Kebaktian online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Minggu, tgl 25 April 2021, pk 09.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kemiripan Lalang dengan gandum

Matius 13:24-30,36-43(2)

Mat 13:24-30,36-43 - “(24) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kataNya: ‘Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. (25) Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. (26) Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. (27) Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? (28) Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (29) Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. (30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.’ ... (36) Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: ‘Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.’ (37) Ia menjawab, kataNya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; (38) ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. (39) Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. (40) Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. (41) Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. (42) Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (43) Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!’”.

 

III) Gandum dan lalang tumbuh bersama-sama.

 

1)      Gandum dan lalang tumbuh bersama-sama.

Ay 26: “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.”.

Ay 38b: “Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.”.

 

Adam Clarke: “Satan has a shoot of iniquity for every shoot of grace; and, when God revives his work, Satan revives his also. No marvel, therefore, if we find scandals arising suddenly to discredit a work of grace, where God has begun to pour out his Spirit.” [= Iblis mempunyai suatu tunas kejahatan untuk setiap tunas kasih karunia; dan, pada waktu Allah menghidupkan pekerjaanNya, Iblis menghidupkan pekerjaannya juga. Karena itu tidak heran jika kita mendapati skandal-skandal tiba-tiba mempermalukan / merusak reputasi suatu pekerjaan kasih karunia, dimana Allah telah mulai mencurahkan RohNya.].

 

Thomas Becon: “For commonly, wheresoever God buildeth a church, the devil will build a chapel just by.” [= Karena biasanya, dimanapun Allah membangun suatu gereja, setan akan membangun suatu gereja kecil persis di dekatnya.] - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 118.

 

Daniel Defoe:

“Wherever God erects a house of prayer,

The Devil always builds a chapel there;

And ‘twill be found, upon examination,

The latter has the largest congregation.”

[= Dimanapun Allah mendirikan suatu rumah doa,

Setan selalu membangun suatu gereja kecil di sana;

Dan akan didapati pada pemeriksaan,

Yang belakangan mempunyai jemaat yang terbesar.] - ‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 119-120.

 

Pulpit Commentary: In the parable of the tares we see what appearance the kingdom of heaven presents in this world, and are warned against expecting to see now that perfect condition which will in the end be brought about. It has perplexed God’s servants in all times that all in this earth should not be unmingled good.[= Dalam perumpamaan tentang lalang kita melihat penampilan bagaimana kerajaan surga gambarkan dalam dunia ini, dan diperingatkan terhadap pengharapan untuk melihat sekarang kondisi sempurna itu yang pada akhirnya akan dibuat terjadi. Itu telah membingungkan pelayan-pelayan Allah dalam semua zaman bahwa semua dalam bumi ini tidaklah merupakan kebaikan yang murni.].

 

a)      Kemiripan lalang dengan gandum.

 

William Barclay: In their early stages, the tares so closely resembled the wheat that it was impossible to distinguish the one from the other. [= Dalam tahap awal mereka lalang begitu mirip dengan gandum sehingga adalah mustahil untuk membedakan yang satu dari yang lain.].

 

Barnes’ Notes: Thus, ‘tares’ aptly represented hypocrites in the church. Strongly resembling Christians in their experience, and, in some respects, their lives, it is impossible to distinguish them from genuine Christians, [= Jadi, ‘lalang’ secara tepat menggambarkan orang-orang munafik dalam gereja. Sangat mirip orang-orang Kristen dalam pengalaman mereka, dan dalam hal-hal tertentu, kehidupan mereka, adalah mustahil untuk membedakan mereka dari orang-orang Kristen sejati,].

 

Bdk. Mat 7:15,21-23 - “(15) ‘Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. ... (21) Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.

 

2Kor 11:13-15 - “(13) Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (14) Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. (15) Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.”.

 

Saya akan memberi beberapa contoh yang saya anggap luar biasa:

 

1.   Seorang jemaat saya, yang sama sekali tidak pernah saya curigai sebagai orang kristen KTP, karena segala sesuatunya dalam kerohanian begitu bagus.

Tetapi suatu hari Jum’at Agung (ini 13 tahun setelah ia ada di gereja saya), setelah saya berkhotbah tentang pencambukan dan penyaliban terhadap Kristus, ia mengaku ‘mendapat berkat’ dalam arti, ia baru saat itu sungguh-sungguh percaya Yesus. Ia bahkan men-sharing-kan hal itu dari mimbar.

Tetapi karena satu hal tertentu, dia dan seluruh keluarganya keluar dari gereja saya. Dan belakangan, ia menikah dengan seorang Katolik, dan betul-betul menjadi Katolik!! Dan ia menganggap ajaran saya sebagai salah!!

 

2.      Jusuf Roni adalah contoh lain.

Pertobatannya sangat spektakuler, dan membuat ia masuk penjara selama 6 tahun. Jusuf Roni ini berperan dalam pertobatan saya. Dan pada awal pertobatannya ia sangat injili, dan sangat menekankan Yesus sebagai satu-satunya jalan ke surga.

Tetapi belakangan ia lalu masuk dalam Gereja Ortodox Syria (bergabung dengan Bambang Noorsena dan menjadi sama persis ajarannya dengan Bambang Noorsena), lalu keluar dan mendirikan gereja yang nama Kemah Abraham, yang ia anggap sebagai titik temu antara Ismael / Islam dan Ishak / Kristen. Dalam sekolah theologianya ada beberapa dosen yang beragama Islam.

Dan pandangannya sekarang berbeda total dengan pandangannya pada saat ia pertama bertobat.

 

3.      Dr. Billy Graham.

Ini ‘kehebatan’ Dr. Billy Graham.

 

Wikipedia: William Franklin Graham Jr. (November 7, 1918 - February 21, 2018) was an American evangelist, a prominent evangelical Christian figure, and an ordained Southern Baptist minister who became well known internationally in the late 1940s. One of his biographers has placed him ‘among the most influential Christian leaders’ of the 20th century. As a preacher, he held large indoor and outdoor rallies with sermons that were broadcast on radio and television; some were still being re-broadcast into the 21st century. In his six decades on television, Graham hosted annual ‘Crusades’, evangelistic campaigns that ran from 1947 until his retirement in 2005. ... According to his website, Graham preached to live audiences of 210 million people in more than 185 countries and territories through various meetings, including BMS World Mission and Global Mission. Graham was a spiritual adviser to U.S. presidents, and he provided spiritual counsel for every president from Harry S. Truman (33rd) to Barack Obama (44th). He was particularly close to Dwight D. Eisenhower, Lyndon B. Johnson (one of Graham’s closest friends), and Richard Nixon. ... Graham operated a variety of media and publishing outlets. According to his staff, more than 3.2 million people have responded to the invitation at Billy Graham Crusades to ‘accept Jesus Christ as their personal savior’. ... As of 2008, Graham’s estimated lifetime audience, including radio and television broadcasts, topped 2.2 billion. One special televised broadcast in 1996 alone may have reached a television audience of as many as 2.5 billion (million?) people worldwide. Because of his crusades, Graham preached the gospel to more people in person than anyone in the history of Christianity. [= William Franklin Graham Jr. (7 Nopember 1918 - 21 Februari 2018) adalah seorang penginjil Amerika, seorang Kristen injili yang menonjol, dan seorang pendeta yang ditahbiskan dari Gereja Southern Baptist, yang menjadi terkenal secara internasional pada akhir tahun 1940-an. Salah satu dari penulis biography-nya telah menempatkan dia ‘di antara pemimpin-pemimpin Kristen yang paling berpengaruh’ dari abad ke 20. Sebagai seorang pengkhotbah, ia mengadakan perkumpulan-perkumpulan besar di dalam dan di luar ruangan dengan khotbah-khotbah yang disiarkan di radio dan televisi; sebagian masih tetap disiarkan ulang dalam abad 21. Dalam enam dekade-nya di televisi, Graham mengadakan ‘crusade’ tahunan, kampanye-kampanye penginjilan yang berlangsung dari tahun 1947 sampai ia pensiun pada tahun 2005. ... Menurut website-nya, Graham berkhotbah secara ‘live’ / langsung kepada pendengar-pendengarnya yang berjumlah 210 juta orang di lebih dari 185 negara dan daerah melalui bermacam-macam pertemuan, termasuk BMS World Mission dan Global Mission. Graham adalah seorang penasehat rohani bagi presiden-presiden Amerika Serikat, dan menyediakan nasehat / bimbingan rohani untuk setiap presiden dari Harry S. Truman (ke 33) sampai Barack Obama (ke 44). Ia dekat secara khusus dengan Dwight D. Eisenhower, Lyndon B. Johnson (salah satu sahabat terdekat dari Graham), dan Richard Nixon. ... Graham mengerjakan bermacam-macam media dan toko / pasar penerbitan. Menurut stafnya, lebih dari 3,2 juta orang telah menanggapi undangan pada Billy Graham Crusade untuk ‘menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka’. ... Pada tahun 2008, perkiraan pendengar / penonton seumur hidup Graham, mencakup siaran radio dan televisi, mencapai / melebihi 2,2 milyar. Satu siaran televisi khusus di tahun 1966 saja bisa telah mencapai penonton televisi sebanyak 2,5 milyar (juta?) orang di seluruh dunia. Karena crusade-crusade-nya, Graham mengkhotbahkan injil kepada lebih banyak orang secara pribadi dari pada siapapun dalam sejarah kekristenan.] - https://en.wikipedia.org/wiki/Billy_Graham

 

Tetapi, masih tetap dari link yang sama dengan yang di atas (Wikipedia), Dr. Billy Graham mulai kelihatan aneh dan mencurigakan.

 

Wikipedia: Graham’s evangelism was appreciated by mainline Protestant denominations, as he encouraged those mainline Protestants who were converted to his evangelical message to remain within or return to their mainline churches. Despite his early suspicions and apprehension, common among contemporaneous evangelical Protestants, towards Roman Catholicism, Graham eventually developed amicable ties with many American Catholic Church figures and later encouraged unity between Roman Catholics and Protestants. [= Penginjilan Graham dihargai / dikagumi oleh aliran-aliran Protestan  utama, karena ia mendorong orang-orang Protestan dari aliran utama yang bertobat pada berita injilinya untuk tetap di dalam atau kembali kepada gereja-gereja utama mereka. Sekalipun kecurigaan dan rasa takut / tidak nyaman awalnya, umum di antara orang-orang Protestan injili yang hidup sezaman dengannya, terhadap Roma Katolik, Graham akhirnya mengembangkan ikatan-ikatan yang bersifat damai dengan banyak pemimpin Gereja Katolik Amerika dan belakangan mendorong persatuan antara Roma Katolik dan Protestan.] - https://en.wikipedia.org/wiki/Billy_Graham

 

Jadi, apakah ia gandum atau lalang?? Mari kita melihat lagi beberapa point di bawah ini:

 

a. Dr. Robert Schuller mewawancarai Dr. Billy Graham (usia 79) tanggal 31 Mei 1997.

 

Link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=INPyY0QjgpY

 

Transkrip dari Video Youtube itu ada di link ini: https://annointing.files.wordpress.com/2014/01/billy-graham-denies-the-true-gospel.pdf

 

Dr. Schuller: “Tell me, what is the future of Christianity?” [= Beritahu aku, apa / bagaimana masa depan dari kekristenan?].

 

Dr. Graham: “I think everybody that loves Christ, or knows Christ, whether they’re conscious of it or not, they’re members of the Body of Christ. And I don’t think that we’re going to see a great sweeping revival that will turn the whole world to Christ at any time. He’s calling people out of the world for His name, whether they come from the Muslim world, or the Buddhist world, or the Christian world or the non-believing world, they are members of the Body of Christ because they’ve been called by God. They may not even know the name of Jesus but they know in their hearts that they need something that they don’t have, and they turn to the only light that they have, and I think that they are saved, and that they’re going to be with us in heaven.” [= Saya pikir / anggap setiap orang yang mengasihi Kristus, atau mengenal Kristus, apakah mereka menyadarinya atau tidak, mereka adalah anggota-anggota dari Tubuh Kristus. Dan saya tidak berpikir / menganggap bahwa kita akan melihat suatu kebangunan rohani besar yang mempunyai pengaruh yang luas yang akan membalikkan seluruh dunia kepada Kristus kapanpun. Ia sedang memanggil orang-orang dari dunia untuk namaNya, apakah mereka datang dari dunia Islam, atau dunia Buddha, atau dunia Kristen atau dunia orang-orang yang tidak percaya, mereka adalah anggota-anggota dari Tubuh Kristus karena mereka telah dipanggil oleh Allah. Mereka mungkin bahkan tidak mengenal / mengetahui nama Yesus tetapi mereka tahu dalam hati mereka bahwa mereka membutuhkan sesuatu yang mereka tidak mempunyainya, dan mereka mengarahkan diri pada satu-satunya terang yang mereka punyai, dan saya pikir / anggap bahwa mereka selamat / diselamatkan, dan bahwa mereka akan bersama dengan kita di surga.].

Catatan: bagian yang saya cetak dengan huruf besar sebetulnya tidak ada dalam transkrip di link ini. Itu saya ambil dari link yang lain (http://www.ukapologetics.net/11/graham.htm).

 

Dr. Schuller: “What I hear you saying is that it’s possible for Jesus Christ to come into a human heart and soul and life even if they’ve been born in darkness and have never had exposure to the Bible. Is that a correct interpretation of what you’re saying?” [= Apa yang saya dengar kamu katakan adalah bahwa adalah mungkin bagi Yesus Kristus untuk datang / masuk ke dalam suatu hati dan jiwa dan kehidupan manusia bahkan jika mereka telah dilahirkan dalam kegelapan dan tidak pernah mendapatkan pembukaan pada Alkitab. Apakah itu merupakan suatu penafsiran yang benar tentang apa yang kamu katakan?].

 

Dr. Graham: “Yes it is because I believe that. I’ve met people in various parts of the world in tribal situations that they have never seen a Bible or heard about a Bible, have never heard of Jesus but they’ve believed in their hearts that there is a God and they tried to live a life that was quite apart from the surrounding community in which they lived.” [= Ya, itu adalah karena saya percaya hal itu. Saya telah bertemu orang-orang dari bermacam-macam bagian dari dunia dalam situasi-situasi yang berhubungan dengan suku bahwa mereka tidak pernah melihat suatu Alkitab atau mendengar tentang suatu Alkitab, tidak pernah mendengar tentang Yesus tetapi mereka telah percaya dalam hati mereka bahwa di sana ada Allah dan mereka berusaha untuk menjalani suatu kehidupan yang cukup terpisah dari komunitas sekeliling dalam mana mereka hidup.].

 

Dr. Schuller: “This is fantastic. I’m so thrilled to hear you say that. There’s a wideness in God’s mercy.” [= Ini adalah hal yang fantastis. Saya begitu senang mendengar kamu mengatakan hal itu. Di sana ada suatu ‘kelebaran’ dalam belas kasihan Allah.].

 

Dr. Graham: “There is. There definitely is.” [= Ya, di sana ada. Di sana pasti ada.].

 

b.            Kutipan kata-kata Dr. Billy Graham:

“I used to play God, but I can’t do that anymore. I used to believe that pagans in far-off countries were lost - were going to hell - if they did not have the gospel of Jesus Christ preached to them. I no longer believe that. I believe that there are other ways of recognizing the existence of God - through nature, for instance - and plenty of other opportunities, therefore, of saying ‘yes’ to God.” [= Dulu saya seakan-akan berperan menjadi Allah, tetapi saya tidak bisa melakukan hal itu lagi. Dulu saya percaya bahwa orang-orang kafir di negara-negara yang terpencil terhilang - sedang menuju neraka - jika mereka tidak mempunyai injil Yesus Kristus yang diberitakan kepada mereka. Saya tidak lagi mempercayai hal itu. Saya percaya bahwa di sana ada jalan-jalan lain untuk mengetahui keberadaan Allah - sebagai contoh, melalui alam - dan karena itu banyak dari kesempatan-kesempatan yang lain untuk mengatakan ‘ya’ kepada Allah.] - https://carm.org/preachers-and-teachers/billy-graham/

 

Catatan:

 

(1) Link ini juga memberikan sebagian transkrip dari wawancara Dr. Billy Graham oleh Dr. Robert Schuller di atas.

 

(2) Kata-kata ini tak ada videonya, tetapi ini masuk dalam majalah McCall’s Januari 1978, dan dikutip oleh Kurt A. Edwards dalam disertasi Ph. D. nya di Bowling Green State University.

Catatan: Tentang majalah McCall’s lihat: https://en.wikipedia.org/wiki/McCall%27s

 

(3) Kata-kata Dr. Billy Graham ini diberi komentar oleh penulis web itu sebagai berikut: “Clearly, Graham taught heresy in 1978.  Pagans without the gospel are not saved.  We do not find God through nature - which is why we have the Scriptures and the preaching of the Gospel.  Billy Graham’s sentiment is worldly and not biblical.  It is a shame that he is teaching this false doctrine.” [= Jelas, Graham mengajarkan kesesatan pada tahun 1978. Orang-orang kafir tanpa injil tidak diselamatkan. Kita tidak mendapatkan Allah melalui alam - yang merupakan alasan mengapa kita mempunyai Kitab Suci dan pemberitaan Injil. Pemikiran / pandangan Billy Graham adalah duniawi dan tidak Alkitabiah. Merupakan sesuatu yang memalukan bahwa ia sedang mengajarkan doktrin / ajaran sesat ini.].

 

Sebagai dukungan bahwa orang-orang yang tidak pernah mendengar Injil akan binasa / masuk neraka, saya memberikan beberapa ayat ini:

 

(a) Ro 2:12a - “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat.

 

Dalam jaman Perjanjian Lama, orang di luar Israel / Yahudi yang tidak pernah mempunyai hukum Taurat, dikatakan binasa tanpa hukum Taurat’. Analoginya, dalam jaman Perjanjian Baru, orang yang tidak pernah mendengar Injil, akan binasa tanpa Injil’!

 

(b) Ro 10:13-14 - “(13) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?”.

 

Text ini membentuk suatu rantai. Orang yang berseru kepada nama Tuhan akan selamat, tetapi ia tidak akan bisa berseru kepada nama Tuhan kalau ia tidak percaya kepada Tuhan. Dan ia tidak akan bisa percaya kepada Tuhan kalau ia tidak pernah mendengar tentang Dia. Dan ia tidak akan bisa mendengar tentang Dia, kalau tidak ada yang memberitakan Injil kepadaNya.

Jadi, kalau tidak ada orang yang memberitakan Injil kepadanya, ia tidak bisa mendengar tentang Dia, sehingga tidak percaya kepadaNya, sehingga tidak bisa berseru kepadaNya, sehingga tidak bisa diselamatkan.

Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak diinjili / tidak pernah mendengar tentang Yesus, pasti tidak selamat. Fakta Kitab Suci inilah yang mendasari pengutusan misionaris ke tempat-tempat yang belum pernah dijangkau Injil.

 

(c) Yeh 3:18 - “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! - dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”.

 

c. Cuplikan sebagian dari wawancara Larry King (CNN) terhadap Dr. Billy Graham (tanggal 16 Juni 2005) - http://transcripts.cnn.com/TRANSCRIPTS/0506/16/lkl.01.html

 

Video interview ini di Youtube - https://www.youtube.com/watch?v=MhVPOazNWBo

 

Video ini hanya sebagian dari cuplikan kata-kata dalam transkrip itu.

 

KING: Do you feel the same about other faiths? [= Apakah engkau merasakan hal yang sama tentang iman / kepercayaan yang lain?].

 

GRAHAM: Absolutely. [= Ya, pasti.].

 

KING: Buddhism? [= Buddhisme / Ajaran Buddha?].

 

GRAHAM: I love them all, and welcome them all, and love to be with them, and friends with all of them. For example, I just talked to a man in New York City, he was a Mormon. [= Saya mengasihi mereka semua, dan dengan senang menerima mereka semua, dan senang ada bersama mereka, dan bersahabat dengan semua mereka. Sebagai contoh, saya baru berbicara dengan seseorang di Kota New York, ia adalah seorang Mormon.].

 

KING: My father-in-law. [= Mertuaku.].

 

GRAHAM: Your father-in-law. And I’ve loved the Mormons for years, and yet there is a big divide between the Mormons and some of the other groups. But I have great friends among the Mormons. And the same among the Catholics. Of course, I loved Pope John Paul II and watched the whole process of his suffering, his dying and the tremendous - my daughter went to represent me . . . [= Mertuamu. Dan saya telah mengasihi orang-orang Mormon untuk bertahun-tahun, tetapi di sana ada suatu garis pemisah yang besar antara orang-orang Mormon dan beberapa dari kelompok-kelompok yang lain. Tetapi saya mempunyai sahabat-sahabat yang hebat di antara orang-orang Mormon. Dan hal yang sama di antara orang-orang Katolik. Tentu saja, saya mengasihi Paus Yohanes Paulus II dan menonton seluruh proses penderitaannya, sekaratnya dan sangat hebat - anak perempuanku pergi untuk mewakili aku ...].

 

KING: I know. You were on with us the night he died. [= Saya tahu. Kamu nonton TV (?) bersama kami pada malam ia meninggal.].

 

GRAHAM: That’s right. Thank you. [= Itu benar. Terima kasih.].

 

KING: But what about those faiths - the Mormons and the others that you mentioned - believe in Christ. They believe they will meet Christ. What about those like the Jews, the Muslims, who don’t believe as you believe. [= Tetapi bagaimana dengan kepercayaan-kepercayaan itu - orang-orang Mormon dan orang-orang lain yang kamu sebutkan - percaya kepada Kristus. Mereka percaya mereka akan bertemu Kristus. Bagaimana tentang mereka seperti orang-orang Yahudi, orang-orang Islam, yang tidak percaya seperti yang kamu percaya.].

 

GRAHAM: That’s in God's hands. I can’t be their judge. [= Itu ada dalam tangan Allah. Saya tidak bisa menjadi hakim mereka.].

 

KING: You don’t judge them? [= Kamu tidak menghakimi mereka?].

 

GRAHAM: No. No, I don’t say you’re going to hell, and you’re, oh, I don’t. [= Tidak. Tidak, saya tidak berkata kamu sedang pergi ke neraka, dan kamu sedang, oh, Saya tidak (menghakimi mereka).].

 

KING: How do you feel... [= Bagaimana kamu merasa ...].


(CROSSTALK)

GRAHAM:
... going to hell and all that. [= ... pergi ke neraka dan semua itu.].

KING:
How do you feel when you see a lot of these strong Christian leaders go on television and say, you are condemned, you will live in hell if you do not accept Jesus Christ, and they are forceful and judgmental? [= Apa yang kamu rasakan pada waktu kamu melihat banyak dari pemimpin-pemimpin Kristen yang kuat ini masuk televisi dan berkata, kamu akan dihukum, kamu akan hidup / tinggal di neraka jika kamu tidak menerima Yesus Kristus, dan mereka bersemangat dan bersifat menghakimi?].


GRAHAM:
Well, they have a right to say that, and they are true to a certain extent, but I don’t - that’s not my calling. My calling is to preach the love of God and the forgiveness of God and the fact that he does forgive us. That’s what the cross is all about, what the resurrection is all about, that’s the gospel. And you can get off on all kinds of different side trends, and in my earlier ministry, I did the same, but as I got older, I guess I became more mellow and more forgiving and more loving. And the Jerry Falwells and people like that, I love them, I thank God for their ministry, he has a great university and two or three of my grandchildren have gone there, they have had a tremendous change in their lives for being there, and some of the other people are the same way, but at the other end of the extreme. [= Mereka punya hak untuk mengatakan hal itu, dan mereka benar sampai tingkat tertentu, tetapi saya tidak - itu bukan panggilanku. Panggilanku adalah memberitakan / mengkhotbahkan kasih Allah dan pengampunan dari Allah dan fakta bahwa Ia memang mengampuni kita. Salib adalah tentang hal-hal itu, kebangkitan adalah tentang hal-hal itu, itulah injil. Dan kamu bisa berbicara dengan keberanian tentang semua jenis kecondongan yang berbeda, dan dalam pelayananku yang awal, aku melakukan hal yang sama, tetapi pada waktu aku jadi lebih tua, aku kira aku menjadi lebih lunak / lembut dan lebih mengampuni dan lebih mengasihi. Dan Jerry Falwells dan orang-orang seperti itu, aku mengasihi mereka, aku bersyukur kepada Allah untuk pelayanan mereka, ia mempunyai suatu universitas yang besar dan dua atau tiga dari cucu-cucuku telah belajar di sana, dan mereka telah mendapatkan suatu perubahan yang sangat besar dalam kehidupan mereka karena berada di sana, dan sebagian dari orang-orang lain dengan cara yang sama, tetapi pada sisi extrim yang lain.].

 

d. Untuk membuat semua jadi fair / adil, saya memberikan link yang membela Dr. Billy Graham - http://www.ukapologetics.net/11/graham.htm

Tetapi kalau saya sendiri membacanya, maka bagi saya penulisnya membela Dr. Billy Graham secara konyol, dan bahkan penulisnya juga sesat.

 

Penerapan: setelah melihat kemiripan lalang dan gandum, ada 2 hal yang harus kita lakukan:

 

1.      Periksa diri saudara sendiri, apakah saudara termasuk lalang atau gandum.

 

2.   Periksa orang-orang lain apakah mereka termasuk lalang atau gandum. Ini jelas jauh lebih sukar dari pada memeriksa diri kita sendiri. Sekalipun ini memang tidak selalu bisa dilakukan secara pasti, tetapi kadang-kadang bisa. Dan ini perlu dilakukan terhadap:

 

a. Keluarga.

 

b. Jemaat.

 

c. Pendeta.

 

d. Calon-calon pelayan dalam gereja, khususnya calon pendeta, majelis, guru Sekolah Minggu.

 

e. Calon pasangan hidup.

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

[email protected]

http://golgothaministry.org

Email : [email protected]

CHANNEL LIVE STEAMING YOUTUBE :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ