(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Rabu, tgl 19 Juni 2019, pk 19.00
Pdt.
Budi Asali, M. Div.
f) Kis 20:28
- “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan,
karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan
jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah (Anak)Nya sendiri.”.
Ayat ini salah terjemahan karena kata ‘Anak’ (yang saya coret dan saya
letakkan dalam tanda kurung), sebetulnya tidak ada.
KJV: ‘Take heed therefore unto
yourselves, and to all the flock, over the which the Holy Ghost hath made you
overseers, to feed the church of God, which he hath purchased with his own blood’ [= Karena itu perhatikanlah dirimu sendiri,
dan seluruh kawanan, di atas mana Roh Kudus telah menjadikan kamu penilik, untuk
memberi makan gereja Allah, yang
telah dibeliNya dengan darahNya sendiri].
Catatan: NIV dan NASB
menterjemahkan seperti KJV. RSV = Kitab Suci Indonesia, tetapi pada catatan
kakinya memberikan terjemahan seperti KJV/NIV/NASB.
Dengan demikian kata ‘Nya’ jelas menunjuk kepada kata ‘Allah’ (yang saya garis bawahi), dan sekaligus kata itu pasti menunjuk kepada
Yesus (karena ada kata ‘darah’).
Karena itu jelas bahwa ayat ini menyatakan Yesus sebagai Allah.
Catatan:
kata ‘Allah’ dalam Kis 20:28 ini dalam bahasa Yunaninya adalah TOU THEOU.
Bagian ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
g) Ro
9:5 - “Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias
dalam keadaanNya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia
adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!”.
Catatan:
kata ‘Allah’ dalam Ro 9:5 ini dalam bahasa Yunaninya adalah THEOS. Bagian
ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
h) Tit 2:13
- “dengan menantikan penggenapan
pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah
yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,”.
Bagian
terakhir dari ayat ini (yang saya garis bawahi) memungkinkan 2 cara pembacaan:
1.
(Allah yang Mahabesar) dan (Juruselamat kita Yesus Kristus).
Kalau dipilih pembacaan yang ini, maka ayat ini
membicarakan 2 pribadi, yang pertama adalah ‘Allah yang Mahabesar’, dan yang kedua
adalah ‘Juruselamat
kita Yesus Kristus’. Dengan demikian
ayat ini tidak menunjukkan Yesus sebagai Allah.
2.
(Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita), Yesus Kristus.
Kalau dipilih pembacaan yang ini, maka ayat ini hanya
membicarakan satu pribadi, yaitu ‘Yesus Kristus’, yang digambarkan
sebagai ‘Allah
yang Mahabesar’ maupun sebagai ‘Juruselamat kita’.
NIV
memilih pilihan kedua dan menterjemahkannya sebagai berikut: ‘while
we wait for the blessed hope - the glorious appearing of our great God and
Savior, Jesus Christ’
[= sementara kita menantikan pengharapan yang mulia - penampilan yang mulia dari
Allah kita yang besar dan Juruselamat kita, Yesus Kristus].
Saya
sendiri sepenuhnya setuju dengan terjemahan NIV yang memilih pembacaan
kedua, karena:
Alasan
pertama: Kata ‘appearing’
[= penampilan / pemunculan], yang dalam Kitab Suci Indonesia diterjemahkan ‘penyataan’,
diterjemahkan dari kata bahasa Yunani EPIPHANEIA, yang
selalu
menunjuk pada kedatangan Yesus (bdk. 2Tes 2:8
1Tim 6:14 2Tim 1:10 2Tim
4:1,8), dan tidak
pernah menunjuk kepada Bapa.
2Tes 2:8
- “pada waktu
itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan
membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau
Ia datang kembali.”.
RSV: ‘by his appearing and
his coming.’ [= oleh pemunculanNya dan kedatanganNya].
NASB: ‘by the appearance of
His coming;’ [= oleh pemunculan dari kedatanganNya].
Kata
‘appearing’
/ ‘appearance’
ini diterjemahkan dari kata Yunani EPIPHANEIA.
1Tim 6:14
- “Turutilah
perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga
pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan
diriNya,”.
KJV: ‘until the appearing
of our Lord Jesus Christ:’ [= sampai pemunculan dari Tuhan kita Yesus Kristus].
Kata
‘appearing’
ini diterjemahkan dari kata Yunani EPIPHANEIA.
2Tim 1:10
- “dan yang
sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita
Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan
mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.”.
KJV: ‘by the appearing of
our Saviour Jesus Christ,’ [= oleh pemunculan dari Juruselamat kita Yesus Kristus].
Kata
‘appearing’
ini diterjemahkan dari kata Yunani EPIPHANEIA.
2Tim 4:1
- “Di hadapan
Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku
berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi
penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
KJV: ‘at his appearing’ [= pada
pemunculanNya].
RSV: ‘by his appearing’ [= oleh
pemunculanNya].
Kata
‘appearing’
ini diterjemahkan dari kata Yunani EPIPHANEIA.
2Tim 4:8
- “Sekarang
telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh
Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan
juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.”.
KJV: ‘his appearing’ [= pemunculanNya].
Kata
‘appearing’
ini diterjemahkan dari kata Yunani EPIPHANEIA.
Alasan
kedua: Pembacaan kedua ini sesuai dengan hukum bahasa
Yunani yang diberikan oleh Dana & Mantey, dan juga ahli-ahli bahasa Yunani
yang lain.
Dana
& Mantey mengatakan bahwa bila kata Yunani KAI [=
dan] menghubungkan 2 kata benda dengan case
/ kasus yang sama, dan jika ada kata sandang
yang mendahului kata benda yang pertama, dan kata sandang itu tidak diulangi
sebelum kata benda yang kedua, maka kata benda
yang terakhir selalu berhubungan dengan pribadi yang dinyatakan oleh kata benda
yang pertama. Dengan kata lain, kata benda yang kedua merupakan pengambaran
lebih jauh tentang pribadi itu (‘A Manual Grammar of the Greek New
Testament’, hal 147).
Jadi, rumus ini berlaku kalau 3 syarat ini dipenuhi:
a. Ada 2
kata benda dengan case / kasus yang sama.
b. Kedua
kata benda itu dihubungkan dengan kata penghubung KAI [= dan].
c. Kata
benda pertama mempunyai kata sandang tertentu, sedangkan kata benda kedua tidak.
Catatan:
‘case’ / ‘kasus’ merupakan suatu istilah dalam gramatika bahasa
Yunani.
Gresham
Machen:
“The
noun in Greek has gender, number, and case. ... There are five cases;
nominative, genitive, dative, accusative, and vocative. ... The subject of a
sentence is put in the nominative case. ... The object of a transitive verb is
placed in the accusative case. ... The genitive case expresses possession. ...
The dative case is the case of the indirect object. ... The vocative case is the
case of direct address.”
[= Kata benda dalam bahasa Yunani mempunyai jenis kelamin (laki-laki,
perempuan dan netral), bilangan / jumlah (tunggal dan jamak), dan case
/ kasus. ... Ada lima cases / kasus; nominatif, genitif, datif, akusatif,
dan vokatif. ... Subyek dari suatu kalimat diletakkan dalam kasus nominatif. ...
Obyek dari suatu kata kerja transitif ditempatkan dalam kasus akusatif. ...
Kasus genitif menyatakan kepemilikan. ... Kasus datif adalah kasus dari obyek
tidak langsung. ... Kasus vokatif adalah kasus dari sapaan langsung.] - ‘New Testament Greek For Beginners’, hal 23,24,25.
Tit 2:13
- “Allah
yang Mahabesar (k.b.1) dan (kata
penghubung KAI)
Juruselamat (k.b.
2)
kita Yesus Kristus (pribadi
yang digambarkan)”.
Di
sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive
Case), yaitu ‘Allah
yang Mahabesar’ dan ‘Juruselamat’.
Kedua kata benda itu dihubungkan oleh kata penghubung
KAI [= dan]. Kata benda yang pertama (k. b. 1),
yaitu ‘Allah yang
Mahabesar’
mempunyai definite article / kata sandang (TOU MEGALOU THEOU / the
great God), tetapi kata benda yang kedua (k. b. 2), yaitu ‘Juruselamat’ tidak mempunyainya (SOTEROS).
Kata benda pertama, yaitu ‘Allah yang Mahabesar’
merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus
Kristus’. Maka kata benda kedua, yaitu ‘Juruselamat’ merupakan penggambaran lanjutan
terhadap pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus
Kristus’.
Jadi,
Tit 2:13 ini menggambarkan Yesus Kristus dengan istilah ‘Allah
yang Mahabesar’ maupun ‘Juruselamat’.
Catatan:
kata ‘Allah’ dalam Tit 2:13 ini dalam bahasa Yunaninya adalah TOU THEOU.
Bagian ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
i) Ibr 1:8 -
“Tetapi tentang
(kepada) Anak Ia berkata: ‘TakhtaMu, ya Allah,
tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanMu adalah tongkat
kebenaran.”.
Kata-kata ‘tentang Anak’ seharusnya diterjemahkan ‘kepada
Anak’.
KJV: ‘But
unto the Son he saith’ [= Tetapi kepada Anak Ia berkata].
RSV/NIV/NASB
menterjemahkan seperti Kitab Suci Indonesia.
Calvin (hal 44) menterjemahkan seperti KJV dan
demikian juga dengan John Owen (‘Hebrews:
The Epistle of Warning’, hal 10).
Dan Bible Works 8 menunjukkan bahwa kedua
terjemahan, seperti LAI/RSV/NIV/NASB, maupun seperti KJV/NKJV, memungkinkan.
Saya lebih setuju dengan terjemahan dari KJV
karena kalau dilihat kata-katanya selanjutnya maka memang ayat ini menunjukkan
bahwa Bapa berbicara kepada Anak, bukan tentang Anak.
Jadi, ayat ini menunjukkan bahwa Allah
berbicara kepada Anak / Yesus, dan menyebutNya sebagai ‘Allah’!
Catatan:
kata ‘Allah’ dalam Ibr 1:8 ini dalam bahasa Yunaninya adalah HO THEOS.
Bagian ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
j) 2Pet 1:1
- “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul
Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh
karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”.
Sama seperti Tit 2:13, bagian yang saya garis-bawahi dari ayat ini
memungkinkan untuk dibaca dengan 2 macam pembacaan:
1. “oleh
karena keadilan (Allah) dan (Juruselamat
kita Yesus Kristus).”.
Kalau dibaca seperti ini maka ada 2 Pribadi, yaitu ‘Allah’ dan
‘Juruselamat kita Yesus Kristus’. Maka ayat ini tidak menunjukkan bahwa
Yesus Kristus adalah Allah!
2. “oleh
karena keadilan (Allah dan Juruselamat kita),
Yesus Kristus.”.
Kalau dibaca seperti ini, maka hanya ada satu Pribadi (Yesus Kristus),
yang disebut baik sebagai ‘Allah’ maupun ‘Juruselamat kita’. Maka ayat
ini menunjukkan Yesus Kristus adalah Allah.
Untuk
bisa mengetahui mana pembacaan yang benar, kita lagi-lagi membutuhkan hukum
bahasa Yunani yang telah kita bahas pada pembahasan Tit 2:13 di depan.
2Pet
1:1b - “Allah
(k.b.
1) dan (kata
penghubung KAI)
Juruselamat (k.
b. 2) kita,
Yesus Kristus (pribadi
yang digambarkan)”.
Di
sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive
Case), yaitu ‘Allah’
dan ‘Juruselamat’. Kedua kata benda itu
dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan]. Kata
benda yang pertama (k.b.1), yaitu ‘Allah’ mempunyai kata sandang (TOU THEOU
/ the God), tetapi kata benda yang kedua (k.b.2), yaitu ‘Juruselamat’, tidak
mempunyainya (SOTEROS). Kata benda pertama,
yaitu ‘Allah’
merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus
Kristus’. Maka kata benda kedua, yaitu ‘Juruselamat’ merupakan penggambaran lanjutan
tentang pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus Kristus’.
Jadi,
2Pet 1:1b ini menggambarkan Yesus Kristus dengan istilah ‘Allah’
maupun ‘Juruselamat’.
2Pet 1:1 (NASB): “... by the
righteousness of our God and Savior, Jesus Christ” [= oleh kebenaran Allah
dan Juruselamat kita, Yesus Kristus].
Jadi di sini Yesus disebut dengan istilah ‘Allah
dan Juruselamat kita’.
Catatan: kata ‘Allah’ dalam 2Pet 1:1 ini dalam
bahasa Yunaninya adalah TOU THEOU. Bagian ini secara khusus saya persembahkan
kepada Erastus Sabdono!
k) 1Yoh
5:20 - “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan
telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan
kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup
yang kekal.”.
Calvin
mengatakan bahwa para pengikut Arianisme berusaha untuk menerapkan kalimat
terakhir itu kepada Bapa. Tetapi ada 3 alasan yang tidak memungkinkan hal itu:
1.
Calvin dan A. H. Strong mengatakan bahwa sebutan ‘Allah yang benar’,
dalam kalimat yang terakhir itu, tidak mungkin menunjuk kepada Bapa, karena
sebelumnya Bapa sudah 2 x disebut dengan istilah ‘Yang
benar’.
Masakan sekarang disebut lagi dengan istilah ‘Allah
yang benar’?
2.
Kalimat terakhir itu diawali dengan kata-kata ‘Dia
adalah’. Terjemahan ini agak kurang tepat, karena kata-kata Yunani yang
digunakan adalah HOUTOS ESTIN, yang artinya adalah ‘This
is’ [= Ini adalah].
Kata-kata ini jelas menunjuk kepada ‘orang terakhir’ dari kalimat
sebelumnya, yaitu ‘Yesus
Kristus’.
3.
Adanya sebutan ‘hidup
yang kekal’ pada akhir dari kalimat terakhir itu. Dalam tulisan-tulisannya, Yohanes
memang sangat sering menghubungkan hidup yang kekal dengan Yesus (bdk. Yoh
3:15,16,36 4:14
6:27,40,47,54,68 10:28 1Yoh
5:11-13).
Jadi,
ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah.
Catatan:
kata ‘Allah’ di sini dalam bahasa Yunaninya lagi-lagi adalah HO THEOS.
Bagian ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
l) Wah
1:7-8 - “(7) Lihatlah, Ia datang dengan
awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia.
Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. (8) ‘Aku adalah Alfa dan
Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan
yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”.
Bahkan
dari kalangan penafsir-penafsir Kristen, banyak yang mengatakan bahwa yang
berbicara dalam Wah 1:8 adalah Bapa. Tetapi ay 7 membicarakan tentang
Kristus, dan demikian juga ay 9-20 (Yohanes mendapat penglihatan tentang
Yesus). Jadi, saya setuju dengan William Hendriksen yang mengatakan bahwa yang
berbicara dalam ay 8nya juga pasti adalah Kristus.
William
Hendriksen: “That this glorious title
refers to Christ should not be open to doubt. Both the immediately preceding and
the immediately succeeding context have reference to Christ (see verses
7,13).”
[= Bahwa gelar yang mulia ini menunjuk kepada Kristus tidak boleh diragukan.
Baik kontext yang persis mendahuluinya maupun kontext yang persis sesudahnya
mempunyai hubungan dengan Kristus (lihat ayat-ayat 7,13).]
- ‘More Than Conquerors’, hal 54.
Kalau
memang Kristus yang berbicara dalam ay 8 itu, maka di sini Ia disebut dengan
istilah ‘Tuhan Allah’.
Catatan:
kata ‘Allah’ dalam 1Yoh 5:20 ini dalam bahasa Yunaninya adalah HO THEOS.
Bagian ini secara khusus saya persembahkan kepada Erastus Sabdono!
1)
Bukti bahwa Yesus adalah manusia:
a)
Ia disebut ‘orang’ / ‘seorang manusia’ (Yoh 8:40
Kis 2:22 Ro 5:15 1Kor 15:21).
b)
Ia menyebut diriNya sendiri ‘Anak
Manusia’
(Mat 24:44).
Sama
seperti ‘Anak Allah’ adalah ‘Allah’, maka ‘Anak
Manusia’ adalah ‘manusia’!
Ini
bisa kita gunakan dalam berargumentasi melawan Saksi Yehuwa / Unitarian dengan
cara sebagai berikut: kalau kamu mengatakan bahwa ‘Anak Allah’ bukan Allah,
maka bagaimana dengan ‘Anak Manusia’?
Bukan manusia?
c)
Kitab Suci mengatakan bahwa Ia telah menjadi manusia / daging (Yoh 1:14
1Tim 3:16 Ibr 2:14
1Yoh 4:2).
Yoh 1:14
- “Firman
itu telah menjadi manusia [KJV:
‘flesh’ {= daging}], dan diam di antara kita, dan kita
telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai
Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”.
1Tim 3:16
- “Dan
sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diriNya
dalam rupa manusia [KJV:
‘flesh’ {= daging}], dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan
diriNya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak
mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.’”.
Ibr
2:14 - “Karena
anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama
dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh
kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;”.
1Yoh
4:2 - “Demikianlah
kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah
datang sebagai manusia [KJV:
‘flesh’ {= daging}], berasal dari Allah,”.
Dalam
Yoh 1:14 1Tim 3:16 dan
1Yoh 4:2 sebetulnya terjemahan hurufiahnya bukanlah ‘manusia’ tetapi
‘daging’. Ini merupakan suatu synecdoche
[= gaya bahasa dimana yang sebagian mewakili seluruhnya], yang bukan hanya
menunjuk pada daging / tubuh manusia, tetapi pada seluruh manusia. Dengan
demikian ayat-ayat tersebut tidak boleh diartikan bahwa Kristus hanya mempunyai
tubuh manusia tetapi tidak mempunyai jiwa / roh manusia.
d)
Kitab Suci menggambarkan Kristus sebagai seseorang yang:
1.
Mempunyai tubuh (darah, daging, dan tulang) dan jiwa / roh.
a.
Bahwa Kristus betul-betul mempunyai tubuh (darah, daging, tulang)
ditunjukkan oleh ayat-ayat seperti Mat 26:26,28
Luk 24:39 Ibr 2:14.
Mat 26:26,28
- “(26) Dan ketika mereka sedang makan,
Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya
kepada murid-muridNya dan berkata: ‘Ambillah, makanlah, inilah
tubuhKu.’ ... (28) Sebab inilah darahKu,
darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”.
Luk 24:39
- “Lihatlah
tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini;
rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu
(seharusnya
‘roh’) tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada
padaKu.’”.
Ibr
2:14 - “Karena
anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging,
maka Ia juga menjadi sama dengan mereka
dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan
dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;”.
b.
Bahwa Kristus mempunyai jiwa / roh ditunjukkan oleh:
(1)Ayat-ayat
seperti:
(a)Mat 26:38 - “lalu
kataNya kepada mereka: ‘HatiKu sangat
sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan
Aku.’”.
Dalam
Mat 26:38 ini kata ‘hati’
seharusnya adalah ‘jiwa’ (bahasa Yunani: PSUKHE).
(b)Mat 27:50 - “Yesus
berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawaNya.”.
Luk 23:46
- “Lalu
Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.’
Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawaNya.”.
Dalam
Mat 27:50 dan Luk 23:46, kata ‘nyawa’
seharusnya adalah ‘roh’ (bahasa Yunani: PNEUMA).
(c)Yoh 11:33 - “Ketika
Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang
bersama-sama dia, maka masygullah hatiNya.
Ia sangat terharu dan berkata:”.
Dalam
Yoh 11:33 kata ‘hati’
seharusnya adalah ‘roh’ (bahasa Yunani: PNEUMA).
(d)Yoh 12:27 - “Sekarang
jiwaKu terharu dan apakah yang akan
Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku
datang ke dalam saat ini.”.
Dalam
Yoh 12:27 Kitab Suci Indonesia memberikan terjemahan yang benar, yaitu ‘jiwaKu’.
(e)Yoh 13:21 - “Setelah
Yesus berkata demikian Ia sangat terharu,
lalu bersaksi: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan
menyerahkan Aku.’”.
Dalam
Yoh 13:21 terjemahan hurufiah dari kata-kata yang saya garis-bawahi adalah:
‘was troubled in spirit’ [=
terganggu / susah dalam roh].
(f)1Yoh 3:16 - “Demikianlah
kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya
untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara
kita.”.
Dalam
1Yoh 3:16 kata ‘nyawa’
seharusnya adalah ‘jiwa’.
(2)Adanya pikiran, perasaan dan kehendak manusia.
(a)Pikiran manusia.
Mat 24:36
- “Tetapi
tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di
sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa
sendiri.’”.
Luk 2:40,52
- “(40) Anak itu bertambah besar dan
menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya. ... (52) Dan
Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya
dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”.
(b)Perasaan manusia.
Mat 8:10
- “Setelah
Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan
berkata kepada mereka yang mengikutiNya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang
Israel.”. Bdk. Luk 7:9.
Mat 9:36
- “Melihat
orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas
kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti
domba yang tidak bergembala.”.
Mat 26:37,38
- “(37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua
anak Zebedeus sertaNya. Maka mulailah Ia merasa sedih
dan gentar, (38) lalu kataNya kepada mereka:
‘HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah
dengan Aku.’”.
Mark
3:5 - “Ia
berdukacita karena kedegilan mereka dan
dengan marah Ia memandang sekelilingNya kepada mereka lalu Ia berkata kepada
orang itu: ‘Ulurkanlah tanganmu!’ Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah
tangannya itu.”.
Mark 6:6
- “Ia
merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.”.
Yoh 11:33,35
- “(33) Ketika Yesus melihat Maria
menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah
hatiNya. Ia sangat terharu dan berkata: ...
(35) Maka menangislah Yesus.”.
Yoh 12:27
- “Sekarang
jiwaKu terharu dan apakah yang akan
Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku
datang ke dalam saat ini.”.
(c)Kehendak manusia (Mat 26:39).
Mat 26:39
- “Maka
Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: ‘Ya BapaKu, jikalau sekiranya
mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki,
melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’”.
Adanya
pikiran, perasaan dan kehendak manusia dalam diri Yesus ini jelas menunjukkan
adanya jiwa / roh manusia.
Karena
sebelum inkarnasi Allah Anak sudah adalah Roh, maka dengan adanya tambahan roh
manusia Yesus ini, jelas kita harus mempercayai bahwa Yesus Kristus, setelah
inkarnasi dan seterusnya, mempunyai 2 roh, Ilahi dan manusia!
2.
Mengalami pertumbuhan / perkembangan.
Luk 2:40,52
- “(40) Anak itu bertambah besar dan
menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya. ... (52) Dan
Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia.”.
3.
Mengalami segala sesuatu yang dialami oleh manusia-manusia yang lain
(kecuali dalam hal melakukan dosa), seperti: lahir (Luk 2:7), lapar (Mat 4:2),
haus (Yoh 4:7 Yoh 19:28),
letih (Yoh 4:6), tidur (Mat 8:24), penderitaan (Ibr 2:10,18
Ibr 5:8), dan mati (Yoh 19:30).
e)
Ayat-ayat seperti Ro 8:3 Fil 2:7-8 Ibr 2:14-17 jelas menunjukkan bahwa Yesus
sungguh-sungguh adalah manusia.
Ro 8:3
- “Sebab
apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging,
telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus
AnakNya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa
karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam
daging,”.
Fil 2:7-8
- “(7)
melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil
rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (8) Dan dalam
keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai
mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”.
Ibr 2:14-17
- “(14) Karena anak-anak itu adalah
anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi
sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya
oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; (15)
dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya
berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (16) Sebab
sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham
yang Ia kasihani. (17) Itulah sebabnya, maka dalam
segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia
menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk
mendamaikan dosa seluruh bangsa.”.
Jadi,
saya memberikan 5 point yang menunjukkan Yesus adalah manusia. Tetapi camkan
ini: 5 point ini merupakan bukti bahwa Yesus adalah manusia, tetapi bukan
merupakan bukti bahwa Dia hanyalah semata-mata manusia, dan bukannya Allah.
Karena sebelum membuktikan kemanusiaan Yesus, saya telah lebih dulu membuktikan
keilahian Yesus!
Jadi,
sebelum inkarnasi, Yesus hanyalah Allah saja (100 % Allah, 0 % manusia); tetapi
setelah inkarnasi dan seterusnya, Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan
sungguh-sungguh manusia (100 % Allah dan 100 % manusia) dalam satu Pribadi!
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube: