(Rungkut Megah
Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 22 Juli 2012, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
http://www.golgothaministry.org
Kitab kehidupan(2)
Wah 17:8 - “Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada,
ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka
yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab
kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa
binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi”.
Wah 13:8 - “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap
orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab
kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih”.
2) Penulisan nama dalam kitab kehidupan
sudah dilakukan sejak dunia belum dijadikan!
Kalau
tadi kita sudah mendengar bahwa kitab kehidupan itu mencatat nama-nama
orang-orang yang percaya kepada Yesus, maka logikanya kita juga harus
beranggapan bahwa penulisan nama terjadi pada saat seseorang percaya kepada
Yesus (seperti yang diajarkan oleh Pdt. Jusuf B. S. di atas).
Tetapi
ternyata tidak demikian! Kitab Suci mengajar bahwa Tuhan bukannya baru
menuliskan nama seseorang di dalam kitab itu pada waktu orang itu bertobat /
percaya kepada Yesus! Nama seseorang sudah tertulis atau tidak tertulis dalam
kitab kehidupan sejak dunia belum
dijadikan.
Ini
bisa terlihat dalam 2 ayat Kitab Suci yaitu Wah 13:8 dan Wah 17:8.
a)
Wah 17:8 - “Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada,
ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka
yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak
dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang
itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi”.
Adam
Clarke tak memberi komentar apapun tentang kata-kata ‘sejak
dunia dijadikan’.
Lenski
(tentang Wah 17:8): “The
fact that the names of the earth dwellers who admire the supposedly invincible
beast have not been written in the Lamb’s Book of the Life we have seen in
13:8, where also the phrase ‘from (the) world’s foundation’ is
discussed” (= Fakta bahwa nama-nama dari penghuni-penghuni bumi yang
mengagumi binatang yang dianggap tak terkalahkan telah tidak ditulis dalam Kitab
Kehidupan Anak Domba telah kita lihat dalam 13:8, dimana juga ungkapan ‘sejak
dunia dijadikan’ didiskusikan).
Tentang
Wah 17:8 ini, William Barclay, yang bukanlah seorang Calvinist, menafsirkan
arti ungkapan itu dengan berkata:
“The
meaning would then be that God has chosen his own from before the beginning of
time, and nothing in life or in death, nothing in time or eternity, nothing
that the Devil or the Roman Empire can ever do can pluck them from his hand” (= Artinya adalah bahwa Allah telah
memilih milikNya sejak sebelum permulaan waktu, dan tidak ada sesuatupun
dalam kehidupan atau kematian, tidak ada sesuatupun dalam waktu atau kekekalan,
tidak ada sesuatupun yang bisa dilakukan oleh Setan atau Kekaisaran Romawi yang
bisa mengambil mereka dari tanganNya) - hal 96.
Leon
Morris (tentang Wah 17:8): “The
reminder that this goes back to the foundation of the world is a reminder of
God’s eternal purpose” (= Mengingatkan bahwa hal ini sudah ada pada
penjadian dunia adalah mengingatkan tentang Rencana Allah yang kekal) - ‘Tyndale New Testament Commentary’, hal 209.
Barnes’
Notes (tentang Wah 17:8):
“‘Whose
names were not written in the book of life from the foundation of the world.’
... The idea seems to be, that those whose names are written in the book of
life, or who are truly the friends of God, would not be drawn off in admiration
of the beast, or in rendering homage to it” (= ‘Nama-nama itu tidak ditulis dalam kitab kehidupan sejak dunia
dijadikan’. ... Kelihatannya gagasannya adalah bahwa mereka yang nama-namanya
tertulis dalam kitab kehidupan, atau yang sungguh-sungguh adalah sahabat-sahabat
Allah, tidak akan ditarik dalam kekaguman terhadap binatang itu, atau dalam
memberikan penghormatan / penyembahan kepadanya).
b)
Wah 13:8 - “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap
orang yang namanya tidak tertulis sejak
dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah
disembelih”.
Hal
yang perlu kita ketahui tentang Wah 13:8 ini adalah bahwa dalam bahasa
Yunaninya, kata-kata ‘sejak dunia dijadikan’ mempunyai 2 kemungkinan:
1. Dihubungkan dengan ‘penulisan
dalam kitab kehidupan’.
Ini
sesuai dengan terjemahan Kitab Suci Indonesia, dan juga RSV, NASB, dan ASV.
Kalau dipilih arti ini, maka Wah 13:8 ini menjadi seperti Wah 17:8.
Lenski
(tentang Fil 4:3): “All
God’s children are written in the Book of life. ... Thus the expression Book
of life may be used with reference to our justification: when we are justified,
our names are written in the Book of life.
Yet Rev. 13:8 goes back to eternity: ‘from the foundation of the
world.’ So we may refer the expression also to our eternal election (Eph.
1:4), but always as making Christ ‘the true Book of life’ (C.
Tr. 1067, 13). ‘Thus the entire Holy
Trinity, God Father, Son, and Holy Ghost, directs all men to Christ, as to the
Book of life, in whom they should seek the eternal election of the Father”
[= Semua anak-anak Allah ditulis dalam Kitab kehidupan. ... Jadi ungkapan
‘kitab kehidupan’ bisa digunakan berhubungan dengan pembenaran kita: pada
saat kita dibenarkan, nama-nama kita ditulis dalam Kitab kehidupan. Tetapi
Wah 13:8 kembali pada kekekalan: ‘sejak dunia dijadikan’. Maka kita
bisa menghubungkan ungkapan ini juga pada pemilihan kekal (Ef 1:4), tetapi
selalu membuat Kristus sebagai ‘Kitab kehidupan yang sejati’ (C. Tr. 1067,
13). ‘Maka seluruh Tritunggal yang Kudus, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus,
mengarahkan semua manusia kepada Kristus, seperti kepada Kitab kehidupan, dalam
siapa mereka harus mencari pemilihan kekal dari
Bapa].
Catatan:
a.
Saya tak setuju kalau kitab kehidupan menunjuk kepada Kristus; dan saya
tak menjumpai penafsir lain, kecuali Lenski, yang mengartikan seperti itu.
b.
Lenski juga menghubungkan kitab kehidupan dengan pemilihan kekal.
Bdk.
Ef 1:4 - “Sebab
di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum
dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya”.
Tetapi
perhatikan juga pandangan Arminian Lenski yang mengatakan bahwa kita harus ‘mencari pemilihan kekal dari Bapa’! Ini jelas menunjuk pada ‘Conditional
Election’ (= Pemilihan yang bersyarat), yang menurut saya merupakan
pemikiran dari orang yang tidak punya logika!
Bandingkan
dengan kata-kata John Owen di bawah ini.
John
Owen: “Is
it not because such propositions as these, ‘Believe, Peter, and continue in
the faith unto the end, and I will choose thee before the foundation of the
world,’ are fitter for the writings of the Arminians than the word of God?”
(= Bukankah karena pernyataan seperti ini ‘Percayalah Petrus, dan bertekunlah
dalam iman sampai akhir, dan Aku akan memilih engkau sebelum dunia dijadikan’,
lebih cocok untuk tulisan-tulisan Arminian dari pada Firman Allah?) - ‘The
Works of John Owen’, vol 10, hal 55.
2. Dihubungkan dengan ‘penyembelihan
Anak Domba’.
Ini
sesuai dengan KJV yang menterjemahkan: ‘...
whose names are not written in the book of life of the Lamb slain from the
foundation of the world’ (= ... yang namanya tidak tertulis dalam
kitab kehidupan dari Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan).
NIV
dan NKJV menterjemahkan seperti KJV.
Adam
Clarke (tentang Wah 13:8): “‘Slain
from the foundation of the world.’ ... as Jesus Christ was in the divine
purpose appointed from the foundation of the world to redeem man by his blood,
he therefore is, in a very eminent sense, the Lamb slain from the foundation of
the world, i.e. from the creation” (= ‘Disembelih sebelum dunia
dijadikan’. ... karena Yesus Kristus ditetapkan dalam rencana ilahi sebelum
dunia dijadikan untuk menebus manusia oleh darahNya, karena itu Ia adalah, dalam
arti yang sangat menonjol, Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan,
yaitu sejak penciptaan).
Lenski
(tentang Wah 13:8): “Commentators
debate as to whether they should construe, ‘having been slain from the
foundation of the world,’ leaving together what the text places together, or,
‘has been written … from the foundation of the world,’ placing the phrase
across all that intervenes. Appeal is made to 17:8 where the phrase does modify
‘has been written.’ But when many, like the American Committee of the R. V.,
settle the matter in this manner, they overlook the fact that 17:8 has only
‘the Book of the Life’ and not also the genitive, ‘of the Lamb, the one
having been slain.’ Moreover, there is 1 Pet. 1:19, 20: the precious blood of
the Lamb ‘who verily was foreordained before the foundation of the world’;
compare John 17:24. To this add Eph. 1:4: God ‘elected us in connection with
him (ἐν
αὐτῷ, in Christ)
before the foundation of the world.’”
[= Para penafsir berdebat berkenaan apakah mereka harus menafsirkan ‘telah
disembelih sejak dunia dijadikan’, membiarkan / menyerahkan sama sekali apa
yang text itu tempatkan bersama-sama, atau, ‘telah ditulis ... sejak dunia
dijadikan’, dengan menempatkan ungkapan itu menyeberangi semua yang ada di
antaranya. Acuan untuk otoritas dibuat pada 17:8 dimana ungkapan itu memang
memodifikasi kata-kata ‘telah ditulis’. Tetapi ketika banyak, seperti Komisi
Amerika dari Revised Version, membereskan persoalan ini dengan cara ini, mereka
mengabaikan fakta bahwa 17:8 hanya mempunyai ‘Kitab Kehidupan’ dan tidak
juga mempunyai bentuk genitif ‘dari Anak Domba, yang telah disembelih’.
Lebih lagi, di sana ada 1Pet 19,20: darah yang mahal dari Anak Domba ‘yang
telah ditentukan lebih dulu sebelum dunia dijadikan’; bandingkan Yoh 17:24.
Pada hal ini tambahkan Ef 1:4: Allah ‘memilih kita dalam hubungan dengan Dia (ἐν
αὐτῷ,
dalam Kristus) sebelum dunia dijadikan’].
Catatan:
Dalam
bahasa Yunaninya memang urut-urutan kata-katanya adalah ‘ditulisnya
nama dalam kitab kehidupan Anak Domba yang telah disembelih sebelum dunia
dijadikan’. Jadi, penafsiran pertama menafsirkan sesuai dengan urut-urutan
itu, tetapi penafsiran kedua menghubungkan ‘sebelum
dunia dijadikan’ dengan ‘ditulisnya
nama dalam kitab kehidupan’ dan meloncati apa yang ada di tengah-tengahnya
(‘Anak Domba’). A. T. Robertson,
ahli bahasa Yunani top abad 20, menganggap kedua penterjemahan sebagai
memungkinkan, sekalipun ia sendiri lebih setuju dengan yang pertama. Lenski
sendiri di sini menyetujui yang pertama, dan ini bertentangan dengan
pandangannya sendiri dalam penafsirannya tentang Fil 4:3 (lihat di atas).
William
Barclay (lebih-lebih orang-orang Reformed) memilih pandangan yang pertama,
dengan berkata: “We
have in these two translations two equally precious truths. But, if we must
choose, we must choose the first, because there is no doubt that is the way in
which John uses the phrase when he repeats it in Revelation 17:8” (= Dalam
kedua terjemahan ini kita mempunyai dua kebenaran yang sama berharga. Tetapi,
jika kita harus memilih, kita harus memilih yang pertama, karena tidak ada
keraguan bahwa demikianlah Yohanes menggunakan ungkapan itu ketika ia
mengulanginya dalam Wahyu 17:8)
- hal 96.
William Hendriksen: “But even in these most dreadful days that shall precede
Christ’s second coming there will be believers on earth, those whose names
have been written from eternity in the Lamb’s book of life (cf. 17:8).
Because of the fact that God has elected them from eternity to salvation in
sanctification of the Spirit and belief in the truth (2 Thes. 2:13), these
individuals cannot perish. The government of antichrist may destroy their
bodies, but it cannot destroy their souls. Let believers wait patiently for this
time of severest tribulation, knowing that all things are included in God’s
decree; ... It is not Satan but God who rules supreme” [= Tetapi bahkan
pada hari-hari / masa yang paling menakutkan ini, yang akan mendahului
kedatangan Kristus yang keduakalinya, di sana akan ada orang-orang percaya di
bumi, mereka yang namanya telah ditulis dari kekekalan dalam kitab kehidupan
Anak Domba (bdk. 17:8). Karena fakta bahwa Allah telah memilih mereka sejak
kekekalan pada keselamatan dalam pengudusan dari Roh dan kepercayaan pada
kebenaran (2Tes 2:13), individu-individu ini tidak bisa binasa. Hendaklah
orang-orang percaya menunggu dengan sabar untuk waktu kesukaran besar ini,
dengan mengetahui bahwa segala sesuatu tercakup dalam ketetapan / dekrit Allah;
... Bukan Iblis, tetapi Allah, yang memegang pemerintahan tertinggi] - ‘More
Than Conquerors’, hal 147.
Catatan:
a. Untuk
kalimat yang saya garis-bawahi itu William Hendriksen memberikan catatan kaki
yang berbunyi sebagai berikut: “The words ‘from the foundation of the
world’ modify ‘written’, as in ASV” (= Kata-kata ‘sejak dunia
dijadikan’ memodifikasi ‘ditulis’, seperti dalam ASV) - hal 147
(footnote).
b. Sekalipun
kalau dilihat dari sudut bahasa Yunani kedua penafsiran di atas memungkinkan,
tetapi saya berpendapat bahwa kalau dilihat kontextnya, penafsiran pertama lebih
cocok, karena kontext memang menunjukkan penganiayaan terhadap orang-orang
Kristen pada jaman sang Anti Kristus, dan adanya banyak orang Kristen yang
murtad dan mengikuti sang Anti Kristus, dan bagian ini merupakan penghiburan
bagi orang-orang Kristen yang setia dan sedang menderita. Kalau dikatakan bahwa
Kristus disembelih sejak dunia dijadikan, apa penghiburannya? Tetapi kalau
dikatakan bahwa orang-orang yang murtad dan mengikut sang Anti Kristus itu
memang tak ditulis dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, yang menunjukkan
bahwa mereka memang adalah orang-orang yang ditentukan untuk binasa (reprobate),
maka itu memang merupakan penghiburan. Mengapa ini bisa merupakan penghiburan?
·
Karena pada waktu kita
melihat banyak orang Kristen murtad, itu menjadikan kita sedih. Tetapi kalau
kita tahu bahwa hal itu terjadi karena memang sudah ditetapkan, itu memberikan
penghiburan kepada kita. Ada banyak contoh yang serupa:
*
Pada waktu membicarakan
penganiayaan dan kemurtadan pada akhir jaman (Mat 24:9-dst), Yesus lalu
mengatakan bahwa orang-orang pilihan tidak bisa disesatkan (Mat 24:24).
*
Pada waktu Yesus
memberitahukan bahwa salah seorang muridNya akan menyerahkan / mengkhianatiNya,
para murid menjadi sedih (Mat 26:21-22), dan Yesus menyatakan bahwa hal itu
sudah dinubuatkan (Mat 26:24), atau dengan kata lain, sudah ditetapkan oleh
Allah (Luk 22:22).
*
Dalam surat 2Petrus, pada
waktu Petrus membicarakan nabi-nabi palsu dan orang-orang yang mengikuti mereka
(2Pet 2:1-2), ia menekankan bahwa neraka memang sudah disediakan bagi mereka
(2Pet 2:3b,17), yang tidak terlalu berbeda dengan mengatakan bahwa mereka
adalah orang-orang yang sudah ditentukan untuk binasa (reprobate).
*
Demikian juga Yudas, pada
waktu membicarakan tentang nabi-nabi palsu (Yudas 4-dst), menekankan bahwa
neraka sudah tersedia bagi mereka (Yudas 13), yang lagi-lagi tidak terlalu
berbeda dengan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang ditentukan untuk
binasa (reprobate).
·
Juga, nama-nama orang yang
mengikuti sang Anti Kristus itu ‘tak ditulis sejak dunia dijadikan’ secara implicit menunjukkan bahwa nama-nama orang
kristen yang sejati ‘sudah ditulis sejak dunia dijadikan’, yang berarti bahwa mereka adalah orang-orang pilihan dan karena itu
tidak mungkin bisa ikut murtad sehingga akhirnya binasa. Bdk. Mat 24:24
- “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka
akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga”.
Catatan:
perlu diingat bahwa andaikatapun yang benar dari dua kemungkinan tentang
penafsiran Wah 13:8 ini adalah yang kemungkinan yang kedua, tetap ada Wah 17:8
yang terjemahannya tidak diragukan, dan jelas-jelas berbicara bahwa
tertulisnya / tidak tertulisnya nama dalam kitab kehidupan itu sudah dilakukan
sejak dunia dijadikan!
Memang
kalau kita melihat Wah 13:8 dan Wah 17:8 di atas, kita melihat bahwa
kedua ayat itu berbicara tentang orang yang namanya tidak tertulis
dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan. Tetapi bukankah merupakan sesuatu
yang aneh untuk mengatakan bahwa ‘nama
seseorang tidak tertulis dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan’?
Bukankah cukup untuk mengatakan ‘tidak
tertulis’ atau ‘tidak pernah
tertulis’? Karena itu, adanya kata-kata ‘tidak tertulis sejak dunia dijadikan’, secara implicit /
tidak langsung menunjukkan sebaliknya, yaitu bahwa orang yang namanya ada /
tertulis dalam kitab kehidupan, juga sudah tercatat di dalam kitab
kehidupan itu sejak dunia belum dijadikan.
Bahwa
nama seseorang sudah tertulis atau tidak tertulis dalam kitab kehidupan
sebelum dunia dijadikan, jelas menunjukkan bahwa selamat atau tidaknya
seseorang sudah ditentukan sejak dunia belum dijadikan. Inilah Predestinasi!
Lenski
(tentang Wah 20:12): “All that
is said in regard to the books and the book and their being opened is figurative
and indicates the infallibility of the omniscient Judge on this great white
(holy) throne ... In this book Calvinism finds its decree of absolute
election” [= Semua yang dikatakan tentang kitab-kitab dan kitab ini
dan pembukaan kitab-kitab itu bersifat simbolis dan menunjukkan
ketidak-bisa-bersalahan dari Hakim yang maha tahu pada takhta putih (kudus)
besar ... Dalam kitab ini Calvinisme menemukan dekrit / ketetapannya tentang
pemilihan mutlak].
Catatan:
Lenski hanya menyatakan bahwa ini merupakan pandangan dari Calvinisme; jadi
tidak berarti bahwa itu adalah pandangan dia sendiri.
Calvin
(tentang Maz 69:29):
“the book of life being nothing else than the eternal purpose of God, by
which he has predestinated his own people to salvation” (= kitab kehidupan
bukan lain dari pada rencana kekal Allah, dengan mana Ia telah
mempredestinasikan umatNya kepada keselamatan) - hal 73.
Calvin
(tentang Kel 32:32):
“By ‘the book,’ in which God is said to have written His elect, must
be understood, metaphorically, His decree” (= Dengan kata
‘kitab’, dalam mana dikatakan Allah telah menuliskan orang-orang pilihanNya,
harus dimengerti, secara simbolis, ketetapanNya) - hal 361-362.
Calvin
(tentang Luk 10:20):
“As it was the design of Christ to withdraw his disciples from a
transitory joy, that they might glory in eternal life, he leads them to its
origin and source, which is, that they were chosen by God and adopted as his
children. ... The metaphorical expression, ‘your names are written in
heaven,’ means, that they were acknowledged by God as His children and heirs, as
if they had been inscribed in a register” (= Karena tujuan Kristus
adalah untuk menarik murid-muridNya dari sukacita yang fana / tidak kekal,
supaya mereka bisa bermegah dalam kehidupan yang kekal, Ia memimpin mereka
kepada asal usul dan sumber dari keselamatan itu, yaitu bahwa mereka telah
dipilih oleh Allah dan diadopsi menjadi anak-anakNya. ... Ungkapan yang bersifat
simbolis ‘namamu tertulis di surga’ berarti bahwa mereka diakui oleh
Allah sebagai anak-anak dan pewaris-pewarisNya, seakan-akan mereka telah
dituliskan dalam sebuah daftar / catatan) - hal 34-35.
B.
B. Warfield:
“Book of life ..., which is
certainly a symbol of Divine appointment to eternal life revealed in and
realized through Christ” (= Kitab kehidupan ..., yang merupakan simbol
dari penetapan pada kehidupan kekal yang dinyatakan dalam Kristus dan diwujudkan
melalui Kristus) - ‘Biblical and
Theological Studies’, hal 306.
John
Owen: “This book of life is no other
but the roll of God’s elect, immutable designation of them unto grace and
glory” (= Kitab Kehidupan ini bukan lain dari daftar nama orang-orang
pilihan Allah, penandaan yang kekal terhadap mereka kepada kasih karunia dan
kemuliaan) - ‘Hebrews’, vol 7,
hal 341.
Dengan
mengatakan bahwa kitab kehidupan ini adalah suatu simbol, kelihatannya baik
Calvin, Warfield, maupun Owen, tidak mempercayai bahwa kitab seperti itu
betul-betul ada. Ini cuma suatu simbol yang menunjukkan bahwa orang-orang
pilihan itu sudah tertentu dan mereka pasti akan selamat. Tidak mungkin terjadi
kesalahan dalam hal ini, karena Allah itu maha tahu dan tidak mungkin salah.
Kalau
Allah bisa pikun / lupa, maka Ia pasti betul-betul membutuhkan suatu kitab
supaya jangan sampai salah. Tetapi karena Allah itu maha tahu, jelas bahwa Ia
tidak membutuhkan semua itu. Jadi kitab kehidupan hanya merupakan simbol, yaitu
simbol dari predestinasi, dan dalam fakta hurufiahnya, tidak ada kitab seperti
itu. Yang ada adalah predestinasi, baik pemilihan orang-orang yang akan selamat
(election), maupun penentuan
orang-orang yang akan binasa (reprobation).
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali