LUKAS 10:25-37

 

I) Peristiwa sebelum perumpamaan (ay 25-29).

 

Perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati didahului oleh suatu percakapan antara Yesus dan seorang ahli Taurat yang bertujuan untuk mencobai Yesus (ay 25-29).

Cerita dalam Luk 10:25-29 ini tidak paralel dengan Mat 22:34-40 / Mark 12:28-34.

Alasannya:

a)   Dalam Lukas, pertanyaan I adalah: perbuatan baik apa yang harus dilakukan supaya mendapat hidup yang kekal? Sedangkan dalam Matius / Markus, pertanyaan I adalah: apa hukum yang terutama?

b)   Dalam Lukas, yang mengucapkan hukum kasih adalah ahli Taurat. Sedangkan dalam Matius / Markus, yang mengucapkan hukum kasih adalah Yesus.

c)   Dalam Lukas, ahli Taurat itu tegar tengkuk (bdk. ay 29 - ia mencoba untuk membenarkan dirinya). Sedangkan dalam Markus orang itu digambarkan sebagai orang yang lumayan baik (bdk. Mark 12:32-34).

d)   Dalam Lukas cerita tentang hukum kasih itu disambung dengan suatu perumpamaan. Sedangkan dalam Matius / Markus tidak ada perumpamaan.

 

Sekarang kita akan membahas bagian ini ayat per ayat:

 

1)   Ay 25:

a)   Ahli Taurat itu bertanya untuk mencobai. Jadi, motivasinya salah! Seringkah saudara bertanya seperti itu?

b)   Pertanyaannya dalam ay 25b menunjukkan bahwa ia mempercayai doktrin salvation by works (= keselamatan karena perbuatan baik), sama seperti pemuda kaya dalam Mat 19:16.

 

2)   Ay 26: Yesus menjawabnya dengan menggunakan pertanyaan.

 

3)   Ay 27: jawaban ahli Taurat itu merupakan kutipan dari Ul 6:5 + Im 19:18.

 

a)         Kasih kepada Allah.

·        ini adalah sesuatu yang sangat penting karena tanpa hal ini kita akan melakukan segala sesuatu (ketaatan maupun pelayanan) dengan hati yang berat, sebagai kewajiban belaka.

·        kata ‘segenap’ menunjukkan bahwa kita harus mengasihi Allah lebih dari semua.

·        perlu diingat bahwa ‘takut kepada Allah’ tidak sama dengan ‘mengasihi Allah’.

Renungkan: apakah saudara mengasihi Allah?

 

b)   Kasih kepada sesama.

Kalau kita mengasihi Allah, kita harus mengasihi sesama. Kalau tidak ada kasih kepada sesama, tidak mungkin ada kasih kepada Allah (1Yoh 4:20).

 

4)   Ay 28: Ini tak berarti bahwa Yesus setuju bahwa manusia bisa selamat karena perbuatan baik! Lalu apa arti kata-kata Yesus di sini?

·        Calvin: maksud Yesus adalah bahwa ciri hidup orang benar / orang yang sudah selamat adalah adanya kasih kepada Allah dan sesama.

Keberatan terhadap pandangan Calvin ini: ini tidak cocok dengan pertanyaan dari ahli Taurat itu (ay 25).

·        Beberapa ayat Kitab Suci, seperti Im 18:5  Ro 10:5  Gal 3:12, memang mengajarkan bahwa kalau seseorang bisa taat (dengan sempurna!) maka ia akan selamat. Tetapi ini tidak berarti bahwa ada orang yang bisa taat secara sempurna (bdk. Ro 8:3)!

Kristus menjawab seperti itu untuk menyesuaikan dengan pertanyaan ahli Taurat itu (bdk. Mat 19:16-19). TujuanNya adalah supaya ahli Taurat itu sadar bahwa ia adalah orang berdosa, yang tidak mungkin bisa selamat karena perbuatan baiknya.

 

5)   Ay 29: tanggapan ahli Taurat itu.

 

a)   Ahli Taurat itu jelas terpukul oleh pembicaraan / kata-kata Yesus tersebut karena tindakannya mencobai Yesus jelas tidak sesuai dengan hukum kasih kepada sesama manusia.

 

b)   Ahli Taurat itu berusaha untuk membenarkan dirinya!

Ada macam-macam cara yang bisa kita lakukan untuk membenarkan diri:

·        menutup-nutupi dosa.

·        mengarahkan perhatian pada orang yang lebih brengsek.

·        mencari alasan mengapa ia harus melakukan kesalahan tersebut.

·        menyalahkan orang lain atau Allah sendiri.

·        membengkokkan ayat Kitab Suci sehingga menjadi sesuai dengan perbuatan kita yang salah itu.

Illustrasi: ini seperti pemanah yang memanahkan dulu panahnya, baru menggambarkan lingkaran-lingkaran disekeliling panahnya. Sudah pasti ia tidak pernah meleset!

 

Yang manapun cara yang sering saudara pakai untuk membenarkan diri, bacalah Amsal 12:15  Yer 2:34b-35!

 

Dalam membenarkan dirinya, ahli Taurat itu menggunakan cara yang terakhir, yaitu berusaha membengkokkan firman Tuhan. Karena itu ia bertanya: apa artinya ‘sesama manusia’? Perlu saudara ketahui bahwa orang Yahudi menafsirkan ‘sesama manusia’ sebagai:

¨       sesama orang Yahudi (ini diambil dari kata-kata ‘orang-orang sebangsamu’ dalam Im 19:17-18).

¨       orang yang bukan musuh atau orang yang memang layak untuk dikasihi (bdk. Mat 5:43).

Kalau ‘sesama manusia’ ditafsirkan seperti itu, maka dengan sendirinya tindakan yang bagaimanapun tidak kasihnya kepada orang lain, bisa dibenarkan!

Pertanyaan ahli Taurat dalam ay 29 itu menyebabkan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati.

II) Perumpamaan orang Samaria yang murah hati (ay 30-37).

 

A)  Penafsiran yang salah: mengalegorikan perumpamaan ini.

 

1)   Mungkin ini adalah perumpamaan yang paling banyak dialegorikan.

 

2)   Tokoh-tokoh yang mengalegorikan perumpamaan ini adalah: Chrysostom, Clement of Alexandria, Agustinus.

 

3)   Penafsiran alegoris itu adalah sebagai berikut:

·        ’seorang’ menunjuk pada Adam.

·        ’Yerusalem’ menunjuk pada Taman Eden.

·        ’Yerikho’ menunjuk pada dunia.

·        ’turun’ menunjuk pada turun secara rohani / kejatuhan dalam dosa.

·        ’perampok’ menunjuk pada setan.

·        ’luka-luka’ menunjuk pada dosa.

·        ’setengah mati’ menunjuk pada tubuh yang hidup tetapi jiwa / rohnya mati.

·        ’imam’ menunjuk pada hukum Taurat.

·        ’orang Lewi’ menunjuk pada kitab nabi-nabi atau korban-korban dalam Perjanjian Lama.

·        ’orang Samaria’ menunjuk pada Yesus.

·        ’minyak’ menunjuk pada Roh Kudus.

·        ’anggur’ menunjuk pada darah Kristus.

·        ’keledai’ menunjuk pada jasa dari kebenaran Kristus.

·        ’penginapan’ menunjuk pada gereja.

·        ’pemilik rumah penginapan’ menunjuk pada pendeta.

·        ’2 dinar’ menunjuk pada 2 hukum kasih atau pada firman dan sakramen.

·        ’kembalinya orang Samaria’ menunjuk pada kedatangan Kristus yang kedua-kalinya.

 

4)   Penafsiran alegoris ini salah karena:

 

a)   Perumpamaan tidak sama dengan alegori sehingga tidak boleh dialegorikan.

 

b)   Ay 29,36-37 menunjukkan arah yang benar dari perumpamaan itu, yaitu untuk menjawab pertanyaan ahli Taurat ‘siapakah sesamaku manusia?’. Penafsiran alegoris itu sama sekali tidak cocok dengan arah perumpamaan. Yesus pastilah kurang waras kalau Ia menjawab pertanyaan ahli Taurat itu dengan cara seperti itu!

 

B)  Penafsiran yang benar.

 

1)   Korban (ay 30).

 

a)   Ia disebut ‘seorang’, tanpa menyebutkan kebangsaannya. Tetapi ada alasan yang cukup kuat untuk menganggapnya sebagai orang Yahudi, yaitu:

·        ia dari Yerusalem.

·        Yesus menggunakan ‘orang Samaria’ (yang bermusuhan dengan orang Yahudi - Yoh 4:9b) untuk menolong orang itu.

 

b)   Ia turun dari Yerusalem ke Yerikho.

Yerusalem terletak 2300 kaki di atas permukaan laut, sedangkan Yerikho terletak 1300 kaki di bawah permukaan laut. Jadi perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho, yang berjarak hanya 17 mil, turun sejauh 3600 kaki.

 

c)   Ia dirampok, dipukuli sampai setengah mati, lalu ditinggal.

 

2)   Imam dan orang Lewi tidak menolong (ay 31-32).

 

a)   Imam itu dikatakan ‘turun’ (ay31). Orang Lewi itu ‘demikian juga’. Jadi mereka bukannya mau berbakti / melayani Tuhan, tetapi justru sudah selesai melakukan semuanya itu dan sekarang mau pulang.

 

b)   Mereka tidak menolong. Mengapa?

·        mungkin karena takut najis terkena mayat (bdk. Bil19:11). Tentang hal ini, untuk imam ada ayat yang khusus, yaitu Im 21:1-3.

·        mungkin takut ikut dirampok. Mereka cari amannya! Seringkah saudara melakukan hal yang sama?

·        Mungkin karena tidak mau repot, tak mau mengorbankan waktu, tenaga, pikiran.

Penerapan: seringkah saudara tak mau menolong orang karena alasan ini?

 

Tidak peduli apapun alasannya, yang jelas mereka tidak menolong. Padahal Kel 23:5 / Ul 22:4 berkata bahwa kalau ada keledai / lembu sesamamu rebah, kamu harus menolong. Sekarang yang rebah bukan keledai atau lembu milik sesama, tetapi sesama itu sendiri, tetapi mereka tidak mau menolong!

 

c)   Mereka baru saja selesai berbakti / melayani Tuhan (sebagai perwujudan kasih mereka kepada Allah?), tetapi sekarang mereka tidak mau menolong sesama (menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai kasih kepada sesama).

 

3)   Orang Samaria menolong (ay 33-35).

 

a)   Orang Samaria bermusuhan dengan orang Yahudi (Luk 9:53  Yoh 8:48  Yoh 4:9b).

 

b)   Hatinya tergerak oleh belas kasihan (ay 33b).

 

c)   Ia menolong, bukan hanya merasa kasihan saja (bdk. 1Yoh 3:18). Perhatikan apa saja yang ia lakukan!

·        ia pergi kepadanya.

·        ia membalut luka-lukanya.

·        ia menyiram dengan minyak dan anggur [sebagai obat dan disinfectant (= penyuci hama)].

·        ia menaikkan korban ke atas keledainya, dan ini berarti bahwa ia sendiri harus jalan kaki.

·        ia membawa orang itu ke rumah penginapan dan merawatnya.

·        ia memberikan 2 dinar kepada pemilik rumah penginapan dan menyuruh merawat dengan pesan bahwa ia akan kembali untuk membayar kekurangannya.

Kesimpulannya: ia tidak menolong setengah-setengah! Ia mau mengorbankan waktu tenaga, pikiran, uang, barang dsb. Ia juga tidak melakukannya dengan pamrih, karena ia tidak meninggalkan namanya supaya bisa disampaikan kepada korban!

 

4)   Kesimpulan perumpamaan (ay 36-37).

 

a)   Pertanyaan Yesus (ay 36).

Kata ‘adalah’ seharusnya adalah ‘telah menjadi’.

Arti pertanyaan Yesus ini adalah: siapa di antara ke 3 orang itu yang telah menunaikan kewajibannya terhadap sesamanya?

 

b)   Jawab ahli Taurat itu: orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya (ay 37a). Ini jelas menunjuk pada orang Samaria itu.

 

c)   Perintah Yesus: ‘Pergilah dan berbutlah demikian’ (ay 37b).

 

Jadi kesimpulannya: yang disebut sesama manusia adalah semua orang, dari bangsa / suku bangsa yang berbeda, agama yang berbeda, bahkan musuh sekalipun.

Maukah saudara mengasihi dan menolong sesama saudara? Mungkin sebagai permulaan, saudara perlu melakukannya terhadap orang-orang segereja dahulu. Kalau ada jemaat yang membutuhkan uang karena terkena musibah, maukah saudara menolongnya?

 

 

 

-AMIN-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali