Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 1 Agustus 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kharismatik 9

 

NGGEBLAK / TUMBANG DALAM ROH

 

Dalam banyak gereja / persekutuan kharismatik sering terjadi adanya orang yang ditumpangi tangan, lalu orang itu jatuh pingsan (ke depan / ke belakang):

1.   Ada yang hanya sekedar ikut-ikutan / pura-pura.

2.   Ada yang jatuh karena didorong oleh orang yang menumpangi tangan.

3.   Ada yang betul-betul jatuh karena pingsan / kehilangan kesadarannya.

 

I) Pandangan Kharismatik.

 

1)   Hal ini (nggeblak) terjadi pada saat orang itu menerima baptisan / pengurapan Roh Kudus. Bisa terjadi dalam kelompok ataupun secara pribadi. Perhatikan kutipan di bawah ini:

“....hal ‘tumbang dalam Roh’, yang terjadi pada saat seseorang itu menerima baptisan / pengurapan Roh Kudus, baik orang percaya tsb menerimanya melalui penumpangan tangan dari seorang hamba Tuhan ataupun tidak. Tumbang dalam Roh yang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan ‘slain in the Spirit’, terjadi bisa dalam suatu kelompok (orang banyak) di dalam kebaktian persekutuan umum atau pada kebaktian di gereja, juga pada pelayanan-pelayanan pribadi” (‘Warta Bethany’ edisi no. 30, hal 3, kol 1).

 

2)   Ada orang Kharismatik yang berpendapat bahwa hal ini harus terjadi setidaknya 2-3 minggu sekali, bahkan ada yang berkata bahwa hal itu harus terjadi sesering mungkin.

 

John F. MacArthur Jr. menuliskan pembicaraannya dengan seorang Kharismatik sebagai berikut:

“I have talked with one charismatic who said: ‘Oh, Yes, it’s vital to be slain in the Spirit. In fact, you should never go for more than 2 or 3 weeks without being slain in the Spirit’. Another fellow told me that there are no limits to it. It becomes a con­test to see who can get ‘slain’ the most often.” [= Saya telah berbicara dengan seorang kharismatik yang berkata: ‘O ya, adalah merupakan sesuatu yang vital / penting untuk tumbang / rebah di dalam Roh. Bahkan kamu tidak boleh hidup lebih dari 2 atau 3 minggu tanpa tumbang / rebah di dalam Roh’. Seorang lain berkata kepada saya bahwa tidak ada batasan terhadap hal itu. Itu menjadi suatu pertandingan untuk melihat siapa yang bisa tumbang / rebah paling sering.] - ‘The Charismatics’, hal 31.

 

3)   Ada orang Kharismatik lain yang berkata bahwa ‘nggeblak itu enak, karena dari Roh Kudus’.

 

4)   Ada yang mengatakan bahwa hal itu akan didahului dengan tanda-tanda seperti bibir bergetar, adanya semacam aliran listrik, air mata yang tidak dapat ditahan, getaran pada badan, sentuhan kuat, sehingga akhirnya jatuh.

 

‘Pada saat seperti itu, bagi seseorang Kuasa Tuhan dirasakan sehingga bibir yang terus-menerus bergetar dengan tidak dapat ditahan. Bagi orang yang lain, Kuasa Tuhan dapat dirasakan seolah-olah ada aliran listrik yang mengalir dari ujung kepala terus bergerak sampai ke ujung kaki. Pengalaman lain yang dapat terjadi yaitu mengalirnya air mata yang tidak terbendung, dan terus-menerus membasahi pipi. Ada pula dirasakan sebagai adanya getaran- getaran pada badan yang terus-menerus. Dan Kuasa Tuhan dapat juga dirasakan sebagai adanya suatu sentuhan yang kuat, sehingga kita tidak sanggup bertahan, dan akhirnya jatuh dan terlentang di lantai’ (‘Warta Bethany’ Edisi no. 30, hal 3, kol 3).

 

Ayat-ayat Kitab Suci yang dipakai sebagai dasar:

 

1)   Daniel 10:7-9.

 

Dan 10:7-9 - “(7) Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; (8) demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. (9) Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah..

 

“Dari ayat ini kita mengetahui bahwa bagaimana Kuasa Roh Kudus dapat membuat Daniel tak berdaya, tak mempunyai tenaga lagi., sehingga ia terjatuh, tertelungkup dengan muka ke tanah ..... Disini kita juga ketahui bahwa oleh karena Kuasa Roh Kudus, seseo­rang dapat terjatuh bukan ke arah belakang, tetapi terjatuh ke depan” (‘Warta Bethany’ edisi no. 30, hal 3 kol 1,2).

 

2)   2Taw 5:1-14 (khususnya ay 13,14).

 

2Taw 5:1-14 - “(1) Maka selesailah segala pekerjaan yang dilakukan Salomo untuk rumah TUHAN itu. Kemudian Salomo memasukkan barang-barang kudus Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah. (2) Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion. (3) Maka pada hari raya di bulan ketujuh berkumpullah di hadapan raja semua orang Israel. (4) Setelah semua tua-tua orang Israel datang, maka orang-orang Lewi mengangkat tabut itu. (5) Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. (6) Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. (7) Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; (8) jadi kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas. (9) Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini. (10) Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh yang ditaruh Musa ke dalamnya di gunung Horeb, ketika TUHAN mengikat perjanjian dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir. (11) Lalu para imam keluar dari tempat kudus. Para imam yang ada pada waktu itu semuanya telah menguduskan diri, lepas dari giliran rombongan masing-masing. (12) Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. (13) Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.’ Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, (14) sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah..

 

Tentang text Kitab Suci ini dikatakan:

“Oleh karena awan kemuliaan Tuhan, maka para imam-imam itu tidak tahan berdiri..... ‘the priest could not stand’....tidak sanggup berdiri adalah berarti tumbang atau terkulai dalam kemuliaan Tuhan atau tumbang dalam Roh”.

 

2Taw 7:3 - Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.’.

 

Sedangkan tentang 2Taw 7:3 dikatakan sebagai berikut:

“Dengan demikian tidak saja para imam yang tumbang dalam Roh, oleh karena kemuliaan Tuhan, tetapi juga ‘segenap orang Israel’ atau segenap umat Tuhan dapat tumbang dalam Roh” (‘Warta Bethany’ edisi no. 30, hal 3 kol 2).

 

3)   Wah 1:10-17, khususnya ay 17, yang menunjukkan bahwa ketika melihat Yesus, rasul Yohanes tersungkur di depan kaki Yesus sama seperti orang mati.

 

Wah 1:10-18 - “(10) Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, (11) katanya: ‘Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.’ (12) Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. (13) Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. (14) Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api. (15) Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah. (16) Dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. (17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, (18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut..

 

4)   Yoh 18:1-6, khususnya ay 6, yang menunjukkan bahwa pada waktu Yesus berkata ‘Akulah Dia’, maka orang-orang yang mau menangkap Yesus mundur dan jatuh ke tanah.

 

Yoh 18:1-6 - “(1) Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-muridNya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-muridNya. (2) Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-muridNya. (3) Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. (4) Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diriNya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?’ (5) Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.’ KataNya kepada mereka: ‘Akulah Dia.’ Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. (6) Ketika Ia berkata kepada mereka: ‘Akulah Dia,’ mundurlah mereka dan jatuh ke tanah..

 

II) Tanggapan saya.

 

1)   Dalam Kitab Suci memang sering ada orang-orang yang jatuh / rebah / pingsan, tetapi tidak pernah ada orang yang jatuh / rebah / pingsan karena menerima Roh Kudus!

    

Mari kita perhatikan keempat bagian Kitab Suci yang mereka pakai di atas:

 

a)         Daniel 10:7-9.

 

Dan 10:7-9 - “(7) Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; (8) demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. (9) Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah..

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

 

1.   Daniel jatuh bukan karena ia menerima Roh Kudus!

 

2.   Daniel jatuh karena takut melihat penglihatan itu.

Ini adalah sesuatu yang sering terjadi dalam Kitab Suci. Perhatikan Kel 19:16-25 dan 20:18-21  Hak 6:22-23  Hak 13:20-22  1Raja 19:12,13  Yes 6:1-5  Luk 1:11-13,26-30,65  Luk 2:8-10  Mat 17:6  Mat 28:1-5  Mark 16:4-8  Luk 24:4,5  Wah 22:8.

 

Saya berpendapat bahwa ini adalah sesuatu yang wajar, karena kalau melihat setan saja orang bisa begitu takut sampai pingsan, lebih-lebih kalau seseorang melihat malaikat atau Tuhan sendiri!

 

Karena Daniel jatuh disebabkan rasa takut, maka jelas bahwa bukan Tuhan yang menjatuhkan Daniel!

 

3.   Pada waktu Daniel jatuh / pingsan, ia dibangunkan oleh Tuhan (Daniel 10:10). Lalu Tuhan berkata kepadanya ‘jangan takut’ (Daniel 10:12). Ia lalu ditolong sehingga bisa berbicara (Daniel 10:15-16), dan diberi kekuatan (Daniel 10:16-19).

 

Dan 10:10-19 - “(10) Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku. (11) Katanya kepadaku: ‘Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.’ Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. (12) Lalu katanya kepadaku: ‘Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. (13) Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. (14) Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.’ (15) Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu. (16) Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: ‘Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. (17) Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?’ (18) Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, (19) dan berkata: ‘Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!’ Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: ‘Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.’.

 

Sehubungan dengan ini ada 2 hal yang perlu dipertanyakan:

 

a.   Mengapa dalam kalangan Kharismatik hanya ada nggeblaknya, tetapi tidak ada peristiwa dimana Tuhan membangunkan orang yang nggeblak, seperti yang dialami oleh Daniel di sini?

 

b.   Kalau dalam kalangan Kharismatik ada orang yang ‘nggeblak’, pada saat itu orang itu tidak boleh dibangunkan! Mengapa? Ini bertentangan dengan di sini, dimana Tuhan membangunkan Daniel!

 

b)         2Taw 5:1-14  2Taw 7:1-3 (bdk. 1Raja 8:1-11).

 

2Taw 5:1-14 - “(1) Maka selesailah segala pekerjaan yang dilakukan Salomo untuk rumah TUHAN itu. Kemudian Salomo memasukkan barang-barang kudus Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah. (2) Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion. (3) Maka pada hari raya di bulan ketujuh berkumpullah di hadapan raja semua orang Israel. (4) Setelah semua tua-tua orang Israel datang, maka orang-orang Lewi mengangkat tabut itu. (5) Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. (6) Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. (7) Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; (8) jadi kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas. (9) Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini. (10) Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh yang ditaruh Musa ke dalamnya di gunung Horeb, ketika TUHAN mengikat perjanjian dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir. (11) Lalu para imam keluar dari tempat kudus. Para imam yang ada pada waktu itu semuanya telah menguduskan diri, lepas dari giliran rombongan masing-masing. (12) Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. (13) Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.’ Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, (14) sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah..

 

2Taw 7:3 - Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.’.

 

1Raja 8:1-11 - “(1) Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion. (2) Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel. (3) Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu. (4) Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. (5) Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. (6) Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; (7) sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas. (8) Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini. (9) Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. (10) Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN, (11) sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN..

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

 

1.   Ini juga bukan penerimaan Roh Kudus!

 

2.   Di sini para imam tidak pingsan, bahkan tidak terkulai / jatuh / rebah dsb! Yang dimaksud adalah bahwa mereka tidak bisa meneruskan tugas­ / pelayanan mereka sebagai imam, karena adanya kemuliaan Allah yang memenuhi Bait Allah itu. Bandingkan ini dengan:

 

a.   2Taw 5:14 (NIV): “and the priests could not perform their service because of the cloud, for the glory of the LORD filled the temple of God” [= dan para imam tidak bisa menyelenggarakan pelayanan / kebaktian disebabkan oleh awan itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi Bait Allah].

 

b.   Kel 40:34,35 dimana Musa mengalami hal yang sama. Ia tidak jatuh, tetapi tidak bisa masuk. Bdk. Kis 7:32b.

 

Kel 40:34,35 - “(34) Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, (35) sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci..

 

Kis 7:30-33 - “(30) Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. (31) Musa heran tentang penglihatan itu, dan ketika ia pergi ke situ untuk melihatnya dari dekat, datanglah suara Tuhan kepadanya: (32) Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan ia tidak berani lagi melihatnya. (33) Lalu firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus..

 

c.   Wah 15:8.

 

Wah 15:8 - Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasaNya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu..

 

d.   Yes 6:2.

 

Yes 6:2 - Para Serafim berdiri di sebelah atasNya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang..

 

Para Serafimpun terpaksa menggunakan 2 buah sayapnya untuk menutupi muka mereka karena merekapun tidak tahan melihat kemuliaan Tuhan.

 

e.   Kel 33:18-20 - “(18) Tetapi jawabnya: ‘Perlihatkanlah kiranya kemuliaanMu kepadaku.’ (19) Tetapi firmanNya: ‘Aku akan melewatkan segenap kegemilanganKu dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.’ (20) Lagi firmanNya: ‘Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.’”.

 

3.   2Taw 7:3 jelas sekali menunjukkan bahwa bangsa Israel bukannya jatuh / rebah / pingsan, tetapi sujud menyembah Allah.

 

2Taw 7:3 - Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: ‘Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.’.

 

c)         Wah 1:10-17.

 

Wah 1:10-18 - “(10) Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, (11) katanya: ‘Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.’ (12) Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. (13) Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. (14) Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api. (15) Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah. (16) Dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. (17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, (18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut..

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

 

1.   Ay 10 mengatakan bahwa waktu itu rasul Yohanes ‘dikuasai oleh Roh Kudus’ (ini bukan baptisan Roh, karena Baptisan Roh hanya terjadi sekali dan itu terjadi dalam Kis 2 pada diri Yohanes).

 

2.   Yang menyebabkan Yohanes jatuh bukanlah penguasaan oleh Roh Kudus ini! Yang menjatuhkan Yohanes adalah penglihatan yang ia lihat (baca ay 17!).

 

3.   Jadi, sama seperti dalam peristiwa Daniel di atas, di sini Yohanes juga sangat takut, sehingga ‘para­lyzed’ / ‘lumpuh’ dan lalu jatuh (perhatikan kata-kata ‘jangan takut’ pada ay 17b).

 

4.   Sekalipun jatuh, Yohanes tidak pingsan karena dalam ay 17b-dst Tuhan mengajak dia bicara!

 

d)         Yoh 18:1-6.

 

Yoh 18:1-6 - “(1) Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-muridNya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-muridNya. (2) Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-muridNya. (3) Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. (4) Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diriNya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?’ (5) Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.’ KataNya kepada mereka: ‘Akulah Dia.’ Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. (6) Ketika Ia berkata kepada mereka: ‘Akulah Dia,’ mundurlah mereka dan jatuh ke tanah..

 

Orang-orang ini memang jatuh karena kuasa Tuhan. Tetapi, ini jelas bukan penerimaan Roh Kudus, karena mereka bukan orang percaya. Juga tidak dikatakan bahwa mereka pingsan!

 

Sekarang mari kita perhatikan ayat-ayat Kitab Suci lain yang serupa:

 

a.         Yeh 1:28  2:1-2  3:23-24.

 

Yeh 1:27-28 - “(27) Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar. (28) Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman..

 

Yeh 2:1-2 - “(1) FirmanNya kepadaku: ‘Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau.’ (2) Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku..

 

Yeh 2:2 seharusnya berbunyi (NIV) “as he spoke, the Spirit came into me dan raised me to my feet” [= sementara Ia berbicara, Roh (Kudus) datang kepadaku dan membangunkan aku].

 

Yeh 3:23-24 - “(23) Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud. (24) Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kataNya: ‘Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.”.

 

Yeh 3:24 seharusnya berbunyi (NIV) “Then the Spirit came into me and raised me into my feet” [= Lalu Roh (Kudus) datang kepadaku dan membangunkan aku].

 

Jadi, dalam bagian ini bisa kita lihat bahwa Yehezkiel jatuh, karena melihat penglihatan, tetapi ia justru diperintahkan untuk berdiri (Yeh 2:1) dan waktu Roh Kudus datang kepadanya, Roh Kudus itu justru membangunkan dia!

Jadi, Roh Kudus tidak menjatuhkan dia, malah membangunkan dia! Ini tidak cocok dengan doktrin Kharismatik tentang ‘tumbang dalam Roh’!

 

b.         Kis 9:4-9.

 

Kis 9:4-9 - “(4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?’ (5) Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ KataNya: ‘Akulah Yesus yang kauaniaya itu. (6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.’ (7) Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. (8) Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. (9) Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum..

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

 

(1) Paulus memang rebah, tetapi tidak pingsan!

 

(2) Ini bukan saat Paulus terima Roh Kudus, karena saat itu ia belum bertobat!

 

(3) Ia jatuh karena penglihatan (cahaya) itu, bukan karena Roh Kudus!

 

c.         1Sam 19:23-24.

 

1Sam 19:23-24 - “(23) Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama. (24) Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: ‘Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?’.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

 

(1) Bagian ini salah terjemahan!

NIV: ”So Saul went to Naioth at Ramah. But the Spirit of God came upon him, and he walked along prophesying until he came to Naioth. He stripped off his robes and also proph­esied in Samuel’s presence. He...” [= Lalu Saul pergi ke Nayot di Rama. Tetapi Roh Allah datang kepadanya, dan ia berjalan sambil bernubuat sampai ia tiba di Nayot. Ia membuka jubahnya dan juga bernubuat di hadapan Samuel. Ia ...].

 

Jadi, Saul bukannya kepenuhan Roh, tetapi bernubuat! (kesalahan penterjemahan yang sama terjadi pada ay 20 akhir, ay 21 tengah, dan ay 21 akhir!).

 

(2) Untuk mengerti bagian ini, kita perlu memperhatikan seluruh kontex!

(a) Dalam 1Sam 17 kita melihat bahwa Daud mengalahkan Goliat.

(b) Dalam 1Sam 18:6-7 kita melihat bahwa rakyat menyanjung Daud lebih dari Saul.

(c)  Dalam 1Sam 18:8-11 kita melihat bahwa Saul menjadi iri hati kepada Daud. Lalu ada roh jahat yang berkuasa atasnya dan ia berusaha membunuh Daud.

(d) Dalam 1Sam 19:9-10 kita melihat bahwa Saul kembali dikuasai roh jahat dan ia berusaha membunuh Daud lagi.

(e) Lalu dalam 1Sam 19:18-24 kita melihat bahwa 3 x Saul mengirim orang-orangnya untuk membunuh Daud, tetapi 3 x juga Roh Kudus datang pada orang-orang itu, sehingga mereka bukannya membunuh Daud, tetapi bernubuat. Akhirnya Saul sendiri datang untuk membunuh Daud dan untuk ke 4 x nya Roh Kudus datang (sekali ini kepada Saul) dan menyebab­kan Saul tidak bisa membunuh Daud, tetapi juga bernubuat.

 

Jadi, kesimpulannya: Dalam bagian ini, Roh Kudus datang bukan demi kebaikan orang kepada siapa Ia datang. Ia datang kepada orang-orang Saul dan kepada Saul sendiri (yang jelas bukan anak-anak Tuhan) untuk melakukan intervensi guna mencegah mereka membunuh Daud!

 

Jadi jelas bahwa bagian inipun tidak bisa dipakai sebagai dasar untuk membenarkan ajaran / praktek ‘tumbang dalam Roh’.

 

Dari semua penjelasan ini jelas bahwa dalam seluruh Kitab Suci tidak pernah ada orang jatuh / rebah / pingsan karena menerima Roh Kudus / dipenuhi Roh Kudus!

 

Doktrin Kharismatik tentang ‘rebah / tumbang dalam Roh’ bukanlah ajaran Alkitab!

 

2)   Doktrin ‘tumbang dalam Roh’ bukan saja tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi juga tidak ada dalam sejarah gereja (baik ajarannya maupun prakteknya!).

 

Ajaran maupun praktek dari doktrin ‘tumbang dalam Roh’ baru muncul mulai sekitar tahun 1960. Kalau ajaran ini memang berasal dari Kitab Suci, mengapa dibutuhkan waktu lebih dari 19 abad untuk menemukannya?

 

3)   Salah satu dari hal-hal yang merupakan buah dari Roh Kudus adalah ‘penguasaan diri’ (Gal 5:22-23).

 

Gal 5:22-23 - “(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu..

 

Karena itu, kalau seseorang menerima Roh Kudus / dipenuhi Roh Kudus, seharusnya ia makin bisa menguasai diri! Tetapi orang-orang yang nggeblak itu justru kehilangan kesadarannya, bahkan ada yang lalu mulutnya berbuih / berbusa, kaki, dan tangannya ke­jang-kejang seperti orang sakit ayan / epilepsi.

Mereka justru kehilangan penguasaan dirinya dan lebih mirip orang mabuk / gila / kerasukan setan daripada orang Kristen.

Bagaimana mungkin Roh Kudus masuk dalam diri seseorang dan memenuhinya tetapi justru menghancurkan penguasaan diri, yang merupakan buah Roh Kudus?

 

4)   Dalam Kitab Suci Tuhan / Roh Kudus tidak pernah membanting-banting anak-anakNya. Kalau ada satu oknum yang suka / sering membanting- banting orang dan membuat mulut orang menjadi berbusa, maka oknum itu adalah setan!

Perhatikan ayat-ayat ini:

 

Mat 17:15 - “katanya: ‘Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.”.

 

Mark 9:25-27 - “(25) Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kataNya: ‘Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!’ (26) Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: ‘Ia sudah mati.’ (27) Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.”.

 

Luk 9:38-42 - “(38) Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: ‘Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. (39) Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya. (40) Dan aku telah meminta kepada murid-muridMu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.’ (41) Maka kata Yesus: ‘Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!’ (42) Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.”.

 

Karena itu, saya lebih percaya bahwa orang-orang yang nggeblak / pingsan itu, apalagi yang mulutnya berbusa, sedang kerasukan setan dan bukannya sedang menerima / dipenuhi Roh Kudus!

 

Perlu saudara ingat bahwa dengan menggunakan hipnotis, yang juga jelas termasuk occultisme / penggunaan kuasa gelap, seseorang bisa membuat orang lain pingsan / rebah! Ada kemungkinan besar bahwa banyak orang menggunakan hal ini di dalam gereja, supaya dianggap ‘mempunyai kuasa Tuhan’, padahal sebetulnya mereka menggunakan kuasa setan!

 

Catatan:

Kalau saudara mau melihat penjelasan saya yang lebih terperinci tentang hal ini, saudara bisa membacanya dalam tulisan saya yang berjudul “Toronto Blessing, Alkitabiahkah?”.

 

5)   Orang yang kerasukan setan, kalau setannya diusir dan lalu meninggalkan orang itu, memang bisa rebah (bdk. Mark 9:25-27). Mungkin ini terjadi karena tubuh yang tadinya dipakai oleh setan untuk mengamuk, lalu menjadi kehabisan tenaga pada waktu setan meninggalkannya.

 

6)   Satu hal lagi yang ingin saya tambahkan adalah: dalam Majalah Intisari bulan September 1992, Dr. Luh Ketut Suryani, kepala bidang Laboratorium Psikiatri Universitas Udayana Bali mengatakan:

 

a)   “Ada beberapa cara yang memungkinkan seseorang mencapai trance. Antara lain lewat meditasi, hipnotisme, obat-obatan, pemusatan pikiran pada sepenggal pengalaman, yang bisa pula berbarengan dengan situasi yang monoton, rang­sangan berirama, keletihan fisik, ketegangan atau pengha­rapan emosional. ... trance terjadi karena adanya kekuatan hipnotis (oleh diri sendiri atau orang lain), dan dipicu oleh iringan tetabuhan yang monoton (hal 106).

 

b)   “Pertunjukan debus yang dipimpin seorang syeh juga diser­tai alunan alat musik sederhana untuk mengiringi para pezikir yang selalu menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan. Demikian pula pada kuda lumping yang diiringi seperangkat tetabuhan dan disertai seorang ‘dukun’ sebagai penanggung jawab atas keselamatan pemain. Irama musik pengiring kedua bentuk kesenian ini sama-sama monoton. Jadi apapun yang monoton yang diarahkan terhadap seseorang pada dasarnya mampu menjadikan kesurupan(hal 138).

 

Catatan:

 

1.   Kata-kata Dr. Luh Ketut Suryani ini bisa menjelaskan menga­pa dalam persekutuan dan kebaktian gereja-gereja Pentakosta dan Kharismatik, sering terjadi trance, tumbang dalam roh dsb. Itu semua terjadi karena musik / lagu yang monoton (ingat bahwa lagu yang sama yang diulang-ulang terus mener­us sampai puluhan kali, jelas merupakan sesuatu yang mono­ton).

 

2.   Ini juga menjelaskan mengapa orang yang ‘belajar bahasa Roh’ dengan mengucapkan kata yang sama terus menerus, akhirnya mengalami trance dan betul-betul berbahasa roh (tentu bukan bahasa Roh dari Tuhan!). Persoalannya adalah bahwa pengucapan kata yang sama secara terus menerus juga merupakan sesuatu yang monoton.

 

Selanjutnya, Dr. Luh Ketut Suryani juga menambahkan lagi:

“Tapi kalau penari Bali puasnya tak terlukiskan. Bahkan, dalam tarian keagamaan di pura, kepuasan itu berwujud kete­nangan batin yang masih berlangsung sampai tiga hari” (hal 138).

 

Ketenangan batin semacam ini juga disaksikan oleh seorang kristen bernama Yan Solihin, yang bertobat dari praktek Yoga dan penyembuhan menggunakan Yoga. Dalam bukunya yang berjudul ‘Lepas dari belenggu Yoga’, hal 39-40, ia berkata:

 

“Setelah itu, penyembuh akan menyalurkan prana ke pasien-pasiennya. Metode yang umum digunakan adalah dengan menumpangkan tangan di dahi pasien. ... Pada waktu itu pasien akan merasakan tubuhnya seolah-olah dialiri arus listrik yang halus atau rasa hangat yang menjalari tubuhnya, yang merupakan ciri dari prana. Sesudah pasien dipenuhi prana, biasanya ia akan mengalami ekstase, yaitu perasaan bahagia yang sangat mendalam di dalam hatinya. Perasaan itu bisa berupa rasa haru yang sangat dalam, ataupun perasaan-perasaan lain.

 

Catatan: yang dimaksud dengan ‘prana’ adalah tenaga / energi dalam Yoga.

Jadi, baik tarian Bali, maupun Yoga (dan mungkin banyak praktek-praktek occultisme yang lain), bisa memberikan ketenangan batin / damai. Ini bisa menjelaskan mengapa orang-orang yang mengalami ‘tumbang dalam Roh’, Toronto Blessing dsb, berkata bahwa hal itu enak, atau berkata bahwa mereka merasa sukacita / damai sejahtera, dsb (Catatan: saya berpendapat ini hanya damai yang semu, bukan damai dan sukacita sejati yang dari Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan damai dengan membuat anakNya rebah!).

 

Kesimpulan:

 

1)   Orang yang kerasukan setan, setelah setan diusir, bisa (tetapi tidak harus) jatuh / pingsan.

 

2)   Orang yang menerima Roh Kudus tidak mungkin jatuh / rebah / pingsan!

 

3)   ‘Nggeblak’ yang terjadi pada seseorang yang tidak kerasukan setan (terjadi bukan pada peristiwa pengusiran setan), adalah pekerjaan setan! Mungkin ini adalah semacam hipno­tisme, atau praktek occultisme yang lain!

 

Karena itu, kalau hal semacam itu terjadi di sekitar saudara, maka:

 

1)   Berdoalah supaya Tuhan melindungi saudara, maupun orang-orang lain dari pekerjaan setan.

 

2)   Hati-hati terhadap hamba Tuhan yang bisa membuat orang pingsan. Mereka pasti adalah nabi palsu (serigala berbulu domba) yang menggunakan ilmu hitam, supaya dianggap ‘sakti’, sehingga diper­caya / diikuti banyak orang.

 

3)   Hati-hati juga terhadap orang yang nggeblak itu. Kalau orang itu betul-betul orang Kristen, tidak mungkin setan bisa menjatuhkan dia. Bahwa dia bisa dijatuhkan oleh kuasa gelap, pasti menunjuk­kan bahwa ia bukan orang Kristen sejati.

 

 

 

-o0o-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali