(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Rabu, tgl 25 September 2019, pk 19.00
Pdt.
Budi Asali, M. Div.
IV) Penguburan Kristus.
A)Kematian
bukanlah tahap terakhir dari perendahan Kristus. Kata-kata ‘sudah
selesai’
tidak berhubungan dengan perendahanNya tetapi berhubungan dengan penderitaan
aktif dalam memikul hukuman dosa.
B)Penguburan
adalah suatu tahap perendahan.
Ini
terlihat dari:
1)
Kuburan merupakan tempat dimana tubuh itu hancur / membusuk.
2)
Kembalinya manusia kepada debu adalah sebagian dari hukuman dosa (Kej
3:19).
Kej 3:19
- “dengan
berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau
kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab
engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.’”.
3)
Maz 88:5-6 dan Kis 2:31 menunjukkan bahwa penguburan merupakan
perendahan.
Maz
88:5-6 - “(5) Aku
telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang
yang tidak berkekuatan. (6) Aku harus tinggal di antara orang-orang mati,
seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak
Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasaMu.”.
Kis
2:31 - “Karena itu
ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika
ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa
dagingNya tidak mengalami kebinasaan.”.
Catatan:
Bagian yang saya garis-bawahi salah terjemahan.
NIV:
‘see decay’
[= mengalami pembusukan].
C)Penguburan
Kristus tidak hanya menunjukkan bahwa Ia betul-betul
sudah mati tetapi juga untuk menghilangkan
kengerian terhadap kuburan dalam diri orang yang percaya.
Karena
itu, kalau saudara betul-betul adalah orang kristen, saudara tidak boleh takut
lagi pada kuburan. Ingat bahwa Kristus sudah pernah masuk ke sana dan bahkan
mengalahkannya!
Catatan:
1) Calvin
menggabungkan kematian dan penguburan Kristus dalam satu tahap perendahan saja.
2) Disamping itu
Calvin juga berpendapat bahwa penguburan terhadap Kristus menunjukkan bahwa
kutuk sudah mulai disingkirkan.
Calvin
(tentang Mat 27:57): “Christ should be buried, that it
might be more fully attested that he suffered real death on our account. But yet
it ought to be regarded as the principal design, that in this manner the
cursing, which he had endured for a short time, began to be removed; for his
body was not thrown into a ditch in the ordinary way, but honourably laid in a
hewn sepulchre.” [= Kristus
harus dikuburkan, supaya itu bisa membuktikan secara lebih penuh bahwa Ia
mengalami kematian yang sungguh-sungguh karena kita. Tetapi harus
dianggap sebagai tujuan utama, bahwa dengan cara ini
kutuk, yang Ia alami untuk waktu yang singkat, mulai disingkirkan; karena
tubuhNya tidak dibuang di got (?) dengan cara biasa, tetapi
dengan hormat diletakkan di suatu kuburan galian.]
- hal 330.
V) Turun ke neraka / HADES.
A)Arti
SHEOL / HADES.
Kata
bahasa Ibrani SHEOL / kata bahasa Yunani HADES (dalam Kitab Suci Indonesia
biasanya diterjemahkan ‘dunia
orang mati’ atau ‘alam
maut’) tidak selalu mempunyai arti yang sama.
1)
Kadang-kadang SHEOL / HADES tidak menunjuk
pada suatu tempat tertentu, tetapi dipakai
dalam arti yang abstrak untuk menunjuk pada ‘keadaan kematian’ / ‘the
state of death’ atau ‘keadaan terpisahnya tubuh dengan jiwa / roh’.
Misalnya:
Hos 13:14 - “Akan
Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan
Kutebuskah mereka dari pada maut? Di
manakah penyakit samparmu, hai maut, di
manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? MataKu tertutup
bagi belas kasihan.”.
2)
Kalau menunjuk pada tempat, maka
SHEOL / HADES berarti:
a)
Kuburan (Kej 37:35).
Kej 37:35
- “Sekalian
anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak
dihiburkan, serta katanya: ‘Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun
mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!’
Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.”.
b)
Neraka (Maz 9:18
Maz 49:15 Amsal 15:24
Luk 16:23).
Maz
9:18 - “Orang-orang
fasik akan kembali ke dunia orang mati
(Ibrani: SHEOL),
ya, segala bangsa yang melupakan Allah.”.
Maz
49:14-15 - “(14)
Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada
dirinya sendiri, ajal orang-orang yang
gemar akan perkataannya sendiri. Sela ... (15) Seperti domba mereka
meluncur ke dalam dunia orang mati (Ibrani: SHEOL),
digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur,
dunia orang mati (Ibrani: SHEOL)
menjadi tempat kediaman mereka.”.
Amsal
15:24 - “Jalan
kehidupan orang berakal budi menuju ke atas,
supaya ia menjauhi dunia orang mati (Ibrani: SHEOL)
di bawah.”.
Luk 16:23
- “Orang kaya
itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam
maut (Yunani: HADES)
ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di
pangkuannya.”.
Perhatikan
bahwa dalam ayat-ayat ini ada
ancaman kepada orang-orang berdosa. Kalau dalam ayat-ayat ini SHEOL / HADES diartikan sebagai ‘tempat
netral’ kemana setiap orang akan pergi setelah mati, maka ayat-ayat itu kehilangan
ancamannya! Jadi, dalam ayat-ayat ini SHEOL /
HADES harus diartikan sebagai ‘neraka’!
B)‘Turun
ke neraka / kerajaan Maut’ dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli.
12 Pengakuan Iman Rasuli:
1)
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
2)
Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita.
3)
Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4)
Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan,
mati dan dikuburkan, turun ke
dalam neraka / kerajaan maut.
5)
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6)
Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa.
7)
Dan dari sana Ia akan datang, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang
mati.
8)
Aku percaya kepada Roh Kudus.
9)
Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan orang kudus.
10)Pengampunan
dosa.
11)Kebangkitan
orang mati / daging.
12)Dan
hidup yang kekal. Amin.
Hal-hal
yang perlu diketahui tentang kalimat ‘turun ke dalam neraka / kerajaan maut’
ini:
1)
Kata-kata ini tidak ada dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli yang mula-mula,
dan baru muncul pada tahun 390 M.
2)
Berbeda dengan bagian-bagian yang lain dari 12 Pengakuan Iman Rasuli, kata-kata
ini tidak ada dalam Kitab Suci dan tidak didasarkan pada suatu pernyataan yang explicit / jelas dalam Kitab Suci.
3)
Ayat-ayat Kitab Suci yang sering dipakai (secara
salah) sebagai dasar dari doktrin ini:
a)
Ef 4:9 - “Bukankah ‘Ia telah naik’
berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi
yang paling bawah?”.
‘Bagian
bumi yang paling bawah’ sering diartikan sebagai HADES. Tetapi penafsiran ini
sangat meragukan karena dalam Ef 4:9 ini Paulus hanya berargumentasi bahwa
Kristus bisa naik karena Ia telah turun.
Bdk.
Yoh 3:13 - “Tidak
ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun
dari sorga, yaitu Anak Manusia.”.
Jadi
‘bagian
bumi yang paling bawah’ harus diartikan sebagai ‘bumi’ (seperti dalam Maz 139:15).
Maz 139:15
- “Tulang-tulangku
tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan
aku direkam di
bagian-bagian bumi yang paling bawah;”.
Catatan:
kata ‘direkam’
diterjemahkan ‘curiously wrought’ [= dibuat secara aneh / mengherankan] oleh KJV.
Dengan
demikian Ef 4:9 berarti: ‘Kristus bisa naik ke surga karena Ia sudah
berinkarnasi’. Karena itu Ef 4:9 ini sebetulnya tidak
berbicara tentang turunnya Kristus ke HADES / neraka.
b)
1Pet 3:18-20
- “(18) Sebab
juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk
orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang
telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan
menurut Roh, (19) dan di dalam Roh
itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, (20)
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah,
ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan
bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh
air bah itu.”.
Bagian
ini sering dianggap sebagai bagian yang menunjukkan bahwa Kristus memang turun
ke HADES dan bagian ini juga dianggap memberi penjelasan tentang tujuan Kristus
pergi ke HADES, yaitu memberitakan Injil kepada orang-orang yang sudah mati.
Tetapi tafsiran seperti ini bertentangan dengan Maz 88:12
yang jelas menunjukkan bahwa tidak ada pemberitaan Injil dalam dunia orang mati!
Maz
88:12 - “Dapatkah
kasihMu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaanMu di tempat kebinasaan?”.
Catatan:
ayat ini akan lebih jelas artinya kalau saudara membacanya bersama dengan
kontextnya (Maz 88:11-13). Jelas bahwa semua pertanyaan itu jawabannya adalah
‘Tidak’.
Disamping
itu, ‘Roh’
(ay 19) = ‘Roh’
(ay 18). Dan kata-kata ‘menurut
Roh’ (ay 18) seharusnya adalah ‘oleh Roh / by the Spirit’, dan jelas menunjuk kepada Roh Kudus.
Penafsiran
Reformed yang umum tentang ayat ini adalah: dalam Roh / oleh Roh, Kristus
berkhotbah (memberitakan Injil) melalui Nuh kepada orang-orang yang tidak taat
yang hidup sebelum air bah. Orang-orang ini masih hidup pada saat diinjili,
tetapi disebut ‘roh-roh
yang ada dalam penjara’ karena pada waktu Petrus menulis suratnya mereka
sudah mati (Louis Berkhof, ‘Systematic
Theology’, hal 341.).
Herman
Hoeksema, seorang ahli theologia Reformed, mempunyai pandangan / penafsiran yang
lain tentang 1Pet 3:18-20 ini. Ia berpendapat bahwa arti ayat ini adalah (‘Reformed
Dogmatics’, hal 411-412):
1.
Kristus memang pergi kepada roh-roh yang ada dalam penjara (atau kepada
roh-roh orang jahat yang menunggu penghakiman), tetapi:
a.
Ia tidak pergi secara pribadi, tetapi melalui Roh Kudus.
b.
Ia pergi bukan antara kematian dan kebangkitanNya, tetapi setelah
kebangkitan dan kenaikanNya ke surga.
2.
Kristus memang memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada dalam penjara
itu, tetapi ini bukanlah pemberitaan Injil yang
memungkinkan suatu pertobatan. Ini hanya
merupakan pengumuman / proklamasi tentang kemenangan yang telah Ia dapatkan.
Saya
sendiri setuju dengan penafsiran Louis Berkhof. Tetapi yang manapun arti yang
benar, tetap tidak menunjukkan bahwa 1Pet 3:18-20 ini berhubungan dengan
kata-kata ‘turun ke neraka’ dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli.
c)
Maz 16:10 - “sebab Engkau tidak menyerahkan aku
ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat
kebinasaan.”.
Kata-kata
yang saya garis-bawahi salah terjemahan.
NIV:
‘see decay’
[= mengalami pembusukan].
Ini
diartikan: ‘Roh / jiwa Kristus ada di neraka / HADES sebelum
kebangkitanNya’. Tetapi ini jelas merupakan penafsiran yang salah, karena apa
yang diajarkan oleh ayat ini hanyalah bahwa ‘Kristus tidak dibiarkan dalam
kuasa maut’ (bdk. Kis 2:30-31 dan Kis 13:34-35 dimana Maz 16:10 ini
dikutip untuk membuktikan kebangkitan Kristus).
Kis
2:30-31 - “(30)
Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya
dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud
sendiri di atas takhtanya. (31) Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah
berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia
tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami
kebinasaan.”.
NIV:
‘see decay’
[= mengalami pembusukan].
Kis 13:34-35
- “(34)
Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati
dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu
dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji
yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. (35) Sebab
itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang
KudusMu melihat kebinasaan.”.
NIV:
‘see decay’
[= mengalami pembusukan].
Jadi
lagi-lagi terlihat bahwa ayat inipun tidak ada hubungannya dengan turunnya
Kristus ke HADES / neraka.
4)
Macam-macam penafsiran tentang ‘turun ke HADES’:
a)
Berdasarkan arti dari kata HADES di atas, dimana HADES bisa menunjuk pada
keadaan kematian atau kuburan, maka ada orang yang beranggapan bahwa ‘turun ke
HADES’ berarti ‘turun ke dalam keadaan kematian’ atau ‘turun ke
kuburan’.
Keberatan
terhadap penafsiran ini:
Penafsiran
ini tidak cocok dengan kontext dari 12 Pengakuan Iman Rasuli. Dalam 12 Pengakuan
Iman Rasuli itu sudah dikatakan bahwa Kristus ‘menderita di bawah pemerintahan
Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan’. Kalau kalimat selanjutnya
yaitu ‘turun ke neraka’ diartikan ‘turun ke dalam keadaan kematian’ atau
‘turun ke kuburan’, maka ini merupakan suatu pengulangan yang tidak perlu.
Lebih dari itu, kalimat yang tadinya sudah jelas, sekarang diulangi secara kabur
/ tidak jelas.
b)
Ada juga yang beranggapan bahwa Kristus benar-benar
turun ke neraka untuk mengalami siksaan neraka untuk menebus dosa
kita.
Keberatan
terhadap penafsiran ini:
1.
Antara kematian dan kebangkitanNya, tubuh Kristus ada dalam kuburan dan
roh / jiwaNya ada di surga (Luk 23:43,46).
Luk
23:43,46 - “(43) Kata Yesus kepadanya:
‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama
dengan Aku di dalam Firdaus.’ ... (46) Lalu Yesus berseru dengan suara
nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.’ Dan sesudah berkata
demikian Ia menyerahkan nyawaNya.”.
KJV/RSV/NIV/NASB:
‘my spirit’ [= rohKu].
Karena
itu, baik tubuh maupun jiwa / roh dari manusia Yesus Kristus tidak
mungkin turun ke neraka untuk mengalami siksaan neraka tersebut.
2.
Sesaat sebelum kematianNya, Yesus berkata ‘Sudah
selesai’
(Yoh 19:30). Ini menunjukkan bahwa penderitaanNya untuk menanggung hukuman
dosa umat manusia sudah selesai, sehingga tidak ada lagi penderitaan yang
harus Ia alami untuk menebus dosa kita.
c)
Roma Katolik.
Sesudah
mati, Kristus pergi ke LIMBUS PATRUM [= tempat penantian dimana orang-orang suci
jaman Perjanjian Lama menantikan kebangkitan Kristus], menyampaikan Injil kepada
mereka dan lalu membawa mereka ke surga.
Dasar
Kitab Suci yang dipakai adalah:
Maz 107:16
- “sebab
dipecahkanNya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkanNya palang-palang pintu
besi.”.
Zakh 9:11
- “Mengenai
engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan
orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair.”.
Keberatan
terhadap ajaran ini:
1.
Ayat-ayat itu ditafsirkan out of context [= keluar dari kontexnya]. Bacalah seluruh kontex
dari ayat-ayat itu dan saudara akan melihat bahwa baik Maz 107:16 maupun
Zakh 9:11 menunjuk pada pembebasan / pertolongan yang Allah lakukan
terhadap orang yang tadinya mengalami penderitaan sebagai hukuman dosa mereka.
Maz
107:10-16 - “(10)
Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara
dan besi. (11) Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, dan
menista nasihat Yang Mahatinggi, (12) maka ditundukkanNya hati mereka ke dalam
kesusahan, mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong. (13) Maka
berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan
diselamatkanNyalah mereka dari kecemasan mereka, (14) dibawaNya mereka keluar
dari dalam gelap dan kelam, dan diputuskanNya belenggu-belenggu mereka. (15)
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setiaNya, karena
perbuatan-perbuatanNya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, (16) sebab
dipecahkanNya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkanNya palang-palang pintu besi.”.
Zak
9:9-13 - “(9) Bersorak-soraklah
dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat,
rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor
keledai, seekor keledai beban yang muda. (10) Ia akan melenyapkan kereta-kereta
dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia
akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan
terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung
bumi. (11) Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku
akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. (12) Kembalilah ke kota
bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku
memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat! (13) Sebab Aku
melentur Yehuda bagiKu, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan
anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai
engkau seperti pedang seorang pahlawan.”.
Kalau
kita melihat kontext dari kedua ayat tersebut, jelas sekali bahwa kedua
ayat itu tidak berbicara tentang orang-orang yang sudah mati, tetapi tentang
orang-orang yang masih hidup!
Jadi,
ayat-ayat ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kristus turun ke neraka /
Hades / Limbus Patrum.
2.
Orang suci jaman Perjanjian Lama itu adalah orang percaya; lalu mengapa /
untuk apa mesti diinjili lagi?
3.
Pandangan ini bertentangan dengan 2Raja 2:11 yang menyatakan bahwa
Elia naik ke surga, bukan pergi ke Limbus
Patrum.
2Raja 2:11
- “Sedang
mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi
dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah
Elia ke sorga dalam angin badai.”.
4.
Apa perlunya Kristus pergi ke sana? Kalau hanya untuk membebaskan mereka,
Kristus tidak perlu pergi ke sana.
d)
Lutheran.
‘Turun
ke HADES’ merupakan tahap pertama dari pemuliaan Kristus. Kristus turun ke
HADES untuk menyelesaikan kemenanganNya atas setan dan untuk menyampaikan
hukuman mereka.
Keberatan
terhadap ajaran ini:
1.
Tidak ada dasar Kitab Sucinya.
2.
Pemuliaan Kristus baru dimulai pada saat Kristus bangkit.
3.
Agak sukar membayangkan bahwa kata ‘turun’ bisa menunjuk pada ‘pemuliaan
Kristus’.
e)
The church of England.
Tubuh
Kristus ada di kuburan, tetapi roh / jiwaNya pergi ke HADES, atau, lebih khusus
lagi, ke Firdaus, tempat penantian dari roh orang-orang benar dan memberi
penjelasan tentang kebenaran.
Keberatan
terhadap ajaran ini:
1.
Tak ada dasar Kitab Sucinya.
2.
Orang benar yang sudah mati tidak perlu diajar lagi.
3.
Firdaus bukanlah tempat penantian orang benar, tetapi Firdaus
jelas adalah surga. Hal ini bisa terlihat dari:
a.
Membandingkan Luk 23:43 dengan Luk 23:46.
Luk 23:43,46
- “(43)
Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau
akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’
... (46) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya
Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.’ Dan sesudah berkata
demikian Ia menyerahkan nyawaNya.”.
b.
Membandingkan 2Kor 12:2 dengan 2Kor 12:4.
2Kor 12:2,4
- “(2)
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam
tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang
mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke
tingkat yang ketiga dari sorga. ... (4) ia
tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak
terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.”.
c.
Membandingkan Wah 2:7 dengan Wah 22:2,14,19.
Wah 2:7
- “Siapa
bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada
jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon
kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.’”.
Wah
22:2,14,19 - “(2) Di
tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada
pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan
sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. ...
(14) Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak
atas pohon-pohon kehidupan dan masuk
melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. ... (19) Dan jikalau seorang
mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan
dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.’”.
Wah 21-22
jelas bicara tentang surga. Dan Wah 22:2,14,19 menunjukkan bahwa pohon kehidupan
ada di surga, tetapi Wah 2:7 mengatakan bahwa pohon kehidupan ada di
Firdaus. Ini lagi-lagi mengharuskan kita untuk
menafsirkan bahwa Firdaus adalah surga.
f)
Calvin.
‘Turun
ke neraka’ menunjukkan penderitaan rohani yang dialami oleh Kristus. Calvin
berkata bahwa 12 Pengakuan Iman Rasuli itu mula-mula menunjukkan penderitaan
Kristus yang terlihat oleh manusia (yaitu menderita, disalibkan, mati,
dikuburkan), dan setelah itu 12 Pengakuan Iman Rasuli itu melanjutkan dengan
menunjukkan penderitaan Kristus secara rohani, yang tidak terlihat oleh manusia.
Ini terjadi pada saat Ia berteriak: ‘ELI, ELI, LAMA SABAKHTANI?’ (Mat 27:46).
Dengan
demikian jelas bahwa Calvin tidak mempercayai bahwa
antara kematian dan kebangkitanNya, Kristus betul-betul turun ke neraka atau
HADES atau tempat manapun. Antara
kematian dan kebangkitanNya, roh / jiwa dari manusia Yesus pergi ke surga
(sesuai dengan kata-kataNya dalam Luk 23:43,46), sedangkan tubuh manusia
Yesus ada di kuburan.
g)
Ada juga orang Reformed yang menganggap bahwa ‘turun ke neraka /
Kerajaan Maut’ berarti bahwa Yesus ada dalam kuasa maut sampai hari yang ke 3.
‘Westminster Confession of Faith’,
chapter VIII, 4 berbunyi sebagai berikut: “... was
crucified, and died, was buried, and remained under
the power of death, yet saw no corruption. On the third day He arose
from the dead ...”
[= ... disalibkan, dan mati, dan dikuburkan, dan
tetap ada di bawah kuasa kematian, tetapi tidak menjadi rusak / busuk.
Pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati ...].
Sama
seperti penafsiran Calvin, pandangan yang inipun tidak mempercayai bahwa Yesus
betul-betul turun ke neraka / HADES.
Catatan:
Ada
keberatan terhadap ajaran yang mengatakan bahwa antara kematian dan
kebangkitanNya Yesus tidak turun kemana-mana tetapi naik ke surga, karena
setelah kebangkitanNya, dalam Yoh 20:17 Yesus berkata kepada Maria: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab
Aku belum pergi kepada Bapa,”.
Yoh 20:17
- “Kata Yesus
kepadanya: Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku
belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan
katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan
Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.’”.
Ini
dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa antara kematian dan kebangkitanNya, Yesus
tidak pergi ke surga.
Jawaban
terhadap keberatan ini:
a)
Yoh 20:17 ini tidak boleh ditafsirkan bertentangan dengan Luk 23:43,46
yang jelas menunjukkan bahwa antara kematian dan kebangkitanNya, Yesus naik ke
surga.
b)
Adalah sesuatu yang tidak masuk akal kalau Yesus melarang Maria memegang
(dalam arti ‘menyentuh’) Dia, karena dalam Mat 28:9 dan Yoh 20:27
Ia mengijinkan diriNya untuk dipegang.
Mat
28:9 - “Tiba-tiba
Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ‘Salam bagimu.’ Mereka
mendekatiNya dan memeluk kakiNya serta
menyembahNya.”.
Yoh
20:27 - “Kemudian
Ia berkata kepada Tomas: ‘Taruhlah jarimu di sini
dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan
cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah.’”.
Karena
itu, kata ‘memegang’
dalam Yoh 20:17 seharusnya diartikan ‘memegang erat-erat / menahan /
nggandoli’.
Bandingkan
dengan terjemahan NASB yang mengatakan ‘Stop
clinging to Me’ [= Berhentilah berpegang teguh kepadaKu], dan juga
terjemahan NIV yang mengatakan ‘Do not
hold on to Me’ [= Jangan berpegang erat-erat kepadaKu].
c)
Selanjutnya, kata-kata ‘Aku belum pergi
kepada Bapa’
dalam Yoh 20:17a itu, tidak menunjuk ke masa lampau pada saat antara
kematian dan kebangkitan Yesus, tetapi menunjuk ke masa depan pada hari
kenaikanNya ke surga. Ini terlihat dengan jelas karena dalam Yoh 20:17b
yang berbunyi ‘sekarang
Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu,
kepada AllahKu dan Allahmu’, kata ‘pergi’ ini jelas menunjuk pada kenaikanNya ke surga.
Jadi
kesimpulannya, arti dari Yoh 20:17 adalah:
jangan nggandoli / menahan Aku, karena Aku harus pergi kepada Bapa / naik ke
surga. Rupa-rupanya Yesus tahu akan isi hati Maria yang begitu
mencintai Dia, sehingga ingin menahan Dia terus menerus dan tidak mau berpisah
lagi dengan Yesus. Karena itulah Ia lalu mengucapkan Yoh 20:17 ini.
Dengan
demikian jelaslah bahwa Yoh 20:17 ini tidak bisa dijadikan dasar untuk
mengatakan bahwa antara kematian dan kebangkitanNya Yesus tidak naik ke surga.
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ