Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 23 Mei 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kharismatik 4

 

BAPTISAN ROH KUDUS

 

A) Pandangan Kharismatik.

 

1)   Orang Kharismatik pada umumnya berpendapat bahwa orang kristen yang sungguh-sungguh (sudah selamat, sudah menjadi anak Allah) bisa saja belum mempunyai Roh Kudus. Jadi ada ‘gap’ [= selang waktu] antara saat seseorang itu percaya kepada Kristus dan saat orang itu menerima Roh Kudus / baptisan Roh Kudus. Dengan demikian baptisan Roh Kudus dianggap sebagai ‘second work of grace’ [= peker­jaan kasih karunia yang kedua].

 

Bahwa ini memang merupakan ajaran Kharismatik, terlihat dari kuti­pan-kutipan di bawah ini:

 

a)   “Apa yang dapat kita perbuat untuk membantu seseorang untuk menerima Roh Kudus? Kita harus membantu calon penerima Roh Kudus untuk menyadari bahwa Tuhan telah memberikan Roh KudusNya dan selanjutnya terserah kepadanya (calon yang bersangkutan) untuk menerima Roh Kudus itu sekarang! Jelaskanlah kepada calon itu bahwa ia tidak perlu menge­mis-ngemis kepada Tuhan. Kita adalah anak-anak Tuhan, ....

Berikanlah petunjuk kepada calon penerima Roh Kudus itu bahwa sekarang juga ia sudah diselamatkan, sehingga iapun sudah siap untuk dapat menerima Roh Kudus. ...

Akan tetapi apabila seseorang itu telah diselamatkan, maka keadaannya memang sudah ‘beres’ dan sudah siap untuk dapat menerima Roh Kudus.” (Kenneth Hagin, ‘Tujuh Langkah Untuk Menerima Roh Kudus’, hal 3-4).

 

b)   “Roh Kudus itu mutlak perlu bagi setiap orang yang menyebut diri kristen. Yang menjadi pertanyaan adalah: Dapatkah semua orang kristen menerima Roh Kudus? .... Alkitab katakan bahwa semua orang yang telah diselamatkan akibat percaya Tuhan Yesus, sudah dapat menerima karunia tersebut, tidak ada perkecualian.” (‘Roh Kudus’, School of Ministry GBI Bethany, hal 25).

 

Perhatikan bahwa di satu pihak orang itu disebut dengan istilah ‘anak Tuhan / orang kristen’, ‘sudah / telah diselamatkan’, ‘percaya Tuhan Yesus’, tetapi pada saat yang sama ia tetap disebut sebagai ‘calon penerima Roh Kudus’ atau ‘sudah dapat menerima karunia tersebut’, yang menunjukkan bahwa ia belum mempunyai Roh Kudus.

 

2)   Orang Kharismatik pada umumnya juga mengharuskan setiap orang kristen untuk berusaha mengalami baptisan Roh Kudus. Jadi, setiap orang kristen harus mencari Baptisan Roh Kudus ini. Tiap orang kristen harus mengalami ‘pentakosta’nya masing-masing / sendiri-sendiri.

 

3)   Orang Kharismatik pada umumnya menyamakan / mencampur-adukkan ‘Baptisan Roh Kudus’ dengan ‘kepenuhan Roh Kudus’.

 

Perhatikan kutipan di bawah ini:

“Istilah ‘penuh dengan Roh Kudus’ maupun ‘dibaptis dengan Roh Ku­dus’, sesungguhnya yang dimaksud adalah ‘dipenuhi dengan Roh Kudus’” (‘Roh Kudus’, School of Ministry GBI Bethany, hal 24).

 

4)   Orang Kharismatik pada umumnya juga berpendapat bahwa baptisan Roh Kudus itu ditandai dengan bahasa Roh / lidah.

 

Ini terlihat dari kutipan-kutipan di bawah ini:

 

a)   “Jelaskanlah kepada calon penerima Roh Kudus, bahwa dialah yang harus berbicara. Roh Kudus akan bekerja melalui perantaraan organ suaranya (bibir dan lidahnya), dan calon penerima itu harus mengeluarkan suara dan berbicara untuk mengucapkan kata-kata. ...

Memang sudah dapat diharapkan bahwa apabila calon penerima Roh Kudus itu menerima Roh Kudus, maka iapun akan berbicara dalam bahasa roh sesuai dengan Roh yang memberikan pengucapannya kepada­nya.” (Kenneth Hagin, ‘Tujuh Langkah Untuk Menerima Roh Kudus’, hal 5-6).

 

b)   Saat menerima Roh Kudus, dengan iman kita harus memulai berbicara Berbahasa Roh. The Holy Spirit gives utterance, but man does the speaking. [= Roh Kudus memberikan ucapan, tetapi manusialah yang mengucapkannya / berbicara]. ...

Dari semua keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa semua orang yang dibaptis Roh Kudus mempunyai Bukti atau Tanda awal yaitu berkata-kata dalam bahasa roh. Tidak ada bukti awal lain yang ditulis dalam Perjanjian Baru setelah Pentakosta selain berkata-kata dalam bahasa roh” (‘Roh Kudus’, School of Ministry GBI Bethany, hal 25,30,31).

 

5)   Orang Kharismatik pada umumnya berpendapat bahwa dalam baptisan Roh Kudus ini yang membaptis adalah Roh Kudus sen­diri.

Istilah dalam bahasa Inggrisnya ‘Baptism of the Holy Spirit’ [= baptisan dari Roh Kudus] menunjukkan Roh Kudus sebagai pribadi yang membaptis.

 

6)   Tentang cara menerima baptisan Roh Kudus ini tidak ada keseragaman pendapat di kalangan orang Kharismatik.

 

a)   Ada yang berkata bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus itu harus menyucikan diri.

 

b)   Ada yang berpendapat bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus tidak perlu menyucikan diri.

 

c)   Ada yang berkata bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus itu harus berdoa untuk minta baptisan Roh Kudus.

 

d)   Ada yang berkata bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus tidak perlu berdoa untuk meminta hal itu.

 

e)   Ada yang berkata bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus harus berpuasa.

 

f)    Ada yang mengatakan bahwa supaya seseorang bisa menerima baptisan Roh Kudus maka dibutuhkan penumpangan tangan seorang hamba Tuhan.

Ini terlihat dari kutipan di bawah ini:

“Dengan cara penumpangan tangan seorang hamba Tuhan, seorang kristen dapat menerima karunia Roh Kudus” (‘Roh Kudus’, School of Ministry GBI Bethany, hal 25).

 

g)   Ada yang berkata bahwa orang yang mau menerima baptisan Roh Kudus harus berbicara dalam bahasa Roh dengan iman, maka ia akan meneri­ma baptisan Roh Kudus.

 

Ini terlihat dari kutipan di bawah ini:

Katakanlah kepadanya supaya ia membuka mulutnya dengan lebar dan bebas, serta mengambil napas sedalam-dalamnya dan menyatakan kepada Tuhan di dalam jiwa nuraninya, ‘Saya menerima Roh Kudus sekarang ini juga oleh karena saya percaya sepenuhnya’. Desaklah dia untuk tidak usah mengucapkan sepatah kata pun bahasa yang dipakainya sehari-hari. Sebab orang tidak mungkin bisa berbicara dalam dua macam bahasa secara serentak ...

Apabila anda melihat Roh Tuhan mulai menggerakkan bibirnya, katakanlah kepadanya dengan gamblang untuk berucap apa saja yang paling mudah baginya. Apabila orang itu telah mengangkat suaranya melalui imannya dan percaya sepenuhnya kepada Allah, dan apabila dia sendiri dapat mendengar gema ucapan kata-katanya itu dalam bahasa yang jelas, maka anda dapat mengetahui bahwa orang itu telah menerima Roh Kudus. ...

Anda tidak mungkin minum air dengan keadaan mulut tertutup, maka demikian pula Anda tidak mungkin menerima Roh Kudus dengan keadaan mulut Anda tertutup. Berbicara dalam bahasa roh sebenarnya merupa­kan suatu bentuk kerjasama antara Anda dengan Roh Kudus” (‘Tujuh Langkah Untuk Menerima Roh Kudus’, hal 8,9).

 

B) Pandangan saya / Reformed.

 

1)   Menerima baptisan Roh Kudus artinya sama dengan menerima Roh Kudus (bdk. Kis 1:5,8  Kis 2:1-4  Kis 11:15-16).

 

Kis 1:5,8 - “(5) Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’ ... (8) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.’.

 

Kis 2:1-4 - “(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. (2) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; (3) dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”.

 

Kis 11:15-16 - “(15) Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. (16) Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus..

 

2)   Tidak ada ‘gap’ antara saat percaya dan saat menerima Roh Kudus / menerima baptisan Roh Kudus! Kita menerima baptisan Roh Kudus / menerima Roh Kudus pada saat kita percaya kepada Kristus!

 

Dasar Kitab Suci:

 

a)   Perhatikan / baca ayat-ayat ini:

 

1.   Yoh 7:38-39 - “(38) Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’ (39) Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan..

 

2.   Kis 2:38 - Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus..

 

3.   Ef 1:13b - “... di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu.”.

 

Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa pemeteraian / pemberian Roh Kudus itu terjadi pada saat kita percaya!

 

4.   Ef 3:17 - “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”.

 

5.   Gal 3:2,5,14 - “(2) Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? ... (5) Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? ... (14) Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”.

 

6.   Gal 4:6 - “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’”.

 

7.   1Yoh 4:13 - “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam RohNya.”.

 

b)   Ro 8:9b mengatakan: “jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”.

 

Sedangkan orang yang percaya kepada Kristus menjadi anak Allah (Yoh 1:12). Jadi, jelas bahwa orang yang percaya kepada Kristus itu adalah milik Allah / Kristus! Jadi, jelas ia pasti punya Roh Kudus!

 

c)   Penggunaan istilah ‘Baptisan Roh Kudus’ (Mat 3:11  Mark 1:8  Luk 3:16  Yoh 1:33  Kis 1:5  Kis 11:16  1Kor 12:13) menunjukkan bahwa hal itu pasti terjadi pada saat pertama seseorang menjadi orang kristen! Mengapa? Karena baptisan air merupakan tanda, sedangkan baptisan Roh Kudus merupa­kan realitanya.

 

Jadi, kalau baptisan air merupakan tanda pertama yang diberikan pada waktu seseorang menjadi orang kristen, maka baptisan Roh Kudus haruslah merupakan realita pertama yang dialami seseorang pada waktu ia menjadi orang kristen / percaya Yesus!

 

Dalam Kis 10:47 Kornelius menerima realitanya (yaitu baptisan Roh Kudus) dan karena itu Petrus menganggap ia tidak boleh menahan tandanya (yaitu baptisan air).

 

Kis 10:44-47 - “(44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, (46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: (47) ‘Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?’”.

 

Dalam Kis 19:2-3 waktu Paulus mendengar bahwa mereka tidak pernah mendengar tentang Roh Kudus (realita), maka Paulus lalu menanyakan tentang baptisan air (tanda).

 

Kis 19:2-3 - “(2) Katanya kepada mereka: ‘Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?’ Akan tetapi mereka menjawab dia: ‘Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.’ (3) Lalu kata Paulus kepada mereka: ‘Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?’ Jawab mereka: ‘Dengan baptisan Yohanes.’”.

 

Jadi, dari 2 bagian ini jelas bahwa baik Petrus maupun Paulus sangat menghubungkan baptisan Roh Kudus dan baptisan air yang merupakan hal-hal yang pertama yang harus diterima oleh seseorang waktu ia pertama-tama menjadi orang kristen.

 

d)   1Kor 12:13 - “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”.

 

Sekarang mari kita memperhatikan kata-kata yang saya garisbawahi dalam 1Kor 12:13 itu:

 

1.   ‘kita semua.

Kata ‘semua’ jelas menunjukkan bahwa Paulus tidak berpendapat bahwa ada orang kristen yang sudah mempunyai Roh Kudus dan ada orang kristen yang belum mempunyai Roh Kudus. Semua orang kristen (yang sejati!) pasti sudah mempunyai Roh Kudus!

 

2.   telah dibaptis’.

Ini menunjuk kepada masa lampau (aorist tense). Jadi, bagi semua orang kristen (yang sejati!) penerimaan Roh Kudus itu sudah terjadi!

 

3.   ‘menjadi’.

Ini salah terjemahan! Kata bahasa Yunaninya adalah EIS yang artinya into [= ke dalam].

NIV: ‘For we were all baptized by one Spirit into one body’ [= Karena kita semua telah dibaptis oleh satu Roh ke dalam satu tubuh].

Jadi, baptisan Roh Kudus memasukkan kita ke dalam satu tubuh (yaitu tubuh Kristus), dan karena itu jelaslah bahwa ‘baptisan Roh Kudus’ dan ‘masuk­nya kita ke dalam tubuh Kristus’ terjadi pada saat yang sama, yaitu pada saat kita percaya!

 

Satu hal penting yang harus diperhatikan tentang 1Kor 12:13 ini adalah: ayat ini terletak dalam kontex di mana Paulus menekankan kesatuan orang kristen. Bahwa kontex ini memang menekankan kesatuan orang kristen terlihat dari:

a.   1Kor 12:4-6 - ‘satu’.

b.   1Kor 12:8,9 - ‘Roh yang sama’.

c.   1Kor 12:11 - ‘Roh yang satu dan yang sama’.

d.   1Kor 12:12 - ‘tubuh itu satu’.

 

Dan ay 13 adalah klimax dari kontex yang menekankan kesatuan orang kristen ini! Jadi, baptisan Roh Kudus yang disebut oleh Paulus dalam ay 13 itu dimaksudkan untuk menunjukkan kesatuan orang kristen! Kesatuan ini terlihat karena semua orang kristen telah mengalami baptisan Roh Kudus!

 

Untuk jelasnya saya berikan di sini 1Kor 12:4-13 - “(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. (5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. (6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. (7) Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. (8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. (10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. (11) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya. (12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. (13) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”.

 

Tetapi dalam ajaran Kharismatik, maka doktrin tentang baptisan Roh Kudus itu justru menjadi sesuatu yang memecah gereja menjadi 2 bagian / golongan, yaitu ‘orang yang sudah menerima’ dan ‘orang yang belum menerima’ baptisan Roh Kudus! Ini jelas tidak sesuai dengan maksud Paulus dalam menuliskan 1Kor 12:13!

 

e)   Sekarang, saya akan membahas 3 peristiwa dalam Kitab Suci dimana kelihatannya ada ‘gap’ [= selang waktu] antara saat seseorang percaya kepada Yesus dan saat orang itu menerima baptisan Roh Kudus.

 

1.   Peristiwa pertama ialah dalam Kis 1-2.

Murid-murid Tuhan Yesus jelas sudah percaya, tetapi belum menerima Roh Kudus dan baru menerimaNya dalam Kis 2:4. Di sini memang ada ‘gap’! Tetapi ini terjadi sebelum hari Pentakosta (hari turunnya / pencurahan Roh Kudus)!

 

Mereka sudah percaya tetapi belum menerima Roh Kudus, karena Roh Kudus memang belum dicurahkan! (bdk. Yoh 7:39  16:7).

 

Yoh 7:38-39 - “(38) Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’ (39) Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan..

 

Yoh 16:7 - Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu..

 

Ini tentu berbeda dengan jaman sekarang dimana hari Pentakosta sudah terjadi.

 

2.   Peristiwa kedua ialah dalam Kis 8:14-17 - “(14) Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. (15) Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. (16) Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. (17) Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.”.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

a.   Ini adalah bagian yang bersifat descriptive [= menggambarkan] dan karena itu tidak bisa dijadikan norma / rumus. Dalam bagian-bagian lain tidak ada ‘gap’!

 

b.   Ini adalah bagian yang istimewa / lain dari pada yang lain. Keistimewaannya terlihat dari datangnya rasul-rasul kepada orang-orang Samaria itu. Tidak ada peristiwa lain dimana seseorang itu percaya dan lalu perlu didatangi oleh rasul.

Lalu apa istimewanya Kis 8:14-17 ini sehingga rasul-rasul perlu didatangkan? Bagian ini istimewa karena:

 

(1) Yang diinjili saat itu adalah orang Samaria (Kis 8:5,14).

 

Kis 8:5,14 - Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. ... (14) Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ..

 

(2) Orang Samaria sangat bermusuhan dengan orang Yahudi (Yoh 4:9).

 

Yoh 4:9 - Maka kata perempuan Samaria itu kepadaNya: ‘Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?’ (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.).

 

Bdk. Yoh 8:48 - Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: ‘Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?’.

 

(3) Kalau orang Samaria masuk ke dalam gereja begitu saja, maka bisa dipastikan hal itu akan memecah gereja menjadi golongan Yahudi dan golongan Samaria.

 

(4) Untuk mencegah terjadinya perpecahan itu, maka Allah menahan Roh KudusNya (tidak memberikan Roh KudusNya waktu orang-orang itu percaya).

Lalu Allah mengutus rasul-rasul Yahudi untuk datang ke sana dan mendoakan / menumpangi tangan, dan orang-orang Samaria itu menerima Roh Kudus.

Dengan demikian orang Samaria itu akan tunduk kepada otoritas dari rasul-rasul Yahudi itu, dan orang-orang Yahudi, yang tahu bahwa orang Samaria menerima Roh Kudus melalui doa / penumpangan tangan rasul-rasul Yahudi, akan menerima orang-orang Samaria itu ke dalam gereja.

 

c.   Peristiwa ini takkan terulang lagi. Dasarnya? Karena dalam Kitab Suci, memang tidak pernah terulang lagi. Jadi, Samaria dianggap sebagai wakil dari semua bangsa-bangsa lain.

 

3.   Peristiwa ketiga ialah dalam Kis 19:1-7 - “(1) Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. (2) Katanya kepada mereka: ‘Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?’ Akan tetapi mereka menjawab dia: ‘Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.’ (3) Lalu kata Paulus kepada mereka: ‘Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?’ Jawab mereka: ‘Dengan baptisan Yohanes.’ (4) Kata Paulus: ‘Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.’ (5) Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. (6) Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. (7) Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.”.

 

Perhatikan hal-hal ini:

a.   Orang-orang itu tidak pernah mendengar tentang Roh Kudus (ay 2).

b.   Mereka dibaptis dengan baptisan Yohanes (ay 3).

 

Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang itu belum betul-betul kristen. Rupa-rupanya mereka ‘bertobat’ karena penginjilan yang tidak sempurna dari Apolos (bdk. Kis 18:24-26 yang menunjukkan adanya kekurangan dalam pengertian Apolos, yang lalu diperbaiki oleh Priskila dan Akwila).

 

Kis 18:24-26 - “(24) Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. (25) Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. (26) Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah..

 

Karena itu Paulus lalu memberitakan Injil lagi kepada mereka (Kis 19:4), dan ini menyebabkan mereka bertobat / percaya dengan sungguh-sungguh, sehingga mereka lalu menerima Roh Kudus. Jadi, tidak ada ‘gap’ dalam Kis 19:1-7!

 

3)   Tiap orang kristen yang sejati pasti sudah mengalami baptisan Roh Kudus, sehingga tidak perlu lagi untuk meminta / mencari, dsb. Perlu saudara camkan bahwa Kitab Suci tidak pernah menyuruh kita meminta / mencari Baptisan Roh Kudus. Kitab Suci hanya menyuruh kita percaya kepada Kristus (Misalnya Yoh 3:16  Kis 16:31), karena dengan percaya kepada Kristus kita pasti menerima baptisan Roh Kudus.

 

4)   Baptisan Roh Kudus tidak sama dengan kepenuhan Roh Kudus!

 

a)   Baptisan Roh Kudus adalah penerimaan Roh Kudus. Ini hanya terjadi sekali saja, karena sekali Roh Kudus itu masuk, Ia tidak akan keluar selama-lamanya.

 

Dalam Yoh 14:16 Yesus berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”.

 

b)   Tetapi kepenuhan Roh Kudus bisa terjadi berulang-ulang. Ini terlihat dari:

 

1.   Ef 5:18 - “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,”.

 

Kata-kata ‘hendaklah kamu penuh’ dalam bahasa Yunaninya adalah PLEROUSTHE dan merupakan suatu present imperative [= kata perintah bentuk present]. Berbeda dengan aorist imperative [= kata perintah bentuk lampau] yang hanya perlu ditaati sekali saja, maka present imperative ini harus ditaati terus-menerus.

 

2.   Petrus mengalami kepenuhan Roh Kudus berulang-ulang (Kis 2:4  Kis 4:8  Kis 4:31).

 

Kis 2:4 - Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya..

 

Kis 4:8 - Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: ‘Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,.

 

Kis 4:31 - Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani..

 

Catatan: Memang dalam Kis 2:4 orang-orang yang menerima baptisan Roh Kudus itu langsung dipenuhi dengan Roh Kudus. Tetapi tidak selalu terjadi seperti itu.

 

5)   Memang ada peristiwa-peristiwa dimana baptisan Roh Kudus disertai dengan bahasa Roh / lidah (Kis 2:4  Kis 10:44-46  Kis 19:6 dan mungkin juga Kis 8:17,18).

 

Kis 2:4 - Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya..

 

Kis 10:44-46 - “(44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, (46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah..

 

Kis 19:6 - Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat..

 

Kis 8:17-18 - “(17) Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. (18) Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,.

 

Tetapi, ada juga peristiwa-peristiwa dimana baptisan Roh Kudus tidak disertai bahasa Roh / lidah.

 

Contoh:

 

Kis 2:38,41 - “(38) Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. ... (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa..

 

Kis 8:36-38 - “(36) Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: ‘Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?’ (37) [Sahut Filipus: ‘Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.’ Jawabnya: ‘Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.’] (38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia..

 

Kis 16:14-15 - “(14) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. (15) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: ‘Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.’ Ia mendesak sampai kami menerimanya..

 

Kis 16:31-33 - “(31) Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ (32) Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. (33) Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis..

 

Orang-orang dalam peristiwa-peristiwa ini pasti menerima Roh Kudus, khususnya 3000 orang dalam Kis 2:41, karena itulah yang dijanjikan oleh Petrus dalam Kis 2:38. Tetapi tidak satupun di antara orang-orang itu yang berbicara dalam bahasa roh!

 

Bahkan orang yang dipenuhi Roh Kuduspun tidak mesti berbahasa roh. Contoh: Stefanus (Kis 6:8-8:1a).

Dalam Kis 6:3,5 dan Kis 7:55 dikatakan bahwa ia penuh dengan Roh Kudus, tetapi tidak pernah dikatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh!

 

Kis 6:3,5 - (3) Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, ... (5) Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia..

 

Kis 7:55 - Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah..

 

6)   Dalam baptisan Roh Kudus itu, yang menjadi pembaptis bukanlah Roh Kudus, tetapi Yesus sendiri!

 

Dasar Kitab Sucinya:

 

a)   Mat 3:11  Mark 1:8  Luk 3:16  dan Yoh 1:33 dengan jelas menunjukkan bahwa Yesuslah yang akan membaptis dengan Roh Kudus!

 

Mat 3:11 - “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”.

 

Yoh 1:33 - “Dan akupun tidak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.”.

 

b)         Dalam terjadinya suatu peristiwa baptisan, maka harus ada:

1.   Pembaptis.

2.   Yang dibaptis.

3.   Elemen / zat untuk membaptis.

 

      Yang membaptis                   Yang dibaptis                        Elemen / zat

1.   Yohanes Pembaptis Orang Yahudi             air

2.   Pendeta                                             Orang kristen             air

3.   Yesus                                                  Orang kristen             Roh Kudus

 

Keterangan:

No 1 adalah baptisan Yohanes, no 2 adalah baptisan kristen, no 3 adalah baptisan Roh Kudus.

Sekarang, kalau dalam no 3 itu Roh Kudus adalah yang membaptis, lalu apa elemen untuk membaptisnya?

 

c)   1Kor 12:13 (KJV, RSV, NIV, NASB): by one Spirit’ [= oleh satu Roh]. Ini seolah-olah menunjukkan bahwa dalam peristiwa baptisan Roh Kudus, yang membaptis adalah Roh Kudus.

 

Tetapi kata Yunani yang dipakai di sini adalah EN yang bisa berarti in, into, with, by [= dalam, ke dalam, dengan, oleh].

 

Adalah sesuatu yang aneh bahwa dalam 1Kor 12:13 ini dipilih terjemahan by [= oleh].

 

Mengapa? Karena dalam Kitab Suci hanya ada 7 ayat yang menyebutkan baptisan Roh Kudus, yaitu Mat 3:11  Mark 1:8  Luk 3:16  Yoh 1:33  Kis 1:5  Kis 11:16  1Kor 12:13.

 

Dalam Mat 3:11  Mark 1:8  Luk 3:16  Yoh 1:33  Kis 1:5  Kis 11:16 kata Yunani yang sama (EN) oleh KJV, RSV, NIV, NASB diterjemahkan dengan with [= dengan], kecuali dalam Yoh 1:33, NASB menterjemahkan in [= dalam]. ASV lebih konsisten karena menterjemahkan semua dengan in [= dalam].

 

                                          KJV     RSV    NIV      NASB    ASV

Mat 3:11               with      with      with      with         in

Mark 1:8               with      with      with      with         in

Luk 3:16               with      with      with      with         in

Yoh 1:33               with      with      with      in                        in

Kis 1:5                  with      with      with      with         in

Kis 11:16             with      with      with      with         in

 

1Kor 12:13           by                    by                    by                    by                       in

 

John Stott mengatakan bahwa dalam 1Kor 12:13 itupun kata Yunani EN itu seharusnya diterjemahkan with [= dengan]. Jadi, Roh Kudus adalah elemen pembaptisan dan bukan si pembaptis!

 

Kesimpulan:

Istilah ‘baptism of the Holy Spirit’ [= baptisan dari Roh Kudus] adalah istilah yang salah karena menunjukkan Roh Kudus sebagai si pembaptis. Istilah yang benar adalah ‘Baptism with the Holy Spirit’ [= baptisan dengan Roh Kudus].

 

7)   Cara menerima Baptisan Roh Kudus adalah dengan cara bertobat / percaya kepada Yesus (Kis 2:38).

 

Kis 2:38 - “Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”.

 

Di atas sudah saya katakan bahwa Kitab Suci tidak pernah menyuruh kita untuk mencari Baptisan Roh Kudus. Kitab Suci hanya menyuruh kita untuk percaya kepada Yesus, karena dengan percaya kepada Yesus otomatis kita menerima Roh Kudus.

 

 

-o0o-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali