Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 16 Mei 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

KHARISMATIK 3

 

PENGGUNAAN OTAK / PIKIRAN

 

A) Ajaran Kharismatik.

 

1)   Penggunaan pikiran / otak adalah sesuatu yang menentang Roh Kudus / pekerjaan Roh Kudus.

 

2)   Kita harus membuang pikiran, supaya kita terbuka terhadap peker­jaan Tuhan secara langsung.

 

3)   Persekutuan terindah / tertinggi dengan Allah tercapai pada waktu pikiran kita dibuang / disingkirkan / tidak digunakan.

 

Bahwa banyak orang Kharismatik mempercayai ajaran di atas ini terlihat dari kutipan-kutipan di bawah ini:

 

Peter Masters mengutip kata-kata seorang tokoh Kharismatik yang bernama John Wimber yang mengatakan:

“Fear of losing control is threathening to most Western Christians.” [= Rasa takut kehilangan kontrol adalah sesuatu yang mengancam / menakutkan bagi kebanyakan orang barat kristen.] - Peter Masters, ‘The Healing Epidemic’, hal 181.

 

Dalam buku yang sama, hal 181-182, Peter Masters lalu melanjutkan dengan mengatakan:

a)   “He (John Wimber) insists that we must overcome our fears, because rational control must be forfeited for tongue-speaking to occur; for soaring ecstatic sensations to be felt in worship; for mes­sages from God to be received directly into the mind, and for miraculous events to happen, such as healings.” [= Ia (John Wimber) berkeras bahwa kita harus mengalahkan rasa takut kita, karena kontrol pikiran harus ditinggalkan supaya bahasa lidah / Roh bisa terjadi; supaya rasa gembira yang luar biasa dapat dirasakan dalam kebaktian; supaya pesan-pesan Allah dapat diterima langsung pada otak, dan supaya mujizat-mujizat, seperti kesembuhan, bisa terja­di.].

b)   “Increasing numbers of healers are practising the technique of putting sick people into trance states which knock out their power of rational control.” [= Makin banyak penyembuh-penyembuh yang mempraktekkan tehnik yang membuat orang sakit masuk dalam keadaan trance / tak sadar yang memukul K.O. kekuatan kontrol pikiran mereka.].

c)   “Most charismatic healing meetings now begin with strenuous ef­forts to help people to surrender their rational control and behave in a completely un-inhibited way. The goal is that worship­pers should be ‘open’ to accept anything that happens, no matter how strange, inexplicable or bizzare it may be. Loud, rhythmic music forms the basis of worship, and all present are urged to join in with arm-waving, body-swaying, foot-tapping, and even dancing and leaping in the air. Rational control must at all costs be swept away because nothing which occurs must be impeded, tested or evaluated by the intelligent mind, versed in the Word of God.” [= Kebanyakan kebaktian kesembuhan Kharismatik dimulai dengan usaha keras untuk menolong jemaat untuk membuang kontrol pikiran mereka dan bertindak / bersikap tanpa rasa malu. Tujuannya adalah supaya jemaat terbuka untuk menerima apapun yang terjadi, tidak peduli betapa anehnya, tidak masuk akalnya, dan ajaibnya hal yang terjadi itu. Musik yang keras adalah dasar dari kebaktian / ibadah itu, dan semua orang yang hadir didorong untuk menggerak-gerakkan tangan, tubuh, kaki, dan bahkan berdansa dan melompat-lompat. Apapun yang terjadi, kontrol pikiran harus dibuang karena apapun yang terjadi tidak boleh dihalangi, diuji atau dievaluasi oleh pikiran yang benar-benar mengetahui / mengenal Firman Allah.].

d)   “By discarding the law of sound mind charismatics have rendered themselves highly gullible in the face of false teaching, exaggera­tion and lies.” [= Dengan membuang hukum akal sehat, orang-orang Kharismatik telah membuat diri mereka sendiri mudah tertipu dalam menghadapi ajaran sesat / palsu, cerita-cerita yang dilebih-lebih­kan, dan dusta.].

 

Contoh-contoh pikiran yang dibuang / di by pass:

1.   Orang yang ‘nggeblak’. Memang ada orang yang pura-pura saja / ikut-ikutan nggeblak, tetapi ada juga yang betul-betul pingsan / kehi­langan kesadarannya. Ini jelas membuang pikiran / akal.

2.   Orang yang menjadi histeris pada saat penyembahan dalam kebaktian / persekutuan Kharismatik. Ini tidak terlalu berbeda dengan orang-orang yang nonton pagelaran musik Rock!

3.   Berdoa dengan bahasa roh. Ini adalah suatu usaha untuk berdoa tanpa menggunakan otak, padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus berdoa dengan menggunakan pikiran (Bdk. 1Kor 14:14,15).

4.   Banyak chairman [= pemimpin liturgi] / WL [= Worship Leader] yang berbicara, menyanyi dan berdoa dengan cara sedemikian rupa sehingga terlihat jelas bahwa mereka hanya menggunakan perasaan mereka, dan membuang pikiran mereka! Juga banyak orang yang memberikan sharing dengan cara yang sama.

5.   Mengaminkan segala sesuatu yang dikatakan pengkotbah / chairman dari atas mimbar, tanpa peduli betapa tidak masuk akalnya dan betapa tidak alkitabiahnya ajaran yang mereka berikan (bdk. Kis 17:11).

6.   Mempercayai segala kesaksian yang disharingkan tanpa mempedulikan betapa tidak masuk akalnya dan betapa tidak alkitabiahnya cerita yang disharingkan.

7.   Toronto Blessing adalah contoh yang paling menyolok tentang pikiran yang dibuang atau di-by pass!

 

B) Pandangan saya.

 

1)   Adanya pikiran adalah salah satu ciri manusia sebagai peta dan teladan Allah. Tanpa pikiran, manusia tidak berbeda dengan binatang (Ayub 39:16-20  Maz 32:9  Maz 49:21  Maz 73:22  Yudas 10). Jadi, orang yang berusaha membuang pikirannya, sebetulnya sedang berusa­ha untuk menjadi binatang!

 

Ayub 39:16-20 - (16) Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang? (17) Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir, (18) tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. (19) Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, (20) karena Allah tidak memberikannya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya..

 

Maz 32:9 - Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau..

 

Maz 49:21 - Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan..

 

Maz 73:22 - aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekatMu..

 

Yudas 10 - Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka..

 

2)   Dengan pikiran saja, manusia memang tidak akan bisa mengenal Allah. Harus ada Kitab Suci / Firman Tuhan dan Roh Kudus yang bekerja di dalam diri manusia. Tetapi, hanya dengan Kitab Suci dan Roh Kudus, tanpa otak, kita juga tidak akan bisa mengenal Allah!

Dasar Kitab Suci:

 

a)   Mat 22:29 - kata ‘mengerti’ jelas menunjukkan penggunaan otak!

 

Mat 22:29 - Yesus menjawab mereka: ‘Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!.

 

b)   Mat 13:51  Mat 15:16  Mat 16:9,11 - Yesus jelas menekankan pengertian. Dan ini tidak mungkin bisa ada tanpa penggunaan otak.

 

Mat 13:51 - Mengertikah kamu semuanya itu?’ Mereka menjawab: ‘Ya, kami mengerti.’.

 

Mat 15:16 - Jawab Yesus: ‘Kamupun masih belum dapat memahaminya?.

 

Mat 16:9-11 - “(9) Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian? (10) Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian? (11) Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.’.

 

c)   Ef 4:17-18 menunjukkan otak orang non kristen; Ef 4:20,21,23 menunjukkan otak orang kristen. Ef 4:23 itu menunjukkan bahwa menjadi orang kristen tidak berarti bahwa pikirannya dibuang, tetapi diperbaharui.

 

Ef 4:17-18 - “(17) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia (18) dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka..

 

Ef 4:20-23 - (20) Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. (21) Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, (22) yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, (23) supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,.

 

d)   Luk 24:45 berbunyi: “Lalu Ia membukakan pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.”.

 

Ini menunjukkan pentingnya penggunaan otak, Kitab Suci dan pekerjaan Tuhan.

 

3)   Kitab Suci juga menunjukkan pentingnya penggunaan otak dalam berbagai hal, seperti:

 

a)   Dalam pertobatan (Luk 15:17 - ‘menyadari’).

 

Luk 15:17 - Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan..

 

b)   Dalam menerima Firman Tuhan (Mat 13:23 - ‘mengerti’).

 

Mat 13:23 - Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.’.

 

c)   Dalam pertumbuhan pengenalan akan Tuhan (2Pet 1:5-6 - ‘pengetahuan’; Ef 4:13 - ‘pengetahuan yang benar’).

 

2Pet 1:5-6 - “(5) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, (6) dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,.

 

Ef 4:11-15 - “(11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala..

 

d)   Dalam mengasihi Tuhan (Mat 22:37 - ‘akal budi’).

 

Mat 22:37 - “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”.

 

e)   Dalam memberitakan Injil / Firman Tuhan (Kis 6:9-10 - ‘bersoal jawab’; Kis 9:22 - ‘membuktikan’).

 

Kis 6:9-10 - “(9) Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini - anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria - bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, (10) tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara..

 

Kis 9:22 - Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias..

 

f)    Dalam berdoa dan menyanyi (1Kor 14:15 - ‘dengan akal budiku’).

 

1Kor 14:14-15 - “(14) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. (15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi (dan memuji) dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi (dan memuji) juga dengan akal budiku..

 

g)   Dalam memecahkan perbedaan pendapat theologia (Kis 15:7 - ‘pertukaran pikiran’).

 

Kis 15:7 - Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: ‘Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya..

 

h)   Dalam berusaha giat bagi Tuhan (1Tim 1:13  Ro 10:2).

 

1Tim 1:13 - aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman..

 

Ro 10:2 - Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar..

 

Dalam kedua ayat ini terlihat bahwa karena tidak adanya pengertian yang benar, Paulus (sebelum ia bertobat) dan orang-orang Yahudi mengarahkan semangat mereka ke arah yang salah.

 

i)    Kitab Amsal menekankan hikmat. Hikmat menyangkut pengertian / pengetahuan. Lihat ayat-ayat ini:

 

Amsal 1:7 - Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan..

 

Amsal 2:1-6 - “(1) Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, (2) sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, (3) ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, (4) jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, (5) maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. (6) Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian..

 

Amsal 9:10 - Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian..

 

Amsal 12:1 - Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu..

 

Amsal 18:2 - Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya..

 

Amsal 19:2 - Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah..

 

Jadi, kalau kita membuang pikiran, itu berarti kita juga membuang hikmat yang justru ditekankan pentingnya oleh Kitab Amsal!

 

4)   Kitab Suci mengharuskan kita mempunyai akal sehat.

Dalam 1Tim 3:2, salah satu syarat untuk penilik jemaat adalah ‘bijaksana’. Kata ini diterjemahkan berbeda-beda.

NASB: ‘prudent’ [= bijaksana, hati-hati].

NIV: ‘self-controlled’ [= menguasai diri]. 

RSV: ‘sensible’ [= berpikiran sehat / bijaksana]. 

KJV: ‘sober’ [= waras / bijaksana].

 

Kata bahasa Yunaninya adalah: SOPHRON [= soundminded / berpikiran sehat] yang berasal dari 2 kata Yunani yaitu SOZO [= I save {= aku menyelamatkan}] dan PHREN [= mind {= pikiran}].

 

Kata Yunani yang sama terdapat dalam Tit 1:8  Tit 2:2,5,12 (diterjemahkan ‘bijaksana’), dalam Tit 2:6 (diterjemahkan ‘menguasai diri’), dan dalam 1Pet 4:7 (diterjemahkan ‘kuasailah dirimu’).

 

Tit 1:8 - melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri.

 

Tit 2:2,5,12 - “(2) Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. ... (5) hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. ... (12) Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.

 

Tit 2:6 - Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.

 

1Pet 4:7 - Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa..

 

Semua ayat ini jelas menunjukkan bahwa berpikiran sehat merupakan keharusan bagi setiap orang kristen!

 

5)   Kita harus menggunakan otak / pikiran, tetapi kita tidak boleh bersandar pada pikiran! (Amsal 3:5).

 

Amsal 3:5 - Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri..

 

Kalau Kharismatik mengambil sikap extrim kiri yaitu membuang / tidak menggunakan pikiran, maka liberalisme dan banyak orang Protestan mengambil sikap extrim kanan yaitu bersandar pada pikiran. Kedua extrim ini harus dijauhi!

 

Otak harus digunakan di bawah pimpinan Tuhan untuk mengerti Kitab Suci, bukan untuk menghakimi Kitab Suci!

 

6)   Ada beberapa hal yang bisa membuang pikiran sehat:

 

a)   Minuman keras.

 

b)   Narkotik.

 

c)   Penyakit, misalnya gila.

 

d)   Usia tua, dimana orang menjadi pikun.

 

e)   Occultisme, yaitu praktek-praktek yang berhubungan dengan kuasa gelap, seperti semedi, trance, hipnotis, dsb.

 

Empat hal yang pertama adalah persoalan jasmani, dan hanya occul­tisme yang merupakan persoalan rohani.

 

Kalau Kharismatik membuang pikiran, maka Kharismatik sudah termasuk dalam occultisme!

 

Dr. Kurt Koch, seorang ahli occultisme, dalam bukunya yang berjudul ‘Occult ABC’ (hal 29-34) memang memasukkan ‘Charismatic Movements’ ke dalam daftar hal-hal yang termasuk occultisme!

 

Pesan-pesan yang perlu diperhatikan:

 

Penggunaan otak / pikiran itu penting, dan karena itu jangan malas menggunakan otak dalam segala sesuatu, seperti:

 

1.   Pada waktu mendengar khotbah (bdk. Kis 17:11).

 

Kis 17:11 - Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian..

 

2.   Pada waktu memberitakan Firman Tuhan / memberitakan Injil.

 

3.   Dalam menentang ataupun menyetujui suatu pendapat.

 

4.   Dalam menentang / menyetujui suatu praktek rohani tertentu.

 

 

-o0o-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali