya larangan makan binatang-binatang ini, maka sukar bagi bangsa Israel untuk bisa berbaur dengan bangsa-bangsa lain, yang jelas tidak dilarang makan binatang-binatang tersebut. Ini bukan hanya menyukarkan bangsa Israel untuk berbaur dengan bangsa-bangsa lain, tetapi juga menyukarkan mereka untuk menyebar ke negara-negara lain, karena di sana semua orang memakan binatang-binatang yang bagi mereka dilarang untuk dimakan.

 

Tujuannya adalah menjaga kemurnian bangsa Israel, sampai Kristus lahir, karena Kristus sudah dinubuatkan akan lahir dari bangsa Israel / suku Yehuda. Kalau mereka kawin campur semua dan bangsa Israel musnah, karena menjadi bangsa blasteran, maka nubuat tentang lahirnya Kristus dari bangsa Israel / suku Yehuda tidak bisa digenapi.

 

Jadi, sebetulnya memang dengan sudah lahirnya Kristus, maka larangan ini sudah tidak diperlukan lagi. Resminya memang baru dihapuskan pada waktu Kristus mati tersalib. Tetapi dengan lahirnya Yesus secara praktis larangan makan dalam Im 11 ini sudah tidak diperlukan lagi.

 

Ef 2:15 - “sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”.

 

Mat 27:50-51 - “(50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawaNya. (51) Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”.

 

Ini jelas merupakan suatu mujizat yang menunjukkan bahwa dengan matinya Kristus maka Bait Allah dengan semua imam-imam, hari-hari raya, korban-korban dan semua hukum-hukum upacara, termasuk larangan makan, sudah dihapuskan / dibuang!

 

Bdk. Kis 10:9-16 - “(9) Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. (10) Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. (11) Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. (12) Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. (13) Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: ‘Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!’ (14) Tetapi Petrus menjawab: ‘Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.’ (15) Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: ‘Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.’ (16) Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit..

 

Bdk. Kis 10:28-29 - “(28) Ia berkata kepada mereka: ‘Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. (29) Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.’.

 

Ada yang menggunakan text ini untuk mengatakan bahwa alasan dari penglihatan tadi hanyalah membuang batasan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi. Itu tidak salah, tetapi ingat bahwa pembatasan itu dilakukan dengan larangan makan dalam Im 11 itu. Jadi, penglihatan itu berhubungan dengan keduanya. Penglihatan itu membuang larangan makan, dan dengan demikian tak ada lagi tembok pemisah antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang non Yahudi!

 

Kis 10:34-35 - “(34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya..

 

Kis 11:2-3 - “(2) Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. (3) Kata mereka: ‘Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.’.

 

Baru setelah Petrus menjelaskan semuanya kepada mereka, maka mereka juga mau menerimanya.

 

8)   Ay 9: dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu..

 

Lenski: “They are to proceed with their great work, which is briefly summarized. First of all, they are to heal the sick, these miraculous healings being the credentials of their divine message. And the sum of their gospel message is to be: ‘Near has come (and thus present is now) upon you (as coming from heaven itself) the kingdom of God’ (see 1:33, his rule of grace and salvation in Jesus). To be sure, they were to say much more even as the Baptist and as Jesus did when they proclaimed the same theme (Matt. 3:2; 4:17). The message meant that all who heard should accept this rule of grace and allow it to bless their souls for time and for eternity even as its powers blessed the bodily sick by instantaneous healing.” [= Mereka harus melanjutkan / mulai dengan pekerjaan agung / besar mereka, yang diringkas secara singkat. Pertama-tama, mereka harus menyembuhkan orang-orang sakit, karena penyembuhan-penyembuhan yang bersifat mujizat merupakan bukti dari berita ilahi mereka. Dan ringkasan dari berita injil mereka adalah: ‘Telah datang (dan karena itu sekarang sudah ada) dekat kepadamu (sebagai datang dari surga sendiri) kerajaan Allah’ (lihat 1:33, pemerintahan kasih karunia dan keselamatanNya dalam Yesus). Pastilah mereka harus mengatakan jauh lebih banyak sama seperti (Yohanes) Pembaptis dan Yesus lakukan pada waktu mereka memberitakan thema yang sama (Mat 3:2; 4:17). Berita itu berarti bahwa semua orang yang mendengar harus menerima pemerintahan kasih karunia ini dan mengizinkannya untuk memberkati jiwa mereka untuk waktu sekarang dan untuk kekekalan sama seperti kuasa-kuasanya memberkati orang-orang yang sakit secara jasmani dengan kesembuhan seketika.].

 

Luk 1:33 - “dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.’”.

 

Mat 3:1-2 - “(1) Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: (2) ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!’”.

 

Mat 4:13,17 - “(13) Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, ... (17) Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!’”.

Mark 1:14-15 - “(14) Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (15) kataNya: ‘Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!’”.

 

William Hendriksen: “‘Heal the sick who are there …’ Jesus instructed and empowered this large group of heralds to heal the sick. In other words, they were to be busy doing his work, the very activity in which he himself was constantly engaged (Matt. 4:24; 8:16; Mark 1:29–32; 6:53–56; Luke 4:40; 7:21–23), and which he had also assigned to The Twelve (Matt. 10:8; Luke 9:2). However, equally important - perhaps even more so - was the work that must constantly accompany the healing of the sick, namely, preaching: … ‘and tell them, The kingdom of God has come near to you.’ As has been shown previously - see on 4:43 - that kingdom is God’s kingship, rule or sovereignty, recognized in the hearts and operative in the lives of his people, and effecting their complete salvation.” [= ‘Sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di sana ...’ Yesus memerintahkan dan memberi kuasa kelompok besar utusan / pemberita ini untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Dengan kata lain, mereka harus sibuk melakukan pekerjaanNya, aktivitas yang di dalamnya Ia sendiri terlibat secara terus menerus (Mat 4:24; 8:16; Mark 1:29–32; 6:53–56; Luk 4:40; 7:21–23), dan yang juga telah Ia nyatakan kepada 12 rasul (Mat 10:8; Luk 9:2). Tetapi, sama pentingnya - mungkin bahkan lebih penting - adalah pekerjaan yang harus secara terus menerus menyertai penyembuhan orang-orang sakit, yaitu pemberitaan: ... ‘dan beritahu mereka, Kerajaan Allah telah dekat kepadamu’. Seperti telah ditunjukkan sebelumnya - lihat tentang 4:43 - bahwa kerajaan itu adalah kuasa sebagai raja, pemerintahan atau kedaulatan dari Allah, diakui dalam hati dan bekerja dalam hidup dari umatNya, dan menghasilkan keselamatan mereka yang sempurna.].

 

William Hendriksen (tentang Luk 4:43): “This is the first time the term ‘the kingdom of God’ appears in Luke’s Gospel (see, however, also 1:33). This evangelist uses that term at least thirty times (not counting its seven occurrences in the book of Acts); far more frequently, therefore, than Mark or John. Essentially the same concept occurs also with great frequency in the Gospel According to Matthew, but in slightly different form (generally ‘kingdom of heaven’ instead of ‘kingdom of God’).” [= Ini adalah pertama-kalinya istilah ‘kerajaan Allah’ muncul dalam Injil Lukas (tetapi lihat juga 1:33). Penginjil ini menggunakan istilah itu sedikitnya 30 kali (tanpa menghitung 7 kejadiannya dalam kitab Kisah Para Rasul); karena itu jauh lebih sering dari pada Markus dan Yohanes. Secara hakiki konsep yang sama juga muncul sangat sering dalam Injil Matius, tetapi dalam bentuk yang agak berbeda (biasanya ‘kerajaan surga’ alih-alih dari ‘kerajaan Allah’).].

 

Luk 1:33 - “dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.’”.

 

William Hendriksen (tentang Luk 4:43): “Luke speaks about preaching or proclaiming the kingdom of God (4:43; 8:1; 9:2, 60; 16:16), entering it (18:24, 25; 22:18), seeking it (12:31). It is ‘at hand’ (10:9, 11; cf. 7:28; 17:20, 21); yet in another sense it belongs to the future (13:29; 21:31). It is essentially spiritual (17:20, 21; cf. Rom. 14:17), but embraces also the material realm (22:28–30). It is God’s gift to his children (12:32).” [= Lukas berbicara tentang pengkhotbahan atau pemberitaan kerajaan Allah (4:43; 8:1; 9:2, 60; 16:16), memasukinya (18:24, 25; 22:18), mencarinya (12:31). Itu ‘sudah dekat’ (10:9, 11; bdk. 7:28; 17:20, 21); tetapi dalam arti yang lain itu termasuk pada masa yang akan datang (13:29; 21:31). Itu pada hakekatnya bersifat rohani (17:20, 21; bdk. Ro 14:17), tetapi juga mencakup daerah / dunia materi (22:28–30). Itu adalah pemberian Allah bagi anak-anakNya (12:32).].

 

Luk 4:43 - Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.’.

 

Luk 8:1 - Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas muridNya bersama-sama dengan Dia,.

 

Luk 9:2,60 - “(2) Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, ... (60) Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.’.

 

Luk 16:16 - Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya..

 

Luk 18:24,25 - “(24) Lalu Yesus memandang dia dan berkata: ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. (25) Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.’.

 

Luk 22:18 - Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.’.

 

Luk 12:31 - Tetapi carilah KerajaanNya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu..

 

Luk 10:9,11 - “(9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. ... (11) Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat..

 

Luk 7:28 - Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.’.

 

Luk 17:20-21 - “(20) Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kataNya: ‘Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, (21) juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.’.

 

Luk 13:29 - Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah..

 

Luk 21:31 - Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat..

 

Luk 17:20,21 - “(20) Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kataNya: ‘Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, (21) juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.’.

 

Ro 14:17 - Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus..

 

Luk 22:28-30 - “(28) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. (29) Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti BapaKu menentukannya bagiKu, (30) bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam KerajaanKu dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel..

Catatan: menurut saya, text ini tak cocok sama sekali untuk referensi.

 

Luk 12:32 - Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu..

 

William Hendriksen (tentang Luk 4:43): “Now all these traits become intelligible in the light of the following description: In its broadest connotation the term ‘the kingdom of God’ indicates ‘God’s kingship, rule or sovereignty, recognized in the hearts and operative in the lives of his people, and effecting their complete salvation, their constitution as a church, and finally a redeemed universe.’ Note especially the four concepts: a. God’s kingship, rule, or recognized sovereignty. That is probably the meaning in Luke 17:21, ‘The Kingdom of God is within you’ and in Matt. 6:10, ‘Thy kingdom come, thy will be done.…’ b. Complete salvation, i.e., all the spiritual and material blessings - blessings for soul and body - which result when God is King in our hearts, recognized and obeyed as such. That is the meaning, according to the context, in Luke 18:24. c. The church: the community of men in whose hearts God is recognized as King. Note the close connection between ‘Kingdom’ and ‘church’ in Acts 20:25, 28; cf. Matt. 16:18, 19. d. The redeemed universe: the new heaven and earth with all their glory; something still future: the final realization of God’s saving power. Thus in Luke 22:30; cf. Matt. 25:34, ‘… inherit the kingdom prepared for you.…’ These four concepts are not separate and unrelated. They all proceed from the central idea of the reign of God, his supremacy in the sphere of saving power.” [= Sekarang semua ciri / kwalitet ini menjadi bisa dimengerti dalam terang dari penggambaran berikut: Dalam arti yang paling luas istilah ‘kerajaan Allah’ menunjukkan ‘Kuasa, pemerintahan atau kedaulatan Allah, diakui dalam hati dan bekerja dalam kehidupan umatNya, dan menghasilkan keselamatan mereka yang lengkap / sempurna, pembentukan mereka sebagai suatu gereja, dan akhirnya suatu alam semesta yang ditebus’. Perhatikan khususnya 4 konsep: a. Kuasa, pemerintahan atau pengakuan kedaulatan Allah. Itu mungkin arti dalam Luk 17:21, ‘Kerajaan Allah ada di dalam kamu’ dan dalam Mat 6:10, ‘Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu ...’ b. Keselamatan lengkap / sempurna, yaitu, semua berkat-berkat rohani dan materi - berkat-berkat bagi jiwa dan tubuh - yang terjadi pada waktu Allah adalah Raja dalam hati kita, diakui dan ditaati dalam dan dari diriNya sendiri. Itu adalah arti, sesuai dengan kontext, dalam Luk 18:24. c. Gereja: kumpulan orang dalam hati siapa Allah diakui sebagai Raja. Perhatikan hubungan yang dekat antara ‘Kerajaan’ dan ‘gereja’ dalam Kis 20:25,28; bdk. Mat 16:18,19. d. Alam semesta yang ditebus: langit /  surga dan bumi yang baru dengan semua kemuliaan mereka; sesuatu yang masih dalam masa yang akan datang: realisasi akhir dari kuasa menyelamatkan dari Allah. Maka dalam Luk 22:30; bdk. Mat 25:34, ‘terimalah / warisilah kerajaan yang disiapkan bagi kamu ...’. Empat konsep ini tidak terpisah dan tak berhubungan. Mereka semua keluar dari gagasan inti tentang pemerintahan Allah, supremasiNya dalam bidang / ruang lingkup dari kuasa yang menyelamatkan.].

 

Luk 18:24 - Lalu Yesus memandang dia dan berkata: ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah..

 

Kis 20:25,28 - “(25) Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. ... (28) Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah (Anak)Nya sendiri..

 

Bdk. Mat 16:18-19 - “(18) Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (19) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’.

 

Luk 22:30 - bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam KerajaanKu dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel..

 

Mat 25:34 - Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan..

 

William Hendriksen (tentang Luk 4:43): “Jesus spoke of the work of salvation as the kingdom or reign of God or of heaven in order to indicate the supernatural character, origin, and purpose of our salvation. Our salvation begins in heaven and should redound to the glory of the Father in heaven. Hence, by using this term Christ defended the truth, so precious to all believers, that everything is subservient to God’s glory.” [= Yesus berbicara tentang pekerjaan keselamatan sebagai kerajaan atau pemerintahan dari Allah atau dari surga untuk menunjukkan sifat, asal usul, dan tujuan supranatural dari keselamatan kita. Keselamatan kita mulai di surga dan harus kembali / berakhir bagi kemuliaan Bapa di surga. Jadi, dengan menggunakan istilah ini Kristus mempertahankan kebenaran, yang begitu berharga bagi semua orang-orang percaya, bahwa segala sesuatu tunduk / berguna bagi kemuliaan Allah.].

 

Barnes’ Notes (tentang Mat 3:2): ‘The kingdom of heaven is at hand.’ The phrases kingdom of heaven, kingdom of Christ, kingdom of God, are of frequent occurrence in the Bible. They all refer to the same thing. The expectation of such a kingdom was taken from the Old Testament, and especially from Daniel, Dan 7:13-14. The prophets had told of a successor to David that should sit on his throne 1 Kings 2:4; 8:25; Jer 33:17. The Jews expected a great national deliverer. They supposed that when the Messiah should appear, all the dead would be raised; that the judgment would take place; and that the enemies of the Jews would be destroyed, and that they themselves would be advanced to great national dignity and honor.[= ‘Kerajaan surga sudah dekat’. Ungkapan-ungkapan ‘kerajaan surga’, ‘kerajaan Kristus’, ‘kerajaan Allah’, sering muncul dalam Alkitab. Mereka semua menunjuk pada hal yang sama. Pengharapan tentang kerajaan seperti itu diambil dari Perjanjian Lama, dan khususnya dari Daniel, Dan 7:13-14. Nabi-nabi telah memberitahu tentang seorang pewaris / keturunan Daud yang harus duduk di takhtanya 1Raja 2:4; 8:25; Yer 33:17. Orang-orang Yahudi mengharapkan seorang pembebas nasional yang agung / besar. Mereka menganggap bahwa pada waktu sang Mesias muncul, semua orang mati akan dibangkitkan; bahwa penghakiman akan terjadi; dan bahwa musuh-musuh dari orang-orang Yahudi akan dihancurkan, dan bahwa mereka sendiri akan dinaikkan pada kewibawaan dan kehormatan nasional.].

 

Dan 7:13-14 - “(13) Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapanNya. (14) Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah..

 

1Raja 2:4 - dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkanNya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapanKu dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel..

Catatan: ini pesan Daud kepada Salomo pada saat kematiannya sudah dekat.

 

1Raja 8:25 - Maka sekarang, ya TUHAN, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hambaMu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapanKu dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup di hadapanKu sama seperti engkau hidup di hadapanKu..

Catatan: ini termasuk dalam doa Salomo.

 

Yer 3:17 - Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat..

 

Barnes’ Notes (tentang Mat 3:2): The language in which they were accustomed to describe this event was retained by our Saviour and his apostles. Yet they early attempted to correct the common notions respecting his reign. This was one design, doubtless, of John in preaching repentance. Instead of summoning them to military exercises, and collecting an army, which would have been in accordance with the expectations of the nation, he called them to a change of life; to the doctrine of repentance - a state of things far more accordant with the approach of a kingdom of purity.[= Bahasa dalam mana mereka terbiasa untuk menggambarkan peristiwa ini dipertahankan oleh Juruselamat kita dan rasul-rasulNya. Tetapi mereka berusaha sejak awal untuk membetulkan pandangan-pandangan / kepercayaan-kepercayaan umum berkenaan dengan pemerintahanNya. Tak diragukan, ini adalah suatu rancangan dari Yohanes (Pembaptis) dalam mengkhotbahkan / memberitakan pertobatan. Alih-alih dari memanggil mereka pada latihan-latihan militer, dan mengumpulkan suatu pasukan, yang sudah akan sesuai dengan pengharapan-pengharapan dari bangsa itu, ia memanggil mereka pada suatu perubahan hidup; pada doktrin tentang pertobatan - suatu keadaan dari hal-hal yang jauh lebih sesuai dengan mendekatnya suatu kerajaan dari kemurnian.].

 

Barnes’ Notes (tentang Mat 3:2): The phrases ‘kingdom of God’ and ‘kingdom of heaven’ have been supposed to have a considerable variety of meaning. Some have supposed that they refer to the state of things in heaven; others, to the personal reign of Christ on earth; others, that they mean the church, or the reign of Christ in the hearts of his people. There can be no doubt that there is reference in the words to the condition of things in heaven after this life. But the church of God is a preparatory state to that beyond the grave - a state in which Christ pre-eminently rules and reigns and there is no doubt that the phrases sometimes refer to the state of things in the church; and that they may refer, therefore, to the state of things which the Messiah was to set up - ‘his spiritual reign begun in the church on earth and completed in heaven.’[= Ungkapan-ungkapan ‘kerajaan Allah’ dan ‘kerajaan surga’ telah dianggap mempunyai banyak variasi arti. Sebagian orang menganggap bahwa mereka menunjuk pada keadaan dari hal-hal di surga; yang lain, pada pemerintahan pribadi dari Kristus di bumi; yang lain lagi, bahwa mereka berarti gereja, atau pemerintahan Kristus dalam hati dari umatNya. Di sana tidak bisa ada keraguan bahwa ada petunjuk dalam kata-kata itu pada kondisi dari hal-hal di surga setelah kehidupan ini. Tetapi gereja Allah merupakan suatu keadaan persiapan bagi keadaan setelah kubur / kematian - suatu keadaan dalam mana Kristus secara unggul memerintah dan bertakhta dan di sana tak ada keraguan bahwa ungkapan-ungkapan itu kadang-kadang menunjuk pada keadaan dari hal-hal dalam gereja; dan bahwa karena itu mereka bisa menunjuk pada keadaan dari hal-hal yang sang Mesias akan dirikan - ‘pemerintahan rohaniNya mulai dalam gereja di bumi dan disempurnakan di surga’.].

 

Barnes’ Notes (tentang Mat 3:2): The expression ‘the kingdom of heaven is at hand’ would be best translated, ‘the reign of God draws near.’ We do not say commonly of a kingdom that it is movable, or that it approaches. A reign may be said to be at hand; and it may be said with propriety that the time when Christ would reign was at hand. In this sense it is meant that the time when Christ should reign, or set up his kingdom, or begin his dominion on earth, under the Christian economy, was about to commence. The phrase, then, should not be confined to any period of that reign, but includes his whole dominion over his people on earth and in heaven.[= Ungkapan ‘kerajaan surga sudah dekat’ paling baik diterjemahkan, ‘pemerintahan Allah mendekat’. Kita biasanya tidak berbicara tentang suatu kerajaan yang bisa bergerak, atau bahwa kerajaan itu mendekat. Suatu pemerintahan bisa dikatakan sebagai dekat; dan bisa dikatakan dengan benar bahwa saat pada waktu Kristus memerintah sudah dekat. Dalam arti ini dimaksudkan bahwa saat pada waktu Kristus harus memerintah, atau mendirikan kerajaanNya, atau memulai penguasaanNya di bumi, di bawah pengaturan Kristen, mau mulai. Jadi, ungkapan itu tidak boleh dibatasi pada periode manapun dari pemerintahan itu, tetapi mencakup seluruh penguasaanNya atas umatNya di bumi dan di surga.].

 

Renungkan beberapa hal ini:

 

a)         Apakah saudara sudah betul-betul ada di dalam ‘kerajaan Allah’?

 

b)         Apakah gereja saudara termasuk dalam ‘kerajaan Allah’?

 

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ