Tanggal 5 Nopember 2000
1) Kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu (ay 1).
a) ‘tidak jemu-jemu’.
NIV: not give up (= tidak menyerah).
NASB: not to lose heart (= tidak kehilangan / kecil hati).
KJV: not to faint (= tidak menjadi lemah).
Dengan menggabungkan terjemahan-terjemahan ini, kita bisa mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang maksud ayat ini.
b) Secara implicit ini menunjukkan bahwa doa bisa ditunda jawabannya untuk waktu yang cukup lama (karena kalau tidak, untuk apa kita disuruh untuk terus berdoa tanpa jemu-jemu?).
Penundaan jawaban doa bisa terjadi karena bermacam-macam hal:
1. Karena waktu Tuhan belum sampai, atau karena Tuhan punya rencana tertentu dengan penundaan tersebut.
Contoh:
· Yoh 11. Andaikata Yesus langsung mengabulkan permintaan Maria dan Marta, maka yang akan terjadi hanyalah penyembuhan Lazarus dari penyakitnya. Tetapi dengan Yesus menunda (Yoh 11:6), akhirnya yang terjadi adalah pembangkitan Lazarus dari antara orang mati. Ini adalah sesuatu yang lebih membawa kemuliaan bagi Tuhan.
· Kej 40-41. Sekalipun tidak diceritakan, tetapi pasti Yusuf berdoa untuk meminta Tuhan mengeluarkannya dari penjara. Tetapi Tuhan menunda pengabulan doa Yusuf, dengan membuat juru minuman lupa sampai 2 tahun (Kej 40:23 41:1,9-11).
Andaikata tidak ada penundaan ini, paling-paling Yusuf dibebaskan begitu saja. Tetapi dengan adanya penundaan ini, akhirnya Yusuf berhasil menafsirkan mimpi Firaun, lalu menjadi penguasa kedua di Mesir, sehingga bisa dipakai oleh Allah untuk memelihara Yakub dan keturunannya selama 7 tahun kelaparan.
2. Karena adanya serangan / pekerjaan setan (Daniel 10:12-13).
· Tentu saja setan hanya bisa melakukan hal seperti ini kalau Tuhan mengijinkan dia untuk melakukannya!
· Orang-orang Kharismatik memberikan ‘pemecahannya’ supaya setan tak bisa mencegah jawaban doa kita, yaitu dengan berdoa dalam bahasa roh. Menurut mereka ini tak dimengerti oleh setan! Lucunya, doa bahasa roh ini juga tidak dimengerti oleh mereka yang menaikkan doa itu, dan bahkan oleh Tuhan!
3. Karena Tuhan menguji ketekunan kita dalam berdoa / berharap kepada Tuhan (Luk 18:1-8).
Karena itu, kalau doa saudara belum dikabulkan Tuhan, teruslah berdoa!
2) Ada penafsir yang menghubungkan Luk 18:1-8 ini dengan kontex sebelumnya, yaitu Luk 17:20-37, yang berbicara tentang kedatangan Yesus yang keduakalinya (bdk. Luk 18:8 - ‘jika Anak Manusia itu datang’), dan mengatakan bahwa kita harus bertekun dalam doa sampai Yesus datang keduakalinya!
1) Hakim.
Ia digambarkan sebagai orang yang:
a) Tidak takut kepada Allah (ay 2).
b) Tidak menghormati manusia (ay 2).
NIV: nor cared about men (= tidak peduli pada manusia).
NASB: did not respect man (= tidak menghormati manusia)
KJV: neither regarded man (= tidak menganggap / menghormati manusia).
c) Tidak peduli pada firman Tuhan yang mengharuskan membela / menolong janda.
Dalam Perjanjian Lama ada banyak ayat yang menyuruh bangsa Israel memperhatikan / menolong janda / anak yatim piatu, orang asing, orang miskin dsb. Tetapi hakim ini tidak peduli hal itu dan ia tak mau menolong janda itu (ay 4a).
d) Mengasihi dirinya sendiri (ay 4b-5).
Ia mengabulkan permintaan janda itu, bukan karena ia kasihan kepada janda itu / mengasihi janda itu, bukan juga karena ia mau bertindak membela keadilan, tetapi hanya supaya ia tak diganggu lagi!
Penerapan: kalau ada orang yang selalu menjengkelkan saudara, pernahkah saudara berdoa untuk pertobatan orang itu, bukan karena saudara mengasihi dia, tetapi hanya supaya saudara tidak diganggu lagi olehnya?
e) Lalim (ay 6).
NASB: unrighteousness (= ketidak-benaran).
NIV: unjust (= tidak adil).
Kesimpulan: hakim ini adalah orang yang sangat brengsek!
2) Janda.
Ia adalah orang miskin yang tak punya apa-apa, dan ia tak punya hubungan apa-apa dengan hakim itu!
3) Mula-mula permintaan janda itu diabaikan oleh hakim itu, tetapi karena janda itu tekun meminta, akhirnya hakim mengabulkan permintaannya (ay 4-5).
1) Allah.
Barclay: “It does not liken God to an unjust judge; it contrasts him to such a person” (= perumpamaan ini tidak menyamakan Allah dengan hakim yang tak adil; perumpamaan ini mengkontraskan Dia dengan orang semacam itu).
Catatan: bdk. Mat 7:9-11 dan Luk 11:5-13 yang juga merupakan perumpamaan yang mengkontraskan.
Jadi, kalau hakim itu tidak adil / tidak benar, tak peduli manusia, mengasihi dirinya sendiri, maka sebaliknya Allah adalah adil / benar, mencintai manusia, bahkan rela berkorban demi manusia.
2) Kita / orang kristen.
Ay 7 menyebut kita / orang kristen dengan sebutan ‘orang-orang pilihan’.
Ini lagi-lagi kontras dengan janda dalam perumpamaan tadi, karena kalau janda itu tak ada hubungan apa-apa dengan hakim, maka kita adalah orang-orang pilihan Allah, yang dipilih dan dikasihi Allah dengan kasih yang kekal!
3) Allah pasti mengabulkan doa kita (ay 7-8).
Penekanan text ini: kalau hakim yang begitu brengsek, mau mengabulkan permintaan janda yang tak punya hubungan apa-apa dengan dia, hanya karena ketekunannya dalam meminta, maka lebih-lebih lagi Allah yang kasih itu akan mengabulkan doa orang pilihannya yang mau berdoa dengan tekun!
Perhatikan ay 7-8:
a) Arti ay 7-8:
· Ay 7a: ‘membenarkan’.
NIV/NASB: bring about justice (= mengadakan keadilan).
Yesus mengucapkan ini, mungkin karena pada saat itu banyak orang kristen ditindas / diperlakukan dengan tidak adil. Dengan kata-kata ini Yesus mendorong mereka untuk berdoa dengan tekun supaya Allah menegakkan keadilan bagi mereka.
· Ay 7b: ‘Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?’.
NIV: will he keep putting them off? (= akankah Ia terus menerus menunda mereka?).
RSV/NASB: will he delay long over them? (= akankah Ia menunda lama terhadap mereka?).
KJV/NKJV: though he bear(s) long with them? (= sekalipun Ia panjang sabar terhadap mereka?).
Ada penafsir-penafsir yang mengambil terjemahan KJV dan mengartikan bagian ini sebagai berikut: sekalipun Allah sabar terhadap orang-orang jahat yang menindas orang kristen itu, tetapi karena orang kristennya tekun berdoa, maka Allah mengabulkan doa itu dan bertindak untuk menegakkan keadilan.
· Ay 8a: ‘segera’.
Ini tak berarti bahwa jawaban doa tak bisa ditunda lama! Jangan lupa bahwa bagi Tuhan 1 hari adalah seribu tahun, dan seribu tahun adalah satu hari (2Pet 3:8).
Ada yang mengartikan ‘segera’ ini sebagai ‘mendadak’.
· Ay 8b: ‘jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?’.
Orang-orang yang menganut Dispensationalism mengatakan bahwa ay 8b ini menunjukkan bahwa pada kedatangan Yesus yang keduakalinya tidak ada iman di bumi, karena orang percaya sudah diangkat ke surga (mengalami Rapture).
Keberatan terhadap pandangan ini:
* Yesus tak berkata bahwa pada kedatanganNya yang kedua bakal tak ada iman di bumi! Yesus hanya ‘menguatirkan’ terjadinya hal itu. Dan Ia mengajarkan bagian ini justru dengan tujuan supaya hal itu tidak terjadi!
* ini adalah penafsiran yang out of context karena tak sesuai dengan tujuan perumpamaan ini.
Saya berpendapat bahwa kata ‘iman’ disini harus ditafsirkan sesuai dengan kontexnya, yaitu: iman yang bertekun dalam doa / pengharapan yang tekun kepada Allah.
Kesimpulan: kalau kita tekun berdoa, maka Allah pasti akan mengabulkan doa kita.
b) Ay 7-8 ini bisa menimbulkan penafsiran yang salah yang harus dihindari.
· ada orang yang berpendapat bahwa ketekunan adalah satu-satunya syarat yang menyebabkan doa dikabulkan. Jadi sekalipun permintaan kita jelek, asal kita tekun, kita akan mendapatkannya. Ini jelas salah karena bertentangan dengan Mat 7:11 yang mengatakan bahwa Tuhan hanya memberikan yang baik kepada kita.
· ada orang yang berkata bahwa kalau kita berdoa dengan tekun, maka kita bisa mengubah kehendak Tuhan. Ini salah, karena kehendak Allah, dalam arti Rencana Allah yang kekal, tidak bisa berubah! (bdk. Bil 23:19 1Sam 15:29 Maz 33:11 Yer 4:28). Juga perhatikan bahwa 1Yoh 5:14 mengatakan bahwa doa hanya dikabulkan kalau sesuai dengan kehendak Allah! Dan perhatikan juga Mat 6:10 dan Mat 26:39,42 yang menunjukkan bahwa kita harus menyesuaikan doa kita dengan kehendak Tuhan, dan bukan sebaliknya!
Ada orang yang menganggap bahwa dalam kasus Hizkia, doa Hizkia berhasil mengubah kehendak Allah (Yes 38:1-8 2Taw 32:24-26 2Raja 20:1-11). Tetapi ini salah karena bertentangan dengan banyak ayat di atas. Jadi saya berpendapat bahwa dalam kehendak / Rencana yang kekal dari Allah memang sudah direncanakan bahwa Hizkia akan sakit, lalu ia akan berdoa, dan ia akan disembuhkan sehingga bisa hidup 15 tahun lagi. Dengan demikian doa Hizkia tidak mengubah kehendak Allah, tetapi sebaliknya sesuai dengan kehendak Allah.
c) Syarat pengabulan: harus tekun.
Ketekunan janda itu terlihat dari:
· Ay 3: ‘selalu datang’.
· Ay 4: ‘beberapa waktu lamanya’. Tetapi ia tak putus asa.
· Ay 5: ‘terus saja ia datang’.
· Ay 5b: ‘dan akhirnya menyerang aku’.
NIV/NASB/RSV: wear me out (= melelahkan / menjemukan aku).
KJV: weary me (= melelahkan / menjemukan aku).
Sekalipun terjemahan Kitab Suci Indonesia berbeda dengan yang bahasa Inggris, tetapi Kitab Suci Indonesia di sini tak bisa disalahkan karena kata Yunani yang dipakai adalah HUPOPIAZEI, yang bisa berarti:
* memukul pada bagian di bawah mata sehingga mata menjadi biru (kata ini juga digunakan dalam 1Kor 9:27, lihat terjemahan NIV / NASB).
* lelah karena desakan yang terus menerus.
Ada yang menggabungkan kedua arti ini dan menafsirkan sebagai berikut: janda itu mengganggu terus sehingga hakim itu tak bisa tidur, sehingga matanya menjadi biru seperti bekas dipukul.
· Selanjutnya, dalam ay 7 Yesus menggunakan istilah ‘siang malam’, yang jelas juga menunjukkan ketekunan. Ini menunjukkan sedikitnya kita harus berdoa 2 x sehari untuk hal yang kita inginkan!
Semua hal ini betul-betul menunjukkan ketekunan yang luar biasa dari janda itu, dan ini harus kita tiru dalam kehidupan doa kita!
Banyak orang yang melakukan doa dengan tekun dan mereka berhasil!
Contoh:
· perempuan Kanaan dalam Mat 15:21-28.
· Elia dalam 1Raja 18:42-45.
· jemaat gereja abad I dalam Kis 12:5.
· Israel dalam Hakim 20:18-48 (baca cerita ini!!).
Karena itu kita semua harus berdoa dengan tekun:
¨ dalam persoalan pengudusan diri kita.
¨ dalam menghadapi problem-problem kita.
¨ dalam persoalan gereja / pelayanan.
¨ dalam meminta pertobatan orang yang kita kasihi.
¨ dsb.
Maukah saudara berdoa dengan tekun?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali