KEBAKTIAN ONLINE

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 15 Nopember 2020, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

LUKAS 10:1-24 (5)

 

Luk 10:1-24 - (1) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. (2) KataNya kepada mereka: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. (3) Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (4) Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. (5) Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. (6) Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (7) Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. (8) Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, (9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. (10) Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: (11) Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. (12) Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’ (13) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (14) Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (15) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! (16) Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.’ (17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu.’ (18) Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. (19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.’ (21) Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. (22) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.’ (23) Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-muridNya tersendiri dan berkata: ‘Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. (24) Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.’.

 

6)   Ay 7: Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah..

 

a)         Mereka dilarang berpindah-pindah rumah, pada waktu sudah diterima di satu rumah.

Ay 7: Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah..

 

A. T. Robertson: “‘Go not from house to house’ [μη μεταβαινετε ἐξ οἰκιας εἰς οἰκιαν (mē metabainete ex oikias eis oikian)]. As a habit, μη () and the present imperative, and so avoid waste of time with such rounds of invitations as would come.” [= ‘Jangan pindah dari rumah ke rumah’ (mē metabainete ex oikias eis oikian). Sebagai suatu kebiasaan, () dan kata perintah bentuk present, dan dengan demikian hindarilah pemborosan waktu dengan seri undangan-undangan seperti itu yang akan datang.].

 

Lenski: “‘Eating and drinking the things from them’ ... means that they are to be content with whatever food and drink is set before them. ... The thing that Jesus forbids is that they keep going from house to house, hunting out the best quarters, casting reproach on their Lord and his message.” [= ‘Makan dan minum hal-hal dari mereka’ ... berarti bahwa mereka harus puas dengan makanan dan minuman apapun yang diberikan kepada mereka. ... Hal yang Yesus larang adalah bahwa mereka terus pindah dari rumah ke rumah, sampai menemukan tempat tinggal yang terbaik, menyebabkan celaan terhadap Tuhan mereka dan beritaNya.].

 

Barclay: The preacher must not be in the work for what can be got out of it, but eat whatever is offered and not think to move from house to house in search of better and more comfortable quarters. It was not long before the Church had its spongers. There is a work called ‘The Teaching of the Twelve Apostles.’ It was written about ad 100, and is the Church’s first book of order. In those days there were prophets who wandered from town to town. It is laid down that if a prophet wishes to stay in a place for more than three days without working, that prophet is false; and if a prophet in the Spirit asks for money or a meal, that prophet is false! Labourers are worthy of their hire, but the servants of a crucified Master cannot be seekers after luxury. [= Sang pengkhotbah tidak boleh ada dalam pekerjaan untuk apa yang bisa didapatkan darinya, tetapi makan apapun yang ditawarkan dan tidak berpikir untuk pindah dari rumah ke rumah untuk mencari tempat tinggal yang lebih baik dan lebih nyaman. Tidak terlalu lama sebelum Gereja mempunyai parasit-parasit / orang-orang yang mengambil keuntungan dari orang-orang yang murah hati. Ada suatu pekerjaan / karya yang disebut ‘The Teaching of the Twelve Apostles’. Itu ditulis sekitar tahun 100 M., dan merupakan buku peraturan Gereja yang pertama. Pada zaman itu di sana ada nabi-nabi yang mengembara dari kota ke kota. Dinyatakan secara explicit bahwa jika seorang nabi ingin tinggal di suatu tempat untuk lebih dari 3 hari tanpa bekerja, nabi itu adalah nabi palsu; dan jika seorang nabi dalam Roh meminta uang atau makanan, nabi itu adalah nabi palsu! Pekerja-pekerja layak mendapat upah mereka, tetapi pelayan-pelayan dari seorang Tuan yang tersalib tidak bisa menjadi pencari-pencari dari kemewahan.].

 

Bagaimana dengan pengkhotbah-pengkhotbah zaman sekarang minta dijemput dengan mobil mewah, dan minta ditidurkan di hotel bintang lima???

 

Barnes’ Notes: The reason (for the command, ‘Go not from house to house’) is very obvious to one acquainted with Oriental customs. When a stranger arrives in a village or an encampment, the neighbors, one after another, must invite him to eat with them. ... it also consumes much time, causes unusual distraction of mind, leads to levity, and every way counteracts the success of a spiritual mission.[= Alasan (untuk perintah, ‘Jangan pindah dari rumah ke rumah’) adalah sangat jelas bagi orang yang akrab dengan tradisi Timur. Pada waktu seorang asing tiba di suatu desa atau suatu perkemahan, tetangga-tetangga, secara berturut-turut, harus / pasti mengundangnya untuk makan bersama mereka. ... itu juga menghabiskan banyak waktu, menyebabkan pengalihan pikiran yang hebat, membawa pada tindakan bersenang-senang / ketidak-seriusan, dan dalam setiap cara bertindak menentang kesuksesan dari suatu missi rohani.].

 

Ilustrasi: kalau saudara pergi ke luar kota / luar negeri, apakah saudara berpindah-pindah hotel dalam satu kota? Ini pasti menghabiskan waktu.

 

Barnes’ Notes (tentang Mat 10:11): If ministers of the gospel are useful, it will be by not spending their time in idle chit-chat, and wandering around as if they had nothing to do, but in an honest and laborious improvement of their time in study, in prayer, in preaching, and in visiting their people. [= Jika pelayan-pelayan dari injil adalah orang-orang yang berguna, itu akan dilakukan dengan tidak menghabiskan waktu mereka dalam obrolan yang sia-sia, berjalan-jalan keliling seakan-akan mereka tak punya apapun untuk dilakukan, tetapi dalam kemajuan yang sungguh-sungguh dan bercirikan kerja keras dari waktu mereka dalam pembelajaran, dalam doa, dalam berkhotbah, dan dalam mengunjungi umat mereka.].

 

b)   Tidak boleh sungkan dengan pemberian makan dan minum dari orang-orang, karena seorang pekerja patut mendapat upahnya / makanannya.

 

Ay 7: Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah..

LAI: ‘upahnya’.

KJV: ‘his hire’ [= upahnya].

RSV/NIV/NASB: ‘his wages’ [= upahnya].

Yunani: MISTHOS.

 

Bdk. Mat 10:10 - Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya..

LAI: ‘upahnya’.

KJV: ‘his meat’ [= daging / makanannya].

RSV: ‘his food’ [= makanannya].

NIV: ‘his keep’ [= sokongannya].

NASB: ‘his support’ [= sokongannya].

Yunani: TROPHE.

 

A. T. Robertson: “For the labourer is worthy of his hire [ἀξιος γαρ ἐργατης του μισθου αὐτου (axios gar ho ergatēs tou misthou autou)]. In Matt. 10:10 we have της τροφης αὐτου [tēs trophēs autou] (his food).” [= ‘Sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya’ (axios gar ho ergatēs tou misthou autou). Dalam Mat 10:10 kita mempunyai tēs trophēs autou (makanannya).].

 

Jadi pekerja itu berhak baik atas makanan maupun upah (HR)!

 

Ul 25:4 - Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.’.

 

Saya berpendapat ayat ini memang berlaku untuk lembu (bdk. Amsal 12:10), tetapi juga untuk pekerja gereja / pendeta dan sebagainya. Alasannya, itu dikutip 2 x oleh Paulus dalam 2 text di bawah ini.

 

1Tim 5:17-18 - “(17) Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. (18) Bukankah Kitab Suci berkata: ‘Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,’ dan lagi ‘seorang pekerja patut mendapat upahnya.’.

 

1Kor 9:3-14 - “(3) Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku. (4) Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum? (5) Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas? (6) Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan? (7) Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu? (8) Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian? (9) Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: ‘Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!’ Lembukah yang Allah perhatikan? (10) Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya. (11) Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? (12) Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus. (13) Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (14) Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu..

 

Leon Morris (Tyndale): They are to have no compunction about receiving their meals free, for ‘the labourer deserves his wages’ (cf. 1 Tim. 5:18). This is a principle of wide application that has sometimes been overlooked in Christian activities. [= Mereka tidak boleh mempunyai penyesalan tentang menerima makanan mereka secara gratis, karena ‘pekerja layak mendapat upahnya’ (bdk. 1Tim 5:18). Ini merupakan suatu prinsip dengan penerapan yang luas yang kadang-kadang diabaikan dalam aktivitas-aktivitas Kristen.].

 

Penerapannya memang luas. Bukan hanya pendeta berhak mendapatkan biaya hidup  yang cukup dari gereja (sepanjang gereja mampu untuk itu), tetapi juga pendeta / pengkhotbah yang diundang berhak untuk makan dan minum atas biaya yang mengundang. Dan juga misalnya ada rapat di gereja (majelis, guru Sekolah Minggu, panitia Natal dsb) yang menabrak jam makan, maka mereka boleh makan atas biaya gereja, sepanjang itu adalah makanan yang wajar, dan bukan makanan yang mewah, yang menguras uang gereja.

 

Tetapi itu berbeda dengan tindakan kurang ajar seperti di bawah ini!

 

Ada suatu gereja yang mengadakan rapat majelis di luar kota, menginap di hotel, dan setiap majelis diizinkan membawa keluarganya, semua atas biaya gereja. Tindakan biadab ini jelas-jelas merupakan suatu korupsi!

 

Calvin: “‘Eating and drinking those things which they shall give you.’ This is another circumstance expressly mentioned by Luke. By these words Christ not only enjoins them to be satisfied with ordinary and plain food, but allows them to eat at another man’s table. Their plain and natural meaning is: ‘you will be at liberty to live at the expense of others, so long as you shall be on this journey; for it is proper that those for whose benefit you labor should supply you with food.’ [= ‘Makan dan minum hal-hal itu yang mereka berikan kepadamu’. Ini adalah suatu keadaan lain yang disebutkan secara explicit oleh Lukas. Dengan kata-kata ini Kristus bukan hanya mengarahkan mereka untuk puas dengan makanan biasa dan sederhana, tetapi juga mengizinkan mereka untuk makan di meja orang lain. Arti yang jelas dan wajar adalah: ‘kamu akan bebas untuk hidup atas pengeluaran orang lain, selama kamu ada dalam perjalanan ini; karena adalah benar bahwa mereka yang mendapat manfaat dari jerih payahmu menyuplai kamu dengan makanan.].

 

Adam Clarke (tentang Mat 10:9): If God have sent him, he is bound to support him, and will do it; anxiety therefore, in him, is a double crime, as it insinuates a bad opinion of the Master who has employed him.[= Jika Allah telah mengutus dia, Ia pasti menyokongnya, dan akan melakukannya; karena itu kekuatiran di dalam dia merupakan suatu kejahatan ganda, karena itu menyatakan secara tak langsung suatu pandangan yang buruk tentang Tuan yang telah mempekerjakannya.].

 

Adam Clarke (tentang Mat 10:10): “It is a maintenance, and that only, which a minister of God is to expect, and that he has a divine right to; but not to make a fortune, or lay up wealth: besides, it is the workman, he that labours in the word and doctrine, that is to get even this. How contrary to Christ is it for a man to have vast revenues, as a minister of the Gospel, who ministers no Gospel, and who spends the revenues of the church to its disgrace and ruin!” [= Itu adalah suatu pemeliharaan, dan hanya itu, yang seorang pelayan dari Allah harus harapkan, dan bahwa ia mempunyai suatu hak ilahi untuk itu; tetapi bukan untuk membuat suatu kekayaan, atau menimbun kekayaan: disamping itu, adalah sang pekerja, ia yang berjerih payah dalam firman dan ajaran, yang harus mendapatkan ini. Betapa bertentangannya dengan Kristus bagi seseorang untuk memiliki penghasilan yang sangat banyak, sebagai seorang pelayan / pendeta dari Injil, yang tidak melayani Injil, dan yang menghabiskan penghasilan dari gereja bagi kehinaan dan kehancurannya!].

 

 

 

 

 

-bersambung-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ