KEBAKTIAN ONLINE

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 22 Mei 2022, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

 

PENGUTUSAN 70 MURID

 

LUKAS 10:1-24 (1)

 

Luk 10:1-24 - “(1) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang

lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat

yang hendak dikunjungiNya. (2) KataNya kepada mereka: ‘Tuaian memang banyak,

tetapi  pekerja  sedikit.  Karena  itu  mintalah  kepada  Tuan  yang  empunya  tuaian,

supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. (3) Pergilah, sesungguhnya

Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (4) Janganlah

membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada

siapapun  selama  dalam  perjalanan.  (5)  Kalau  kamu  memasuki  suatu  rumah,

katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. (6) Dan jikalau di situ ada

orang  yang  layak  menerima  damai  sejahtera,  maka  salammu  itu  akan  tinggal

atasnya.  Tetapi  jika  tidak,  salammu  itu  kembali  kepadamu.  (7)  Tinggallah  dalam

rumah  itu,  makan  dan  minumlah  apa  yang  diberikan  orang  kepadamu,  sebab

seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. (8)

Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah

apa yang dihidangkan kepadamu, (9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada

di  situ  dan  katakanlah  kepada  mereka:  Kerajaan  Allah  sudah  dekat  padamu.  (10)

Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ,

pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: (11) Juga debu kotamu yang

melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan

Allah  sudah  dekat.  (12)  Aku  berkata  kepadamu:  pada  hari  itu  Sodom  akan  lebih

ringan  tanggungannya  dari  pada  kota  itu.’  (13)  ‘Celakalah  engkau  Khorazim!

Celakalah  engkau  Betsaida!  karena  jika  di  Tirus  dan  di  Sidon  terjadi  mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan

berkabung. (14) Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon

akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (15) Dan engkau Kapernaum, apakah

engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke

dunia  orang  mati!  (16)  Barangsiapa  mendengarkan  kamu,  ia  mendengarkan  Aku;

dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia

menolak Dia yang mengutus Aku.’ (17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali

dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan  takluk  kepada  kami  demi

namaMu.’ (18) Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat

dari  langit.  (19)  Sesungguhnya  Aku  telah  memberikan  kuasa  kepada  kamu  untuk

menginjak  ular  dan  kalajengking  dan  kuasa  untuk  menahan  kekuatan  musuh,

sehingga  tidak  ada  yang  akan  membahayakan  kamu.  (20)  Namun  demikian

janganlah  bersukacita  karena  roh-roh  itu  takluk  kepadamu,  tetapi  bersukacitalah

karena namamu ada terdaftar di sorga.’ (21) Pada waktu itu juga bergembiralah

Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan

langit  dan  bumi,  karena  semuanya  itu  Engkau  sembunyikan  bagi  orang  bijak  dan

orang  pandai,  tetapi  Engkau  nyatakan  kepada  orang  kecil.  Ya  Bapa,  itulah  yang

berkenan kepadaMu. (22) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak

ada  seorangpun  yang  tahu  siapakah  Anak  selain  Bapa,  dan  siapakah  Bapa  selain

Anak  dan  orang  yang  kepadanya  Anak  itu  berkenan  menyatakan  hal  itu.’  (23)

Sesudah  itu  berpalinglah  Yesus  kepada  murid-muridNya  tersendiri  dan  berkata:

‘Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. (24) Karena Aku berkata

kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak

melihatnya,  dan  ingin  mendengar  apa  yang  kamu  dengar,  tetapi  tidak

mendengarnya.’”.

 

Pendahuluan.

 

William Hendriksen: “After hearing about the three would-be followers (9:57–62) it is

a delight to read about a large group of sincere and enthusiastic disciples of Jesus, men

who offered no excuses when called to serve. Without reservation they answered the call

and, to a considerable extent, were successful in their mission (see verse 17).” [= Setelah

mendengar  tentang  tiga  calon  pengikut  (9:57-62)  merupakan  sesuatu  yang

menyenangkan  untuk  membaca  tentang  suatu  kelompok  yang  besar  dari  murid-murid  Yesus  yang  tulus  /  sungguh-sungguh  dan  bersemangat,  orang-orang  yang

tidak mengajukan alasan-alasan pada waktu dipanggil untuk melayani. Tanpa syarat

mereka menanggapi panggilan itu, dan sampai pada suatu tingkat yang cukup besar,

mereka sukses dalam missi mereka (lihat ay 17).].

 

William Hendriksen: “Chapter 10 is clearly divisible into two parts. In Part I (verses 1–

24) we are told that Jesus sent out seventy or seventy-two men to announce and prepare

the  people  for  his  own  coming,  and  with  that  in  view  to  proclaim  the  gospel  of  the

kingdom of God (see verse 1b). As shown in the summary on p. 533, these twenty-four

verses can be divided into four paragraphs, as follows: (a) the appointment of these men

and the charge given to them (verses 1–12); (b) the punishment awaiting those who reject

their and/or their Master’s message (verses 13–16);  (c)  the  report  of  the  missionaries

upon their return, a report filled with joyful enthusiasm (verses 17–20); and (d) Jesus’

own rejoicing voiced in praise addressed to the Father, and his assurance, given to the

returned witnesses, that they had been privileged above ‘many prophets and kings’

(verses  21–24).” [=  Pasal  10  secara  jelas  bisa  dibagi  menjadi  dua  bagian.  Dalam

Bagian  I  (ay  1-24)  kita  diberitahu  bahwa  Yesus  mengutus  70  atau  72  orang  untuk

mengumumkan dan mempersiapkan orang-orang untuk kedatanganNya sendiri, dan

dengan memperhatikan hal itu mereka memproklamirkan injil kerajaan Allah (lihat

ay 1b). Seperti ditunjukkan dalam ringkasan pada hal 533, ke 24 ayat ini bisa dibagi

menjadi 4 paragraf, sebagai berikut: (a) penetapan orang-orang ini dan kewajiban /

perintah  yang  diberikan  kepada  mereka  (ay  1-12);  (b)  hukuman  yang  menantikan

mereka yang menolak berita / pesan mereka dan / atau berita / pesan Tuan / Guru

mereka  (ay  13-16);  (c)  laporan  dari  para  misionaris  pada  waktu  mereka  kembali,

suatu laporan yang dipenuhi dengan semangat / kegairahan yang penuh sukacita (ay

17-20); dan (d) sukacita Yesus sendiri yang dinyatakan dalam pujian yang ditujukan

kepada Bapa, dan keyakinan / jaminanNya, yang diberikan kepada saksi-saksi yang

kembali, sehingga mereka diberi hak di atas ‘banyak nabi-nabi dan raja-raja’ (ay 21-24).].

 

Dalam Luk 9 / Mat 10 ada pengutusan 12 murid, dan dalam Luk 10 pengutusan

70 murid!

 

Pulpit Commentary: “Ch. 9:1–6 and ch. 10:1–11. - The mission of the twelve, and the

mission  of  the  seventy.  The  differences  between  the  two  missions  can  be  easily

distinguished. The scene of the mission related in the ninth chapter is Northern Galilee;

the scene of the mission related in the tenth chapter is Southern Galilee.” [= Psl 9:1-6

dan psl 10:1-11. - Missi dari 12 murid, dan missi dari 70 murid. Perbedaan antara

kedua  missi  bisa  dibedakan  dengan  mudah.  Tempat  dari  missi  yang  diceritakan

dalam pasal 9 adalah Galilea Utara; tempat dari missi yang diceritakan dalam pasal

10 adalah Galilea Selatan.].

 

Bdk. Luk 9:51-53 - “(51) Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga,

Ia  mengarahkan  pandanganNya  untuk  pergi  ke  Yerusalem,  (52)  dan  Ia  mengirim

beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang

Samaria  untuk  mempersiapkan  segala  sesuatu  bagiNya.  (53)  Tetapi  orang-orang

Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalananNya menuju Yerusalem.”.

 

Lihat Bible Maps (PC Study Bible 5).

 

I) Pengutusan 70 murid.

 

Ay  1: “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk  tujuh puluh murid yang lain,

lalu  mengutus  mereka  berdua-dua  mendahuluiNya  ke  setiap  kota  dan  tempat

yang hendak dikunjungiNya.”.

 

1)  “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk”.

 

William Hendriksen: “Note the following: a. ‘After this.’ This probably means:

after Jesus started on his journey to Jerusalem, as recorded in 9:51. b. ‘The Lord.’

Elsewhere - see N.T.C. on Mark, p. 435 - it has been shown that the title ‘Lord’

was given to Jesus long before his bodily resurrection, and that not only Luke and

John but also Matthew and Mark use this appellation with reference to him.” [=

Perhatikan hal-hal berikut ini: a. ‘Setelah itu’ / ‘kemudian dari pada itu’. Ini

mungkin berarti: setelah Yesus memulai perjalananNya ke Yerusalem, seperti

yang dicatat dalam 9:51. b. ‘Tuhan’. Di  tempat  lain  -  lihat  N.  T.  C.  tentang

Markus,  hal  435  -  telah ditunjukkan bahwa gelar ‘Tuhan’ diberikan kepada

Yesus jauh sebelum kebangkitan jasmaniNya, dan bahwa bukan hanya Lukas

dan Yohanes tetapi juga Matius dan Markus menggunakan gelar ini berkenaan

dengan Dia.].

 

Pada  pemberitaan  malaikat-malaikat  tentang  kelahiran  Yesus,  Ia  sudah

disebut ‘Tuhan’!

 

Luk 2:11 - “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di

kota Daud.”.

 

2)  “tujuh puluh murid yang lain,”.

 

a)  ‘Tujuh puluh’.

KJV/RSV/NASB: ‘sevent y ’ [= tujuh puluh].

NIV: ‘sevent y - t wo ’ [= tujuh puluh dua].

Catatan:  memang  ada  perbedaan  dalam  manuscript-manuscript  di  sini,

ada yang menuliskan 70 dan ada yang 72.

 

Adam Clarke: “Several MSS. and versions have ‘seventy-two.’ Sometimes the

Jews chose six out of each tribe: this was the number of the great Sanhedrin.

The names of these seventy disciples are found in the margin of some ancient

MSS., but this authority is questionable.” [= Beberapa manuscript dan versi

mempunyai ‘tujuh puluh dua’. Pada suatu waktu di masa yang lalu orang-orang  Yahudi  memilih  enam  dari  setiap  suku:  ini  adalah  bilangan  dari

Sanhedrin yang agung. Nama-nama dari tujuh puluh murid ini ditemukan

di catatan tepi dari beberapa manuscript-manuscript kuno, tetapi otoritas /

sumber ini diragukan.].

 

Bruce  Metzger:  “Was  it  seventy  or  seventy-two  whom  Jesus  appointed  and

sent  on  ahead  of  him?  The  external  evidence  is  almost  evenly  divided.” [=

Apakah itu tujuh puluh atau tujuh puluh dua yang Yesus tetapkan / tunjuk

dan utus mendahului Dia? Bukti external terbagi hampir secara sama.].

Lalu ia menyebutkan manuscript-manuscript yang menyebutkan 70 dan

manuscript-manuscript yang menyebutkan 72.

 

William  Hendriksen:  “Textual  evidence  (both  here  and  in  verse  17)  is

insufficient  to  establish,  beyond  reasonable  doubt,  whether  ‘seventy’  or

‘seventy-two’ is correct. ... I, for one, do not have the answer, though I lean

toward seventy-two.” [= Bukti text (baik di sini dan dalam ay 17) adalah tidak

cukup untuk menetapkan, tanpa keraguan yang logis, apakah ‘tujuh puluh’

atau ‘tujuh puluh dua’ yang benar. ... Saya tidak mempunyai jawabannya,

sekalipun saya condong pada ‘tujuh puluh dua’.].

 

Adam  Clarke:  “Our  blessed  Lord  formed  everything  in  his  church  on  the

model  of the  Jewish  church;  and  why?  Because  it  was the  pattern  shown  by

God himself, the divine form, which pointed out the heavenly substance which

now  began  to  be  established  in  its  place.  As  he  before  had  chosen  twelve

apostles, in reference to the twelve patriarchs, who were the chiefs of the twelve

tribes, and the heads of the Jewish church, he now publicly appointed (for so

the word ANEDEIXEN means) seventy others, as Moses did the seventy elders

whom he associated with himself to assist him in the government of the people.

Ex  18:19;  24:1-9.” [=  Tuhan  kita  yang  terpuji  membentuk  segala  sesuatu

dalam gerejaNya sesuai dengan model dari gereja Yahudi; dan mengapa?

Karena itu adalah pola yang ditunjukkan oleh Allah sendiri, bentuk ilahi,

yang  menunjukkan  substansi  surgawi  yang  sekarang  mulai  didirikan  di

tempatnya.  Sebagaimana  sebelumnya  Ia  telah  memilih  12  rasul,  dalam

hubungannya  dengan  12  kepala  suku,  yang  adalah  kepala-kepala  dari  12

suku,  dan  kepala-kepala  dari  gereja  Yahudi,  sekarang  Ia  secara  umum

menetapkan (karena demikianlah kata ANEDEIXEN berarti) 70 yang lain,

seperti  Musa  menetapkan  70  tua-tua  yang  ia  gabungkan  dengan  dirinya

sendiri  untuk  membantunya  dalam  pemerintahan  dari  bangsa  itu.  Kel

18:19; 24:1-9.].

 

Kel 18:13-26 - “(13) Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara

bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang.

(14) Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa

itu,  berkatalah  ia:  ‘Apakah  ini  yang  kaulakukan  kepada  bangsa  itu?

Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa

itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?’ (15) Kata Musa kepada

mertuanya  itu:  ‘Sebab  bangsa  ini  datang  kepadaku  untuk  menanyakan

petunjuk Allah. (16) Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka

datang  kepadaku  dan  aku  mengadili  antara  yang  seorang  dan  yang  lain;

lagipula  aku  memberitahukan  kepada  mereka  ketetapan-ketetapan  dan

keputusan-keputusan  Allah.’  (17)  Tetapi  mertua  Musa  menjawabnya:

‘Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. (18) Engkau akan menjadi sangat

lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini

terlalu  berat  bagimu, takkan  sanggup  engkau  melakukannya  seorang  diri

saja.  (19)  Jadi  sekarang  dengarkanlah  perkataanku,  aku  akan  memberi

nasihat  kepadamu  dan  Allah  akan  menyertai  engkau.  Adapun  engkau,

wakililah  bangsa  itu  di  hadapan  Allah  dan  kauhadapkanlah  perkara-perkara  mereka  kepada  Allah.  (20)  Kemudian  haruslah  engkau

mengajarkan  kepada  mereka  ketetapan-ketetapan  dan  keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani,

dan pekerjaan yang harus  dilakukan. (21) Di samping itu kaucarilah dari

seluruh  bangsa  itu  orang-orang  yang  cakap  dan  takut  akan  Allah,  orang-orang  yang  dapat  dipercaya,  dan  yang  benci  kepada  pengejaran  suap;

tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang,

pemimpin  seratus  orang,  pemimpin  lima  puluh  orang  dan  pemimpin

sepuluh orang. (22) Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara

bangsa;  maka  segala  perkara  yang  besar  haruslah  dihadapkan  mereka

kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan

demikian  mereka  meringankan  pekerjaanmu,  dan  mereka  bersama-sama

dengan engkau turut menanggungnya. (23) Jika engkau berbuat demikian

dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup

menahannya,  dan  seluruh  bangsa  ini  akan  pulang  dengan  puas  senang  ke

tempatnya.’  (24)  Musa  mendengarkan  perkataan  mertuanya  itu  dan

dilakukannyalah segala yang dikatakannya. (25) Dari seluruh orang Israel

Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala

atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang,

pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. (26) Mereka ini

mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar

dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili

mereka sendiri.”.

Catatan: memang dari text ini tak terlihat bahwa jumlah mereka 70, tetapi

ini terlihat dalam text di bawah ini.

 

Kel 24:1,9  -  “(1)  Berfirmanlah  Ia  kepada  Musa:  ‘Naiklah  menghadap

TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari

para  tua-tua  Israel  dan  sujudlah  kamu  menyembah  dari  jauh.  ...  (9)  Dan

naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari

para tua-tua Israel.”.

 

Calvin: “As to the number ‘seventy,’ he appears to have followed that order to

which  the  people  had  already  been  long  accustomed.  ...  There  was  a  similar

reason for these ‘seventy.’ We  know that Moses, finding  himself  insufficient

for the burden, took ‘seventy’ judges to be associated with him in governing the

people, (Exodus 18:22; 24:1.) But when the Jews returned from the Babylonish

captivity,  they  had  a  council  or  συνέδριον  -  which  was  corrupted  into

‘Sanedrin’ -  consisting  of  seventy-two  judges.  As  usually  happens  with  such

numbers, when they spoke of the council, they called them only the ‘seventy’

judges;  and  Philo  assures  us,  that  they  were  chosen  out  of  the  posterity  of

David,  that  there  might  be  some remaining  authority in  the  royal  line.  After

various  calamities,  this  was  the  finishing  stroke,  when  Herod  abolished  that

council, and thus deprived the people of a legitimate share in the government.

Now as the return from Babylon prefigured a true and complete redemption,

the reason why our Lord chooses ‘seventy’ heralds of his coming appears to

be, to hold out the restoration of their fallen state; and as the people were to be

united  under  one  head,  he  does  not  give  them  authority  as  judges,  but  only

commands  them  to  go  before  him,  that  he  may  possess  the  sole  power.” [=

Berkenaan dengan bilangan ‘tujuh puluh’, Ia kelihatannya telah mengikuti

sistim yang sudah ditetapkan pada mana bangsa itu telah lama terbiasa. ...

Di sana ada alasan yang serupa untuk ‘tujuh puluh’ itu. Kita tahu bahwa

Musa, pada waktu mendapati dirinya sendiri tidak cukup untuk beban itu,

mengambil  ‘tujuh  puluh’  hakim-hakim  untuk  digabungkan  dengan  dia

dalam memerintah bangsa itu, (Kel 18:22; 24:1). Tetapi pada waktu orang-orang  Yahudi  kembali  dari  pembuangan  Babilonia,  mereka  mempunyai

suatu  dewan  atau  συνέδριον  (SUNEDRION)  -  yang  dirusak  menjadi

SANHEDRIN  -  terdiri  dari  tujuh  puluh  dua  hakim-hakim.  Seperti  yang

biasa  terjadi  dengan  bilangan-bilangan  seperti  itu,  pada  waktu  mereka

berbicara tentang dewan itu, mereka menyebut mereka hanya ‘tujuh puluh’

hakim-hakim;  dan  Philo  meyakinkan  kita,  bahwa  mereka  dipilih  dari

keturunan Daud, supaya di sana bisa ada sedikit otoritas yang tersisa dalam

garis  kerajaan.  Setelah  bermacam-macam  bencana,  ini  adalah  pukulan

yang menghancurkan, pada waktu Herodes menghapuskan dewan itu, dan

dengan  demikian  mencabut  dari  bangsa  itu  suatu  pengambil  bagian  yang

sah  dalam  pemerintahan.  Karena  kembalinya  dari  Babilonia

membayangkan lebih dulu suatu penebusan yang benar dan lengkap, alasan

mengapa Tuhan kita memilih ‘tujuh puluh’ pemberita  /  pendahulu  dari

kedatanganNya,  kelihatannya  adalah  untuk  menawarkan  /  melanjutkan

pemulihan  dari  keadaan  jatuh  mereka;  dan  karena  bangsa  itu  harus

dipersatukan  di  bawah  satu  kepala,  Ia  tidak  memberi  mereka  otoritas

sebagai  hakim-hakim,  tetapi  hanya  memerintah  mereka  untuk  pergi  /

berjalan  di  depanNya,  sehingga  hanya  Ia  yang  bisa  mempunyai  satu-satunya kuasa.].

 

Bil 11:24-25 - “(24) Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya firman

TUHAN itu kepada bangsa itu. Ia mengumpulkan tujuh puluh orang dari

para tua-tua bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling kemah.

(25)  Lalu  turunlah  TUHAN  dalam  awan  dan  berbicara  kepada  Musa,

kemudian  diambilNya  (sebagian)  dari  Roh  yang  hinggap  padanya,  dan

ditaruhNya  atas  ketujuh  puluh  tua-tua  itu;  ketika  Roh  itu  hinggap  pada

mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.”.

Bagian yang saya coret itu seharusnya tidak ada; dan bagian yang saya

garis-bawahi salah terjemahan.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘they prophesied’ [= mereka bernubuat].

 

William  Hendriksen:  “Besides,  does  not  the  mention  of  these  seventy  or

seventy-two  stress  the  fact  that  kingdom  work  is  not  limited  to  the  few;  for

example, to Jesus and The Twelve, but that every believer should participate?

Note: first there was Jesus; then also The Twelve, now also the seventy-two;

and  these, in  turn,  are  told  to  pray that the  Lord  may  send  forth  (still more)

laborers into his harvest. ‘There is a task for everyone. There is a task for me.’”

[= Disamping, bukankah penyebutan dari tujuh puluh atau tujuh puluh dua

murid ini menekankan fakta bahwa pekerjaan kerajaan tidak dibatasi pada

sedikit orang; misalnya pada Yesus dan 12 murid, tetapi bahwa setiap orang

percaya harus berpartisipasi? Perhatikan: pertama di sana ada Yesus; lalu

juga  12  murid,  sekarang  juga  tujuh  puluh  dua  murid;  dan  mereka,

selanjutnya  diperintahkan  untuk  berdoa  supaya  Tuhan  mengutus  lebih

banyak pekerja-pekerja ke dalam panen / penuaianNya (ay 2). ‘Di sana ada

suatu tugas bagi setiap orang. Di sana ada suatu tugas bagi saya’.].

 

Luk  10:2  -  “KataNya  kepada  mereka:  ‘Tuaian  memang  banyak,  tetapi

pekerja  sedikit.  Karena  itu  mintalah  kepada  Tuan  yang  empunya  tuaian,

supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”.

 

b)  ‘murid yang lain’.

Seorang ‘murid’ adalah orang  yang  sudah  ikut  Yesus  dan  belajar  dari

Yesus!! Setelah jadi murid, baru diutus untuk pelayanan!! Banyak orang

kristen  jaman  sekarang  melakukan  pelayanan  tanpa  mau  belajar!  Atau

masuk STT dan lulus, dan setelah itu tidak belajar lagi!!

 

Apalagi mereka yang bertobat dari agama lain, khususnya kalau dalam

agama  lain  itu  mereka  sudah  adalah  pengkhotbah,  maka  mereka

langsung menjadi pendeta tanpa belajar secara serius!

 

Tujuh  puluh  murid  ini  berbeda  dengan  rasul-rasul  yang  diutus  dalam

Luk 9 / Mat 10.

 

Barnes’ Notes: “Seventy others besides the apostles.” [= Tujuh puluh yang

lain disamping / selain rasul-rasul.].

 

3)  “lalu mengutus mereka”.

 

The  Biblical  Illustrator  (tentang  Mat  10:1):  “Called  to  the  ministry:  -  The

attorney that pleads at the bar may have as good gifts as the judge that sits upon

the bench; but he must have a lawful commission before he sit as a judge: if it be

thus in civil matters, much more in church matters, which are of higher concern.

Those, therefore, who usurp the work of the ministry without being solemnly set

apart for it, discover more pride than zeal, and they can expect no blessing.” [=

Dipanggil  pada  pelayanan:  -  Pengacara  yang  memohon  di  belakang  pagar

pembatas  bisa  mempunyai  karunia-karunia  yang  baik  sama  seperti  hakim

yang duduk di tempat duduknya; tetapi ia harus mempunyai suatu dokumen

resmi  yang  sah  sebelum  ia  duduk  sebagai  seorang  hakim:  jika  itu  adalah

demikian dalam urusan-urusan sipil, lebih-lebih dalam urusan-urusan gereja,

yang merupakan urusan yang lebih tinggi. Karena itu, mereka yang merebut

pekerjaan pelayanan tanpa dipisahkan secara kudus untuk itu, menunjukkan

kesombongan lebih dari pada semangat, dan mereka tidak bisa mengharapkan

berkat.].

 

Ini  menunjukkan  bahwa  orang  yang  terjun  ke  dalam  suatu  pelayanan,

membutuhkan panggilan Tuhan, apalagi kalau itu suatu pelayanan sebagai

hamba Tuhan!

 

Kalau  seseorang  menjadi  hamba  Tuhan  itu  karena  keinginan  sendiri,  atau

dorongan  orang  lain,  apalagi  kalau  itu  karena  uang,  maka  ia  sebetulnya

adalah seorang nabi palsu!

 

4)  ‘berdua-dua’.

 

William Hendriksen: “When the question is asked, ‘Why two by two?’ practical

considerations such as: to help and encourage each other (cf. Eccles. 4:9); and to

be valid witnesses (Num. 35:30; Deut. 19:15; Matt. 18:16; John 8:17; II Cor. 13:1;

I  Tim.  5:19;  Heb.  10:28)  occur  to  the  mind  immediately.  The  same  practical

considerations undoubtedly also explain why the seventy-two were sent out ‘two

by two.’” [=  Pada  waktu  pertanyaan  ditanyakan,  ‘Mengapa  berdua-dua?’

pertimbangan-pertimbangan  praktis  seperti:  untuk  saling  menolong  dan

menguatkan hati satu sama lain (bdk. Pkh 4:9); dan supaya menjadi saksi-saksi

yang sah (Bil 35:30; Ul 19:15; Mat 18:16; Yoh 8:17; 2Kor 13:1; 1Tim 5:19; Ibr

10:28) segera muncul pada pikiran. Pertimbangan-pertimbangan praktis yang

sama secara tidak diragukan juga menjelaskan mengapa ke tujuh puluh dua

murid diutus ‘berdua-dua’.].

 

Pkh  4:9-12  -  “(9) Berdua  lebih  baik  dari  pada  seorang  diri,  karena  mereka

menerima  upah  yang  baik  dalam  jerih  payah  mereka.  (10)  Karena  kalau

mereka  jatuh,  yang  seorang  mengangkat  temannya,  tetapi  wai  orang  yang

jatuh,  yang  tidak  mempunyai  orang  lain  untuk  mengangkatnya!  (11)  Juga

kalau  orang  tidur  berdua,  mereka  menjadi  panas,  tetapi  bagaimana  seorang

saja  dapat  menjadi  panas?  (12)  Dan  bilamana  seorang  dapat  dialahkan,  dua

orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”.

 

Ul 19:15 - “‘Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai

perkara  kesalahan  apapun  atau  dosa  apapun  yang  mungkin  dilakukannya;

baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.”.

 

Mat 18:16 - “Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua

orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak

disangsikan.”.

 

Yoh  8:17  -  “Dan  dalam  kitab  Tauratmu  ada  tertulis,  bahwa  kesaksian  dua

orang adalah sah;”.

 

2Kor 13:1 - “Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru

dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.”.

 

1Tim  5:19  -  “Janganlah  engkau  menerima  tuduhan  atas  seorang  penatua

kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.”.

 

Ibr 10:28 - “Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa

belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.”.

 

Calvin: “‘And sent them by two and two.’ He appears to have done so on account

of their weakness. There was reason to fear, that individually they would not have

the boldness necessary for the vigorous discharge of their office; and therefore,

that they may encourage one another, they are sent ‘by two and two.’” [= ‘Dan

mengutus  mereka  berdua-dua’.  Ia  kelihatannya  telah  melakukan  demikian

karena  kelemahan  mereka.  Di  sana  ada  alasan  untuk  takut,  bahwa  secara

individuil mereka tidak akan mempunyai keberanian yang dibutuhkan untuk

pelaksanaan yang efektif dari tugas / jabatan mereka; dan karena itu, supaya

mereka bisa saling menguatkan, mereka diutus ‘berdua-dua’.].

 

Adam Clarke: “These Christ sent by two and two: 1. To teach them the necessity

of  concord  among  the  ministers  of  righteousness.  2.  That  in  the  mouths  of  two

witnesses everything might be established. And, 3. That they might comfort and

support  each  other  in  their  difficult  labour.” [=  Orang-orang  ini  Kristus  utus

berdua-dua:  1.  Untuk  mengajar  mereka  perlunya  persahabatan  di  antara

pelayan-pelayan kebenaran. 2. Supaya dalam mulut dari dua saksi-saksi segala

sesuatu  bisa  diteguhkan.  Dan,  3.  Supaya  mereka  bisa  menghibur  dan

mendukung / menopang satu sama lain dalam jerih payah / pekerjaan mereka

yang sukar.].

 

Barnes’ Notes:  “‘Two and two.’ ... Our Lord in this showed the propriety of

having ‘a religious friend,’ who would be a confidant and help. Every Christian,

and especially every Christian minister, needs such a friend, and should seek some

one to whom he can unbosom himself, and with whom he can mingle his feelings

and  prayers.” [=  ‘Berdua-dua’.  ...  Tuhan  kita  dalam  hal  ini  menunjukkan

kepatutan  dari  mempunyai  ‘seorang  sahabat  yang  relijius’,  yang  menjadi

seorang  yang  dipercayai  dan  penolong.  Setiap  orang  Kristen,  dan  khususnya

setiap pelayan Kristen, membutuhkan seorang sahabat seperti itu, dan harus

mencari  seseorang  kepada  siapa  ia  bisa  menyatakan  isi  hatinya  /  rahasia-rahasianya  sendiri,  dan  dengan  siapa  ia  bisa  menggabungkan  perasaan-perasaan dan doa-doanya.].

 

5)  “mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya.”.

 

Mereka  ini  diutus  untuk  mempersiapkan  segala  sesuatu  sebelum  Yesus

sendiri datang ke tempat-tempat itu.

 

Calvin:  “That  the  Apostles  had  returned  to  Christ  before  these  seventy  were

substituted in their room, may be inferred from many circumstances. The twelve,

therefore, were sent to awaken in the Jews the hope of an approaching salvation.

After their return, as it was necessary that higher expectation should be excited,

others were sent in greater numbers, as secondary heralds, to spread universally

in every place the report of Christ’s coming.” [= Bahwa rasul-rasul telah kembali

kepada  Kristus  sebelum  70  orang  ini  menggantikan  di  tempat  mereka,  bisa

disimpulkan  dari  banyak  keadaan.  Karena  itu,  12  rasul  diutus  untuk

membangunkan  dalam  orang-orang  Yahudi  pengharapan  tentang

keselamatan yang mendekat. Setelah kembalinya mereka, karena adalah perlu

bahwa pengharapan yang lebih tinggi harus diaktifkan / dibangkitkan, maka

orang-orang lain diutus dalam jumlah yang lebih besar, sebagai utusan-utusan

/  pemberita-pemberita  sekunder,  untuk  menyebarkan  secara  universal  di

setiap tempat laporan tentang kedatangan Kristus.].

 

Bagi setiap orang yang diutus oleh Kristus harus diperhatikan kata-kata di

bawah ini!

 

The  Biblical  Illustrator  (tentang Mat  10:1):  “Let our one theme be Christ, not

our own whims and fancies and crotchets, but Him. Rather ourselves out of sight,

unknown, unthought of, hidden in the excess of light which streams from Him.

You are familiar with the story of the artist who undertook the task of painting the

portrait of our Lord. When complete, you remember, he thought it needed some

embellishments, which were therefore supplied. When the picture was exhibited,

to his horror and disappointment the attention of the beholders was diverted from

the grand central figure to the flowers and trees which grew around. Without the

slightest  hesitation  or  remorse,  he  grasped his  brush  and  obliterated  everything

that withdrew the mind from that which should fascinate every eye. The moral is

obvious.” [= Hendaklah thema kita adalah Kristus, bukan gagasan yang tiba-tiba dan khayalan dan pandangan kita sendiri, tetapi Dia. Lebih baik diri kita

sendiri  tak  kelihatan,  tak  dikenal,  tak  dipikirkan,  tersembunyi  dalam terang

berlebihan  yang  mengalir  /  bersinar  dari  Dia.  Kamu  akrab  dengan  cerita

tentang seorang artis yang memulai suatu pekerjaan melukis foto dari Tuhan

kita. Pada waktu selesai, ia menganggap itu membutuhkan beberapa dekorasi,

yang  karena  itu  lalu  ditambahkan.  Pada  waktu  lukisan  itu  dipamerkan,  ia

terkejut dan kecewa karena perhatian dari para penonton dialihkan dari orang

yang merupakan pusat yang agung pada bunga-bunga dan pohon-pohon yang

tumbuh di sekitarnya. Tanpa keraguan atau penyesalan / kesedihan sedikitpun,

ia mengambil sikat / kuasnya dan menghapuskan segala sesuatu yang menarik

pikiran dari itu yang seharusnya menarik perhatian dari setiap mata. Ajaran

moralnya adalah jelas.].

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ